Poll: Siapa yang pantas menjadi GUBERNUR SUMSEL (2013-2018) ?

This poll is closed View Polling Result
Alex Nurdin 10% (36 votes)
Eddy Santana Putera 42% (155 votes)
Ishak Mekki 4% (13 votes)
Herman Deru 12% (43 votes)
Eddy Yusuf 1% (4 votes)
Ridwan Mukti 21% (75 votes)
Calon Lain 11% (39 votes)

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

Quote:
6 Pasang Kandidat Diprediksi Ramaikan Pilgub

Ketua KPU Provinsi Sumatera Selatan, Dra Hj Anisatul Mardiah MAg memprediksi, peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel akan diikuti oleh enam pasang kandidat.



Hal itu melihat komposisi kursi di DPRD Sumsel dan jumlah partai politik yang ada. “Kalau melihat dari komposisi kursi di DPRD Sumsel, kita perkirakan akan ada 6 pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Masing-masing, empat pasang melalui partai politik dan 2 pasang melalui jalur perorangan,” ungkap Anisatul kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu (29/8).

Disinggung mengenai pelaksanaan Pilgub, Anisatul menjelaskan, saat ini KPU Sumsel baru menetapkan tahapan Pilgub yang akan dimulai Desember mendatang. Sebelumnya, KPU Sumsel telah menetapkan pelaksanaan Pemilukada, 6 Juni 2013. “Untuk tahapan Pilgub secara resmi akan diadakan Desember nanti,” tambahnya.

Dikatakannya, pelaksanaan Pilgub akan dilakukan serentak dengan empat kabupaten/kota lainnya di Sumsel, yakni Banyuasin, OKI, Empat Lawang dan Lahat.

Sumber :
Palembang Pos

Quote:
Pilgub Sumsel 2013, Calon Mulai Bermunculan

SuaraSumsel.com - Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan direncanakan tanggal 6 Juni 2013. Menyikapi hal itu partai-partai politik yang memperoleh kursi terbesar di Sumsel mulai mengelus-elus jagoannya.

Partai tersebut yakni Partai Golkar, Partai Demokrat dan PDI Perjuangan yang memenuhi 15 persen kursi di DPRD yang menjadi salah satu persyaratan untuk mengusung pasangan Cagub dan Cawagub.



Di Internal Partai Golkar Sumsel, Ketua DPD Alex Noerdin awalnya diperkirakan maju sebagai gubernur Sumsel untuk yang kedua kalinya. Ternyata Alex Noerdin maju sebagai calon Gubenrur DKI Jakarta, sehingga kemungkinan untuk maju menjadi gubernur Sumsel peluangnya kecil,namun konstelasi politik Golkar Sumsel tentu akan berubah menjelang tahapan pencalonan nantinya.

Kader Golkar lainnya yang digadang-gadang maju adalah Ridwan Mukti, Bupati Musi Rawas. Ridwan Mukti yang selama dua periode banyak mengukir prestasi memimpin daerahnya, pernah menjadi anggota DPR-RI dua periode dan Pengurus Harian DPP Partai Golkar sampai saat ini.

“Saya masih menunggu isyarat dari Pak Alex Noerdin yang saat ini sedang mengikuti Pilkada DKI Jakarta, termasuk survei yang akan dilakukan Golkar,” Ujar Ridwan Mukti belum lama ini.

Kemudian, PDIP jugasudah bertekad mengusung Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra yang juga Ketua DPD PDIP Sumsel untuk maju pada Pilgub Sumsel. Eddy Santana Putra merupakan walikota Palembang dua periode.

Sementara Partai Demokrat kemungkinan akan mengusung H Ishak Mekki, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dua periode. H Ishak Mekki sudah beberapa kali menyatakan keseriusannya untuk maju mencalonkan diri sebagai kandidat gubernur Sumsel.

Sumber :
Suara Sumsel



Quote:
Dukungan kepada calon Gubernur Sumsel mulai muncul

Palembang, (ANTARA News) - Setelah sejumlah tokoh masyarakat, pemuda dan parpol menunjukkan sinyal dukungan kepada calon Wali Kota Palembang, seperti H.Mularis Djahri (Pengusaha), H.Romi Herton (Wakil Wali Kota Palembang), H.Sarimuda (Kadishub Kominfo Sumsel), kini mulai muncul dukungan kepada calon Gubernur Sumsel.

