KASKUS

tentang hutang piutang, apakah bisa dipidanakan?

selamat malam kaskuser, saya ingin bertanya.. apa bila sesorang berhutang, dan telah dibuat surat perjanjian yang bermaterai dengan saksi2, apabila pihak berhutang ingkar terhadap perjanjian tersebut, apaka bisa digugat? dan apakah bisa dipidanakan?
ga ada yg jawab neh,,,ane jg pngn tau,,cb gan ente copas ke thread sebelah sp tw d bls,kl dah d bls ane d pm ya,pnasaran jg,
ni link nya,,http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016426436/konsultasi-hukum-cuma-cuma-prodeo-bagi-masyarakat-pencari-keadilan/
bisa donk, bisa dijerat pasal penipuan dan penggelapan,

coba bantu

dalam praktek, memang bisa gugat perdata dan pidana.
namun hal tersebut secara teori tidak benar.

terkait kasus anda,
anda lebih baik memelih gugat secara perdata atau pidana, klo perdata anda bs dpt ganti rugi, klo pidana ya denda masuk ke kas negara, orgnya ditahan. pilih mn??

klo scra perdata, begini penjelasannya :
1. perlu dilihat perjanjian utang tsb sah atau tidak dl.
Untuk sahnya suatu perjanjian diperlukan empat syarat sebagai berikut:
1. sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;
2. kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
3. suatu hal tertentu;
4. suatu sebab yang halal.
(pasal 1320 KUHPerdata)

2. jika sah, perlu pembuktian, pihak tidak bayar utang tsb melanggar pasal berapa di dalam perjanjian, sanksi dalam perjanjiannya apa.
Wanprestasi dan Ganti Rugi
Wanprestasi adalah keadaan dimana seseorang telah lalai untuk memenuhi kewajiban yang diharuskan oleh undang – undang. Wanprestasi merupakan akibat daripada tidak dipenuhinya perikatan hukum, jika tidak ditentukan lain daripada isi perjanjian tersebut, maka seseorang/debitur harus segera memenuhi prestasi.
Debitur yang wanprestasi dapat dituntut untuk melakukan tanggung jawab atas wanprestasinya itu.
Kreditur dapat memilih tuntutan – tuntutan terhadap debitur yang wanprestasi sebagai berikut :
1. Pemenuhan perjanjian.
2. Pemenuhan perjanjian disertai dengan ganti rugi.
3. Ganti rugi saja.
4. Pembatalan perjanjian.
5. Pembatalan perjanjian disertai dengan ganti rugi.

Pasal 1246 KUHPer menyatakan bahwa “Biaya, rugi dan bunga yang oleh si berpiutang boleh dituntut akan penggantiannya, terdirilah pada umumnya atas rugi yang telah dideritanya dan untung yang sedianya harus dapat dinikmatinya, dengan tak mengurangi pengecualian – pengecualian serta perubahan – perubahan yang akan disebut di bawah ini”.
Menurut pasal 1246 KUHPer tersebut, ganti rugi yang dapat dibebankan pada debitur yang wanprestasi adalah :
1) Kerugian yang nyata – nyata diderita oleh kreditur,
2) Keuntungan yang seharusnya diperoleh.
jadi anda bisa tuntut ganti rugi seperti itu, misal contoh : anda usaha jual beli laptop, salah satu debitur hari itu utang tidak dibayar, padahal uang tsb bsk anda gunakan untuk beli laptop lagi dgn harga murah dan sudah ada pembeli yg membelinya. krn utang yg tidak terbayar tsb anda tidak bisa beli dan jual lagi, ilang deh untung yang besok didapat,nah ini namanya keuntungan yang seharusnya diperoleh.


smg membantu ya gan...
Quote:Original Posted By taatchan
selamat malam kaskuser, saya ingin bertanya.. apa bila sesorang berhutang, dan telah dibuat surat perjanjian yang bermaterai dengan saksi2, apabila pihak berhutang ingkar terhadap perjanjian tersebut, apaka bisa digugat? dan apakah bisa dipidanakan?


