- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
6 Efek Buruk Bila Kebanyakan Tidur


TS
ubudblending
6 Efek Buruk Bila Kebanyakan Tidur
Quote:
6 Efek Buruk Bila Kebanyakan Tidur
Kekurangan tidur tidak baik bagi kesehatan, karena dapat menurunkan kekebalan tubuh, memicu penuaan dini, dan mempersulit penurunan berat badan. Namun, tidur terlalu lama juga tak lebih baik, karena bisa menjadi penyebab munculnya berbagai masalah medis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan meningkatkan risiko kematian.
Berapa lama kita tidur sebenarnya sangat bervariasi, tergantung usia, kadar kesibukan, kondisi kesehatan secara umum, dan gaya hidup. Namun, tidur berlebihan tidak selalu dipicu karena kelainan tidur. Bisa juga karena orang tersebut habis minum alkohol, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Ketika sedang stres, misalnya, kita merasa butuh waktu lebih lama untuk tidur.
Tidur berlebihan juga dapat dikaitkan dengan rendahnya status sosioekonomi seseorang. Orang-orang dengan status sosioekonomi yang lebih rendah umumnya tidak mampu membayar dokter atau rumah sakit ketika sedang sakit, sehingga ada banyak penyakit yang tidak terdiagnosa, seperti penyakit jantung. Mereka lantas mencoba mengatasinya dengan tidur lebih lama.
Di luar itu, tentunya, ada juga orang yang memang gemar berlama-lama tidur.
Lalu, apa akibatnya bila kita terlalu lama tidur?
Sakit kepala
Jika Anda bukan termasuk orang yang biasa tidur lama, dan suatu saat Anda tidur lebih lama dari biasanya, pasti Anda akan bangun dalam keadaan kepala pusing. Para peneliti meyakini hal ini disebabkan kelebihan tidur memengaruhi neotransmitter tertentu pada otak, termasuk serotonin. Orang-orang yang tidur terlalu lama pada siang hari, dan mengacaukan jam tidurnya pada malam hari, biasanya juga akan merasa pusing saat bangun pagi.
Diabetes
Studi terhadap hampir 9.000 orang Amerika menunjukkan, orang yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam memiliki risiko diabetes 50 persen lebih besar daripada mereka yang tidur 7 jam per malam. Tapi, meningkatnya risiko ini juga terlihat pada orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per malam. Belum jelas apa kaitan antara tidur panjang dan diabetes, namun para peneliti mengatakan bahwa tidur berlebihan bisa menjadi pertanda masalah medis yang mendasar, yang meningkatkan kemungkinan diabetes.
Obesitas
Orang yang kekurangan tidur kerap disebut lebih mudah menaikkan berat badannya. Tetapi tidur terlalu lama pun bisa membuat bobot badan melonjak. Orang yang tidur selama 9 atau 10 jam setiap malam kemungkinannya untuk mengalami obesitas selama enam tahun adalah 21 persen lebih besar daripada mereka yang tidur 7 atau 8 jam saja. Bahkan, efek kelebihan tidur terhadap berat badan ini tetap sama meskipun Anda sudah mengatur asupan makanan dan berolahraga.
Depresi
Pengidap insomnia cenderung akan mengalami depresi berkepanjangan, karena tubuhnya mengalami kelelahan (ingat kasus Heath Ledger?). Namun, 15 persen orang yang depresi ternyata juga diketahui tidur terlalu lama. Hal ini mungkin saja membuat depresi semakin parah. Untuk memulihkan kondisinya, penderitanya harus kembali ke pola tidur yang normal. Dalam beberapa kasus, mengurangi waktu tidur bahkan menjadi perawatan efektif bagi pengidap depresi.
Penyakit jantung
Masalah ini lebih banyak terjadi pada wanita. Penelitian mendalam oleh The Nurses' Health Study terhadap 72.000 perempuan menunjukkan bahwa mereka yang tidur 9-11 jam per malam kemungkinan untuk mengalami penyakit jantung koroner 38 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidur 8 jam semalam. Sayang, para peneliti tidak memberikan alasannya.
