๑۩۩₪ Regional Karesidenan Kedu [Prime ID Only - No Clone] ₪۩۩๑

Selamat Datang
Di
۞ ◄- Regional Karesidenan Kedu -► ۞





Quote:Tempat Kumpul kaskuser yang berdomisili di
Magelang | Temanggung | Purworejo | Wonosobo | Kebumen
yang nyari makan, yang nyari ilmu maupun yang pernah tinggal di karesidenan kedu.



[size=+2]Profil Daerah
[/size]

Karesidenan Kedu (ditulis pula Kedoe atau Kedoo) adalah satuan administrasi yang berlaku di Jawa Tengah pada masa penjajahan Hindia-Belanda dan beberapa tahun sesudahnya, yang terletak di wilayah historis Dataran Kedu.

Pusat pemerintahan berada di Magelang. Wilayah karesidenan ini mencakup Magelang (kabupaten dan kota), Temanggung, Kabupaten Purworejo (dulu disebut Bagelen), Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Kebumen.



[size=+2]Sejarah
[/size]

Dalam sejarah kepurbakalaan Indonesia, dataran Kedu dikenal sebagai tempat berkembangnya peradaban Jawa Kuno dinasti Syailendra, dan merupakan daerah penting dalam sejarah kerajaan Medang.

Candi Borobudur yang terkenal itu terletak di kawasan ini. Dalam sejarah, pada abad ke-17 Kedu, sebagai sebuah kadipaten, berada di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram yang kemudian diserahkan kepada VOC pada abad ke-18 sebagai imbalan atas bantuan VOC membantu Mataram melawan pemberontakan.

Semenjak itu, seorang residen (orang Belanda) ditempatkan untuk mengatur wilayah ini. Wilayah Karesidenan Bagelen digabungkan pada masa selanjutnya (1 Agustus 1901), dan cakupan wilayah ini berlaku hingga sekarang.



[size=+2]Peta Wilayah
[/size]


Quote:





: Prime ID Only - Saben Dino - Clone Dilarang Bergentayangan :

NB : Yang kebagian Post #2 - #11 nanti siap2 edit post buat info tentang Regional Karesidenan Kedu
Post #12 - #20 khusus warga Regional Karesidenan Kedu (cukup 1 post per ID)
bila melanggar sanksi request delete post









silahkan Putuhi rules..

apabila ada atau pembiaran terhadap pelanggaran, thread akan di delete..

bila terdapat ID clone yang masih posting, silahkan laporkan agar dapat di tindak, tindakan berupa banned permanen..

[size=+2]KOTA MAGELANG[/size]






Quote:Kota Magelang mengawali sejarahnya sebagai desa perdikan Mantyasih, yang saat ini dikenal dengan Kampung Meteseh di Kelurahan Magelang. Mantyasih sendiri memiliki arti beriman dalam Cinta Kasih. Di kampung Meteseh saat ini terdapat sebuah lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan Sima atau Perdikan.

Untuk menelusuri kembali sejarah Kota Magelang, sumber prasasti yang digunakan adalah Prasasti POH, Prasasti GILIKAN dan Prasasti MANTYASIH. Ketiganya merupakan parsasti yang ditulis diatas lempengan tembaga.

Parsasti POH dan Mantyasih ditulis zaman Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M), dalam prasasti ini disebut-sebut adanya Desa Mantyasih dan nama Desa Glangglang. Mantyasih inilah yang kemudian berubah menjadi Meteseh, sedangkan Glangglang berubah menjadi Magelang.

Dalam Prasasti Mantyasih berisi antara lain, penyebutan nama Raja Rake Watukura Dyah Balitung, serta penyebutan angka 829 Çaka bulan Çaitra tanggal 11 Paro-Gelap Paringkelan Tungle, Pasaran Umanis hari Senais Sçara atau Sabtu, dengan kata lain Hari Sabtu Legi tanggal 11 April 907. Dalam Prasasti ini disebut pula Desa Mantyasih yang ditetapkan oleh Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung sebagai Desa Perdikan atau daerah bebas pajak yang dipimpin oleh pejabat patih. Juga disebut-sebut Gunung SUSUNDARA dan WUKIR SUMBING yang kini dikenal dengan Gunung SINDORO dan Gunung SUMBING.

