KASKUS

Poll: Perlukah leaks or Offrecordnews di Formil ??

Perlu..karena kami pengen tau yang gak kami ketahui 64% (838 votes)
gak penting, leaks harus dihapus dari formil 5% (67 votes)
teserah..yang penting gak mbulet dan mainannya menyenangkan 20% (265 votes)
Gimana enaknya TEBEHA aja daahh.. 11% (149 votes)
Voter: 1319 Back to polling
Quote:Original Posted By bukaniwanenator
lha ? longbow kok ngurusnya malah waktu kunjungan china :
yakin ga ketuker sama wz-10 neh ? :


tank poland pt91 itu menang di malaysia bukan karena bagus tapi karena produsen yg lain gak mau dibayar pake kelapa sawit....

dan kelapa sawitnya dari indonesia





GENERAL DISCRIPTION

The Fast Missile Patrol Vessel (FMPV) employs a modern “Wave Piercing” trimaran design. This allows the vessel to cut-through waves rather than rise up and over them, and the increased beam provides inherent stability. This combination of features reduces both pitching and rolling, creating a stable weapons platform, and enabling the vessel to comfortably and safely maintain higher average speeds in adverse conditions.

The FMPV has “Stealth” design characteristics, and incorporate features that minimise detection by reducing Radar, Infra-Red, Acoustic and Magnetic signatures. Stealth properties are further improved as there are no reverse-angle bow overhangs to reflect radar signals, as seen on conventional hull forms. Weaponry, including missiles and naval guns, and the ships 11 m high-speed RHIB, are discreetly concealed or shaped to meld into the superstructure profile.

The wide decks on the 63m OPV Trimaran also make it an ideal platform for carrying a helicopter, which extends the effective patrol range and capabilities of the vessel.

CONSTRUCTION

Construction is from strong and highly durable, lightweight composite carbon fibre sandwich, utilising vinylester modified epoxy resin and the vacuum resin infusion process. Thus ensuring improved fuel efficiency, and reduced operational, maintenance, and life cycle costs.

If equipped with waterjets the draft is just 1.2 m. Allowing operations both offshore and close inshore, with a much reduced risk of damage to the propulsion system from floating debris or grounding.

With lower maintenance requirements and automated control systems, the vessel can be operated by a crew of only 23. This can be augmented with a Special Operations Unit of 7 personnel, with their own dedicated crew quarters.

ADVANTAGES

Over the past 20 – 30 years, catamarans have overtaken monohulls as the preferred design in many marine activities, and now trimaran designs are also becoming more common. Known collectively as multihull designs, they now serve in rolls as warships, commercial vessels, ferries, service and support vessels, fire fighting boats, pleasure boats, and importantly Search and Rescue craft. Modern multihulls have fine bows that slice through waves and reduce pitching, which allows them to maintain higher speeds in rough conditions, and reach an accident scene faster.

By contrast, conventional mono-hulled vessels tend to slam into waves and roll excessively from side to side, and must slow down considerably in heavy weather. This rolling also makes it difficult to launch their onboard rescue boats, and increases the risk of injury when retrieving victims directly from the water. Even after a successful rescue, this rolling can exacerbate injuries to victims who have sustained spinal damage.

A noticeable features of the multihull design, is increased beam. This additional width increases stability, making rescues safer, and gives increase space to take more victims on board. In a ferry disaster this enables more people to be saved, and with a much reduced chance of capsize. This happens on mono-hull vessels when they become overloaded and top-heavy.

Due to their form and lighter displacement, multihulls tend to sit on the water, rather than in the water. This gives them a much shallower draft, and enables them to operate in relatively shallow water. Giving the potential to get closer to stranded vessels, and enter shallow bays and estuaries. This is a significant advantage in situations where harbour infrastructure does not exist, or may have been damaged by tsunami or earthquakes.
Additional features include:

Less resistance because the longer narrow hulls give a higher length: beam ratio.

Less resistance because of lighter displacement. (Composite is 30% lighter than aluminum)

Less Drag = higher speed… or… less fuel consumption = longer range.

