Angry Hutan Indonesia Riwayatmu Kini [MENCENGANGKAN !!!]

SIAP-SIAP tercengang ketika anda membaca dan melihat gambar di bawah ini

Quote:
HUTAN INDONESIA



Hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia, yang dapat menyerap karbon dan menyediakan oksigen bagi kehidupan di muka bumi ini. Fungsi hutan sebagai penyimpan air tanah juga akan terganggu akibat terjadinya pengrusakan hutan yang terus-menerus. Hal ini akan berdampak pada semakin seringnya terjadi kekeringan di musim kemarau dan banjir serta tanah longsor di musim penghujan. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak serius terhadap kondisi perekonomian masyarakat.

Spoiler for HUTAN:

Laju kerusakan lingkungan pulau-pulau di Indonesia mencapai 1,1 juta hektare setiap tahunnya. Terbesar terjadi di sejumlah kawasan hutan lindung dan konservasi karena aktifitas perambahan dan pertambangan batu bara.

Spoiler for HUTAN:

Terparah terjadi di Pulau Jawa dengan indek kerusakan lingkungan hidup mencapai 53,5 persen.

Spoiler for HUTAN:


Kerusakan lingkungan ini yang menjadi penyebab utama peningkatan bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah kota/kabupaten di Jawa. Laju rehalibilitasi hanya 0,5 juta hektare setiap tahunnya sehingga tingkat perbaikan lingkungan tidak mampu mengejar kerusakan hutan.

Spoiler for HUTAN:


Ironinya adalah kehancuran ekologi sejumlah kawasan di Tanah Air adalah karena eksploitasi Hutan, pesisir, dan daerah aliran sungai yang dieksploitasi habis-habisan.

Spoiler for HUTAN:

Menurut FAO, Indonesia termasuk negara perusak hutan terbesar di dunia dengan laju kerusakan 2% atau 1,87 juta hektare (ha) per tahun yang berarti setiap hari terjadi kerusakan hutan seluas 51 km persegi. WWF dan Greenpeace menempatkan Indonesia di peringkat tertinggi pembabatan hutan dunia dengan rekor 1,6 juta ha per hari di Kalimantan, Papua, dan Sumatera,

Spoiler for HUTAN:

Indonesia menghancurkan kira-kira 51 kilometer persegi hutan setiap harinya, setara dengan luas 300 lapangan bola setiap jam – sebuah angka yang menurut Greenpeace layak menempatkan Indonesia di dalam the Guinness Book of World Records sebagai negara penghancur hutan tercepat di dunia.

Spoiler for HUTAN:

Total luas hutan di Indonesia sebesar 180 juta hektar, sebanyak 21 persen atau 26 juta hektar telah dijarah dan musnah. Deforestasi hutan di Indonesia paling besar disumbang oleh kegiatan industri, penyalahgunakan HPH dan pembalakan liar (penebangan hutan mencapai 40 juta m3/ setahun), dan pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan/ perumahan.

Spoiler for HUTAN:

Bertolak belakang dengan penegakan hukum yang tumpul, 47 perusahaan berperingkat hitam belum dikenai sanksi apapun.

Spoiler for HUTAN:



PERINCIAN KERUSAKAN HUTAN DI INDONESIA

Quote:
Spoiler for SUMATRA:


Spoiler for JAWA:



Spoiler for KALIMANTAN:


Spoiler for PAPUA:


Spoiler for SULAWESI:

PENYEBAB kERUSAKAN HUTAN DI INDONESIA
Quote:
KEBAKARAN HUTAN..




Kebakaran Hutan Terbesar di Dunia

Spoiler for API:

BELUM pernah ada polusi asap di sepanjang sejarah dunia sebesar yang dihasilkan kebakaran hutan di Indonesia tahun 1997/1998. Kebakaran hutan tahun 1997/ 1998 memang paling besar jika dibandingkan dengan peristiwa kebakaran yang pernah terjadi sebelumnya.

