KASKUS

Quote:Original Posted By graceAFC


Dalam memilih produk asuransi ataupun investasi, kita lebih menyarankan untuk membeli produk asuransi/investasi yang murni karena hasilnya lebih maksimal. Tapi harus diingat bahwa kebutuhan asuransi setiap orang berbeda-beda, jadi ga bisa di samaratakan. Jangan lupa hitung Uang pertanggungan Agan disesuaikan dengan kebutuhan tanggungan Agan sampai usia mapan.

Ingat juga bahwa konsep dasar asuransi itu Proteksi bukan Investasi ya, jadi jangan mengharapkan keuntungan dari Asuransi.


kalo ane beda gan, tujuan dasar asuransi itu emang proteksi, tetapi pemahaman "proteksi" itu seharusnya juga menyeluruh. Perencanaan keuangan pun juga termasuk proteksi gan, jadi kenapa tidak kita mengharap keuntungan dari asuransi....
Quote:Saya bilang sih unit-link adalah sistem asuransi yang diharapkan self-sustained, alias diharapkan melalui pertumbuhan harga unitnya mampu membiayai dirinya sendiri sampai akhir masa proteksi. Makanya duit nasabah diputer di investasi

nah yang ane mau tanyain gan... kalau duit nasabah diputer ditempat yang salah gan... terus rugi besar-besaran terus siapa yang akan mencover klaim dari nasabah kalau perusahaan asuransi yang menjalankan unitlink merugi dan bangkrut gan...

apakah ada undang-undang dinegara kita yang mengatur tentang hukum asuransi? adakah asuransi yang dijamin pemerintah dan adakah jaminan bahwa klaim dari nasabah pasti akan terbayar? adakah jaminan bahwa janji2 yang telah disetujui kedua belah pihak akan dilaksanakan dengan konsekuen oleh perusahaan asuransi?

adakah lembaga yang mengawasi perusahaan asuransi... ?

terus kalau perusahaan asuransi bangkrut .... siapa yang akan kembalikan semua duit premi kita yang sudah kita bayarkan selama bertahun-tahun gan?

sekian pertanyaan dari ane , karena ini penting demi meyakinkan khalayak banyak bahwa asuransi itu aman...

thanks...
juga bacanya gann, ga ngerti.
Wah, ane bingung baca istilah-istilah asuransinya.
Agan-agan sekalian, saya minta saran dong gan.. Nyokap ane kan usianya udah 50-an. Ane mau ngikutin beliau asuransi untuk proteksi biaya2 kesehatan yang mungkin ditanggung di masa depan. Saat ini beliau menderita hipertensi, yang berarti punya kemungkinan perawatan jangka panjang apabila suatu hari semakin parah penyakitnya.
Yang ane mau tanya, kira-kira produk asuransi yang gimana ya yang cocok? Maksudnya:
1. Bisa mengcover biaya perawatan kesehatan yang relatif besar dalam jangka panjang;
2. Premi relatif rendah < Rp1 juta;
3. Manakah premi yang lebih besar? Yang di akhir masa pertanggungan mengembalikan uang klien atau yang tidak mengembalikan uang klien? Istilahnya yang mengembalikan itu namanya unitlink, ya?

Sementara itu dulu yang kepikiran, sambil curi2 waktu kerja ini, gan . Demikian dari ane, semoga agan-agan sekalian bisa membantu. Terima kasih.
Quote:Original Posted By Iejalz
mw tanya nih

saya umur masih 22 tahun udah bekerja,

saya masih bingung antara unit link dan termlife

apakah termlife kalo sudah kontrak habis uang premi kita hangus??

dan apakah termlife mengcover semua biaya perawatan, baik itu rawat inap atau rawat jalan.

setau saya unitlink (pruden atw axa) tidak menawarkan rawat jalan

sebaiknya saya memilih apa ya?

terimaksih bimbingannya?
kalo semisal termlife lebih baik apa?

kalo unitlink lebih bagus (axa atau prudent)?


pada dasarnya termlife memiliki arti proteksi yg masa perlindungannya terbatas sesuai dg kesepakatan diawal, bila masa waktu sudah habis dan tidak terjadi risiko maka UP (Uang Pertanggungan) tidak keluar dan proteksi berakhir alias tidak ada uang pengembalian.

bila ada perusahaan yg memberi pelayanan pengembalian uang ketika masa proteksi selesai pada dasarnya nilai uang anda sudah berkurang yang disebabkan oleh adanya inflasi.

setiap perusahaan asuransi jiwa berbeda2 memberi pelayanan termlifenya.

