Perang Yarmuk – Keberanian pejuang muslim yg tak kenal takut

Setelah nyimak, klik VOTE and kasih EXCELLENT yah biar dibaca agan yang lain, mumpung masih bulan puasa,jadi agan2 biar dapet pahalanya
Ane nerima sedekah yg seger2-nya gan..



Dalam sejarah perjuangan kaum muslimin menegakkan dan membela al haq (kebenaran), berjihad di jalan Allah, kita akan dapat menemukan kisah teladan mengenai itsar, sejarah yang begitu indah untuk dipelajari, merupakan suatu kenikmatan tersendiri jika diamalkan.



Ketika terjadi perang Yarmuk, perang yang terjadi antara kaum muslimin melawan pasukan Romawi (Bizantium), negara super power saat itu, tahun 13 H/ 634 M.

Pasukan Romawi dengan peralatan perang yang lengkap dan memiliki tentara yang sangat banyak jumlahnya dibandingkan pasukan kaum muslimin. Pasukan Romawi berjumlah sekitar 240.000 orang dan pasukan kaum muslimin berjumlah 45.000 orang menurut sumber islam atau 100.000–400.000 untuk pasukan romawi dan 24.000-40.000 pasukan muslim menurut sumber wikipedia

Dalam perang Yarmuk, pasukan Romawi memiliki tentara yang banyak, pengalaman perang yang mumpuni, peralatan perang yang lengkap, logistik lebih dari cukup, dapat dikalahkan oleh pasukan kaum muslimin, dengan izin Allah.

Ini adalah bukti yang nyata bahwa sesungguhnya kemenangan itu bersumber dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena dia menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen.

Pengangkatan Khalid bin Walid
Entah apa yang ada di benak Khalid bin Walid ketika Abu Bakar menunjuknya menjadi panglima pasukan sebanyak 46.000. Hanya ia dan Allah saja yang tahu kiranya. Khalid tak hentinya beristigfar. Ia sama sekali tidak gentar dengan peperangan yang akan ia hadapi. 240.000 tentara Bizantin. Ia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatan itu. Kaum muslimin tengah bersiap menyongsong Perang Yarmuk sebagai penegakan izzah Islam berikutnya.



Hampir semua tentara muslim gembira dengan penunjukkan itu. Selama ini memang Khalid bin Walid adalah seorang pemimpin di lapangan yang tepat. Abu Bakar pun tidk begitu saja menunjuk pejuang yang berjuluk Pedang Allah itu. Sejak kecil, Khalid dikenal sebagai seorang yang keras. Padahal ia dibesarkan dari sebuah keluarga yang kaya. Sejak usia dini, ia menceburkan dirinya ke dalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang. Konon, hanya Khalid bin Walid seorang yang pernah memorak-porandakan pasukan kaum muslimin, semasa ia masih belum memeluk Islam.

Strategi Perang Kaum Muslimin
Khalid bin Walid sekarang memutar otak. Bingung bukan buatan. Tentara Bizantin Romawi berkali-kali lipat banyaknya dengan jumlah pasukan kaum muslimin. Ditambah, pasukan Islam yang dipimpinya tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya. Ini berbeda dengan angkatan perang Romawi yang bersenjatakan lengkap dan baik, terlatih dan jumlahnya lebih banyak. Dan mereka akan berhadapan di dataran Yarmuk. Tentara Romawi yan hebat itu berkekuatan lebih dari 3 lakh serdadu bersenjata lengkap, diantaranya 80.000 orang diikat dengan rantai untuk mencegah kemungkinan mundurnya mereka. Tentara Muslim seluruhnya berjumlah 45.000 orang itu, sesuai dengan strategi Khalid, dipecah menjadi 40 kontingen untuk memberi kesan seolah-olah mereka lebih besar daripada musuh.



Strategi Khalid ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab Utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian, depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Heraclus sebagai ketua tentara Romawi telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain. Ini dilakukan agar mereka jangan sampai lari dari peperangan. Romawi juga menggunakan taktik dan strategi tetsudo (kura-kura). Jenis tentara Rom dikenal sebagai ‘legions’, yang satu bagiannya terdapat 3000-6000 laskar berjalan kaki dan 100-200 laskar berkuda. Ditambah dengan dan ‘tentara bergajah’. Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu.



Jalannya Peperangan
Panglima Romawi, Gregorius Theodore -orang-orang Arab menyebutnya “Jirri Tudur”– ingin menghindari jatuhnya banyak korban. Ia menantang Khalid untuk berduel. Dalam pertempuran dua orang itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Ia ganti mengambil pedang besar. Ketika berancang-ancang perang lagi, Gregorius bertanya pada Khalid tentang motivasinya berperang serta tentang Islam.



Mendengar jawaban Khalid, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius menyatakan diri masuk Islam. Ia lalu belajar Islam sekilas, sempat menunaikan salat dua rakaat, lalu bertempur di samping Khalid. Gregorius syahid di tangan bekas pasukannya sendiri. Namun pasukan Islam mencatat kemenangan besar di Yarmuk, meskipun sejumlah sahabat meninggal di sana. Di antaranya adalah Juwariah, putri Abu Sofyan.

