KASKUS

Business Model Canvas �� [Ide bisnis: Cendol Inside]

Quote: Hello kaskuser khususnya yang tertarik dalam entrepreneurship, sebelumnya perkenalkan ane Arsyad from bandung. Saat ini ane lagi nerusin kuliah S2 di Magister of Business Administration, MBA ITB . Ane juga seorang pengusaha, sat ini ane menjalankan usaha di bidang filter kolam ikan. Kalo agan sempet mampir2 ke thread kaskus ane dan web ane di www.solusikolam.com . Seiring ane belajar memulai bisnis, ane mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan, muda2han ane bisa share ilmu dan pengalaman yang ane punya untuk rekan2 disini dalam pengembangan bisnis nya.

Ane mau share nih salah satu tool bisnis yang menurut ane sangat bermanfaat khususnya bagi mereka yang mau melakukan pengembangan atau baru mau merencanakan bisnis nya. Sampai saat ini ane sering banget melakukan diskusi dengan pengusaha yang baru mau mulai usahanya atau pengusaha yang usahanya pengen berkembang. Dengan menjelaskan Business Model mereka (para entrepreneur) merasa bisa melihat rupa bisnis mereka dan menganalisis model bisnisnya dan sangat memudahkan dalam mengambil keputusan untuk melakukan langkan2 strategis untuk bisnisnya. dari situ ane pikir penting untuk memahami framework Business Model Canvas ini, makanya ane coba share disini. Ane sadur materi ini dari buku Business Model Generation , Alexander Osterwalder, mudah2an bisa bermanfaat.

ane sangat seneng kalo temen2 kaskuser juga aktif berpartisipasi untuk reply dan diskusi disini. Jadi jangan lupa untuk men subscribe Thread ini atau bookmark dan kasi rate 5 bintang ya gann




Apa itu Business Model ?

Buat kita yang akan memulai suatu bisnis baru atau sedang menjalankan bisnis kadang kita sering bertanya sama diri sendiri atau sama orang kenapa sih bisnis saya ga maju, apa yang salah dengan bisnis saya. Atau saya mendapatkan hasil yang bagus dari bisnis saya saat ini, tapi bagaimana saya mengembangkan bisnis saya? Apa yang bisa saya lakukan untuk mengembangakan bisnis ini? Atau bagi yang lebih advance lagi akan bertanya apa strategi bisnis saya yang akan datang? Bagaimana rupa organisasi saya ke depan?

Pertanyaan2 diatas kadang sulit kita jawab karena kita ga punya alat untuk memotret usaha kita. Untuk mengevaluasi rencana bisnis atau bisnis yang kita sedang jalani kta perlu melihat dari sudut pandang yang jelas dan utuh mengenai model bisnis kita. Nah Business Model Canvas adalah salah satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau kita akan jalani. Dengan tool ini kita seakan melihat bisnis dari gambaran besar namun tetap lengkap dan mendetail apa saja elemen2 kunci yang terkait dengan bisnis kita. Dengan demikian kt bisa melihat gambaran utuh yang sangat membantu dalam menjawab pertanyaan2 seputar bisnis kita. Dengan mengevaluasi satu demi satu elemen2 kunci kita jadi lebih mudah menganalisis apa yang kurang tepat, dan pada akhirnya kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan bisnis kita.

Business model canvas

Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis kita yaitu Business Model Canvas. Pada business model canvas ini ada sembilan kotak yang merepresentasikan elemen2 kunci yang secara umum akan ada pada semua model bisnis. Kesembilan hal tersebut adalah:
  1. Customer segments
  2. Value proposition
  3. Channel
  4. Customer relationship
  5. Revenue stream
  6. Key resource
  7. Key activities
  8. Key partners
  9. Cost




yang akan kita lakukan adalah mengisi ke sembilan kotak2 di bawah dan mulai menganalisis Business Model kita




Sebagai Pembicara di Seminar Interaktif business model , HMTL ITB, April 2013

*buat rekan2 yang punya organisasi atau entrepreneur mau bikin kelas, seminar or pelatihan Business Model kontak aja ane
Spoiler for Kontak Ane :


oke kita lanjut di bawah gan materinya..



