KASKUS

Post Taiwan Harus Mengakui Kegagalan Dalam Perlombaan Senjata Di Asia Timur

“Taipei must admit defeat in the arms race…”


A coda to the apparent emergence of China's Type 052D guided-missile destroyer: every new Chinese hull reinforces the case for remaking Taiwan's naval strategy.

With sixteen frontline DDGs, the PLA Navy will command overwhelming superiority in numbers over the ROC Navy's four elderly Kidd-class DDGs, which are hand-me-downs from the Cold War U.S. Navy. In all likelihood, quality has also come to favor China's navy. The Kidd stood at the forefront of fleet air defense for its day. That day, however, dawned in the late 1970s, when the ships were built for sale to the shah's Iran. They remained credible platforms throughout their service with the U.S. Navy. But they were eclipsed by Aegis-equipped combatants by the early 1980s, when the good ship USS Ticonderoga -- "my" ship for Baltic Sea operations in 1989 -- took to the briny ocean for the first time.

Which is a roundabout way of saying that the PLA Navy's latest progeny probably excel the Taiwan Navy's premier warships in terms of technological sophistication and hitting power. That's still more true of the lesser ships that fill out the island's battle line. One need not accept Beijing's hype about staging a technological leap to "China Aegis" status to believe its new destroyers outclass thirty-year-old, pre-Aegis DDGs. Both quality and sheer weight of numbers, then, are on China's side in the cross-strait naval competition. An economically outmatched Taiwan that cannot manufacture or import state-of-the-art warships stands little chance of reversing the momentum.

What to do? Taipei must admit defeat in the arms race -- and then work around it.

This demands a change of mindset. DDGs are "sea-control" ships meant to clear the seas of enemy fleets before exploiting maritime command. The ROC Navy has always regarded itself as a sea-control force, the stronger party to the naval competition. But the weaker navy still has options -- if its commanders and their political masters can bring themselves to admit they are the weaker competitor and devise strategy accordingly. The weak sometimes prevail if they set limited goals and align their meager means to those goals.

What does this mean in concrete terms? Well, relatively inexpensive "sea-denial" assets like missile-toting patrol craft or submarines pack a wallop, even against technologically and numerically preponderant foes. China itself fields an imposing array of sea-denial ships, aircraft, and missiles as part of its anti-access, a.k.a. "counter-intervention," strategy vis-a-vis the U.S. Navy and its allies. The logic of sea denial is compelling for forces protecting their home turf.

Taipei took some baby steps toward a potent sea-denial capability with its Kuang Hua VI fast patrol boats and is reportedly developing a stealth corvette that looks like a truly impressive warfighting implement. Thus equipped, the Taiwan Navy could turn the logic of sea denial against the mainland, excluding the sea denier from vital waters or driving up the costs of entry to unbearable heights. With swarms of sea-denial assets, the island's defenders would stand a good chance of giving any cross-strait invasion force nightmares -- or, better yet, of deterring the attempt altogether. Taiwan's chances of defying coercion would brighten commensurately.

http://thediplomat.com/the-naval-dip...ork-around-it/

Saatnya Join With Uncle Panda..........
Quote:Original Posted By MuslimAirForce
[B]

Saatnya Join With Uncle Panda..........


kl jadi join, mainland dapat durian runtuh ga ya? kan kemarin taiwan belanja besar2an ke uwak sam
Quote:Original Posted By crejavani
kl jadi join, mainland dapat durian runtuh ga ya? kan kemarin taiwan belanja besar2an ke uwak sam


yupp. ini mungkin sebagian alasan uwak sam gak mau kasih F16 baru..
Ini semua gara gara Taiwan sendiri.

Kalau mereka ngga buat perkara dgn ngeklaim Laut China Selatan dulu, mungkin arms race di asia timur ngga segila sekarang. AS sekarang lebih memilih mempersenjatai asia tenggara daripada Taiwan utk menghadapi RRC.
Quote:Original Posted By cherrypopper
yupp. ini mungkin sebagian alasan uwak sam gak mau kasih F16 baru..


kalo muncul klonengan F-16 dari paman mao, kita ga perlu repot2 harus minta ke paman sam
apa sich yang ga bisa ditiru paman mao
kyknya taiwan lebih bagus gabung sama RRC dah,,,lebih realistis,,,daripada harus lomba senjata dgn RRC,,,,bisa2 kewalahan sendiri mereka !!!!
Quote:Original Posted By kaskusnyaR
Ini semua gara gara Taiwan sendiri.