Pada perang Yarmuk, Az-Zubair bertarung dengan pasukan Romawi, namun pada saat tentara muslim bercerai berai, beliau berteriak : “Allahu Akbar” kemudian beliau menerobos ke tengah pasukan musuh sambil mengibaskan pedangnya ke kiri dan ke kanan, anaknya Urwah pernah berkata tentangnya : “Az-Zubair memiliki tiga kali pukulan dengan pedangnya, saya pernah memasukkan jari saya didalamnya, dua diantaranya saat perang badar, dan satunya lagi saat perang Yarmuk.

Salah seorang sahabatnya pernah bercerita : “Saya pernah bersama Az-Zubair bin Al-’Awwam dalam hidupnya dan saya melihat dalam tubuhnya ada sesuatu, saya berkata kepadanya : demi Allah saya tidak pernah melihat badan seorangpun seperti tubuhmu, dia berkata kepada saya : demi Allah tidak ada luka dalam tubuh ini kecuali ikut berperang bersama Rasulullah saw dan dijalan Allah. Dan diceritakan tentangnya : sesungguhnya tidak ada gubernur/pemimpin, penjaga dan keluar sesuatu apapun kecuali dalam mengikuti perang bersama Nabi saw, atau Abu Bakar, Umar atau Utsman.

Hari ke-4, Hari Hilangnya Mata
Peristiwa ini terjadi pada hari keempat perang Yarmuk, dimana dari sumber ini dikabarkan 700 orang dari pasukan Muslim kehilangan matanya karena hujan panah dari tentara Romawi. Dan hari itu merupakan hari peperangan terburuk bagi pasukan Muslimin.

Perang Yarmuk – Keberanian pejuang muslim yg tak kenal takut

Hari ke-6, Terbunuhnya Gregory, Komandan Pasukan Romawi
Hari keenam dari perang Yarmuk fajar benderang dan jernih. Itu adalah minggu ke empat Agustus 636 (minggu ketiga Rajab, 15 H). Kesunyian pagi hari tidak menunjukkan pertanda akan bencana yang akan terjadi berikutnya. Pasukan muslim saat itu merasa lebih segar, dan mengetahui niat komandan mereka untuk menyerang dan sesuatu di dalam rencananya, tak sabar untuk segera berperang. Harapan-harapan pada hari itu menenggelamkan semua kenangan buruk pada ’Hari Hilangnya Mata’. Di hadapan mereka berbaris pasukan Romawi yang gelisah – tidak terlalu berharap namun tetap berkeinginan untuk melawan dalam diri mereka.

Seiring dengan naiknya matahari di langit yang masih samar di Jabalud Druz, Gregory, komandan pasukan yang dirantai, mengendarai kudanya maju ke depan di tengah-tengah pasukan Romawi. Dia datang dengan misi untuk membunuh komandan pasukan Muslimin dengan harapan hal itu akan memberikan efek menyurutkan semangat pimpinan kesatuan dan barisan kaum Muslimin. Ketika ia mendekati ke tengah-tengah pasukan Muslimin, dia berteriak menantang (untuk berduel) dan berkata, ”Tidak seorang pun kecuali Komandan bangsa Arab!

Abu Ubaidah seketika bersiap-siap untuk menghadapinya. Khalid dan yang lainnya mencoba untuk menahannya, karena Gregory memiliki reputasi sebagai lawan tanding sangat kuat, dan meang terlihat seperti itu. Semuanya merasa bahwa akan lebih baik apabila Khalid yang keluar menjawab tantangan itu, namum Abu Ubaidah tidak bergeming. Ia berkata kepada Khalid, ”Jika aku tidak kembali, engkau harus memimpin pasukan, sampai Khalifah memutuskan perkaranya.”

Kedua komandan berhadap-hadapan di atas punggung kudanya masing-masing, mengeluarkan pedangnya dan mulai berduel. Keduanya adalah pemain pedang yang tangguh dan memberikan penonton pertunjukkan yang mendebarkan dari permainan pedang dengan tebasan, tangkisan dan tikaman. Pasukan Romawi dan Muslim menahan nafas. Kemudian setelah berperang beberapa menit, Gregory mundur dari lawannya, membalikkan kudanya dan mulai menderapkan kudanya. Teriakan kegembiraan terdengar dari pasukan Muslimin atas apa yang terlihat sebagai kekalahan sang prajurit Romawi, namun tidak ada reaksi serupa dari Abu Ubaidah. Dengan mata yang tetap tertuju pada prajurit Romawi yang mundur itu, ia menghela kudanya maju mengikutinya.

