KASKUS

Pemerintah Kerajaan Inggris Pantau Situasi Papua

RABU, 19 SEPTEMBER 2012 08:38
Jayapura,- Meningkatkan berbagai isu di Papua, baik isu politik, sosial ekonomi hingga keamanan menyusul tertangkapnya pimpinan kelompok keras kemerdekaan Danny Kogoya disoroti pemerintah Kerajaan Inggris.
Buktinya, Duta Besar Kerajaan Inggris, H.E. Mr. Mark Canning didampingi Julia Shand (Second Secretary Political), Benny Sastranegara (Political Analyst), Euan Ribbeck (Close Protection Team Leader), melakukan kunjungan kerja di Markas Kodam XVII/Cenderawsih, Selasa (18/9) kemarin.
Dalam kunjungan singkatnya, yang diterima Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Mohammad Erwin Syafitri, didampingi Kasdam XVII/Cenderawasih di ruang Cycloops Makodam XVII/Cenderawasih, mereka menanyakan berbagai isu terkait perkembangan politik, perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Papua dan keamanan di Papua saat ini.

Pangdam dalam paparannya menyampaikan bahwasabta pihak kepolisian lebih mengetahui perkembangan tersebut, sedangkan Kodam hanya membantu tugas kepolisian apabila dibutuhkan. ”Kodam XVII/Cenderawasih hanya melaksanakan Tugas pokoknya, disamping itu juga melaksanakan pembinaan Teritorial, diantaranya pembinaan masyarakat,” jelas Pangdam di hadapan Dubes Kerajaan Inggris.

Terkait pertanyaan dari Dubes, Mr. Mark Canning tentang Program UP4B, Pangdam menjelaskan bahwa Kerajaan Inggris belum banyak melihat pemberdayaan masyarakat Papua. Karena pemberdayaan masyarakat dapat sinergis dan UP4B tidak semata-mata meningkatkan ekonomi di masyarakat, akan tetapi juga meningkatkan pemberdayaan sosial dan budaya sehingga masalah di Papua dapat terselesaikan.

Dalam kesempatan itu, Dubes Mark Canning juga menanyakan tantangan dalam penanganan perbatasan, dimana menurut penjelasan Pangdam, hanya kelompok kecil Sparatis yang Warga Negara PNG dan mereka memanfaatkan daerah Abu-abu untuk pergerakannya.

”Mereka tidak punya. Hanya senjata rakitan dan senjata hasil rampasan. Gerakan mereka sangat kecil dan memaksa masyarakat di pedalaman dengan paksaan, ancaman, ditakut-takuti akan ditembak TNI jika tidak ikut kemauan mereka,” jelas Pangdam menjawab pertanyaan Dubes mark terkait Untuk pertanyaan terakait apakah mereka (kelompok separatis) mempunyai senjata khusus.

Mendengar jawaban Pangdam, Dubes Kerajaan Inggris berpendapat, “sulit” bagi Militer untuk menangani masalah di Papua dengan menggunakan Hard power, sehingga harus menggunakan Soft power. Hanya saja, menurut Pangdam, dalam penerapan pihaknya telah menerapkan Soft power.
Dimana, sambung Pangdam, langkah pertama, pihaknya telah mengajak secara persuasif orang-orang yang berpandangan lain untuk kembali ke NKRI. Kedua, mengajak lewat para pendeta supaya membujuk orang yang mengangkat senjata, agar sadar dan tidak mengangkat senjata kembali. Meski8 demikian, diakui Pangdam, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya yaitu pertama apabila mereka kembali mereka mengajukan syarat untuk dibuatkan rumah dan kebun. “Selain itu, bila mereka kembali maka mereka minta dijadikan Bupati/ Kepala Daerah,” katanya.