Improved maneuverability and course stability

Multi-role capability… can be used for patrol, humanitarian and disaster relief.
Kapan jadi nya nih oom nyot??
mas bro Kenyot kok posting Trimaran.... emang kabar perkembangan terkini gimana Om....????
sekedar kasih info TS namanya dicatut di blog sebelah
dibilang julian assange (alias sumber leak) indonesia
http://indo-defense.blogspot.com/201...iproduksi.html
apakah sudah seizin TS ?
Quote:Original Posted By bukaniwanenator
sekedar kasih info TS namanya dicatut di blog sebelah
dibilang julian assange (alias sumber leak) indonesia rasnya berkonotasi negative
http://indo-defense.blogspot.com/201...iproduksi.html
apakah sudah seizin TS ?


julian assagne KW abal-abal bukan TS....

tapi Kenyotleaks
Quote:Original Posted By Black.Deneb.X4


julian assagne KW abal-abal bukan TS....

tapi Kenyotleaks


bukannya aurdreyleaks gan? btw itu penulisnya anak formil juga kan?
Quote:Original Posted By Black.Deneb.X4
julian assagne KW abal-abal bukan TS....

tapi Kenyotleaks


Quote:JKGR-(IDB) : Kita telah mendengar berulangkali PT pindad akan membuat tank medium untuk mengisi kebutuhan TNI AD. Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan tank Pindad itu berkekuatan 500 tenaga kuda dengan bobot sekitar 28 – 30 ton.

Beberapa anggota Komisi I DPR mengaku telah melihat prototype tank pindad tersebut. Antara lain Wakil ketua Komisi 1 DPR, TB hasanuddin. “Prototipe tank sudah jadi dan sudah jalan. Hasilnya cocok, kenapa tidak dikembangkan. Tinggal sekarang bilang oke, buat yang banyak”, ujar TB Hasanuddin.

KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo juga berbicara tentang tank medium Pindad. “Pindad hanya mampu mengembangkan tank tingkat sedang. Untuk tank berat kita belum mampu. TNI sedang bekerja sama dengan PT Pindad mengembangkan tank yang ada”, ujar KSAD.

Seharusnya prototype-nya sudah berwujud karena tahun 2008, Presiden SBY meminta PT Pindad membuatkan Tank bagi TNI AD.

Informasi terakhir yang dipublikasikan Kementerian Pertahanan adalah, PT Pindad bekerjasama dengan Korea Selatan untuk membuat tank/ Infantry Fighting Vehicle K-21 yang dipasang turret 90mm dari CMI Belgia.

Akan tetapi, kita tidak punya gambaran seperti apa tank medium yang akan dibuat Pindad. Tank K-21 hanya mengusung Canon 40mm atau 30 mm. Sketsanya pun tidak tahu seperti apa ?. Gelap.

Informasi terbaru muncul dari “Julian Assange Indonesia” Audryliahepburn. Menurut “Julian Assange Indonesia” ini, tank medium Pindad berbentuk menakjubkan. Kira kira hull-nya (body) menyerupai tank Merkava Israel dengan turret menyerupai Abrams Amerika Serikat.

Tank medium Pindad itu, berbobot 28-30 ton, memiliki canon 105mm dengan setir di sebelah kanan dan engine di kiri.

Yang menjadi pertanyaan adalah, hull tank medium negara mana yang akan dijadikan rujukan ? Tank Merkava merupakan MBT dengan bobot 60 ton ke atas, demikian pula dengan M1 Abrams.

Sejauh ini panser Anoa merujuk pada VAB Renault Perancis. Rantis Pindad 4×4 merujuk ke Renault Sherpa APC 4×4 Perancis. Jika kita menelusuri rekam jejak Pindad, maka tank yang akan dibuat seharusnya merujuk ke Perancis.

Pilihannya adalah AMX-56 LeClerc. Namun LeClrec berupa main battle tank berbobot 54 ton. Pilihan lain, AMX-30 dengan bobot 36 ton dan canon 105mm. Namun tank ini sudah jadul. Pertama diproduksi tahun 1966. Bentuk hull-nya pun tidak mirip dengan Merkava Isreal.

Bagaimana dengan tank Korea Selatan ?. Tank utama Korea Selatan adalah K2 Black Panther 55 ton dan KIA1 berbobot 56 ton. Spesifikasi tank Korea yang berbobot 28-30 ton adalah IFV K-21.

Namun tank itu tidak didisain untuk mengangkut Canon 105. Bentuknya pun jauh dari Merkava. Pertanyaan lanjutan adalah, tank Pindad ini menggunakan turret apa ?. Sejauh ini kita belum pernah mendengar Indonesia akan membeli turret M1 Abrams, walaupun Abrams memiliki turret canon 105mm.

Untuk urusan Canon, yang paling memungkinkah adalah menggunakan CT-CV Turret 105 mm Belgia, karena TNI telah lama bekerjasama dengan CMI- Belgia, sejak pemasangan canon 90mm di tank Scorpion Inggris.

