KASKUS

Sejarah dan Rencana Pembangunan Bandara Soekarno - Hatta



Hot Thread pertama makasih agan-agan dan sista semua

[size=+4]Bandara Soekarno-Hatta [/size]

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (IATA: CGK, ICAO: WIII) merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani kota Jakarta di pulau Jawa, Indonesia. Bandar udara ini diberi nama seperti nama Presiden Indonesia pertama, Soekarno, dan wakil presiden pertama, Muhammad Hatta. Bandar udara ini sering disebut Cengkareng, dan menjadi kode IATA-nya, yaitu CGK. Letaknya sekitar 20 km barat Jakarta, di Kota Tangerang, Banten. Operasinya dimulai pada 1985, menggantikan Bandar Udara Kemayoran (penerbangan domestik) di Jakarta Pusat, dan Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Bandar Udara Kemayoran telah ditutup, sementara Bandar Udara Halim Perdanakusuma masih beroperasi, melayani penerbangan charter dan militer.



Soekarno-Hatta memiliki luas 18 km², memiliki dua landasan paralel yang dipisahkan oleh dua taxiway sepanjang 2,400 m. Terdapat dua bangunan terminal utama: Terminal 1 untuk semua penerbangan domestik kecuali penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines, dan Terminal 2 melayani semua penerbangan internasional juga domestik oleh Garuda dan Merpati. Untuk Terminal 3 merupakan terminal baru yang selesai dibangun pada tanggal 15 April 2009. Terminal 3 ini dipergunakan oleh Maskapai penerbangan berbiaya murah. Bandar udara ini dirancang oleh arsitek Perancis Paul Andreu, yang juga merancang Bandar Udara Charles de Gaulle di Paris, Perancis. Salah satu karakteristik besar bandara ini adalah gaya arsitektur lokalnya, dan kebun tropis di antara lounge tempat tunggu.
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta memiliki 150 gerai lapor-masuk (check-in counter), 30 pengklaiman bagasi dan 42 gerbang. Setiap sub-terminal memiliki 25 gerai lapor-masuk, 5 pengklaiman bagasi dan 7 gerbang.

[size=+3]SEJARAH[/size]

Antara 1928–1974, Bandar Udara Kemayoran yang ditujukan untuk penerbangan domestik dianggap terlalu dekat dengan basis militer Indonesia, Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Penerbangan sipil di area tersebut menjadi sempit, sementara lalu lintas udara meningkat cepat, yang mana mengancam lalu lintas internasional. Pada awal 1970-an, dengan bantuan USAID, delapan lokasi berpotensi dianalisa untuk bandar udara internasional baru, yaitu Kemayoran, Malaka, Babakan, Jonggol, Halim, Curug, Tangerang Selatan dan Tangerang Utara. Akhirnya, Tangerang Utara dipilih dan ditandai juga Jonggol dapat digunakan sebagai bandara alternatif. Sementara itu, pemerintah memulai upgrade terhadap Bandar Udara Halim Perdanakusumah untuk melayani penerbangan domestik.
Antara 1974-1975, sebuah konsorsium konsultan Kanada mencakup Aviation Planning Services Ltd., ACRESS International Ltd., dan Searle Wilbee Rowland (SWR), memenangkan tender untuk proyek bandara baru. Pembelajaran dimulai pada 20 Februari 1974 dengan total biaya 1 juta Dollar Kanada. Proyek satu tahun tersebut disetujui oleh mitra dari Indonesia yang diwakili oleh PT Konavi. Pada akhir Maret 1975, pembelajaran ini menyetujui rencana pembangunan 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 bangunan terminal internasional, 3 terminal domestik dan 1 terminal Haji. Terminal domestik bertingkat tiga dibangun antara 1975-1981 dengan biaya US$465 juta dan sebuah terminal domestik termasuk apron dari 1982-1985 dengan biaya US$126 juta. Sebuah proyek terminal baru, diberi nama Jakarta International Airport Cengkareng (kode: JIA-C), dimulai.









Spoiler for Tahap Pengerjaan Proyek:


Spoiler for Terminal Bandara:


[size=+3]RENCANA PEMBANGUNAN[/size]

Dalam sebuah "Masterplan" yang terbaru, Bandara Internasional Soerkarno-Hatta akan meningkatkan kapasitasnya dari 22 juta penumpang per tahun menjadi 62 juta per tahun pada tahun 2014 mendatang. Bandara ini akan menggunakan tema "Bandara Modern Dengan Sentuhan Tradisional" untuk mega proyek tersebut. PT Angkasa Pura II sebagai operator merancang Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan memiliki 3 terminal penumpang, terminal kargo baru 1 (Cargo Village) dan sebuah bangunan yang terintegrasi pada 2014 mendatang. Juga akan ada peningkatan kapasitas apron dari 125 pesawat menjadi 174 pesawat terbang. Sebuah kereta menuju bandara dari Stasiun Manggarai dan People Mover System dirancang untuk transportasi darat dari, ke, dan di dalam bandara juga dalam perencanaan.