Tak hanya persoalan kelompok separatis, Dubes Mark juga menanyakan jangka waktu rotasi Pamtas (pengamanan perbatasan). Dalam penjelasannya, Pangdam mengutarakan bahwa rotasi dilaksanakan 6 bulan sampai dengan 1 tahun. Pamtas ini juga diperkuat oleh pasukan Pam Rahwan tetapi lebih pada tugas Teritorial dimana tugas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.
Dihadapan Pangdam dan perjabat utama Kodam XVII/Cenderawasih, Dubes Mark mengaku sangat terkesan dengan pembebasan sandera yang dilaksanakan oleh Kopassus pada tahun 1996 dan seluruh sandera warga Negara Inggris dapat dibebaskan tanpa luka sedikitpun. Hal itu juga menambah hubungan Inggris dan Indonesia terjalin baik.

”Tahun ini adalah tahun yang special, karena Perdana Menteri (PM) Inggris pada April lalu melaksanakan kunjungan ke Jakarta dan pada November nanti Peresiden SBY akan melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Inggris yang akan diterima oleh Ratu Kerajaan Inggris dengan agenda pembicaraan peningkatan hubungan ekonomi, pendidikan serta kerja sama di bidang pertahanan,” ujar Dubes Mark Canning.

Dubes Mark Canning mengakui, Beni Wenda, salah satu tokoh yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Pemerintah Indonesia, pada tahun 2000 mengajukan suaka politik kepada Kerajaan Inggris, akan tetapi polisi Indonesia tidak melaksanakan prosedur ke Interpol untuk melaksanakan pemeriksaan kepada yang bersangkutan.

Ia (Dubes) membeberkan bahwasanya banyak orang di Kerajaan Inggris yang beranggapan Papua tidak aman, akan tetapi anggapan tersebut keliru, setelah melakukan kunjungan langsung di Papua. ”Papua, wilayah yang aman dan kondusif,” kata Mark

Sekedar diketahui. Mengakhiri kunjungan H.E. Mr. Mark Canning, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Moh. Erwin Syafitri memberikan cindera mata kepada Duta dan melakukan foto bersama. Dalam pertemuaan itu, Pangdam juga didampingi Danrem 172/PWY, Pa Ahli Bidang Hukum dan HAM, Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih, Asops Kasdam XVII/Cenderawasih, Aster Kasdam XVII/Cenderawasih, Kakumdam XVII/Cenderawasih, dan Kapendam XVII/Cenderawasih. (Syaiful)

http://www.pasificpost.com/index.php...ine&Itemid=568
mau ngecek HAM lagi sir ?
Quote:Original Posted By dr.retro26
mau ngecek HAM lagi sir ?



mau ngecek apakah ada alutsista buatan inggris yg dioperasikan di papua ato tdk ya....
apa jgn2 nyari2 mslh gara2 barang2 dagangannya msh blom ada yg laku dimari?
Hamburger di Papua aman koq Mr. Mark, apa kabar starstreak ?
wah mantap nih,,,,semoga ada masalah HAM lagi,,,biar barang linggis gak laku
Hmmm... itu SBY mau ke Inggris antara lain utk pembicaraan di bidang pertahanan. Kira2 wujudnya apa yach ? Apa ada rencana mo beli alutsista dr Inggris ? Kapal perang NR kah, atau ada yg lain ?
Quote:Original Posted By fadhlierlanda

Meski demikian, diakui Pangdam, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya yaitu pertama apabila mereka kembali mereka mengajukan syarat untuk dibuatkan rumah dan kebun. “Selain itu, bila mereka kembali maka mereka minta dijadikan Bupati/ Kepala Daerah,” katanya.


Bah ! Ujung2nya gila kekuasaan.... Nggak minta jadi Gubernur aja sekalian, atau Pangdam?
Apa jaminannya nggak akan tiba2 berontak lagi?

mau apa lagi nih, si Mr. ? Mau nyampurin negara urusan orang lagi?
kl sikapny terhadap Indonesia nggak dirubah, dia mau jualan alutsista kayak apapun nggak bakal laku. kita sudah terlanjur sakit hati..
Quote:Original Posted By Denbagus2010
Hmmm... itu SBY mau ke Inggris antara lain utk pembicaraan di bidang pertahanan. Kira2 wujudnya apa yach ? Apa ada rencana mo beli alutsista dr Inggris ? Kapal perang NR kah, atau ada yg lain ?

