KASKUS

Quote:Original Posted By markus77


Wah hebat gan orang tua masih gagah gitu.....maaf klw boleh tanya umur brp ya bapa-nya...soale ingat sm mertua kakak ane purnawairawan juga...umur 70 masih sanggup nyetir Jkt-Bdg bolak balik..


makasih, mungkin efek dari kebiasaan melakukan latihan fisik ketika masih aktif menjadi TNI
usia bokap ane sekitar 52-55 tahun lah gan...nggak tahu pasti ane
sungguh tentara dulu lebih mementingkan Negara'nya ketimbang nyawax .

klu tentara skrg lebih mementingkan money dri pada negaarax .

moto tentara sekarang lebih baik pulang bawa uang dari pada tidak bawa uang
Quote:Original Posted By venetooo
sungguh tentara dulu lebih mementingkan Negara'nya ketimbang nyawax .

klu tentara skrg lebih mementingkan money dri pada negaarax .

moto tentara sekarang lebih baik pulang bawa uang dari pada tidak bawa uang


kata siapa??
Quote:Original Posted By alexander hagal

kata siapa??

KTM doooong *bcanda*

jadi inget mbah ane gan
mantan veteran peta
gan bokap ane thn 85 di tugaskan ke sana beliau dulu dari yonif 303 KOSTRAD dan beliau masih umur kira kira 18-19thn, kalo ane denger ceita beliau yang ane rasain sedih bangga dan terharu gan, beliau di tugaskan di sektor timur kata tentara yg sempet di tugaskan di tim tim sektor timur itu GPKnnya kuat kuat gan.Dan satu lagi gan kata bokap ane gpk di sana rata-rata pada pake jimat namanya lurik jadi semacem tahan di tembak gitu gan.
kalo ane sempet ntar ane upload deh foto bokap ane gan

Semoga para pahlawan yang telah gugur di beri serga yang terindah disisi allah.






Paman ane juga gan, ditugasin ke timtim awal 80-an, kalo soal jimat bukan hanya GPKnya aja yg pake, tentara kita juga banyak. Pernah dia cerita salah satu temennya yg pake jimat kena mortir pas di tengkuknya, dia pikir dah mati nih anak, ternyata dia teriak2 minta di siram air, karena kepanasan tengkuknya abis kena mortir, paman ane yg nolongin sampe terbengong2. Btw entar benar ato tidak tapi ane meyakini benar cerita tsb karena paman ane orangnya polos, dan dia bilang pemberi jimat tentara tsb seorang kyai di daerah Jombang Jawa Timur
Sedikit tambahan buat TS nya :

Mendarat di Pantai Dilli



Di Gunung Builo



Dapat pucuk


Horee..dapat logsitik




Sumber : Dokumentasi Yonif Linud 503/Mayangkara

Sedikit Nukilan


Berapa banyak dia telah banyak menghabisi orang selama mengemban tugas negara? Hanya dia yang tahu, tapi mendengar dari cerita singkatnya siang itu, tak disangsikan lagi jumlah nyawa yang melayang ditangannya mungkin banyak. “ ya kan pilihannya cuma dua dibunuh atau membunuh, namanya juga perang” katanya sambil bercerita panjang lebar tentang perang yang pernah dilakukannya saat di Timor Timur.

Saat itu bertepatan dengan hari Natal. Kumpul keluarga pun sesuatu yang biasa di salah satu rumah kerabat yang beragama Nasrani di daerah Jatinegara. Nah, mbah yang satu ini memang tak pernah absen datang ke acara kumpul-kumpul seperti ini. Berbeda dengan kerabat lainnya yang datang bergerombol, saban kali datang mbah ini hanya seorang diri, tak tahu kemana anak-anaknya. Datang setelah saudara lain tiba pagi hari. Setelahnya kangen-kangenan menjadi hal yang lumrah. Jabat tangan, mengobrol sebentar, lantas ambil piring dan menyikat makanan yang tersedia di meja makan ruang tamu.

Bila diingat lama tak berjumpa terakhir ketemu mungkin natal tahun lalu. Sikapnya biasa-biasa saja awalnya saat dihampiri, namun berubah menjadi tak biasa saat saya sedikit berbincang-bincang dengannya di sebuah sofa empuk ruang depan rumah kerabat. Yup, cerita bergulir pelan soal pengalaman masa lalunya saat menjadi abdi negara yang sukanya nenteng senjata dan bertopi baja. Ngalor ngidul dia bercerita, bla-bla bla bla. Panjang lebar memang, namun sedikit susah mencerna inti cerita sesungguhnya karena cerita yang keluar dari mulutnya itu bercampur dengan rasa kesalnya kepada salah seorang anak lelakinya yang pindah agama.

