Angry Heboh Video Hakim Minta Duit di Pangkalan Bun

Metrotvnews.com, Pangkalan Bun: Sebuah video amatir membuat heboh warga Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Betapa tidak, video itu memperlihatkan aksi seorang hakim yang meminta uang konsultasi sebesar Rp30 juta kepada terdakwa sebuah kasus. Hingga kini, pihak terkait belum memberikan komentar mengenai video tersebut.

Video itu berdurasi 10 menit yang direkam dengan kamera tersembunyi. Video amatir itu beredar usai pembacaan vonis bersalah terdakwa Eddi Nata dalam kasus penutupan jalan yang berada di sebuah perusahaan kayu pada Juni 2011.

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun menjatuhkan vonis hukuman pidana kurungan selama tiga bulan. Edi mengajukan banding karena merasa kasus yang menjeratnya itu hasil rekayasa hakim dan jaksa.

Sementara di luar ruang sidang, seorang keluarga terdakwa menunjukkan sekeping DVD. Saat diputar, video menampilkan hakim ketua sekaligus Ketua PN berinisial NH meminta uang imbalan jasa konsultasi. Tampak wajah NH dalam video tersebut.

Pembicaraan itu berlangsung di ruang Ketua PN. NH mengaku memerlukan uang untuk sebuah acara di luar kota. Lantaran takut kasusnya dipersulit, tersangka Eddi langsung menyerahkan amplop cokelat berisi uang Rp20 juta.

Eddy mengaku merekam pembicaraan itu setahun lalu. Video itu membuktikan kecurigaan adanya upaya kriminalisasi aparat pada dirinya. http://www.metrotvnews.com/read/news...angkalan-Bun/6

Quote:Pangkalan Bun, (tvOne)

Tidak terima vonis hakim, seorang terdakwa membeberkan video rekaman Nuril Huda, Ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, yang meminta sumbangan kepadanya. Namun, sang hakim membantah bahwa permintaan sumbangan itu berkaitan dengan kasus yang ditanganinya. Video itu menunjukkan terdakwa memberikan sumbangan sebesar Rp20 juta ke Nuril Huda. http://video.tvonenews.tv/arsip/view...umbangan.tvOne


pak NH beserta keluarganya idul fitri kmren silaturahmi ke rmh ane gan (pak NH dulu hakim PN kota Kediri bokap ane dulu ketua PN kota Kediri), sudah di ingetin sama bokap nyokap ane kalau jadi ketua PN hati2, ojo dumeh coz godaannya berat.. ealah skrg malah kena kasus
Sbenernya praktek kayak gn dah umum sih ...
Cuma klo direkam dan bisa ditonton orang banyak lumayan jg buat buka mata

Mudah2an para pejabat korup itu cepet sadar
Suap dimana2 ...

"saya prihatin" itu udah mentok, ga lebih
Quote:Original Posted By .parzival.
Sbenernya praktek kayak gn dah umum sih ...
Cuma klo direkam dan bisa ditonton orang banyak lumayan jg buat buka mata

Mudah2an para pejabat korup itu cepet sadar


bener gan, mudah2 an cepat sadar gan.. pak NH sendiri orgnya pendiam gan, waktu bertugas di PN kediri pun g neko2 (setelah pindah dari Pn kediri pindah ke mamuju sebagai WKPN dan skrg KPN Pangkalan Bun).

bagaimanapun juga pak NH harus mempertanggungjawabkan apa yg telah diperbuatnya gan,,, kalau perlu di pecat gan (setelah melalui sidang MKH/ Majelis Kehormatan Hakim)
ketika hukum sudah diperjualbelikan, kenapa kita harus taat hukum lagi?
Quote:Original Posted By Jaguar.sport
Metrotvnews.com, Pangkalan Bun: Sebuah video amatir membuat heboh warga Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Betapa tidak, video itu memperlihatkan aksi seorang hakim yang meminta uang konsultasi sebesar Rp30 juta kepada terdakwa sebuah kasus. Hingga kini, pihak terkait belum memberikan komentar mengenai video tersebut.

Video itu berdurasi 10 menit yang direkam dengan kamera tersembunyi. Video amatir itu beredar usai pembacaan vonis bersalah terdakwa Eddi Nata dalam kasus penutupan jalan yang berada di sebuah perusahaan kayu pada Juni 2011.

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun menjatuhkan vonis hukuman pidana kurungan selama tiga bulan. Edi mengajukan banding karena merasa kasus yang menjeratnya itu hasil rekayasa hakim dan jaksa.

Sementara di luar ruang sidang, seorang keluarga terdakwa menunjukkan sekeping DVD. Saat diputar, video menampilkan hakim ketua sekaligus Ketua PN berinisial NH meminta uang imbalan jasa konsultasi. Tampak wajah NH dalam video tersebut.

