Mengenal Sejarah Tokoh Pengibar Bendera Pusaka 17-08-1945 & Pencipta Lambang Garuda




Gak terasa 17 agustus udah semakin dekat dan indonesia negara kita tercinta para kaskuser berada mau merayakan hut yang ke 67 ..
gak ada salahnya TS mau berbagi info tentang salah satu pengibar bendera indonesia dan pencipta Lambang Burung Garuda ..

monggo disimak gan



By hunter1412 at 2012-08-02



Merah Putih tak akan berkibar 67 tahun yang lalu tanpa peran petugas pengibarnya. Jika sudah demikian, tak akan pula bangsa ini menikmati kemerdekaannya.Tidak banyak yang mengenal sosok pengibar Sang Saka Merah Putih saat dibacakannya teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Padahal, fotonya mudah ditemui di berbagai buku sejarah. Pria bercelana pendek itu tak lain Ilyas Karim.

Ilyas kini aktif sebagai Ketua Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia, sebuah perkumpulan veteran, merupakan satu-satunya saksi sejarah detik-detik proklamasi yang masih hidup. Kehidupan Ilyas yang pernah andil dalam berbagai misi penumpasan pemberontakan kurang mendapat perhatian pemerintah. Ia memang tidak mencari pengakuan penuh, tapi itu sudah seharusnya didapat pria yang juga pernah ikut dalam misi perdamaian Garuda II di Kongo, pada 1961 silam. “Dia (pemerintah) tahu, kami berjuang,” ujar Ilyas kecewa.

Meski demikian, Letnan Kolonel Purnawirawan ini tak ingin menuntut banyak. Ilyas hanya ingin menghabiskan masa tuanya dengan melihat kemerdekaan rakyat Indonesia. Ia berharap, generasi muda mau menghargai perjuangan para pahlawan dengan mengisi hidup lebih baik lagi. Kisah Hidup Ilyas Karim Sang Pengibar Bendera Pusaka Di usianya yang ke-81, pria sepuh itu masih tetap menikmati hidupnya di pinggir rel Kalibata, Jakarta Selatan.

Pria yang kini menderita stroke mata itu seharusnya bisa hidup lebih layak. Sebab, pria bernama Ilyas Karim adalah pelaku sejarah penting. Dialah pengibar pertama Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945 lalu. Anda tentu pernah melihat foto upacara pengibaran Bendera Merah Putih pertama kali di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta Pusat. Di foto itu tampak dua orang pengibar bendera yang dikelilingi oleh Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Ibu Fatmawati, dan SK Trimurti. Pemuda pengibar bendera yang bercelana pendek itulah Ilyas Karim.

Saat ini Ilyas tinggal di sebuah rumah sederhana di Jl. Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan, bersebelahan dengan rel kereta api, Selasa (12/8/2008) kemarin, Ilyas masih tampak bugar. Meski gerak badannya tidak segesit dulu, namun dia tidak tampak bungkuk ataupun tergopoh ketika berjalan. Ilyas menceritakan pengalamannya sebagai pengibar bendera Merah Putih pertama di republik ini. Waktu itu, Ilyas adalah seorang murid di Asrama Pemuda Islam (API) yang bermarkas di Menteng Jakarta Pusat. Malam hari sebelum dibacakan proklamasi kemerdekaan RI, Ilyas beserta 50-an teman dari API diundang ke rumah Soekarno di Pegangsaan Timur No. 56. “Katanya ada acara gitu,” tutur Ilyas. Saat berkumpul di rumah Soekarno itulah Sudanco (Komandan Peleton) Latief menunjuknya untuk menjadi pengibar bendera di acara proklamasi kemerdekaan keesokan harinya. Satu orang pengibar yang lain yang ditunjuk adalah Sudanco Singgih, seorang tentara PETA. “Saya ditunjuk karena paling muda. Umur saya waktu itu 18 tahun,” kata Ilyas.

Ilyas menceritakan pengalaman itu dengan penuh semangat. Matanya yang harus diplester agar tidak terpejam tampak berbinar. Ilyas memang menderita stroke mata. Dokter menganjurkannya untuk memlester kelopak matanya agar tidak terpejam. Sudah berbagai upaya pengobatan ditempuhnya namun belum juga membuahkan hasil. Meski dengan sakitnya itu, Ilyas tetap aktif beraktivitas. Sejak tahun 1996 dia menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia yang memiliki cabang di 14 propinsi, antara lain di Medan, Riau, Jambi, Palembang, Banten, dan Ambon. Yayasan itu sendiri bergerak di bidang sosial. Kegiatannya antara lain penyantunan anak yatim, pembangunan rutempat ibadah, dan penyantunan orang jompo.