Gregory belum beranjak beberapa ratus langkah ketika Abu Ubaidah menyusulnya. Gregory, yang sengaja mengatur langkah kudanya agar Abu Ubaidah menyusulnya, berbalik dengan cepat dan mengangkat pedangnya untuk menyerang Abu Ubaidah. Kemundurannya dari medan pertempuran adalah tipuan untuk membuat lawannya lengah. Namun Abu Ubaidah bukanlah orang baru, dia lebih tahu mengenai permainan pedang dari yang pernah dipelajari Gregory. Orang Romawi itu mengangkat pedangnya, namun hanya sejauh itu yang dapat dilakukannya. Ia ditebas tepat pada batang lehernya oleh Abu Ubaidah, dan pedangnya jatuh dari tangannya ketika dia rubuh ke tanah. Untuk beberapa saat Abu Ubaidah duduk diam di atas kudanya, takjub pada tubuh besar jendral Romawi tersebut. Kemudian demgan meninggalkan perisai dan senjata yang berhiaskan permata orang Romawi itu, yang diabaikannya karena kebiasaannya tidak memandang berharga harta dunia, prajurit yang shalih itu kemudian kembali kepada pasukan Muslimin.


Kepahlawanan Asma binti Yazid bin As-Sakan
Keinginannya untuk terjun ke medan jihad baru terwujud setelah Rasul saw wafat, yaitu ketika terjadi perang Yarmuk pada tahun ke-13 Hijriyyah. Dalam perang besar (Yarmuk) itu Asma binti Yazid bersama kaum mukminah lainnya berada di barisan belakang laki-laki. Semuanya berusaha mengerahkan segenap kekuatannya untuk mensuplai persenjataan pasukan laki-laki. Memberi minum kepada mereka, mengurus mereka yang terluka, dan mengobarkan semangat jihad mereka. Ketika peperangan berkecamuk dengan begitu serunya, ia berjuang sekuat tenaganya. Akan tetapi, dia tidak menemukan senjata apapun, selain tiang penyangga tendanya. Dengan bersenjatakan tiang itulah, dia menyusup ke tengah-tengah medan tempur dan menyerang musuh yang ada di kanan dan kirinya, sampai akhirnya dia berhasil membunuh sembilan orang tentara Romawi.

Dalam bagian lain beliau berkata: “Para wanita menghadang mujahidin yang lari dari berkecamuknya perang dan memukul mereka dengan kayu dan melempari mereka dengan batu.” Adapun Khaulah binti Tsa`labah berkata: “Wahai kalian yang lari dari wanita yang bertakwa .Tidak akan kalian lihat tawanan.Tidak pula perlindungan.Tidak juga keridhaan”

Beliau juga berkata dalam bagian lain: “Pada hari itu kaum muslimah berperang dan berhasil membunuh banyak tentara Romawi, akan tetapi mereka memukul kaum muslimin yang lari dari kancah peperangan hingga mereka kembali untuk berperang”.

Hal ini sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar,
”Dia adalah asma binti Yazid bin As-Sakan yang ikut terjun dalam perang Yarmuk. Pada hari itu dia berhasil membunuh sembilan orang tentara Romawi dengan menggunakan tiang tendanya. Setelah perang Yarmuk ia masih hidup dalam waktu yang cukup lama. Asma keluar dari medan pertempuran dengan luka parah sebagaimana juga banyak dialami pasukan kaum muslimin. Akan tetapi, Allah berkehendak ia tetap hidup dalam waktu yang cukup lama. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada Asma binti Yazidd bin As-Sakan dan memuliakan tempatnya di sisi-Nya atas berbagai Hadits yang diriwayatkannya dan atas segala pengorbanannya.

Akan tetapi manakala berkecamuknya perang, manakala suasana panas membara dan mata menjadi merah, ketika itu Asma` lupa bahwa dirinya adalah seorang wanita. Beliau hanya ingat bahwa dirinya adalah muslimah, mukminah dan mampu berjihad dengan mencurahkan dengan segenap kemampuan dan kesungguhannya. Hanya beliau tidak mendapatkan apa-apa yang di depannya melainkan sebatang tiang kemah, maka beliau membawanya dan berbaur dengan barisan kaum muslimin. Beliau memukul musuh-musuh Allah ke kanan ke kiri hingga dapat membunuh sembilan orang tentara Romawi, sebagaimana yang dikisahkan oleh Imam Ibnu Hajar tentang beliau: “Dialah Asma` binti Yazid bin Sakan yang menyertai perang Yarmuk, ketika itu beliau membunuh sembilan tentara Romawi dengan tiang kemah, kemudian beliau masih hidup selama beberapa tahun setelah peperangan tersebut.

Asma` keluar dari peperangan dengan membawa luka di punggungnya dan Allah menghendaki beliau masih hidup setelah itu selama 17 tahun karena beliau wafat pada akhir tahun 30 Hijriyah setelah menyuguhkan kebaikan kepada umat.

Dia telah berbuat sesuatu agar dijadikannya contoh bagi wanita muslimah lainnya, yaitu kerelaan dan tekadnya yang kuat untuk membela dan mempertahankan agama Allah dan mengangkat panji Islam sampai agama Allah tegak di muka bumi.

Perang Yarmuk – Keberanian pejuang muslim yg tak kenal takut

Kisah Rela Berkorban untuk Saudara Seiman
Setelah perang selesai dan dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin, di medan Yarmuk tergeletak beberapa pejuang Islam, sahabat Rasulullah saw dengan badan penuh luka. Mereka adalah Ikrimah bin Abi Jahal, disekujur tubuhnya tidak kurang ada 70 luka, Al Harits bin Hisyam (paman Ikrimah) dan Ayyasy bin Abi Rabi’ah, dalam riwayat lain Suhail bin ‘Amru.

