KASKUS

[travelista] tamkesi , jejak peradaban timor




TAMKESI , JEJAK PERADABAN TIMOR

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Quote: TRAILER PERTAMA DARI FILM YANG NANTI AKAN KAMI KELUARKAN



Sebuah perjalanan ke tempat eksotis sekaligus menambah ilmu adalah keinginan setiap pelajar. Hal ini pula yang ada di benak saya ketika saya memutuskan untuk masuk ke sebuah organisasi kampus , yaitu Arsitektur Hijau.

Quote:

Sekilas saja, Arsitektur Hijau merupakan organisasi kemahasiswaan jurusan arsitektur Universitas Katolik Parahyangan yang bergelut dalam bidang dokumentasi arsitektur nusantara dan mencoba mempublikasikannya agar berbagai kearifan lokal dapat terangkat kembali.
WEB : arsitektur hijau
tapi sekarang lagi maintenance
OFFICIAL TWITTER : http://twitter.com/#!/ArsitekturHijau
twitter

Di tengah derasnya arus modernisme, rumah-rumah tradisional mulai ditinggalkan karena dianggap kuno. Padahal, arsitektur yang tumbuh di masyarakat secara turun temurun ini telah teruji selama berabad-abad mampu mengharmonisasikan dirinya dengan lingkungannya. Sayangnya, belum semua kekayaan itu dapat dipelajari dan diaplikasikan dalam dunia arsitektur kekinian karena belum tergali dan terdokumentasi secara optimal. Ironisnya, dokumentasi malah lebih sering dilakukan oleh peneliti asing. Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi Arsitek Indonesia sebab sebenarnya kita masih belum tahu banyak tentang kekayaan arsitektur nusantara yang sebenarnya.



Pulau Timor memiliki sejuta pesona yang belum dijelajahi, dan bahkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia sendiri. Hal inilah yang membuat kami memutuskan untuk melakukan ekspedisi ke sana. Setelah survey dilakukan oleh perwakilan tim, kami pun akhirnya memutuskan objek penelitian kami, yaitu sebuah kampung yang menarik baik secara budaya maupun arsitektur. Kampung ini disebut Sonaf Tamkesi. Banyak rumor beredar mengenai Sonaf ini, seperti banyaknya pantangan, adat yang sangat ketat, dan hal ini justru membuat kami penasaran menggali keunikan kampung ini.

Quote:PERJALANAN MENUJU SONAF TAMKESI



Hari 1 – Kami pergi dari Bandung menuju Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 01.00 WIB, menggunakan bus kampus. Sekitar pukul 03.30 kami tiba di bandara, untuk bertemu beberapa rekan yang menyusul langsung dari jakarta. Selanjutnya kita check-in dan pesawat take off pukul 05.00. Kami tiba di Surabaya untuk transit sekitar pukul 08.00 WITA , pukul 10.00 kami take off untuk langsung menuju ke Kupang.



Sekitar pukul 12.00 kami tiba di Kupang dan langsung dijemput oleh ELF yang sudah disewa oleh tim survey.



Perjalanan panjang harus kami tempuh untuk menuju langsung ke Kefamenanu, kota terdekat dari Sonaf Tamkesi yang merupakan tujuan utama kami. Sekitar pukul 18.00 kami tiba di Kefamenanu untuk beristirahat.

Spoiler for Kunjungan ke Panti Asuhan:


Hari 2 – Pukul 07.00 kami langsung bersiap untuk menuju ke Sonaf Tamkesi.



Kami menuju Tamkesi menggunakan truk pasir yang sudah kami sewa. Sebelum menuju ke Tamkesi kami mampir ke pasar tradisional setempat untuk membeli bahan-bahan makanan. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam, tidak lupa kami juga mampir untuk membeli sirih pinang dan sopi.




Sonaf Tamkesi terletak di Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timor. Dari Ibukota Kupang, jarak menuju kompleks sonaf sekitar 250-260 km.




Quote:Medan jalan dari Kupang sampai ke Manufui berupa aspal sangat mulus.