emang beli nr ke inggris? beli fregat bekas mereka kali... tapi saya rasa intinya adalah sogokan u/ menarik indonesia menyangkut hal lcs... tapi sebelum itu bisa dilaksanakan maka pemerintah mereka terlebih dahulu harus merubah pandangan kebanyakan dari warganya ttg masalah yang selama ini mereka gunakan sebagai modal politik2 pihak2 tertentu disana.... (they have to eat their own words first..)
Quote:Original Posted By Marechaussee
Bah ! Ujung2nya gila kekuasaan.... Nggak minta jadi Gubernur aja sekalian, atau Pangdam?
Apa jaminannya nggak akan tiba2 berontak lagi?

intinya masalah perut....nggak jauh beda dengan yg terjadi di tahun 98.. banyak warga2 daerah nuntut dikerjain di perusahaan minyak asing tempat mereka, nuntutnya minta kerja kantoran dg title yang tinggi2.
lah bapak saya aja butuh bertahun2 bisa naik ke posisi tsb, dari pekerjaan awal ngecat tiang listrik.
Quote:Original Posted By Denbagus2010
Hmmm... itu SBY mau ke Inggris antara lain utk pembicaraan di bidang pertahanan. Kira2 wujudnya apa yach ? Apa ada rencana mo beli alutsista dr Inggris ? Kapal perang NR kah, atau ada yg lain ?


Typhoon .....
Quote:Original Posted By Geneto76
Typhoon .....

starstreak.....
Masalah Inggris di North Ireland gimana yach? Udah beres belum sih

IRA masih ada kan?

Terus kayaknya masih ada kasus penangkapan tanpa izin dan penembakan liar juga disana, malah sampai ke pemboman segala. Masalah HAM itu hanya untuk negara dunia ketiga dan berkembang saja kok :: sementara negara maju bisa menggunakannya sebagai bentuk intervensi halus mereka....

Sebenarnya bukan tidak menghormati your highnes ambassador of England, tapi apa mereka nggak malu yach sok-sokan mengajarkan tentang moral dan HAM di Indonesia dengan memantau Papua segala, sementara mereka sendiri berpredikat sebagai penjajah terbesar di dunia dan terkenal dengan Amritsar massacree dan berbagai pelanggaran HAM lainnya di penjuru muka bumi ini.
Quote:Original Posted By

Ia (Dubes) membeberkan bahwasanya banyak orang di Kerajaan Inggris yang beranggapan Papua tidak aman, akan tetapi anggapan tersebut keliru, setelah melakukan kunjungan langsung di Papua. ”Papua, wilayah yang aman dan kondusif,” kata Mark


Setuju buat Dubes Inggris, yang terjadi di Papua emang kenyataan. Kalu dia masih melaporkan ke Kampungnya kalau Papua kondusif berarti die orang bener
moga2x kmrn dubes inggris diajak juga ke sekolah2x negeri di papua... yg gurunya mesti ngejar2x muridnya biar mau go to school... yg guru penggantinya kadang orang TNI yg bersukarela krn gak ada yg mau... yg kalo ada yg gak lulus bisa didatengin orang sekampung bawa panah
Quote:Original Posted By Marechaussee


Bah ! Ujung2nya gila kekuasaan.... Nggak minta jadi Gubernur aja sekalian, atau Pangdam?
Apa jaminannya nggak akan tiba2 berontak lagi?


gak jaminan klo mereka yg berontak dikasih kesempatan untuk berkuasa di daerahnya bakal lebih baik keadaan daerahnya. udah sifat manusia, klo dikasih kekuasaan, bisa lupa ama apa yg sebenernya harus diperjuangkan. tau2 cuma buat bisa manfaatin APBD ato APBN buat korupsi ato jalan2 dan fasilitas mewah, rakyatnya dilupain

Quote:Original Posted By madokafc
Masalah Inggris di North Ireland gimana yach? Udah beres belum sih

IRA masih ada kan?