Ilyas lahir di Padang, Sumbar. Dia sekeluarga baru menetap di Jakarta pada 1936. Ayahnya dulu seorang camat di Matraman. Di zaman penjajahan Jepang, ayahnya dibawa ke Tegal dan dieksekusi tentara Jepang. Sejak saat itu, Ilyas menjadi yatim. Setelah pengibaran Sang Saka Merah Putih itu, Ilyas kemudian menjadi tentara. Pada 1948, Ilyas dan sejumlah pemuda di Jakarta diundang ke Bandung oleh Mr Kasman Singodimejo. Di Bandung, dibentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kesatuan tentara ini kemudian ini nama Siliwangi. Nama Siliwangi merupakan usul dari Ilyas. Sebagai tentara, Ilyas pernah diterjunkan di sejumlah medan pertempuran di berbagai daerah, termasuk ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Libanon dan Vietnam. Pada 1979, Ilyas pensiun dengan pangkat letnan kolonel. Kehidupannya mulai suram, karena dua tahun kemudian dia diusir dari tempat tinggalnya di asrama tentara Siliwangi, di Lapangan Banteng, Jakpus. Sejak saat itu hingga saat ini dia tinggal di pinggir rel KA.

sumber : https://ppijp.wordpress.com/category...an-inspirator/

Ini dia gan salah satu pengibar bendera INDONESIAkita tercinta


By hunter1412 at 2012-08-02


Abdul Latief Hendraningrat (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas). adalah seorang prajurit PETA (Pembela Tanah air) berpangkat Cudanco. Dia adalah pengerek bendera Sang Saka Merah Putih tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56. Untuk ini Latif didampingi Suhud seorang anggota Pelopor. Pasukan PETA dimana Latief berada, bermarkas di bekas markas pasukan kavaleri Belanda di Kampung Jaga Monyet, yang kini bernama jalan Suryopranoto di depan Harmoni. Setelah bergabung dengan TNI, karier beliau menanjak terus sampai berpangkat Mayor Jenderal, bahkan sempat menjadi Rektor IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta) pada tahun 1964-1965.
Telah terbit buku tentang Sang Pengibar Bendera Pusaka 17 Agustus 1945 yang ditulis olen Dr Nidjo Sandjojo M.Sc yang tidak lain adalah menantu termuda dari Pak latief Hendraningrat.



UPTODATE ,
Thanks buat agan" yg udah ngasih and abu" sekali lagi thanks ya gan ,,

akhir kata ane pilih kata terbaik dari agan nyang 1 ini dari ane

Quote:Original Posted By sakasbh
bangsa yg besar adalah bangsa yg mengetahui sejarah sendiri



pesan dari ane , kalo masih ada diantara agan" yang masih sekolah dan tanggal 17 agustus 2012 nanti pada disuruh sekolah , pada dateng ya gan ..
hargailah jasa pahlawan kita gan, jangan beralasan puasa lah, ga kuat lah , inget gan 17 agustus 1945 dulu juga masuk dalam bulan ramadhan (bukan penuh berkah) , cuman itu pesan ane gan ..


H - 7 menuju 17 agustus 2012
dan
H - 10 bagi yang mau mudik

tambahan lagi infomasi dari agan ini , makasih gan
Quote:Original Posted By dn13lz
Sebagai informasi,
rancangan awal lambang garuda dari Sultan Hamid II mirip lambang negara Thailand yang berbentuk dewa garuda, wahana milik dewa wisnu dalam mitologi Hindu-Buddha...
Dan Sukarno awalnya tidak setuju karena lambangnya terlihat menyeramkan...
Karena itu tampangnya dirombak jadi lebih mirip burung biasa...

Jadi jika ada yang bilang burung Garuda itu eksis dan lambang negara kita berasal dari burung tersebut, saya cuma bisa tertawa

ini juga informasi yang jarang orang dapatkan...
Taro pejwan kalo bisa gan


tambahan dari agan ini , JAS MERAH !!!