Namun setelah Manufui, jalan mirip track offroad berupa jalan tanah dan berbatu yang memacu adrenalin. Meskipun begitu, pemandangan yang amat indah berupa hamparan padang sabana khas Timor beserta ternak kuda dan sapi yang berkeliaran bebas akan mengantar kita sampai Kompleks Sonaf Tamkesi




Sampai di kampung tamkesi kami langsung menuju polindes ( poliklinik desa) yang memang sudah disiapkan untuk kami. Setelah beres-beres kami langsung bersiap untuk menuju kompleks Sonaf Tamkesi untuk mengikuti upacara penerimaan.
Quote:
Spoiler for SIRIH PINANG DAN SOPI:


Spoiler for PANTANGAN SELAMA BERADA DI KOMPLEKS SONAF TAMKESI:





Kami disambut oleh warga Tamkesi dengan sangat ramah dan juga kami disambut dengan tari-tarian adat yang sangat menarik.



Tidak lupa setiap dari kami mencoba mengunyah sirih pinang dan minum sopi.

Hari 3-5 – hari ke 3-5 adalah hari penelitian kami.



Quote:
KEHIDUPAN PENDUDUK SONAF TAMKESI



Dalam istilah setempat, bahasa Dawan, Tamkesi berarti sudah terikat kuat pada porosnya dan kokoh tidak tergoyahkan (namanun, nate aben, karna kekonten,karna helonten). Penamaan Tamkesi tidak terlepas dari sejarah panjang kehidupan nomaden yang mewarnai kultur rakyat Biboki dahulu untuk menemukan pusat bumi dengan bantuan Besi Tnais. Besi Tnais adalah benda keramat kerajaan Biboki berbentuk timbangan. Lokasi Tamkesi dipercaya menjadi pusat bumi sehingga dijadikan pusat kerajaan Biboki yang dipimpin oleh seorang raja yang disebut Usif Kokoh/Kaiser. Selain itu, lokasi Tamkesi dianggap sempurna karena lengkap dengan unsur alam seperti batu, air, kayu, tanah karena dianggap memiliki kesakralan.





Warga Tamkesi yang merupakan Klan Usboko dari Suku Dawan atau dalam istilah setempat disebut Atoin Meto. Etnis Atoin Meto ini tinggal menyebar di Timor bagian Barat. Etnis ini mencakup kerajaan Biboki, Insana, Oenam (Miomaffo dan Mollo), Amanuban, Amnatun, Amarasi, Amfoan dan Ambenu. Atoin Meto secara harafiah berasal dari kata Atoni yang berarti manusia atau seorang laki laki dan meto yang bermakna kering, tandus, kritis, berdebu. Sebutan ini relevan karena jika kita melihat keadaan alam di pulau Timor didominasi oleh hamparan sabana dan stepa.




Warga setempat umumnya menggunakan bahasa Dawan. Karena warga yang tinggal di Tamkesi merupakan yang klan bangsawan, maka bahasa yang dipakai bahasa Dawan Kromo yang memiliki tingkatan seni sastra lebih tinggi dibandingkan bahasa Dawan rakyat biasa. Umumnya warga mengenakan kain tenun khas motif biboki dan pria memakai tutup kepala khas bangsawan yang disebut pilu atau destar.
Kehidupan masyarakat bersifat sosial kolektif yang mengutamakan kekeluargaan yang diatur dalam hukum adat setempat. Kaiser tidak memutuskan perkara karena diyakini bertindak arif dan penuh kasih sayang tetapi melalui para amaf. Amaf merupakan Raja-raja kecil yang memimpin suku-suku yang tersebar di seluruh penjuru kerajaan. Secara umum, suku-suku ini digolongkan menjadi 2 suku besar yakni: Ama Naek Paisanaunu dan Ama Naek Belsikone. Masing-masing amaf menjadi semacam dewan perwakilan suku-suku kecil untuk menghimpun aspirasi rakyat dan mempermudah koordinasi misalnya pembangunan sonaf dan penyerahan upeti.




Upeti ini dimaksudkan sebagai ucapan syukur rakyat kepada kaiser yang mampu memberi kesejahteraan pada rakyat berkat restu ainu uis neno (Tuhan dalam tradisi lokal) dan leluhur. Upeti ini menopang kehidupan Sonaf sekaligus menjadi cadangan makanan jika terjadi masa paceklik. Penyerahan Upeti tahunan biasanya diadakan setiap bulan November dalam upacara tama maus. Tama maus adalah acara adat yang amat menarik wisatawan lokal dan mancanegara karena berbagai atraksi budaya seperti seperti tari likurai, tari bonet, tari gong dilaksanakan. Upacara ini diawali dengan mempersembahkan persembahan sesaji berupa kambing, babi atau ayam dilakukan oleh 14 orang yang disebut ustetu di Mezbah Allah (Tetu usi neno).

