[Discussion] Haruskah restorasi film Indonesia dilakukan negara asing?



Lewat Jam Malam adalah sebuah film
Spoilerfor Lewat Jam Malam:
karya Usmar Ismail
Spoilerfor Usmar Ismail:
yang diproduksi pada tahun 1955, film ini kemudian direstorasi dan dana restorasinya berasal dari Museum Nasional Singapura dan The World Cinema Foundation milik Martin Scorsese. Film ini ditayangkan di perhelatan besar Festival Film Cannesdi Perancis. Mengapa harus negara asing yang melakukan restorasi film Indonesia, kenapa bukan Indonesia yang melakukannya? Apa tanggapan Agan - Sista mengenai hal ini?

Spoilerfor Cek berita lengkapnya!:
saya juga sependapat sama kk ts,,

seharusnya karya anak bangsa indonesia,, bisa jadi kebangga kita tersendiri
Quote:Original Posted By OaklandRider
saya juga sependapat sama kk ts,,

seharusnya karya anak bangsa indonesia,, bisa jadi kebangga kita tersendiri


Rendahnya kepedulian pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan warisan budaya, baik itu film, buku-buku bersejarah, media cetak tempo dulu, negative foto merupakan salah satu alasannya.
ane ada opini....

mungkin, biaya untuk restorasi film lebih mahal ketimbang bikin film yg "dalam tanda kutip"
karena belum tentu, film hasil restorasi itu bakalan bisa bersaing dengan film2 baru...

Lah seharusnya kita bersyukur donk, masih ada yang mau merestorasi film Indonesia, dilihat dari animo anak bangsa yang sedikit berminat dengan film-film itu. Toh itu juga dapat mengangkat nama Indonesia, kita lihat di film-film luar juga banyak yang terjadi seperti ini, sah-sah aja kok selama tidak mengganti substansi dan makna dari film tersebut, apalagi ampe di klaim, itu masih sah-sah aja kok
ya kalo mampu sih sebaiknya restorasi itu dari "pihak dalam"
tapi kalo ga mampu ya bisa minta bantuan "pihak luar"
*tapi masa kita gak mampu sih... :
Quote:Original Posted By dsperdana
ane ada opini....

mungkin, biaya untuk restorasi film lebih mahal ketimbang bikin film yg "dalam tanda kutip"
karena belum tentu, film hasil restorasi itu bakalan bisa bersaing dengan film2 baru...


secara idealisme Gan, merestorasi film itu bukan untuk tujuan komersial, justru sebaliknya yaitu untuk menyelamatkan karya, sejarah, warisan budaya.

Nah, pengetahuan serta minat pemerintah dan masyrakat yang lemah akan "upaya penyelamatan" menjadikan banyak arsip , film, koran Indonesia dari jaman dahulu teronggok begitu saja.



Quote:Original Posted By gie.lank
Lah seharusnya kita bersyukur donk, masih ada yang mau merestorasi film Indonesia, dilihat dari animo anak bangsa yang sedikit berminat dengan film-film itu. Toh itu juga dapat mengangkat nama Indonesia, kita lihat di film-film luar juga banyak yang terjadi seperti ini, sah-sah aja kok selama tidak mengganti substansi dan makna dari film tersebut, apalagi ampe di klaim, itu masih sah-sah aja kok


Gan, ini bukan sekedar masalah klaim negara lain atau sekedar "mengangkat nama Indonesia". Lewat Jam Malam hanya merupakan salah satu film yang akhirnya berhasil di restorasi dan berhasil ditayangkan di Perancis dan tanpa kita sadari telah "diselamatkan" pihak asing dari ancaman kepunahan.

Bagaimana nasibnya dengan film-film lain yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan, yang dibiarkan begitu saja tanpa direstorasi, di preservasi. Mereka akan musnah, dan kita kaan kehilangan sejarah, warisan budaya kita Gan.