Spoiler for 2:

Tahun 1997, kebakaran hanya 263.992 hektar hutan di 25 provinsi, terdiri dari hutan tanaman industri (HTI), hutan sekunder, dan padang alang-alang. Tahun 1998 ini kebakaran hutan seluas 520.000 hektar melanda Kaltim, Aceh, Sumut, Sumsel, Riau, Sulut, Kalteng, dan Maluku. Kebakaran di Kaltim terbesar pada areal HPH (315.132 hektar) dan HTI seluas 95.593 hektar.

Spoiler for 3:

bayangkan jika,Untuk setiap hektar kebakaran hutan/lahan maka akan dihasilkan:

- 18,9 hingga 702 Karbon dioksida
- 1,5 sampai 11,5 Karbon monoksida
- 0,000009 sampai 0,000035 ton Bahan-bahan partikulat
- 0,4 sampai 2,6 juta ton ozon
- 0,0000009 ton amonia
- 0,33 juta ton oksida nitrogen

Benda-benda tersebut diatas sangat berbahaya apabila dihirup oleh manusia. Penyakit yang bisa ditimbulkan diantaranya Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Bronchitis dan Diare.


Spoiler for API:

Dampak kebakaran hutan/lahan

Dampak terhadap sosial budaya dan ekonomi:
a. Hilangnya sejumlah mata pencaharian masyarakat dan terganggunya aktivitas sehari-hari.
b. Peningkatan jumlah hama.
c. Terganggunya kesehatan: Brochitis, ISPA, diare dll.

Spoiler for API:


Spoiler for API:

Quote:ILEGAL LOGING

Spoiler for 1:


Kasus ilegal logging di Indonesia yang mencapai 50,7 juta m3 per tahun, menyebabkan negara menderita kerugian sebesar Rp30,42 triliun per tahun.kerusakan hutan terbesar terjadi di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Spoiler for 2:


Saat ini, di perbatasan Kaltim dan Malaysia kerusakan hutan diwilayah tersebut mencapai 150.000 hektare per tahun, dan di propinsi Kalbar.kerusakan hutan yang terjadi seluas 250.000 hektare per tahun.

Spoiler for 3:

Sedangkan di propinsi Papua penyelundupan kayu mencapai 600 ribu m3 per bulan, dengan kerugian mencapai Rp 7,2 trilliun. Kebanyakan kayu kayu hasil ilegal logging itu diselundupkan ke negara tetangga seperti, Malaysia, Cina, India dan Vietnam mencapai 10 juta m3 per tahun.

Spoiler for 4:


Tingginya kasus ilegal logging di Indonesia juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah, sehingga menyebabkan bencana alam serta hilangnya sejumlah species keanekaragaman hayati.

Spoiler for 5:


Dalam kasus ilegal logging ini, meski pemerintah telah melibatkan banyak pihak untuk mengatasinya, namun kenyataannya sangat sulit diberantas karena banyak oknum aparat yang terlibat sebagai becking.


Quote:INDUSTRI



Industri perkayuan di Indonesia memiliki kapasitas produksi sangat tinggi dibanding ketersediaan kayu.

Spoiler for PABRIK:

Pengusaha kayu melakukan penebangan tak terkendali dan merusak, pengusaha perkebunan membuka perkebunan yang sangat luas, serta pengusaha pertambangan membuka kawasan-kawasan hutan.

Spoiler for 1:

Sementara itu rakyat digusur dan dipinggirkan dalam pengelolaan hutan yang mengakibatkan rakyat tak lagi punya akses terhadap hutan mereka. Dan hal ini juga diperparah dengan kondisi pemerintahan yang korup, dimana hutan dianggap sebagai sumber uang dan dapat dikuras habis untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Spoiler for 2:

Perambahan hutan yang tak terkendali untuk perkebunan sawit dituding sebagai penyebab nomor satu deforestasi. Pemerintah daerah dengan gampangnya memberikan konsesi sawit ke para pengusaha. Akibatnya deforestasi Indonesia tidak terbendung lagi.