Kalau mereka ngga buat perkara dgn ngeklaim Laut China Selatan dulu, mungkin arms race di asia timur ngga segila sekarang. AS sekarang lebih memilih mempersenjatai asia tenggara daripada Taiwan utk menghadapi RRC.


Masalah utama Taiwan bukan masalah LCS.
Tetapi masalah "propinsi pemberontak" yang dianggap keluar dari RRC.
Tanpa urusan LCS pun mereka udah ketar ketir dengan RRC.

Hanya saja sekarang, kalau kita liat, Hubungan non militer Taiwan China (Ekonomi dan Budaya) sudah bagus. Bisa jadi memang reunifikasi beneran nanti, toh Taiwan juga sudah melihat, Hong Kong dan Macao yang sudah duluan reunifikasi dengan China dapat otonomi khusus dan berhasil tuh
Quote:Original Posted By MrBhass
Masalah utama Taiwan bukan masalah LCS.
Tetapi masalah "propinsi pemberontak" yang dianggap keluar dari RRC.
Tanpa urusan LCS pun mereka udah ketar ketir dengan RRC.

Hanya saja sekarang, kalau kita liat, Hubungan non militer Taiwan China (Ekonomi dan Budaya) sudah bagus. Bisa jadi memang reunifikasi beneran nanti, toh Taiwan juga sudah melihat, Hong Kong dan Macao yang sudah duluan reunifikasi dengan China dapat otonomi khusus dan berhasil tuh


boss... setw ane hongkong itu misah dari china... CMIIW...
dan yg misah itu taiwan, vietnam, dan hongkong... awalnya ane kira hongkong itu msh China, gak twnya bukan...
berarti skg hongkong sudah masuk ke China...??
CMIIW yah...
Quote:Original Posted By althariqh18
boss... setw ane hongkong itu misah dari china... CMIIW...
dan yg misah itu taiwan, vietnam, dan hongkong... awalnya ane kira hongkong itu msh China, gak twnya bukan...
berarti skg hongkong sudah masuk ke China...??
CMIIW yah...


yahh broo.. dulu hongkong kan administrasi nya inggris. tahun 97-98 diserahkan balik lagi ke china.. dan berhasil..
Quote:Original Posted By althariqh18


boss... setw ane hongkong itu misah dari china... CMIIW...
dan yg misah itu taiwan, vietnam, dan hongkong... awalnya ane kira hongkong itu msh China, gak twnya bukan...
berarti skg hongkong sudah masuk ke China...??
CMIIW yah...


WAH ente up date data donk hongkong tu dikonsesi ke inggris pasca perang candu deh selama sekian puluh ape ratus tahun nah sebelum tahun 200an kemarin sewanya dah abos jadi dibalikin ke cina
Quote:Original Posted By cherrypopper
yahh broo.. dulu hongkong kan administrasi nya inggris. tahun 97-98 diserahkan balik lagi ke china.. dan berhasil..


Quote:Original Posted By evakunited
WAH ente up date data donk hongkong tu dikonsesi ke inggris pasca perang candu deh selama sekian puluh ape ratus tahun nah sebelum tahun 200an kemarin sewanya dah abos jadi dibalikin ke cina


hehe...
taun 97-98 ane gak bgtu seneng baca politik msh demen nyari TSM lama ama angkasanya....

yah smakin bagus lah kekuatan china... skarang... knp taiwan gak msk k China aja yah,,,
Quote:Original Posted By kaskusnyaR
Ini semua gara gara Taiwan sendiri.

Kalau mereka ngga buat perkara dgn ngeklaim Laut China Selatan dulu, mungkin arms race di asia timur ngga segila sekarang. AS sekarang lebih memilih mempersenjatai asia tenggara daripada Taiwan utk menghadapi RRC.


ini gara gara komunis china berontak sama pemerintahnya gan, jadinya Republik China harus lari ke pulau Formosa dan mendirikan Taiwan
Quote:Original Posted By althariqh18
boss... setw ane hongkong itu misah dari china... CMIIW...
dan yg misah itu taiwan, vietnam, dan hongkong... awalnya ane kira hongkong itu msh China, gak twnya bukan...
berarti skg hongkong sudah masuk ke China...??
CMIIW yah...