Quote:Original Posted By we.are.wolf
ya kalo mampu sih sebaiknya restorasi itu dari "pihak dalam"
tapi kalo ga mampu ya bisa minta bantuan "pihak luar"
*tapi masa kita gak mampu sih... :


nah, pertanyaan bagus yang susah juga dijawab..
seharusnya instansi perfileman indonesia mampu merestorasi sendiri
tapi tanpa dukungan dari pemerintah susah juga sih
kita tau sendiri pemerintahan kita bentuknya kayak apa
Cuma bisa bikin film yang paha dada doang tapi gak ngehargain film" yang bernilai jual tinggi kaya gitu
biasalah orang indonesia , terlalu menghargai film asing tapi jarang menghargai film sendiri , malah orang asing yg menghargai film indonesia , hehe
Quote:Original Posted By we.are.wolf
ya kalo mampu sih sebaiknya restorasi itu dari "pihak dalam"
tapi kalo ga mampu ya bisa minta bantuan "pihak luar"
*tapi masa kita gak mampu sih... :


ane sih pesimis gan..

klo diliat dari animo masyarakat yg rendah untuk film2 indonesia yang bagus ky lovely man,
sepertinya jumlah penonton suster keramas masih lebih banyak deh..

mayoritas masyarakat indo ga bisa diharapkan.. pemerintah indonesia pun sama aj.. liat aj LSF & nasib piala citra sekarang..

it seems, orang2 bule lebih bisa mengapresiasi karya anak negeri dan lebih bisa komit ke usaha2 apresiasi tsb..
Quote:Original Posted By danskee


ane sih pesimis gan..

klo diliat dari animo masyarakat yg rendah untuk film2 indonesia yang bagus ky lovely man,
sepertinya jumlah penonton suster keramas masih lebih banyak deh..

mayoritas masyarakat indo ga bisa diharapkan.. pemerintah indonesia pun sama aj.. liat aj LSF & nasib piala citra sekarang..

it seems, orang2 bule lebih bisa mengapresiasi karya anak negeri dan lebih bisa komit ke usaha2 apresiasi tsb..


bener gan, piala dan LSF sekarang cuma "sekedar" label doank...
tidak lebih dan banyak kurangnya....
jika sebuah bangsa masih suilt untuk menerima dan menghargai karya anak bangsanya, sepertinya masih cukup sulit deh
katanya, tunggu yang terkenal dari "luar negeri" dulu baru bisa dihargai seluruh 'negeri'

jika ada pengenalan kepada generasi muda yang memancingnya untuk terus berkarya, sepertinya bakalan bisa deh, khususnya restorasi film indonesia
sebenernya kalo pada sadar mah..
ga bakalan mungkin film karya putra-putri bangsa
bisa di ambil alih sama negara tetangga

atau bisa jadi, itu keturunan dari negara kita jg
menurut saya entah gimana caranya kegiatan restorasi ini harus dibikin "sexy", jadi menarik banyak orang dan juga menghasilkan keuntungan. jadi bukan cuma pemerintah, swasta juga banyak yang mau restorasi.

gimana caranya?

gak tau juga ya. mungkin salah seorang dari ribuan lulusan sekolah bisnis di indonesia punya jawabannya
lah iyak mengapa bukan Indonesia yang Restore yak ,
tapi kalau Pihak asing yang restore kan minta persetujuan Indo dulu kan ??
memang dampak negatif kalau pihak luar yang restore seperti apa om ??
Mau di restorasi di manapun juga, yang penting akan didapatkan hasil yang terbaik.. Maju terus perfilman Indonesia..
Miris juga ya gan sebenernya. Miris karena negara kita tidak mampu (kalo gak mau disebut gak mau) merawat warisan seni yang sangat berharga. Miris juga karena dunia perfileman indonesia tidak sejaya masa lampau. Salah siapa ya?
saya malah lebih setuju restorasi dilakukandi negara asing, karena lebih terpercaya dan mungkin teknologi mereka lebih maju. drpd kita sok2an restorasi sndiri trus gagal dan kurang perawatannya, bukannya lebih bahaya ntar filmnya ilang? walopun direstorasi di luar tetep aja itu diaku sebagai film indonesia, jd toh ga ada masalah kan??
Kalo menurut ane gan, kalo kita memang belum mampu, direstorasi oleh pihak asing si ga masalah,tapi kalo seandainya kita mampu, usahakan jangan direstorasi oleh pihak asing