Quote:Original Posted By kaluak
MUI
fatwa dibutuhkan jika tidak terdapat pada hadist..
maka dibutuhkan ijma..

sesuatu yg sudah ada di hadist tidak diperlukan lg peran MUI..

masalah tahlilan tidak pernah dicontihkan Rasulullah..

maka hukumnya bid'ah

kullu bidaatin dallah..
dallah bin nar

setiap yg dia adakan tanpa ada pernah dilakukan rasul..
maka itu disebut bid'ah..

setiap bid ah itu sesat , dan sesat itu bin nar (neraka)


(hadist : riwayat bukhari & muslim & annasai)


fatwa dibutuhkan jika tidak terdapat pada hadist..
maka dibutuhkan ijma..

masalah tahlilan tidak pernah dicontohkan Rasulullah..

apakah tahlilan perlu fatwa?, padahal ijma dilakukan kalau tidak terdapat pada hadist...

ternyata ada hadist yang menyatakan :
setiap yg dia adakan tanpa ada pernah dilakukan rasul..
maka itu disebut bid'ah..

setiap bid ah itu sesat , dan sesat itu bin nar (neraka)


so... disini kita anggap tahlilan tidak perlu difatwakan karena dianggap bidah...

--------------------------

masalah memakai komputer tidak pernah dicontohkan Rasulullah...

apakah memakai komputer perlu fatwa?, padahal ijma dilakukan kalau tidak terdapat pada hadist...

ternyata ada hadist yang menyatakan :
setiap yg dia adakan tanpa ada pernah dilakukan rasul..
maka itu disebut bid'ah..

setiap bid ah itu sesat , dan sesat itu bin nar (neraka)


so... disini kita anggap memakai komputer tidak perlu difatwakan karena dianggap bidah...

--------------------------

masalah tarawih berjamaah dibulan ramadhan selama sebulan tidak pernah dicontohkan Rasulullah...

apakah tarawih berjamaah dibulan ramadhan selama sebulan perlu fatwa?, padahal ijma dilakukan kalau tidak terdapat pada hadist...

ternyata ada hadist yang menyatakan :
setiap yg dia adakan tanpa ada pernah dilakukan rasul..
maka itu disebut bid'ah..

setiap bid ah itu sesat , dan sesat itu bin nar (neraka)


so... disini kita anggap tarawih berjamaah dibulan ramadhan selama sebulan tidak perlu difatwakan karena dianggap bidah...

---------------
dan terus, dan terus, dan terus.....
Quote:Original Posted By jomblo.keren
tapi tulisan tsb belum menjawab secara tegas pertanyaan gue je bang...
karena kalau pernyataan tersebut benar:
Hukum asal kuliah adalah haram,
Maka...
Tidak perlu ada pengharaman lagi...(lha wong asalnya haram)...
Tetapi justru harus ada penghalalan atau perintah pengerjaannya dan harus ada contoh....(sesuai dengan postnya TS)

Kalau yg dijadikan landasan tersebut, itu adalah dalil umum...

Kalau kasusnya disamakan dengan tahlilan, gimana kalau dipakai dalil umum juga seperti berikut...

Imam Muslim meriwayatkan dari Utsman bin 'Affan, ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila telah selesai dari menguburkan mayit beliau berkata: "Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mohonkanlah keteguhan untuknya, karena sesungguhnya sekarang ia sedang ditanya."

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hasyr : 10)

Kalau ada pertanyaan:
Sebutkan satu dalil saja pengharaman menuntut ilmu?...

Maka akan gue jawab:
Sebutkan satu dalil saja pengharaman mendoakan orang muslim?...

Jadi gimana tuch bang, bisa pakai dalil umum atau harus memakai dalil khusus?...



