lampu Bulb LED, Running Text, Street Lamp, LED Display, etc (Grosir dan Eceran)

Kondisi Barang : New
Harga : Rp. 123
Lokasi Seller :
Closed
reversed update
: : :
:
::
:::
::::
:::::
::::::
::
::
::
::
::



: : :
: : :
:
::
:::
::::
:::::
::::::
::
::
::
::
::



: : :
ayo silakan juragan sekalian di lihat2 dulu...
yang butuh LED silakan mampir kesini.
: :
: :
:
::
:::
::::
:::::
::::::
::
::
::
::
::



:
::
:::
::::
:::::
::::::
::
::
::
::
::



NILAH.COM, Jakarta - Lampu rumah terang benderang dan hemat energi adalah pilihan tepat mengontrol rekening listrik tiap bulan, dan dalam skala lebih besar membantu menghambat pemanasan global.

Namun informasi efek samping dari lampu hemat listrik itu tidak banyak diketahui, bahkan nyaris tidak ditemukan di kemasannya.

Lampu jenis ini menggunakan bahan merkuri alias air raksa yang jika ceroboh menggunakannya dapat membahayakan keselamatan terutama untuk balita, anak-anak dan wanita hamil. Dengan catatan bahaya itu akan timbul jika bola lampu pecah.

Menurut laporan yang dikeluarkan lembaga penelitian Mercury Policy Project yang dibentuk negara bagian Maine dan Vermont Amerika Serikat, pemakaian lampu hemat energi disarankan untuk terus dilanjutkan, namun ada hal-hal tertentu yang harus dipahami benar oleh konsumen. Seperti jangan menggunakannya untuk lampu meja terutama di rumah yang ada anak kecil atau binatang.

Kandungan merkuri dalam bola lampu seperseratus dari jumlah yang terdapat dalam air raksa termometer zaman dulu. Dengan kekuatan merkuri, bola lampu lebih mudah pecah dan memancarkan cahaya lebih terang. Sampai saat ini belum ditemukan substansi lain yang bisa menggantikan fungsi merkuri.

Jika merkuri terakumulasi dalam tubuh dapat merusak sistem syaraf, janin dalam kandungan, dan anak-anak.
Umumnya, manusia mempunyai kandungan merkuri dalam tubuh berasal dari konsumsi ikan laut yang ditangkap dari perairan yang tercemar.

Hasil penelitian menyarankan metode membersihkan ruangang atau benda yang terkena pecahan bola lampu.
Hal pertama yang dilakukan adalah menjauhkan anak-anak dan binatang dari ruangan, dan membuka ventilasi udara lebar-lebar. Jangan menggunakan penyedot debu meskipun pecahan lampu itu bertebaran di karpet.
Saat membersihkan, gunakan sarung tangan karet dan kertas untuk memungut serpihan kaca. Bersihkan daerah yang terkena dengan menggunakan handuk basah. Jika ada penghuni rumah yang masih anak-anak atau wanita hamil sebaiknya memotong karpet yang terkena serpihan dan membuangnya.

Dalam beberapa kali eksperimen, kandungan merkuri di udara 100 kali lebih aman setelah lantai dibersihkan dengan cara seperti yang dianjurkan. Kandungan merkuri menurun drastis jika sirkulasi udara ruangan itu amat bagus.

Penggunaan lampu hemat energi mampu menekan konsumsi listrik hingga 75% dan umumnya usianya 10 kali lebih lama dibanding yang biasa

sumber : inilah..com
mampir kelapak yang lain yak...

Quote:Original Posted By lapak





:
::
:::
::::
:::::
::::::
::
::
::
::
::