Unitlink pada dasarnya melindungi 3 risiko kehidupan manusia yaitu:
1. hidup pendek
2. mengalami cacat sehingga sudah tidak produktif lagi dlm bekerja
3. hidup panjang

mari saya jelaskan proteksi untuk ke3 risiko tsb:

1. hidup pendek
bila terjadi risiko ini, maka UP (Uang Pertanggungan) akan keluar ditambah uang investasi disaat tutup usia.

2. mengalami cacat
bila terjadi risiko ini maka perusahaan asuransi yg akan membayar premi nasabah tsb, sehingga nasabah tsb bisa fokus untuk penyembuhannya & investasi masa depannya tidak terganggu.

bila nasabah masuk RS untuk dirawat karena penyakit kritis akan ada santunan kesehatan lengkap mulai dari priksa awal, rawat inap, operasi, sampai dg kontrol setelah keluar RS.

setiap perusahaan asuransi berbeda2 dlm memberi fasilitas ini. ditempat saya bekerja, klaim asuransi kesehatan ini bisa di RS mana saja (tidak bisa puskesmas) dan bisa double claim.

3. hidup panjang
bila risiko ini terjadi maka nasabah bisa tetap bisa mendapatkan penghasilan passive income dari investasi.

_____________________________________________________
Quote:Original Posted By rynzdecutest
wah seru nih

tanya dong agan agen, ane kebetulan lagi nyari asuransi pendidikan bwt anak ane yg pertama 3.5thn dan yg kedua 18bln. ane gak ngerti banget sama perasuransian ini, mohon sharingnya bagusnya sy ikut yg mana ya?


Halo gan,

Untuk menyiapkan dana pendidikan anak sebaiknya dengan cara investasi gan, bukan dengan asuransi pendidikan.

Yang harus diinget disini adalah: Asuransi itu untuk proteksi bukan untuk investasi.

Pertama, agan tentukan dulu dimana anak2 agan akan bersekolah nantinya, lalu cari tau berapa biaya saat ini, kemudian hitung biaya yang akan datang saat anak agan masuk sekolah, jangan lupa untuk memperhitungkan inflasi-nya. Nah kalau udah tau berapa biayanya, baru kita hitung berapa dana yang harus kita siapin dari sekarang dan juga produk investasi apa yang paling sesuai sama kebutuhan kita. Lakukan investasi terpisah, jangan dicampur sama asuransi, karena memang asuransi itu tujuannya untuk proteksi gan.

Quote:Original Posted By Lamlinglung
Wah, ane bingung baca istilah-istilah asuransinya.
Agan-agan sekalian, saya minta saran dong gan.. Nyokap ane kan usianya udah 50-an. Ane mau ngikutin beliau asuransi untuk proteksi biaya2 kesehatan yang mungkin ditanggung di masa depan. Saat ini beliau menderita hipertensi, yang berarti punya kemungkinan perawatan jangka panjang apabila suatu hari semakin parah penyakitnya.
Yang ane mau tanya, kira-kira produk asuransi yang gimana ya yang cocok? Maksudnya:
1. Bisa mengcover biaya perawatan kesehatan yang relatif besar dalam jangka panjang;
2. Premi relatif rendah < Rp1 juta;
3. Manakah premi yang lebih besar? Yang di akhir masa pertanggungan mengembalikan uang klien atau yang tidak mengembalikan uang klien? Istilahnya yang mengembalikan itu namanya unitlink, ya?

Sementara itu dulu yang kepikiran, sambil curi2 waktu kerja ini, gan . Demikian dari ane, semoga agan-agan sekalian bisa membantu. Terima kasih.