lebih tepatnya mengajukan gugatan ke pengadilan, dengan dasar wanprestasi....
dasar hukum:
Pasal 1239 KUH Perdata
"Tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, wajib diselesaikan dengan memberikan penggantian biaya, kerugian dan bunga,bila debitur tidak memenuhi kewajibannya."

dan Pasal 1241 KUH Perdata
"Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap Ialai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan."

sedangkan apabila agan mempidanakan si debitur, maka besar kemungkinan perkara tersebut ketika diproses di pengadilan, akan diputus oleh Majelis Hakim dengan putusan onslagh atau lepas dari segala tuntutan hukum, dengan kata lain terdakwa atau debitur terbukti melakukan suatu perbuatan, akan tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan suatu tindak pidana atau kata lainnya lagi terdakwa akan dibebaskan dari tuntutan hukum, karena dalam kasus ini, perbutan tersebut merupakan ruang lingkup hukum perdata yang terkait dengan hutang piutang atau wanprestasi...

just my 2 cent...
pngalaman ane mah ati2 aja klo pinjemin org duit..org jaman skr yg py utang dah g tau malu..malah yg py uang yg jd cape+malu nagihnya..
Quote:Original Posted By taatchan
selamat malam kaskuser, saya ingin bertanya.. apa bila sesorang berhutang, dan telah dibuat surat perjanjian yang bermaterai dengan saksi2, apabila pihak berhutang ingkar terhadap perjanjian tersebut, apaka bisa digugat? dan apakah bisa dipidanakan?


tergantung kasusnya gan kalau mau dipidanakan....kalau ada unsur pidananya bisa dipidanakan...
kalau tidak ada unsur pidananya...agan harus lewat perdata..
saran ane penyelesaiannya secara kekeluargaan dulu gan..soalnya kalau dipidana ataupun di perdata butuh waktu untuk prosesnya (pidana..prosesnya mulai dari laporan di polisi trus masuk ke kejaksaan trus tunggu jadwal sidang..belum kalau ada bandingnya) dan mahal ongkosnya...

biasanya nih gan unsur-unsur pidananya misalnya:
1. Penggelapan(pasal 372 KUHP)
"Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana paling lama 4 tahun penjara atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah"
2. Penipuan(pasal 378 KUHP)
"barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana pencara paling lama 4 tahun"

demikian penjelasan dari ane yang sok tau ini.....
kalau hutang piutang yah ranah perdata lah gan ,,, yakni dalam hal wanprestasi atau tidak tepat janji ,, kalau mau dipidanakan itu tidak bisa kecuali agan pas lg pengen nagih utang agan lalu ditonjok org itu maka bisa dipidanakan krn penganiayaan ...atau pada saat agan membuat perjanjian ternyata dgn berjalanx waktu data2 pribadi org tersebut palsu atau data2 mengenai bisnis yg diperjanjikan palsu maka itu bisa dipidanakan dgn penipuan,,,
sekian agan dgn ilmu ane yg msh belum cukup smoga membantu ..
Ane Bantu Sundul Gan Biar tambah-tambah ilmu buat yang lagi nagdepin masalah Macam ini...!!!

Quote:Original Posted By taatchan
apabila pihak berhutang ingkar terhadap perjanjian tersebut, apaka bisa digugat?


bisa

Quote:Original Posted By taatchan
dan apakah bisa dipidanakan?


kalo cuma berdasarkan keadaan yg lo jelasin, nggak bisa

sundul dulu ah biar naik...
ane ada mau nanya juga nih masalah ginian... tapi berhubungan denga keluarga terutang
gan ane banyak belajar nih jadinya
Quote:Original Posted By ketua.umum
bisa donk, bisa dijerat pasal penipuan dan penggelapan,


ente mabok?
diliat jenis perjanjiannya, pinjam meminjam atau kerjasama?, klw pinjam meminjam dia perdata, klw kerjasama dia bisa pidana klw bisa dibuktikan uang yg diberikan tdk digunakan untuk membiayai suatu usaha yg diperjanjikan. tq
Quote:Original Posted By taatchan
selamat malam kaskuser, saya ingin bertanya.. apa bila sesorang berhutang, dan telah dibuat surat perjanjian yang bermaterai dengan saksi2, apabila pihak berhutang ingkar terhadap perjanjian tersebut, apaka bisa digugat? dan apakah bisa dipidanakan?