1. Customer segment

Customer segment adalah kelompok target konsumen yang akan atau sedang kita bidik untuk menjadi pelanggan kita. Hal yang harus diperhatikan dalam segmentasi pelanggan adalah, kita harus benar2 bisa mendefinisikan secara spesifik siapa segment target pelanggan kita. Segmen target bisa dibedakan berdasarkan hal2 seperti:
  1. Tingkat ekonomi (menengah, atas atau kalo mau lebih spesifik lagi di segmentasi berdasrkan pendapatan atau uang jajan bulanan target konsumen kita)
  2. Umur
  3. Komunitas tertentu (misalnya komunitas sepeda, komunitas pecinta hewan tertentu atau komunitas ibu2 pengajian dll.)
  4. Perilaku khusus dari target konsumen kita (misalnya reaksinya terhadap harga barang, kadang ada perilaku tertentu yang malah suka dengan barang2 mahal, ada juga yang benar2 sensitif terhadap harga pengen yang murah dll.)


Yang penting adalah kita benar2 bisa membagi (segmentasi) target customer kita, karena dengan membagi kita lebih bisa mengerti dan menangkap kebutuhan khusus dan sifat2 target konsumen kita. Inilah yang harus kita tangkap dari calom konsumen kita.. .kebutuhan konsumen

Baca juga: http://en.wikipedia.org/wiki/Market_segmentation

2. Value Proposition

*kalo bingung dengan arti value proposition boleh sementara diganti dengan istilah “Produk”

Value proposition atau mudahnya produk, adalah hal yang kita tawarkan ke target konsumen kita. Misalnya kita jualan bahan makanan organik ke komunitas vegetarian, jualan kreasi dari batik untuk anak muda, jualan aplikasi untuk android misalnya, atau kita menawarkan jasa pelatihan bisnis ke mahasiswa dan UKM, atau arsitek yang jualan jasa desain ke pelanggan yang mau renovasi rumahnya dll.

Kenapa lebih cocok disebut value proposition adalah biar kita ga terjebak sama istilah produk yang selalu identik dengan barang, sementara value proposition kan ga selalu tentang barang, dia sifatnya lebih luas seperti jasa arsitek atau jasa konsultasi n pelatihan bisnis, atau jasa fotografi, bahkan gabungan produk dan jasa seperti kalo masang kawat gigi dll.



Ok, sekarang bentuk bisnis kita sudah sedikit terlihat, kita sudah punya apa yang konsumen kita butuhkan dan kita sudah tahu apa yang kita akan tawarkan kepada target konsumen kita.

Mari kita lanjutkan..
3. Channel

Ok, saat ini kita udah punya customer segment dan value proposition/produk yang siap ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sekarang adalah bagaimana kita bisa memberikan produk/jasa yang konsumen butuhkan untuk sampai ke tangan mereka?

Untuk menyampaikan value proposition ke konsumen kita perlu channel. Channel adalah cara yang digunakan untuk memberikan value proposition kita ke konsumen. Cara ini bisa sangat bermacam2 tergantung dari segmen konsumen yang kita bidik. Chanel ini adalah salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan, karena kalo kurang tepat kita ga bisa meraih target segmen kita. Channel bisa juga disebut bagaimana cara kita menyampaikan produk kepada konsumen. Channel tersebut bisa berupa penjualan langsung, bisa juga melalui distributor, melalui tenaga marketing, bisa juga melalui website, bisa melalui forum jual beli, atau melalui thread kaskus.