Gerakan Pemuda Sumatera Selatan mendukung H Ishak Mekki yang sekarang Bupati Ogan Komering Ilir, menjadi calon gubernur provinsi itu pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang. "Kami meminta dengan hormat dan mendukung H Ishak Mekki untuk maju sebagai calon gubernur Sumsel periode 2013-2018," kata Koordinator Gerakan Pemuda Sumsel (GPS), Basudewa Pandji Kresna di Palembang, Minggu.



Menurut dia, mereka siap menjadi garda terdepan dalam pemenangan Ishak Mekki menuju Gubernur Sumsel periode 2013-2018.

Ia mengatakan, sebagai kepala daerah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan sekarang merupakan periode kedua, tampak jelas progres yang sangat signifikan di kabupaten tersebut, kemajuan dimaksud tentunya di semua sektor.

Figur tersebut sangat layak untuk maju dan mencalonkan/dicalonkan pada Pilkada provinsi Sumsel mendatang, ujar dia.

Sehubungan dengan itu pula, mereka mengajak segenap masyarakat Sumsel untuk mendukung, memilih dan memenangkan figur tersebut sebagai gubernur mendatang, kata dia.

Sementara itu Ishak Mekki ketika dikonfirmasi mengenai dukungan kepada dirinya untuk Pilkada gubernur Sumsel mendatang menyatakan, nantilah bicara soal Pilkada, karena waktunya masih lama.

Di Partai Demokrat sendiri ada mekanisme dalam pencalonan tersebut, kata Ishak Mekki yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sumsel itu.

Ia menyatakan, pada tahun 2012 ini adalah tahun bekerja dan berbuat untuk masyarakat.

"Kalau soal calon, masih lama waktunya dan momentnya belum tepat, tetapi sebagai kader harus siap apabila dikehendaki masyarakat dan partai," tegasnya.

Untuk pilkada gubernur sejumlah nama mulai disebut-sebut oleh masyarakat akan maju sebagai bursa calon seperti Alex Noerdin (gubernur sekarang), Herman Deru (Bupati OKU Timur), Eddy Santana Putra (Wali Kota Palembang), Ridwan Mukti (Bupati Musi Rawas) dan Ishak Mekki (Bupati OKI). (ANT-KR-SUS)

Sumber :
Antara Sumsel

Kandidat 1 : Alex Nurdin



Alex Noerdin, saat ini adalah Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2013. Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 9 September 1950. Sebelum menjadi Gubernur Sumsel, a menjabat Bupati Musi Banyuasin selama 2 periode berturut-turut (2001-2006 dan 2007-2012). Pada tanggal 14 Juni 2008, dalam periode kedua masa jabatannya, ia mengundurkan diri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Sumatera Selatan.

Berdasarkan riwayat pendidikannya, pria peraih dua gelar sarjana (S1) yakni masing-masing dari Universitas Triksakti (1980) dan Universitas Atmajaya (1981) ini, tergolong sebagai sosok yang sukses dalam mengenyam pendidikan. Bahkan memiliki motivasi belajar yang tinggi meski harus menimba ilmu hingga ke luar negeri.

Alex Noerdin dikenal masyarakat luas sebagai pemimpin yang memiliki kesuksesan di berbagai bidang kehidupan. Kesuksesan yang diraih meliputi bidang pendidikan, organisasi, dan kepemerintahan. Kesuksesan ini tercermin dari rekam jejak kehidupannya selama ini.

Di bidang organisasi, sejak dulu hingga sekarang, sosok yang kini tengah menjabat Ketua Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas / FKDPM (2006-2009) ini terkenal sebagai figur yang sangat aktif dan sukses dalam memimpin berbagai jenis organisasi. Baik organisasi kepemudaan / kemasyarakatan, organisasi keolahragaan, maupun organisasi politik.

Sementara dalam organisasi politik, sebelum diamanahi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Propinsi Sumatera Selatan (2004-2009), Alex pernah menjadi Juru Kampanye dan Pengajar Karakterdes Golkar Kodya Palembang (1982) dan Wakil Sekretaris DPD Golkar Kodya Palembang (1988).

Bahkan, karena dinilai berhasil menjalankan amanah sebagai Bupati dalam memajukan dan mensejahterahkan masyarakat Musi Banyusin, melalui Pilkada Langsung tahun 2006, Beliau kembali terpilih sebagai Bupati untuk memimpin dan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin untuk periode tahun 2007-2012. Pada tahun 2008 Ia mengikuti pemilihan gubernur Sumatra Selatan dan meraih kemenangan.