Saat ketiganya sedang letih, lemah, dan kehausan serta dalam keadaan kritis, datanglah seorang yang mau memberikan air kepada salah seorang diantara mereka yang sedang kepayahan.

Ketika air akan diberikan kepada Al Harits dan hendak diminumnya, dia melihat Ikrimah yang sedang kehausan dan sangat membutuhkan, maka dia berkata, “Bawa air ini kepadanya !”.

Air beralih ke Ikrimah putra Abu Jahal, ketika dia hendak meneguknya, dilihatnya Ayyasy menatapnya dengan pandangan ingin minum, maka dia berkata, “Berikan ini kepadanya !”.

Air beralih lagi kepada Ayyasy, belum sempat air diminum, dia sudah keburu syahid. Maka orang yang membawa air bergegas kembali kepada kedua orang yang membutuhkan air minum, akan tetapi ketika ditemui keduanya juga sudah syahid.

Dalam riwayat yang lain pula ditambahkan: “Sebenarnya Ikrimah bermaksud untuk meminum air tersebut, akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya, ia melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula, maka Ikrimah berkata: “Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia lebih memerlukannya daripadaku.” Suhail pula melihat kepada Haris, begitu juga Haris melihat kepadanya. Akhirnya Suhail berkata: “Berikanlah air minum ini kepada siapa saja, barangkali sahabat-sahabatku itu lebih memerlukannya daripadaku.” Begitulah keadaan mereka, sehingga air tersebut tidak seorangpun di antara mereka yang dapat meminumnya, sehingga mati syahid semuanya. Semoga Allah melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada mereka bertiga.

Gugurnya Ikrimah bin Abu Jahal
Yarmuk, salah satu daerah di negeri Syam menceritakan bagaimana singa-singa Allah Subhanahu wa Ta’ala menerkam musuh-musuh mereka. Kekuatan dan perlengkapan musuh yang begitu dahsyat, ternyata tidak meluluhkan tekad mereka; menang atau mati syahid.

Ketika ‘Ikrimah sudah bersiap menembus pasukan musuh, Khalid bin Al-Walid saudara sepupunya berkata: “Jangan lakukan. Kematianmu sangat merugikan kaum muslimin.” Kata ‘Ikrimah: “Biarlah, hai Khalid, karena kau telah pernah ikut bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apalagi ayahku sangat hebat memusuhi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

‘Ikrimah menerobos ke tengah-tengah pasukan musuh yang berjumlah puluhan ribu orang bersama beberapa ratus prajurit muslim lainnya.

Diceritakan, bahwa dia pernah berkata ketika perang Yarmuk: “Aku dahulu memerangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di setiap medan pertempuran. Hari ini, apakah aku akan lari dari kalian (yakni pasukan lawan, red.)?” Lalu dia berseru: “Siapa yang mau berbai’at untuk mati?” Maka berbai’atlah Al-Harits bin Hisyam, Dhirar bin Al-Azwar bersama empat ratus prajurit muslim lainnya.

Mereka pun maju menggempur musuh di depan kemah Khalid sampai satu demi satu mereka jatuh berguguran sebagai kembang syuhada.

Kata Az-Zuhri: “Waktu itu, ‘Ikrimah adalah orang yang paling hebat ujiannya. Luka sudah memenuhi wajah dan dadanya sampai ada yang mengatakan kepadanya: ‘Bertakwalah engkau kepada Allah, kasihanilah dirimu’.”

Tapi ‘Ikrimah menukas: “Dahulu aku berjihad dengan diriku demi Latta dan ‘Uzza, bahkan aku serahkan jiwaku untuk mereka. Lantas, sekarang, apakah harus aku biarkan jiwaku ini tetap utuh karena (membela) Allah dan Rasul-Nya? Tidak. Demi Allah, selamanya tidak.”

Maka, hal itu tidaklah menambahi apapun selain beliau semakin berani menyerang hingga gugur sebagai syahid. Pada waktu Ikrimah gugur, ternyata di tubuhnya terdapat lebih kurang tujuh puluh luka bekas tikaman pedang, tombak dan anak panah. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai ‘Ikrimah.

Setelah Peperangan
Umar kemudian memecat Khalid, dan mengangkat Abu Ubaidah sebagai Panglima Besar pengganti. Umar khawatir, umat Islam akan sangat mendewakan Khalid. Hal demikian bertentangan prinsip Islam. Khalid ikhlas menerima keputusan itu. “saya berjihad bukan karena Umar,” katanya. Ia terus membantu Abu Ubaidah di medan tempur. Kota Damaskus berhasil dikuasai. Dengan menggunakan “tangga manusia”, pasukan Khalid berhasil menembus benteng Aleppo. Kaisar Heraklius dengan sedih terpaksa mundur ke Konstantinopel, meninggalkan seluruh wilayah Syria yang telah lima abad dikuasai Romawi.