Macam2 channel bisa dilakukan, makin kreatif kita menciptakan channel penjualan makin besar peluang kita untuk unggul dalam persaingan dan efektif dalam menjaring pelanggan. Kunci dari pemilihan channel ini adalah cara yang tepat untuk menyampaikan value proposistion kepada segmen target kita.

Quote:
Contoh:

Salah satu contoh channel yang efektif adalah jualan laptop atau gadget2 elektronik di kaskus. Kenapa ane bilang ini adalah contoh channel yang efektif? Karena sudah jelas yang ngaskus adalah orang2 yang suka berhubungan dengan internet dan teknologi, disanalah orang2 yang sering online berada, jadi value yang ditawarkan disampaikan di media yang tepat dengan para target konsumennya. Terbukti kalo kita liat iklan2 gadget di kaskus sangat cepet laku bahkan dalam itungan jam, itu karena pemilihan channel penjualan yang tepat.



4. Customer Reationship

Salah satu misi marketing adalah untuk terus menambah lagi konsumen yang bisa dilayani. Hal ini tentunya berarti semakin banyak penjualan. Cara untuk mendapatkan, menambah jumlah konsumen dan untuk mempertahankan konsumen agar terus setia dengan kita adalah dengan membuat hubungan baik dengan pelanggan. Ini yang dimaksud dengan customer relationship, yaitu wadah untuk terus berhubungan dan semakin mempererat hubungan dengan pelanggan kita.

Di era nya teknologi informasi dan komunikasi sangat banyak cara untuk membuat hubungan dengan konsumen. Sebut aja website, facebook, twitter, kaskus, thread n forum, bbm, ym, whatsapp dll. Semua itu bisa dijadikan cara untuk menjalin hubungan dengan konsumen. Dengan hubungan yang lancar tersebut kita bisa dengan mudah menyampaikan sesuatu kepada konsumen kita misalnya produk baru, diskon, penawaran khusus dll. Dan yang ga kalah penting adalah kita bisa dapet info tentang apa yang jadi keinginan dari konsumen kita.


Ok, sampai disini kita udah mengisi empat elemen dari sembilan elemen dari bisnis model. Dari empat elemen ini sebetulnya kita sudah bisa merancang dan mengevaluasi apakah bisnis kita ini sudah tepat antara value proposition yang kita tawarkan, segment target yang kita bidik dan channel yang digunakan. semua faktor itu harus selaras dan saling mendukung, keterkaitan dari semua faktor tersebut adalah salah satu faktor kunci dalam keberhasilan bisnis kita.
5. Revenue Stream

Quote:"sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal"

Oke, setelah kita mengisi lalu mengutak atik keempat elemen di atas kita mulai isi lagi kotak ke lima yaitu revenue stream. Revenue stream ini adalah salah satu yang sangat penting karena inilah nafas yang membut usaha kita tetap hidup.

Kita sudah rancang dengan cermat empat elemen yaitu value proposition (jasa/produk) yang kita tawarkan, lalu dengan jelas kita telah menentukan target segmen (customer segment) yang kita tuju, lalu kita juga telah menentukan channel penjualan kita dan menentukan bagaimana membangun hubungan dengan konsumen (customer relationship). Pertanyaan berikutnya dan salah satu yang terpenting adalah “bagaimana bsnis kita bisa menghasilkan uang?”

Pada umumnya bisnis, terutama perdagangan menghasilkan uang dari keuntungan penjualan, atau kadang disebut laba atau profit. Laba atau profit adalah salahsatu model revenue stream yang sederhana. Profit didapat dari selisih semua pendapatan penjualan (omzet) dikurangi semua biaya. Conto kalo kita jualan makanan buka puasa misalnya es teler, berarti profit secara sederhana adalah semua uang dari penjualan dikurangi biaya bahan+upah kerja+biaya listrik+sewa tempat+kemasan.