Bukti kongkrit keberhasilan kepemimpinan sebagai Kepala Daerah terlihat dari banyaknya penghargaan dan tanda jasa yang diterima dari pemerintah pusat, lembaga independen, dan masyarakat dalam sektor pemerintahan, organisasi, sosial dan budaya.

Kandidat 2 : Eddy Santana Putera


Eddy Santana Putra adalah Walikota Palembang. Saat ini, Ibu Kota Sumatera Selatan tersebut memasuki periode kedua era kepemimpinannya.

Lahir di Pangkalpinang, 20 Januari 1957, Eddy Santana kali pertama menjadi Walikota Palembang melalui mekanisme pemilihan DPRD Palembang pada tahun 2003. Kemudian ia terpilih kembali melalui mekanisme pemilihan langsung pada tahun 2008.

Salah satu keberhasilan pria yang Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan ini selama memimpin Palembang adalah menertibkan kawasan kumuh di sekitar Jembatan Ampera. Ia mengubah kawasan kumuh tersebut menjadi kawasan yang bersih. Bahkan, kini kawasan tersebut menjadi tujuan wisata bagi wisatawan dan masyarakat lokal yang ingin menghabiskan waktu menikmati Sungai Musi.

Prestasi tingkat Internasional yang pernah diraihnya adalah, pada tanggal 5 Maret 2012, Kota Palembang menorehkan prestasi dengan menyabet predikat sebagai kota terbersih yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan se-Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Environmentally Sustainable City Award. Dan Penghargaan ini, diterima langsung Walikota Palembang, Eddy Santana Putra di Pnompenh, Kamboja.

Keberhasilan lain alumni Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ini adalah mampu menyediakan hampir 90 persen kebutuhan warga Palembang atas kebutuhan air bersih. Eddy juga merupakan tokoh atau sosok di balik reklamasi kawasan Jakabaring Palembang pada saat Sumatera Selatan dipimpin Ramli Hasan Basri. Saat itu dia masih tercatat sebagai pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan.

Kandidat 3 : Iskandar Hasan


Irjen Pol Drs. H. Iskandar Hasan (lahir di Lubuk Linggau, 1 Mei 1955; umur 57 tahun) adalah tokoh polisi Indonesia. Saat ini Iskandar Hasan menjabat Kapolda Sumatera Selatan, sesuai TR Kapolri per 24 November 2012

Riwayat Jabatan :

Ses NCB Interpol Divhubinter Polri (2007-2008)
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (2008-2009)
Dir PPITK PTIK (2009-2010)
Kadiv Humas Polri (2010)
Kapolda Aceh (2010-2012)
Kapolda Sumatera Selatan (2012-sekarang)

Kandidat 4 : Herman Deru



Sama seperti Eddy Santana Putra dan Ishak Mekki, saat ini Herman memasuki periode kedua memimpin Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Ia terpilih sebagai bupati setelah kabupaten itu terbentuk usai dimekarkan dari Kabupaten OKU.

Saat pemilihan langsung pada 1998, Herman Deru meraih suara sebanyak 94,56 persen. Raihan suara ini, merupakan raihan suara terbanyak selama suksesi Pilkada hingga saat ini di Indonesia.

Pria kelahiran Belitang, OKU Timur, pada 17 November 1967 ini saat menjadi Bupati OKU Timur kali pertama, tahun 2003, merupakan kepala daerah termuda di Sumatera Selatan. Usianya saat terpilih adalah 36 tahun.

Sebagai bupati di kabupaten baru, Herman dinilai cukup berhasil mengendalikan keamanan di kabupaten tersebut. Padahal wilayah pemerintahannya dihuni oleh warga yang berasal dari beragam etnis, seperti Jawa, Bali, dan penduduk asli Komering. Hal ini berbeda dengan kondisi di Lampung, yang mana sampai saat ini ketiga etnis ini terlibat dalam berbagai bentrokan.

Dalam mengendalikan masyarakatnya, Herman Deru menerapkan sejumlah program yang berkaitan dengan ketertiban tatanan sosial. Misalnya program 1.000 kentongan. Program ini berupa sistem keamanan lingkungan, yang mana setiap rumah disediakan kentongan. Bila ada informasi penting, warga cukup membunyikan kentongan.

Program lainnya, Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Ormas Nasional Demokrat Sumatera Selatan ini memberlakukan larangan pemungutan biaya pembangunan masjid di jalan raya. Ia juga mewajibkan setiap warga muslim, terkhusus para pejabatnya, untuk dapat membaca Alquran.

