KASKUS

[Share] Biografi Habib,Wali Alloh,Ulama

Assalammualaikum.......
Sebelumnya Terimakasih Untuk Momod Semoga Diberikan Umur yang p anjang,lapang Rezeqi dan Sehat selalu.
tidak lupa untuk semua penghuni spiritual semoga di berkahkan ilmu dan umurnya

disini ane mau coba membahas Biografi Para Habib,Wali Alloh,dan Ulama semoga bermanffat



Quote:Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali al-‘Uraidi putera dari Ja’far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari ‘Ali Zain al-‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra puteri dari Rasul Muhammad s.a.w.

Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.

Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.

Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.

Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.

Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.

Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah s.a.w.

Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.

Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib ‘Attas al-Habashi.

Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Barat.

Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.



Agan Bisa cek List di bawah ni
888
888
888
8888888
888888
88888
888
8

al-Habib ‘Umar
K.H. Muhammad Syafi`i ( Mama Eyang Cijerah )

Habib Husein bin Abubakar Alaydrus

Syekh Kholil Bangkalan
Gus Dur
RIWAYAT SINGKAT MALAIKAT JIBRIL

Karna Ane dari Bandung
ane mau paparin Salah satu Penyebar Islam di Bandung
Monggo di simak gan.......

K.H. Muhammad Syafi`i ( Mama Eyang Cijerah )





Quote:NASABNYA
K.H. Muhammad Syafi`i ( Mama Eyang Cijerah ) bin Muhammad Amin ( Mama Eyang Pasantren ) bin bin Ta`zimmuddin bin Zainal A`rif ( Eyang Agung Mahmud ) bin Asmaddin bin Shommaddin bin Eyang Dalem Bojong bin Syekh Abdul Muhyi Safarwadi Pamijahan Tasikmalaya Rhm. Binti Ratu Galuh ---- dan dari ibunya ratu galuh bersambung nasabnya ke Baginda Rasulallah Saw.
PARA GURUNYA
1. Ayahnya sendiri yakni Mama Eyang Pesantren ( K.H.Muhammad Amin )
2. Mama Ahmad Syatiby bin Sa`id Gentur Warung Kondang
3. Mama Sempur Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Ahmad Sida purwakarta
4. Dan Ulama Lainnya yang belum diketahui.


PARA MURIDNYA
1. K.H. Abdulah ( Mama Aang Enuh) bin K.H. Nuh bin Idris Gentur Cianjur
2. K.H.Muhammad Thaha bin K.H.Muhammad Shawi ( Mama Sindangsari )
3. K.H. Ahmad Thaha bin K.H.Hasan Mustawi Bojong Mahmud
4. Mama Obay Hasan Bashry karawang
5. Ir. Soekarno Hatta yakni Presiden Republik Indonesia pertama
6. Mama Burbalinggo – ponpes burbalinggo jawa timur
7. Dan yang lainnya yang belum diketahui.


SEBAGIAN KARAMAH NYA :
Guru kami ( Al-Haqir H.Abdillah bin Hasaniddin ) yakni Mama Ujung Berung ( K.H.Muhammad Thaha bin Muhammad Shawi ) telah berkata :” sehari sebelum belanda mau mengadakan penyerangan ke pesantren Mama Eyang Cijerah, mama eyang cijerah sudah mengetahui dengan bathinnya ( firasahnya ) bahwa akan adanya penyerangan belanda ke pesantrennya , dan benarlah Firosahnya itu, yakni pada hari esoknya, pada waktu pengajian maka berdatanganlah tentara belanda menyerang pesantren Mama Eyang Cijerah, Mama Eyang Cijerahpun berkata kepada Murid-muridnya :” Diamlah....! ada tentara belanda ! maka murid – muridnya pun berdiam diri......setelah itu masuklah tentara belanda mengobrak- abrik pesantren mama eyang cijerah akan tetapi tidak ada seorang manusia pun di dalam pesantrennya itu, yang ada dan yang dilihat tentara belanda pada waktu itu hanyalah kera – kera, maka tentara belandapun pulang kembali....
Guru kami yakni Mama Ujung Berung ( K.H.Muhammad Thaha bin Muhammad Shawi ) telah berkata :”suatu hari masuklah seekor kerbau kedalam embeul ( yakni tanah basah yang kental yang suka menyerap perkara apa saja kedalamnya sehingga dengan pelantara itu embeul dapat menimbulkan kematian ), maka datanglah mama eyang cijerah menghampiri seekor kerbau tersebut dan mengangkat itu kerbau dengan tongkat ( A`sho ) nya, maka seketika itu kerbau yang berada di dalam embeul tersebut terbang keatas dan selamat dengan izin Allah Swt.
Dan sebagian karamahnya lagi :” pada waktu itu mama ujung berung diajak silarurahmi oleh mama eyang cijerah ke suatu tempat, maka berangkatlah dengan menaiki andong ( delman ) kemudian ditengah jalan mama eyang cijerah menyuruh kusir andong untuk melewati tempat begal ( perampok ) yang terkenal oleh orang-orang pada zaman itu, maka kusir andongpun berkata :” mama eyang, saya tidak berani melewati jalan itu karena jalan itu banyak perampoknya, maka mama eyang cijerah pun menjawab : Biarlah, paling juga pingin seikat pisang. Maka kusir andong tersebut terpaksa megikuti keinginan mama eyang cijerah, setelah sampat jalan tersebut, maka benarlah apa yang dikatakan kusir andong tersebut, ditengah jalan andong tersebut dihalangi oleh perampok-perampok dan perampok tersebut menyuruh menurunkan semua barang bawaan...maka mama eyang cijerahpun berkata kepada muridnya yakni mama ujung berung, katanya :” jang.....kasih perampok itu seikat pisang ! maka dikasihlah para perampok itu seikat pisang....tidak lama kemudian maka para perampok itu menyuruh jalan kembali............
Dan masih banyak karamah lainnya...