Quote:Original Posted By nekdz007
JASMERAH (jangan sekali-kali melupakan sejarah)


jujur ane kesel banget nih sama agan nyang 1 ini,gak ngehargain banget mau marah percuma lagi puasa , buat agan" yg puasa tahan amarah ABABIL 1 ini yak


Quote:Original Posted By ExPxSr
Pengibar bendera aja dibanggain


dari ane buat ababil ini ,, apa mungkin org malay ya ente !!

tambahan , ga tau yang bener yang mana sang pengibar bendera bangsa indonesia , ada yang bilang bukan ilyas karim katanya, ane juga kurang tau gan sebenernya

link tambahan dari agan ini

Quote:Original Posted By noprizalhaloho
http://nasional.kompas.com/read/2011...g.Saka.Pertama

liat apa yg di blg di web diatas gan


Quote:Original Posted By areef1985
TS... SILAKAN DI LIHAT LINK INI...


http://sejarah.kompasiana.com/2011/1...-agustus-1945/


ya mau salah / benar Ts mohon maff, ane cuman mau memperkenalkan sejarah gan Just info in Kaskus,~

komeng paling bikin ane , dan mungkin semua agan" akan guling" haha

Quote:Original Posted By thebob
menambah wawasan banget gan ni tread,.
maklum yg ane tau soal sejarah cuma Indonesia Merdeka tahun 17 agustus 1954..


tahun 17 agustus 1945 gan bukan 1954
--------


Semoga info diatas menambah wawasan para agan"
kalo berkenan boleh
Ts ga usah di kasih cendol cozz lagi puasa gan
kalo repost TS mohon maff ya agan" dan jangan bata ane ya sakit gan ..
Sory kalo thread ane berantakan
Quote:Original Posted By kidsangpencuri
Lanjutan gan



TOKOH PENCIPTA LAMBANG GARUDA

By hunter1412 at 2012-08-02


Pencipta lambang negara Burung Garuda adalah Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie II. Nama bekas Menteri Negara RIS ini ditenggelamkan pemerintah Sukarno karena dikaitkan dengan pemberontakan Westerling.
Pontianak: Liputan6.com : Siapa pencipta lambang negara Republik Indonesia, Burung Garuda? Muhammad Yamin. Bukan. Kreator lambang negara RI itu adalah Sultan Hamid Alkadrie II. Namun, kiprah Sultan Hamid II tenggelam setelah namanya dikait-kaitkan dengan peristiwa Westerling. Di hari peringatan ke-60 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2005, pihak keluarga Sultan Hamid II meminta pemerintah tidak melupakan jasa tokoh dari Kalimantan Barat ini.

Adalah Turiman yang membuktikan kebenaran ini dalam tesis S-2 di Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia pada 11 Agustus 1999 yang berjudul Sejarah Hukum Lambang Negara Republik Indonesia (Suatu Analisis Yuridis tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Perundang-undangan). Dalam tesisnya yang dibimbing oleh Prof. Dimyati Hartono, Turiman mempertahankan secara yuridis dengan data-data yang akurat mengenai siapa sebenarnya pencipta lambang negara Burung Garuda.

Sultan Hamid II yang juga sultan kedelapan dari Kesultanan Kadriah Pontianak memiliki nama lengkap Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie. Putra Sultan Syarif Muhammad Alkadrie, Sultan VII Kesultanan Pontianak, ini lahir di Pontianak pada 12 Juli 1913. Ayahnya adalah pendiri Kota Pontianak.

Sultan Hamid II dikenal cerdas. Dia adalah orang Indonesia pertama yang menempuh pendidikan di Akademi Militer Belanda (KMA) di Breda Belanda–semacam AKABRI–dengan pangkat letnan dua infanteri pada 1936. Dia juga menjadi ajudan Ratu Juliana dengan pangkat terakhir mayor jenderal.

Sultan Hamid adalah salah satu tokoh penting nasional dalam mendirikan Republik Indonesia bersama rekan seangkatannya, Sukarno, Muhammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, Mr. Muhammad Roem, dan Muhammad Yamin. Dalam sejarah pendirian RI, Sultan Hamid pernah menjadi Ketua Delegasi BFO (Wakil Daerah/ Negara buatan Belanda) dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, 23 Agustus 1949. Sultan Hamid juga menjadi saksi pelantikan Sukarno sebagai Presiden RI di Keraton Yogyakarta pada 17 Desember 1949. Ini terlihat dalam foto yang dimuat di Buku 50 Tahun Indonesia Merdeka.

