@_TNIAU

Quote:Original Posted By alexander hagal
emang belajar harus dari buku sekolah doang gan ?? variabel bacaan khan banyak gan


masalahnya gini, waktu buat nyari dan baca variabel bacaan yg lainnya itu sudah diisi untuk mepelajari mata pelajaran lainnya yg jumlahnya jauh lebih banyak. Sudah begitu pelajaran sejarah ini tidak masuk UN.

Jadi maklum saja kalo pelajaran sejarah ini tidak diprioritaskan.


btw, paman ane ada yg guru sejarah. Dia sebenarnya kurang suka lho sama statement ini. Please kalo kaya gini jangan nyalahin gurunya.


Quote:Original Posted By alexander hagal
Astaghfirullah hal adzim

ente ga tahu siapa beliau??!! emang di sekolah guru sejarah ente ngajar apaan??

yang diapit di tengah-tengah itu adalah Bpk AH. Nasution...salah satu pahlawan revolusi yang lolos dari penculikan cakrabhirawa saat peristiwa G30S-PKI
Quote:Original Posted By alexander hagal
asap ngebul bukan karena mesinya yang udah tuwir...itu emang sengaja pake asap gan, asap ngebul itu fungsinya sebagai tabir bagi pasukan pendarat so nggak akan gampang di bidik musuh...gitu kurang lebihnya


in fact.. kakaknya si BMP di marinir ini emang ngebul koq.. mungkin itu yang dimaksud si agan di atas ente..
Quote:Original Posted By kenyot10
Dua buah kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL BMP-3F saat melakukan pendaratan di pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin, (3/9)



Quote:Original Posted By alexander hagal
asap ngebul bukan karena mesinya yang udah tuwir...itu emang sengaja pake asap gan, asap ngebul itu fungsinya sebagai tabir bagi pasukan pendarat so nggak akan gampang di bidik musuh...gitu kurang lebihnya


mana

asap diesel & asap smoke grenade warnanya beda
Quote:Original Posted By Black.Deneb.X4
mana

asap diesel & asap smoke grenade warnanya beda


emang bener gan sesuai prosedur, ranratfib emang kudu bikin tabir asap begitu pendaratan.... maaf ga bisa kasih referensi, cuman based on experience aja...
Quote:Original Posted By uwa212
emang bener gan sesuai prosedur, ranratfib emang kudu bikin tabir asap begitu pendaratan.... maaf ga bisa kasih referensi, cuman based on experience aja...


masuk akal itu gan.

berarti termasuk salah trik pendaratan

jadi inget pilem body of lies, waktu Leonardo DiCaprio di jemput di tengah2 gurun, sangat brilian cara desepsi nya gan. berputar2 membuat debu berterbangan dan langsung berpencar ke lain arah...sangat brilian...

cara desepsi dengan debu dan asap, serupa tapi tak sama

cmiiw
Dua buah kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL Tank PT-76 saat melakukan pendaratan di pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin, (3/9).

^

@kenyot, PT.76 udah ada yang ganti kanon blm ?
jenis kendaraan apa nih, punya kesatuan mana?
apa hasil oprekan pindad, ane baru tau?

mohon pencerahan gan?
Quote:Original Posted By panjoelaza
jenis kendaraan apa nih, punya kesatuan mana?
apa hasil oprekan pindad, ane baru tau?

mohon pencerahan gan?


barang jadul

Ujicoba Roket 130mm Di Baturaja, 23 Juni-06 Juli 2012
Quote:Original Posted By uwa212
emang bener gan sesuai prosedur, ranratfib emang kudu bikin tabir asap begitu pendaratan.... maaf ga bisa kasih referensi, cuman based on experience aja...


tuh, udah ada gambarnya.....