Penguasa Yerusalem juga menyerah. Namun mereka hanya akan menyerahkan kota itu pada pemimpin tertinggi Islam. Maka Umar pun berangkat ke Yerusalem. Ia menolak dikawal pasukan. Jadilah pemandangan ganjil itu. Pemuka Yerusalem menyambut dengan upacara kebesaran. Pasukan Islam juga tampil mentereng. Setelah menaklukkan Syria, mereka kini hidup makmur.Lalu Umar dengan bajunya yang sangat sederhana datang menunggang unta merah. Ia hanya disertai seorang pembantu. Mereka membawa sendiri kantung makanan serta air.

Kesederhanaan Umar itu mengundang simpati orang-orang non Muslim. Apalagi kaum GerejaSyria dan Gereja Kopti-Mesir memang mengharap kedatangan Islam. Semasa kekuasaan Romawi mereka tertindas, karena yang diakui kerajaan hanya Gereja Yunani. Ketika ditawari bersembahyang di gereja Kebaktian, Umar menolaknya dengan mengatakan: “Kalau saya berbuat demikian, kaum Muslimin di masa depan akan melanggar perjanjian ini dengan alasan mengikuti contoh saya.” Syarat-syarat perdamaian yang adil ditawarkan kepada orang Kristen. Sedangkan kepada orang-orang Yahudi, yang membantu orang Muslimin, hak milik mereka dikembalikan tanpa harus membayar pajak apa pun.

Maka, Islam segera menyebar dengan cepat ke arah Memphis (Kairo), Iskandaria hingga Tripoli, di bawah komandoAmr bin Ash dan Zubair, menantu Abu Bakar.

Battle of Yarmuk, 636


Sumber :
wikipedia, situs khayla.net, situs suaramedia.com,
http://alfanarku.wordpress.com,
www.asysyariah.com, http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Yarmouk
Gan, kalau cerita2 hikmah islam ini sumber sejarah tertulisnya dari mana ya gan? Apakah sumber lisan, atau ada catatan orang di masa itu yang masih lestari? (dokumentasi). Ane selalu penasaran yang beginian.
Quote:Original Posted By palingwaras
Gan, kalau cerita2 hikmah islam ini sumber sejarah tertulisnya dari mana ya gan? Apakah sumber lisan, atau ada catatan orang di masa itu yang masih lestari? (dokumentasi). Ane selalu penasaran yang beginian.


Kalau ga salah ada buku-buku sejarah yang biasanya ditulis pada zaman sesudah kejadian (mungkin berdasarkan catatan sezaman atau narasi). Misalnya Kitab Tarikh al-Maghazi (Kitab Tarikh Perang) karya al-Waqidi (130-207 H; 748-822 M) yang mencatat perang pada zaman Nabi Muhammad, dan Futuh al-Syam (Penaklukan Syam) karya al-Waqidi juga yang menceritakan ekspedisi Muslim ke Syam.

Pertempuran Yarmuk sendiri tercatat oleh sumber non-Muslim.
http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_...rimary_sources
Kalo yg ane baca dari Wikipedia, perang Yarmuk ini ga diharapkan terjadi ama Romawi ya gan.

Rencana awalnya, mereka mo nyerang satu-persatu pasukan2 Muslim yg berpencar di seluruh Syria, demi ngehindarin "pitch battle" (ketangguhan pasukan Muslim udah lumayan ditakuti Romawi waktu itu, karena bisa ngalahin pasukan Persia dan Romawi di beberapa pertempuran).

Tapi akhirnya, rencana Romawi ini berhasil diketahui oleh mata2 Khalid ibn Walid. Khalid kemudian ngabarin Abu Ubaidah buat ngegabungin pasukan. Pasukan Romawi, sekalipun tetep berjumlah lebih banyak, jatoh moralnya karena pertempuran ga berjalan sesuai rencana.

Pasukan Muslim menghadang pasukan Romawi di mata air Yarmuk ('Ain Yarmuk). Dan terjadilah pertempuran tanah lapang yg luas. Infantri berat Romawi yg lamban jadi bulan2an pasukan kavaleri ringan Khalid (Mutaharrik Tulai'a).


Sekilas jalan ceritanya mirip ama Pertempuran Hittin pas era Perang Salib.
Tentara "Romawi" di Yarmuk sendiri bersifat multinasional. Sebagian besarnya orang Arab Kristen (Banu Ghassan, sekutu Byzantium) dan orang Armenia. Panglima tertinggi Byzantium di Yarmuk bernama Mahan atau Wahan, orang Armenia. Di dalam laskar Byzantium juga ada orang-orang Rusia dan Slav. Dan pastinya jenderal-jenderalnya orang Yunani Byzantium. Malah bisa jadi tidak ada orang Roma asli di Yarmuk

Satu buku yang cukup baik menceritakan laga Yarmuk adalah Khalid, Sword of Allah karya Letjen A.I. Akram. InsyaAllah beberapa bulan lagi akan terbit satu buku yang khusus membahas Yarmuk.
sesudah membaca di atas, ane merasa merinding dengan kejayaan islam. jadi pengen beli bukunya ni
”Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” (Al Hadis)



Salah satu cerita perang yang paling saya suka.



“Kerajaan Persia akan hancur, dan takkan ada lagi Raja Persia setelahnya. Kekaisaran Romawi juga akan hancur, dan tak ada lagi Kaisar Romawi setelahnya. Kalian akan membagi harta simpanan mereka di jalan Allah. Karena itu, perang adalah tipu daya.”