Sepak terjangnya di dunia politik menjadi salah satu alasan bagi Presiden Sukarno untuk mengangkat Sultan Hamid sebagai Menteri Negara Zonder Porto Folio di Kabinet Republik Indonesia Serikat pada 1949-1950. Sebenarnya, Sultan Hamid kurang pas dengan jabatan yang diembannya. Dia lebih ingin menjadi Menteri Pertahanan Keamanan sesuai pendidikan yang diperolehnya. Namun, posisi Menteri Pertahanan Keamanan justru dipercayakan pada Sultan Hamengkubowono IX.

Dalam sejarah pergerakan bangsa Indonesia yang dimuat dalam Buku 50 Tahun Indonesia Merdeka disebutkan, pada 13 Juli1945, dalam Rapat Panitia Perancang Undang-Undang Dasar, salah satu anggota Panitia, Parada Harahap, mengusulkan tentang lambang negara.

Pada 20 Desember 1949, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat Nomor 2 Tahun 1949, Sultan Hamid Alkadrie II diangkat sebagai Menteri Negara RIS. Dalam kedudukannya ini, dia dipercayakan oleh Presiden Sukarno mengoordinasi kegiatan perancangan
lambang Negara

Dalam buku Bung Hatta Menjawab–Hatta saat itu menjadi Perdana Menteri RIS–tertulis Menteri Priyono yang ditugaskan oleh Sukarno melaksanakan sayembara lambang negara menerima hasil dua buah gambar rancangan lambang negara yang terbaik. Yaitu Burung Garuda karya Sultan Hamid II dan Banteng Matahari karya Muhammad Yamin. Namun, yang diterima oleh Presiden Sukarno adalah karya Sultan Hamid II dan karya Muhammad Yamin ditolak.

Melalui proses rancangan yang cukup panjang, akhirnya pada 10 Februari 1950, Menteri Negara RIS Sultan Hamid II mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang. Hasil akhirnya adalah lambang negara Garuda Pancasila yang dipakai hingga saat ini.

Rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II diresmikan pemakaiannya dalam sidang kabinet RIS yang dipimpin PM RIS Mohammad Hatta pada 11 Februari 1950. Empat hari berselang, tepatnya 15 Februari, Presiden Sukarno memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara karya Sultan Hamid II kepada khalayak umum di Hotel Des Indes (sekarang Duta Merlin) Jakarta.

Pada 20 Maret 1950, bentuk final lambang negara rancangan Menteri Negara RIS Zonder Forto Polio, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Sukarno dan mendapat disposisi persetujuan presiden. Selanjutnya Presiden Sukarno memerintahkan pelukis Istana bernama Dullah untuk melukis kembali gambar itu sesuai bentuk final dan aslinya.

Lambang negara ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 yang diundangkan dalam Lembaran Negara Nomor 111 dan penjelasannya dalam tambahan Lembaran Negara Nomor 176 Tahun 1951 pada 28 November 1951. Sejak saat itu, secara yuridis gambar lambang negara rancangan Sultan Hamid II secara resmi menjadi Lambang Negara Kesatuan RI.

Sebelum meninggal dunia, Sultan Hamid II yang didampingi sekretaris pribadinya, Max Yusuf Alkadrie menyerahkan gambar rancangan asli lambang negara yang sudah disetujui Presiden Sukarno kepada Haji Mas Agung–Ketua Yayasan Idayu, pada 18 Juli 1974. Gambar rancangan asli itu sekaligus diserahkan kepada Haji Mas Agung di Jalan Kwitang Nomor 24 Jakarta Pusat.

Pada 5 April 1950, Sultan Hamid II dikait-kaitkan dengan peristiwa Westerling sehingga harus menjalani proses hukum dan dipenjara selama 16 tahun oleh pemerintah Sukarno. Sejak itulah, nama Sultan Hamid II seperti dicoret dari catatan sejarah. Jarang sekali buku sejarah Indonesia yang terang-terangan menyebutkan Sultan Hamid sebagai pencipta gambar Burung Garuda. Orang lebih sering menyebut nama Muhammad Yamin sebagai pencipta lambang negara.