Quote:Original Posted By denma75
diliat jenis perjanjiannya, pinjam meminjam atau kerjasama?, klw pinjam meminjam dia perdata, klw kerjasama dia bisa pidana klw bisa dibuktikan uang yg diberikan tdk digunakan untuk membiayai suatu usaha yg diperjanjikan. tq


ada yang blon lulus pemberantasan buta huruf...
Quote:Original Posted By Tommol73




ada yang blon lulus pemberantasan buta huruf...


adiknya bang...? hehehe
Quote:Original Posted By ugi2000
pngalaman ane mah ati2 aja klo pinjemin org duit..org jaman skr yg py utang dah g tau malu..malah yg py uang yg jd cape+malu nagihnya..


yup setuju gan...
orang yang diutangin kok kaya repot banget gan
kalo ada yg ngutang diatas cepek jangan dikasih haha
Asal ada stempel perjanjian dgn notaris, materai mau penjarain jg gak gampang. Eke di bank kasus ginian sering kejadian. Yg ktp palsu bs dijeblosin.
Quote:Original Posted By taatchan
selamat malam kaskuser, saya ingin bertanya.. apa bila sesorang berhutang, dan telah dibuat surat perjanjian yang bermaterai dengan saksi2, apabila pihak berhutang ingkar terhadap perjanjian tersebut, apaka bisa digugat? dan apakah bisa dipidanakan?


ini kasus nyata apa mau tau aja aturannya? jawaban teori dengan praktek lapangan beda hehehhe....

kalau teorinya tentu ini masalah perdata, wanprestasi harus gugat dulu dipengadilan, dengan bukti dan saksi yg agan miliki sudah cukup kuat, meski sebenarnya bukti perjanjian terkuat ya harus dibuat di hadapan notaris....tapi sebelum menggugat disarankan agan melakukan somasi dulu sebanyak 3 kali mengingatkan agar pihak yg berutang memenuhi kewajibannya terlebih dahulu untuk syarat gugatan nantinya....

meski ga pas untuk diterapkan di kasus agan, tetapi lawan agan bisa saja dilaporkan penipuan apabila memang unsur2nya terpenuhi...misalnya telah berturut2 tidak memenuhi kewajiban cicilan lebih dari 3 kali....tidak bisa dihubungi, menolak membayar, dsb.

real-nya kalau mau gugat perdata berapa itu nilai duitnya yg diperjanjikan? ente punya duit buat bayar pengacara dan biaya berperkara? kalau nilai duitnya masi dibawah 5M dan ente ga punya duit ilang ratusan juta buat berperkara di pengadilan cm capek dan abis duit nanggung gan, dan belum tentu menang, belum kalau proses hukumnya terus berlanjut sampai kasasi dan PK, kecuali ente punya sohib lawyer yg mau bantu gratisan (hari gini....????)

kalo mau lapor pidana penipuan bisa aja, tapi ditindaklanjuti atau tidak tergantung komunikasi dg penyidik, kasat reskrimnya (if you know what I mean), kalau lawan ente ngerti hukum bisa lapor balik....

memang biasanya kalau gertakan dg laporan pidana ini cukup efektif untuk membuat terlapor mau bayar, (apalagi kalau sampai dipanggil dan ditahan) lebih aman daripada pakai preman (tidak disarankan), karena kalau premannya kelepasan melakukan penganiayaan agan bisa kena pidana juga sebagai yg menyuruh melakukan penganiayaan tersebut....

ane bukan nakut2in gan, tapi agan mesti waspada dan berpikir matang2 karena berperkara hukum itu harus ngukur diri dan lawan dulu sebelum bertindak....agar tindakan agan tepat sasaran dengan biaya minimal......

kalau lawannya lebih lemah dan lebih bego bisa dilibas, tapi jangan coba2 kalau masih nanggung, nantinya malah seperti kata pepatah mau dapetin kambing malah hilang sapi....

trik dan tips nya silahkan tanyakan pada ahli hukum terdekat yg berpengalaman....
Murni perdata gan,
×