KASKUS

Exclamation (FOTO): Kelasi (KLS) Arifin, anggota TNI AL yang tewas. Bukti Kebiadaban Geng Motor

ini foto Kelasi (KLS) Arifin korban TNI yang tewas oleh gank motor

facebooknya http://www.facebook.com/profile.php?...00002922335877

Bukti kebiadaban geng motor alay,,

Quote:JAKARTA, KOMPAS.com - Kelasi (KLS) Arifin, anggota TNI AL yang tewas dikeroyok geng motor di kawasan Pademangan, Jakarta Utara beberapa waktu lalu ternyata adalah staf khusus Panglima Armada RI kawasan barat (Armabar). Hal ini dibenarkan Kepala Pusat Penerangan TNI AL, Laksamana Untung Surapati, Rabu (11/4/2012), saat dihubungi wartawan.

"Iya benar. Dia memang staf khusus di Pangarmabar TNI AL," ucap Untung. Menurut Untung, hanya anggota pilihan yang bisa terpilih menjadi staf khusus Panglima Armabar TNI AL tersebut. "Hanya orang-orang pilihan yang dipilih masuk ke staf itu. Orang-orang pilihan yang dinilai bagus secara mental, fisik, dan sebagainya," papar Untung.

Ia tidak menjelaskan sudah berapa lama Arifin menjadi staf khusus. Namun, ia menduga bahwa apa yang menimpa Arifin di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara karena anggotanya itu tergerak untuk menolong sopir truk yang sedang dikeroyok sekelompok pemuda.

"Saya kira karena dia termasuk salah satu yang terbaik, terpilih menjadi staf khusus itu, makanya dia terpanggil untuk melerai saat ada sopir truk yang dikerumuni massa," kata Untung.

Diberitakan sebelumnya, KLS Arifin menjadi korban pengeroyokan geng motor di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara pada Sabtu (31/3/2012) malam. Saat itu, para pemuda itu merasa tidak terima ditegur Arifin. Arifin pun dihajar habis-habisan. Ia akhirnya tewas dengan luka bacok di bagian punggung.

Polisi sudah meringkus JJR (22), pada Senin (9/4/2012) lalu dan kini bersama POM AL masih melakukan pengejaran ke pelaku-pelaku lainnya. Polisi menduga, kasus di Pademangan itu berlanjut dengan aksi pembalasan pada tanggal 7 April 2012 di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara.

Puluhan pria yang mengendarai sepeda motor menyerang kelompok orang di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di dalam peristiwa ini, satu orang tewas yakni Soleh dan dua rekannya mengalami luka berat.

Pembantaian kemudian berlanjut pada tanggal 8 April 2012 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa ini, empat orang mengalami luka bacok setelah diserang kelompok pesepeda motor yang mencoreng pipinya dengan cat warna putih.

sumber: http://news.detik..com/read/2012/04/...ungkam?9922022


tuh,,geng motor alay pantasnya diapain gan??
di qisos aja, minta restu keluarga. minta pangarmabar melakukan qisos atas nama keluarga. sbenernya benci ge mengatakan ini, ge rindu masa2 petrus. habis gimana, saat ini polisi malah ga becus. geng motor udah jalan2 keliling pelabuhan kemayoran sampe salemba tapi ga kena hadang.

mau berapa anak bangsa potensial yg harus mati percuma karena segelintir air tuba ?
Quote:Original Posted By docexcalibur
di qisos aja, minta restu keluarga. minta pangarmabar melakukan qisos atas nama keluarga. sbenernya benci ge mengatakan ini, ge rindu masa2 petrus. habis gimana, saat ini polisi malah ga becus. geng motor udah jalan2 keliling pelabuhan kemayoran sampe salemba tapi ga kena hadang.

mau berapa anak bangsa potensial yg harus mati percuma karena segelintir air tuba ?


yang jumat subuh kemaren ?? sapa yang mau menghadang mereka 2x kalo yang kemaren itu ??
Loh khan rekan-rekan dia udah "operasi"...lah yang geng motor cepak berpita kuning itu apa??

kadang ane ndak ngerti liat generasi muda ini, segitu gampangnya mencabut nyawa orang
jadi samar benar dan salah
kapan negeriku ini tentram
jadi inget semboyan "jangankan polisi, tentarapun kami bantai".
Quote:Original Posted By ** SENSOR **ramerame
jadi inget semboyan "jangankan polisi, tentarapun kami bantai".


itu pernyataan salah satu kepala satpol PP di sebuah kabupaten di Indonesia....

entah sekarang orang dah jadi apa??
ane cuman kasian klo salah sasaran...
Mendingan di larang aja gerombolan motor yg di atas 10 buah. Kalo pun mendesak bgt, harus ada ijin konvoi dr kepolisian dan ijinnya harus2 ketat. misalkan ga punya surat ijin langsung tangkepin.