Ada kesan Sultan Hamid II yang sangat berjasa sebagai perancang lambang negara sengaja dihilangkan oleh pemerintahan Sukarno. Kesalahan sejarah itu berlangsung bertahun-tahun hingga pemerintahan Orde Baru.

Dalam tesisnya, Turiman menyimpulkan, sesuai Pasal 3 Ayat 3 (tiga) UUD Sementara 1950 menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara. Berdasarkan Pasal 23, 3, jo PP Nomor 60/1951 itu ditentukan bahwa bentuk dan warga serta skala ukuran lambang negara RI adalah sebagaimana yang terlampir secara resmi dalam PP 66/51, Lembaran Negara Nomor 111 serta bentuk lambang negara yang dimaksud adalah lambang negara yang dirancang oleh Sultan Hamid Alkadrie II yaitu Burung Garuda. Bukan lambang negara yang dibuat oleh Muhammad Yamin yang berbentuk banteng dan matahari. “Sudah jelas bahwa lambang negara Burung Garuda adalah buah karya Sultan Hamid Alkadrie II,” kata Turiman yang juga dosen Pascasarjana Universitas Tanjungpura Pontianak.

Turiman menambahkan, sudah sewajarnyalah negara, mengembalikan nama baik Sultan Hamid Alkadrie II sebagai pencipta lambang negara yang terlepas dari masalah politik lain yang ditimpakan kepadanya. Sejarah, kata Turiman, harus diluruskan agar anak cucu tidak ikut-ikutan salah termasuk memberikan penghormatan kepada Sultan Hamid Alkadrie II sebagai pahlawan nasional seperti halnya W.R. Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya.

Hal yang sama juga disuarakan Sultan Syarif Abubakar Alkadrie–pemegang tampuk kekuasaan Istana Kadriah Kesultanan Pontianak–yangmenjadi ahli waris Sultan Hamid Alkadrie II. Menurut dia, negara pantas memberikan penghargaan terbaik kepada almarhum Sultan Hamid Alkadrie II atas jasanya menciptakan lambang negara Burung Garuda. Penghargaan yang tepat adalah pemberian gelar pahlawan nasional kepada Sultan Hamid Alkadrie II.

Sultan Syarif Abubakar mengatakan, sejarah harus diletakkan pada porsinya semula. Pemutarbalikan fakta sejarah yang terjadi saat ini sangat merugikan generasi mendatang. Sebab, mereka tidak akan pernah tahu tentang pencipta lambang negaranya, Burung Garuda.

Untuk mengembalikan fakta sejarah yang sebenar-benarnya mengenai pencipta lambang negara Burung Garuda yang dirancang oleh Sultan Hamid Alkadrie II ini, pihak ahli waris dan Pemerintah Kalbar serta Universitas Tanjungpura pernah menyelenggarakan seminar nasional di Pontianak. Ketua DPR Akbar Tandjung juga hadir dalam acara yang berlangsung pada 2 Juni 2000. Saat itu, Akbar Tandjung yang Ketua Umum Partai Golongan Karya juga mengusulkan agar nama baik Sultan Hamid Alkadrie II dipulihkan dan diakui sebagai pencipta lambang negara. Sayangnya, usulan itu cuma sampai di laci ketua DPRD saja tanpa ada langkah lanjutan hingga detik ini.

Sultan Hamid Alkadrie II melewati masa kecilnya di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak yang dibangun pada 1771 Masehi. Dia sempat diangkat sebagai Sultan Pontianak VII pada Oktober 1945. Sultan Hamid II juga pernah menjadi Kepala Daerah Istimewa Kalbar pada 1948. Foto- foto Sultan Hamid Alkadrie II dan karya besarnya lambang negara Burung Garuda di Balairung Istana Kadriah Kesultanan Pontianak.

sumber : https://ppijp.wordpress.com/category...an-inspirator/
UP TO DATE Komeng para Kaskuser

Quote:Original Posted By VanUdin
Sejarah yang hampir terlupakan. kasian sultan hamid, namanya ditenggelamkan seperti itu.