Namun demikian tidak semua model bisnis menghasilkan uang dari selisih penjualan-biaya (profit) aja. Misalnya bisnis jasa. Model bisnis perusahaan yang menawarkan jasa tentu tidak menghasilkan uang dari profit (saja) tapi yang lebih utama adalah dari pembayaran atas jasa yang diberikan. Contoh model bisnis jasa ini ada jasa konsultasi, jasa pembuatan desain arsitektur, desain web, biro iklan, jasa fotografi produk dan masi banyak lagi. Ada juga beberapa model usaha yang menghasilkan uang dari komisi, biaya iklan, atau ada juga model pay per click kalo di web advertising ada juga yang menghasilkan uang dari royalty fee, frenchise fee ada juga yang revenue stream nya beberapa dia dapet bayaran jasa + komisi juga dari supplier, misalnya dokter, dia dapet dari pembayaran jasa nya dan juga dapet dari perusahaan obat karena sudah menuliskan resep obat dengan merk tersebut dan banyak model lain dari revenue stream ini.

Quote:Contoh: Revenue Stream Group Musik

model revenue stream yang lain dan cukup ekstrim adalah group musik, dia menghasilkan uang dari banyak revenue stream, dari penjualan ring back tone, penjualan CD album, penghasilan dari manggung live, ada juga dia dikasi duit sama sponsor pakaian mereka.. .hmmm.. banyak yah pendapatan musisi .. ahahahaa

nah kebayang kan kenapa banyak orang2 pada bikin boys band or girls band.. .


Syarat dari business model yang bisa hidup adalah jelas bagaimana bisnis ini bisa menghasilkan uang. Jadi kalo kita ditawarin bisnis trus ga jelas revenue stream nya ga jelas bagaimana bisnis tsebut bisa menghasilkan uang, maka ini bukan jenis bisnis yang bisa terus bernafas dan tumbuh.. .if its sounds to good to be true then it is not true, sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal.

Contoh:

dari lima elemen yang kita sudah rencanakan tadi, kita sudah bisa mulai menuliskan rencana bisnis kita secara sangat sederhana yaitu:
apa yang kita tawarkan kepada konsumen, segmen target konsumen kita dan bagaimana kita menyampaikan penawaran kita kepada target konsumen kt

berikut adalah contoh ide untuk mengisi rencana bisnis, saat ini deket lebaran ane jadi kepikiran kue lebaran hehehe, ini salah satu contoh yang sangat sederhana. Disini kita bisa lihat apa yang ditawarkan kepada konsumen, konsumen seperti apa yang jadi target kita, lalu bagaimana menyampaikan penawaran itu kepada masing2 target konsumen. Selalu ingat dalam merencanakan model bisnis kesesuaian semua elemen adalah salah satu kunci keberhasilan rencana kita. Produk yang ditawarkan harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan segmen konsumen dan cara menyampaikannya pun harus tepat. .

berikut adalah contoh sederhana hubungan ketiga elemen tadi, ini masih contoh jadi masih terbuka kemungkinan untuk menghilangkan, menambahkan masing2 item dalam elemen2 ini:



dari potongan business model diatas udah bisa kita pake untuk diskusi , dari sini kita udah bisa diskusikan apakah target konsumen kita bisa kita targetkan dua2 nya ataukah akan membidik satu target aja?? konsumen perorangan apa cuman ke kantor2 aja...atau dua2nya.. lalu chanel yang digunakan apakah semuanya bisa dilakukan atau akan fokus ke channel yang khusus aja misalnya hanya akan jualan via kaskus?? atau via facebook aja?? apakah sudah cocok target segmen yang kita bidik dengan channel yang akan digunakan ??



*Salah satu video yang ngejelasin Business Model Canvas di youtube, bro cekidot .. .