Trus buat yang mau bikin organisasi/ perkumpulan sepeda motor harus pake ijin juga, tes psikologi biar menjamin kalo mereka ga labil emosinya. Sekalinya kelompok tersebut berbuat onar, langsung black list dan bubarin.

Ane tau ini repot banget buat institusi polri yang ga pernah mau kerja keras.
Quote:Original Posted By Pitung
kadang ane ndak ngerti liat generasi muda ini, segitu gampangnya mencabut nyawa orang


ya gitulah, kata dokter psiko, kenekatan seseorang itu bertambah bekali lipat saat sedang bersama kelompoknya, atau orang yg di kasihinya.

Quote:Original Posted By Nucleus3
Mendingan di larang aja gerombolan motor yg di atas 10 buah. Kalo pun mendesak bgt, harus ada ijin konvoi dr kepolisian dan ijinnya harus2 ketat. misalkan ga punya surat ijin langsung tangkepin.

Trus buat yang mau bikin organisasi/ perkumpulan sepeda motor harus pake ijin juga, tes psikologi biar menjamin kalo mereka ga labil emosinya. Sekalinya kelompok tersebut berbuat onar, langsung black list dan bubarin.

Ane tau ini repot banget buat institusi polri yang ga pernah mau kerja keras.


namanya geng motor gan, mana ada yg Legal. pasti Ilega, lagian pos polisi kalau udah di atas jam 9 malam terkadang sepi. siang doang rame, seharusnya patroli polisi itu 24 jam. kek di acara COPS fox crime tuh, polisinya keren - keren.
Quote:Original Posted By Nucleus3
Mendingan di larang aja gerombolan motor yg di atas 10 buah. Kalo pun mendesak bgt, harus ada ijin konvoi dr kepolisian dan ijinnya harus2 ketat. misalkan ga punya surat ijin langsung tangkepin.

Trus buat yang mau bikin organisasi/ perkumpulan sepeda motor harus pake ijin juga, tes psikologi biar menjamin kalo mereka ga labil emosinya. Sekalinya kelompok tersebut berbuat onar, langsung black list dan bubarin.

Ane tau ini repot banget buat institusi polri yang ga pernah mau kerja keras.


sungguh kalimatmu menusuk2 yang terkait gan wkwokwkwok
orang tua gagal, institusi pendidikan gagal, institusi kepolisian gagal, institusi keagamaan gagal, sehingga akhirnya Indonesia berharap kepada penyelamat negeri, Tentara Nasional Indonesia?
Quote:Original Posted By osusanto
orang tua gagal, institusi pendidikan gagal, institusi kepolisian gagal, institusi keagamaan gagal, sehingga akhirnya Indonesia berharap kepada penyelamat negeri, Tentara Nasional Indonesia?


iy gan,,sbenarnya apa yg trjadi skrang hanya pengulangan dri masa2 sbelumnya klo ane berpikir,,
bnyak gejala2 menunjukkan hal itu koq,,
Quote:Original Posted By docexcalibur
di qisos aja, minta restu keluarga. minta pangarmabar melakukan qisos atas nama keluarga. sbenernya benci ge mengatakan ini, ge rindu masa2 petrus. habis gimana, saat ini polisi malah ga becus. geng motor udah jalan2 keliling pelabuhan kemayoran sampe salemba tapi ga kena hadang.

mau berapa anak bangsa potensial yg harus mati percuma karena segelintir air tuba ?


bener banget om. ane stuju dgn pendapat ente. entah knapa, walpun vanyak yg tidak setuju, petrus sendiri bisa nyiptain keadaan dimana orang2 alay sok jago itu jadi menahan diri dan gak kelewat batas..

just a humble noob opinion
anak remaja yang salah jalan. jika sudah begini jangan salahkan ada 'geng pita kuning' yang bergerak untuk menegakkan keadilan dimana hukum sipil tak mampu merespon dengan cepat gejala kriminalitas geng motor remaja. kelasi arifin juga punya keluarga yang mana alm. sangat mungkin menjadi sandaran utama.
sebaiknya balap motor liar di jalanan umum yang sangat menganggu masyarakat dirazia oleh tni dgn 'bantuan' polri. kemudian menangkap mereka yang terbukti terlibat dalam balapan liar itu. kirim mereka mengikuti pendidikan militer yang keras sampai ampun2. lakukan ini secara nasional diseluruh indonesia. sebab gejala geng motor ini udah merata di seluruh indonesia dan dikeluhkan masyarakat.

