KASKUS

[TRAVELISTA] Pesona Ketekesu. Tongkonan Toraja


[TRAVELISTA] Pesona Ketekesu. Tongkonan Toraja

Ke’te’ Kesu’ terletak di kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Indonesia. Berada sekitar empat kilometer sebelah selatan kota Rantepao atau 14 kilometer sebelah utara Makale. Kete Kesu adalah sebuah area di mana beberapa tongkonan berdiri berjajar, dilengkapi dengan lumbung padi (alang sura), area upacara pemakaman (rante), dan tempat pertemuan adat.


Tak terasa, sudah 5 jam saya berada di dalam bus. Perjalanan kali ini, saya menuju Ke Toraja, daerah yang berada di Utara Sulawesi Selatan. Kota yang di kenal dengan kopi nya . Dalam perjalanan menuju Toraja,saya melewati jalan Lintas Makassar – Toraja dan selama perjalanan ini, saya di suguhi pemandangan yang indah. Landskap yang pelan pelan berubah dari pantai menuju pegunungan. Dari barisan awan dan biru nya laut. Menjadi lembah hijau dan barisan pegunungan. Sungguh memberikan nuansa yang berbeda.

3 jam lagi. Tiba lah saya di Toraja, Kota ini sekarang sudah menjadi dua kabupaten yaitu Toraja dan Toraja Utara. Dengan masing masing ibu kota nya Makale dan Rante Pao. Tujuan saya adalah Kota Rante Pao.
Setelah turun di pasar Rante Pao, segera saya berjalan mencari penginapan. Dan beristirahat untuk ke esokan hari nya menuju tempat tempat yang ada di kawasan ini.

Ke esokan hari nya, dengan menyewa motor, saya pergi ke tempat yang di kenal dengan nama Ke’te’ Kesu. Ke’te’ Kesu’ ini terletak di kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Indonesia. Berada sekitar empat kilometer sebelah selatan kota Rantepao atau empat belas kilometer sebelah utara Makale. Kete Kesu adalah sebuah area di mana beberapa tongkonan berdiri berjajar, dilengkapi dengan lumbung padi (alang sura), area upacara pemakaman (rante), dan tempat pertemuan adat.

Patokan menuju Ke’te’ Kesu’ ini mudah, dari penginapan. Saya mengikuti jalan Poros Toraja – Makassar, ke arah Makale. Begitu tiba di persimpangan dimana ada Patung Sapi berwarna merah jambu, ambil kanan. Dan terus saja, maka kita akan tiba di Kawasan Ke’te’ Kesu’

Di Ke’te’ Kesu’ ini, terdapat Tongkonan yang sudah berumur 400 Tahun,. Tongkonan ini merupakan peninggalan Puang Ri Kesu’. Tongkonan ini, berfungsi sebagai tempat musyawarah,mengolah dan menetapkan aturan adat baik itu aluk maupun pamali yang di gunakan sebagai aturan hidup di Masyarat Kesu’.

Atap di tongkonan ini, sudah di tumbuhi dengan tumbuhan dan ornament ornament yang ada di tongkonan sudah tidak terlalu jelas karena sudah lapuk di makan usia. Namun masih berdiri dengan kokoh. Tongkonan ini, di hiasi dengan tengkorak kerbau yang menunjukkan status mereka. Semakin banyak tengkorak maka status mereka di masyarakat tinggi. Selain terdapat Tongkonan, di kawasan ini juga terdapat lumbung lumbung padi. Lumbung padi ini sebagian ada yang berumur sama dengan tongkonan ini, dan sebagian juga ada yang baru.

Setelah puas melihat tongkonan dan lumbung padi yang berada di kawasan ini. Saya berjalan ke belakang dari kawasan ini di belakang dari kawasan ini, saya melihat kubur an para bangsawan Toraja. Di sini, saya menemukan kubur batu yang berukuran besar. Kubur Batu setinggi gedung 3 lantai. Kubur ini, merupakan kuburan buatan. Jika pada zaman dahulu para bangsawan di kuburkan di kubur batu yang berada di tebing tebing batu yang banyak berada di kawasan ini, pada masa sekarang ini, ada yang ber inisiatif membuat kubur batu seperti rumah. Prinsip nya sama hanya berbeda “bungkus” nya saja.