Sambil berjalan ntar ane update terus yah,

kalo ada komen pertanyaan atau pengen dibuat business modelnya silakan, kita diskusi disini
lanjut gan:
berikut adalah contoh ide untuk mengisi rencana bisnis, saat ini deket lebaran ane jadi kepikiran kue lebaran hehehe, ini salah satu contoh yang sangat sederhana. Disini kita bisa lihat apa yang ditawarkan kepada konsumen, konsumen seperti apa yang jadi target kita, lalu bagaimana menyampaikan penawaran itu kepada masing2 target konsumen. Selalu ingat dalam merencanakan model bisnis kesesuaian semua elemen adalah salah satu kunci keberhasilan rencana kita. Produk yang ditawarkan harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan segmen konsumen dan cara menyampaikannya pun harus tepat. .

berikut adalah contoh sederhana hubungan ketiga elemen tadi, ini masih contoh jadi masih terbuka kemungkinan untuk menghilangkan, menambahkan masing2 item dalam elemen2 ini:



dari potongan business model diatas udah bisa kita pake untuk diskusi , dari sini kita udah bisa diskusikan apakah target konsumen kita bisa kita targetkan dua2 nya ataukah akan membidik satu target aja?? konsumen perorangan apa cuman ke kantor2 aja...atau dua2nya.. lalu chanel yang digunakan apakah semuanya bisa dilakukan atau akan fokus ke channel yang khusus aja misalnya hanya akan jualan via kaskus?? atau via facebook aja?? apakah sudah cocok target segmen yang kita bidik dengan channel yang akan digunakan ??

Quote:Original Posted By k4yrul
Waah ad Pakar Marketing turn gunung...
Gan ane bantuin dunk,, ane kerja di Bank swasta sebagai sales pinjaman ane masarin model canvas dr rumah ke rumah gitu...
cara membangun relationship dengan calon nasabah yg efektif gimana yaah,, yang pada akhirnya adanya close deal di dalamnya...
trus cara menemukan keunggulan dari sebuah product kita di banding product yang laen...

Makasih Suhu....


karena bro kerjanya cari klien, ane saranin maen2 in di channel dan customer relationship om. .. dan yang penting adalah menemukan komunitas klien nya, caranya adalah dengan segmentasi, mempelajari perilaku konsumen nya. Berikutnya adalah menawarkan sesuai dengan klien.

salah satu teknik untuk mempengaruhi klien adalah dengan menyentuh motivasi dan nilai2 dasar mereka, kalo pendekatan kita match dengan nilai2 dan motivasi klien kita pastinya akan lebih mudah bro..

Teori yang bisa dipelajari adalah Teori Value -Schwatz. nilai2 apa sih yang sebenarnya diperlukan sama konsumen. Misalnya klien kita di kota, pengusaha yang pingin lebih kaya lagi dan mereka memang sudah kaya, maka tentunya nilai2 yang menjadi motivasi mereka adalah pencapaian dan peningkatan dalam bisnis mereka, ya kita pendekatannya dengan mengkomunikasikan nilai2 pencapaian bisnis yang lebih lagi.

Beda lagi dengan klien yang UKM di pasar2 tradisional, mungkin mereka motivasinya adalah keamanan ekonomi keluarga dan kekeluargaan, tentunya kita kedepankan nilai kekeluargaan dan keamanan ekonomi dalam cara komunikasi kita.
Sore, gan ane dah update satu point lagi diatas, salah satu yang terpenting yaitu revenue stream. ..cekidot

gimana gan udah ada yang coba2 bikin business model nya? salah2 dikit gapapa gan.. yang penting bisa kita diskusikan dan pelajari bersama

pertanyaan gan, kalo bisa jawab berarti udah ngerti revenue stream

1. perusahan seperti google dan yahoo revenue stream nya dari mana aja gan?
2. Revenue stream kaskus dari mana coba? padahal kalo kita ngiklan gratis kan
3. Revenue stream nya "changcuters" kira2 apa aja gan ?