Mezbah Allah berbentuk batu plat yang diletakan di antara Gunung Tapenpah dan Oepuah. Dua gunung batu yang mengapit kampung ini merupakan gunung yang dianggap suci menyimbolkan kesejahteraan serta kekuatan.



Aturan adat amat ditaati dan dipercayai. Jika melanggar, dampaknya tidak hanya bagi pelanggar tetapi juga bagi seluruh warga kampung misalnya terjadi bencana kelaparan atau terkena ken neno .Ken Neno berarti petir. Hal ini sejalan dengan ungkapan oenanam sai maliat yang bermakna harafiah madu itu bersifat lengket. Maknanya adalah resiko akibat tindakan seseorang menjadi tanggung jawab sendiri.
Keunikan lain yang menarik adalah batu pengadilan untuk menyelesaikan perkara warga secara adat.



Batu ini berupa batu pipih berdiameter 60 cm berbentuk hati. Orang-orang yang berperkara mengelilingi batu tersebut. Disertai doa oleh tetua adat, seekor ayam dipotong lehernya diatas batu tersebut dan dibiarkan menggelepar hingga berhenti di depan orang yang bersalah. Melalui ini, diharapkan hati nurani dengan bantuan leluhur yang menjadi jawaban setiap perkara.



Quote:
Arsitektur yang menyatu dengan Alam dan Budaya



Lokasi Kompleks Sonaf Tamkesi berada di bukit yang dirimbuni hutan adat. Kumpulan vegetasi berupa hutan ini menciptakan ruang kampung Tamkesi yang terlingkup secara definitif melalui jajaran batang dan tajuk pohon sehingga tersembunyi dari serangan musuh dimasa lampau.









Hal ini juga ditunjang dengan keberadaan benteng dari susunan batu dan tanaman kese penyebab gatal yang sengaja ditanam disekeliling kampung.



Bukit ini dibuat berundak sehingga memungkinkan bangunan berdiri di kontur tanah yang miring. Semakin tinggi tingkatan, maka semakin tinggi pula tingkatan sosialnya. Di puncak tertingginya,terdapatlah sonaf Paon Le’u (Istana Kaiser).





Vegetasi di hutan ini selain sebagai tempat tinggal berbagai flora dan fauna endemik juga bermanfaat untuk menahan hembusan angin dan mencegah longsor. Selain itu, kehadiran hutan ini menciptakan iklim mikro yang nyaman dengan udara relatif sejuk di sekitar Tamkesi dan sekaligus memunculkan beberapa titik mata air. Karena peran hutan adat sangat penting untuk kelangsungan hidup warga Tamkesi Hutan adat di sekitar Tamkesi tidak boleh ditebang sejak dulu. Bila ada pelanggaran terhadap hutan ini, ada sanksi adat berupa 1 ekor babi dan uang Rp500.000. Hal ini menjadi kearifan lokal warga Tamkesi dalam upaya menjaga alam tetap lestari.

Secara umum, bangunan yang ada disini terbagi menjadi dua yakni sonaf dan lopo.



Sonaf merupakan rumah tinggal yang tidak memiliki jendela dan sering disebut ume kbubu karena bangunan ini memiliki bentuk denah elips. Bentuk bangunan yang tidak memiliki jendela merupakan adaptasi terhadap iklim dan lingkungan sekitar. Ume kbubu menjadi simbol feminim karena kegiatan mengolah panen yang mayoritas diolah oleh kaum perempuan dilakukan disini.






Lopo adalah bangunan dengan loteng yang berfungsi sebagai tempat menyimpan hasil panen (lumbung). Area kolong lopo dimanfaatkan untuk tempat menerima tamu, musyawarah, beraktivitas sehari-hari seperti menenun atau menumbuk jagung. Lopo merupakan simbol maskulin karena lopo adalah tempat menyimpan hasil pertanian yang merupakan hasil pekerjaan laki-laki. Lopo dan Sonaf menjadi simbol kesatuan rumah tangga yang disebut kuen.




