KASKUS

aduh, ane sdh pusing bngt jk bicara panjang lebar soal filsafat... dulu, jaman ane msh kuli, matkul dasar2 filsafat bikin kepala makin puyeng jk dipahami lbh lanjut, lbh enak tuk jd hafalan aja biar cepat2 lulus ujian MId dan UAS....

@all
btw, dikarnakan si TS sampe skrg belum meng update post pertamanya, maka perkenankanlah ane tuk bertanya; ()
1. seberapa besar kecilnya sih, dampak ajaran mutazilah bg perkembangan kekhalifahan islam??
2. apa saja contohnya?
3. mengapa mutazilah dikatakan jk mrk bs membantu kejayaaan islam pd jaman kekhalifahan di asia barat daya??
4. knp aliran mutazilah ini tak bs bertahan lama dlm sistem kekhalifahan islam??
5. apa di masa kini, msh ada kaum muslimin yg msh mengabut paham mutazilah ini?? dimanakah mrk skrg berada??
6. thx....
gue ingetin sekali lagi deh

selama seorang muslim masih
1. benar konsep tauhidnya
2. benar konsep rukun imannya
3. benar konsep rukun islamnya
4. tidak merubah2 isi, aturan dan tata cara yang sudah ada pada point 1- 3 nya yaa tidak ada yang sesat sih disini

klo muslim mempelajari ilmu pengetahuan itu wajib hukumnya
klo ada yang melarang2 atau mengecap sesat
perlu dipertanyakan keislaman orang yang ngecap sesat itu

jadi, gak ada istilah islam liberal hanya karena seorang muslim itu mempelajari ilmu pengetahuan...
karena itu memang sudah menjadi kewajiban muslim untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan mengamalkannya
Quote:Original Posted By Yanisari.
nah, kalo ane bilang dan berkata secara verbal : "ane ini yanisari"
berarti ucapan "ane ini yanisari" bukan ciptaan (mahluk) dong gan, kan itu cuma sebuah omongan yang keluar dari mulut ane sendiri
Kalau suatu ciptaan itu bukannya butuh unsur "dzat" ya?



nah kira2 begitu gan..hanya saja dasarnya agan adalah Makhluk/ciptaan shingga apapun yg ada pada agan dan keluar dari agan akan disebut ciptaan.
beda kalo yg ngomong/berfirman itu Kholik,maka dgn sendirinya akan menjadi bagian dari Kholik.
Quote:Original Posted By goed.adit
Kemudian haruskah saling menyatakan sesat jika berbeda pendapat dalam hal ini? Ini sudah masuk ke perkara filsafat yang kalau diputar bagaimanapun bisa ada justifikasinya. Bold: negara menengahi mereka yang mau berpusing soal ini, bukannya mendukung salah satu.




Yang lebih penting itu perkara tafsir Quran, seberapa jauh bisa menerima tafsir qur'an non literal? Hakim2 Mu'tazilah tetap menggunakan tafsiran literal untuk hukum2 yang sudah jelas. Hudud & qishash gak disentuh.

Bagaimana kita mendamaikan Qur'an 20:53 jika kita tidak mengambil sikap mu'tazilah, memaknainya tidak secara literal.


loh? Bukannya negara yg saat itu dikepalai Ma'mun tsb yg mencari gara2 dgn menanyai keyakinan stiap ulama disana?
Kalau memang skedar menengahi,tinggal bikin Undang2 yg melarang saling menyesatkan.
Mengenai mendamaikan Qur'an,sepertinya sudah ada bentuk2/system yg jelas yg dipakai sblum mu'tazilah muncul.
Quote:Original Posted By proxymighty
loh? Bukannya negara yg saat itu dikepalai Ma'mun tsb yg mencari gara2 dgn menanyai keyakinan stiap ulama disana?
Kalau memang skedar menengahi,tinggal bikin Undang2 yg melarang saling menyesatkan.
Mengenai mendamaikan Qur'an,sepertinya sudah ada bentuk2/system yg jelas yg dipakai sblum mu'tazilah muncul.