Selain melihat kuburan batu. Di sini, saya juga bisa melihat peti mati dan kerangka para bangsawan toraja yang di kuburkan di kawasan ini. Selain tengkorak, Tau Tau yang merupakan patung yang di pahat mirip dengan bangsawan yang meninggal juga bisa kita lihat di kawasan ini. Karena sudah tua nya peti mati yang ada, sebagian besar peti mati ini lapuk dimakan usia dan kita dapat melihat tengkorak tengkorak para bangsawan yang di kubur di kawasan ini. Sungguh merupakan wisata kebudayaan yang menarik.


Selain tongkonan dan kubur batu. Di sini, saya juga melihat para perajin kerajinan khas Toraja. Di sini, terdapat para seniman ukir . Dengan ukiran ukiran khas toraja. Tedong ( kerbau ), matahari, dan ayam jago. Morif pahatan pahatan yang banyak di kawasan ini. Di dominasi dengan warna merah, dan hitam. Warna yang merupakan warna khas Toraja. Jika ingin mencari ukiran, perlengkapan dapur seperti talenan,tatakan gelas,ukiran kayu dan lain sebagai nya. Kawasan ini merupakan kawasan yang layak di kunjungi, Dengan harga yang terjangkau dari Rp 25.000 sampai dengan Rp150.000,- kita bisa membawa buah tangan dari Toraja.

Karena saya berada di kawasan ini sampai sore hari, maka saya dapat melihat kegiatan mengukir yang dilakukan oleh para pengrajin ini. Biasa nya kegiatan ini dimulai pada pukul 02.00 WITA sampai selesai , kita dapat menyaksikan para perajin ini mengukir di kayu, mengecat miniature tongkonan dengan warna warna khas toraja. Sungguh merupakan suguhan yang sangat menarik.

Tak terasa, sudah dua jam saya di kawasan ini, sungguh merupakan pengalaman yang menarik. Saat nya saya meninggalkan kawasan Ke’te’ Kesu’ ini, dan melanjutkan perjalanan menuju objek wisata yang menarik di sini.


Notes:
1.\tJika ingin ke Toraja, dari Makassar. Mennggunakan bus. Banyak terdapat operator bus menuju kawasan ini, Bintang Prima,Litta adalah beberapa operator yang melayani perjalanan dari Makassar Toraja. Dengan harga tiket dari Rp 80.000,- sampai dengan Rp 150.000, kita bisa menuju Toraja.
2.\tJika ingin mendapatkan informasi mengenai ketersediaan tiket bus. Kita bisa menelepon agen agen yang ada. Dan mereka akan dengan sigap nya memberikan informasi
3.\tBanyak terdapat hotel, dan guest house di kawasan ini. Dengan harga Rp 100.000 sampai dengan Rp 220.000 per malam.
4.\tDi Ke’te’ Kesu’ ini, kita bisa mendapatkan kerajinan dari asbak rokok,talenan,tatakan gelas,lukisan kayu simbol simbol toraja yang di ukir bahkan miniature tongkonan. Dengan harga Rp 25.000 sampai dengan Rp 150.000 kita bisa membawa pulang oleh oleh khas ini.
5.\tHarga tiket masuk di Ke’te’ Kesu’ Rp 10.000,-
6.\tJika kita menginap di Rante Pao, kita bisa mencari motor yang di sewakan Rp 100.000 per hari. Dan ini merupakan pilihan yang sangat menarik.
7.\tMembutuhkan waktu sekitar 8 jam dari Makassar menuju Toraja dan selama perjalanan ini kita akan di suguhi pemandangan indah. Di mulai dari Tebing tebing batu di Kab. Maros,Pantai di Kab Baru, hingga gunung dan lembah di Kabupaten Enrekang. Dan jika cuaca cerah. Maka kita dapat melihat Gunung Nona.



















Nice share gan....


Wisata ke toraja emang bikin penasaran, pengen bgt bisa liat ritual adatnya


CINTA TANAH AIR

wah rapi bener yah deretan rumah adatnya
waduh, kok masih sepi ya trit ini?
Menurut Gue ini termasuk Rumah terunik didunia gan ... Selain unik juga mempesona gan
keren gan, jadi pengen kesitu
ane bantu rate gan
wou Toraja..
kampung halaman ane Gan.
bnar yg TS bilang, namyak yg bisa dinikmati dr Toraja, mulai dr kopinya yg nikmat, budayanya, alamnya dan jg mistisnya
rumah nya kok kayak rumah adat batak ya ?
semoga tahun depan kesampain kesini
dah ngebet pengen jalan kesini..
Akan ada kejutan di bulan desember ini di toraja.. ada event event di bulan ini
Quote:Original Posted By ratnasss
my ass]
ngiler banget ane pingin ke toraja gan... nice share
×