Nah, kita coba bikin yuk business model, ntuk itu ane perlu ide dari om n tante kira2 bisnis apa yah yang kita coba bikin business model canvas nya . ...ane tunggu idenya dari temen2 semua, tar ane coba bikini business model nya.. spt biasa berhadiah cendol setiap hari nya




SHARE BISNIS TERBAIK 2 TAHUN BERJALAN TERPERCAYA BISNIS GRATISAN UNTUK USAHA SAMPINGAN " MODAL GRATIS "

Quote:

Cara sukses berbisnis di internet modal gratis
DAFTAR DISINI




Quote:
Spoiler for bukti komisi ane gan TAMBAHAN GAJI LUMAYAN NICH BUKTINYA:


Quote:Buruan gabung dan tunggu beberapa hari log out/in nanti akan muncul di email agan beberapa kerja-an di internet agan tinggal pilih dan di menu cari uang agan tinggal produk apa yg di jual dengan sesuai fav agan



Catatan: affiliate adalah orang yang usahanya menjual barang atau jasa milik orang lain





Quote:

Lebih enak mana, kerja kantoran atau kerja di rumah saja? Tergantung! Kalau Anda jenis manusia yang tidak suka diatur-atur dan diperintah orang lain, kerja mandiri dari rumah jelas menjadi pilihan menarik. Namun kerja di rumah harus butuh kedisiplinan tinggi dan tanggung jawab yang besar lho. Apalagi kalau Anda jenis orang yang gengsian, kerja di rumah seperti ‘tidak serius dan sekadar selingan’. Untuk orang jenis ini, kerja dari rumah mungkin jadi prioritas ke sekian di antara beragam pilihan. "




DAFTAR DISINI



Quote:modal gratis padahal bisa 4 jutaan perbulan !!


Bukti Pendaftar Baru hasilkan 1 Juta dalam 8 hari
Spoiler for bukti Penghasilan blakblakan Bisnis Modal Gratis:


Quote:USAHA SAMPINGAN BISA DI LAKUKAN DIMANA SAJA



Mampir dimari Gan



Quote:
DAFTAR DISINI


Thread ane
Spoiler for PINTU REZEKI ANE YG LAIN :







BISNIS TANPA MODAL ALIAS GRATIS 100% UNTUK KASKUSER

- Ke Sini Info Lebih Jelas

NB : check login lagi setelah 1 jam ...
liat apa yg terjadi di member area !!
LUAR BIASA Pokoknya!!! Yg Pinter pasti dah taw maksudnya ..
yg pernah baca Buku DONAL TRUMP pasti ngerti mksdn ane
mangstab Gan... share nya ane bookmark insyaalloh mau belajar...
gan ane mau share nih waktu dulu kuliah (skarang juga kuliah lg ..hehe masih masuk kategori student-preneur kan gw?)
ane sempet usaha bikin pesanan kaos untuk eo atau panitia n komunitas2
untuk usaha yang dijalani sambil kuliah, usaha ini lumayan oke dan banyak pelajaran tentang konsumen dan proses produksi yg ane dapet dari bisnis ini... .untuk menjelaskan bisnis ini ane pake tools business model ..ky gini kira2 bentuk bisnis ane, cuman untuk edisi ini ane tambahkan di "channel" nya pake internet marketing.. dulu waktu ane kuliah belom ada internet gan

bisnis pesanan T Shirt



silakan di komeng bro.. .ini tentunya bukan model bisnis terbaik, brkali ada agan2 yang mau menambahkan atau mungkin punya ide lain silakan kita skalian diskusikan ..itung2 belajar strategi n bikin business model..

atau mungkin punya ide usaha lain yang mau dibikin business model nya

ijin bookmark...",
Quote:Original Posted By rdrf
ijin bookmark...",


Sip om, di rate juga yah, dan kalo perlu di subscribe juga.