Ketika membicarakan suatu ideal, jangan lihat apa yang dilakukan mereka yang mengaku pendukung idealisme tsb. Lagian yang dihadapan khalifah itu 'kan ulama "bayaran" yang jelas bakal mendukung apa kata Khalifah. ("ulama" bayaran kekni nantinya jadi "murji'ah")

Ane sigh gak mau ikut kalu udah ada takfir untuk hal yng terlalu gak jelas gini.

Tentu saja keterlibatan mu'tazilah dalam mihnah menjadikan mereka bukan liberal.




Berasa jadi mu'tazila apologis gini...
Quote:Original Posted By InRealLife
misalnya saya nulis novel, yang ada fisiknya berupa buku dari kertas, novel itu saya atau ciptaan saya?

*pantesan zaman dulu para ulama berantem soal Qur'an itu makhluk atau bukan... problem filosofisnya emang pelik.


nah kalo tulisan (quran) dalam bentuk fisik, itu namanya mushaf
Nah ,kalo masalah Al-Quran
sampe hari ini belum ada y berubah dari isi Al-Quran
itu masih jadi pegangan ane
karna ilmu untuk mempelajari Al-Quran secara menyeluruh belum ada ,tapi ane tetap belajar dan ane luangkan waktu untuk itu

nah masalah makhluk itu atau bukan
seperti'a sudah dijawab sama agan2 di atas
Kallam
Quote:Original Posted By jokerboy4
gue ingetin sekali lagi deh

selama seorang muslim masih
1. benar konsep tauhidnya
2. benar konsep rukun imannya
3. benar konsep rukun islamnya
4. tidak merubah2 isi, aturan dan tata cara yang sudah ada pada point 1- 3 nya yaa tidak ada yang sesat sih disini

klo muslim mempelajari ilmu pengetahuan itu wajib hukumnya
klo ada yang melarang2 atau mengecap sesat
perlu dipertanyakan keislaman orang yang ngecap sesat itu

jadi, gak ada istilah islam liberal hanya karena seorang muslim itu mempelajari ilmu pengetahuan...
karena itu memang sudah menjadi kewajiban muslim untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan mengamalkannya


istilah islam liberal itu bukan di cap kan kepada mereka muslim2 yang mempelajari ilmu pengetahuan
tapi mereka, muslim yang mengotak atik aturan agama yang telah jelas di Al-Quran dengan akal mereka
Quote:Original Posted By Ekspresi2nd


istilah islam liberal itu bukan di cap kan kepada mereka muslim2 yang mempelajari ilmu pengetahuan
tapi mereka, muslim yang mengotak atik aturan agama yang telah jelas di Al-Quran dengan akal mereka


OOT
kadang-kadang yang diklaim "jelas" di Qur'an itu juga bisa dipertanyakan lho... "jelas" seperti apa, dan "jelas" menurut siapa?

soalnya ada aja aturan yang gak ada di Qur'an tapi diklaim ada dan jelas dalam Qur'an.
Quote:Original Posted By InRealLife
OOT
kadang-kadang yang diklaim "jelas" di Qur'an itu juga bisa dipertanyakan lho... "jelas" seperti apa, dan "jelas" menurut siapa?

soalnya ada aja aturan yang gak ada di Qur'an tapi diklaim ada dan jelas dalam Qur'an.


Interpretasi Al-Quran sekalipun jelas maknanya bisa menimbulkan bias di kalangan mazhab-mazhab Islam.

Yah, tapi menurut ane pribadi, selain iman semata, rasionalitas juga diperlukan dalam memahami agama.

Numpang tanya, apakah metode tafsir hermeneutika itu juga metode ciptaan kaum Mu'tazilah?