Quote:Original Posted By istanakomunika
orang yang berjasa nich gan buat negara kita dulu,,
ane dulu juga pernah gan bercita2 jadi pengibar bendera pas acara 17san


buat agan ini, cita"nya keren


Quote:Original Posted By sapisialedition
Wah Sultan alqodri dari Baalawi Hadromut juga neh rejal mabrook Bib..
banyak temen ane Alkadri di pontianak.. Hebat ente BIB...
salam dari ane Bin YAHYA jamaah Cirebon.. buat Sayyed Muhammad bin Abdurahman Alqadri alumni Ahgaff Yaman 2005

oh iya 17 Agustus 1945 Bisa pas tanggal 17 Ramadhan.. apa emang berkah Nuzulul Qur'an / lailatul qodar tuh??



Quote:Original Posted By VincentAndriK
Membuka kembali sejarah tentang kemerdekaan Indonesia. Nice share, gan.



Selamat menjadi HT, gan!


Quote:Original Posted By chandraabdy
thread sejarah kok sepi gini?
mudah2an si kebo ngaskus juga gan, biar tahu sejarah garuda yg ditaro istana.


ini komeng paling pedes

Quote:Original Posted By chuchay
tidak mungkin terulang lagi, pasti sangat bangga
cuma sayang sedikit terlupakan


Quote:Original Posted By J.H.Balcazar14
Infonya berguna banget nich gan, biar generasi sekarang nggak lupa sejarah bangsa&negara sendiri.


Quote:Original Posted By pbay
ane mantan pengibar bendera juga gan
menyentuh banget


Quote:Original Posted By batu.merah
pejuang berperang dengan susah payah...

setelah merdeka banyak yang pada korup duit negara, jualin kekayaan alam dan gencarin pajak...



Quote:Original Posted By havochista
Udah siang gini masih sepi aja, padahal Hot Thread nih


ya, jaman sekarang lebih penting liat BB++ gan makanye sepi

Quote:Original Posted By abeshura
Bukannya pria bercelana pendek yang mengibarkan bendera merah putih pertama itu namanya "Suhud" gan?

Cek Link


Quote:Original Posted By zakaria_sangata
inilah sejarah bangsa indonesia bangsa yang besar dengan lambat dan pasti berusaha melupakan dari sejarahnya banyak veteran yang terlunta2 nasibnya banyak tempat sejarah yang beralih fungsi atau bahkan terjual



Quote:Original Posted By umamhanamichi
Sangat di sayangkan gan anak anak muda sekarang gak pada ngehargain bangsa indonesia , mereka lebih memilih hidup brutal, ngelem lah, masuk genk motor lah, bahkan ada yang melecehkan bendera indonesia , gaktau dulu ngerebut indonesia itu susah, mereka para pahlawan hanya ingin ngeliat cucunya atau penerus bangsanya itu menghargai jerih payah mereka dengan memajukan indonesia



Quote:Original Posted By insectkillers
gak semua orang tau pencipta lambang negara kita,
tapi kalau pencipta lagu kebangsaan kita pasti semua tau,
pas jaman sd atau smp juga sepertinya gak pernah dibahas ya siapa pencipta lambang negara kita sebenarnya,
taunya juga muhammad yamin,ternyata pencipta aslinya ditenggelamkan,
gini ni perlunya belajar pengetahuan sejarah negara kita,
bangsa yang besar adalah bangsa yang mau belajar sejarah negaranya,



Marhaban Yaa Ramadhan,Mumpung Bulan Ramadhan,Bulan Yang Penuh Berkah,
Yang Baik Hati,Bagi-bagi cendol dong gan,



Quote:Original Posted By BadakKulon
Abdul Latief Hendraningrat, nama yang jarang disebut dalam sejarah


Quote:Original Posted By dankcool
Bangsa Indonesia belum jadi ban gsa yg besar karena belum bisa menghargai jasa2 para pahlawannya


Quote:Original Posted By dimphendiks
orang2 yang berjasa bagi bangsa
semoga pemerintah menghargai jasa mereka


Quote:Original Posted By piramid
harus di hormati sampe kapanpun tuh beliau2 .
jangan sampe di lupakan kontribusi nya



Quote:Original Posted By indraa57
terkadang jasa pahlawan yg punya andil besar dalam kemerdekaan ri itu tak terendus publuk, entah sengaja atau bagaimana. ironisnya gayus H tambunan yg terkenal seorang tikus politik bisa terdengar sampai seantero tanah air.
makanya banyak orang yg tidak tahu bagaimana indonesia bisa merdeka, karena media kita pun lebih menjual gosip dari pada fakta


Quote:Original Posted By GlamoriShop
wahaha, infonya menarik gan, cuma pas di kata-kata terakhir "ts ga usah dkasih cendol coz lagi puasa" ane jadi pengin


nice share gan... rate 5 star deh...