perlu didata juga untuk komunitas motor yang punya kegiatan positif, supaya nggak salah sasaran. dan mereka sebaiknya rajin2 melakukan koordinasi dgn aparat, baik itu polri maupun tni.
di salah satu blog otomotif yg ane baca,pada salah asatu komentar mengenai geng motor ini menyebutkan bahwa penembak anggota yg menggunakan mobil yaris itu anak salah satu petinggi polri berbintang 2,orangny udah diamanin trus orang2 dr TNI minta polisi segera diberi "pelajaran" klo g mereka akan memberi "pelajaran" dg cara mereka sendiri...
Quote:Original Posted By pragata
anak remaja yang salah jalan. jika sudah begini jangan salahkan ada 'geng pita kuning' yang bergerak untuk menegakkan keadilan dimana hukum sipil tak mampu merespon dengan cepat gejala kriminalitas geng motor remaja. kelasi arifin juga punya keluarga yang mana alm. sangat mungkin menjadi sandaran utama.
sebaiknya balap motor liar di jalanan umum yang sangat menganggu masyarakat dirazia oleh tni dgn 'bantuan' polri. kemudian menangkap mereka yang terbukti terlibat dalam balapan liar itu. kirim mereka mengikuti pendidikan militer yang keras sampai ampun2. lakukan ini secara nasional diseluruh indonesia. sebab gejala geng motor ini udah merata di seluruh indonesia dan dikeluhkan masyarakat.

perlu didata juga untuk komunitas motor yang punya kegiatan positif, supaya nggak salah sasaran. dan mereka sebaiknya rajin2 melakukan koordinasi dgn aparat, baik itu polri maupun tni.


gimana klo anda atau salah satu anggota keluarga anda yg terpaksa pulang malam akibat pekerjaan dan kebetulan berpaspasan dengan anggota "geng pita kuning"...
geng motor sama ga sama klub motor.....?
setau ane kemayoran emang biasa dibuat balap liar
Neh ada tanggapan dari KontraS gan.
Quote:VIVAnews - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mengecam keras brutalisme sekelompok orang yang menyerang dan merusak berbagai tempat di Jakarta pada Jumat dini hari kemarin. Berdasarkan data kepolisian, satu orang tewas dan delapan lainnya luka parah.

Koordinator KonstraS, Haris Azhar mengatakan aksi ini bukan kali pertama. Setidaknya dalam beberapa hari terakhir tiga orang dilaporkan tewas akibat penyerangan oleh kelompok pengendara motor.

Menurutnya, rangkaian insiden itu menunjukkan bahwa aparat penegak hukum gagal dalam melindungi warganya. "Kapolda Metro Jaya dan jajarannya gagal melindungi warga Jakarta, tidak menegakkan hukum atas kekerasan sebelumnya," kata Haris dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com, Sabtu, 14 April 2012.

Dia mengungkapkan lambannya aparat juga dipertontonkan saat memberikan data identitas pelaku. "Terkesan hati-hati untuk tidak mengatakan para pelaku berasal dari TNI AL," ujarnya. Sikap ini, lanjut Haris, bertolak belakang ketika polisi menuduh YLBHI menyembunyikan mahasiswa yang dianggap anarkis, tanpa alat bukti yang sah.

"Kami juga menyayangkan keputusan melibatkan POMAL dalam kasus ini. Di satu sisi Polda tidak berani mengungkapkan identitas pelaku, tapi di sisi lain justru mengajak POMAL melakukan penyelidikan," katanya.

Sudah selayaknya polisi yang bertanggung jawab untuk mencegah dan menegakkan hukum, bukan Polisi Militer Angkatan Laut yang
tugasnya hanya untuk kejahatan militer. "Tindakan ini justru membuka ruang militer Indonesia masuk dalam urusan kehidupan sipil. Patut disayangkan," dia menambahkan.

KontraS mendesak polisi secepatnya menangkap semua pelaku. "Jangan hanya bisa menangkap pembunuh anggota TNI AL saja," kata Haris. Harus seimbang. Selain itu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial harus memberikan jaminan dan santunan biaya akibat kejadian ini. (hp).


sumber sila klik di sini.
×