KASKUS

Tawuran Pelajar Kian Mengerikan



Dua kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda terlibat tawuran di jalur Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Buaran, Jakarta Timur, Rabu (12/5).MI/RAMDANI



"Siswa yang diketahui bernama Deni Yanuar akhirnya tewas saat dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo. Deni mengalami luka bacokan di bagian perut"

Demikian sebagian isi berita tentang tewasnya seorang siswa SMA Yayasan Karya 66 bernama Deni Yanuar, Rabu (26/9) siang di daerah Manggarai, Jakarta Selatan, yang saya baca di sebuah situs berita.

Miris? Saya jawab ya. Walaupun sudah sangat muak dengan aksi tawuran antarpelajar yang rasanya sangat susah untuk dihentikan, membaca adanya korban yang tewas dengan sia-sia ini, saya tetap saja merasa sangat miris. Apalagi, kasus ini hanya berselang dua hari dari kasus tewasnya Alawy Yusianto Putra, siswa SMA Negeri 6 akibat serangan sekelompok siswa SMA Negeri 70 Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Tewasnya Deni, 17, dan Alawy, 15, ini menambah rapor merah pendidikan nasional. Pasalnya, hal itu terjadi belum dua pekan setelah kasus serupa terjadi di Depok dan menewaskan pelajar Dedi Triyuda, 17, Rabu (12/9). Seperti halnya Alawy yang tewas akibat ditikam celurit di bagian dada, Dedi juga meregang nyawa setelah ditusuk penyerang dari sekolah lain.

Peristiwa itu juga semakin menambah panjang daftar korban sia-sia akibat tawuran pelajar. Apakah korban-korban yang tewas tersebut terlibat atau tidak terlibat aksi tawuran, tetap saja, hilangnya nyawa pelajar dengan luka yang sangat serius menunjukkan bahwa tawuran pelajar tidak bisa lagi dianggap enteng.

Tawuran pelajar yang terjadi saat ini sudah layaknya sebuah ajang balas dendam dengan wujud kriminal. Adanya persiapan amunisi berupa senjata tajam sejak awal dimana senjata-senjata mematikan itu digunakan untuk menghabisi orang lain, menunjukkan kalau tawuran pelajar tidak boleh lagi sekadar dianggap sebagai kenakalan remaja.

Pemerintah membantah ada kesalahan di dalam sistem pendidikan Indonesia, banyak pendapat yang mengatakan kalau maraknya tawuran di kalangan pelajar karena ada yang salah dalam sistem pendidikan nasional. Maraknya tawuran pelajar menunjukkan sistem pendidikan nasional cacat dimana pendidikan saat ini dinilai lebih mementingkan pendidikan otak ketimbang pendidikan budi pekerti.

Jika ditanya siapa yang paling bertanggung jawab atas masalah ini, semua pihak baik keluarga, sekolah maupun pemerintah semuanya mempunyai andil. Namun jika melihat asal-muasal tawuran yang sekadar menuntaskan dendam atas hal-hal sepele, itu menunjukkan sumbu perdamaian sudah teramat pendek. Hal itu sekaligus pula menegaskan dugaan bahwa kekerasan memang telah diternakkan sehingga kian akrab dengan anak bangsa.

Jelaslah, pelajar kita, para tunas bangsa, memiliki referensi yang cukup untuk berlaku brutal. Mereka menyaksikan tindakan kekerasan--entah atas nama agama, suku, atau kelompok--sering kali dibiarkan tanpa tindakan tegas dari aparat negara.

=========

Menurut saya, fungsi sekolah harus dikembalikan sebagai tempat peserta didik mendapat pembinaan kepribadian, bukan hanya intelektual. Bagaimana pendapat agan-agan






Spoiler for gambar:
eett dah no cewe ngapain ikut2 ..
Yang pada hobi tawuran mending dikumpulin dalam satu tempat terus diadu satu persatu.
siapa yang bertahan paling lama itulah yang akan ditangkap polisi
Quote:Original Posted By pratama.x
eett dah no cewe ngapain ikut2 ..


baru nyadar kalo ada cewe nya disitu gan ...

suram dah masa depan bangsa ini .. generasi muda nya malah demen tawuran ..
Quote:Original Posted By pratama.x
eett dah no cewe ngapain ikut2 ..


biasanya cewek yg bagian bikin videonya gan....
aneh ihhk bkannya dlm agama di ajaran "SEMUA MAHKLUK HIDUP ITU BERSAUDARA" tpi knapa masih ada yang aneh kyk gni azzzz

Talking 

Spoiler for Korban Deni Yanuar:
Sistem pendidikan kita yang salah, gue inget waktu gue masih kecil dulu ada pelajaran BUDI PEKERTI, PENDIDIKAN MORAL PANCASILA, dan pelajaran AGAMA minimal 6 jam seminggu.

Jaman sekarang ? budi pekerti sudah ditiadakan, pendidikan agama cuma 2 jam seminggu itupun seringkali guru-nya gak pernah dateng, dan Kewarganegaraan yang diajarkan di sekolah-sekolah beda jauh sama PMP jaman dulu, KWN lebih fokus ke "Nasionalisme" ketimbang "Moral anal bangsa yang baik dan terpuji".

Alhasil ? mereka justeru LEBIH BANGGA kalau sekolah mereka "MENANG TAWURAN <sekian kali>" , sekolah mereka dapet gelar "PALING DITAKUTI" ketimbang kalau sekolah mereka menjadi Juara Akademis.
kalau gak mengerikan bukan tawuran...MAIN DAKON .....