Namun untunglah sedikit bisa ditangkap kisah perangnya. Jadi perangnya itu terjadi saat dirinya ditugaskan ke salah satu pulau yang sekarang sudah menjadi negara yang berdiri sendiri. Adalah Timor Leste, sebuah negara yang dulunya bagian dari republik Indonesia yang kemudian pada tahun 1999 melepaskan diri dan merdeka sebagai negara yang berdiri sendiri.

Bagaimana Timor Leste lepas dari pangkuan ibu pertiwi? Hmm sepertinya akan panjang bila diceritakan. Lanjut ke cerita, berpangkat sersan mayor di sebuah kesatuan khusus yang amat ditakuti saat Orde Baru masih berkuasa saat dirinya pergi kesana. Kopassus dalam operasi di Timor Timur ini menurut beberapa sumber memang memainkan peranna penting sejak awal. Mereka melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Desember 1975 pasukan ini merupakan angkatan utama yang pertama ke Dili.

Operasi ini melibatkan satuan-satuan dari Batalyon 502 Raiders Kostrad, Kopassgat (sekarang Paskhas TNI AU dan Kopassandha (sekarang Kopassus) lewat penerjunan. Mbah tua yang satu ini merupakan salah satu dari anggota Kopassus yang yang menjejakkan kakinya di Timor Timur setelah terjun dari atas pesawat yang ditumpanginya. Diterjunkan lewat pesawat dengan menggunakan parasut.

Berpakaian ala warga sipil tetapi memegang senapan, dia wara-wiri kesana kemari.” celananya seperti yang kamu pakai sekarang ini” bilanganya. Dan sontak dia menyebutnya sebagai tentara jeans.

Yup, tentara jeans, tentara samaran agar mengelabuhi musuh dan diturunkan dalam beberapa kesatuan. Entah mungkin lupa dia mengingat nama kesatuannya, maklum saja umurnya sudah menginjak 70 tahun-an lebih. Menelisik sedikit buku soal Kopassus, memang pasukan khusus ini dalam melaksanakan operasi tempur, jumlah personel yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personel infanteri biasa, dengan kata lain tidak menggunakan ukuran konvensional mulai dari peleton hingga batalyon. ” ya seingat saya dulu cuma lima orang yang berangkat dengan saya” bilangnya.

Tugasnya kala itu adalah untuk mengumpulkan informasi sebanyak mengenai segala hal yang berhubungan dengan lawan, lantas mengirimkan informasi itu ke pusat. Mbah tua bercerita, pernah suatu ketika saat dirinya menangkap tentara musuh.

Hehehhehe malang bagi mereka yang tertangkap, jangan harap tidak akan terluka pasalnya dia bilang pernah memotong kuping seseorang pakai belati tajam. “ saya lupa kapan persisnya waktu itu motong kuping” bilangnya.

Namun beruntung bagi veteran perang yang satu karena selama bertugas di timor timur, tak pernah ditangkap.

“Jangan bayangkan saya tertangkap, bisa-bisa sekarang saya sudah diakhirat” katanya. Perang pasti memakan korban, teman-teman pun banyak gugur di sana, namun entak kenapa tak nampak raut sedih dimuka. “ namanya juga tugas negara mati adalah “hal wajar, ini kan peran, nyawa bisa melayang jika peluru menembus badan kita” kata dia.


NB : Sambungannya lagi dicari. Catatannya nda tau disimpan dimana.

Quote:Original Posted By erwin.parikesit
Sedikit tambahan buat TS nya :
Dapat pucuk


Sumber : Dokumentasi Yonif Linud 503/Mayangkara


ee buset..itu Kar-98? kok ada bedil nazi?
Spoiler for kar-98:
jadi inget cerita almarhum bokap ane waktu masuk di timtim periode 75-76, ada peleton kopassus yang hampir habis dikepung ama fretelin, setelah kontak lewat radio dan diminta memberikan isyarat asap, lokasi fretelin dihujani mortir sama pasukan bokap ane, selamatlah satu peleton kopassus yang sudah kehabisan amunisi... bokap ane dari yon 310/KK...
Quote:Original Posted By ngentupan
jadi inget cerita almarhum bokap ane waktu masuk di timtim periode 75-76, ada peleton kopassus yang hampir habis dikepung ama fretelin, setelah kontak lewat radio dan diminta memberikan isyarat asap, lokasi fretelin dihujani mortir sama pasukan bokap ane, selamatlah satu peleton kopassus yang sudah kehabisan amunisi... bokap ane dari yon 310/KK...