CMIIW

Ajaran-ajaran Mutazilah

1. Tauhid (Ke-Esaan Allah)

Mutazilah mempunyai cara unik dalam menjelaskan tauhid, yaitu melalui peniadaan sifat2 (nafy al-sifat) Tuhan. Apa-apa yg disebut sbg sifat sebenarnya bukanlah sifat yg mempunyai wujud sendiri di luar zat Tuhan. Melainkan sifat yg merupakan esensi Tuhan. Tidak mungkin sifat yg mempunyai wujud sendiri melekat pada zat Tuhan. Karena zat Tuhan bersifat qadim maka apa yg melekat pada zat itu bersifat qadim pula. Dengan demikian sifat ikut bersifat qadim. Ini menurut Wasil akan membawa pada adanya dua Tuhan, karena yg bersifat qadim hanyalah Tuhan. Oleh karena itu untuk memelihara murninya tawhid atau Ke Maha Esa-an Tuhan, Tuhan tak boleh dikatakan mempunyai sifat dalam arti diatas. Ajaran ini belum matang ketika di ucapkan oleh Wasil, namun disempurnakan murid2nya setelah mempelajari filsafat Yunani.

2. Al-Adl (Keadilan Tuhan)

Tuhan, kata Wasil bersifat bijaksana dan adil. Tidak mungkin Tuhan bersifat jahat dan zalim. Tidak mungkin Tuhan menghendaki manusia untuk melanggar perintah2nya. Dengan demikian manusia sendirilah yg sebenarnya mewujudkan perbuatan baik atau jahatnya, iman dan kekufurannya, patuh dan pembangkangannya. Untuk mewujudkan perbuatan2 itu, Tuhan memberikan daya dan kekuatan kepada manusia. Tidak mungkin Tuhan memberikan perintah jika manusia tidak mempunyai daya untuk mengerjakannya.

3. Al-Wa'd wa al-Wa'id (Janji dan Ancaman)

Tuhan memberikan janji baik bagi orang2 yg patu kepada-Nya, dan memberikan ancaman bagi orang2 yg melanggar perintah-Nya. Dia tidak akan menarik kata2nya atau bertindak berkebalikan dgn janji2nya

4. Al-manzillah bain al-manzilatain (posisi diantara dua posisi)

Menurut ajaran ini, orang yg berbuat dosa besar bukan kafir, sebagaimana disebut kaum Khawarij, juga bukan mukmin, sebagaimana disebut kaum Murjiah, melainkan fasiq yg menempati posisi antara mukmin dan kafir. Kata mukmin, menurut Wasil, merupakan sifat baik dan nama pujian yang tak dapat diberikan kepada orang fasiq, dengan dosa besarnya. Tetapi tidak bisa disebut juga kafir, karena dibalik dosa besar ia masih bersyahadat, beriman, dan melakukan perbuatan2 baik. Orang ini jika meninggal tanpa bertaubat maka akan menerima siksaan namun lebih ringan dari siksaan orang kafir.

5. Al-amr bil ma'ruf wa al-nahy 'an al munkar (Mengajak Kebaikan dan mencegah keburukan)

Ajaran ini merupakan ajaran yg universal dalam seluruh teologi Islam. Kaum khawarij berpendapat ekstrim bahwa mencegah keburukan adalah suatu kewajiban dan kalau perlu dilakukan kekerasan untuk melakukannya. Sementara Murjiah lebih toleran dalam hal ini, menurut mereka hanya Allah yg berhak menghakimi orang lain. Karena itu mereka lebih memilih dgn cara seruan dan sangat menghindari kekerasan. Mutazilah berada pada posisi tengah2 sehingga tidak menafikkan cara kekerasan untuk mencegah kemungkaran, bisa dilihat dari sejarahnya kaum ini sering menggunakan kekerasan untuk menyebar luaskan ajarannya.
Quote:Original Posted By sang..pencerah
1. Tauhid (Ke-Esaan Allah)
Spoiler for :


masih seputar teologi...
bagaimana dengan filsafat ilmu pengetahuan mereka sehingga kelak bisa dikatakan "membawa kemajuan" iptek bagi Islam?
Quote:Original Posted By swaziland

kalo boleh tau, sumbernya dari mana ya? setau ane pada saat itu aristoteles dan ajaran2 yunani dianggap bid'ah oleh kristen.