Quote:Original Posted By kenyot10
Dua buah kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL Tank PT-76 saat melakukan pendaratan di pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin, (3/9).
Spoiler for title:

Mayjen tni marinir (purn) winanto

siapakah dia ???



dia adalah :ALMARHUM MANTAN DANTIM PENGANGKAT JENAZAH KORBAN G 30 S/PKI DI LUBANG BUAYA, MAYJEN TNI MARINIR (PURN) WINANTO

Spoiler for RIP:


RIP jasamu tetap kami kenang
selamat jalan ke haribaan

sumber
Quote:Original Posted By kenyot10
Dua buah kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL Tank PT-76 saat melakukan pendaratan di pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin, (3/9).



PT - 76

Nambahin foto2 loreng NKRI, distribusinya dah sampe ke Aceh toch.
Quote:
Masyarakat Menyerahkan Senjata Api M-16

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Zahari Siregar menerima sepucuk senjata api jenis M-16 standar, plus 20 butir munisi dan sebuah magazen, senjata illegal hasil penyerahan masyarakat itu diterima langsung Pangdam IM dari Kazidam IM Kolonel Czi Dedy Rusdianto saat kunjungan kerja ke Yonzipur 16/DA Indrapuri, Selasa (28/8).

Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang mulai tumbuh rasa kesadarannya untuk mengembalikan senjata illegal kepada pihak berwajib baik TNI maupun Polri. Pangdam menyebutkan pihaknya menjamin sepenuhnya keamanan serta kerahasiaan identitas setiap warga yang ingin meyerahkan senjata api illegal kepada TNI.

Pangdam juga menjelaskan perdamaian Aceh yang telah terwujud hendaknya menjadi tanggung jawab semua pihak dalam merawatnya. Karena damai akan menjadi modal dasar dalam membangun Aceh kedepan sesuai dengan program Pemerintah Daerah Aceh dan harapan seluruh masyarakat. Berkaitan masih adanya peredaran senjata api illegal pada orang-orang yang tidak berhak, kami juga tidak henti-hentinya menghimbau agar secara sadar mengembalikan senjata illegal itu kepada pihak berwajib, Pungkas Pangdam.

Kunjungan kerja Pangdam IM beserta para pejabat utama Kodam IM itu berlangsung di dua Batalyon. Kunjungan pertama ke Yonkav 11/Serbu di kawasan Jantho dan berikutnya Pangdam IM beserta rombongan ke Yonzipur 16/DA. (Pendam IM)


Quote:
Pangdam XII/Tpr Cek Kesiapan Latihan Kekar Malindo (KKM) 36-B 2012

Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI E. Hudawi Lubis melaksanakan pengecekan kesiapan Pasukan Batalyon Infanteri 642/Kapuas dalam rangka persiapan pelaksanaan Latihan Bersama Kekar Malindo (KKM) 36-B 2012, bertempat di lapangan Makorindam XII/Tpr di Singkawang, Upacara berlangsung pukul 08.00 Wib.

Latihan Bersama Kekar Malindo (KKM) 36-B 2012 Batalyon Infanteri 642/Kapuas rencananya akan diselenggarakan pada bulan September mendatang di Kota Belud Sabah Malaysia selama 7 hari. Adapun tujuan dari latihan bersama tersebut adalah untuk menguji kesiapan tempur serta penguasaan kemiliteran kedua Negara, menjalin dan memelihara hubungan bilateral dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam bidang pertahanan Angkatan Bersenjata khususnya TNI AD dan TMD.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Pangdam XII/Tpr, selanjutnya melaksanakan pengecekan terhadap materiil, personel, tehnik serta taktik kesiapan prajurit Yonif 642/Kapuas dalam persiapan latihan. Disamping pengecekan, Pangdam mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan LATMA Kekar Malindo (KKM) 36-B 2012 diikuti sebanyak 112 (1-SSK) prajurit Yonif 642/Kps di pimpin Kapten Inf Irwan dan pendukung 30 orang, harus benar-benar menguasai tehnik dan taktik bertempur serta penggunaan persenjataan oleh masing-masing personel, sedangkan materiil sebagai sarana penunjang dalam latihan harus benar-benar lengkap sesuai dengan ketentuan pelaksanaan tugas operasi yang sesungguhnya.