Hal menarik lainnya dari Herman Deru adalah kebijakannya menjalankan program penggunaan bahasa daerah. Pada hari tertentu, warga diimbau untuk menggunakan Bahasa Jawa, Komering, dan lainnya yang jadwalnya sudah ditetapkan. Sementara bagi para pelajar di daerah tersebut, diwajibkan mampu menggunakan Bahasa Inggris.

Meskipun tidak memimpin partai politik, tapi dalam suksesi Gubernur Sumsel tahun 2013 mendatang, dia diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Selatan.

Undian Nomor Urut Pilgub Sumsel



Palembang, - KPU Sumatera Selatan telah menggelar rapat pleno untuk mengundi nomor urut para pasangan calon. Nomor urut 1 didapat pasangan Eddy Santana dan Annisja Djuita, sementara pasangan incumbent Alex Noerdin dan Ishak Mekki mendapat undian nomor 4.

“Kami bersyukur mendapat nomor urut satu, dan kami kian yakin pasangan yang kami usung akan menjadi yang terbaik dan memenangkan Pilgub Sumsel,” kata Sekretaris DPD PDIP Sumsel, MA Gantada, di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Jalan R. Sukamto, Palembang, Minggu (21/4/2013) sore, Minggu (21/04/2013).

Eddy Santana dan Annisja Djuita merupakan pasangan yang diusung PDI Perjuangan sedangkan Alex Noerdin dan Ishak Mekki diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Sementara pasangan Herman Deru-Maphilinda yang diusung sejumlah partai politik mendapat nomor urut 3, dan mantan Kapolda Sumsel Iskandar Hasan yang berpasangan dengan Hafisz Tahir yang diusung PKS, PAN dan PBR mendapat nomor urut 2. Untuk diketahui, Pilkada Sumsel diikuti oleh empat pasangan Calon. Suasana pengundian dan penetapan nomor urut sendiri berlangsung semarak.

Usai acara pengundian, keempat pasangan calon membacakan ikrar deklarasi pemilu damai yang dipimpin oleh komisioner divisi hukum KPU Sumsel Chandra Puspa Mirza.

"Kita berbeda-beda tapi kita tetap damai," ujar simpatisan ESP-Win yang bersalaman dengan seorang pendukung Alex-Ishak, seusai deklarasi damai. Suasana akrab terlihat antar pendukung.

Sumber :
detik..com

KPU Sumsel Tetapkan DPT Pilgub Sumsel 5.820.453

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dan Tempat Pemungatan Suara (TPS) pada Pemilihan Gubenur Sumsel, Kamis (25/4/2013) di Kantor KPU Sumsel, Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang.

Jumlah DPT yang ditetapkan tersebut sebanyak 5.820.453, sementara jumlah TPS ditetapkan sebanyak 16.579, yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota se-Sumsel.



Pleno dihadiri seluruh komisioner KPU Sumsel, Bawaslu Sumsel, Ketua KPU dan Panwaslu Kabupaten/kota se-Sumsel, serta perwakilanempat cagub Sumsel yakni, dari kandidat nomor urut satu Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung (ESP-WIN), nomor urut dua Iskandar Hasan-Hafizs Tohir (Ishat), nomor urut tiga Herman Deru-Maphilinda Syarial Oesman (DerMa), dan nomor urut empat Alex Noerdin-Ishak Mekki (Alim).

Meskipun sudah dilakukan penetapan, dari 15 kabupaten/kota di Sumsel, terdapat 6 daerah yang masih akan dilakukan perbaikan DPTnya, hal ini karena data yang dimiliki KPU dan Panwaslu setempat berbeda-beda.

Keenam daerah tersebut yaitu, kota Pagar Alam yang mengalami data berbeda hingga 1.700 pemilih, OKUS 300 pemilih, Muba, Prabumulih, Empat Lawang dan Lubuk Linggau.

"Apa yang terjadi di Pagar Alam,kemungkinan data Panwas yang ada merupakan data Pilwako beberapa bulan lalu, dan ini bisa saja berubah untuk pilgub. Tidak menutup kemungkinan jeda beberapa bula ini ada pemilih sudah mencukupi umur memungkinkan untuk penambahan, kemudian hal-hal lain yang bisa menambahkan dan tidak tertutup kekeliruhan," terangnya.