setau nubi gan, gak semua kristen yang menganggap ajaran2 yunani bid'ah. Kristen ortodoks di byzantium kan terkenal sama pelestarian budaya dan pendidikan greco. Kristen nestorian juga tertarik sama hellenestik, mereka mendapat perlindungan juga pada saat berada dibawah rezim Sassanid Persia setelah dikucilkan sama Gereja induk di Roma. Orang nestorian ini kemudian melakukan penerjemahan karya klasik Helenis ke bahasa syria, lalu ke bahasa arab setelah orang arab muslim datang...CMIIW
dopost
Quote:Original Posted By Pharzuph

setau nubi gan, gak semua kristen yang menganggap ajaran2 yunani bid'ah. Kristen ortodoks di byzantium kan terkenal sama pelestarian budaya dan pendidikan greco. Kristen nestorian juga tertarik sama hellenestik, mereka mendapat perlindungan juga pada saat berada dibawah rezim Sassanid Persia setelah dikucilkan sama Gereja induk di Roma. Orang nestorian ini kemudian melakukan penerjemahan karya klasik Helenis ke bahasa syria, lalu ke bahasa arab setelah orang arab muslim datang...CMIIW


oh gitu... bisa juga sih... setau ane emang kristen ortodoks agak beda sudut pandangnya...
Gak adil kalau bilang mereka bukan Islam yang baik
Mutazilah juga kan yang turut andil membawa Islam menuju era keemasannya, dan menjadi kekuatan yang disegani
Menurut ane sih Mu'tazilah (juga Shi'a) seringkali menjadi "korban" atas penafsiran kita akan hadis "Umat muslim akan terbagi menjadi 73 golongan di hari kiamat"
Quote:Original Posted By Rifqidolohov
Gak adil kalau bilang mereka bukan Islam yang baik
Mutazilah juga kan yang turut andil membawa Islam menuju era keemasannya, dan menjadi kekuatan yang disegani
Menurut ane sih Mu'tazilah (juga Shi'a) seringkali menjadi "korban" atas penafsiran kita akan hadis "Umat muslim akan terbagi menjadi 73 golongan di hari kiamat"


Hadis yang satu ini memang rawan dipelintir oleh berbagai pihak sebagai alat legitimasi untuk mengklaim bahwa mazhabnyalah yang paling benar.

Bagi ane sih, semua mazhab, entah Ahlussunnah, Mu'tazilah, Syi'ah, dsb. punya kebaikan dan juga belang masing-masing dalam sejarah.

Pardon me if OOT

CMIIW
Quote:Original Posted By sang..pencerah
1. Tauhid (Ke-Esaan Allah)

Mutazilah mempunyai cara unik dalam menjelaskan tauhid, yaitu melalui peniadaan sifat2 (nafy al-sifat) Tuhan. Apa-apa yg disebut sbg sifat sebenarnya bukanlah sifat yg mempunyai wujud sendiri di luar zat Tuhan. Melainkan sifat yg merupakan esensi Tuhan. Tidak mungkin sifat yg mempunyai wujud sendiri melekat pada zat Tuhan. Karena zat Tuhan bersifat qadim maka apa yg melekat pada zat itu bersifat qadim pula. Dengan demikian sifat ikut bersifat qadim. Ini menurut Wasil akan membawa pada adanya dua Tuhan, karena yg bersifat qadim hanyalah Tuhan. Oleh karena itu untuk memelihara murninya tawhid atau Ke Maha Esa-an Tuhan, Tuhan tak boleh dikatakan mempunyai sifat dalam arti diatas. Ajaran ini belum matang ketika di ucapkan oleh Wasil, namun disempurnakan murid2nya setelah mempelajari filsafat Yunani.