Didalam sonaf terdapat tiang agung yakni ni ainaf yang selain menopang struktur bangunan juga dianggap memiliki nilai magis sehingga dijadikan tempat meminta berkat (halon) sekaligus menghormati leluhur. Warga Tamkesi meyakini tiang ni ainaf adalah tempat menghimpun semua arwah leluhur usif / bangsawan dan kaiser Biboki terdahulu. Hal itu ditandai dengan pemasangan wadah sirih pinang (tanasak) dan kelewang pamali (suin leu). Tiang ini berjumlah 2 buah yakni di sisi timur (neno saen) simbol maskulin dan sisi barat (neno mofun) simbol feminim. Tiang agung terbuat dari kayu merah/matane yang dianggap kayu paling kuat di Biboki dan mampu menopang struktur bangunan hingga puluhan tahun.

Quote:Selain itu terdapat sonaf keramat.Sonaf amu bonat merupakan rumah keramat untuk mempersembahkan dan memberi berkat ternak. Sonaf neno biboki merupakan sonaf sakral tempat disimpan benda keramat dan ritual adat. sonaf besilasi adalah sonaf untuk memohon kekuatan pada Allah dan leluhur untuk persiapan perang. Sonaf neno biboki dan sonaf besilasi ini tidak boleh didokumentasikan dengan foto dan hanya boleh dimasuki oleh kaum bangsawan pria keturunan Usboko dengan kain adat. Tempat ini dianggap memiliki kesakralan karena diyakini tempat berdiam Allah. Karena dianggap suci, maka rumah keramat ini tidak boleh dilecehkan. Sopi, sirih pinang atau, rokok tidak boleh dibawa masuk ke dalam. Para pengunjung pun tidak boleh memunggungi sonaf keramat sebagai bentuk penghormatan

Spoiler for teknik konstruksi:


Quote:Hari ke-5 adalah hari terakhir kami berada di kompleks sonaf. Ternyata warga setempat sudah menyiapkan acara perpisahan bagi kami.




Pada malam hari kami semua menari , bernyanyi , dan makan bersama dengan warga Tamkesi. Suatu pengalaman yang akan membekas terus di benak kami.


Quote:
Konservasi dan Pelestarian
Karena keunikan tradisi, budaya dan arsitekturnya, otoritas setempat menetapkan status kampung cagar budaya sejak 2005. Dulu penduduk Tamkesi berjumlah 81KK tetapi pasca terbentuk desa adat Tamkesi, warga yang tinggal hanya 6 KK. Hal ini disebabkan sebagian besar warga direlokasi di permukiman rumah sosial dan sebagian besar merupakan penjaga sonaf. Tujuan relokasi ini untuk memberi kesempatan warga mengembangkan diri mengikuti perkembangan zaman sekaligus melestarikan adat yang dimilikinya.
Arsitektur Tamkesi merupakan sebuah warisan budaya yang amat berharga yang patut dilestarikan. Hendaknya penetapan kompleks sonaf Tamkesi sebagai cagar budaya tidak mematikan hakekat arsitektur vernakular yang selalu berkembang dinamis mengikuti perkembangan manusia yang diwadahinya. Perkembangan di dalam arsitektur vernakular tetap memungkinkan dilakukan sejauh tidak melepas nilai-nilai yang terkandung di dalamnya selama ini. Dengan begitu, arsitektur vernakular khususnya Tamkesi tidak sekedar menjadi sebuah museum yang bisu, tetapi tetap menjadi bagian yang terus dihidupi oleh masyarakat. Akhirulkalam, Ekspedisi Sonaf Tamkesi, perjalanan yang tidak akan pernah kami lupakan seumur hidup.