(HR Bukhari dan Muslim)
Quote:Original Posted By palingwaras
Gan, kalau cerita2 hikmah islam ini sumber sejarah tertulisnya dari mana ya gan? Apakah sumber lisan, atau ada catatan orang di masa itu yang masih lestari? (dokumentasi). Ane selalu penasaran yang beginian.

Salah satunya ini gan.... mungkin buku ini yg dimaksud sm agan InRealLife.....
Sekitar tahun 1969 muncul sebuah buku tentang Khalid bin Walid yang telah menggemparkan dunia baik dari kalangan militer atau aktivis Islam karena buku tersebut telah membuka cakrawala perjuangan Khalid bin Walid selama hidupnya, buku tersebut telah diterjemahkan dari bahasa Arab ke Inggris dengan judul “The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleed, His Life and Campaigns” ditulis oleh mantan Letnan Jendral tentara Pakistan yang bernama A.I Akram. Buku ini dipublikasikan oleh Army Education Press, Rawalpindi, Pakistan dan dicetak oleh Feroze Sons Publishers di Lahore, Pakistan.
Buku ini juga dilengkapi dengan referensi sejarah salaf yang lengkap seperti sirah Ibnu Hisyam karya Ibnu Hisyam, Maghazi Rasulullah karya al-Waqidi, Tabaqat-ul-Kubara karya Ibnu Sa’ad, Tareekh-ul-Yaqubi karya al-Ya’qubi, Futuh-ul-Buldan karya al-Baladhuri, A’laq-un-Nafeesa karya Ibn Rusta, Al Aghani karya Isfahani dan buku sejarah yang ditulis oleh orang Barat seperti Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon dan The Middel Euphrates karya Alois Musil.
Tentang awal penulisan buku
Buku ini ditulis bermula ketika Letjen A.I Akram menjadi kepala instruktur sebuah pelatihan militer dan mengisi materi tentang Military History, selanjutnya timbul kebingungan dalam dirinya kenapa belum ada satu research dan penelitian komprehensif tentang tempat-tempat yang menjadi arena peperangan dan deskripsi yang detil tentang pejuang-pejuang Islam?.
Kemudian mulai tahun 1964 ia menyiapkan referensi-referensi yang dibutuhkan, hal paling sulit yang ia dapatkan adalah menentukan tempat secara akurat yang tempat-tempat itu bisa jadi berubah karena perkembangan zaman.
Lalu ia menemukan dua kitab yang cukup jelas mendeskripsikan tempat-tempat berperangnya pasukan Islam yaitu kitab Tareekh-ul-Yaqubi karya al-Ya’qubi dan A’laq-un-Nafeesa karya Ibn Rusta. Tidak hanya itu saja, untuk melengkapi studinya, pada bulan agustus 1968 ia mulai berhenti dari jabatan militenya dan serius untuk menyiapkan bukunya itu, semua tempat yang menjadi lokasi peperangan Khalid bin Walid ia kunjungi. Di Syiria ia mengunjungi Damaskus, Emessa, Tadmur, Aleppo dan Yarmuk. Di Yordan ia mengunjungi Fahl dan Mutah kunjungannya di Yordan selesai pada bulan 21 september 1968. lalu ia pergi ke Iraq, disana ia mengunjugi Baghdad dan beberapa lokasi peperangan Khalid bin Walid seperti Ainut Tamr, Basra dan Mazar, kunjungannya ini berakhir pada tanggal 8 oktober 1968. Kemudian ia pergi ke Kuwait dan mengunjungi Kazima, salah satu tempat peperangan antara Khalid dan Persia. Dan terakhir ia pergi ke Makkah dan Madinah, setelah melaksanakan Umrah ia pergi ke Uhud dan Badar, perjalanan jendral Akram berkahir pada tanggal 11 Maret 1969 selanjutnya ia kembali ke Pakistan.
Sekilas isi buku
Buku ini terdiri dari 37 bab, bab pertama dan kedua berkisah tentang masa kecil Khalid dan ketika khalid masuk Islam. Mulai bab ke tiga sampai yang terakhir adalah kisah keberanian dan strategi Khalid yang jitu, dari sejarah perang Uhud sampai masa Umar ketika Khalid diturunkan jabatannta sebagai komanadan atas perintah Umar bin Khatab dan digantikan Abu Ubaidah.
Buku ini sangat menarik untuk dibaca oleh kalangan militer untuk menambah ilmu kemiliteran, terlebih lagi buku ini ditulis oleh seorang Lentan Jendral yang beragama Islam, dan juga untuk para aktivis Islam agar mengetahui sejarah emas umat Islam dahulu dan agar mereka bisa menjadi penerus Khalid bin Walid.
Untuk mendapatkan buku ini sangat sulit disebabkan buku ini pernah ditarik dari peredaran pada masa Gamal Abdul Nasher gara-gara banyak aktivis dan mujahidin yang terpengaruh dengan isi buku ini. Dan sekarang juga telah dirilis film tentang kehidupan Khalid bin Walid yang di sutradarai oleh Muhammad Aziziyah, film ini berisi 30 video dengan durasi tiap videonya sekitar 40 menit.
kalo banyak perang ane gan
aduhh gan itu gambar pertama tentara ottoman