Wadoh...koq gue jadi yang ditanya...pan gue cuma nanya-nanya doang dimarih...
Tapi keqnya jawabannya...Muta'abbad bihi x ya...
Kontranya gimana nih gue...


kuliah haram gimana nih?? maksud nya perkuliahan??

berkaitan dengan hal ibadah tidak??
kalo di luar kegiatan ibadah : selagi tidak bertentangan dg Qur'an dan sunnah maka hukum nya bisa mubah/makruh
Quote:Original Posted By klobot72
fatwa dibutuhkan jika tidak terdapat pada hadist..
maka dibutuhkan ijma..

masalah tahlilan tidak pernah dicontohkan Rasulullah..

apakah tahlilan perlu fatwa?, padahal ijma dilakukan kalau tidak terdapat pada hadist...

ternyata ada hadist yang menyatakan :
setiap yg dia adakan tanpa ada pernah dilakukan rasul..
maka itu disebut bid'ah..

setiap bid ah itu sesat , dan sesat itu bin nar (neraka)


so... disini kita anggap tahlilan tidak perlu difatwakan karena dianggap bidah...

--------------------------

masalah memakai komputer tidak pernah dicontohkan Rasulullah...

apakah memakai komputer perlu fatwa?, padahal ijma dilakukan kalau tidak terdapat pada hadist...

ternyata ada hadist yang menyatakan :
setiap yg dia adakan tanpa ada pernah dilakukan rasul..
maka itu disebut bid'ah..

setiap bid ah itu sesat , dan sesat itu bin nar (neraka)


so... disini kita anggap memakai komputer tidak perlu difatwakan karena dianggap bidah...

--------------------------

masalah tarawih berjamaah dibulan ramadhan selama sebulan tidak pernah dicontohkan Rasulullah...

apakah tarawih berjamaah dibulan ramadhan selama sebulan perlu fatwa?, padahal ijma dilakukan kalau tidak terdapat pada hadist...

ternyata ada hadist yang menyatakan :
setiap yg dia adakan tanpa ada pernah dilakukan rasul..
maka itu disebut bid'ah..

setiap bid ah itu sesat , dan sesat itu bin nar (neraka)


so... disini kita anggap tarawih berjamaah dibulan ramadhan selama sebulan tidak perlu difatwakan karena dianggap bidah...

---------------
dan terus, dan terus, dan terus.....


saya sangat mengusai materi ini...

komputer berhubungan dengan ibadah??

tidak kan???

jd itu bukan bid'ah...

bid'ah itu sesuatu kegiatan ibadah yg diadakan tanpa
contoh dari Rasul..

sudah cukup jelas kan???


tarawih berjamaah byk hadist pendukung nya
Quote:Original Posted By kaluak
kuliah haram gimana nih?? maksud nya perkuliahan??

berkaitan dengan hal ibadah tidak??
kalo di luar kegiatan ibadah : selagi tidak bertentangan dg Qur'an dan sunnah maka hukum nya bisa mubah/makruh


kuliah/sekolah itu termasuk menuntut ilmu dan itu termasuk ibadah

dan si jomblo mengatakan bahwa hukum ibadah itu asal nya haram

so dimana letak kebingungan anda kawan?
bahas tahlilan kok sampe nyasar ke kuliah sih??
Quote:Original Posted By kaluak
saya sangat mengusai materi ini...

komputer berhubungan dengan ibadah??

tidak kan???

jd itu bukan bid'ah...

bid'ah itu sesuatu kegiatan ibadah yg diadakan tanpa
contoh dari Rasul..

sudah cukup jelas kan???


belum.....

setiap yg dia adakan tanpa ada pernah dilakukan rasul..
maka itu disebut bid'ah..

setiap bid ah itu sesat , dan sesat itu bin nar (neraka)


(hadist : riwayat bukhari & muslim & annasai)

apakah disini tertulis kata-kata ibadah???????


Wah,
pak dosen tolong itu diajari ulama2 MUI biar enggak sesat.