Klo menurut gw gan pakai produk asuransi kesehatan (yg murni ya). Biasanya klo sudah berumur gitu premi bulanannya agak mahal gan, tergantung mau dicover sebesar apa. Mengenai premi biasanya lebih besar yang ada pengembalian uang di akhir masa pertanggungan. Intinya sih klo menurut gw asuransi itu kan untuk proteksi jadi jgn harap uang kembalian gan...
Biasanya kan kita2 gak rela tuh uang kita hangus
banyak banget masukannya makasih banget nih agan, tapi ane masih bingung apa itu arti dari Rider siih?
dari tadi ngomongin rider2 mulu,

untuk masalah UP, misalkan UP itu 2,5 M, itu keluar pas kita mati doang??
Quote:Original Posted By Iejalz
banyak banget masukannya makasih banget nih agan, tapi ane masih bingung apa itu arti dari Rider siih?
dari tadi ngomongin rider2 mulu,

untuk masalah UP, misalkan UP itu 2,5 M, itu keluar pas kita mati doang??


Riders tuh pertanggungan tambahan klusul dari agan selain asuransi kesehatan yang agan pilih. Mohon koreksi jika salah.

Btw tambah rame aja dan tambah perspektif nih Thread ane

Quote:Original Posted By the kura


ingin meluruskan gan, di prudential juga memiliki produk asuransi termlife gan,

salam kenal untuk para kaskuser, semoga forum perencanaan keuangan ini selalu memberikan solusi-solusi mengenai masalah keuangan.

asuransi merupakan salah satu pilar utama untuk melindungi dari adanya resiko yang dapat timbul dan mengancam kerugian finansial, untuk itu asuransikanlah diri anda sejak dini,

------



Sorry gan mungkin agennya yang gak tau. Ntar ane reveisi deh
Quote:Original Posted By Iejalz
banyak banget masukannya makasih banget nih agan, tapi ane masih bingung apa itu arti dari Rider siih?
dari tadi ngomongin rider2 mulu,

untuk masalah UP, misalkan UP itu 2,5 M, itu keluar pas kita mati doang??


Rider adalah proteksi tambahan selain asuransi inti, rider itu sendiri bermacam2 jenisnya & bisa disesuaikan dengan keinginan nasabah.

untuk UP pada umumnya akan keluar secara penuh ketika nasabah mengalami risiko tutup usia. tetapi ada hal khusus yg bisa membuat UP keluar tanpa harus nasabah mengalami tutup usia (setiap perusahaan asuransi jiwa berbeda2).

_____________________________________________________
Quote:Original Posted By woodmr


nahh.. jadinya :

** perlu kepastian yg 'sah/ legal' mengenai hal tsb, sesuai ketentuan yang berlaku.

** kepastian yg tsb adanya di polis, sbg perjanjian yg sah antara perusahaan dan nasabah.

** misalkan kewajiban yg sebenarnya adalah "nabung" sampai usia 99 tahun.

** apabila aktual nantinya kondisi pertumbuhan NAV (dan setelah melalui semua potongan) ternyata bagus sesuai ekspektasi di simulasi, maka masa "nabung"-nya dapat dievaluasi.
Apakah mau cuti setelah 10 tahun / 15 tahun/ 20 tahun dll.

** Apabila kelak kemudian (contoh tahun ke 35) nilai polis sudah tidak mencukupi untuk pemotongan COI, Admin dll :
maka nasabah wajib "nabung" lagi secara rutin, supaya polisnya in force.


** Apabila nilai polis tidak mencukupi dan nasabah tidak "nabung" lagi : gak mau dong pertanggungannya 'hangus berakhir' ?

** Dengan mengikuti ketentuan yg sah berlaku (misal tadi "nabung" sampai usia 99 tahun) :
maka apabila nasabah mengikuti ketentuan tsb, mustinya polis tetap akan in force sampai seumur hidup/ sampai meninggal.

salam,
aa - agent


Quote:Original Posted By straldin


Nah karena segala berbeda kondisi masing-masing orang makanya tidak ada ketentuan yang mengikat harus berapa tahun. Yang penting nilai investasi dikurangi biaya-biaya masih cukup maka proteksi inforce. Disinilah tugas agent untuk menjelaskan bagaimana "cara main" unit-link agar tujuan ikut asuransinya tercapai.


straldin -[/COLOR][/FONT][/SIZE]

hehe.. ketemu lg dgn agan woodmr disini
persis yg sy bold itulah penyebab keragu2an sy dgn unit link
jika seandainya hal tsb terjadi, maka apakah nasabah hrs membayar premi lg?
kalo iya berarti sama aja donk dgn termlife hrs byr premi sampe tutup usia?

mohon masukan agan2 sekalian
thx
@bro solehhudin,
pertanyaan anda bagus sekali. ijinkan saya menjawab, agan2 lain boleh koreksi kalau sy salah. tq

Quote:Original Posted By solehhudin
nah yang ane mau tanyain gan... kalau duit nasabah diputer ditempat yang salah gan... terus rugi besar-besaran terus siapa yang akan mencover klaim dari nasabah kalau perusahaan asuransi yang menjalankan unitlink merugi dan bangkrut gan...