2. Al-Adl (Keadilan Tuhan)

Tuhan, kata Wasil bersifat bijaksana dan adil. Tidak mungkin Tuhan bersifat jahat dan zalim. Tidak mungkin Tuhan menghendaki manusia untuk melanggar perintah2nya. Dengan demikian manusia sendirilah yg sebenarnya mewujudkan perbuatan baik atau jahatnya, iman dan kekufurannya, patuh dan pembangkangannya. Untuk mewujudkan perbuatan2 itu, Tuhan memberikan daya dan kekuatan kepada manusia. Tidak mungkin Tuhan memberikan perintah jika manusia tidak mempunyai daya untuk mengerjakannya.

3. Al-Wa'd wa al-Wa'id (Janji dan Ancaman)

Tuhan memberikan janji baik bagi orang2 yg patu kepada-Nya, dan memberikan ancaman bagi orang2 yg melanggar perintah-Nya. Dia tidak akan menarik kata2nya atau bertindak berkebalikan dgn janji2nya

4. Al-manzillah bain al-manzilatain (posisi diantara dua posisi)

Menurut ajaran ini, orang yg berbuat dosa besar bukan kafir, sebagaimana disebut kaum Khawarij, juga bukan mukmin, sebagaimana disebut kaum Murjiah, melainkan fasiq yg menempati posisi antara mukmin dan kafir. Kata mukmin, menurut Wasil, merupakan sifat baik dan nama pujian yang tak dapat diberikan kepada orang fasiq, dengan dosa besarnya. Tetapi tidak bisa disebut juga kafir, karena dibalik dosa besar ia masih bersyahadat, beriman, dan melakukan perbuatan2 baik. Orang ini jika meninggal tanpa bertaubat maka akan menerima siksaan namun lebih ringan dari siksaan orang kafir.

5. Al-amr bil ma'ruf wa al-nahy 'an al munkar (Mengajak Kebaikan dan mencegah keburukan)

Ajaran ini merupakan ajaran yg universal dalam seluruh teologi Islam. Kaum khawarij berpendapat ekstrim bahwa mencegah keburukan adalah suatu kewajiban dan kalau perlu dilakukan kekerasan untuk melakukannya. Sementara Murjiah lebih toleran dalam hal ini, menurut mereka hanya Allah yg berhak menghakimi orang lain. Karena itu mereka lebih memilih dgn cara seruan dan sangat menghindari kekerasan. Mutazilah berada pada posisi tengah2 sehingga tidak menafikkan cara kekerasan untuk mencegah kemungkaran, bisa dilihat dari sejarahnya kaum ini sering menggunakan kekerasan untuk menyebar luaskan ajarannya.


Sepintas nggak ada yang aneh atau nyeleneh, ya. Makanya kadang heran kenapa Mu'tazilah ada yang anggap menyimpang.

btw, judul thrednya ganti

=====
masalah kebebasan berpikir dalam beragama sebenarnya sensitif. karena semua agama ingin membatasi kebebasan berpikir... dalam masyarakat yang memiliki kebebasan berpikir 100%, agama tidak bisa dengan mudah mengumpulkan pengikut dan sumber daya. Sehingga mungkin demi kelestarian agama itu sendiri, kebebasan berpikir bagi umum dibatasi, supaya agama masih bisa ada.
Quote:Original Posted By Finkolstein
Selain Washil bin 'Atha, siapa lagi intelektual Mu'tazilah yang terkenal gan?


banyak gan tokoh intelektual dari Mu'tazilah,
menurut sejarah gerakan kaum Mu'tazilah pada permulaannya memiliki dua cabang:

1) Cabang Bashrah, yang dipimpin Washil bin Atha` dan Umar bin Ubaid (temen seperguruan Washil di majelis Hasan Bashri) Murid-muridnya yaitu: Usman At Thawi, Hafasah bin Salim, Hasan bin Zakwah, Khalid bin Safwan dan Ibrahim bin Yahya Al Madani. Ini pada permulaan abad II hijriah.