Manfaatkan latihan bersama sebagai sarana mempertajam kepekaan guna meningkatkan kinerja dan profesionalisme prajurit dalam rangka mendukung keberhasilan tugas kedua negara. Hadir pada upacara tersebut para Asisten/Wakil, para Dansat/Kabalak jajaran Kodam XII/Tpr, para undangan dan peserta/pendukung dalam Latihan Bersama KKM 36-B tahun 2012. (Pendam XII/Tpr)


On another note, terkait persiapan KEKAR MALINDO, ternyata tuan rumahnya yang sekarang Malaysia ya. Penasaran, di sana Malaysia bikin pra-latihan juga ga ya?
Quote:
Wadan Rindam XII/Tpr Tutup Latihan Pra Latma Kekar Malindo 36-B 2012

Latihan Pralatma Kekar Malindo (KKM) 36-B 2012 telah selesai, upacara penutupan oleh Wadan Rindam XII/Tpr Letkol Inf Arianus Bulo di lapangan Rindam XII/Tpr Singkawang Kamis, 30/8. Upacara dilaksanakan pukul 15.15 Wib. Wadan Rindam selaku inspektur upacara membacakan amanat tertulis Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI E. Hudawi Lubis. Dalam amanatnya, bahwa Pralatma yang telah dilaksanakan oleh prajurit Yonif 642/Kps ini, diharapkan dapat menyerap semua materi latihan mulai dari latihan tehnik dasar tempur, tehnik menembak, dan lainnya, merupakan materi yang harus dikuasai untuk mendukung optimalisasi tugas yang akan di laksanakan.

Perlu kita ketahui, bahwa kondisi perbatasan RI-Malaysia saat ini mempunyai permasalahan yang sangat kompleks diantaranya adalah kerusakan tanda-tanda fisik perbatasan, belum tersosialisasinya secara baik batas negara kepada aparat pemerintah dan masyarakat luas serta jauhnya perbatasan sehingga keterbatasan aksebilitas yang mengakibatkan sulitnya pengwasan dan pengamanan. Maraknya kegiatan illegal di wilayah perbatasan seperti perdagangan (illegal trading), lintas batas, perdagangan manusia (human trficking), penambangan, penebangan liar (illegal loging) dan kejahatan trans nasional (transnational crimes) lainya menjadi kasus-kasus keamanan yang terjadi hampir diseluruh wilayah perbatasan.

Dari berbagai permasalahan tersebut, menuntut para prajurit yang akan melaksanakan latihan bersama Keris Kartika Malaysia Indonesia agar lebih memahami tentang tugas dan situasi yang terjadi di perbatasan, sehingga tugas yang dibebankan kepada kalian mampu diselesaikan secara profesional. Latihan diikiti 130 orang peserta dan pendukung dalam Latihan Bersama KKM 36-B 2012, yang akan segera diberangkatkan ke Kota Belud Sabah Malaysia. (Pendam XII/Tpr)
Nah gini donk.. Udah mulai penggunaan teknologi komunikasi modern di level2 KODIM dan bawahnya, untuk operasional di lapangan...
Quote:
Kodim 0610/Sumedang Gelar Geladi Posko 1 Berbasis Internet

Kodim 0610/Smd menyelenggarakan latihan Geladi Posko I Menanggulangi Akibat Bencana Alam di buka oleh Pangdam III/Slw Mayjen TNI Sonny Widjaja, turut hadir pada upacara pembukaan Geladi Danrem 062/Tn Kolonel Inf Surawahadi, Asops, Aster Kasdam III/Siliwangi, Kahubdam III/Slw, Kainfolantahdam III/Slw, KaKesbanglinmas Kabupaten Sumedang, Tagana, PMI, FKPPI dan Kepolisian. Geladi Posko I Kodim 0610/Smd dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 28 s/d 30 Agustus 2012.