Spoiler for 3:


Mengapa tanaman ini sangat dimusuhi oleh para aktivis lingkungan hidup dan dijuluki “tanaman bengis”? Salah satu alasan utama yang tidak diketahui orang banyak adalah fakta bahwa sawit sangat rakus air. Sawit menyedot air dalam jumlah yang sangat besar hingga ke dalam tanah. Ketika 1 wilayah sudah dijadikan perkebunan sawit, maka wilayah tersebut sangat sulit untuk ditanami kembali oleh tanaman lain. Tanah yang sudah ditanami oleh kelapa sawit menjadi kehilangan unsur hara sehingga ekosistem di sekitarnya menjadi rusak dan tak seimbang lagi. Selain hal ini, timbul banyak masalah turunan lain dari komoditas nomor 1 di Indonesia ini.

Spoiler for 4:

Perkebunan sawit tidak pantas disebut hutan. Biar bagaimana pun ekosistem yang heterogen tidak mungkin bisa digantikan dengan ekosistem yang homogen. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, kerugian negara akibat kerusakan hutan mencapai Rp 180 triliun. Apakah 180 triliun ini sebanding dengan ekspor sawit kita? Tentu tidak. Uang bisa dicari namun hutan yang hilang serta satwa yang punah tidak mungkin bisa dikembalikan lagi. Sesal kemudian tidak berguna.

Orang Utan Dianggap Hama Sawit

Spoiler for 5:


Selamat datang perkebunan sawit, selamat tinggal orang utan! Itulah harga yang harus dibayar untuk industri sawit ini. Perluasan lahan sawit mau tidak mau merusak habitat orang utan, beruang dan harimau. Tidak tanggung-tanggung, orang utan bisa tiba-tiba masuk ke rumah penduduk untuk mencuri nasi. Hal ini mereka lakukan karena memang sudah tidak ada makanan lagi karena hutan mereka sudah dirusak.

Spoiler for 6:

Beruang dan harimau juga sudah kehilanggan tempat tinggalnya, akhirnya penduduk sipil merasa jiwanya terancam dari hari ke hari. Orang utan pun dibantai secara keji atas perintah para pengusaha sawit. Satu ekor orang utan dihargai 500 ribu sampai 1 juta rupiah oleh pengusaha sawit. Padahal tidak ada maksud orang utan dan satwa liar lainnya mengganggu perkebunan sawit serta rumah penduduk. Hal ini mereka lakukan karena mereka tidak memiliki pilihan lain. Manusia telah menjadi monster bagi alam, tahun 2011 saja Washington Post mencatat 750 orang utan terbunuh di Kalimantan. Padahal orang utan adalah satwa endemik Indonesia dan satu-satunya habitat asli mereka adalah Indonesia.

Spoiler for 7:


Bank Dunia sendiri sangat serius menanggapi isu deforestasi Indonesia. Bank Dunia sempat menghentikan pendanaan bagi perusahaan-perusahaan kelapa sawit pada September 2009 akibat perusakan lingkungan yang sangat parah di hutan Sumatra dan Kalimantan. Lembaga swadaya internasional Greenpeace dan World Wildlife Foundation (WWF) juga ikut menyerang industri kelapa sawit dengan menyebut Palm oil: enemy number one of Indonesia’s tropical rainforests.

Spoiler for 8:

50% Lahan Sawit Indonesia Dikuasai Asing



Untuk siapakah sawit Indonesia? Walhi mencatat bahwa saat ini 50% lahan sawit Indonesia telah dikuasai asing dengan Malaysia sebagai pemiliki mayoritas, sebesar 26%. Konglomerasi Malaysia, Sime Darby (perusahaan sawit terbesar di dunia), sampai saat ini sudah mengantongi konsesi sawit sekitar 300.000 hektar melalui Minamas Plantation. Dengan dukungan modal yang kuat serta teknologi yang lebih canggih akibatnya banyak perusahaan sawit Indonesia yang tidak bisa bersaing. Jadi sudah jelas bahwa keuntungan bisnis sawit Indonesia justru banyak dinikmati oleh asing. Dengan kepemilikan asing sebesar 50%, kondisi Indonesia sekarang jauh lebih parah daripada masa tanam paksa (cultuurstelsel) penjajahan Hindia Belanda, yang hanya mewajibkan 20% lahan petani untuk ditanami tanaman perdagangan. Bukankah ini sangat tragis? Tanah Indonesia hanya dijadikan sapi perahan dan disedot habis-habisan air tanahnya demi perkebunan sawit.