Betul bro, kalau salah kelola.. habis sudah. pasti masih ingat kondisi unit link turun yg terjadi pada thn 2008 dikarenakan krisi goblal? tapi lihat apa yg terjadi tahun selanjutnya? harga unit kembali naik. oleh karena itu pilihlah perusahaan asuransi yg terbaik. mulai dari histori/sejarah harga unitnya (berarti qta bisa melihat gambaran apakah investasi yg dilakukan perusahaan tsb sudah benar), lalu liat juga jumlah aset perusahaan tsb (mkn besar jumlah asetnya tentu makin bagus, karena ini membuktikan perusahaan tersebut bonafit & tdk mudah goyang atau bangkrut. kalau dianalogikan : qta melihat seseorang itu konglomerat adalah dari aset2 yg dimiliki). mengenai kemampuan membayar klaim dpt dilihat dari Rasionya yg disebut RBC, pemerintah menetapkan RBC minimum adalah 120%
Selain itu perusahaan asuransi (baik yg tradisional maupun unit link) tdk menanggung sendiri resikonya. mereka jg membeli asuransi ke Reass. Jadi misalnya seseorang mempunyai uang pertanggungan jiwa 10M (baik di tradisional ataupun unit link) perusahaan tersebut tdk akan menanggung semuanya, pasti akan dibagikan ke reass. jadi ditanggung secara bersama2

Quote:Original Posted By solehhudin
apakah ada undang-undang dinegara kita yang mengatur tentang hukum asuransi? adakah asuransi yang dijamin pemerintah dan adakah jaminan bahwa klaim dari nasabah pasti akan terbayar? adakah jaminan bahwa janji2 yang telah disetujui kedua belah pihak akan dilaksanakan dengan konsekuen oleh perusahaan asuransi?

adakah lembaga yang mengawasi perusahaan asuransi... ?


saya kurang paham mengenai undang2, tapi ada koq peraturan pemerintah yg mengatur tentang lembaga keuangan non bank seperti asuransi. Dan semua perusahaan asuransi jiwa (baik unit link maupun tradisional) tergabung dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di bawah naungan Departemen Keuangan.
mengenai jaminan pemerintah jawabannya tidak ada tapi nasabah mempunyai polis yg mempunyai kekuatan hukum. jadi kalau perusahaan asuransi tdk bayar, bisa mengajukan gugatan hukum selama semua kriteria sesuai dengan polis. jadi penting sekali untuk membaca polis2 yg dimiliki

hanya ada 2hal yg menyebabkan asuransi tdk membayar klaimnya :
1. polis nasabah itu lapse atau sedang dalam masa pemulihan/masa tunggu
2. pada saat masuk terjadi penutupan fakta, misal nasabah menutupi riwayat kesehatannya agar bisa masuk asuransi yg nantinya akan diklaim.

dan tentu saja produk yg diambil harus dipahami nasabah, ambil asuransi jiwa tp klaim untuk kesehatan ya tdk dibayar.

Quote:Original Posted By solehhudin
terus kalau perusahaan asuransi bangkrut .... siapa yang akan kembalikan semua duit premi kita yang sudah kita bayarkan selama bertahun-tahun gan?

sekian pertanyaan dari ane , karena ini penting demi meyakinkan khalayak banyak bahwa asuransi itu aman...

thanks...


pertanyaan terakhir agan, kalau ada perusahaan asuransi yg lagi goyang maka ada beberapa opsi : buyout (dari pemerintah) seperti yg dilakukan pemerintah USA yg mem-buyout AIG ataupun bisa jg dengan akuisisi. jadi perusahaan yg goyang tersebut dibeli perusahaan yg lebih besar. tentu saja dengan semua kewajiban2 nasabah yg nantinya menjadi tanggungan perusahaan yg mengakuisisi.

Semoga menjawab semua keraguan2 agan. Intinya kalau qta punya itikad baik dalam berasuransi pasti semua klaim dibayar.