Begitulah Magelang, yang kemudian berkembang menjadi kota selanjutnya menjadi Ibukota Karesidenan Kedu dan juga pernah menjadi Ibukota Kabupaten Magelang. Setelah masa kemerdekaan kota ini menjadi kotapraja dan kemudian kotamadya dan di era reformasi, sejalan dengan pemberian otonomi seluas - luasnya kepada daerah, sebutan kotamadya ditiadakan dan diganti menjadi kota.




[size=+2]KABUPATEN MAGELANG[/size]






Quote:sejarah kabupaten magelang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan kota magelang,ditahun 1801 letnan gubernur jendral sir stamford Raffles mengangkat mas ngabei danuningrat sebagai bupati pertama magelang,atas petunjuk dari gurunya beliau memilih daerah antara desa mantiash dan desa gelangan sebagai pusat pemerintahan nya.sepeningalnya jabatan bupati kemudian diserahkan kepada putranya yang bernama mas ngabei danukusumo dengan gelar danuningrII di tahun 1930 magelang dinakan statusnya darikabupaten menjadi gremente bersama dengan kota semarang,salatiga,dan pekalongan namun kedudukan bupati masih diakui sehinga ada dua pimpinan di daerah magelang yaitu bupati magelang dan walikota magelang

seiring dengan waktu kedudukan kabupaten magelang diperkuat melalui UU NO 2 tahun 1948 dengan ibu kota di kota magelang,namun di tahun 1950 berdasakan UU no 13 tahun 1950 kota magelang berdiri sendiri dan diberi hak untuk mengatur rumah tangga sendiri.sehinga ada kebijaksanaan untuk memindah ibukota kabupaten ke daerah lain.ada 2 alternatif ibukota penganti kota magelang yaitu kawedanan secang atau kawedanan muntilan namun ke 2 daerah ini di tolak.akirnya dipilah desa sawitan kecamatan mungkid sebagai ibukota baru kabupaten magelang. berdasarkan PP no 21 tahun 1982 nama daerah tersebut disebut mungkit,hanya saja orang-orang tua masih sering menyebut kota mungkit sebagai sawitan.

pada tangal 22 maret 1984 kota mungkit secara resmi di resmikan sebagai ibukota kabupaten magelang oleh gubernur jawa tengah


sumber : wikipedia, google, dll

[size=+2]KABUPATEN PURWOREJO[/size]





Quote:Pada bulan Asuji tahun Saka 823 hari ke 5, paro peteng, Vurukung, Senin Pahing (Wuku) Mrgasira, bersamaan dengan Siva, atau tanggal 5 Oktober 901 Masehi, terjadilah suatu peristiwa penting, pematokan Tanah Perdikan (Shima). Peristiwa ini dikukuhkan dengan sebuah prasasti batu andesit yang dikenal sebagai prasasti Boro Tengah atau Prasasti Kayu Ara Hiwang.

Dalam Prasasti Boro tengah atau Kayu Ara Hiwang tersebut diungkapkan, bahwa pada tanggal 5 Oktober 901 Masehi, telah diadakan upacara besar yang dihadiri berbagai pejabat dari berbagai daerah. Pematokan (peresmian) tanah perdikan (Shima) Kayu Ara Hiwang dilakukan oleh seorang pangeran, yakni Dyah Sala (Mala), putera Sang Bajra yang berkedudukan di Parivutan. Pematokan tersebut menandai, desa Kayu Ara Hiwang dijadikan Tanah Perdikan(Shima) dan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak, namun ditugaskan untuk memelihara tempat suci yang disebutkan sebagai “parahiyangan”. Atau para hyang berada.

Peristiwa 5 Otober 901 M tersebut akhirnya pada tanggal 5 Oktober 1994 dalam sidang DPRD Kabupaten Purworejo dipilih dan ditetapkan untuk dijadikan Hari jadi Kabupaten Purworejo. Normatif, historis, politis dan budaya lokal dari norma yang ditetapkan oleh panitia, yakni antara lain berdasarkan pandangan Indonesia Sentris.

Perlu dicatat, bahwa sejak jaman dahulu wilayah Kabupaten Purworejo lebih dikenal sebagai wilayah Tanah Bagelen. Kawasan yang sangat disegani oleh wilayah lain, karena dalam sejarah mencatat sejumlah tokoh. Misalnya dalam pengembangan agama islam di Jawa Tengah Selatan, tokoh Sunan Geseng diknal sebagai muballigh besar yang meng-Islam-kan wilayah dari timur sungai Lukola dan pengaruhnya sampai ke daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupatn Magelang.

