KASKUS

CARREFOUR TINGGALKAN INDONESIA: Chairul Tanjung Jadi Raja Baru Bisnis Ritel?

JAKARTA — Rencana raksasa ritel asal Prancis Carrefour meninggalkan Indonesia memunculkan pertanyaan siapa yang akan menarik manfaat dari kondisi tersebut.

Pasalnya, di Indonesia, Carrefour sedang tumbuh dan pada akhir Agustus lalu baru saja meresmikan gerainya yang ke-85 di Mal Kota Kasablanka.

Di Indonesia, Carrefour dinaungi oleh PT Carrefour Indonesia dengan proporsi saham sebanyak 40% telah dibeli oleh pemilik CT Corp Chairul Tanjung melalui PT Trans Ritel.

Head of Public Affairs PT Carrefour Indonesia Satria Hamid mengatakan bahwa Carrefour tetap berkomitmen dalam jangka panjang untuk berada di Indonesia. Dia juga memastikan Carrefour tidak ingin hengkang dari Indonesia.

“Kami tetap berkomitmen jangka panjang di Indonesia dengan cara bermitra dengan mitra lokal melalui CT Corp milik Chairul Tanjung,” kata Satria, kepada Bisnis, Senin (3/9).

Menurutnya, komitmen Carrefour di Indonesia yang telah hadir sejak 1998 tidak perlu diragukan lagi. Carrefour telah memberikan warna tersendiri terhadap pasar ritel di Indonesia. Dia juga menuturkan, Carrefour yang telah bermitra dengan Usaha Kecil Menengah (UMKM) lokal melalui Pojok Rakyat akan tetap mempertahankan itu.

Distribusi logistik nasional, kata dia, juga dikontribusikan dengan keberadaan Carrefour di seluruh Indonesia. Hal itu dapat membantu perekonomian masyarakat untuk tetap dijaga dengan cara mempertahankan harga yang terjangkau segingga dapat menekan laju inflasi.

Selain itu, dengan meningkatknya konsumsi dalam negeri serta pertumbuhan pendapatan masyarakat juga membuat Carrefour akan mempertahankan kerjasama dengan UMKM. Hal itu menjadikan peluang tersendiri bagi para pengusaha kecil agar dapat memanfaatkan peningkatan ekonomi domestik.

“Itu menjadi landasan komitmen kami dalam jangka panjang di Indonesia. (Untuk kepemilikan) kami belum tahu karena bukan domain kami,” ujarnya.

Seperti diketahui Trans Corp melalui PT Trans Ritel telah membeli 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai US$300 juta atau lebih dari Rp3 triliun dan posisi saham berikutnya dikuasai Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5% dan Onesia BV 11,5%.

Perjanjian jual beli saham dan usaha patungan Carrefour di Indonesia dilaksanakan di kantor pusat di Paris, Prancis, pada 12 Maret 2010 ditandatangani langsung oleh Chairul dan Lars Olofsson, Chief Executive Officer Carrefour Group.

Chairul Tanjung pernah mengatakan CT Corp ingin meningkatkan kepemilikan saham di PT Carrefour Indonesia hingga 100% dari saat ini sebesar 40%.

Dia mengaku, setelah pembelian saham Carrefour di Malaysia dan Singapura ditunda, pihaknya akan fokus memperbesar kepemilikannya di Carrefour Indonesia.

“Yang [Carrefour] di Malaysia dan Singapura kan ditunda,kami masih tunggu yang di Indonesia, kalau mau dilepas semua kami ingin beli.Sekarang kan kami hanya punya 40%.Pokoknya setiap jual akan kami beli. Kalau bisa sampai 100%,” kata Chairul Tanjung kala itu.

Dia juga mengatakan ingin terus mengembangkan bisnis ritel tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan modernisasi outlet Carrefour yang ada.

“Kami ingin menjadi modern ritel yang kinclong,” ungkapnya.

Untuk tujuan jangka panjang, Chairul pernah mengatakan pihaknya akan menjadikan Carrefour dicintai oleh setiap orang.

“Saya ingin memastikan sembako (sembilan bahan pokok) dijual dengan harga terbaik di Carrefour,” kata Chairul Tanjung.

Kini, Carrefor Internasional dikabarkan akan meninggalkan Indonesia. Kita nantikan, akankah Chairul Tanjung muncul menjadi raja baru bisnis ritel di Indonesia? (JIBI/faa/sae)


sumber : http://www.kabar24..com/index.php/ca...-bisnis-ritel/

sumber : http://www.bisnis.com/articles/carre...four-indonesia


=========================================
CARREFOUR HENGKANG: Carrefour pernah keluhkan regulasi zonasi ritel di Indonesia

JAKARTA: Beberapa bulan yang lalu, seorang petinggi Carrefour pernah mengeluhkan regulasi zonasi yangditerapkan oleh Kementerian Perdagangan RI terhadap ritel modern asing.