itu lukisan sipahi ottoman yg sedang menahan bendera dari pasukan 'winged hussar'nya polandia-lithuania di abad 16
Quote:Original Posted By dhenbagoez
Salah satunya ini gan.... mungkin buku ini yg dimaksud sm agan InRealLife.....
Sekitar tahun 1969 muncul sebuah buku tentang Khalid bin Walid yang telah menggemparkan dunia baik dari kalangan militer atau aktivis Islam karena buku tersebut telah membuka cakrawala perjuangan Khalid bin Walid selama hidupnya, buku tersebut telah diterjemahkan dari bahasa Arab ke Inggris dengan judul “The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleed, His Life and Campaigns” ditulis oleh mantan Letnan Jendral tentara Pakistan yang bernama A.I Akram. Buku ini dipublikasikan oleh Army Education Press, Rawalpindi, Pakistan dan dicetak oleh Feroze Sons Publishers di Lahore, Pakistan.
Buku ini juga dilengkapi dengan referensi sejarah salaf yang lengkap seperti sirah Ibnu Hisyam karya Ibnu Hisyam, Maghazi Rasulullah karya al-Waqidi, Tabaqat-ul-Kubara karya Ibnu Sa’ad, Tareekh-ul-Yaqubi karya al-Ya’qubi, Futuh-ul-Buldan karya al-Baladhuri, A’laq-un-Nafeesa karya Ibn Rusta, Al Aghani karya Isfahani dan buku sejarah yang ditulis oleh orang Barat seperti Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon dan The Middel Euphrates karya Alois Musil.
Tentang awal penulisan buku
Buku ini ditulis bermula ketika Letjen A.I Akram menjadi kepala instruktur sebuah pelatihan militer dan mengisi materi tentang Military History, selanjutnya timbul kebingungan dalam dirinya kenapa belum ada satu research dan penelitian komprehensif tentang tempat-tempat yang menjadi arena peperangan dan deskripsi yang detil tentang pejuang-pejuang Islam?.
Kemudian mulai tahun 1964 ia menyiapkan referensi-referensi yang dibutuhkan, hal paling sulit yang ia dapatkan adalah menentukan tempat secara akurat yang tempat-tempat itu bisa jadi berubah karena perkembangan zaman.
Lalu ia menemukan dua kitab yang cukup jelas mendeskripsikan tempat-tempat berperangnya pasukan Islam yaitu kitab Tareekh-ul-Yaqubi karya al-Ya’qubi dan A’laq-un-Nafeesa karya Ibn Rusta. Tidak hanya itu saja, untuk melengkapi studinya, pada bulan agustus 1968 ia mulai berhenti dari jabatan militenya dan serius untuk menyiapkan bukunya itu, semua tempat yang menjadi lokasi peperangan Khalid bin Walid ia kunjungi. Di Syiria ia mengunjungi Damaskus, Emessa, Tadmur, Aleppo dan Yarmuk. Di Yordan ia mengunjungi Fahl dan Mutah kunjungannya di Yordan selesai pada bulan 21 september 1968. lalu ia pergi ke Iraq, disana ia mengunjugi Baghdad dan beberapa lokasi peperangan Khalid bin Walid seperti Ainut Tamr, Basra dan Mazar, kunjungannya ini berakhir pada tanggal 8 oktober 1968. Kemudian ia pergi ke Kuwait dan mengunjungi Kazima, salah satu tempat peperangan antara Khalid dan Persia. Dan terakhir ia pergi ke Makkah dan Madinah, setelah melaksanakan Umrah ia pergi ke Uhud dan Badar, perjalanan jendral Akram berkahir pada tanggal 11 Maret 1969 selanjutnya ia kembali ke Pakistan.
Sekilas isi buku
Buku ini terdiri dari 37 bab, bab pertama dan kedua berkisah tentang masa kecil Khalid dan ketika khalid masuk Islam. Mulai bab ke tiga sampai yang terakhir adalah kisah keberanian dan strategi Khalid yang jitu, dari sejarah perang Uhud sampai masa Umar ketika Khalid diturunkan jabatannta sebagai komanadan atas perintah Umar bin Khatab dan digantikan Abu Ubaidah.
Buku ini sangat menarik untuk dibaca oleh kalangan militer untuk menambah ilmu kemiliteran, terlebih lagi buku ini ditulis oleh seorang Lentan Jendral yang beragama Islam, dan juga untuk para aktivis Islam agar mengetahui sejarah emas umat Islam dahulu dan agar mereka bisa menjadi penerus Khalid bin Walid.
Untuk mendapatkan buku ini sangat sulit disebabkan buku ini pernah ditarik dari peredaran pada masa Gamal Abdul Nasher gara-gara banyak aktivis dan mujahidin yang terpengaruh dengan isi buku ini. Dan sekarang juga telah dirilis film tentang kehidupan Khalid bin Walid yang di sutradarai oleh Muhammad Aziziyah, film ini berisi 30 video dengan durasi tiap videonya sekitar 40 menit.