Kasus Mesuji - Pembantaian 30 Warga oleh Perusahaan Sawit

Spoiler for 9:

Pantaslah jika bisnis sawit disebut sebagai bisnis paling kontroversial di Indonesia. Inilah satu-satunya bisnis di Indonesia yang dibangun di atas tangisan, darah dan air mata rakyat kecil! Tidak hanya orang utan yang dibantai demi bisnis sawit, tapi juga termasuk manusia! Pembantaian dan kekerasan sadis di Lampung tega dilakukan oleh PT Silva Inhutani, milik warga negara Malaysia bernama Benny Sutanto alias Abeng, demi melakukan perluasan lahan sawit. Penduduk setempat yang tadinya menanam sengon dan albasia menolak keras ekspansi lahan perusahaan ini. Akhirnya PT Silva Inhutani membentuk PAM Swakarsa yang juga dibekingi aparat kepolisian untuk mengusir penduduk. Pasca adanya PAM Swakarsa terjadilah beberapa pembantaian sadis dari tahun 2009 hingga 2011. Kurang lebih 30 orang sudah menjadi korban pembantaian sadis dengan cara ditembak, disembelih dan disayat-sayat. Sementara ratusan orang mengalami luka-luka dan diantara mereka ada yang mengalami trauma dan stres berat. Kesadisan yang dilakukan atas nama bisnis sawit ini mengingatkan kita kembali pada film G30S/PKI. Ironisnya, aparat kepolisian kita yang seharusnya bisa melindungi dan mengayomi kepentingan masyarakat sipil justru mau menjadi kaki tangan pengusaha Malaysia.
Quote:SOLUSI




Untuk menghentikan kerusakan hutan di Indonesia, maka pemerintah harus mulai serius untuk tidak lagi mengeluarkan ijin-ijin baru pengusahaan hutan, pemanfaatan kayu maupun perkebunan, serta melakukan penegakan hukum terhadap pelaku ekspor kayu bulat dan bahan baku serpih. Pemerintah juga harus melakukan uji menyeluruh terhadap kinerja industri kehutanan dan melakukan penegakan hukum bagi industri yang bermasalah. Setelah tahapan ini, perlu dilakukan penataan kembali kawasan hutan yang rusak dan juga menangani dampak sosial akibat penghentian penebangan hutan, misalkan dengan mempekerjakan pekerja industri kehutanan dalam proyek penanaman pohon.

Spoiler for 2:

Kemudian, bila telah tertata kembali sistem pengelolaan hutan, maka pemberian ijin penebangan kayu hanya pada hutan tanaman atau hutan yang dikelola berbasiskan masyarakat lokal. Selama penghentian sementara [moratorium] dijalankan, industri-industri kayu tetap dapat jalan dengan cara mengimpor bahan baku kayu. Untuk memudahkan pengawasan tersebut, maka jenis kayu yang diimpor haruslah berbeda dengan jenis kayu yang ada di Indonesia. Dan yang terpenting adalah mengembalikan kedaulatan rakyat dalam pengelolaan hutan, karena rakyat Indonesia sejak lama telah mampu mengelola hutan Indonesia.

Spoiler for 3:

Dapatkah individu membantu?
Ya, dengan melakukan lobby, menulis surat ataupun melakukan tekanan kepada pemerintah agar serius menjaga hutan Indonesia yang tersisa. Selain itu, lakukan pengawasan terhadap peredaran kayu di wilayah terdekat, dan berikan laporan kepada Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) terdekat ataupun lembaga non pemerintah lainnya dan kepada instansi penegak hukum, serta media massa, bila menemukan terjadinya peredaran kayu tanpa ijin maupun kegiatan pengrusakan hutan. Dan mulailah menanam pohon untuk kebutuhan kayu keluarga di masa datang, memanfaatkan kayu dengan bijak dan tidak lagi membeli kayu-kayu hasil penebangan yang merusak hutan.