Quote:Original Posted By haryyos
Ilyas Karim. nasibnya persis yang dialami kakek saya dan keluarga di era penjajahan angkat senjata buat kemerdekaan, mengorbankan segalanya untuk kepentingan bangsa dan negara untuk anak cucu dan generasi penerusnya, namun yang sekarang terjadi setelah merdeka adalah tidak mendapat perhatian pemerintah. negara yang telah di merdekakan oleh mereka justru hancur di tangan anak-anak bangsa sendiri.

selama puluhan tahun setelah kemerdekaan, keluarga kami hidup dengan jerih payah sendiri, uang pensiunan veteran kakek tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

jasa-jasa, nasionalisme, dan semangat rela berkorban para pahlawan dan sejarah perjuangan Indonesia seperti yang TS buat hanya di kenang saat bulan Agustus dan November saja yang menurut saya meriah. setelah itu hilang deh.

kalau ane di posisi mereka buat apa ane dan rekan-rekan seperjuangan menuntut pengakuan dari pemerintah terhadap perjuangan yang telah di lakukan, pengakuan dari pemerintah sama sekali tidak ada gunanya. 1 atau 2 tahun lagi di usia ane yang udah senja pasti akan mati dan meninggalkan itu semua.

sedangkan yang di lakukan pleh pemerintah hanyalah mengenang mereka kalau sudah mati, dengan cara memberi gelar pahlawan, memakai nama mereka, atau memberi tanda bintang. ane tidak butuh itu semua yang di butuhkan hanyalah loyalitas anak-anak negri ini terhadap rasa nasionalisme tinggi, semangat rela berkorban atas nama bangsa dan negara untuk kelangsungan hidup Indonesia di masa-masa yang akan datang.

ane ga bermaksud menggurui agan-agan semua, ane berkaca pada diri ane sendiri dari peristiwa yang terjadi.

Jayalah Indonesia Raya


MERDEKA GAN !!! , salam buat kakek ente dari ane ya gan


Quote:Original Posted By alesi
KALO DENGER CERITA PARA VETERAN GITU ANE MERASA KASIAN GAN. MEREKA BERJUANG MATI-MATIAN BUAT KITA, TAPI SEARANG GA ADA YANG MERHATIIN MEREKA



Quote:Original Posted By korelassi
napak tilas sejarah indonesia lagi
mantabh gan
menstimuno rasa nasionalisme kita
melihat keadaan sekarang nampaknya rasa nasionalisme kita semakin sedikit saja


Quote:Original Posted By misbakhuddin070
garuda / pancasila emang ideologi bangsa yang dapat diartikan paling cocok buat indonesia,bahkan dunia,

tapi, kalau kenyattaanya kayak indonesia sekarang ini, justru terkesan indonesia itu lemah, ga mau berkorban seperti sosialis,kapitalis.
indonesia terkesan tidak mau menerima kenyataan buruk bahwa didunia ini ga ada yang sempurna

tapi klau SDM nya udah bener, pastilah garuda dapat terbang lagi



Quote:Original Posted By ChildFruit
emang banyak orang yang berjasa bagi negara justru ditenggelamkan ama sejarah gan. contohnya aja tan malaka ama presiden republik indonesia pas waktu kita jaman ris dulu, semuanya ilang ditelan sejarah.



Quote:Original Posted By superDODON
bagus bangaet gan info nya!

kenapa yah Indonesia kurang menghargai orang seperti mereka yang masih menjadi saksi hidup kemerdekaan dan cikal bakal sebuah negara bernama Republik Indonesia yang ada seperti sekarang?



Quote:Original Posted By pandema
satu pelajaran berharga gan
bener2 waktu SD dulu gak pernah dgr nama2 itu, kyk gak dianggep



Quote:Original Posted By mizunazi
Ternyata masih banyak sejarah yang tidak terungkap ya gan di pelajaran sejarah waktu sekolah...yang menciptakan lambang agruda aja ane baru tahu sekarang...
jangan melupakan sejarah dah...


Quote:Original Posted By Darmalfc
Sultan Hamid II..namanya harus tenggelam akibat terkait dengan peristiwa Wsterliang. Kesian banget gan, padahal berjasa banget pada negeri ini dengan menciptakan lambang garuda.



Quote:Original Posted By JONIESMOND10
Negara kita memang begitu bro, gak pernah menghargai jasa2 pahlawan nya. Bayangkan aja gan. Satu2 saksi hidup bendera pertama berkibar aja masa harus hidup susah begitu? Pencipta lambang Garuda Pancasila yang begitu kita banggakan juga bahkan gak pernah masuk buku Sejarah. Jujurnya, ini baru ane tahu pencipta lambang Garuda Pancasila.




Quote:Original Posted By nekdz007
mantep gan... harus sering" nih bahas tentang sejarah dan nasionalisme..
soal y bagaimana kita bisa mencintai negara kita jika kita tidak tau tentang selukbeluk dan sejarah negara kita ini..

JASMERAH (jangan sekali-kali melupakan sejarah) CMIIW



Quote:Original Posted By Moleen
mangstab info nya gan. itu pak Ilyas kasian bgt, jasa2nya banyak gitu buat negara, ujung2nya hidup di pinggir rel kereta , mudah2an ke depannya pahlawan yg seperti ini diberikan penghargaan karena jasa2nya bagi negara




Quote:Original Posted By al.faqir
sebentar lagi 17 agustus,
tumbuhkan kembali rasa nasionalisme kita.
sayangnya ga bisa ikut lomba makan kerupuk, masih bulan puasa.
nice tret gan!


, nanti aja gan makan kerupuk/lombanya tengah malem
wah mantap nih gan,,ane baru tahu gan
Sejarah yang hampir terlupakan. kasian sultan hamid, namanya ditenggelamkan seperti itu.
merah putih kan slalu di hati

klik http://aryasaloka.blogspot.com/2012/...th-fudika.html
Quote:Original Posted By NairaAbi
wah mantap nih gan,,ane baru tahu gan


donk gan

Quote:Original Posted By VanUdin
Sejarah yang hampir terlupakan. kasian sultan hamid, namanya ditenggelamkan seperti itu.


iya gan, bnyk pahlawan" yang terlupakan

Quote:Original Posted By rojer2
merah putih kan slalu di hati

klik http://aryasaloka.blogspot.com/2012/...th-fudika.html


pasti itu gan
orang yang berjasa nich gan buat negara kita dulu,,
ane dulu juga pernah gan bercita2 jadi pengibar bendera pas acara 17san
baru tau gw
waw, nice share gan .. semoga bermanfaat
ane barutau gan. btw, mayan mejeng di pejwan
bangga pasti jadi pelaku sejarah tapi sedih kalo dilupakan
nice share gan ane sambil nyimak gan



Posted with kaskusBetaQR
emang mantep gan INDONESIA

sipgan

pertamax
wah, hebat hebat ya pahlawan kita

Thumbs up 

Wah Sultan alqodri dari Baalawi Hadromut juga neh rejal mabrook Bib..
banyak temen ane Alkadri di pontianak.. Hebat ente BIB...
salam dari ane Bin YAHYA jamaah Cirebon.. buat Sayyed Muhammad bin Abdurahman Alqadri alumni Ahgaff Yaman 2005

oh iya 17 Agustus 1945 Bisa pas tanggal 17 Ramadhan.. apa emang berkah Nuzulul Qur'an / lailatul qodar tuh??

mampir ke lapak ane gan :

Inilah EMpat Artis Indonesia Di Film Hollywod
Kakek Ini Selama 60 Tahun Merangkak Menuju Masjid
8 Rahasia Buah Pisang Yang Mengagunggkan
Ada Yang Aneh di Majsid Tanjung Priuk ? Gila..... sedekah kok harus Begini

Alqur'an Mainan.. Aneh ni Orang!!!

Ono dia. .Godaan Hidup Terberat Manusia..
Doa Para Manusia Labil -ABABIL
Maaf aku Tak Perawan Lage


wah pasti sangat bangga jadi seorang yang mengibarkan bedera Merah Putih

Quote:Original Posted By Treadh Lainya

Menghilangkan Bekas Jerawat Dengan Cara Alami




Posted with kaskusBetaQR
Membuka kembali sejarah tentang kemerdekaan Indonesia. Nice share, gan.



Selamat menjadi HT, gan!
seperti kta bung kjarno
JAS MERAH