Mari Berasuransi

mengenal apa itu unit link

mari qta berbagi #indahnyaberbagi

sekedar berbagi informasi saja mengenai apa sih unit link itu & bagaimana sih cara kerja unit link? (agan2 yg punya info lebih banyak & lebih akurat, boleh berbagi ya #indahnyaberbagi)

asal mula unit link
dikarenakan masyarakat merasa produk term life yg diambil sudah tdk memenuhi kebutuhannya lagi dikarenakan uang yg dibayarkan hangus maka munculah produk revolusioner yg menggabungkan asuransi dengan investasi yg kemudian dinamakan unit link

pengertian unit link
Unit link merupakan produk yg menggabungkan reksadana (unit trust) dengan asuransi. jadi unit link adalah UNIT TRUST yg LINK (berkaitan/berhubungan) dengan asuransi, jadilah unit link

Cara kerja unit link
cara kerjanya sebenarnya sama dengan yg diterapkan oleh perbankan.

Di bank : uang tabungan nasabah tentu tdk hanya didiamkan, tapi diputar oleh bank.
Putarnya dimana? Dibelikan Obligasi, SBI (Suku bunga Indonesia), Saham, dan juga untuk produk perbankan seperti kredit konsumer
Siapa yg bertugas memutarnya? Di bank, bagian ini dinamakan TREASURY
Hasilnya? Di bank hasil investasi/kelola uang tersebut katakanlah 30% profitnya. maka dari 30% itu dikurangi bunga yg dijanjikan kpd nasabah yaitu 2% (untuk tabungan biasa) 5% atau 6% (untuk produk deposito)
Jadi keuntungan bank 30% - 6% = 24%
Lalu bagaimana kalau rugi? misal rugi 20%?Bank akan tetap memberikan bunga sesuai janjinya kepada nasabah 2% - 6% maka total kerugian bank 20%+2% s/d 6% = 22% hingga 26%

Di Unit Link/reksadana unit trust : proses perputarannya sama, obligasi, saham, SBI, dll
perbedaan hanya dalam pembagian hasilnya saja dimana bila profit 30% akan dipotong biaya pengelolaan sebesar 1-2% sisanya untuk nasabah.
kalau rugi 20% maka ditambakan biaya pengelolaan 1-2%, hasilnya adalah total loss nasabah.

kesimpulannya, semuanya memiliki resiko sendiri2. sesuaikan dengan profil resiko anda masing2

Mari Berasuransi
Quote:Original Posted By speed9_99


cari asuransi jiwa 10M, kalau bisa 1 polis kenapa harus dipecah
pertanyaannya : maksudnya top up 7,5M itu apa? pengertian top up itu adalah menambahkan nilai investasi

smoga membantu



jadi gini ceritanya gan, ane dikirimin proposal ma agen prudential, di proposal itu 'paket'nya 2,5m, terus ada 'topup' 7,5m supaya genap 10m.
makanya ane bingung, kenapa gak langsung ditulis 10m aja?
Quote:Original Posted By speed9_99
@bro solehhudin,
pertanyaan anda bagus sekali. ijinkan saya menjawab, agan2 lain boleh koreksi kalau sy salah. tq



Betul bro, kalau salah kelola.. habis sudah. pasti masih ingat kondisi unit link turun yg terjadi pada thn 2008 dikarenakan krisi goblal? tapi lihat apa yg terjadi tahun selanjutnya? harga unit kembali naik. oleh karena itu pilihlah perusahaan asuransi yg terbaik. mulai dari histori/sejarah harga unitnya (berarti qta bisa melihat gambaran apakah investasi yg dilakukan perusahaan tsb sudah benar), lalu liat juga jumlah aset perusahaan tsb (mkn besar jumlah asetnya tentu makin bagus, karena ini membuktikan perusahaan tersebut bonafit & tdk mudah goyang atau bangkrut. kalau dianalogikan : qta melihat seseorang itu konglomerat adalah dari aset2 yg dimiliki). mengenai kemampuan membayar klaim dpt dilihat dari Rasionya yg disebut RBC, pemerintah menetapkan RBC minimum adalah 120%
Selain itu perusahaan asuransi (baik yg tradisional maupun unit link) tdk menanggung sendiri resikonya. mereka jg membeli asuransi ke Reass. Jadi misalnya seseorang mempunyai uang pertanggungan jiwa 10M (baik di tradisional ataupun unit link) perusahaan tersebut tdk akan menanggung semuanya, pasti akan dibagikan ke reass. jadi ditanggung secara bersama2