Btw azan pake TOA itu ibadah bukan? :
persempit dong bahasannya..

apakah ibadah ghoiru mahdoh perlu dalil?

letak bid'ah tahlilan itu disebelah mana saja..

apakah pengkhususannya..
apakah tasyabbuhnya..
apakah hadiah bacaan alqur'annya..
apakah jamuannya..
atau ngumpul2nya..
padahal penjelasan ulama udah banyak

malah banyak yg muter2 ga jelas
hukum shalat tarawih

Quote:Hukum shalat tarawih adalah mustahab (sunnah), sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Imam An-Nawawi t ketika menjelaskan tentang sabda Nabi n yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah z:


“Barangsiapa menegakkan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap balasan dari Allah k, niscaya diampuni dosa yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih)

“Yang dimaksud dengan qiyamu Ramadhan adalah shalat tarawih dan ulama telah bersepakat bahwa shalat tarawih hukumnya mustahab (sunnah).” (Syarh Shahih Muslim, 6/282). Dan beliau menyatakan pula tentang kesepakatan para ulama tentang sunnahnya hukum shalat tarawih ini dalam Syarh Shahih Muslim (5/140) dan Al-Majmu’ (3/526).

Ketika Al-Imam An-Nawawi t menafsirkan qiyamu Ramadhan dengan shalat tarawih maka Al-Hafizh Ibnu Hajar t memperjelas kembali tentang hal tersebut: “Maksudnya bahwa qiyamu Ramadhan dapat diperoleh dengan melaksanakan shalat tarawih dan bukanlah yang dimaksud dengan qiyamu Ramadhan hanya diperoleh dengan melaksanakan shalat tarawih saja (dan meniadakan amalan lainnya).” (Fathul Bari, 4/295)
Quote:Original Posted By semak.belukar
ketika hal itu sudah menjadi kewajiban dan pengkultusan.

kenapa ga sekalian aja bahas "yasinan tiap malem jumat"


nah klo ini sulit kontranya...
yaudah gini saja...gimana klo tidak menjadi kewajiban dan tidak ada pengkultusan, masih boleh gak?...


Quote:Original Posted By kaluak
kuliah haram gimana nih?? maksud nya perkuliahan??

berkaitan dengan hal ibadah tidak??
kalo di luar kegiatan ibadah : selagi tidak bertentangan dg Qur'an dan sunnah maka hukum nya bisa mubah/makruh


Quote:Original Posted By 3670200
bahas tahlilan kok sampe nyasar ke kuliah sih??


Ceritanya...agak panjang...ada didepan tadi...coba cek-2 dulu...
Singkatnya, bang black ndefinisikan ibadah kurang lebih sbb:
Segala kegiatan yang diniatkan untuk mencari ridho Allah...
Trus gue tanya:
Kalau gue kuliah dengan niat mencari ridho Allah --> ibadah...fix by definition...
yg kedua: ada kaidah: hukum asal ibadah adalah haram...
dari 1 & 2, gue gabung dan ada pernyataan berikut, benar atau salah:
Hukum Asal kuliah adalah haram...

Itu awal mulanya...capek ngetik coy...ikutan baca-2 dulu nape...


Quote:Original Posted By DanialSyafiq
persempit dong bahasannya..

apakah ibadah ghoiru mahdoh perlu dalil?

letak bid'ah tahlilan itu disebelah mana saja..

apakah pengkhususannya..
apakah tasyabbuhnya..
apakah hadiah bacaan alqur'annya..
apakah jamuannya..
atau ngumpul2nya..


Nah itu baru lebih jelas keqnya bahasannya...
nomor satu dah failed gan

nanya tahlilan kok ke ahli kitab
Quote:Original Posted By klobot72
belum.....

setiap yg dia adakan tanpa ada pernah dilakukan rasul..
maka itu disebut bid'ah..

setiap bid ah itu sesat , dan sesat itu bin nar (neraka)


(hadist : riwayat bukhari & muslim & annasai)

apakah disini tertulis kata-kata ibadah???????


para ulama sepakat bid'ah itu berkaitan dengan ibadah..

tidak ada hubungan nya dengan kegiatan harian , selagi tidak ada pertentangan dg AL Qur'an dan Sunnah

Quote:Original Posted By widya poetra


Wah,
pak dosen tolong itu diajari ulama2 MUI biar enggak sesat.