PERKATAAN-PERKATANNYA
1. ELMU SIAR DUNYA TUNGTUT USAHA JEUNG USOLLI ( Artinya carilah ilmu tiap waktu, dan berusahalah dengan dicicil sedikit-sedikit serta jangan lupa…. dirikanlah……… shalat !
2. Didalam berusaha Manusia itu terdiri dari 3 unsur : 1. Kulit, 2. Daging dan 3. Tulang, Kulit artinya Kuli ( Buburuh / Bekerja dari orang lain ), Daging artinya Dagang ( Berjualan / Wiraswasta ) dan Tulang artinya Tani ( bertani / berkebun ). Maka carilah kecocokan mu dari 3 unsur tersebut , janganlah menjadi seorang ulama yang Thama` ( selalu mengharapkan pemberian orang lain ) karena thama` hukumnya haram.
3. Kaya itu boleh asal jangan terpikir dalam akal dan terbesit dalam hati.



Quote:Hari Selasa, 11 Jumada Al-Tsaniyah 1235 H atau 1820 M. ‘Abd Al-Latif, seorang kiai di Kampung Senenan, desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan,Kabupaten Bangkalan, Ujung Barat Pulau Madura; merasakan kegembiraan yang teramat sangat. Karena hari itu, dari rahim istrinya lahir seorang anak laki-laki yang sehat, yang diberinya nama Muhammad Khalil.

Kiai ‘Abd. Al-Latif sangat berharap agar anaknya di kemudian hari menjadi pemimpin ummat, sebagaimana nenek moyangnya. Seusai meng-adzani telinga kanan dan meng-iqamati telinga kiri sang bayi, Kiai ‘Abdul Latif memohon kepada Allah agar Dia mengabulkan permohonannya.

K.H. Khalil berasal dari keluarga ulama. Ayahnya, K.H. ‘Abd Al-Latif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ayah ‘Abd Al-Latif adalah Kiai Hamim, anak dari Kiai ‘Abd Al-Karim. Yang disebut terakhir ini adalah anak dari Kiai Muharram bin Kiai Asra Al-Karamah bin Kiai ‘Abd Allah b. Sayyid Sulaiman. Sayyid Sulaiman adalah cucu Sunan Gunung Jati. Maka tak salah kalau Kiai ‘Abd Al-Latif mendambakan anaknya kelak bisa mengikuti jejak Sunan Gunung Jati karena memang dia masih terhitung keturunannya.

Oleh ayahnya, ia dididik dengan sangat ketat. Kholil kecil memang menunjukkan bakat yang istimewa, kehausannya akan ilmu, terutama ilmu Fiqh dan nahwu, sangat luar biasa, bahkan ia sudah hafal dengan baik Nazham Alfiyah Ibnu Malik (seribu bait ilmu Nahwu) sejak usia muda. Untuk memenuhi harapan dan juga kehausannya mengenai ilmu Fiqh dan ilmu yang lainnya, maka orang tua Kholil mengirimnya ke berbagai pesantren untuk menimba ilmu.