saya kurang paham mengenai undang2, tapi ada koq peraturan pemerintah yg mengatur tentang lembaga keuangan non bank seperti asuransi. Dan semua perusahaan asuransi jiwa (baik unit link maupun tradisional) tergabung dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di bawah naungan Departemen Keuangan.
mengenai jaminan pemerintah jawabannya tidak ada tapi nasabah mempunyai polis yg mempunyai kekuatan hukum. jadi kalau perusahaan asuransi tdk bayar, bisa mengajukan gugatan hukum selama semua kriteria sesuai dengan polis. jadi penting sekali untuk membaca polis2 yg dimiliki

hanya ada 2hal yg menyebabkan asuransi tdk membayar klaimnya :
1. polis nasabah itu lapse atau sedang dalam masa pemulihan/masa tunggu
2. pada saat masuk terjadi penutupan fakta, misal nasabah menutupi riwayat kesehatannya agar bisa masuk asuransi yg nantinya akan diklaim.

dan tentu saja produk yg diambil harus dipahami nasabah, ambil asuransi jiwa tp klaim untuk kesehatan ya tdk dibayar.



pertanyaan terakhir agan, kalau ada perusahaan asuransi yg lagi goyang maka ada beberapa opsi : buyout (dari pemerintah) seperti yg dilakukan pemerintah USA yg mem-buyout AIG ataupun bisa jg dengan akuisisi. jadi perusahaan yg goyang tersebut dibeli perusahaan yg lebih besar. tentu saja dengan semua kewajiban2 nasabah yg nantinya menjadi tanggungan perusahaan yg mengakuisisi.

Semoga menjawab semua keraguan2 agan. Intinya kalau qta punya itikad baik dalam berasuransi pasti semua klaim dibayar.

Mari Berasuransi

Chia Fong
Financial Consultant
0819 0830 777 9
pin bb : 26D6DE66

Info : untuk yg membutuhkan konsultasi, silahkan sms atau bb atau telpon.

bagus sekali jawaban dari agan ini... maaf sebelumnya anda dari lembaga asuransi apa? soalnya saya berminat untuk membeli produk asuransi... terima kasih info yang agan berikan...

Quote:Di Unit Link/reksadana unit trust : proses perputarannya sama, obligasi, saham, SBI, dll
perbedaan hanya dalam pembagian hasilnya saja dimana bila profit 30% akan dipotong biaya pengelolaan sebesar 1-2% sisanya untuk nasabah.
kalau rugi 20% maka ditambakan biaya pengelolaan 1-2%, hasilnya adalah total loss nasabah.



yang ane bold... maksudnya total loss bagaimana gan? apakah dana2 kita langsung lenyap seketika atau bagaimana?

saya punya perencanaan gan rencana saya rekening saya di bank a hanya kusus untuk proteksi dan asuransi keluarga dan ane rencana ambil term life dan asuransi kesehatan sedangkan dana saya yang ada di bank b saya pergunakan untuk investasi contoh main emas, saham, futures market dll

kalau agan kasih saran ane lebih baik jalankan rencana ane ini atau ane gabung saja di unitlink gan...? soalnya mending ane jadi trader sendiri daripada total loss kita gak tahu proses total lossnya bagaimana... thanks gan...
~~ dopost ~~
Quote:Original Posted By speed9_99
mari qta berbagi #indahnyaberbagi

sekedar berbagi informasi saja mengenai apa sih unit link itu & bagaimana sih cara kerja unit link? (agan2 yg punya info lebih banyak & lebih akurat, boleh berbagi ya #indahnyaberbagi)

asal mula unit link
dikarenakan masyarakat merasa produk term life yg diambil sudah tdk memenuhi kebutuhannya lagi dikarenakan uang yg dibayarkan hangus maka munculah produk revolusioner yg menggabungkan asuransi dengan investasi yg kemudian dinamakan unit link

pengertian unit link
Unit link merupakan produk yg menggabungkan reksadana (unit trust) dengan asuransi. jadi unit link adalah UNIT TRUST yg LINK (berkaitan/berhubungan) dengan asuransi, jadilah unit link

Cara kerja unit link
cara kerjanya sebenarnya sama dengan yg diterapkan oleh perbankan.