Btw azan pake TOA itu ibadah bukan? :


Rasullulah memperintahkan billal.. utk mengeraskan suara..
(bukhari, muslim , tarmidzi)

azan memang hal ibadah..

toa adalah alat bantu pengeras suara

begitu wid
Quote:Original Posted By kaluak
saya sangat mengusai materi ini...

komputer berhubungan dengan ibadah??

tidak kan???

jd itu bukan bid'ah...

bid'ah itu sesuatu kegiatan ibadah yg diadakan tanpa
contoh dari Rasul..

sudah cukup jelas kan???


memakai komputer untuk kegiatan mencari ilmu juga termasuk "berhubungan dengan ibadah" lho gan.

mengenai bid'ah , Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh

Dan peruntukan bid’ah itu ada dua bagian :

[1] Peruntukan bid’ah dalam adat istiadat (kebiasaan) ; seperti ada penemuan-penemuan baru dibidang IPTEK (juga termasuk didalam penyingkapan-penyingkapan ilmu dgn berbagai macam-macamnya). Ini ialah mubah (diperbolehkan) ; krn asal dari semua adat istiadat (kebiasaan) ialah mubah.

[2] Peruntukan bid’ah di dalam Ad-Dien (Islam) hukum haram, krn yg ada dalam dien itu ialah tauqifi (tdk bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Arti : Barangsiapa yg mengadakan hal yg baru (beruntuk yg baru) di dalam urusan kami ini yg bukan dari urusan tersebut, maka peruntukan di tolak (tdk diterima)”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Arti : Barangsiapa yg beruntuk suatu amalan yg bukan didasarkan urusan kami, maka peruntukan di tolak”.

Bid’ah Dalam Ad-Dien (Islam) Ada Dua Macam :

[1] Bid’ah qauliyah ‘itiqadiyah : Bid’ah perkataan yg keluar dari keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Mu’tazilah, dan Rafidhah serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yg sesat sekaligus keyakinan-keyakinan mereka.

[2] Bid’ah fil ibadah : Bid’ah dalam ibadah : seperti beribadah kpd Allah dgn apa yg tdk disyari’atkan oleh Allah : dan bid’ah dalam ibadah ini ada beberapa bagian yaitu :

[a]. Bid’ah yg berhubungan dgn pokok-pokok ibadah : yaitu mengadakan suatu ibadah yg tdk ada dasar dalam syari’at Allah Ta’ala, seperti mengerjakan shalat yg tdk disyari’atkan, shiyam yg tdk disyari’atkan, atau mengadakan hari-hari besar yg tdk disyariatkan seperti pesta ulang tahun, kelahiran dan lain sebagainya.

[b]. Bid’ah yg bentuk menambah-nambah terhadap ibadah yg disyariatkan, seperti menambah rakaat kelima pada shalat Dhuhur atau shalat Ashar.

[c]. Bid’ah yg terdpt pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan ibadah yg sifat tdk disyari’atkan seperti membaca dzikir-dzikir yg disyariatkan dgn cara berjama’ah dan suara yg keras. Juga seperti membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

[d]. Bid’ah yg bentuk menghususkan suatu ibadah yg disari’atkan, tapi tdk dikhususkan oleh syari’at yg ada. Seperti menghususkan hari dan malam nisfu Sya’ban (tanggal 15 bulan Sya’ban) untuk shiyam dan qiyamullail. Memang pada dasar shiyam dan qiyamullail itu di syari’atkan, akan tetapi pengkhususan dgn pembatasan waktu memerlukan suatu dalil.



Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا كَانَ شَىْءٌ مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَأَنْتُمْ أَعْلَمُ بِهِ فَإِذَا كَانَ مِنْ أَمْر دِينِكُمْ فَإِلَىَّ

“Apabila itu adalah perkara dunia kalian, kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama kalian, kembalikanlah padaku.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengomentari bahwa sanad hadits ini hasan)


*maaf lupas kasi link hasil copas : disini dan disini
Quote:Original Posted By jomblo.keren
nah klo ini sulit kontranya...
yaudah gini saja...gimana klo tidak menjadi kewajiban dan tidak ada pengkultusan, masih boleh gak?...







Ceritanya...agak panjang...ada didepan tadi...coba cek-2 dulu...
Singkatnya, bang black ndefinisikan ibadah kurang lebih sbb:
Segala kegiatan yang diniatkan untuk mencari ridho Allah...
Trus gue tanya:
Kalau gue kuliah dengan niat mencari ridho Allah --> ibadah...fix by definition...
yg kedua: ada kaidah: hukum asal ibadah adalah haram...
dari 1 & 2, gue gabung dan ada pernyataan berikut, benar atau salah:
Hukum Asal kuliah adalah haram...

Itu awal mulanya...capek ngetik coy...ikutan baca-2 dulu nape...




Nah itu baru lebih jelas keqnya bahasannya...


Al qur'an mendukung

IQRA = bacalah
ibnu kasir : menafsirkan berkaitan dengan berilmu..
kalo dijelasin panjang..

kuliah =bukan bid'ah
Quote:Original Posted By jomblo.keren
nah klo ini sulit kontranya...
yaudah gini saja...gimana klo tidak menjadi kewajiban dan tidak ada pengkultusan, masih boleh gak?...






Ceritanya...agak panjang...ada didepan tadi...coba cek-2 dulu...
Singkatnya, bang black ndefinisikan ibadah kurang lebih sbb:
Segala kegiatan yang diniatkan untuk mencari ridho Allah...
Trus gue tanya:
Kalau gue kuliah dengan niat mencari ridho Allah --> ibadah...fix by definition...
yg kedua: ada kaidah: hukum asal ibadah adalah haram...
dari 1 & 2, gue gabung dan ada pernyataan berikut, benar atau salah:
Hukum Asal kuliah adalah haram...

Itu awal mulanya...capek ngetik coy...ikutan baca-2 dulu nape...




Nah itu baru lebih jelas keqnya bahasannya...


sebetulnya pemahaman lu ama wa itu ga beda, yang bergeser pada sebagian besar masyarakat kita adalah pergeseran dari "tahlil" itu sendiri.

pada dasarnya jika tanpa tambahan2 seperti yg dikemukakan danielsyafiq dan botolgepeng ya itu boleh.
Quote:Original Posted By semak.belukar
memakai komputer untuk kegiatan mencari ilmu juga termasuk "berhubungan dengan ibadah" lho gan.

mengenai bid'ah , Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh

Dan peruntukan bid’ah itu ada dua bagian :

[1] Peruntukan bid’ah dalam adat istiadat (kebiasaan) ; seperti ada penemuan-penemuan baru dibidang IPTEK (juga termasuk didalam penyingkapan-penyingkapan ilmu dgn berbagai macam-macamnya). Ini ialah mubah (diperbolehkan) ; krn asal dari semua adat istiadat (kebiasaan) ialah mubah.

[2] Peruntukan bid’ah di dalam Ad-Dien (Islam) hukum haram, krn yg ada dalam dien itu ialah tauqifi (tdk bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Arti : Barangsiapa yg mengadakan hal yg baru (beruntuk yg baru) di dalam urusan kami ini yg bukan dari urusan tersebut, maka peruntukan di tolak (tdk diterima)”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Arti : Barangsiapa yg beruntuk suatu amalan yg bukan didasarkan urusan kami, maka peruntukan di tolak”.