Untuk itu, pihaknya meminta untuk mensingkronkan penjumlahannya yang benar yang akan dilakukan KPU dan Panwaslu setempat, dalam kurun waktu 7 hari kedepan.

"Pasca penetapan ini KPU dan Panwaslu akan menyelesaikan ketingkat bawah dan ini masih bisa berubah, karena kemungkinan kekeliruan atau data salah. Tetapi tetap diproses dan waktu dibatasi seminggu ini.

Sumber :
Tribunnews.com

Sekilas Provinsi Sumatera Selatan



Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Dengan luas wilayah sebesar 53.435,72 km2 (sumber : deptan.go.id), dan jumlah penduduk 7.446.401 jiwa (sensus penduduk 2010)

Provinsi ini beribukota di Palembang. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat.

Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Di samping itu, provinsi ini banyak memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan lain-lain. Karena sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan, secara tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya.

Makanan khas dari provinsi ini sangat beragam seperti pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak.

Sejarah

Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika.

Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China.
Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.

Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya.

Sumber :
wikipedia

Potensi Ekonomi Sumatera Selatan

Sumsel Lumbung Energi

Sumber daya alam khususnya potensi energi primer yang terdapat di wilayah Sumatera Selatan merupakan daya tarik kuat bagi masuknya penanaman modal untuk meningkatkan perekonomian daerah. Hal ini didukung oleh letak Provinsi Sumatera Selatan diantara Pulau Jawa dan Singapura/Malaysia yang secara ekonomi sangat strategis.

Potensi sumber daya energi Sumatera Selatan seperti minyak bumi, gas bumi, batubara dan panas bumi terdapatnya tersebar dan berlimpah merupakan modal dasar dalam mewujudkan Sumatera Selatan sebagai Lumbung Energi khususnya melalui Pembangunan Ketenagalistrikan dan penyediaan energi bahan bakar dan industri.

Pembangunan Ketenagalistrikan di Sumatera Selatan melalui Pembangunan Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mulut tambang dengan bahan bakar batubara nilai kalori rendah yang potensinya berlimpah akan menjawab kelangkaan listrik di Jawa dan Sumatera yang saat ini dalam kondisi kritis selain untuk kebutuhan ekspor ke Malaysia dan pengembangan pemanfaatan BBG untuk industri, komersial dan rumah tangga serta transportasi yang relatif banyak.



Peluang investasi

Sumatera Selatan mempunyai potensi alam yang cukup banyak dengan cadangan yang masih belum dikelola dan menuggu kedatangan para investor untuk mengelolahnya, pada saat ini beberapa peluang investasi yang di prioritaskan untuk ditawarkan adalah :

Minyak Bumi
Potensi minyak bumi di Sumatera Selatan mempunyai cadangan 5.034.082 MSTB Produksi ekploitasi pertamina dan mitranya selama 1998-2002 baru rata-rata 3.718.720 barrel perhari.

Gas Alam
Cadangan gas alam yang ditemukan di kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Musi Rawas dan Ogan Komering Ilir mencapai 7.238 BSCF. Produksi ekploitasi 4 tahun terakhir baru rata-rata 2.247.124 MMSCF. Gas alam ini dapat dijadikan bahan pembangkit tenaga listik, produk plastik dan pupuk.

Batubara
Cadangan batubara di Sumatera Selatan 18,13 milyar ton. Lokasi batubara terdapat di kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin dan Musi Rawas. Mutu cadangan batubara pada umumnya berjenis lignit dengan kandungan kalori antara 4800-5400 Kcal/kg.
Cadangan batubara tersebut baru dikelola PT Bukit Asam dam dan PT Bukit Kendi pada lokasi Kabupaten Muara Enim. ;Sedangkan cadangan sebanyak 13,07 Milyar Ton belum dikelola sama sekali.

Pembangkit Lenaga Listrik
Daya tampung saat ini 411,975 KW. Saat ini PLN masih defisit ;lebih kurang ;90 Mega Watts. Kebutuhan setiap tahun meningkat. Diprediksi tahu 2012 defisit PLN di Sumatera Selatan akan mencapai 291,91 Mega Watts.

Sumber :
Sumselprov

Sumatera Selatan Lumbung Pangan

Sumatera Selatan sebagai salah satu Provinsi Lumbung Pangan, tidak terlepas dari tersedianya potensi sumber daya lahan yang cukup variatif, mulai dari lahan sawah irigasi, tadah hujan, rawa pasang surut, lebak dan lahan kering. Selain juga memiliki komoditas unggulan lain seperti jagung, kacang tanah, ubu kayu, ubi jalar, komoditas sayuran dan buah - buahan.