Di bank : uang tabungan nasabah tentu tdk hanya didiamkan, tapi diputar oleh bank.
Putarnya dimana? Dibelikan Obligasi, SBI (Suku bunga Indonesia), Saham, dan juga untuk produk perbankan seperti kredit konsumer
Siapa yg bertugas memutarnya? Di bank, bagian ini dinamakan TREASURY
Hasilnya? Di bank hasil investasi/kelola uang tersebut katakanlah 30% profitnya. maka dari 30% itu dikurangi bunga yg dijanjikan kpd nasabah yaitu 2% (untuk tabungan biasa) 5% atau 6% (untuk produk deposito)
Jadi keuntungan bank 30% - 6% = 24%
Lalu bagaimana kalau rugi? misal rugi 20%?Bank akan tetap memberikan bunga sesuai janjinya kepada nasabah 2% - 6% maka total kerugian bank 20%+2% s/d 6% = 22% hingga 26%

Di Unit Link/reksadana unit trust : proses perputarannya sama, obligasi, saham, SBI, dll
perbedaan hanya dalam pembagian hasilnya saja dimana bila profit 30% akan dipotong biaya pengelolaan sebesar 1-2% sisanya untuk nasabah.
kalau rugi 20% maka ditambakan biaya pengelolaan 1-2%, hasilnya adalah total loss nasabah.

kesimpulannya, semuanya memiliki resiko sendiri2. sesuaikan dengan profil resiko anda masing2

Mari Berasuransi

tq


[COLOR="DarkRed"]Total Loss ? Bukankah dalam unit link, nilai tunai dan jumlah unit yang kita punya adalah 2 hal yang berbeda. Nilai tunai yang kitas punya bisa turun 50% jika harga unit turun 50%. Tapi itu hanya paper loss alias kerugian di atas kertas. Kecuali ketika harga unit turun 50%, nasabah mencairkan unitnya, maka paper loss tadi bakal jadi loss sungguhan. Tunggu aja harga unit membaik, karena sebenarnya unit adalah mirror dari reksa dana. Ketika reksa dana equity turun (seperti tahun 2008 yang minus 40-45%), apakah nasabah akan tarik duitnya. Enggaklah, yang ada malah disarakan untuk invest agar dapet profit ketika harga unit naik.

Bagaimana dengan proteksi di unit link ketika harga unit turun drastis? Saya sebagai agen asuransi akan menyarakan nasabah untuk top-up alias menambah nilai investasi. Dengan tujuan untuk mengamankan proteksinya sekaligus untuk menambah portofolio investasinya dengan harapan harga unit bakal bounce back tentunya. Apalagi kalo nasabah sudah selesai masa bayar. Kalo masih masa bayar sih engga terlalu ada masalah hehehe

Unit-link memang salah satu pilihan asuransi. Tapi jangan hanya dilihat unit-linknya aja. Lihat dulu proteksinya seperti apa. Karena semua kembali ke proteksi.

[SIZE="3"][FONT="papyrus"]Regards,
Quote:Original Posted By straldin

Tempat saya ga ada spread, harga jual = harga beli. Ga tau di tempat agan :P


okiee, 'Gan.
untuk hampir semua produk UL di tempat ane, juga tidak ada spread.
kecuali satu produk, ada spread 2% bersifat 'front end load'.

secara umum di Indonesia ada yg 0% (tidak ada spread), ada yg 2%, 3% dan 5%.


Quote:Original Posted By straldin

Nah karena segala berbeda kondisi masing-masing orang makanya tidak ada ketentuan yang mengikat harus berapa tahun. Yang penting nilai investasi dikurangi biaya-biaya masih cukup maka proteksi inforce. Disinilah tugas agent untuk menjelaskan bagaimana "cara main" unit-link agar tujuan ikut asuransinya tercapai.