Bid’ah Dalam Ad-Dien (Islam) Ada Dua Macam :

[1] Bid’ah qauliyah ‘itiqadiyah : Bid’ah perkataan yg keluar dari keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Mu’tazilah, dan Rafidhah serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yg sesat sekaligus keyakinan-keyakinan mereka.

[2] Bid’ah fil ibadah : Bid’ah dalam ibadah : seperti beribadah kpd Allah dgn apa yg tdk disyari’atkan oleh Allah : dan bid’ah dalam ibadah ini ada beberapa bagian yaitu :

[a]. Bid’ah yg berhubungan dgn pokok-pokok ibadah : yaitu mengadakan suatu ibadah yg tdk ada dasar dalam syari’at Allah Ta’ala, seperti mengerjakan shalat yg tdk disyari’atkan, shiyam yg tdk disyari’atkan, atau mengadakan hari-hari besar yg tdk disyariatkan seperti pesta ulang tahun, kelahiran dan lain sebagainya.

[b]. Bid’ah yg bentuk menambah-nambah terhadap ibadah yg disyariatkan, seperti menambah rakaat kelima pada shalat Dhuhur atau shalat Ashar.

[c]. Bid’ah yg terdpt pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan ibadah yg sifat tdk disyari’atkan seperti membaca dzikir-dzikir yg disyariatkan dgn cara berjama’ah dan suara yg keras. Juga seperti membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

[d]. Bid’ah yg bentuk menghususkan suatu ibadah yg disari’atkan, tapi tdk dikhususkan oleh syari’at yg ada. Seperti menghususkan hari dan malam nisfu Sya’ban (tanggal 15 bulan Sya’ban) untuk shiyam dan qiyamullail. Memang pada dasar shiyam dan qiyamullail itu di syari’atkan, akan tetapi pengkhususan dgn pembatasan waktu memerlukan suatu dalil.



Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا كَانَ شَىْءٌ مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَأَنْتُمْ أَعْلَمُ بِهِ فَإِذَا كَانَ مِنْ أَمْر دِينِكُمْ فَإِلَىَّ

“Apabila itu adalah perkara dunia kalian, kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama kalian, kembalikanlah padaku.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengomentari bahwa sanad hadits ini hasan)




semua dg niat baik meminta ridho memang bisa dikatakan ibadah..

kenapa cara memahami nya dipersempit???
lebih tepat nya sesuatu diluar perkara ibadah..

ibadah disini yg hukum nya wajib dan sunah..
atau bisa juga ibadah pokok..

sesuatu yg kegiatan sehari hari diluar "ibadah"
hukum nya mubah/makruh..

dan tidak bisa dikatakan bid'ah...

sorry saya tidak baca tulisan agan dari atas-bawah..

artinya kita sepandangan


Berarti masalahnya ada di sini? :
Quote:Original Posted By semak.belukar
[c]. Bid’ah yg terdpt pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan ibadah yg sifat tdk disyari’atkan seperti membaca dzikir-dzikir yg disyariatkan dgn cara berjama’ah dan suara yg keras. Juga seperti membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam



Ibadah itu dalam artian ritual kali yak? :
Quote:Original Posted By kaluak
semua dg niat baik meminta ridho memang bisa dikatakan ibadah..

kenapa cara memahami nya dipersempit???
lebih tepat nya sesuatu diluar perkara ibadah..

ibadah disini yg hukum nya wajib dan sunah..
atau bisa juga ibadah pokok..

sesuatu yg kegiatan sehari hari diluar "ibadah"
hukum nya mubah/makruh..

dan tidak bisa dikatakan bid'ah...

sorry saya tidak baca tulisan agan dari atas-bawah..

artinya kita sepandangan


baru saya mau mengomentari yg pertanyaan saya ini muslim atau tidak
ini thread tahlilan udah selesaikan

jadi udah bisa di tutup nih...

atau dialihkan ke ABMM aja