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/carre...l-di-indonesia

======================================

CARREFOUR HENGKANG: Carrefour bertransformasi jadi TransMart dan menggurita di setiap kecamatan?

JAKARTA: Kabar kurang sedap menghinggapi konglomerat si anak singkong Chairul Tanjung. Pasalnya, lini usaha ritelnya digosipkan akan menggurita hingga ke setiap kecamatan yang tentu saja berpotensi mematikan bisnis ritel kecil di seluruh Indonesia.

Kabar tersebut makin diperkuat dengan rencana hengkangnya Carrefour Internasional dari Indonesia karena alasan untuk mengurangi pengeluaran operasional. Apabila hal itu benar, maka transformasi Carrefour menjadi TransMart bisa dipercepat.
Gosipnya lagi, TransMart, meski secara fisik akan hadir di setiap kecamatan, namun akan memperkuat segmen online shop di mana layanan antar ke pelanggan hingga ke kecamatan sampai desa bisa dilayani.

Bagaimana caranya? Tentunya dengan memanfaatkan situs online berita terbesar milik CT, yaitu detik..com. Kabar tersebut memang belum terkonfirmasi, namun bila ditelusuri lebih jauh terhadap sepak terjang konglomerat CT daslam membeli sejumlah perusahaan besar dan mapan, bisa jadi benar.

Head of Public Affairs PT Carrefour Indonesia Satria Hamid mengatakan bahwa Carrefour tetap berkomitmen dalam jangka panjang untuk berada di Indonesia. Dia juga memastikan Carrefour tidak ingin hengkang dari Indonesia.

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/carre...tiap-kecamatan


=========================================
CT: Forbes Kok Senang Hitung Kantong Orang

VIVAnews - Majalah ekonomi Forbes belum lama ini merilis daftar 40 orang terkaya Indonesia. Total kekayaan dari 40 miliarder itu mencapai US$85,1 miliar atau setara Rp765,9 triliun, naik 19 persen dibanding tahun lalu yang mancapai US$71 miliar.

Dari 40 orang terkaya itu, salah satunya adalah Chairul Tanjung. Pengusaha kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini memiliki kekayaan US$2,1 miliar, dan menempati posisi 11 orang terkaya Indonesia.

Lalu bagaimana komentar dia? "Majalah Forbes kok senang banget hitung kantong orang lain sih?" kata dia sambil tertawa, dalam dialog 30 Tahun Chairul Tanjung Berkarya, di Jakarta, Kamis 1 Desember 2011.

Meski demikian, dia mengaku senang, sebab dengan masuk jajaran orang terkaya di Indonesia, semakin mudah meminjam uang ke bank. "Karena saya dianggap orang kaya," katanya.

Chairul mendapatkan kekayaan dari CT Corp (dulu Grup Para). Grup didirikan pada 1987, berbekal dari pinjaman Bank Exim sebesar Rp 150 juta. Chairul mendirikan pabrik sepatu dengan membeli 20 mesin jahit.

Dari usaha itulah, Grup Para melebarkan sayap bisnis secara perlahan. Lompatan besarnya terjadi pada saat dia mengakuisisi Bank Karman pada 1996, dan mengganti namanya menjadi Bank Mega.

Saat itu, aksinya dipandang aneh karena pada saat krisis justru ia malah membeli bank. Namun, di tangannya, bank kecil yang hampir bangkrut tersebut malah berkembang pesat.

Pada 1998, Chairul mendapatkan izin siaran TransTV. Sejak itulah, nama Chairul makin berkibar. Bank Mega kian agresif melakukan akuisisi, mulai dari akuisisi Indovest Securities yang kini menjadi Mega Capital.

Kemudian, ia mengakuisisi Bank Tugu, membangun Bandung Supermall, membentuk Mega Asuransi Jiwa, membangun Bank Mega Tower hingga mengambilalih TV7 milik Grup Kompas-Gramedia yang kemudian diubah menjadi Trans7.

Pada 2006, Grup Para mulai terjun ke bisnis retail dengan mengakuisisi sejumlah franchise merek ternama di Indonesia, seperti Coffee Bean, Mahagaya Perdana, hingga membentuk Trans Lifestyle sebagai payung untuk bisnis retail.

Ekspansi dokter gigi yang jadi pengusaha ini juga terus berkembang. Dia mulai mengincar bisnis baru di pertambangan, energi, infrastruktur, hingga mengambil alih Carrefour Indonesia. Terakhir, Chairul memborong saham media online detik..com

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/r...-kantong-orang


=========================================
”Tangan emas” dibuktikannya saat mengambil alih kembali Bank Mega tahun 1996. Saat itu Bank Mega tengah sakit keras dengan saldo merah di Bank Indonesia mencapai Rp 90 miliar. Sebesar 90 persen di antaranya merupakan kredit macet. Hasilnya, tahun 2011 Bank Mega masuk jajaran 12 bank di Indonesia dengan aset Rp 62 triliun.