Dalam pembentukan kerajaan Mataram Islam, para Kenthol Bagelen adalah pasukan andalan dari Sutawijaya yang kemudian setelah bertahta bergelar Panembahan Senapati. Dalam sejarah tercatat bahwa Kenthol Bagelen sangat berperan dalam berbagai operasi militer sehingga nama Begelen sangat disegani.

Paska Perang Jawa, kawasan Kedu Selatan yang dikenal sebagai Tanah Bagelen dijadikan Karesidenan Bagelen dengan Ibukota di Purworejo, sebuah kota baru gabungan dari 2 kota kuno, Kedungkebo dan Brengkelan.
Pada periode Karesidenan Begelen ini, muncul pula tokoh muballigh Kyai Imam Pura yang punya pengaruh sampai ke Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam Perang Diponegoro abad ke XIX, wilayah Tanah Bagelen menjadi ajang pertempuran karena pangeran Diponegoro mndapat dukungan luas dari masyarakat setempat. Pada Perang Diponegoro itu, wilayah Bagelen dijadikan karesidenan dan masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda dengan ibukotanya Kota Purworejo. Wilayah karesidenan Bagelen dibagi menjadi beberapa kadipaten, antara lain kadipaten Semawung (Kutoarjo) dan Kadipaten Purworejo dipimpin oleh Bupati Pertama Raden Adipati Cokronegoro Pertama. Dalam perkembangannya, Kadipaten Semawung (Kutoarjo) kemudian digabung masuk wilayah Kadipaten Purworejo.
Dengan pertimbangan strategi jangka panjang, mulai 1 Agustus 1901, Karesienan Bagelen dihapus dan digabungkan pada karesidenan kedu. Kota Purworejo yang semula Ibu Kota Karesidenan Bagelen, statusnya menjadi Ibukota Kabupaten.

Tahun 1936, Gubernur Jenderal Hindia belanda merubah administrasi pemerintah di Kedu Selatan, Kabupaten Karanganyar dan Ambal digabungkan menjdi satu dengan kebumen dan menjadi Kabupaten kebumen. Sedangkan Kabupaten Kutoarjo juga digabungkan dengan Purworejo, ditambah sejumlah wilayah yang dahulu masuk administrasi Kabupaten Urut Sewu/Ledok menjadi Kabupaten Purworejo. Sedangkan kabupaten Ledok yang semula bernama Urut Sewu menjadi Kabupaten Wonosobo.
Dalam perkembangan sejarahnya Kabupaten Purworejo dikenal sebagai pelopor di bidang pendidikan dan dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan tenaga kerja di bidang pendidikan, pertanian dan militer. Tokoh-tokoh yang muncul antara lain WR Supratman Komponis lagu Kebangsaan “Indonesia raya”. Jenderal Urip Sumoharjo, Jenderal A. Yani, Sarwo Edy Wibowo dan sebagainya.

Para tokoh maupun tenaga kerja di bidang pertanian pendidikan, militer, seniman dan pekerja lainnya oleh masyarakat luas di tanah air dikenal sebagai orang-orang Bagelen, nama kebangsaan dan yang disegani baik di dalam maupun di luar negeri.


sumber : wikipedia, google, dll

[size=+2]KABUPATEN KEBUMEN[/size]





Quote:Nama Kebumen konon berasal dari kabumian yang berarti sebagai tempat tinggal Kyai Bumi setelah dijadikan daerah pelarian Pangeran Bumidirja atau Pangeran Mangkubumi Mataram pada 26_Juni 1677, saat berkuasanya Sunan Amangkurat I.

Sebelumnya, daerah ini sempat tercatat dalam peta sejarah nasional sebagai salah satu tonggak patriotik dalam penyerbuan prajurit Mataram di zaman Sultan Agung ke benteng pertahanan Belanda di Batavia. Saat itu Kebumen masih bernama Panjer.

Salah seorang cicit Pangeran Senopati yaitu Bagus Bodronolo yang dilahirkan di Desa Karanglo, Panjer, atas permintaan Ki Suwarno, utusan Mataram yang bertugas sebagai petugas pengadaan logistik, berhasil mengumpulkan bahan pangan dari rakyat di daerah ini dengan jalan membeli.