Saya rasa selama masih masa bayar engga ada masalah. Mau unit naik gila-gilaan mau turun gila-gilaan karena semua ada dalam prinsip kesetimbangan. Ga akan ada efeknya pada proteksi agan, kecuali ketika harga unit hancur agan masuk untuk investasi disana agan akan unit banyak karena harganya murah. Dan diharapkan menjadi "profitable" ketika harga unit naik.
Beda ceritanya ketika masa pembayaran premi sudah selesai, disini faktor agent yang paling berperan untuk "menyelamatkan" asuransi nasabah. Tapi kalo diibaratkan harga unit = harga emas, masa ketika harga emas turun engga mau beli sih.
Belinya mahal ? Minimal single top-up memang terasa mahal jika sekarang, ditempat saya 1 juta minimal. Tapi sekali lagi saya ungkapkan (semoga g salah ). Naik turunnya harga unit ga ada pengaruhnya sama proteksi, baru ngefek setelah masa bayar usai, anggap aja 10 tahun lagi. Dengan inflasi dan bla-bla-bla lainnya saya rasa single top-up 1 juta 10 tahun lagi bukan sesuatu yang luar biasa.

Yang jadi masalah adalah ketika harga unit turun, nasabah shok liat nilai investasi kemudian mencairkan unit-nya. Itu pasti rugi. Nah kembali lagi, iyu menjadi tugas agent untuk menjelaskan kepada nasabah.



understand bahwa kondisi setiap agen dan nasabah dapat berbeda.
sehingga ilustrasi untuk coverage yg sama pun dapat berbeda.

tapi apakah di polis (ketentuan perjanjian yg sah antara perusahaan asuransi dan nasabah) tidak disebutkan berapa lama pembayaran preminya ?

karena sependek pengetahuan ane : "ilustrasi/ proposal, bukanlah sebuah kontrak yang sah"

sebagai contoh, misalkan di polis tertulis :
" proteksi sampai usia 99 tahun, masa pembayaran premi sampai usia 99 tahun"


Misalnya ada case sbb :
- nasabah berusia 30 tahun.
- bayar premi (tanpa top up) sebesar Rp 20-jt / tahun
- coverage jiwa sampai usia 99 tahun.
- di ilustrasi tertulis "membayar kontribusi" selama 10 tahun (*)
catatan : (*) syarat dan ketentuan berlaku.

yang jadi pertanyaan ...

** apabila di usia 55 tahun (nasabah masih hidup), nilai polis tidak mecukupi untuk membayar seluruh biaya yg terjadi (COI, Admin dll -bila ada-) :
- brp lama lagi nasabah harus bayar premi ?

** apabila di usia 80 tahun (nasabah masih hidup), nilai polis tidak mecukupi untuk membayar seluruh biaya yg terjadi (COI, Admin dll -bila ada-) :
- brp lama lagi nasabah harus bayar premi ?

** apabila di usia 98 tahun (nasabah masih hidup), nilai polis tidak mecukupi untuk membayar seluruh biaya yg terjadi (COI, Admin dll -bila ada-) :
- brp lama lagi nasabah harus bayar premi ?



Quote:Original Posted By straldin

Semua memang kembali kepada pilihan nasabah. Tidak ada produk asuransi yang memberikan proteksi secara sempurna. Semua ada kelebihannya dan kekurangannya. Yang jangan sampai terjadi adalah menjelekkan produk lain secara sepihak agar jualannya laku tanpa memberi tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing produk secara seimbang. Jualan ya jualan aja lah, ga perlu hina sana hina sini .


setuju 'Gan,

menjelekkan sepihak adalah tidak etis.
menjelekkan dua pihak tentu lebih tidak etis.
apalagi kalau sampai menjelekkan banyak pihak, pastinya sangat tidak etis.


mari terus memberikan yang terbaik untuk sesama.


salam sahabat,
aa -
ps :
ane invite yah, 'Gan..

Lightbulb 

Hallo Agan2.. salam kenal..

makasih byk ya buat share/masukan/ide2/info2 dari agan2 sekalian.. yang saya yakin sangat bermanfaat bagi pengguna asuransi ataupun yang tertarik memilih asuransi yang benar..

ane setuju dengan pendapat2 sebelumnya, memilih asuransi itu adalah sesuai dengan kebutuhan masing2 orang.. bukan karena kata2 agen yang bermulut manis & say their product is perfect.. hehe..

Ane milih asuransi (inisial depan "P") tujuan awal nya sebagai proteksi sih.. ya klo ada embel2 investasi anggap aja itu sebagai bonus tambahan..

*bagi agan2 yang masih muda,, ayo berasuransi.. sangat bermanfaat lho..


Salam Hangat..