Dari total produksi padi Sumatera Selatan tahun 2005 sebesar 2.320.110 ton gabah kering giling (GKG)1.466.310 ton, kontribusi terbesar diperoleh dari lahan sawah yaitu 2.148.182 ton GKG (92,6%). Dengan jumlah penduduk 6.755.900 jiwa dan konsumsi beras per kapita/tahun sebesar 124 kg, serta kebutuhan lainnya, maka pada tahun 2005 Sumatera Selatan surplus beras sebanyak 484.088 ton.

Dengan optimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya lahan yang tersedia secara keseluruhan melalui upaya peningkatan pelayanan jaringan irigasi dan rawa, penggunaan agroinput, peningkatan kemampuan petani mengakses modal perbankan dan pengembangan penggunaan alat mesin pertanian, maka kedepan Sumatera Selatan mampu meningkatkan produksi padi hingga 5 juta ton GKG atau setara beras 3 juta ton.

Hal ini sangat tergantung kepada modal petani, investasi serta perbaikan infrastruktur jaringan irigasi dan drainase. Kesemuanya itu memerlukan dukungan dana yang cukup besar mencapai Rp. 3,3 Trilyun. Pertambahan produksi ini akan membuka kesempatan berusaha baru dan menambah pendapatan petani. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan, memperluas lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan

Diharapkan melalui program akselarasi pembangunan pertanian dengan Program Sumatera Selatan Lumbung Pangan akan dapat mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran dan peningkatan pendapatan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

Potensi Pengembangan Lahan Sawah

Luas lahan sawah yang perlu dikembangkan dan dipertahankan di Sumatera Selatan untuk mendukung Program Sumatera Selatan Lumbung Pangan seluas 752.150 Ha. Lahan seluas 238.974 Ha merupakan lahan yang sementara ini tidak diusahakan dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi sawah baru. Sedangkan pada lahan yang baru satu kali tanam (IP 100) seluas 399.521 Ha, yang dapat dikembangkan menjadi dua kali tanam (IP 200) seluas 155.322 ha dengan dukungan kegiatan :

- Rehabilitasi Sarana Irigasi/Drainase;
- Irigasi/Drainase;
- Tata Air Mikro (TAM)
- Pengembangan Alsintan (Handtraktor, pompa air);
- Penggunaan Benih Unggul;
- Pemupukan;
- Penyuluhan dan Pendampingan.

Sumber :
Sumselprov

Kandidat Pasangan Gubernur - Wakil Gubernur SUMSEL

ALIM (Alex Noerdin - Ishak Mekki)



ESP WIN (Eddy Santana Putra - Wiwiet Tatung)



DERMA (Herman Deru - Maphilinda)



ISAHAT (Iskandar Hasan - Hafisz Tohir)



mudah2an Sumatera Selatan bisa lebih baik...

Quote:Kunjungi Thread...
Foto-Foto ESPWIN, menuju SUMSEL 1


Di urut-kan berdasarkan usia :

1. Alex Nurdin, 9 September 1950
2. Iskandar Hasan, 1 Mei 1955
3. Eddy Santana Putera, 20 Januari 1957
4. Herman Deru, 17 November 1967

"Assalamualaikum Wong Sumsel", berdendang bersama Fahmi Shahab



Eddy Santana Putra dan Komunitas Kaskus




wow kk wow


terima kasih infonyo...

lanjutkan biar masyarakat gek yang menilai.
wwiihh promo e
Thread yang menarik dan informatif...
namun alangkah baeknyo...TS bisa permisi dan meminta izin kepada penguasa wilayah...
di Sumsel ado Gubernur... di Regional ini jugo ado Regional leadernya...
apakah Thread ini sudah mendapat approval dari RL ?
Quote:Original Posted By ID*x
Thread yang menarik dan informatif...
namun alangkah baeknyo...TS bisa permisi dan meminta izin kepada penguasa wilayah...
di Sumsel ado Gubernur... di Regional ini jugo ado Regional leadernya...
apakah Thread ini sudah mendapat approval dari RL ?


caknyo belum kak
tadi kubaco, mang susno duaji nak nyalon jugo ye
dak katek yg q kenal
golput be jadi
Quote:Original Posted By Bathara semar
tadi kubaco, mang susno duaji nak nyalon jugo ye


wah... bakalan tambah rame, nich