Vietnam jg ga pernah jadi bagian dari China
kalo taiwan mau sih bisa, 6 arleigh burke class ex US Navy atau perbanyak inventori la fayette

Quote:Original Posted By MrBhass


Masalah utama Taiwan bukan masalah LCS.
Tetapi masalah "propinsi pemberontak" yang dianggap keluar dari RRC.
Tanpa urusan LCS pun mereka udah ketar ketir dengan RRC.

Hanya saja sekarang, kalau kita liat, Hubungan non militer Taiwan China (Ekonomi dan Budaya) sudah bagus. Bisa jadi memang reunifikasi beneran nanti, toh Taiwan juga sudah melihat, Hong Kong dan Macao yang sudah duluan reunifikasi dengan China dapat otonomi khusus dan berhasil tuh


tapi itu berarti mereka mengakui kemenangan kaum komunis atas kuomintang donk yang mana mereka selalu berprinsip bahwa kuomintang adalah satu2nya yang berkompeten atas formosa dan mainland

quite unlikely ...
Quote:Original Posted By althariqh18
boss... setw ane hongkong itu misah dari china... CMIIW...
dan yg misah itu taiwan, vietnam, dan hongkong... awalnya ane kira hongkong itu msh China, gak twnya bukan...
berarti skg hongkong sudah masuk ke China...??
CMIIW yah...


memang nya sejak kapan vietnam prnah gabung ke china
vietnam mahh memang dari dulu terpisah sama china

========================================================


mnrut ane sihh sangat sulit bagi taiwan untuk terus menandingi china dalam bidang apapun, melihat perkembangan china yg sangat pesat belakangan ini


mungkin pilihan terbaik bagi taiwan adlah bergabung ke mainland , dgan menikmati otonomi khusus sperti hongkong
mungkin akan ada dua skenario bagi Taiwan dalam 20 tahun mendatang, menjelang habisnya generasi lama peninggalan Generalisimo Chiang kai Sek di Pulau. Pertama kelompok generasi baru yang lebih nasionalis dan mendorong arah kemerdekaan Taiwan, yang benar-benar memutus hubungan dengan Mainland termasuk klaim lama Taiwan atas Mainland.

Kedua, kelompok pro unifikasi. Justifikasi mereka adalah mereka tidak pernah merasakan pahit dan getirnya pengalaman perang saudara tahun 1945-1949 dahulu. Dan mereka merasa bahwa benefit dalam bidang ekonomi kalau melakukan unifikasi dengan mainland pasti akan sangat besar (terutama akses pasar dari produk teknologi tinggi mereka). Dan faktanya adalah generasi muda Taiwan cenderung tidak terlalu peduli lagi dengan sejarah masa lalu antara Taiwan dengan PRC asalkan kepentingan bisnis dan ekonomi mereka berjalan lancar dan tanpa hambatan.

Yang menjadi point penting adalah, generasi pemimpin Taiwan saat ini yang kelahiran antara tahun 40-an hingga 50-an, masih memiliki kaitan psikologis dan historis yang kuat dengan Kuo Min Tang dan Mainland berdasarkan pengalaman orang tua mereka yang masih merupakan orang-orang kelahiran Mainland. Mereka saat ini berpikir pragmatis dan cenderung berupaya mempertahankan status quo hubungan Taiwan dengan Mainland (PRC), dan sebagian besar generasi muda Taiwan juga tampaknya tidaklah mempermasalahkan status quo ini. Hingga nantinya menunggu waktu persaingan kelompok pro kemerdekaan dan kelompok pro unifikasi di masa yang akan datang.
edit

double tap
Quote:Original Posted By makankamus
mungkin akan ada dua skenario bagi Taiwan dalam 20 tahun mendatang, menjelang habisnya generasi lama peninggalan Generalisimo Chiang kai Sek di Pulau. Pertama kelompok generasi baru yang lebih nasionalis dan mendorong arah kemerdekaan Taiwan, yang benar-benar memutus hubungan dengan Mainland termasuk klaim lama Taiwan atas Mainland.

Kedua, kelompok pro unifikasi. Justifikasi mereka adalah mereka tidak pernah merasakan pahit dan getirnya pengalaman perang saudara tahun 1945-1949 dahulu. Dan mereka merasa bahwa benefit dalam bidang ekonomi kalau melakukan unifikasi dengan mainland pasti akan sangat besar (terutama akses pasar dari produk teknologi tinggi mereka). Dan faktanya adalah generasi muda Taiwan cenderung tidak terlalu peduli lagi dengan sejarah masa lalu antara Taiwan dengan PRC asalkan kepentingan bisnis dan ekonomi mereka berjalan lancar dan tanpa hambatan.