Geladi Posko I Kodim 0610/Smd ini dilaksanakan menggunakan basis internet berteknologi web base dengan development tools PHP, data base mysql. Sarana komunikasi antar penyelenggara dengan peserta menggunakan software jyprcst chat yang menggunakan jaringan komputer LAN (Lokal Area Netmeeting) yang tersambung ke 20 komputer/ laptop di ruangn peserta dan penyelenggara Geladi.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Geladi Posko I Kodim jajaran Kodam III/Siliwangi adalah meningkatkan kemampuan dalam prosedur hubungan Komandan dan Staf dalam prosedur hubungan Komandan dan Staf untuk merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan operasi bantuan kepada Pemda dalam penanggulangan bencana alam yang terjadi di daerah.

Dalam amanatnya Pangdam III/Slw Mayjen TNI Sonny Widjaja menyampaikan bahwa Geladi Posko I ini merupakan salah satu metode latihan yang harus dilakukan dalam memelihara dan meningkatkan kemampuan dan kesiapan Satuan, khususnya dalam melatih prosedur hubungan Komandan dan Staf dalam merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan Olah Yudha serta Komando Pengendalian operasi penanggulangan bencana alam. Dengan Latihan Geladi Posko I, Kodim Siap Meningkatkan Kualitas Mekanisme Hubungan Kerja Komandan dan Staf dalam Membantu Menanggulangi Akibat Bencana Alam, Pengungsian dan Pemberian Bantuan Kemanusiaan di Wilayah Masing-masing dalam rangka Operasi Militer Selain Perang yang harus benar-benar dipedomani dan dilaksanakan.

Geladi Posko-I menurut Pangdam merupakan salah satu metode latihan yang harus dilakukan dalam memelihara dan meningkatkan kemampuan dan kesiapan Satuan, khususnya dalam melatih prosedur hubungan Komandan dan Staf dalam merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan Olah Yudha serta Komando Pengendalian operasi penanggulangan bencana alam, dengan melibatkan instansi terkait di wilayah agar pada akhirnya akan menghasilkan produk yang dapat direalisasikan saat terjadi bencana di wilayahnya. (Penrem 062/Tarumanagara)


Loreng NKRI muncul lagi. Kali ini nada ironis: Dipakai pejabat saat dia kunjungan ke Satuan RAIDER, dimana dulu satuan ini pernah ada loreng digital sendiri dan dicancel pemakaiannya...
Quote:
Upacara Pembukaan Latihan Penanggulangan Teror Yonif 733/Raider

Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Winston P Simanjuntak bertindak sebagai Irup pada Upacara Pembukaan Latihan Penanggulangan Teror Yonif 733/Raider di Waiheru, Ambon, Senin (27/08).

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suharsono, S.IP dalam amanatnya yang dibacakan Kasdam menjelaskan, ’’Saat ini terorisme bukan hanya merupakan tantangan dan ancaman besar bagi bangsa Indonesia saja, tetapi juga bagi dunia Internasional, yang skalanya sudah luas dan lintas negara, sehingga tidak ada satupun negara di dunia yang luput dari ancaman terorisme. Mereka telah memiliki organisasi, jaringan teroris lintas negara dan modus operandi yang canggih. Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan terorisme tersebut, juga sungguh luar biasa, dapat berupa kerusakan umum, kekacauan massal, rasa takut yang meluas, timbulnya korban jiwa dan harta benda. Mengingat begitu vitalnya masalah penanggulangan teror tersebut, maka sangat diperlukan adanya satuan yang memiliki kekuatan pemukul seperti Yonif 733/Raider sebagai kekuatan penangkal yang kualitas keterampilannya harus teruji dan siap digerakkan setiap saat. Agar kemampuan profesionalitas satuan dapat terpelihara dengan baik, maka sangat diperlukan adanya latihan, yang bertujuan untuk menguji kesiapan satuan dan membekali para prajurit Yonif 733/Raider dalam rangka operasi penanggulangan terorisme, sedangkan sasarannya adalah terpeliharanya kemampuan satuan, diperolehnya data tingkat kesiapan tempur satuan, terukurnya hasil pembinaan latihan yang telah dilaksanakan serta diperolehnya data kemampuan satuan dalam rangka penyelenggaraan latihan yang akan datang”.