Stasiun televisi TransTV dan Trans7 dibawanya menjadi favorit masyarakat dengan program yang dikelola sendiri oleh para personelnya. Pusat hiburan masyarakat di Makassar dan Bandung, seperti Trans Studio, pun dalam waktu singkat menjadi kawasan idola masyarakat Indonesia.

Tidak heran, banyak perusahaan berskala lokal dan internasional menawarkan diri untuk dibidaninya. Salah satunya adalah saat dia mengakuisisi raksasa ritel Perancis, Carrefour. Chairul mengatakan, bukan dia yang memilih mengakuisisi, tetapi pihak Carrefour yang menawarkan kepadanya tahun 2010.

Selain terus membuka kesempatan kerja lewat berbagai unit usaha baru, Chairul Tanjung juga menggagas berbagai organisasi dan kegiatan amal, baik untuk warga miskin maupun korban bencana alam. Di antaranya lewat Chairul Tanjung Foundation, Rumah Anak Madani, Komite Kemanusiaan Indonesia, dan We Care Indonesia.

Luar biasa Taipan satu ini, dia melebarkan sayap kemana-mana.
dia punya Trans TV, Trans-7, Detikcom, Carrefour, Baskin Robin, Coffee Bean, Bank Mega, Beli saham Garuda Indonesia, de el el...luar biasa....

btw, beliau ini berak duit apa ya?? pake utang juga???







bisa jadi karena banyak "tekanan" yg ujung-ujungnya soal duit, ...
selain itu, bisa jadi pula semakin berat bersaing dengan alfamart, indomaret dan ritel-ritel kecil lain yang jemput bola dengan buka minimarket hingga level kampung, ...
gw cuman penasaran,
asset ama utangnya kalo ditimbang,
beratan aset atau utangnya ya?
waw careefour pindah??
benar benar berita heboh nih

saingannya sama hypermart

Quote:Original Posted By anarsakus
bisa jadi karena banyak "tekanan" yg ujung-ujungnya soal duit, ...
selain itu, bisa jadi pula semakin berat bersaing dengan alfamart, indomaret dan ritel-ritel kecil lain yang jemput bola dengan buka minimarket hingga level kampung, ...


gak saingan sama itu kalee, saingannya sama hero, giant, hypermart.
carpur sebenernya jd market leader d Indonesia, tapi d perancis rugi keknya deh.
Wuih, kalau berak duit trus ceboknya pake apaan gan ?
Quote:Original Posted By GayusTambunan.
gw cuman penasaran,
asset ama utangnya kalo ditimbang,
beratan aset atau utangnya ya?


11-12 ama bakrie lah.. penghasilan gedhe,biasanya hutangnya juga gedhe
gile ni orang duitny, waktu pertama kali denger detikcom di beli ama trans corp aja ane dah geleng - geleng kepala,dah kepikir mau jadi raja media.

gan

Quote:Original Posted By sakitati
waw careefour pindah??
benar benar berita heboh nih


bukan pindah keknya, tapi sahamnya d beli CT paling..jadi mungkin namanya ganti

buseet

Quote:Original Posted By GayusTambunan.
gw cuman penasaran,
asset ama utangnya kalo ditimbang,
beratan aset atau utangnya ya?


iyaa sihh....beli garuda jg kabarnya dr utang
Quote:Original Posted By GayusTambunan.
gw cuman penasaran,
asset ama utangnya kalo ditimbang,
beratan aset atau utangnya ya?


kalo yg satu ini sih ane percaya lebih banyak assetnya drpd utangnya.......

kalo yg satu itu tuh... baru ane ragu, doyannya ngutang mulu, usahanya ga jelas untung ato rugi....
hebat banget bang Chairul.bisnisnye dah merambah kemana-mana.hebbbat.
bikin transstudio di bandung kan duit ngutang 2triliun
Biasanya klo uda sukses sbg pebisnis gitu bakal nyari tantangan lain..

Mungkin CT bakal ikut parpol dan nyalon jadi presiden..?
Asal jangan kaya dagumen yg malah bawa mudharat daripada manfaat
carrefour terpuruk karena praktik curangnya yg memaksa supplier memberikan harga termurah utk memasarkan produknya d C4 dilarang pengadilan.

mgk dg gaya pelit kasih gaji khas CT akan menngeliatkan bisnis ritel C4 yg mati dimana-mana.
Quote:Original Posted By JungleKeeper
aduh gannnnnnnnnnn,, masih kalah si CT sama si HT (Hary Tanoe)

kalah gede, kalah hebat maen curang nya


kalo sama tommy winata, siapa yg menang gan diantara ketiganya?
ni orang kaya banget gan
tapi orang kaya biasanya kaya utang juga ya??
pacarain anaknya ah, anaknya cantik kan?
ya allah semoga CT jadi mertua ane ya allah.
2014 bakal jadi langkah awal memuluskan bisnisnya kah