Pada Juli 2011, pemerintah telah memberi tugas kepada PT Kereta Api Indonesia untuk membangun kereta api yang menghubungkan Stasiun Manggarai ke Bandara melalui Tangerang. Jalur sepanjang 7 KM akan dibangun untuk menghubungkan stasiun kereta komuter di Tangerang dan bandara selain untuk mempercepat kinerja kereta api. Jalur tunggal yang ada di komuter antara Manggarai dan Tanah Tinggi akan diperluas kmenjadi dua jalur. Jalur tersebut akan menghubungkan stasiun Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, Duri, Grogol, Bojong Indah, Kalideres, Tanah Tinggi dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemerintah juga menawarkan jalur ekspress sepanjang 33 KM antara Stasiun Manggarai dan bandara melalui Angke dan Pluit kepada investor sebagai Public Private Partnership (PPP).

Pada Maret 2012, pemerintah memutuskan untuk mempercepat pembangunan kereta api komuter jalur ganda yang diprediksi akan mulai beroperasi pada pertengahan 2013. Sekarang PT KAI sedang mempelajari titik masuk di bandara, ketika kereta akan memasuki bagian belakang bandara melalui gerbang M1 atau berjalan berdampingan dengan koridor Jakarta Outer Ring Road sebelum memasuki bandara.
Untuk mengubah Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi sebuah 'Bandara Berkelas Dunia' yang akan disebut Aerotropolis pada tahun 2014, terlebih dahulu Terminal 3 yang akan dikembangkan, selanjutnya Terminal 1 dan Terminal 2 akan dikembangkan dan diintegrasikan dengan dinding hijau dan bandara akan memiliki ruang konvensi, pusat perbelanjaan, hotel, taman bermain, fasilitas rekreasi dan area parkir untuk 20.000 kendaraan. Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, pemerintah sedang mempersiapkan untuk meletakkan landasan pacu nomor 3. Ini ditargetkan akan selesai pada 2017.

Pengembangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dituangkan dalam Grand Design Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta yang merupakan sebuah konsep besar yang berfungsi sebagai pedoman atau guidelines dalam pembuatan perancangan dan pengembangan yang mengacu kepada Rencana Induk Bandar Udara Soekarno Hatta (sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan no : KM 48 tahun 2008).
Konsep renaissance diusung oleh pengelola bandara Soekarno Hatta agar menjadi gateway of Indonesia dengan kekuatan baru yang mampu bersaing, efektif dan efisien baik dalam aspek operasional maupun komersial. Hal ini untuk mengantisipasi pengembangan bandara 20 tahun ke depan dimana diprediksi periode tahun 2020-2030 kawasan Asia Pasifik akan mengalami traffic melebihi kawasan Eropa dan Amerika. Sebuah prediksi yang sangat menjanjikan dan perlu segera dilakukan langkah-langkah antisipasi bila Indonesia tidak ingin ketinggalan dibanding negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik. Dengan merujuk pada forecast penumpang, forecast pergerakan pesawat, forecast aktivitas penerbangan dan forecast kargo udara, beberapa upaya yang dilakukan yang tercantum di dalam grand design yaitu : Pengembangan sisi udara, system terminal dan penumpang, pengembangan area komersial, dan Aksestabilitas. Disamping itu, Bandara Soekarno Hatta dikembangkan untuk menuju kearah eco airport dimana sustainability dan manajemen lingkungan merupakan sebuah inisiatif, baik dalam new initiative maupun kondisi existing. Tujuan dari eco airport itu sendiri untuk mewujudkan bandar udara yang mempunyai visi global lingkungan hidup serta menyelenggarakan bandar udara yang mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan (sustainable development).







SUMBER :

http://www.setkab.go.id/artikel-5318-.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_...Soekarno-Hatta

http://blog.therabuana.com/bandara-s...mpil-beda-2014

Thumbs up ohh gtu yahh....

wuih mantep gan inpohnyanya detail, gw juga bru ngeh....

PERTAMAX akh...


Saya pernah dengar klo material pembangun landasan bandara ini terbuat dari terumbu karang, benarkah demikian?
kenapa dinami soekarno-hatta?? siapa yg mengusulkan??

jawab

Quote:Original Posted By _amrozi_lagi_
kenapa dinami soekarno-hatta?? siapa yg mengusulkan??


wah TS nya harus bisa jawab tuh
Quote:Original Posted By _amrozi_lagi_
kenapa dinami soekarno-hatta?? siapa yg mengusulkan??