Itu salah satu pasukannya Kolonel Dading yang terkepung. Blue Jeans Soldier. Ada yang masih MIA sampai sekarang.
Quote:Original Posted By erwin.parikesit


Itu salah satu pasukannya Kolonel Dading yang terkepung. Blue Jeans Soldier. Ada yang masih MIA sampai sekarang.


Masih cerita dari almarhum bokap ane, danton kopassus tersebut kemudian hari menjadi salah satu menteri zaman kabinet Habibie..
kalo bokap ane dulu itu dia di tugasin di KRI LST gaan. tp waktu itu kapal bokap ane jadi pusat komando buat mencegah proklamasi fretelin gan di laut nkri. tp waktu itu bokap ane masih jadi perwira kecilan gan(maklum baru lulus)

temen letting bokap ane yg penerjun katanya banyak yg jadi danton, tp keburu di jedor gan di langit tim tim
salut untuk seluruh veteran seroja


Quote:Original Posted By ngentupan
jadi inget cerita almarhum bokap ane waktu masuk di timtim periode 75-76, ada peleton kopassus yang hampir habis dikepung ama fretelin, setelah kontak lewat radio dan diminta memberikan isyarat asap, lokasi fretelin dihujani mortir sama pasukan bokap ane, selamatlah satu peleton kopassus yang sudah kehabisan amunisi... bokap ane dari yon 310/KK...


pernah dengar cerita beginian juga gan, konon perkiraan waktu pengiriman pasukan tsbt meleset dari jadwal yg sudah ditentukan. jadi, setibanya di area penerjunan udah keburu terang dan terdeteksi pasukan fretilin...... CMIIW
M1 Garrand masih rame ya
trus ammo pouch nya kalo gak salah masih pake ammo pouch BAR ya? CMIIW
ada pertanyaan menggelitik saya hingga kini mengenai operasi di Timor Timur, apakah pasukan artileri terlibat secara skala besar nggak disa a? karena dengan counter guerilla harusnya supresi fire adalah salah satu syarat vital.
Quote:Original Posted By alexander hagal

Kostrad brigif 9, yonif 514 Bondowoso-jatim gan




Wah itu berarti masih di markas lama yang deket stadion ya?
sekarang yon 514 udah diupgrade jadi Yon 514/Raider.
Markasnya pindah, luas banget, dekat hutan pinus
Quote:Original Posted By alexander hagal


Amiien

silahkan-silahkan (tapi dikasih tanda tersendiri yaa, biar ga rancu )


Quote:Original Posted By alexander hagal


Okay ane mau cerita mengenai orang yang di atas ini...menurut bapak ane, ini adalah salah satu satu anggota peleton yang paling "badass"..bahkan rekan-rekannya yang lain bilang ini orang agak "ngawur", kayaknya urat takutnya dah putus, tetapi meskipu begitu ini orang dasarnya baik kok...hatinya lembut, gampang tersentuh

pernah suatu kali peleton bapak ane menangkap 1 orang anggota fretilin hidup-hidup setelah terjadi kontak tembak selama beberapa jam......pasukan menangkapnya di bawah rerimbunan semak-semak sedang tiarap sambil menutup kepalanya dengan kedua tanganya (sepertinya ketakutan)

ketika anggota fretilin ini diperintahkan membalikkan badan dari kejauhan sambil ditodong lusinan M16....anggota fretilin ini mengangkat tangannya sambil menangis memohon jangan ditembak, semua pasukan heran "kok tumben ada anggota fretilin yang nangis waktu ditangkap??" (kebanyakan cuman masang raut muka tegang dan nggak ngomong sama sekali, kalau dah begini yaa langsung "disekolahkan")

ketika tawanan ini berjalan mendekat...terlihat jelas sekali kalau umur anggota fretilin ini masih sangat muda sekali (ABG) sekitar 15-17 tahun, langsung nih tawanan di bawa ke base camp...di base camp ini anak gak diapa-apain, cuman di suruh duduk, dikasih makan, dikasih minum, ketika dikasih rokok dia menolak......setelah terlihat lebih tenang, orang yang di foto atas itu melontarkan beberapa pertanyaan sederhana
-anggota peleton :"namamu siapa??"

-fretilin ABG :"Alfredo papa..." (semua tentara laki disana dipanggil papa oleh orang tim-tim)

-anggota peleton :"Dimana rumahmu?? siapa nama komandanmu?? (si tawanan cuman membisu...terlihat khawatir, ditunggu beberapa menit tak menjawab...pertanyaan dilanjutkan)...kenapa kau mau bergabung dengan fretilin?? bukankah lebih enak kau pergi kesekolah atau membantu bapak, emak kau ke ladang??"

-fretilin ABG : (eeh setelah bapak emaknya disinggung dia langsung nangis sesenggukan) "Ampun papa....ampuni saya papa....jangan tembak saya papa, bapak aku sudah meninggal.....aku cuman tinggal dengan mamak-ku dan adik-adik-ku papa....kalau aku mati siapa nanti yang membantu mamak-ku dan mencari makan buat adik-adikku" (sambil terus menangis sesenggukan)

-anggota peleton : "terus kenapa kau ikut fretilin??!!"

fretilin ABG : "mereka bilang kalau aku ikut fretilin, aku akan dapat banyak uang papa....katanya dengan uang itu aku bisa menyenangkan emak-ku dan adik-adikku (masih menangis)..ampuuuun papa jangan bunuh saya, jangan bunuh saya" (tambah meraung-raung nangisnya, beberapa anggota peleton terlihat terenyuh melihat pemandangan itu, termasuk bapak ane)

-bapak ane : "wis-wis ojo diapa-apakno....kongkonen masak ae, mene di gowo nang Dili" (udah-udah jangan diapa-apain....suruh masak aja, besok dibawa ke Dili)

-anggota peleton : " udah -udah jangan nangis, lain kali kau tak usah ikut-ikutan fretilin lagi...buat apa?! mereka bohong sama kamu...kamu nggak akan dikasih uang sama mereka...ramos horta bohong sama kamu, percaya sama saya !!
udah sana masak, masak apa saja"
(tanpa khawatir diracuni atau apalah..)

setelah hari makin larut.....sebagian pasukan yang nggak dapat giliran jaga memilih untuk beristirahat..termasuk fretilin ABG ini, dia di ajak tidur di samping anggota peleton badass.....dan GILA-nya lagi, ini fretilin ABG dikasih granat aktif ditangannya dan dibilangin gini :
"ini saya kasih Granat !! kalau kamu nggak percaya sama tentara...kamu boleh lari, kamu boleh bunuh saya atau teman-teman saya dengan granat ini...tapi nanti kalau kamu tertangkap, akan langsung kami tembak di tempat.....Terserah kamu" (sambil membalikkan badan dan kembali tidur, tanpa ada perasaan takut atau khawatir....yaa tentu aja semua temannya langsung keluar dari bivak dan memilih tidur di tempat lain )

Besok paginya, ternyata nih anak masih ada di samping anggota tadi masih tertidur sambing menggenggam granat....
setelah di bangunkan langsung ditanya "kenapa kau tak mau lari?!!"
dia menjawab "tidak papa, aku mau ikut tentara saja....aku mau sekolah, nanti kalau papa pulang ke jawa..tolong ajak aku juga ya papa" (ternyata pulau jawa saat itu menjadi primadona di pulau-pulau lainnya untuk mengadu nasib)
anggota peleton tadi cuman senyum sambil nepuk bahu itu fretilin ABG tanpa berkata apapun...kemudian keluar dari bivak
di luar bivak...teman-temannya langsung maki-maki tuh anggota...
"DIAMPUT !! koen iku gendeng tah...arek dike'i granat!!" (Diamput !! loe itu dah gila yah...anak dikasih granat !!)
"Coooook !! wis bosen urip tah koen iku ?!" (Cooook !! udah bosen hidup loe !!)
"POKEH awakmu iku ndu!!" ("semacam umpatan dalam bahasa madura, macam Jancok" loe tuh bro!!")
"WONG EDIIAAN !! ("ORANG GILAA !!")

itu anggota cuman tersenyum sambil berjalan menuju sungai buat mandi


haha...
ne orang emang edann Gann

Salut & hormat untuk para pejuang kita yg pernah bertugas di TimTim.
Smg yg gugur mendapat tempat yg istimewa akhirat
baru liat awak tritnya pak guru...

salam hormat ke mendiang ya pak guru...
terharu awak liat foto2 beliau...