Spoiler for TANAM:


* Pembukaan lahan gambut harus dihentikan dan semua lahan gambut harus dilindungi dan dikelola secara seksama dengan memperhatikan tata hidrologi secara makro dan potensi lepasnya emisi karbon ke atmosfer.

Spoiler for TANAM:

* Sektor swasta harus menerapkan praktek pengelolaan lestari dan bertanggung jawab, termasuk meniadakan pembakaran lahan dan melindungi daerah-daerah yang memiliki keanekaragaman hayati disekitar konsesi mereka.

Spoiler for TANAM:


* Harus ada mekanisme terpadu untuk mengkoordinasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, mensinergikan dan menerapkan peraturan terutama terkait perlindungan lingkungan.

Spoiler for TANAM:


* Masyarakat setempat harus diberdayakan oleh pemerintah dan sektor swasta dalam pengelolaan lahan yang lestari, terutama membantu petani/pekebun skala kecil dalam proses transfer ilmu dan teknologi untuk menerapkan pembukaan lahan tanpa bakar.



Quote:






Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Rum 41)


HARGAI TS DENGAN CARA MENINGGALKAN JEJAK, ATAU

SUDAHKAH ANDA TERCENGANG??APA YANG SUDAH ANDA PERBUAT UNTUK MENYELAMATKAN HUTAN INDONESIA.


sumber
http://greendom-afc.blogspot.com/201...indonesia.html

http://indonesianunic.blogspot.com/2...indonesia.html

http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/?page=15


KOMENTAR KASKUSER

Quote:Original Posted By fazr1
artikel menarik, saya mencoba bergabung diskusi di sini.

Sadarkah kita, sebenarnya kita tidak lagi kaya, karena semua sumberdaya alam kita dikuasai asing, silahkan lihat semua industri kehutanan, perkebunan pertambangan dan lainnya, modal mana yang bermain???

bukan hanya sumberdaya alamnya, bahkan data sumberdaya alam kita, perkembangan, kondisi dan segala macamnya, pun dimiliki asing, silahkan teman-teman liat LSM dan NGO yang ada di Indonesia. lengkap sekali data mereka, sehingga orang asing/dunia luar lebih tau indonesia ketimbang kitanya.

Apakah investasi asing selalu salah??? saya jawab tidak, saya berfikir kitalah yang salah dalam mengelolanya.

sejarah hutan kita, jauh dimulai sebelum kita merdeka. ketika pertama kali belanda datang ke indonesia, mereka terpukau melihat hutan alam jati di pesisir utara jawa ketika mereka melakukan pelayaran menuju indonesia timur.

lalu?
mereka tertarik dan mulai melakukan pengelolaan hutan jati (lengkapnya baca buku karangan prof Hasanu simon "pengelolaan hutan jati di jawa"), inilah yang menjadi perusahaan kehutanan pertama di indonesia, sekarang kita kenal dengan nama PERHUTANI, dari belanda (walaupun bukan orang belanda yang mengajari karena teknis kehutanan pertama kali di pelajari orang jerman) kita belajar mengelola hutan, pengelolaan hutan ini yang menjadi dasar pengelolaan hutan di indonesia termasuk sumatera kalimantan dan lainnya.

apa yang belanda tinggalkan dalam pengelolaan hutan kita???
menurut saya, mreka meninggalkan sebuah bahan pelajaran yang berharga bagi kita semua. mereka memberikan detail teknis pengelolaan hutan yang lestari, bahwa walaupun itu hutan sejenis (jati) mereka mencontohkan penanaman jenis lain di dalam tegakan jati, mereka (saya pikir) megajarkan kesabaran, karena ketika mereka membuat perencanaan tanaman jati, dulu umur masak tebang jati adalah 120 tahun???? siapa sekarang yang mau investasi nunggunya 120 tahun???? kok ya mau-maunya bikin rencana 120 tahun??? walaupun sekarang sudah tidak segitu berkat kemajuan teknologi.

sekarang, kita sudah ditinggalkan, diajarkan cara pengelolaan hutan, tapi ternyata kita yang gagal mengelolanya, kalau di baca lagi teknis sistem pengelolaan hutan alam kita (tebang pilih tanam indonesia), isinya sangat bagus, tapi knapa gagal??? ya karena ga serius menerapkannya (pemegang hph) dan menjaganya (pemerintah).

anda mau salahkan swasta?? ya bikin dan jaga regulasi pemerinta??, anda salahkan pemerintah?? berapa perbandingan hutan indonesia dan orang yang menjaganya.

kita masih butuh waktu dan teknologi untuk menyelesaikan semuanya.