Kematian
Hasil studi menunjukkan, orang-orang yang tidur 9 jam atau lebih semalam, memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi daripada orang yang tidur 7 atau 8 jam per malam. Memang tak ada penjelasan ilmiahnya, namun kemungkinan ada kaitannya dengan kebiasaan orang-orang dari status sosioekonomi yang lebih rendah tadi. Jika problem kesehatan yang mereka alami tidak ditangani secara medis, dan hanya diatasi dengan berlama-lama tidur, tidak mengherankan bisa mereka lebih cepat menghadapi kematian.
Quote:
6 Efek Buruk Bila Kekurangan Tidur
Lingkaran hitam pada mata, grogi, suara serak, dan mudah marah merupakan beberapa dampak dari waktu tidur yang minim. Hampir sebagian orang menganggap remeh masalah yang timbul akibat kurang tidur.
Faktanya, kurang tidur tidak hanya membuat lesu saat beraktivitas, tetapi juga dapat mengakibatkan penyakit berbahaya, bahkan kematian.
Berikut lima dampak negatif kurang tidur terhadap kesehatan, seperti dilansir Prevention.com.
Penyakit kardiovaskuler
Sebuah studi pada 2010 yang dipublikasikan jurnal Sleep,
peneliti menemukan partisipan yang tidur kurang dari tujuh jam semalam memiliki peningkatan risiko penyakit jantung. Bahkan, bagi wanita yang berusia di bawah 60 tahun dan tidur lima jam atau kurang dalam semalam memiliki risiko dua kali lipat mengalami penyakit jantung.
Peneliti asal Sekolah Kedokteran Universitas West Virginia itu mereview data dari 30.397 orang yang berpartisipasi dalam National Health Interview Study pada tahun 2005.
Diabetes
Menurut sebuah studi dalam jurnal Diabetes tahun 2011, Universitas Chicago dan Universitas Northwestern menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 yang kurang tidur di malam hari mengalami peningkatan kadar glukosa sembilan persen lebih tinggi. Bahkan, tingkat insulin meningkat menjadi 30 persen lebih tinggi, dan tingkat resistensi insulin 43 persen lebih tinggi.
Penderita diabetes dengan insomnia bahkan kondisinya lebih buruk, tingkat glukosanya bisa 23 persen lebih tinggi, tingkat insulinnya 48 persen lebih tinggi dan tingkat resistensi insulinnya 82 persen lebih tinggi daripada penderita diabetes yang tidak memiliki insomnia.
Kanker payudara
Peneliti di Pascasarjana Sekolah Kedokteran Universitas Tohoku di Sendai, Jepang telah mempelajari hampir 24.000 wanita berusia 40-79 tahun.
Peneliti menemukan bahwa wanita yang tidur kurang dari enam jam semalam memiliki risiko terserang kanker payudara 62 persen lebih tinggi, sementara yang tidur kurang dari sembilan jam semalam memiliki risiko 28 persen lebih rendah.
Kanker usus besar
Sebuah studi pada 1.240 orang yang dipublikasikan pada 2011, peneliti dari Universitas Case Western menemukan orang yang tidur kurang dari enam jam semalam 47 persen lebih berisiko memiliki polip kolorektal, yang bisa menjadi kanker, daripada orang-orang yang memiliki jam tidur setidaknya tujuh jam.
Kematian
Sebuah studi yang dilakukan selama 10 tahun pada sekitar 16.000 orang oleh peneliti di Universitas Kopenhagen menghubungkan antara kurang tidur dan risiko kematian. Ternyata para pria yang dilaporkan memiliki kebiasaan tidur yang buruk, terutama yang berusia di bawah 45 tahun, memiliki risiko kematian dua kali lipat daripada pria yang tidurnya baik.
Sementara pria yang memiliki gangguan tidur lebih dari tiga kali dalam semalam memiliki risiko bunuh diri lima kali lipat daripada pria yang tidurnya tidak terganggu.
kalo ada yang ber kenan, ane g nolak di timpuk pake






0
3.6K
Kutip
56
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan