Tanya PHK dan Pesangon

selamat siang semua. Mohon maaf saya bikin thread baru, sebenarnya udah tanya di thread Ngerumpi Tentang Hukum/Ketentuan Ketenagakerjaan & Jamsostek disini nyok! tapi belum ada jawaban...

Saya mau konsultasi/tanya ya. Mohon penjelasannya soalnya saya baru saja terkena PHK dari tempat saya bekerja dan saat ini masih belum bekerja. Saya bekerja sebagai staf IT di sebuah perusahaan (PT. xxx) yang bergerak dibidang retail bahan bangunan persis seperti (d*po bang*nan) selama 6 tahun lebih. Tepatnya sejak mei 2006 sampai pada 14 juli 2012 kemarin.

Kronologinya:
-Tanggal 14 juli 2012 (jumat) kemarin sekitar jam 11 siang manager accounting (mrs. E) saya menyuruh saya lembur untuk melakukan sebuah tugas tapi saya tolak dengan alasan lembur tidak pernah dibayar. Saya bilang pada manager tersebut bahwa saya bersedia masuk siang (shift 2) keesokan hari untuk menyelesaikan tugas itu tapi bukan lembur. Biasanya prosedur ini bisa dan sudah sering.

-Manager saya sedikit membentak saya dan mengatakan akan menyampaikan penolakan saya pada direktur utama saya (mr. A)

-Karena menganggap diri saya benar maka saya jawab "sampaikan saja, mau mr. A atau mr. B (owner, kakak mr, A) yang menyuruh tetap saya tidak mau lembur selama ga dibayar"

-Setelah itu telepon ditutup dan tidak ada kejadian apa-apa

-Jam 4 sore saya dipanggil manager HRD untuk menghadap dan di PHK. Menurut manager HRD saya, mrs. E mengadukan penolakan saya dan kata-kata saya diatas kepada mr.A. Dan menurut analisis hrd mungkin sudah ditambahi sedikit "bumbu" sehingga perintah pemecatan saya turun. Dan saat itu juga saya disuruh pulang dan tidak perlu masuk kerja keesokan hari.

Tambahan: mrs.E adalah saudara dari mr.A dan mr.B. Perusahaan tempat saya bekerja ini adalah perusahaan keluarga yang hampir semua bagian diisi oleh saudara pemilik.

Yang ingin saya tanyakan:
-Apa benar prosedur pemecatan terhadap diri saya? Saya tidak menerima surat dalam bentuk apapun mengenai PHK. Melihat beberapa rekan terdahulu yang memiliki kasus dan kesalahan selalu diberikan SP1 dan SP2 terlebih dahulu baru kemudian dipecat. Juga tidak diberikan pesangon, bahkan gaji saya tidak dibayarkan karena langsung disuruh pulang dan tidak perlu datang kembali keesokan hari.

-Dengan kasus saya diatas kemana saya harus mengadu? Kepolisi, LBH atau kemana? Dan surat-surat apa yang harus saya siapkan? Oh ya, sekedar info saya bekerja di daerah BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

-Jika harus melapor kepolisi siapa yang harus saya laporkan? PT, mrs. E atau mr.A?

-Bagaimana saya menuntut gaji dan pesangon saya?


Saya mohon para kaskuser dapat memberikan masukan dan pencerahan terhadap kasus saya. Hormat dan terimakasih saya sampaikan.
ane turut simpati dengan apa yang ente alami.
ane selama ini nggak pernah ngalamin sampe di PHK.
tapi apa yang ente rasain cukup menyesakan dada.

apapun itu, kedepannya bila ada masalah keq gini, sebaiknya semua pembicaraan di rekam di HP. dan kasih tau ke lawan bicaranya.

conoth, ketika agan di panggil sama HRD.

saat itu kalau agan bilang, agan akan rekam pembicaraan. ane jamin dia akan jadi rada segan. sebab seakan2 ente akan bawa masalah ini lebih lanjut.

dan dia pun juga akan sangat hati2 bertindak, setidaknya semua hak ente akan di penuhi.
newbie ikut urung rembuk gan..
dalam istilah hukum jika agan diam saja berarti agan mengiyakan apa yang di inginkan perusahaan
sebaiknya minta surat PHK nya dulu dan dari situ baru ada perorangan yang menandatangani PHK agan yang akan menjadi acuan pengaduan ke badan hukum

mungkin link ini atau yang ini bisa membantu
Quote:Original Posted By robertkur
selamat siang semua. Mohon maaf saya bikin thread baru, sebenarnya udah tanya di thread Ngerumpi Tentang Hukum/Ketentuan Ketenagakerjaan & Jamsostek disini nyok! tapi belum ada jawaban...

Saya mau konsultasi/tanya ya. Mohon penjelasannya soalnya saya baru saja terkena PHK dari tempat saya bekerja dan saat ini masih belum bekerja. Saya bekerja sebagai staf IT di sebuah perusahaan (PT. xxx) yang bergerak dibidang retail bahan bangunan persis seperti (d*po bang*nan) selama 6 tahun lebih. Tepatnya sejak mei 2006 sampai pada 14 juli 2012 kemarin.

Kronologinya:
-Tanggal 14 juli 2012 (jumat) kemarin sekitar jam 11 siang manager accounting (mrs. E) saya menyuruh saya lembur untuk melakukan sebuah tugas tapi saya tolak dengan alasan lembur tidak pernah dibayar. Saya bilang pada manager tersebut bahwa saya bersedia masuk siang (shift 2) keesokan hari untuk menyelesaikan tugas itu tapi bukan lembur. Biasanya prosedur ini bisa dan sudah sering.

-Manager saya sedikit membentak saya dan mengatakan akan menyampaikan penolakan saya pada direktur utama saya (mr. A)

-Karena menganggap diri saya benar maka saya jawab "sampaikan saja, mau mr. A atau mr. B (owner, kakak mr, A) yang menyuruh tetap saya tidak mau lembur selama ga dibayar"

-Setelah itu telepon ditutup dan tidak ada kejadian apa-apa

-Jam 4 sore saya dipanggil manager HRD untuk menghadap dan di PHK. Menurut manager HRD saya, mrs. E mengadukan penolakan saya dan kata-kata saya diatas kepada mr.A. Dan menurut analisis hrd mungkin sudah ditambahi sedikit "bumbu" sehingga perintah pemecatan saya turun. Dan saat itu juga saya disuruh pulang dan tidak perlu masuk kerja keesokan hari.

Tambahan: mrs.E adalah saudara dari mr.A dan mr.B. Perusahaan tempat saya bekerja ini adalah perusahaan keluarga yang hampir semua bagian diisi oleh saudara pemilik.

Yang ingin saya tanyakan:
1.-Apa benar prosedur pemecatan terhadap diri saya? Saya tidak menerima surat dalam bentuk apapun mengenai PHK. Melihat beberapa rekan terdahulu yang memiliki kasus dan kesalahan selalu diberikan SP1 dan SP2 terlebih dahulu baru kemudian dipecat. Juga tidak diberikan pesangon, bahkan gaji saya tidak dibayarkan karena langsung disuruh pulang dan tidak perlu datang kembali keesokan hari.

2.-Dengan kasus saya diatas kemana saya harus mengadu? Kepolisi, LBH atau kemana? Dan surat-surat apa yang harus saya siapkan? Oh ya, sekedar info saya bekerja di daerah BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

3.-Jika harus melapor kepolisi siapa yang harus saya laporkan? PT, mrs. E atau mr.A?

4. -Bagaimana saya menuntut gaji dan pesangon saya?


Saya mohon para kaskuser dapat memberikan masukan dan pencerahan terhadap kasus saya. Hormat dan terimakasih saya sampaikan.


1. untuk mekanisme atau prosedur pemberian SP masing2 perusahaan memiliki aturan tersendiri yang biasanya dicantumkan dalam PP. jadi dapat dikategorikan wajar sepanjang hal tsb sesuai dengan PP yang ada dalam perusahaan.
2,3 dan 4. dalam hal pesangon, agan dapat mendiskusikannya dengan HRD perusahaan tsb. Apabila mentok agan dapat membawanya ke PHI, berhubung ranah hukumnya adalah hubungan industrial (kalo masih bingung tanya lokasi PHI dimana ke om gugle), surat yang dipersiapkan mungkin PKWTT agan
Quote:Original Posted By robertkur
selamat siang semua. Mohon maaf saya bikin thread baru, sebenarnya udah tanya di thread Ngerumpi Tentang Hukum/Ketentuan Ketenagakerjaan & Jamsostek disini nyok! tapi belum ada jawaban...

Saya mau konsultasi/tanya ya. Mohon penjelasannya soalnya saya baru saja terkena PHK dari tempat saya bekerja dan saat ini masih belum bekerja. Saya bekerja sebagai staf IT di sebuah perusahaan (PT. xxx) yang bergerak dibidang retail bahan bangunan persis seperti (d*po bang*nan) selama 6 tahun lebih. Tepatnya sejak mei 2006 sampai pada 14 juli 2012 kemarin.

Kronologinya:
-Tanggal 14 juli 2012 (jumat) kemarin sekitar jam 11 siang manager accounting (mrs. E) saya menyuruh saya lembur untuk melakukan sebuah tugas tapi saya tolak dengan alasan lembur tidak pernah dibayar. Saya bilang pada manager tersebut bahwa saya bersedia masuk siang (shift 2) keesokan hari untuk menyelesaikan tugas itu tapi bukan lembur. Biasanya prosedur ini bisa dan sudah sering.

-Manager saya sedikit membentak saya dan mengatakan akan menyampaikan penolakan saya pada direktur utama saya (mr. A)

-Karena menganggap diri saya benar maka saya jawab "sampaikan saja, mau mr. A atau mr. B (owner, kakak mr, A) yang menyuruh tetap saya tidak mau lembur selama ga dibayar"

-Setelah itu telepon ditutup dan tidak ada kejadian apa-apa

-Jam 4 sore saya dipanggil manager HRD untuk menghadap dan di PHK. Menurut manager HRD saya, mrs. E mengadukan penolakan saya dan kata-kata saya diatas kepada mr.A. Dan menurut analisis hrd mungkin sudah ditambahi sedikit "bumbu" sehingga perintah pemecatan saya turun. Dan saat itu juga saya disuruh pulang dan tidak perlu masuk kerja keesokan hari.

Tambahan: mrs.E adalah saudara dari mr.A dan mr.B. Perusahaan tempat saya bekerja ini adalah perusahaan keluarga yang hampir semua bagian diisi oleh saudara pemilik.

Yang ingin saya tanyakan:
-Apa benar prosedur pemecatan terhadap diri saya? Saya tidak menerima surat dalam bentuk apapun mengenai PHK. Melihat beberapa rekan terdahulu yang memiliki kasus dan kesalahan selalu diberikan SP1 dan SP2 terlebih dahulu baru kemudian dipecat. Juga tidak diberikan pesangon, bahkan gaji saya tidak dibayarkan karena langsung disuruh pulang dan tidak perlu datang kembali keesokan hari.

-Dengan kasus saya diatas kemana saya harus mengadu? Kepolisi, LBH atau kemana? Dan surat-surat apa yang harus saya siapkan? Oh ya, sekedar info saya bekerja di daerah BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

-Jika harus melapor kepolisi siapa yang harus saya laporkan? PT, mrs. E atau mr.A?

-Bagaimana saya menuntut gaji dan pesangon saya?


Saya mohon para kaskuser dapat memberikan masukan dan pencerahan terhadap kasus saya. Hormat dan terimakasih saya sampaikan.

turut prihatin terhadap apa yg menimpa agan,nubitol pingin kasih pandangan sedikit ya moga berkenan

pertama mungkin dilihat dulu,kalo dari apa yang agan utarakan di atas saya tidak tahu apakah agan karyawan tetap atau kontrak karena perlakuan PHK terhadap kedua jenis itu berbeda,Dalam hal kontrak, pihak yang memutuskan kontrak diperintahkan membayar sisa nilai kontrak tersebut. Sedangkan bagi pekerja tetap, diatur soal wajib tidaknya pengusaha memberi kompensasi atas PHK tersebut.
masuk kedalam pertanyaan agan
1.terkait prosedur pemberian sp setiap perusahaan mempunyai kebijakan tersendiri terkait sanksi,SP1,SP2 dan PHK bukan merupakan suatu hierarki yang harus dan wajib ditempuh satu persatu dalam artian perusahaan bebas memberikan SP1 atau SP2 tergantung tingkat kesalahannya.Pengusaha dimungkinkan juga mengeluarkan misalnya SP 3 secara langsung, atau terhadap perbuatan tertentu langsung memPHK. Hal ini dengan catatan hal tersebut diatur dalam perjanjian kerja (PK), peraturan perusahaan (PP), atau perjanjian kerja bersama (PKB), dan dalam ketiga aturan tersebut, disebutkan secara jelas jenis pelanggaran yang dapat mengakibatkan PHK
2.terkait pesangon kembali lagi Dalam PHK terhadap pekerja tetap, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon, dan atau uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima pekerja,karena belum jelas saya ambil asumsi bahwa agan adalah pegawai tetap dilihat dari lamanya agan bekerja selama 6 tahun sehingga pengusaha WAJIB membayar pesangon
3.terkait Benar tidaknya PHK agan ,Depnaker mengeluarkan surat edaran yang berusaha memberikan penjelasan tentang kesalahan2 berat yang bisa menyebabkan PHK
Yang termasuk kesalahan berat ialah:
a. melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang dan/atau uang milik perusahaan;
b. memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan;
c. mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan/atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja;
d. melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja;
e. menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja;
f. membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan;
g. dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja;
h. membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara; atau
i. melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.
dilihat dari kasus agan..jelas agan tidak termasuk kedalam kategori2 diatas,tetapi dilihat lagi apakah tidak mau lembur dengan alasan tidak dibayar itu bisa dibuktikan dan apakah di dalam PP atau PKB diatur demikian dan agan setuju..butuh penelitian berkas juga agar lebih objektif.
4.terkait pengaduan jika di kantor agan ada serikat pekerja bisa dikonsultasikan dulu di sana untuk mendesak negosiasi mengenai pesangon bipatrit yang jika berhasil maka disepakati besaran pesangon dan dituangkan dalam perjanjian bersama,,tapi jika tidak bisa maka masuk kedalam fase ke dua yaitu tripatrit yang melibatkan pihak ke 3 selain karyawan,pengusaha yaitu mediator ,konsiliator atau arbitor yaitu orang diluar kedua belah pihak yang bisa menjadi"hakim" atau penengah dalam memutus sengketa PHK tersebut,tapi jika tidak selesai juga maka maju lagi ke fase PHI atau pengadilan hubungan industrial dimana ini adalah fase yang paling melelahkan dan mengeluarkan biaya bagi agan,selama belum diputus oleh pengadilan mengenai PHK agan, pengusaha berhak menskors agan tapi implikasinya maka karyawan berhak masih menerima upah yang dipotong selama di skorsing oleh pengusaha itu sampe pengadilan memutus phk.
yang patut di garisbawahi adalah apakah agan pernah menyetujui untuk di PHK karena jika tidak>>MAJU TERUS!HIDUP BURUH PERJUANGKAN HAK2 AGAN

itu sedikit pandangan nubitol terhadap kasus agan,semoga bisa sedikit membantu,salam
* bahan2 pertimbangan dari uu 13/2003 dan kasus2 yang beberapakali di tangani
Quote:Original Posted By promosiapasaja
ane turut simpati dengan apa yang ente alami.
ane selama ini nggak pernah ngalamin sampe di PHK.
tapi apa yang ente rasain cukup menyesakan dada.

apapun itu, kedepannya bila ada masalah keq gini, sebaiknya semua pembicaraan di rekam di HP. dan kasih tau ke lawan bicaranya.

conoth, ketika agan di panggil sama HRD.

saat itu kalau agan bilang, agan akan rekam pembicaraan. ane jamin dia akan jadi rada segan. sebab seakan2 ente akan bawa masalah ini lebih lanjut.

dan dia pun juga akan sangat hati2 bertindak, setidaknya semua hak ente akan di penuhi.

terimakasih atas masukannya bro promosiapasaja. saya ga sempat mikir mau rekam, karena ketika dipanggil HRD untuk menghadap aja saya masih ga punya feeling di phk, karena memang ga ngerasa punya salah...

Quote:Original Posted By kh3mod
newbie ikut urung rembuk gan..
dalam istilah hukum jika agan diam saja berarti agan mengiyakan apa yang di inginkan perusahaan
sebaiknya minta surat PHK nya dulu dan dari situ baru ada perorangan yang menandatangani PHK agan yang akan menjadi acuan pengaduan ke badan hukum

mungkin link ini atau yang ini bisa membantu

terimakasih atas masukannya bro kh3mod. jadi saya harus minta surat phk dulu yah? apa perlu minta surat tertulis juga bahwa saya belum terima gaji bulan berjalan dan pesangon?

Quote:Original Posted By bananabird
1. untuk mekanisme atau prosedur pemberian SP masing2 perusahaan memiliki aturan tersendiri yang biasanya dicantumkan dalam PP. jadi dapat dikategorikan wajar sepanjang hal tsb sesuai dengan PP yang ada dalam perusahaan.
2,3 dan 4. dalam hal pesangon, agan dapat mendiskusikannya dengan HRD perusahaan tsb. Apabila mentok agan dapat membawanya ke PHI, berhubung ranah hukumnya adalah hubungan industrial (kalo masih bingung tanya lokasi PHI dimana ke om gugle), surat yang dipersiapkan mungkin PKWTT agan

terimakasih juga bro bananabird. Oh yah PHI dan PKWTT itu apa?

Quote:Original Posted By aga_setyo
turut prihatin terhadap apa yg menimpa agan,nubitol pingin kasih pandangan sedikit ya moga berkenan

pertama mungkin dilihat dulu,kalo dari apa yang agan utarakan di atas saya tidak tahu apakah agan karyawan tetap atau kontrak karena perlakuan PHK terhadap kedua jenis itu berbeda,Dalam hal kontrak, pihak yang memutuskan kontrak diperintahkan membayar sisa nilai kontrak tersebut. Sedangkan bagi pekerja tetap, diatur soal wajib tidaknya pengusaha memberi kompensasi atas PHK tersebut.
masuk kedalam pertanyaan agan
1.terkait prosedur pemberian sp setiap perusahaan mempunyai kebijakan tersendiri terkait sanksi,SP1,SP2 dan PHK bukan merupakan suatu hierarki yang harus dan wajib ditempuh satu persatu dalam artian perusahaan bebas memberikan SP1 atau SP2 tergantung tingkat kesalahannya.Pengusaha dimungkinkan juga mengeluarkan misalnya SP 3 secara langsung, atau terhadap perbuatan tertentu langsung memPHK. Hal ini dengan catatan hal tersebut diatur dalam perjanjian kerja (PK), peraturan perusahaan (PP), atau perjanjian kerja bersama (PKB), dan dalam ketiga aturan tersebut, disebutkan secara jelas jenis pelanggaran yang dapat mengakibatkan PHK
2.terkait pesangon kembali lagi Dalam PHK terhadap pekerja tetap, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon, dan atau uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima pekerja,karena belum jelas saya ambil asumsi bahwa agan adalah pegawai tetap dilihat dari lamanya agan bekerja selama 6 tahun sehingga pengusaha WAJIB membayar pesangon
3.terkait Benar tidaknya PHK agan ,Depnaker mengeluarkan surat edaran yang berusaha memberikan penjelasan tentang kesalahan2 berat yang bisa menyebabkan PHK
Yang termasuk kesalahan berat ialah:
a. melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang dan/atau uang milik perusahaan;
b. memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan;
c. mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan/atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja;
d. melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja;
e. menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja;
f. membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan;
g. dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja;
h. membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara; atau
i. melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.
dilihat dari kasus agan..jelas agan tidak termasuk kedalam kategori2 diatas,tetapi dilihat lagi apakah tidak mau lembur dengan alasan tidak dibayar itu bisa dibuktikan dan apakah di dalam PP atau PKB diatur demikian dan agan setuju..butuh penelitian berkas juga agar lebih objektif.
4.terkait pengaduan jika di kantor agan ada serikat pekerja bisa dikonsultasikan dulu di sana untuk mendesak negosiasi mengenai pesangon bipatrit yang jika berhasil maka disepakati besaran pesangon dan dituangkan dalam perjanjian bersama,,tapi jika tidak bisa maka masuk kedalam fase ke dua yaitu tripatrit yang melibatkan pihak ke 3 selain karyawan,pengusaha yaitu mediator ,konsiliator atau arbitor yaitu orang diluar kedua belah pihak yang bisa menjadi"hakim" atau penengah dalam memutus sengketa PHK tersebut,tapi jika tidak selesai juga maka maju lagi ke fase PHI atau pengadilan hubungan industrial dimana ini adalah fase yang paling melelahkan dan mengeluarkan biaya bagi agan,selama belum diputus oleh pengadilan mengenai PHK agan, pengusaha berhak menskors agan tapi implikasinya maka karyawan berhak masih menerima upah yang dipotong selama di skorsing oleh pengusaha itu sampe pengadilan memutus phk.
yang patut di garisbawahi adalah apakah agan pernah menyetujui untuk di PHK karena jika tidak>>MAJU TERUS!HIDUP BURUH PERJUANGKAN HAK2 AGAN

itu sedikit pandangan nubitol terhadap kasus agan,semoga bisa sedikit membantu,salam
* bahan2 pertimbangan dari uu 13/2003 dan kasus2 yang beberapakali di tangani

Terimakasih kasih banget bro aga_setyo. Jelas dan sangat yakin saya ga melakukan kesalahan melawan hukum maupun point-point yang bro sebut diatas. Menurut analisa pribadi dan HRD sih murni karena sentimen mrs.E terhadap saya.
------------------------
Oh yah sebagai catatan, dahulu ketika baru masuk kerja saya ga menandatangani surat apapun. Saya juga berstatus sebagai karyawan tetap. Dari hari jumat (14 juli 2012) sampai sekarang saya belum dapat telepon/konfirmasi atau sejenisnya lagi dari kantor?

Apa bijak kalau saya langsung kekantor minta penjelasan untuk minta pesangon saya hari itu juga? gimana kalau dibawain security? Saat ini inventaris kantor berupa sepeda motor dan laptop masih ada sama saya... Apa dibenarkan kalau saya menahan kedua inventaris itu sebagai jaminan? Apa nanti ga dilaporin polisi dengan tuduhan mencuri?

Apa boleh saya menggunakan pihak ketiga seperti jaksa (punya kenalan jaksa) atau polisi untuk menekan bos saya?

Sekali lagi terimakasih atas semua saran dan masukan....
kalo menurut saya si,agan konsul dan deketin HRDnya bilang saya mau minta hak2 saya dipenuhi,saya tidak akan"berulah" kalo semua apa yang menjadi hak2 saya dipenuhi perusahaan...di situ nego deh pesangon agan buat perjanjian bersama kalo nilainya agan setuju tgl tanda tangan kelar deh,
jangan pake jaksa atau polisi untuk menekan perusahaan pertama itu tidak etis yang kedua apa orang seperti itu kalo ditekan urusan makin beres??saya rasa tidak utamakan jalur2 yang legal..jangan memulai sesuatu dengan niat yang jahat atau cara2 yang tidak elegan.
inventaris kantor sebaiknya dikembalikan buat perjanjian dengan pihak HRD selaku wakil perusahaan yaitu inventaris akan dikembalikan jika hak2 saya dipenuhi
jadi intinya apa yang agan kejar dulu itu yang menentukan langkah2 agan selanjutnya
1.jika agan ingin pesangon dan hak2 agan dipenuhi maka berundinglah dengan HRD dulu kalo ga bisa baru maju PHI
2.jika agan ingin langsung menggugat perusahaan karena agan sakit hati krn perusahaan telah mem PHK agan dengan alasan yg tidak jelas maka agan butuh konsultan hukum,waktu dan biaya yg tidak sedikit.
jangan takut dengan pengusaha tapi juga jangan gegabah mengambil tindakan dengan melakukan pressure2 bersabar dan liat kondisi dulu
oiya kalo agan udah jadi karyawan tetap biasanya ada SK mengenai pengangkatan agan sebagai pegawai tetap..itu ada ga?
Quote:Original Posted By aga_setyo
kalo menurut saya si,agan konsul dan deketin HRDnya bilang saya mau minta hak2 saya dipenuhi,saya tidak akan"berulah" kalo semua apa yang menjadi hak2 saya dipenuhi perusahaan...di situ nego deh pesangon agan buat perjanjian bersama kalo nilainya agan setuju tgl tanda tangan kelar deh,
jangan pake jaksa atau polisi untuk menekan perusahaan pertama itu tidak etis yang kedua apa orang seperti itu kalo ditekan urusan makin beres??saya rasa tidak utamakan jalur2 yang legal..jangan memulai sesuatu dengan niat yang jahat atau cara2 yang tidak elegan.
inventaris kantor sebaiknya dikembalikan buat perjanjian dengan pihak HRD selaku wakil perusahaan yaitu inventaris akan dikembalikan jika hak2 saya dipenuhi
jadi intinya apa yang agan kejar dulu itu yang menentukan langkah2 agan selanjutnya
1.jika agan ingin pesangon dan hak2 agan dipenuhi maka berundinglah dengan HRD dulu kalo ga bisa baru maju PHI
2.jika agan ingin langsung menggugat perusahaan karena agan sakit hati krn perusahaan telah mem PHK agan dengan alasan yg tidak jelas maka agan butuh konsultan hukum,waktu dan biaya yg tidak sedikit.
jangan takut dengan pengusaha tapi juga jangan gegabah mengambil tindakan dengan melakukan pressure2 bersabar dan liat kondisi dulu
oiya kalo agan udah jadi karyawan tetap biasanya ada SK mengenai pengangkatan agan sebagai pegawai tetap..itu ada ga?


thanks banget yah bro masukannya... Bener banget yang bro bilang, saya juga bukan orang seperti itu sih. Tapi tulisan yang saya tebalin itu mengenai SK sama sekali ga ada... Dikantor saya selama ini ga pernah pakai yang begituan.... maklum perusahaan keluarga meski statusnya PT.
Sebenarnya hari itu juga saya mau kembalikan barang inventarisnya tapi menurut kepala hrd saya ga apa-apa, pegang aja dulu sbagai jaminan...

Kepala HRD saya menyarankan bersabar dan bilang percaya saja sama dia dan akan diusahakan yang terbaik.... Tapi sampai sekarang belum ada kabar dari kepala HRD. Apa etis/sopan jika saya telepon ke HRD menanyakan kabar berita karena belum sepekan?

1x lagi thanks banget, GBU
Quote:Original Posted By robertkur
terimakasih atas masukannya bro promosiapasaja. saya ga sempat mikir mau rekam, karena ketika dipanggil HRD untuk menghadap aja saya masih ga punya feeling di phk, karena memang ga ngerasa punya salah...


terimakasih atas masukannya bro kh3mod. jadi saya harus minta surat phk dulu yah? apa perlu minta surat tertulis juga bahwa saya belum terima gaji bulan berjalan dan pesangon?


terimakasih juga bro bananabird. Oh yah PHI dan PKWTT itu apa?


Terimakasih kasih banget bro aga_setyo. Jelas dan sangat yakin saya ga melakukan kesalahan melawan hukum maupun point-point yang bro sebut diatas. Menurut analisa pribadi dan HRD sih murni karena sentimen mrs.E terhadap saya.
------------------------
Oh yah sebagai catatan, dahulu ketika baru masuk kerja saya ga menandatangani surat apapun. Saya juga berstatus sebagai karyawan tetap. Dari hari jumat (14 juli 2012) sampai sekarang saya belum dapat telepon/konfirmasi atau sejenisnya lagi dari kantor?

Apa bijak kalau saya langsung kekantor minta penjelasan untuk minta pesangon saya hari itu juga? gimana kalau dibawain security? Saat ini inventaris kantor berupa sepeda motor dan laptop masih ada sama saya... Apa dibenarkan kalau saya menahan kedua inventaris itu sebagai jaminan? Apa nanti ga dilaporin polisi dengan tuduhan mencuri?

Apa boleh saya menggunakan pihak ketiga seperti jaksa (punya kenalan jaksa) atau polisi untuk menekan bos saya?

Sekali lagi terimakasih atas semua saran dan masukan....


berdasarkan pengalaman saya,sebelum PHK turun saya diberi surat pemberitahuan penawaran PHK tapi memang beda kasus dan itu baru berupa penawaran dan PHK nya pun saya tolak dengan alasan PHK nya tidak sesuai dengan kondisi yang dituduhkan perusahaan
berhubung di tempat saya ada wadah/serikat semua saya serahkan kepada serikat untuk menjadi kuasa karyawan

PHI = pengadilan hubungan industrial
penjelasan nya sudah dibahas sama agan aga_setyo
yang pasti untuk menuju kesana urusan panjang gan
PKWTT = Perjanjian kerja untuk Waktu Tidak Tertentu
perjanjian kerja untuk karyawan tetap

Quote:Original Posted By aga_setyo
kalo menurut saya si,agan konsul dan deketin HRDnya bilang saya mau minta hak2 saya dipenuhi,saya tidak akan"berulah" kalo semua apa yang menjadi hak2 saya dipenuhi perusahaan...di situ nego deh pesangon agan buat perjanjian bersama kalo nilainya agan setuju tgl tanda tangan kelar deh,
jangan pake jaksa atau polisi untuk menekan perusahaan pertama itu tidak etis yang kedua apa orang seperti itu kalo ditekan urusan makin beres??saya rasa tidak utamakan jalur2 yang legal..jangan memulai sesuatu dengan niat yang jahat atau cara2 yang tidak elegan.
inventaris kantor sebaiknya dikembalikan buat perjanjian dengan pihak HRD selaku wakil perusahaan yaitu inventaris akan dikembalikan jika hak2 saya dipenuhi
jadi intinya apa yang agan kejar dulu itu yang menentukan langkah2 agan selanjutnya
1.jika agan ingin pesangon dan hak2 agan dipenuhi maka berundinglah dengan HRD dulu kalo ga bisa baru maju PHI
2.jika agan ingin langsung menggugat perusahaan karena agan sakit hati krn perusahaan telah mem PHK agan dengan alasan yg tidak jelas maka agan butuh konsultan hukum,waktu dan biaya yg tidak sedikit.
jangan takut dengan pengusaha tapi juga jangan gegabah mengambil tindakan dengan melakukan pressure2 bersabar dan liat kondisi dulu
oiya kalo agan udah jadi karyawan tetap biasanya ada SK mengenai pengangkatan agan sebagai pegawai tetap..itu ada ga?


Quote:Original Posted By robertkur
thanks banget yah bro masukannya... Bener banget yang bro bilang, saya juga bukan orang seperti itu sih. Tapi tulisan yang saya tebalin itu mengenai SK sama sekali ga ada... Dikantor saya selama ini ga pernah pakai yang begituan.... maklum perusahaan keluarga meski statusnya PT.
Sebenarnya hari itu juga saya mau kembalikan barang inventarisnya tapi menurut kepala hrd saya ga apa-apa, pegang aja dulu sbagai jaminan...

Kepala HRD saya menyarankan bersabar dan bilang percaya saja sama dia dan akan diusahakan yang terbaik.... Tapi sampai sekarang belum ada kabar dari kepala HRD. Apa etis/sopan jika saya telepon ke HRD menanyakan kabar berita karena belum sepekan?

1x lagi thanks banget, GBU


saya sependapat dengan agan aga_setyo
sebaiknya dirundingkan dulu gan dengan HRD
udah berapa lama ga masuk kerja ??
jangan lebih dari 5 hari
kalo lebih, secara otomatis anda dianggap mengunduran diri
( walaupun ada beberapa prosedur tambahan mis surat himbauan perusahaan )
tetap aktif kerjar hrdnya. jangan lebih 5 hari !!

alternatif yang dapat dipilih :
1. kalo dah ga minat kerja disitu, nego ma hrd minta uang pesangon yang dikehendaki
2. kalo masih mau kerja disitu atau no 1 nilai uang ga sesuai, buat kronologi dan kirim ke disnaker. pihak disnaker biasa memediasi dua belah pihak. kalo dead lock lanjut sampai ke phi

ingat perusahaan tidak bisa memphk karyawan. putusan phk hanya dapat dikeluarkan oleh phi
Quote:Original Posted By kh3mod
berdasarkan pengalaman saya,sebelum PHK turun saya diberi surat pemberitahuan penawaran PHK tapi memang beda kasus dan itu baru berupa penawaran dan PHK nya pun saya tolak dengan alasan PHK nya tidak sesuai dengan kondisi yang dituduhkan perusahaan
berhubung di tempat saya ada wadah/serikat semua saya serahkan kepada serikat untuk menjadi kuasa karyawan

PHI = pengadilan hubungan industrial
penjelasan nya sudah dibahas sama agan aga_setyo
yang pasti untuk menuju kesana urusan panjang gan
PKWTT = Perjanjian kerja untuk Waktu Tidak Tertentu
perjanjian kerja untuk karyawan tetap

saya sependapat dengan agan aga_setyo
sebaiknya dirundingkan dulu gan dengan HRD

iya bro, jadi harus dirundingin aja dulu yah? sebenarnya sih udah... tapi jujur perusahaan tempat saya kerja itu emang brengsek... beberapa teman yang dulu keluar ga pernah dikasih pesangon... Intinya kesejahteraan karyawan dan hak-haknya ga pernah dihargaiin... Itu sebabnya saya jadi was-was....

Quote:Original Posted By imot105
udah berapa lama ga masuk kerja ??
jangan lebih dari 5 hari
kalo lebih, secara otomatis anda dianggap mengunduran diri
( walaupun ada beberapa prosedur tambahan mis surat himbauan perusahaan )
tetap aktif kerjar hrdnya. jangan lebih 5 hari !!

alternatif yang dapat dipilih :
1. kalo dah ga minat kerja disitu, nego ma hrd minta uang pesangon yang dikehendaki
2. kalo masih mau kerja disitu atau no 1 nilai uang ga sesuai, buat kronologi dan kirim ke disnaker. pihak disnaker biasa memediasi dua belah pihak. kalo dead lock lanjut sampai ke phi

ingat perusahaan tidak bisa memphk karyawan. putusan phk hanya dapat dikeluarkan oleh phi

hari ini tepat satu minggu ga masuk kerja bro. Sebenarnya mau masuk tapi disuruh ga usah ma HRD dan bos... Saya harus gimana dong. Justru saya takut/was-was dijebak... takut nanti dibilang saya mangkir kerja, jadi saya dipecat tanpa pesangon....
Waktu hari pemecatan HRD-nya bilang percaya aja ama dia tapi sampai skr ga dikabarin apa-apa.

kalau uang pesangon sesuai dengan ketentuan sih sebenarnya udah ga niat kerja disitu. Itu perusahaan keluarga, banyak "penjilatnya". Dikit2 ga suka dipecat... di aduin yang macem-macem....
ane turut simpati dengan kasus agan ini
tapi ane belum bisa komentar apa2 menimbang ane masih mendengar penjelasan dari satu sisi
Datangi aza perusahaan tersebut, anda sudah 6 tahun kan, pastinya sudah karyawan tetap, walaupun tidak ada surat pengangkatan. Minta pesangon anda karena itu hak anda. Kalo susah laporkan aza ke dinas tenanga kerja, perusahaan mana sih yang mau ribetin diri sama dinas tenaga kerja, ribet sendiri ntar.
mau membantu mencerahkan agan juga..

cuma masukan sedikit aja soalnya di atas-atas udah luar biasa jawabannya

menurut ane dalam hal ini yang jadi permasalahan agan cuma menolak lembur karena lembur tidak dibayar.

yang harus dilihat pertama kali gimana sih pengaturan lembur di perusahaan agan itu.

karena setau ane selain uang perusahaan bisa berikan makanan untuk karyawannya lembur. (sori lupa permennya brp )

jika memang agan disuruh untuk lembur dan agan menolak, menurut saya sendiri secara pribadi dalam hal ini agan ada kesalahan juga karena menolak perintah untuk lembur (no offense ya) soalnya itu merupakan perintah dari atasan agan dan harusnya dilaksanakan, meskipun upah lembur tidak dibayar.

karena di perusahaan ane sendiri untuk lembur memang tidak dibayar bagi staff ke atas.. kecuali non-staff baru dibayar..

itu yang pertama..

nah yang jadi permasalahan di sini adalah PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan karena agan nolak lembur..
menurut saya ini sangat ga cermat langkah yang diambil perusahaan agan..
soalnya menolak lembur menurut ane pribadi bukan termasuk pelanggaran/kesalahan yang dapat di PHK tanpa surat peringatan, tapi harus kembali lagi ke peraturan perusahaan agan gimana..

jika memang agan di PHK secara sepihak gini, agan berhak dong untuk dapat pesangon karena gimanapun agan di PHK, beda ceritanya kalo mengundurkan diri..

untuk pesangonnya itu mungkin sudah jelas penjelasan yang diatas (karyawan kontrak/tetap)..

kalo sampe belum dibayari pesangon agan dan HRD tidak merespon dengan cepat, mending agan laporkan permasalahan ini ke disnaker, minta untuk mediasi karena ini hak agan untuk dapat pesangonnya.

tenang aja gan dari cerita agan kedudukan agan kuat koq karena agan di PHK secara sepihak tanpa adanya SP, pdhl agan cuma menolak lembur namun berjanji untuk menyelesaikan pekerjaan keesokan harinya..

jangan mau nunggu lama-lama gan, kasih batas waktu ke HRDnya, blgin kalo ga agan bakal minta mediasi ke disnaker karena HAK agan sebagai karyawan tidak dipenuhi oleh perusahaan, dan yang harus agan perhatikan juga apakah surat PHK sudah keluar? klo belum keluar minta ke HRDnya gan biar agan ada bukti juga untuk mediasi nantinya, soalnya PHK itu harus ada surat PHK..

Terima kasih, semoga mencerahkan
Quote:Original Posted By robertkur
iya bro, jadi harus dirundingin aja dulu yah? sebenarnya sih udah... tapi jujur perusahaan tempat saya kerja itu emang brengsek... beberapa teman yang dulu keluar ga pernah dikasih pesangon... Intinya kesejahteraan karyawan dan hak-haknya ga pernah dihargaiin... Itu sebabnya saya jadi was-was....


hari ini tepat satu minggu ga masuk kerja bro. Sebenarnya mau masuk tapi disuruh ga usah ma HRD dan bos... Saya harus gimana dong. Justru saya takut/was-was dijebak... takut nanti dibilang saya mangkir kerja, jadi saya dipecat tanpa pesangon....
Waktu hari pemecatan HRD-nya bilang percaya aja ama dia tapi sampai skr ga dikabarin apa-apa.

kalau uang pesangon sesuai dengan ketentuan sih sebenarnya udah ga niat kerja disitu. Itu perusahaan keluarga, banyak "penjilatnya". Dikit2 ga suka dipecat... di aduin yang macem-macem....


masalah ga masuk kerja lebih dari 5 hari, menurut ane itu ga jadi masalah selama tidak terpenuhi unsur panggilan secara patut dan sah selama 2x..
patut dan sah dalam hal ini adanya surat panggilan masuk kerja secara tertulis dari perusahaan yang diantarkan ke rumah agan langsung..

jadi jangan khawatir jika mereka mau keluarkan agan dengan alasan ini, karena sampe skrg tidak ada 2x panggilan secara patut dan sah..

Terima kasih, semoga mencerahkan
Quote:Original Posted By BlackAge
Datangi aza perusahaan tersebut, anda sudah 6 tahun kan, pastinya sudah karyawan tetap, walaupun tidak ada surat pengangkatan. Minta pesangon anda karena itu hak anda. Kalo susah laporkan aza ke dinas tenanga kerja, perusahaan mana sih yang mau ribetin diri sama dinas tenaga kerja, ribet sendiri ntar.

Maunya juga gitu sih bro, tapi menurut yang lain harus ada surat PHK dulu baru bisa lapor ke disnaker sedang saya belum dapat surat PHK dari pihak HRD.

Quote:Original Posted By alexandecom
ane turut simpati dengan kasus agan ini
tapi ane belum bisa komentar apa2 menimbang ane masih mendengar penjelasan dari satu sisi

Gpp bro... thanks udah mampir dimari

Quote:Original Posted By miracleboy
mau membantu mencerahkan agan juga..

cuma masukan sedikit aja soalnya di atas-atas udah luar biasa jawabannya

menurut ane dalam hal ini yang jadi permasalahan agan cuma menolak lembur karena lembur tidak dibayar.

yang harus dilihat pertama kali gimana sih pengaturan lembur di perusahaan agan itu.

karena setau ane selain uang perusahaan bisa berikan makanan untuk karyawannya lembur. (sori lupa permennya brp )

jika memang agan disuruh untuk lembur dan agan menolak, menurut saya sendiri secara pribadi dalam hal ini agan ada kesalahan juga karena menolak perintah untuk lembur (no offense ya) soalnya itu merupakan perintah dari atasan agan dan harusnya dilaksanakan, meskipun upah lembur tidak dibayar.

karena di perusahaan ane sendiri untuk lembur memang tidak dibayar bagi staff ke atas.. kecuali non-staff baru dibayar..

itu yang pertama..

nah yang jadi permasalahan di sini adalah PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan karena agan nolak lembur..
menurut saya ini sangat ga cermat langkah yang diambil perusahaan agan..
soalnya menolak lembur menurut ane pribadi bukan termasuk pelanggaran/kesalahan yang dapat di PHK tanpa surat peringatan, tapi harus kembali lagi ke peraturan perusahaan agan gimana..

jika memang agan di PHK secara sepihak gini, agan berhak dong untuk dapat pesangon karena gimanapun agan di PHK, beda ceritanya kalo mengundurkan diri..

untuk pesangonnya itu mungkin sudah jelas penjelasan yang diatas (karyawan kontrak/tetap)..

kalo sampe belum dibayari pesangon agan dan HRD tidak merespon dengan cepat, mending agan laporkan permasalahan ini ke disnaker, minta untuk mediasi karena ini hak agan untuk dapat pesangonnya.

tenang aja gan dari cerita agan kedudukan agan kuat koq karena agan di PHK secara sepihak tanpa adanya SP, pdhl agan cuma menolak lembur namun berjanji untuk menyelesaikan pekerjaan keesokan harinya..

jangan mau nunggu lama-lama gan, kasih batas waktu ke HRDnya, blgin kalo ga agan bakal minta mediasi ke disnaker karena HAK agan sebagai karyawan tidak dipenuhi oleh perusahaan, dan yang harus agan perhatikan juga apakah surat PHK sudah keluar? klo belum keluar minta ke HRDnya gan biar agan ada bukti juga untuk mediasi nantinya, soalnya PHK itu harus ada surat PHK..

Terima kasih, semoga mencerahkan

itu dia bro...
Dulu waktu masuk kerja sih ga ada tanda tangan apa-apa. Sesudah efektif kerja juga ga disodorin peraturan apa-apa... yang saya tahu selama ini paling setahun cuti jatah 6 hari, telat masuk 15 menit potong uang makaa... itu aja sih...
Nih perusahaan emang kacau, perusahaan keluarga, statusnya doang PT tapi dikelolah asal-asalan...
Oh yah nih bro, kalau seandainya tuh hrd ga mau gubris atau mengeluarkan surat phk gimana bro? Soalnya 2-3 hari belakangan saya sms ga dibalas... telpon juga entar-entar mulu....

Quote:Original Posted By miracleboy
masalah ga masuk kerja lebih dari 5 hari, menurut ane itu ga jadi masalah selama tidak terpenuhi unsur panggilan secara patut dan sah selama 2x..
patut dan sah dalam hal ini adanya surat panggilan masuk kerja secara tertulis dari perusahaan yang diantarkan ke rumah agan langsung..

jadi jangan khawatir jika mereka mau keluarkan agan dengan alasan ini, karena sampe skrg tidak ada 2x panggilan secara patut dan sah..

Terima kasih, semoga mencerahkan

Oh gitu yah bro... Trimakasih atas penjelasannya yah bro...

---------------------

Oh yah ada yang kenal orang disnaker untuk daerah tangerang selatang ga? kantor saya di BSD masuk tangerang selatan... Atau mungkin ada anak kaskus yang orang disnaker tangerang\tangsel boleh minta kontaknya, tolong banget yah bro semua...

Satu lagi nih bro, seandainya saya bawa masalah kedisnaker langsung ditangani atau harus nunggu berbulan-bulan?

Terimakasih atas semua sran dan masukan
menurut ane sih gan klo ga ada surat PHK, berarti PHK yang dilakukan perusahaan agan ini ga sah..

soalnya pekerja yang di PHK harus diberikan surat keputusan PHK!!

kalo memang tidak dikeluarkan surat PHK langsung laporkan ke disnaker, meskipun surat PHK itu ada tetap aja lapor disnaker karena agan ga dapat pesangon+pmk+penggantian hak..

setau ane cepat disnaker urusnya gan, soalnya disnaker sangat bela karyawan/buruh..

tinggal isi surat permohonan mediasi, nanti dipanggil pihak perusahaan dan agan untuk dimediasi.

coba langsung ke disnaker, ga perlu orang dalam, agan tinggal ceritakan dan minta untuk dimediasi.

Terima kasih, semoga mencerahkan
sebelumnya ane turut prihatin dg kasus yg agan alami,,
tapi agan bisa menuntut hak agan,bahkan dapat mengajukan gugatan ke
lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
yang mana dalam hal ini sudah diatur dalam UU no.13 tahun 2003 tentang KETENAGAKERJAAN pada BAB XII pasal 150-172
agan bisa mendownload nya langsung link: www.depnakertrans.go.id
semoga kasus agan bisa terselesaikan dengan baik,,,!!!
Quote:Original Posted By GEOGEKAVALERY
sebelumnya ane turut prihatin dg kasus yg agan alami,,
tapi agan bisa menuntut hak agan,bahkan dapat mengajukan gugatan ke
lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
yang mana dalam hal ini sudah diatur dalam UU no.13 tahun 2003 tentang KETENAGAKERJAAN pada BAB XII pasal 150-172
agan bisa mendownload nya langsung link: www.depnakertrans.go.id
semoga kasus agan bisa terselesaikan dengan baik,,,!!!


nah ini udah ada solusinya..
Quote:Original Posted By robertkur
selamat siang semua. Mohon maaf saya bikin thread baru, sebenarnya udah tanya di thread Ngerumpi Tentang Hukum/Ketentuan Ketenagakerjaan & Jamsostek disini nyok! tapi belum ada jawaban...

Saya mau konsultasi/tanya ya. Mohon penjelasannya soalnya saya baru saja terkena PHK dari tempat saya bekerja dan saat ini masih belum bekerja. Saya bekerja sebagai staf IT di sebuah perusahaan (PT. xxx) yang bergerak dibidang retail bahan bangunan persis seperti (d*po bang*nan) selama 6 tahun lebih. Tepatnya sejak mei 2006 sampai pada 14 juli 2012 kemarin.

Kronologinya:
-Tanggal 14 juli 2012 (jumat) kemarin sekitar jam 11 siang manager accounting (mrs. E) saya menyuruh saya lembur untuk melakukan sebuah tugas tapi saya tolak dengan alasan lembur tidak pernah dibayar. Saya bilang pada manager tersebut bahwa saya bersedia masuk siang (shift 2) keesokan hari untuk menyelesaikan tugas itu tapi bukan lembur. Biasanya prosedur ini bisa dan sudah sering.

-Manager saya sedikit membentak saya dan mengatakan akan menyampaikan penolakan saya pada direktur utama saya (mr. A)

-Karena menganggap diri saya benar maka saya jawab "sampaikan saja, mau mr. A atau mr. B (owner, kakak mr, A) yang menyuruh tetap saya tidak mau lembur selama ga dibayar"

-Setelah itu telepon ditutup dan tidak ada kejadian apa-apa

-Jam 4 sore saya dipanggil manager HRD untuk menghadap dan di PHK. Menurut manager HRD saya, mrs. E mengadukan penolakan saya dan kata-kata saya diatas kepada mr.A. Dan menurut analisis hrd mungkin sudah ditambahi sedikit "bumbu" sehingga perintah pemecatan saya turun. Dan saat itu juga saya disuruh pulang dan tidak perlu masuk kerja keesokan hari.

Tambahan: mrs.E adalah saudara dari mr.A dan mr.B. Perusahaan tempat saya bekerja ini adalah perusahaan keluarga yang hampir semua bagian diisi oleh saudara pemilik.

Yang ingin saya tanyakan:
-Apa benar prosedur pemecatan terhadap diri saya? Saya tidak menerima surat dalam bentuk apapun mengenai PHK. Melihat beberapa rekan terdahulu yang memiliki kasus dan kesalahan selalu diberikan SP1 dan SP2 terlebih dahulu baru kemudian dipecat. Juga tidak diberikan pesangon, bahkan gaji saya tidak dibayarkan karena langsung disuruh pulang dan tidak perlu datang kembali keesokan hari.

-Dengan kasus saya diatas kemana saya harus mengadu? Kepolisi, LBH atau kemana? Dan surat-surat apa yang harus saya siapkan? Oh ya, sekedar info saya bekerja di daerah BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

-Jika harus melapor kepolisi siapa yang harus saya laporkan? PT, mrs. E atau mr.A?

-Bagaimana saya menuntut gaji dan pesangon saya?


Saya mohon para kaskuser dapat memberikan masukan dan pencerahan terhadap kasus saya. Hormat dan terimakasih saya sampaikan.


Sebelumnya saya mengucapkan turut bersimpati atas musibah yang menimpa anda.

Kembali ke permasalahan, setiap Perusahaan biasanya memiliki apa yang disebut Serikat Pekerja yang salah satu fungsinya adalah melindungi hak-hak Pekerja, sebaiknya anda mengadu dan konsultasi dulu pada Serikat Pekerja di Perusahaan yang memecat anda demi memperjuangkan hak-hak anda termasuk masalah uang lembur yang tak kunjung dibayar karena itu hak anda dan UU Ketenagakerjaan dengan jelas mengaturnya. Namun kalau melalui cara tersebut tidak menemui titik temu anda bisa menggunakan jasa kantor hukum untuk mengajukan gugatan melalui Pengadilan Hubungan Industrial atas segala bentuk kerugian yang anda alami, cara ini emang memakan waktu dan biaya tapi ini adalah cara yang terbaik menurut saya.

Anda dapat mengajukan gugatan karena diPHK tapi tidak menggunakan mekanisme yang ditentukan oleh UU, termasuk pemberian pesangon dan mengenai uang lembur yang tidak dibayarkan.