Pembicaraan itu berlangsung di ruang Ketua PN. NH mengaku memerlukan uang untuk sebuah acara di luar kota. Lantaran takut kasusnya dipersulit, tersangka Eddi langsung menyerahkan amplop cokelat berisi uang Rp20 juta.

Eddy mengaku merekam pembicaraan itu setahun lalu. Video itu membuktikan kecurigaan adanya upaya kriminalisasi aparat pada dirinya. http://www.metrotvnews.com/read/news...angkalan-Bun/6



pak NH beserta keluarganya idul fitri kmren silaturahmi ke rmh ane gan (pak NH dulu hakim PN kota Kediri bokap ane dulu ketua PN kota Kediri), sudah di ingetin sama bokap nyokap ane kalau jadi ketua PN hati2, ojo dumeh coz godaannya berat.. ealah skrg malah kena kasus


semoga bokap agan tetep lurus dan agan bisa tetep tegak berjalan...
kebanyakan para penegak hukum memang seperti itu, mulai dari kepolisian, kejaksaan sampai kehakiman... korup semua...
Quote:Original Posted By mrjack
ketika hukum sudah diperjualbelikan, kenapa kita harus taat hukum lagi?

mak jlebb gan....
masih banyak aparat penegak hukum yg baik gan, jangan menggeneralisir.. cuma ya itu tadi aparat penegak hukum yg baik ketutup sama oknum penegak hukum yg nakal sehingga seolah olah aparat penegak hukum di indonesia gampang disuap atau menjual belikan perkara

Quote:Original Posted By sandal_jepit
semoga bokap agan tetep lurus dan agan bisa tetep tegak berjalan...


amien gan... thanks doanya gan
Quote:Original Posted By WaNLuV
kebanyakan para penegak hukum memang seperti itu, mulai dari kepolisian, kejaksaan sampai kehakiman... korup semua...


yah, dmn2 memang ada yang nakal ada juga yg baik,, ada juga penegak hukum yg nakal, ada juga yg dijebak, ada juga yg khilaf gan

yeah di lingkungan ** pun juga sudah populer budaya S3 (sowan, sungkem, dan sajen) bagi sebagian hakim/panitera yang pragmatis (pngn ditugaskan di PN/PT yang lahan basah, cpt naik pangkat, supaya dapat perkara yg bnyk duitnya dll) gan..
30 jeti?
kurang tuh
keluarga ane pernah diminta 75 jeti buat sebuah perkara
Quote:Original Posted By Jaguar.sport
mak jlebb gan....
masih banyak aparat penegak hukum yg baik gan, jangan menggeneralisir.. cuma ya itu tadi aparat penegak hukum yg baik ketutup sama oknum penegak hukum yg nakal sehingga seolah olah aparat penegak hukum di indonesia gampang disuap atau menjual belikan perkara



amien gan... thanks doanya gan


yang jadi pertanyaannya,

1. berapa perbandingan jumlah oknum dengan yang lurus?

2. ketika ada pernyataan/asumsi seperti yang di Bold diatas, berarti anda juga secara tidak langsung mengatakan bahwa oknum lebih banyak ketimbang yang lurus, karena tidak memungkinkan bahwa jika lebih banyak yang lurus tidak akan anda membuat pernyataan seperti yang di Bold diatas, betul?

3. sebagai orang hukum, bagaimana solusi untuk memotong regenerasi hakim cacat seperti berita yang disampaikan ts?



sorry gak bisa ikut futsal kemarin pak pengacara
baru aja ada beritanya di tv barusan
Quote:Original Posted By mrjack
yang jadi pertanyaannya,

1. berapa perbandingan jumlah oknum dengan yang lurus?

2. ketika ada pernyataan/asumsi seperti yang di Bold diatas, berarti anda juga secara tidak langsung mengatakan bahwa oknum lebih banyak ketimbang yang lurus, karena tidak memungkinkan bahwa jika lebih banyak yang lurus tidak akan anda membuat pernyataan seperti yang di Bold diatas, betul?

3. sebagai orang hukum, bagaimana solusi untuk memotong regenerasi hakim cacat seperti berita yang disampaikan ts?



sorry gak bisa ikut futsal kemarin pak pengacara


1. tidak bisa dijawab secara ilmiah, karena memang belum ada penelitian mengenai oknum dan hakim yang baik. saya tdk mau ber asumsi gan nanti pasti jadi ajang debat kusir.