Quote:Original Posted By lupuzz99
terkaadang sy suka ketawa sendiri liat artikel seperti ini. mengajak kita untuk lebih hijau dsb dsb.

terkadang kita sebagi pemilik hutan (indonesia) yg dituding dan disalahkan melakukan perusakan besar besaran. pengelolaan yang berantakan dsb.
tapi dibalik itu agen pembuangan gas rumah kaca terbesar malah tidak dikenakan sanksi apapun dan tidak di protes.

memang benar salah satu cara untuk menghambat laju pemanasan global adalah penanaman kembali dan pelestarian hutan tapi percuma saja melakukan itu apabila sumber pembuangan gas tidak dikurangi. dalam hal ini industri dan negara industri. coba renungkan kembali.

yupz sebenernya saya rada tidak setuju bila hanya kita ( indonesia) yang dituding dan harus menyelesaikan masalah hutan kita. ini seakan akan kita yang harus menutupi kesalahan para negara industri demi kesejahteraan mereka.

nah dari sini saya sadar bahwa kita bukan negara merdeka, dan kita adalah negara yang dijajah dari seluruh aspek kehidupan. lebih dari penjajahan VOC dulu.

ini yang harus kita renungkan lebih dalam dan kita ambil tindakan yang baik.

tapi pada prinsipnya saya setuju dengan perbaikan alam. tidak perlu kita berkoar dan ribut cukup mulai dengan diri kita sendiri.

kurangi konsumsi plastik
kurangi penggunaan listrik yang tidak perlu
gunakan angkutan umum
perencanaan perjalanan yang baik
gunakan produk kertas seperlunya
recycle dan reuse
bila memiliki pekarangan sisakan sedikit lahan untuk tanaman dan serapan

sy rasa bila kita lakukan itu bersama besar efek bagi dunia ini.

semoga semua ini bisa kita renungkan dan laksanakan...

Miris Liatnya, Kasian Hutan Kita

asfqqfqq (jurus pertamax) puuuah yes berhasil.



mungkin nanti cucu kita takan pernah lagi merasakan sejuknya dan indahnya hutan2 di Indonesia ini,
penebang liar hanya berpikir keuntungan material hari ini dan bukan untuk masa depan anak cucunya.
semoga penebang itu dapat hidayah berpikir untuk keselamatan bumi ini.
ane ctrl+d dolo gann ..
ane suka nih baca artikel yang mnarik kyak gini
waw panjang amat gan... ane baca dolo ya







ZackyeS was HERE !!
itu salah kita juga gan yg taunya tebang terus tapi sebenarnya ane malas mengomentari thread ini, tapi karena berhubung kok rada menarik ya ane coba sajalah untuk kasi komen ditrit ini.
Setelah ane baca, ane fahami, dan ane hayati. kata kata di trit agan maka ane dapat menyimpulkan bahwa kata kata di trit agan begitu kondusif,clear dari sifat yang negatif, sehingga bisa dimengerti oleh sebagian pihak,sahabat,teman dan guru bahasa Indonesia terkecuali oleh orang yang memang tidak bisa membaca.
trit agan memang sungguh sangat relevan,singkat,padat, bermakna dan trit agan bisa dicernah sehingga kata katanya bisa dimengerti.
trit agan juga sangat orisinil,jauh dari kata kata yang menyimpang, karena memang tak ada persimpangan karena trit yang agan buat memang sangat akurat,singkat,padat dan mantap.
didalam trit agan ini,ane tak akan mengomentari secara panjang lebar karena komentar yang sangat panjang dan lebar itu bisa bikin saya capek,pusing, bingung dan menyita waktu untuk mengetiknya

tapi kalau dipikir2 banyak komen2 yang luar biasa lho kaya memuji gitu, ato mengkritik, banyak bgt hal2 yang bisa bikin ts senang, contoh bnyak yang komen, rate nya 5, nah mantap kan? jadi ane si seneng aja kalo ts tu seneng dihargai trit nya, kan ga gampang toh bikinnya, kadang capcai nya salah, atau bhkan isinya yang ga bermutu tapi di komen panjang lebar, nah lho kan, bisa begitu gawat kan , tapi jangan salah gan, trit yang banyak komennya bisa aja banyak yang mau nge junks kan, ato bahkan spamming, nah gawat bgt gan.