Yang menjadi point penting adalah, generasi pemimpin Taiwan saat ini yang kelahiran antara tahun 40-an hingga 50-an, masih memiliki kaitan psikologis dan historis yang kuat dengan Kuo Min Tang dan Mainland berdasarkan pengalaman orang tua mereka yang masih merupakan orang-orang kelahiran Mainland. Mereka saat ini berpikir pragmatis dan cenderung berupaya mempertahankan status quo hubungan Taiwan dengan Mainland (PRC), dan sebagian besar generasi muda Taiwan juga tampaknya tidaklah mempermasalahkan status quo ini. Hingga nantinya menunggu waktu persaingan kelompok pro kemerdekaan dan kelompok pro unifikasi di masa yang akan datang.


weeww, analisis nya mantap dan mendasar.. saya suka ini.. GRP sent.
Quote:Original Posted By Daniel707
memang nya sejak kapan vietnam prnah gabung ke china
vietnam mahh memang dari dulu terpisah sama china

========================================================


Dari dulu itu batasnya ampe kapan ya?

Pada zaman Dinasti Han hingga ke Dinasti Tang, Vietnam itu masuk dalam wilayah kekuasaan Kekaisaran Cina lho. CMIIW, tapi Vietnam baru bener-bener "bebas" dari Cina setelah Cina kalah dari Prancis pada Perang Sino-Prancis 1884-1885.

Quote:Original Posted By outerheaven
kalo taiwan mau sih bisa, 6 arleigh burke class ex US Navy atau perbanyak inventori la fayette



tapi itu berarti mereka mengakui kemenangan kaum komunis atas kuomintang donk yang mana mereka selalu berprinsip bahwa kuomintang adalah satu2nya yang berkompeten atas formosa dan mainland

quite unlikely ...


Bukannya yang sekarang ini sikap KMT sendiri udah agak melunak ya, terhadap kemungkinan reunifikasi. Yang masih agak keras kan partai yang satunya, Partai Progresif Demokrat dengan Koalisi Pan-Green?

Quote:Original Posted By makankamus
mungkin akan ada dua skenario bagi Taiwan dalam 20 tahun mendatang, menjelang habisnya generasi lama peninggalan Generalisimo Chiang kai Sek di Pulau. Pertama kelompok generasi baru yang lebih nasionalis dan mendorong arah kemerdekaan Taiwan, yang benar-benar memutus hubungan dengan Mainland termasuk klaim lama Taiwan atas Mainland.

Kedua, kelompok pro unifikasi. Justifikasi mereka adalah mereka tidak pernah merasakan pahit dan getirnya pengalaman perang saudara tahun 1945-1949 dahulu. Dan mereka merasa bahwa benefit dalam bidang ekonomi kalau melakukan unifikasi dengan mainland pasti akan sangat besar (terutama akses pasar dari produk teknologi tinggi mereka). Dan faktanya adalah generasi muda Taiwan cenderung tidak terlalu peduli lagi dengan sejarah masa lalu antara Taiwan dengan PRC asalkan kepentingan bisnis dan ekonomi mereka berjalan lancar dan tanpa hambatan.

Yang menjadi point penting adalah, generasi pemimpin Taiwan saat ini yang kelahiran antara tahun 40-an hingga 50-an, masih memiliki kaitan psikologis dan historis yang kuat dengan Kuo Min Tang dan Mainland berdasarkan pengalaman orang tua mereka yang masih merupakan orang-orang kelahiran Mainland. Mereka saat ini berpikir pragmatis dan cenderung berupaya mempertahankan status quo hubungan Taiwan dengan Mainland (PRC), dan sebagian besar generasi muda Taiwan juga tampaknya tidaklah mempermasalahkan status quo ini. Hingga nantinya menunggu waktu persaingan kelompok pro kemerdekaan dan kelompok pro unifikasi di masa yang akan datang.


Apakah kemudian bakal terjadi perang saudara di Taiwan? Hmmm..
China sebenarnya nyante2x aja soal LCS
China menganggap Taiwan sebagai provinsi nya
Jikalau Taiwan memenangkan sengketa di LCS, secara otomatis kawasan sengketa di LCS akan dimiliki juga oleh China..

Jadi dalam kasus LCS, China sepertinya mendapat bantuan tidak langsung dari Taiwan
×