PENINGGALAN

Dalam bidang karya, memang hampir tidak ada literatur yang menyebutkan tentang karya Kiai Khalil; akan tetapi Kiai Khalil meninggalkan banyak sejarah dan sesuatu yang tidak tertulis dalam literatur yang baku. Ada pun peninggalan Kiai Khalil diantaranya:

Pertama, Kiai Khalil turut melakukan pengembangan pendidikan pesantren sebagai pendidikan alternatif bagi masyarakat Indonesia. Pada saat penjajahanBelanda, hanya sedikit orang yang dibolehkan belajar, itu pun hanya dari golongan priyayi saja; di luar itu, tidaklah dapat belajar di sekolah. Dari sanalah pendidikan pesantren menjadi jamur di daerah Jawa, dan terhitung sangat banyak santri Kiai Khalil yang setelah lulus, mendirikan pesantren. Seperti Kiai Hasyim (Pendiri Pesantren Tebuireng), Kiai Wahab Hasbullah (Pendiri Pesantren Tambakberas) , Kiai Ali Ma’shum (Pendiri Pesantren Lasem Rembang), dan Kiai Bisri Musthafa (Pendiri Pesantren Rembang). Dari murid-murid Kiai Khalil, banyak murid-murid yang dikemudian hari mendirikan pesantren, dan begitu seterusnya sehingga pendidikan pesantren menjadi jamur di Indonesia.

Kedua, selain Pesantren yang Kiai Khalil tinggal di Madura –khususnya, ia juga meninggalkan kader-kader Bangsa dan Islam yang berhasil ia didik, sehingga akhirnya menjadi pemimpin-pemimpin umat.

K.H. Muhammad Khalil, adalah satu fenomena tersendiri. Dia adalah salah seorang tokoh pengembang pesantren di Nusantara. Sebagian besar pengasuh pesantren, memiliki sanad (sambungan) dengan para murid Kiai Khalil, yang tentu saja memiliki kesinambungan dengan Kiai Khalil. Beliau wafat pada 1825 (29 Ramadhan 1343 H) dalam usia yang sangat lanjut, 108 tahun.


Quote:Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur adalah keturunan “darah biru”. Ayahnya, K.H. Wahid Hasyim adalah putra K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais ‘Aam PBNU setelah K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus, dan dua tokoh bangsa Indonesia.
Monggo Puh

semoga ada yang menambahka Biografi Habaib,Wali Alloh dan Ulama dari daerah masing-masing.......

sangat di tunggu gan




sebelum dan sesudah saya ucapkan:
Jazakumullah khairan katsiran. Wa jazakumullah ahsanal jaza
mantap gan...
nanti ane tambahin gan biografi Habib yang lainya...
keep posting gan
Quote:Original Posted By ariaGADING
mantap gan...
nanti ane tambahin gan biografi Habib yang lainya...
keep posting gan


Alhamdullilah terimakasih gan,semoga umurnya panjang dan sehat sempurna
thank gan puh di tunggu
Habib Husein bin Abubakar Alaydrus



Quote:Pendatang dari Hadramaut, Jazirah Arabia, yang mendirikan Masjid Luar Batang tahun 1736. Ia dihadiahi sebidang tanah di Kampung Luar Batang yang terletak dekat Pelabuhan Sunda Kelapa oleh jenderal Belanda karena dianggap telah berjasa. Di tempat ini, ia kemudian menyebarkan Islam. Ia merupakan putra kedua Siti Fatima. Hal ini tampak pada catatan tertulis berbingkai di dinding depan pintu makam. Di sebuah marmer yang menempel pada tembok makamnya, tertulis tanggal kematiannya hari Kamis, 24 Juni 1756. Ia beserta muridnya, Abdul Kadir bin Adam, dimakamkan di masjid. Dulu makam mereka terletak di dalam masjid, namun karena perluasan bangunan, kemudian dipindah di luar masjid.