Kemudian pada permulaan abad ke III cabang-cabang bashrah ini dipimpin oleh Abu Huzail Al Allaf (w. 221 H), Abu Basyar Al Marisi (w. 218 H), Utsman Al Jahiz (w. 225 H), Ibnu Al Mu'tamnar (w. 210 H), dan Abu Ali Al Jubai (w. 301 H).

2) Cabang Baghdad, cabang ini didirikan oleh Basyr bin Al Muktamar, salah seorang pemimpin Bashrah yang pindah ke Baghdad kemudian di sokong oleh pembantu-pembantunya, yaitu Abu Musa Al Murdar (w. 234 H) dan Ja`far bin Harb Al Hamdani (w. 236 H).

Terus ada lagi khalifah semacam Al Ma'mun dan Al Mu'tashim seperti yang udah disebut-sebut di beberapa postingan di atas...
Quote:Original Posted By Pharzuph
banyak gan tokoh intelektual dari Mu'tazilah,
menurut sejarah gerakan kaum Mu'tazilah pada permulaannya memiliki dua cabang:

1) Cabang Bashrah, yang dipimpin Washil bin Atha` dan Umar bin Ubaid (temen seperguruan Washil di majelis Hasan Bashri) Murid-muridnya yaitu: Usman At Thawi, Hafasah bin Salim, Hasan bin Zakwah, Khalid bin Safwan dan Ibrahim bin Yahya Al Madani. Ini pada permulaan abad II hijriah.

Kemudian pada permulaan abad ke III cabang-cabang bashrah ini dipimpin oleh Abu Huzail Al Allaf (w. 221 H), Abu Basyar Al Marisi (w. 218 H), Utsman Al Jahiz (w. 225 H), Ibnu Al Mu'tamnar (w. 210 H), dan Abu Ali Al Jubai (w. 301 H).

2) Cabang Baghdad, cabang ini didirikan oleh Basyr bin Al Muktamar, salah seorang pemimpin Bashrah yang pindah ke Baghdad kemudian di sokong oleh pembantu-pembantunya, yaitu Abu Musa Al Murdar (w. 234 H) dan Ja`far bin Harb Al Hamdani (w. 236 H).

Terus ada lagi khalifah semacam Al Ma'mun dan Al Mu'tashim seperti yang udah disebut-sebut di beberapa postingan di atas...


Terimakasih gan untuk pencerahannya Selama ini literatur tentang Mu'tazilah dalam bahasa Indonesia masih minim.

CMIIW
Quote:Original Posted By InRealLife
Sepintas nggak ada yang aneh atau nyeleneh, ya. Makanya kadang heran kenapa Mu'tazilah ada yang anggap menyimpang.

btw, judul thrednya ganti

=====
masalah kebebasan berpikir dalam beragama sebenarnya sensitif. karena semua agama ingin membatasi kebebasan berpikir... dalam masyarakat yang memiliki kebebasan berpikir 100%, agama tidak bisa dengan mudah mengumpulkan pengikut dan sumber daya. Sehingga mungkin demi kelestarian agama itu sendiri, kebebasan berpikir bagi umum dibatasi, supaya agama masih bisa ada.


kalo yg saya baca2 sih karena mereka menyinggung masalah sensitif teologia
seperti freewill, Quran adalah mahluq, peniadaan sifat Tuhan, dll
lalu mencampurkan filsafat yunani ke teologi Islam

btw soal fikih, muamalah, dan syariah , mutazila sama gak sih ama aliran2 lain?
×