“Monet Tababua Tokot tababua..., nane nak nekaf mese ma ansaof mese”
hidup bersama sama dan duduk bersama sama.
Ungkapan ini bermakna kita satu pikiran dan satu hati


Quote: BEHIND THE SCENE



Quote: LAGU TRADISIONAL OLEH ANAK-ANAK SETEMPAT



Spoiler for FOTO-FOTO TAMBAHAN:


Quote:RINCIAN BIAYA
PESAWAT PP : 1.400.000
TRANSPORTASI DI TIMOR :
Bila menggunakan kendaraan umum, dari Kupang, bisa digunakan minibus jurusan Kupang- Atambua dan berhenti di simpang Bitauni cabang Manufui. Dari sana kita bisa menempuh ojek langsung menuju Kampung Adat Tamkesi. Waktu tempuh kira-kira keseluruhan kira-kira 8 jam. Untuk mencapai Tamkesi dari Kupang, total anggaran untuk transportasi sekitar Rp100.000,00.
PENGINAPAN DI KEFA : 150.000 / 4
MAKAN : 10.000 / 1x makan


Quote:credit goes to :
Sketch : Andreas ( AS )
Photo : teman-teman ekspedisi TIMOR
Anggota Tim Buku Tamkesi yang membantu selama proses penyusunan cerita : Emanuel Agung Wicaksono , Caroline

wah perjalanan yang seru yah..
Yang Boneng gan tuh sampe dibuat Film perjalanannya
Quote:Original Posted By StarSixy
wah perjalanan yang seru yah..


iyah gan.. hehe.. seru loh kesana..
Quote:Original Posted By YoonAddict4ever
Yang Boneng gan tuh sampe dibuat Film perjalanannya


iyah gan.. hehe.. tar kita jg mau bikin buku dan film dokumenter bwt ekspedisi ini.. hehe
tar klo udh jadi beli bukunya donk..
wah perjalanan yang seru banget yah gab jadi pengen kesana lagi
weis bikin ngiri aja nih, jadi pengen kesana
Quote:Original Posted By PriNx
weis bikin ngiri aja nih, jadi pengen kesana


kesana ajah gan...
blom pernah kan pasti ke timor.. hehee
hallo! saya dari jepang, lagi kuliah di unpar
menurt teman saya yg pernah ke timor, katanya emang kampung itu angker banget deh tapi ga diduga didalamny ternyata sebagus itu ya..

dengan ini saya rekomendasikan thread ini menjadi HT dan juara travelista!!
Quote:
promoin lapak sesama kaskuser..

HotWheels and Matchbox | Price Only Rp 25.000 - Rp 90.000

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=12201279



weewwwww............


manteppp ini trettt...........

layak di ganjar panasonic award ....


eh bukan ....

jadi HT ..
Quote:Original Posted By noelsasaki
hallo! saya dari jepang, lagi kuliah di unpar
menurt teman saya yg pernah ke timor, katanya emang kampung itu angker banget deh tapi ga diduga didalamny ternyata sebagus itu ya..

dengan ini saya rekomendasikan thread ini menjadi HT dan juara travelista!!


wah thx bro dkungannya..
di unpar jurusan apa nih ? hehe..
klo di unpar boleh mampir2 ke gedung 5 bwt ngobrol2..
ini kampung emang angker bagi yg ga "nurut" , dan ga peduli mau itu pejabat pemerintah ato orang penting sekalipun.. mau tau cerita lebih lanjutnya ? tunggu launching bukunya..

Quote:Original Posted By yandhi_gila'
weewwwww............


manteppp ini trettt...........

layak di ganjar panasonic award ....


eh bukan ....

jadi HT ..


wah THX banget bro dukungannya.. hehe.
kalo mampir2 ke NTT / timor / kefamenanu , nih tempat mungkin masuk ke 10 best the most "a must" see place before die..
nyimak dulu ya gan..

nitip lapak ya agan2..

jual pabx panasonic di pabxpromo.com
wah, mantap nih arsitekturnya.. tamkesi , jejak peradaban timor

kegiatan penelitian bisa jadi thread travelista...
salut ama kegiatan penelitiannya gan..







jadi gitu toh gan
walau ane bukan anak travel mantap juga sih


follow me @louishhh
Manteb kayaknya nih tempat, tp masih bingung kalo jumlah orangnya dikit apa harus sewa truk pasir juga buat akses ksna?
mantap nech... ampe sewa truck pasir
Quote:Original Posted By LeenAddict

wah THX banget bro dukungannya.. hehe.
kalo mampir2 ke NTT / timor / kefamenanu , nih tempat mungkin masuk ke 10 best the most "a must" see place before die..




tuhhh kan jadi HT ...........

























ntar kapan² planning ke sana ahhhh................



keren euy
numpang mejeng pekiwan ah