Masjid Luar Batang
(tempat makam beliau)




Makam Beliau



Quote:Makamnya keramat nih, ane pernah berdoa kepada Allah disini, alhamdulillah terkabul langsung pada hari H
Habib Husein bin Abubakar Alaydrus ane baru tau nih gan puh

makasih ilmu barunya dan pembabarannya gan
mudah-mudahan saya dapar berziarah ke sana "aamiin"

nah trit beginian ane demen nih izin nyimak gan mudah2an berkah amin
Quote:Original Posted By arreza12
nah trit beginian ane demen nih izin nyimak gan mudah2an berkah amin




Monggo gan tambahin juga gan biar kite semua dapat ilmu yang Barokah dari Para Habaib,Wali Alloh,dan Ulama

Quote:Nabi Saw. bersabda : ” Barangsiapa memandang kepada wajah orang alim dengan pandangan yang menggembirakannya, maka Allah Ta’ala menciptakan dari pandangan itu seorang malaikat yang memohonkan ampun baginya hingga hari Kiamat.”

Quote:Nabi Saw. bersabda : ” Barangsiapa menuliskan seorang alim, maka ia telah memuliakan aku. Dan siapa yang memuliakan aku, maka ia telah memuliakan Allah. Dan siapa yang memuliakan Allah, maka tempat tinggalnya adalah surga.”

yang masuk kategori wali dan masih hidup, ada ceritanya gan
Quote:Original Posted By novelpicisan
yang masuk kategori wali dan masih hidup, ada ceritanya gan


kita jarang diperbolehkan menceritakan wali Alloh yg masih hidup,karena tidak adab kepada wali yg bersangkutan

(cmiiw)
Quote:Original Posted By ebelz33
kita jarang diperbolehkan menceritakan wali Alloh yg masih hidup,karena tidak adab kepada wali yg bersangkutan

(cmiiw)





Bener gan Kalau mau atau terpaksa di ceritakan pakailah PM atau disamarkan aja Tempat atau lokasinya. karena mereka sangat tidak ingin dengan yang namanya popularitas

Salim dulu dach sama TSnya Silahkan di update terus mantau nih


Silahkan agan main ke theread ane sama sih tentang pengalaman spiritual bertemu nya kiai sepuh dengan nabi khidir, tapi dak membahas manaqibnya seperti TS tulis

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=13290083
Quote:Original Posted By ariaGADING
Habib Husein bin Abubakar Alaydrus





Masjid Luar Batang
(tempat makam beliau)




Makam Beliau





maaf,,, saya kira anda perlu banyak bertanya..
Habib Umar bin Muhammad bin Hud Alatthas itu wafat tahun 1995,, dan bermarga Alatthas,,
di Luar batang itu Habib Hussein bin Abubakar Al'aidrus beliau murid dari Al-Imam Abdullah bin Alwy Al Haddad wali Qutb,,, bermarga Al'Aidrus...

jadi hati2 membawa berita...
Quote:Original Posted By baimathas
maaf,,, saya kira anda perlu banyak bertanya..
Habib Umar bin Muhammad bin Hud Alatthas itu wafat tahun 1995,, dan bermarga Alatthas,,
di Luar batang itu Habib Hussein bin Abubakar Al'aidrus beliau murid dari Al-Imam Abdullah bin Alwy Al Haddad wali Qutb,,, bermarga Al'Aidrus...

jadi hati2 membawa berita...


wah sepertinya pengetahuan anda lebih tinggi
silahkan disharing bro
terima kasih atas koreksinya



bukanya al'aidrus ya gan...
Quote:Original Posted By ebelz33
kita jarang diperbolehkan menceritakan wali Alloh yg masih hidup,karena tidak adab kepada wali yg bersangkutan

(cmiiw)


makasih masukannya

Quote:Original Posted By hudaf


Bener gan Kalau mau atau terpaksa di ceritakan pakailah PM atau disamarkan aja Tempat atau lokasinya. karena mereka sangat tidak ingin dengan yang namanya popularitas

Salim dulu dach sama TSnya Silahkan di update terus mantau nih


Silahkan agan main ke theread ane sama sih tentang pengalaman spiritual bertemu nya kiai sepuh dengan nabi khidir, tapi dak membahas manaqibnya seperti TS tulis

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=13290083


klo ada yang agan tau, boleh pm ke saya, gan
Quote:Original Posted By ariaGADING
wah sepertinya pengetahuan anda lebih tinggi
silahkan disharing bro
terima kasih atas koreksinya



bukanya al'aidrus ya gan...


mangstab Bang Arya ... mungkin yg di maksud td bukan yang habib ini bang arya ...
Quote:Original Posted By CubydaByda
mangstab Bang Arya ... mungkin yg di maksud td bukan yang habib ini bang arya ...


habib yg mana lg yg di makamin di luar batang
Quote:Original Posted By ariaGADING
habib yg mana lg yg di makamin di luar batang


nyimak gan soalnya belum tau bener
×