ane sebenenya males komen panjang tapi ga ada artinya, kadang mending kita komen yg simple2 aja kan contohnya kaya, “nice info gan”, keep posting gan “mantep gan”, “sundul gan” ato “ngakak gan” tapi sayangnya kenapa yang simple-simple begitu malah besar resikonya untuk dibanned id karena dianggap junk, padalah kan ga gampang juga untuk bikin id kaksus, mesti bikin email dulu dan kadang bikin emailnya suka salah gitu kan gan, ada aja yg salah contoh namanya diisi bejo tp tinggal nya di amerika, fail banget kan? nah ato engga capcai nya salah masukin, password ketik ulang, kan jadinya cape deh..

Ya udahlah sobat, komentar ane sampe disini dulu, capek juga ternyata ngetik panjang2 & mungkin dalam pikiran agan “kok komennya panjang banget? apa gak capek ngetiknya?” ane cuma mau bilang kalo ane juga ga tau! sebenarnya ane juga bingung mau komen apa ya jadinya hanya tulisan-tulisan kecil ini yang bisa ane ketik.
maafkan kalau komentar ane yang begitu sangat membingungkan ini kurang berkenan dihati agan, ”karena,gold lebih mantap dari silver ” adalah manusia biasa yang tak mempunyai daya upaya dan tak pandai dalam mengukir kata kata akan tetapi walaupun saya tak bisa berkata yang indah indah,namun bagi saya itu wajar. percuma kalau saya berkomentar panjang lebar hasilnya dapat menimbulkankata kata yang berlebihan ( LEBAY ).
sebelum komentar ini ane sudahi ada baiknya ane ingin katakan sepata kata lagi,bahwa trit yang tlah agan buat ini adalah trit yang dominan,begitu sopan dan menyenangkan, pokoknya mantep banget dah.

kalo agan pengin ngobrol panjang lebar ama ane yah datang aja kerumah ane dan jangan lupa bawa gula,teh sama kopi nya ya biar ngobrolnya enak, o iya bawa cemilannya juga biar tambah enak lagi ngobrolnya
semoga bisa dimengerti dan juga dpt dipahami, salam kompak Yaa ??
miris banget gan nasip hutan di indonesia..

mampir ke lapak ane ya gan..semoga bermanfaat..

Jasa Pembuatan Website Murah
intinya gini ya gan

Quote:

lumayan panjang juga


numpang pejwan,calon HT
PICNYA GAK KELUAR YA GAN ??
haddooohh kepanjangan gan .... ane simpen dulu.. tar komenanya
semua pada buka hutan untuk bikin perkebunan sawit
makanya sekarang kalau kemarau panas banget kaya sekarang
buset panjang gan..lengkap ini mah
Quote:Original Posted By twentyhan168
asfqqfqq (jurus pertamax) puuuah yes berhasil.

mungkin nanti cucu kita takan pernah lagi merasakan sejuknya dan indahnya hutan2 di Indonesia ini,



udah pertamax Nt gan,,
jangan lupa di ya
wah sampe kayak gitu ya gan
Quote:Original Posted By dazeray
ane ctrl+d dolo gann ..
ane suka nih baca artikel yang mnarik kyak gini


thanks gan
tret yg bermanfaat....
Quote:Original Posted By zackyes
waw panjang amat gan... ane baca dolo ya







ZackyeS was HERE !!


silakan gan
Quote:Original Posted By mynamekokoroko
intinya gini ya gan



lumayan panjang juga


numpang pejwan,calon HT


di baca ya gan