Smile 

nggak ngerti kak
Hello, semua
baru buka2 lagi trit neeh ane,






Mantaaaap gan... bener juga nih, emang business mesti ada 'POTRET SKETSA' nya, biar gampang analisanya, hmmmmm thanks gan yah, daku mw praktekin dulu.. (DnA, DREAM AND ACTION)...
Quote:Original Posted By gusur.cs
Mantaaaap gan... bener juga nih, emang business mesti ada 'POTRET SKETSA' nya, biar gampang analisanya, hmmmmm thanks gan yah, daku mw praktekin dulu.. (DnA, DREAM AND ACTION)...


Yupp, memang itu ide nya, bro. Tanpa alat yang sama akan sulit untuk kita mendiskusikan sebuah model bisnis. Dengan toolsyang sama ini kita bisa diskusi dengan "bahasa" yang sama. Selain itu juga bisa untuk merencakan dan mengevaluasi model bisnis, apakan sudah memiliki rencana yang bagus, atau bagaimana strategi kita kedepannya...
Gan, ane boleh tanya ya.
1. untuk channel. ini adalah bagaimana cara kita memasarkan produk ya? bisa melalui sosial media, iklan. dll
2. Customer relation. bagaimana cara kita mempertahankan customer kita dan memberikan "new" experience bagi customer. hal ini bisa kita lakukan melalui sosial media juga.

yang ane tanyakan, bagaimana kita membuat perbedaan (tujuannya) dengan menggunakan tools (sosial media) yang sama? mohon sharing gan..
Quote:Original Posted By nab02
Gan, ane boleh tanya ya.
1. untuk channel. ini adalah bagaimana cara kita memasarkan produk ya? bisa melalui sosial media, iklan. dll
2. Customer relation. bagaimana cara kita mempertahankan customer kita dan memberikan "new" experience bagi customer. hal ini bisa kita lakukan melalui sosial media juga.

yang ane tanyakan, bagaimana kita membuat perbedaan (tujuannya) dengan menggunakan tools (sosial media) yang sama? mohon sharing gan..


pada prakteknya bisa banget yang digunakan itu2 juga. Kita coba ambil conto kaskus, sebuah media social yang sangat komplit menurut ane, di kaskus bisa bikin lapak, diskusi disitu, bisa subscribe thread dan ada juga fasilitas PM.

Misal ane jualan lalu bikin thread di kaskus (sebgai channel). Setelah itu orang2 pada liat dan reply di kaskus, atau kirim PM (kegiatan customer-relationship). Poin nya kita bisa menyentuh konsumen kita. Bahkan mereka ngasi testimoni dan diskusi tentang barang yang ane jual di thread itu2 juga.

Hal ini karena kaskus punya fasilitas untuk itu, jadi bisa digunakan untuk chanel penjualan n promo, juga untuk membangun kesetiaan konsumen.

Beda ceritanya kalo channel nya iklan di tokobagus.com atau berniaga.com, kita ga bisa bikin customer relationship di situ2 tersebut.

atau ambil contoh facebook fan page, itu bener2 customer relationship. Kt ga melakukan pnjualan online di situ kan?

Namun biasanya kalo kita bikin lapak di kaskus atau forum lain, bentuk customer relationship bisa di media lain, karena pastinya ita punya beberapa media, kita bisa selalu membangun customer-relationship lewat BBM, kita bisa selalu tanyakan kepuasan mereka, keluhan (daripada ngeluh nya di thread) hehe, apa saran untuk produk kita? dan hal2 lain yang perlu selalu dikomunikasikan denga pelanggan kita.

oke, aga ngelantur, kita kembli ke pertanyaan, bagaimana menyampaikan tujuan yang berbeda dengan media yang sama?

Salah satu yang ane pelajari adalah, bahasa yang kita pake ke customer. Bahasa yang kita gunakan harus menyentuh mereka dan di sisi lain menyampaikan maksud kita. Apakah kita mau jualan produk baru atau sekedar ingin membangun ikatan dengan pelanggan, tentunya berbeda bahasa nya.