
*TS menerima
tidak menerima
...
Quote:Prolog
Ibu kota Jakarta selalu memberikan warna tersendiri untuk Indonesia. Setiap tahunnya banyak orang-orang berbondong-bondong 'mengungsi' ke Jakarta. Apalagi menjelang dan sesudah Lebaran, mereka yang sengaja tinggal atau memang 'terpaksa' tinggal dianggap lumrah. Banyak dari mereka tidak seberuntung mimpi yang mereka punya. Mimpi hanyalah mimpi, namun realitas yang mereka sendiri hadapi. Realitas hidup di kota Jakarta tidak seindah sinetron picisan di TV. Tetapi inilah hidup di Jakarta, bagi mereka yang termarjinalkan, bukan karena diskriminasi, tetapi karena kompetisi. Inilah sekelumit cerita dari pinggir rel kereta api di daerah Senen, Jakarta Pusat.Source
Quote:
Spoilerfor Disini Aku Hidup:
Saat tanah mulai bergemeretak oleh suara kereta yang semakin mendekat, tak ada orang yang begitu perduli satu sama lain. Anak-anak pun bermain dipinggir rel. Ibu-ibu sibuk berceloteh. Orang-orang tua pun sibuk bermain kartu.
Quote:
Spoilerfor Rumahku (nampaknya) Surgaku:
Gejolak yang umum terjadi, bukanlah ancaman tetapi suara gemuruh kereta yang tepat melewati 'perkampungan'. Kebisingan sudah menjadi kebiasaan, dan menentang bahaya hanya dianggap belaka.
Quote:
Spoilerfor Daripada Ku Berdiam Diri:
Para penghuni pinggir rel di daerah Senen adalah pemulung ulung. Banyak dari mereka menggantungkan hidup dari mengumpulkan dan menjual apa yang orang lain anggap sampah. Bahkan rumah sederhana mereka pun hanya balutan poster bekas. Bagi mereka yang beruntung, bisa mendapat sedikit papan triplek.
Quote:
Spoilerfor Larangan Pun Bisu:
Rel kereta tentu bukan tempat bermain, namun anak-anak disekitar rel serasa tak peduli. Tetap saja, mereka merasa di tempat inilah mereka dapat hidup dan membesarkan keluarga mereka.
Quote:
Spoilerfor Mengais Rejeki Untuk Pungli:
Pungli pun harus dibayar kepada oknum untuk mendirikan 'bangunan' di sekitar rel. Namun, apa mau dikata, disinilah mereka mencari sesuap nasi. Banyak yang tetap memilih tinggal disini, daripada pulang ke kampung tanpa penghasilan tetap.
Quote:
Spoilerfor Dekapan Ibu Adalah Rumahku:
Salah satu pedagang yang dinanti, penjual air yang menjual dagangannya Rp.10.000 untuk keperluan keluarga ini minum dan MCK. Mungkin bagi anda, Rp. 10.000 tidak berharga, namun tidak bagi mereka yang berpenghasilan kurang dari Rp. 20.000 per hari.
Quote:
Spoilerfor Secarik Kenangan Terbuang:
Menurut sebuah survey, 70 persen bangunan di Jakarta adalah semi-permanen, dan hanya setengahnya yang layak huni. Menurut data BPS pada tahun in 2009, 32 persen rumah di kota ini hanya memiliki ruang kurang dari 7 meter persegi per kapita.
Update Post #3
Quote:

P3K saat Keseleo=RICE
7 Keajaiban Janin
6 Kecelakaan Truk Aneh
Penting for FB User










yang mampir...



nich threat
gan.
:



:
kasian bener mereka gan... jadi prihatin sama wajah ibukota ini