’’Perlu saya ingatkan, bahwa latihan ini merupakan latihan yang tidak ringan dan penuh dengan resiko, tapi saya yakin dan percaya kalian semua dapat menjalaninya dengan baik. Tentu hal ini tidak terlepas dari adanya kemauan dan tekad yang kuat, semangat juang, etos kerja, disiplin, dan profesionalitas yang tinggi serta keikhlasan kalian semua, dalam mengikuti latihan tersebut. Dikarenakan pentingnya latihan ini, maka saya mengharapkan kepada para peserta latihan untuk dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab, sesuai dengan materi dan sasaran yang ingin dicapai, sehingga kalian dapat meningkatkan kemampuan profesionalisme yang tinggi dalam rangka penanggulangan teror. Untuk itu, seluruh prajurit harus dapat memanfaatkan latihan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga diharapkan seluruh peserta benar-benar dapat memahami tugas dan perannya dalam rangka penanggulangan teror”, jelas Pangdam dalam amanatnya.

Setelah upacara kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kelengkapan latihan, kegiatan tersebut dihadiri Irdam, Danrem 151/Binaiya, Pa Ahli, Pa LO AU, Danrindam, para Asisten, Komandan Satuan dan Kabalak jajaran Kodam XVI/Pattimura. (Pendam XVI/PTM)


Loreng NKRI deui. Yang lucu.. Ga ada counterpart si USASAC Command Sergent Major CSM Rodger Mansker di TNI. Karena TNI ga kenal sistem Command Sergeant Major wkwkwkwk..
Quote:
Wakasad Terima Kunjungan Kehormatan USASAC

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Budiman menerima kunjungan kehormatan Commanding General of United States Army Security Assistance Command (USASAC) Mayor Jenderal Frank D. Turner III di Mabesad, Jakarta, Senin (27/8).

Dalam Kunjungannya, Mayor Jenderal Frank D. Turner III didampingi oleh Deputy Director PACOM and SOUTHCOM Regional Operation Mr. Richard J. Lake, Army Program Director ODC Kedubes AS, Mayor Garrett De Witt, USASAC Command Sergent Major CSM Rodger Mansker.

Kunjungan kehormatan Commanding General of USASAC sehubungan dengan rencana TNI Angkatan Darat dalam peremajaan alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) dari Amerika Serikat.

Mayor Jenderal Frank D. Turner III mengatakan, pemerintah Amerika Serikat akan membantu semaksimal mungkin agar rencana pengadaan alutsista yang dipesan oleh TNI Angkatan Darat dapat segera direalisasikan.

Turut mendampingi Wakasad diantaranya, Aspam Kasad Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Aslog Kasad Mayjen TNI Joko Sriwidodo, Asrena Kasad Mayjen TNI Dicky W. Usman, Sesdispenad Kolonel Kav Bambang Hartawan. (Dispenad)
Quote:Original Posted By Black.Deneb.X4
mana

asap diesel & asap smoke grenade warnanya beda


udah dibilangin kagak percaya...
rumah ane deket ma brigif 1 marinir, asap ngebul itu memang sengaja dibuat tabir, bukan karena mesin yang kepanasan
Quote:Original Posted By kenyot10
[img]http://2.bp.blogspot.com/-KuWz3NgZ8C4/UDRLjBNscMI/AAAAAAAAAVA/uMstlbjSjnU/s1600/104_5317KECILO..jpg[img]


wew
tuh ada kepala orang
lg ngapain om ?
loreng NKRI penyebaranya sudah hampir ke seluruh kodam tapi masih terbatas penggunaanya untuk setingkat danyon mungkin karena jumlahnya masih terbatas jadi atasan dolo yg pake bawahanya entar kapan2x kalo inget....