Sudah baca bukunya.
Yang bikin gw terpesona adalah, dia sendiri yang menapaki hampir semua medan yang pernah dilewati si Khalid.

Gw tidak pernah tertarik dengan agamanya, gw cuma tertarik dengan caranya si Khalid hidup.
dari sumber-sumbernya, hampir semua kalangan sepakat, baik dari barat maupun Islam itu sendiri.

Sekali lagi, gw tidak pernah tertarik dengan agamanya. Membaca sejarahnya, seperti cerita fiksi, bahkan lebih dongeng dari cerita fiksi.
Tapi sumber sejarah tidak pernah bohong.

Ada gitu, manusia yang tidak pernah kalah dalam perang, bahkan 1 kalipun, tapi mati di kasur. (sekali lagi, seperti dongeng, tapi sayang sumber sejarah mengatakan sebaliknya).

Perang Yarmuk

Spoiler for Gambar Perang Yarmuk:


ini gan gambar perang yarmuk yang mendekati gambaran sebenarnya...
banyak film ataupun gambaran yang menggambarkan bagaimana tampilan pasukan Romawi Bizantium (Romawi yang menguasai Syam) ... di samakan dengan tampilan pasukan Romawi Italia... padahal Pasukan Romawi Bizantium dan Romawi Italia itu berbeda ..
Duh, rada2 butthurt dengan judul2 kek gini

Quote:Original Posted By InRealLife
Tentara "Romawi" di Yarmuk sendiri bersifat multinasional. Sebagian besarnya orang Arab Kristen (Banu Ghassan, sekutu Byzantium) dan orang Armenia. Panglima tertinggi Byzantium di Yarmuk bernama Mahan atau Wahan, orang Armenia. Di dalam laskar Byzantium juga ada orang-orang Rusia dan Slav. Dan pastinya jenderal-jenderalnya orang Yunani Byzantium. Malah bisa jadi tidak ada orang Roma asli di Yarmuk

Satu buku yang cukup baik menceritakan laga Yarmuk adalah Khalid, Sword of Allah karya Letjen A.I. Akram. InsyaAllah beberapa bulan lagi akan terbit satu buku yang khusus membahas Yarmuk.


Udah bukan lagi konsep Legion & Auxilary yagh?
dalam perang, juga terjadi perang Emosional dan mental

ketika kedua pasukan berhadapan sempat terjadi percakapan antara Kaum Muslimin dan Romawi.

Rom : wahai kaum muslimin, apa yang kalian inginkan. Emas atau apa..?
KM : Tidak, yang kami inginkan adalah Darah orang Romawi, kami dengar darah kalian itu manis.

Buset.. langsung jiper tuh balatentara romawi dengernya..

Kemenangan itu bukan berasal dari Jumlah pasukan atau kekuatan yg mereka miliki. Tapi dari Keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
salah seorang sahabat itu berbadan cungkring, kurus kering. Tp ia dapan menahan dan melawan hentakan pedang pasukan romawi.
perang atas nama keimanan dan agama itu omong-kosong gan, intinya strategi kepentingan politik yang sarat refleksi dari altruisme, demi A demi B demi C dan dipropagandakan dengan manis kepada generasi berikutnya...
Khalid bin Walid adalah Panglima Perang paling cemerlang dalam sejarah awal Islam.

bahkan dia lah yg mengalahkan pasukan Madinah pada Perang Uhud (sebelum perjanjian Hudaybiyah).

setelah perang Yarmuk, penaklukan Levant menjadi sangat mudah bagi Khalifurashidin.
Quote:Original Posted By n'DhiK
perang atas nama keimanan dan agama itu omong-kosong gan, intinya strategi kepentingan politik yang sarat refleksi dari altruisme, demi A demi B demi C dan dipropagandakan dengan manis kepada generasi berikutnya...



tp kenyataannya berkata lain...

Quote:Original Posted By topx666
Khalid bin Walid adalah Panglima Perang paling cemerlang dalam sejarah awal Islam.

bahkan dia lah yg mengalahkan pasukan Madinah pada Perang Uhud (sebelum perjanjian Hudaybiyah).

setelah perang Yarmuk, penaklukan Levant menjadi sangat mudah bagi Khalifurashidin.


Yah... cerdik sekali itu Khalid bin Walid ra. di perang uhud...
tp kaum muslimin tidak kalah gan diperang tsb.. hnya ada pelajaran besar yg bisa diambil dr perang tsb. yaitu pentingnya patuh kepada perintah Rasulullah walaupun perintah tsb tidak masuk diakal..

================

dari kisah2 diatas pentingnya kita mencintai Para Sahabat Nabi, siapapun dia tanpa terkecuali...
jgnlah pernah kita menghardik atau mencaci-maki sahabat Nabi
Quote:Original Posted By Portaldugem
tp kenyataannya berkata lain...


kenyataan apa?
kenyataan tetap cuma satu, cuma sudut pandang yang berbeda-beda...
kalian katakan jihad di zaman Muhammad itu perintah Tuhan, suci, berpahala, dan saya katakan itu omong-kosong...
kenyataannya adalah Harbul Yarmuk, dan kedua-belah pihak punya kepentingan politik masing-masing...