Quote:Original Posted By jackmanis
Spoiler for Korban Deni Yanuar:



turut berduka gan ,,, ane bingung lama lama ngejagain anak ane,, sekarang di jakarta lagi rawan tawuran
Aktifin lagi kali ya pelatihan ala militer bagi di rindam. Sayang biayanya mahal.
Moral nya udah pada rusak..orang tua nya gagal bgt ngedidik anak2 mereka calon penerus bangsa yang GAGAL!
Dari Ayah Edi nih

Quote:SISTEM PENDIDIKAN YG TELAH MENGHASILKAN GENERASI BRUTAL

Belum lagi kering bibir Sang Menteri Pendidikan yg menyatakan bahwa Tawuran Pelajar ini (SMA 70 VS SMA 6) Adalah tawuran yg terakhir di seluruh Indonesia.

Tidak perlu menunggu hingga hitungan Minggu, 2 hari kemudian pernyataan itu telah di patahkan kembali; dengan sebuah tawuran baru antara SMK KARTIKA ZENI vs SMA Yayasan Karya 66 yg terjadi di Jalan Minangkabau Jakarta Pusat, yg akhirnya merenggut nyawa Deni Januar salah satu siswa dari SMA KARYA. http://www.antaranews.com/berita/335...ebet-anak-baik

Belum lagi kering tanah makam AY Putra murid SMA 6 yang tewas di tangan teman pelajarnya, sudah bertambah lagi satu korban tewas hanya dalam hitungan hari.

Dan yg paling mengejutkan adalah pernyataan yang dibuat oleh AD tersangka pembunuh siswa SMK KARTIKA ZENI yang menyatakan "PUAS" terlah berhasil membunuh rekannya pelajarnya anak SMA KARYA 66. http://m.news.viva.co.id/news/read/3...edium=faceboOK


Astagfirullahhalaziimmm.........1000x

Sudah sebobrok itukah mental pelajar2 kita ? sudah sehancur itukah mutu sistem pendidikan di Indonesia ????

Yang menarik adalah katanya...konon.... salah satu sekolah di bilangan Bulungan tempat si anak yg membunuh teman pelajarnya adalah salah satu SEKOLAH FAVORIT di Jakarta. Sekolah dengan Akreditasi unggul dari Diknas.

Lalu apanya yang Favorit.....? Sungguh tidak masuk nalar... Ada Sekolah Favorit dengan Siswa yg telah membunuh teman pelajarnya sendiri....??? kok bisa ya sekolah seperti ini mendapat Akreditasi favorit ???

Masih percayakah anda pada sistem pendidikan dan sistem akreditasi semacam ini....? Masihkah anda akan menitipkan sang buah hati tercinta anda untuk di didik oleh sistem yg seperti ini......????

Wahai para orang tua yg masih memiliki hati dan nurani, Mari kita renungkan bersama peristiwa ini.

Mari kita urun rembug Selasa Mendatang di Smart Fm untuk membahas bersama solusi apa yg bisa kita lakukan dari keluarga dan rumah kita sendiri.

Jika bukan kita yg peduli, mau berharap pada siapa lagi..?????

InsyaAllah kami akan mengundang bintang tamu home schooling untuk berbagi sebagai jalan keluar.

Ingatlah selalu bahwa Tuhan tidak akan pernah mengubah nasib anak-anak kita jika kita sendiri tidak berusaha untuk mengubahnya.

Salam Indonesian Strong from Home !!!!!
apa untungnya tawuran?
apakah ada kepuasan tersendiri?

seharusnya orang tua dan guru melakukan pendekatan dengan murid2nya.
sungguh tidak bisa di contoh.
saya rasa pendidikan di sekolah juga salah.
la wong guru guru sekarang. guru yang cowo itu pada demen dengan muridnya yang cewe.
sedangkan kalau ke siswa yang cowo agak ndak perhatian.
yang jelas guru cowo itu selalu memperlakukan berbeda kepada siswa cewe.
guru juga perlu di bida.
jadi jangan hanya siswanya saja.
coba dibiarinin aja. yg pd tawuran biar saling bunuh. jadi yg bener2 niat belajar, nuntut ilmu, peduli sama masa depannya kan ga ikutan tuh. jd semacem kaya di saring gitu. yg tawuran kan calon gada masa depan juga. malah bisa banget jd momok buat negara di suatu saat nanti.
Quote:Original Posted By subad
baru nyadar kalo ada cewe nya disitu gan ...

suram dah masa depan bangsa ini .. generasi muda nya malah demen tawuran ..


ane jd penasaran ane cek lagi pic ternyata ada ceweknya ...

gila yah anak sekolah sekarang

ngga pideo porno aja ..tawuran pun ikut
ya gan miris ngeliatnya
semoga jadi perhatian bagi para pendidik bangsa
tawuran sepertinya udah turn temurun
Sebenernya kita juga ga bisa menyalahkan Sistem juga, mememang sistem pendidikan harus di benahi, tapi para pendidik juga tidak bisa mengawasi mereka samapi lingkungan eksternalnya..

yang pasti peran orang tua dalam mendidik itu lebih penting..dan itu juga perlu di telusuri latar belakang kehidupan para Agan - agan generasi bangsa ini....kalau kita bicara pendidikan Moral..saya rasa disekolah juga tidak cukup karena terbatas oleh waktu.. dan selebihnya waktu habis dengan lingkungan di luar sekolah yang mana merupakan tanggung jawab orang tua untuk mendidik moral mereka