Keberhasilan membuat lumbung padi yang besar artinya bagi prajurit Mataram, sebagai penghargaan Sultan Agung, Ki Suwarno kemudian diangkat menjadi Bupati Panjer, sedangkan Bagus Bodronolo ikut dikirim ke Batavia sebagai prajurit pengawal pangan.

Adapun selain daripada tokoh di atas, ada seorang tokoh legendaris pula dengan nama Joko Sangrib, ia adalah putra Pangeran Puger/Paku Buwono I dari Mataram, dimana ibu Joko Sangrib masih adik ipar dari Demang Honggoyudo di Kuthawinangun.

Setelah dewasa ia memiliki nama Tumenggung Honggowongso, ia bersama Pangeran Wijil dan Tumenggung Yosodipuro I berhasil memindahkan keraton Kartosuro ke kota Surakarta sekarang ini.

Pada kesempatan lain ia juga berhasil memadamkan pemberontakan yang ada di daerah Banyumas, karena jasanya kemudian oleh Keraton Surakarta ia diangkat dengan gelar Tumenggung Arungbinang I, sesuai nama wasiat pemberian ayahandanya.

Dalam Babad Kebumen keluaran Patih Yogyakarta, banyak nama di daerah Kebumen adalah berkat usulannya.


sumber : wikipedia, google, dll
selamat siang kedu

selamat menempati rumah baru





Quote:
Quote:Original Posted By yudha961
wasyem telat kie aku

ws kesunat ae gagal pekiwan


Quote:Original Posted By eddojrs
haduh ra kumanan pekiwan we . . .
nntn pekiwan sek ;


Quote:Original Posted By ilix
omah lawas koh isih bisa ya?









This forum requires that you wait 6000 seconds between posts. Please try again in 3900 seconds. ( sedang dalam performance testing )
wah pekiwan

atas rumah barunya
selamat ya buat Kedu rumah baru lagi nih
semoga tambah guyub

monggo kalo mau di req del, buat update
tp yang posting bawah jgn ya
Selamat buat Reg Kedu
udah part 7 aja ya

semoga tambah guyub baik online maupun offline
salam dari RPB


pekiwan lagi g ya
selamat atas rumah barunya



semoga cepat terbentuk SFnya
Quote:Original Posted By WKh@an
selamat siang kedu

selamat menempati rumah baru










This forum requires that you wait 6000 seconds between posts. Please try again in 3900 seconds. ( sedang dalam performance testing )


wah mas e cpet bgt gan
===============================================
wes nomer siji ae jan



Ayo... kedu tambah maju
jebul e hansip e ra omong2 nak pindah

apik tenan
selamat datang di regional karesidenan kedu
-
tambah guyub tambah sakdulurane



kapusan
wes ndang diwalik
peki wan di gembok dl biar aman

selamat bagi yg dapat pekiwan


Quote:Original Posted By WKh@an
selamat siang kedu

selamat menempati rumah baru










This forum requires that you wait 6000 seconds between posts. Please try again in 3900 seconds. ( sedang dalam performance testing )


Quote:Original Posted By nandanando13
wah pekiwan

atas rumah barunya


Quote:Original Posted By justwarih
selamat ya buat Kedu rumah baru lagi nih
semoga tambah guyub

monggo kalo mau di req del, buat update
tp yang posting bawah jgn ya


Quote:Original Posted By justwarih
Selamat buat Reg Kedu
udah part 7 aja ya

semoga tambah guyub baik online maupun offline
salam dari RPB


pekiwan lagi g ya


Quote:Original Posted By rizky kiki
selamat atas rumah barunya



semoga cepat terbentuk SFnya


Quote:Original Posted By nandanando13


wah mas e cpet bgt gan
===============================================
wes nomer siji ae jan





Quote:Original Posted By maspho
omahe anyarrrr.......


no oneliner


Quote:Original Posted By rizky kiki
jebul e hansip e ra omong2 nak pindah

apik tenan


Quote:Original Posted By panyumethe
selamat datang di regional karesidenan kedu
-
tambah guyub tambah sakdulurane



kapusan
wes ndang diwalik


jebul wis page 2.

aduh....
nek saiki tenanan mangkat kuliah

nyetrika sek aaah
ki model opo yo
-
nganggo center wae ra iso
jebule entuk pekiwan
*sebagian teks hilang*