Yang memberi nama adalah Presiden Soeharto
Quote:Original Posted By adirahadi


wah TS nya harus bisa jawab tuh


hahahaha bisa aja kang adi....
literatur ane belum sampe sono broh masih belajar juga..kalo ada info bisa ditambahin..tapi ada info namanya itu atas usulan presiden Soeharto balas jasa atas pahlawan proklamator yaitu Soekarno dan Hatta
CMIIW
kenapa desain T3 berbeda dengan T1 dan T2?
kalo pengen eco friendly, menurut gw lebih eco friendly T1/T2 dengan taman tamannya
*baru sekali ke T3*
Quote:Original Posted By haries123
Yang memberi nama adalah Presiden Soeharto

masa sih? pan soeharto anti soekarno?
Quote:Original Posted By celso.petso
kenapa desain T3 berbeda dengan T1 dan T2?
kalo pengen eco friendly, menurut gw lebih eco friendly T1/T2 dengan taman tamannya
*baru sekali ke T3*


eigh, enelan?
Quote:eigh, enelan?



gw pernah baca katanya pada awal 1970-an sebenarnya yang dipilih pertama kali adalah Jonggol karena lokasinya lebih strategis dengan kota-kota sekitar dan tekstur geografisnya lebih mendukung untuk dibuat bandara, tetapi karena 'lobby' dari Pemda Tangerang lebih 'kuat' akhirnya daerah inilah yang terpilih

CMIIW
Quote:Original Posted By d-ice


gw pernah baca katanya pada awal 1970-an sebenarnya yang dipilih pertama kali adalah Jonggol karena lokasinya lebih strategis dengan kota-kota sekitar dan tekstur geografisnya lebih mendukung untuk dibuat bandara, tetapi karena 'lobby' dari Pemda Tangerang lebih 'kuat' akhirnya daerah inilah yang terpilih

CMIIW


kalo soal tekstur geografis kayaknya emang bener deh gan. soalnya, daerah cengkareng itu kan aslinya rawa-rawa. jadi sebenernya ga bagus buat menopang bangunan. apalagi bangunan sebesar bandara CGK. makanya, fondasi CGK dipilih pake fondasi cakar ayam yang notabene hasil kreasi anak bangsa sendiri, yaitu Prof. Dr. Sedijatmo. (mungkin karena inilah jalan tol bandara CGK dinamai Jalan Tol Prof. Dr. Sedijatmo) kalo ga pake ini, bisa ambles itu runway.



dan hebatnya lagi, kalo ane liat di wikipedia, katanya sistem fondasi kaya gini ga perlu bikin drainase.




kalo di sini ada anak teknik sipil mungkin bisa bantu diterangkan
Sepertinya yang Pic bandara modern udah mulai dipublikasikan di bandara juga ya, ane pernah liat cuplikan videonya, nanti klo gk salah bakalan ada terminal kereta antar terminal juga.


CMIIW
Kabarnya ini masalah dengan pembebeasan lahan ya? Pemda setempat juga keberatan karena bisa mengurangi pendapatan penduduk..

Sayang sekali padahal soetta t1 t2 udah ketinggalan dibanding negara2 lain
Quote:Original Posted By jmprichard
Sepertinya yang Pic bandara modern udah mulai dipublikasikan di bandara juga ya, ane pernah liat cuplikan videonya, nanti klo gk salah bakalan ada terminal kereta antar terminal juga.


CMIIW


iya emang udah gan..bannernya juga emang...rencananya emang bakalan dibuatin jalur kreta dari manggarai sampai cengkareng..

Quote:Original Posted By mas_bowo
Kabarnya ini masalah dengan pembebeasan lahan ya? Pemda setempat juga keberatan karena bisa mengurangi pendapatan penduduk..

Sayang sekali padahal soetta t1 t2 udah ketinggalan dibanding negara2 lain


iya bro masih ada masalah di pembebasan lahan juga..malah katanya ada bandara yang mau dibangun di daerah karawang juga.. CMIIW...
lengkap amat penjelasanya
mantep gan buat nambah wawasan

baca dlu
panjang jg ya sejarah nya.
btw ini thread 2 bulan lalu jadi HT
bandara soeta kurang nyaman
sempit banget dan ruangan tunggu serta kursi nya terbatas



Wow Keren Gan
Semoga Dananya Tidak Terkorup Gan
semoga cepet jadi deh & ga ada kasus-kasus korupsi baru.

hohoho