2. tidak. anda krg tepat menafsirkan komentar saya diatas. yang saya maksud adalah : hakim2 yg baik (yg jarang ke sorot media) sedangkan hakim2 yg nakal (banyak di sorot media), tentu asumsi publik (opini publik) lebih banyak menggambarkan hakim itu mudah disuap, sehingga ada istilah KUHAP (Kasih Uang Habis Perkara) dll. coba ente bandingkan berapa banyak pemberitaan hakim yg baik dan yg KKN?
lagian di dlm teori berita, good news is bad news, bad news is good news

(Saya maklum, dalam kredo jurnalistik lama masih berlaku jargon “anjing menggigit manusia bukan berita, tetapi manusia menggigit anjing itu baru berita.” ) hehehe

3. solusi :
  • pertama : rekruitmen aparat penegak hukum (khususnya dlm konteks ini cakim) dg baik (tdk KKN) berdasarkan kemampuan IQ dan EQ yg bagus,
  • kedua : sudah disetujui pemerintah kenaikan gaji hakim dan tunjangan.
  • ketiga : pengawasan yg ketat baik di internal (dalam lingkup MA ) maupun eksternal (KY, media dan masyarakat)
  • empat : Hukuman yg setimpal bagi hakim yg KKN ( kalau terbukti pecat serta oknum hakim tsbt dipidana) dan reward yg setimpal bagi hakim yang lurus
  • Kelima : di Pihak MA hilangkan "kebiasaan 3 S (Sowan,Sungkem, Sajen)
ane ga setuju kalau nanti terbukti terima suap, sihakim ini hanya dikategorikan sebagai "oknum" , ane yakin bahwa praktek semacam ini sudah biasa di peradilan kita, hanya saja orang sekarang sudah pintar, sehingga mereka mendokumentasikan proses suap tersebut, untuk jaminan apabila siaparat ingkar janji.
kayanya indonesia memang belum siap menerima hukuman koruptor itu hukuman mati. Karena bukan tidak mungkin hakim salah atau hakim merekayasa/mengkriminalkan seseorang. Gak kebayang kalo ada ancaman pidana mati, berapa besarnya nego itu hakim ke yang bersangkutan. Lagipula selain hakim, polisi di kita pun sering salah tangkap. Kalo dihukum mati..... terus ada kesalahan..... bisa gak orang yang udah mati itu dihidupkan kembali????

sory just share, bukannya menolak pidana mati buat koruptor, tapi ane pesimis melihat kondisi pengadilan dan polisi dan kejaksaan dinegara kita ini
wah kalo udah ada bukti gitu harus langsung diitndak dong
Quote:Original Posted By Jaguar.sport
1. tidak bisa dijawab secara ilmiah, karena memang belum ada penelitian mengenai oknum dan hakim yang baik. saya tdk mau ber asumsi gan nanti pasti jadi ajang debat kusir.

2. tidak. anda krg tepat menafsirkan komentar saya diatas. yang saya maksud adalah : hakim2 yg baik (yg jarang ke sorot media) sedangkan hakim2 yg nakal (banyak di sorot media), tentu asumsi publik (opini publik) lebih banyak menggambarkan hakim itu mudah disuap, sehingga ada istilah KUHAP (Kasih Uang Habis Perkara) dll. coba ente bandingkan berapa banyak pemberitaan hakim yg baik dan yg KKN?
lagian di dlm teori berita, good news is bad news, bad news is good news

(Saya maklum, dalam kredo jurnalistik lama masih berlaku jargon “anjing menggigit manusia bukan berita, tetapi manusia menggigit anjing itu baru berita.” ) hehehe



situ anak hakim? kok asumsi yg memojokan hakim langsung ditepis jauh2, eh berikutnya langsung berasumsi bahwa wartawan kurang memberitakan hakim baik


udah jangan pura2 gk tau lahhhhhhhhhhh
Quote:Original Posted By marizzca
wah kalo udah ada bukti gitu harus langsung diitndak dong

bukti sudah ada, menunggu hasil investigasi dulu, kalau ada dugaan yg kuat baru diajukan ke MKH (Majelis Kehormatan Hakim)

Quote:Original Posted By mekyuskwirt
situ anak hakim? kok asumsi yg memojokan hakim langsung ditepis jauh2, eh berikutnya langsung berasumsi bahwa wartawan kurang memberitakan hakim baik


udah jangan pura2 gk tau lahhhhhhhhhhh


makanya jangan diambil setengah2/dipelintir komentar ane. baca yg lengkap dari agan mr jack bertanya pertama kali, sampai komentar ane yg terakhir

kalau emang mayoritas hakim mudah dibeli ,KKN, mana bukti penelitian ilmiah nya? ingat jangan asumshit ya
Mending dishare dimari barbuk-nya. Penasaran siapa tu yg minta duit.

rasain....kena batunya sekarang.....terang²an minta duit trus di video....