VIVAnews - Enam kapal pemantau dari China hari ini memasuki perairan dekat kepulauan yang dipersengketakan dengan Jepang. Manuver ini menambah panas ketegangan antara dua kekuatan ekonomi utama Asia itu.
Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan bahwa kapal-kapal mereka telah masuk ke wilayah sengketa untuk tugas pemantauan. China juga menyatakan kapal-kapal itu menjalankan misi menegakkan hukum di wilayah mereka yang berdaulat.
Manuver dari Beijing menyusul keputusan Jepang Selasa kemarin, yang membeli kepulauan sengketa dari pihak swasta, yang juga warga Jepang. Kumpulan pulau tak berpenghuni di Laut China Timur yang dibeli Tokyo itu adalah Senkaku. Bagi China, kepulauan itu mereka sebut Diaoyu.
Patroli Penjaga Pantai Jepang mengungkapkan telah memerintahkan kapal-kapal China agar meninggalkan perairan Senkaku. Namun, hanya dua kapal yang mematuhi seruan itu, selebihnya masih bertahan.
Menurut Penjaga Pantai Jepang, sampai kini belum ada tindakan atas kapal-kapal China yang masih bertahan. "Kami akan terus waspada dan memantau," kata Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda.
Sementara itu, kantor berita pemerintah China, Xinhua, mengutip pernyataan seorang pejabat senior militer agar angkatan bersenjata mereka harus bersiap menghadapi situasi pertempuran. Namun tidak dijelaskan apakah yang dimaksud itu menyangkut sengketa dengan Jepang.
"Harus ada upaya untuk memastikan bahwa militer mampu menjalankan tugas untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan integritas teritorial kapan pun dibutuhkan oleh Partai dan rakyat," kata Xu Caihou, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat dari Partai Komunis China.
Menurut dua harian Jepang, Asahi Shimbun dan Yomiuri Shimbun, kumpulan pulau kecil itu dihargai 2,05 miliar yen (sekitar Rp250 miliar). Sebelum dibeli, pemilik pulau-pulau itu, yang juga warga Jepang, menyewakannya kepada pemerintah sejak awal 1970an.
Pulau-pulau itu sendiri rata-rata hanyalah gugusan karang yang tidak layak huni. Namun perairan di sekitarnya sangat strategis dalam menentukan batas wilayah maritim negara yang mengklaimnya. Lebih penting lagi, perairan di sekitar Senkaku/Diaoyu itu menyimpan sumber energi dan hasil laut yang melimpah.
sumber:
http://dunia.news.viva.co.id/news/re...-dengan-jepang
==========================================================
hihihhi

makin lama makin hot ajaa nihhh

kita tunggu reaksi lanjutan dari Jepang..apakah hnya sampe sebatas memantau saja kahh??
entah kenapa ane merasa deja vu..
klo dulu Jepang vs China<support by US
klo skrng China vs Jepang<support by US
Hihihihihii