Terus kayaknya masih ada kasus penangkapan tanpa izin dan penembakan liar juga disana, malah sampai ke pemboman segala. Masalah HAM itu hanya untuk negara dunia ketiga dan berkembang saja kok :: sementara negara maju bisa menggunakannya sebagai bentuk intervensi halus mereka....

Sebenarnya bukan tidak menghormati your highnes ambassador of England, tapi apa mereka nggak malu yach sok-sokan mengajarkan tentang moral dan HAM di Indonesia dengan memantau Papua segala, sementara mereka sendiri berpredikat sebagai penjajah terbesar di dunia dan terkenal dengan Amritsar massacree dan berbagai pelanggaran HAM lainnya di penjuru muka bumi ini.


Inggris dan negara maju lainnya gak berhak nguliahin ato dikte negara berkembang soal HAM dan juga demokrasi, cobalah liat apa yg terjadi di Irak, Afghan, Libya dan Palestina. liat juga bagaimana dulu Inggris merampas Chagos Island dari warga pribuminya selain juga membunuh anjing2 piaraan warga pribuminya, liat dokumentasi John Pilger ttg Chagos Island di Youtube.
Quote:Original Posted By kimi mabok
moga2x kmrn dubes inggris diajak juga ke sekolah2x negeri di papua... yg gurunya mesti ngejar2x muridnya biar mau go to school... yg guru penggantinya kadang orang TNI yg bersukarela krn gak ada yg mau... yg kalo ada yg gak lulus bisa didatengin orang sekampung bawa panah


Bold: Itulah fenomena di beberapa daerah. Disisi lain banyak yg bersemangat utk sekolah (kyk di cerita laskar rainbow ), namun masih banyak juga yang ogah2an, mending main di pantai cari kerang. Dan ortunya pun membiarkan.
Quote:Original Posted By madokafc
Masalah Inggris di North Ireland gimana yach? Udah beres belum sih

IRA masih ada kan?

Terus kayaknya masih ada kasus penangkapan tanpa izin dan penembakan liar juga disana, malah sampai ke pemboman segala. Masalah HAM itu hanya untuk negara dunia ketiga dan berkembang saja kok :: sementara negara maju bisa menggunakannya sebagai bentuk intervensi halus mereka....

Sebenarnya bukan tidak menghormati your highnes ambassador of England, tapi apa mereka nggak malu yach sok-sokan mengajarkan tentang moral dan HAM di Indonesia dengan memantau Papua segala, sementara mereka sendiri berpredikat sebagai penjajah terbesar di dunia dan terkenal dengan Amritsar massacree dan berbagai pelanggaran HAM lainnya di penjuru muka bumi ini.


dan menjadi pembelajaran kita kedepannya untuk harus 1000 kali lagi berpikir kalau mau membeli persenjataan buatan mereka...
masih banyak negara2 lain yg menawarkan persenjataan yg selevel teknologinya dan kemmpuannya. jadi tak perlu tergantungan pada Inggris.
Quote:Original Posted By madokafc
Masalah Inggris di North Ireland gimana yach? Udah beres belum sih

IRA masih ada kan?

Terus kayaknya masih ada kasus penangkapan tanpa izin dan penembakan liar juga disana, malah sampai ke pemboman segala. Masalah HAM itu hanya untuk negara dunia ketiga dan berkembang saja kok :: sementara negara maju bisa menggunakannya sebagai bentuk intervensi halus mereka....

Sebenarnya bukan tidak menghormati your highnes ambassador of England, tapi apa mereka nggak malu yach sok-sokan mengajarkan tentang moral dan HAM di Indonesia dengan memantau Papua segala, sementara mereka sendiri berpredikat sebagai penjajah terbesar di dunia dan terkenal dengan Amritsar massacree dan berbagai pelanggaran HAM lainnya di penjuru muka bumi ini.


that's why i'm prefer to israel than england. bener ga sih kalo orang inggris itu pridenya ketinggian alias sombonge 1/2 mati ?
ni dubes buta kali ya...irlandia aja masih suka ribut2
masih aja ngurus halaman orang
×