CT-CV Turret 105 mm Belgia memang diciptakan untuk light atau medium tank, baik roda bergerak atau rantai berjalan. CT-CV Weapon System dilengkapi canon yang mampu menembakkan berbagai jenis amunisi kaliber 105m NATO, maupun ATGM.

Dengan sudut tembakan -10° hingga +42°, turet ini diklaim cocok untuk daerah urban serta geografis yang sulit, termasuk beyond-line-of-sight engagements. CT-CV Turret 105 mm didisain untuk panser atau tank medium yang bisa diangkut pesawat terbang. Turret ini memiliki sistem pengindera siang dan malam, menembak lawan sambil bergerak, ammunition rack with autoloader, fully digitized system, sehingga dijuluki Hunter Killer.

Jadi apakah mungkin tank K-21 Korea Selatan akan dipasang CT-CV Turret 105 mm Belgia ? Namun hull tank K-21 tidak mirip Merkava Israel. Turet CT-CV Weapon system Belgia, juga tidak mirip dengan Turret M1 Abrams.

Jadi kira-kira, dari mana asal muasal tank medium Pindad yang disebut berbobot sekitar 30 ton itu ? Apakah tank itu benar-benar dibuat oleh Pindad atau beli bekas lalu dimodifikasi/refurbished ? Tambah bingung lagi.

Mari kita dengarkan penjelasan dari Direktur Produk Manufaktur Tri Hardjono yang disampaikan tahun 2012 silam: “PT Pindad akan melakukan pengembangan Panser Canon 6×6 Anoa, untuk menghasilkan Kavaleri (Canon 90 mm) dan Infanteri Fighting Vehicle (Canon 20 mm)”.

Kalimat tersebut bisa diartikan Pindad akan membuat Panser Tarantula/Black Fox dengan Canon CSE 90mm Belgia. IFV Canon 20mm berarti semacam Tank K-21 Korea Selatan.

“PT Pindad juga akan menjalankan program retrofit tank AMX-13 beroda rantai untuk peningkatan daya gerak, daya gempur, fungsi optik, dan komunikasi”.

Kalimat ini jelas, dan kita sudah melihat AMX-13 hasil retrofit Pindad.

“Selain itu, PT Pindad akan melakukan peremajaan medium tank dengan perkiraan harga per unit mencapai Rp 35 miliar. Pengembangannya memakan waktu 1,5 sampai 2 tahun. Pada 2014 nanti, medium tank ini sudah bisa unjuk kemampuan di hadapan masyarakat”.

Tri Hardjono tidak menjelaskan tank medium mana yang akan diremajakan senilai Rp 35 miliar/ unit. Peremajaan itu dilakukan sejak tahun 2012 dan seharusnya selesai tahun ini. Tank mana yang dimaksud ?. Indonesia saat ini tidak memiliki medium tank. BMP-3, AMX-13, Scorpion, Alvis Stormer, semua berbobot di bawah 20 ton. Apalagi AMX-13 hanya 15 ton.

Apakah PT Pindad meremajakan generasi kedua tank medium China Type 69. Tank ini memang mengusung canon baru 105mm, turbocharged engine, Points of light into the fire control system, night vision, friction dampers serta suspensi baru.

Tapi menurut saksi mata, tank baru Pindad itu, akan melakukan proses pemotongan baja. Bisa jadi ada beberapa proyek yang dikerjakan PT Pindad, bisa juga tidak. Informasi yang didapat terlalu melebar dan tidak fokus.
Memang agak susah mencari tank medium yang canggih saat ini, karena negara-negara maju secara militer, tidak lagi mengembangkannya, pasca perang dunia II. Mereka memilihuntuk memodernisasi main battle tank seperti: Leclrec Perancis, T-99 China, MBT 70 Jerman, T-90 Rusia, M1 Abrams AS, Arjun India, Zulfikar Iran, Merkava Israel, Al-Khalid Pakistan, PT-91 Polandia, Challenger 2 Ingris dan lain sebagainya.
Tank medium seperti Panzer IV Jerman, M4 Sherman AS, AMX 30 Perancis, sudah ditinggalkan.
Memang ada beberapa negara yang mengembangkan tank medium, namun tidak banyak, antara lain Argentina dengan Tanque Argentino Mediano atau tank TAM. Tank tersebut dijadikan Argentina sebagai main battle tank dengan canon 105 mm FM K.4 Modelo 1L. Tank berbobot 30 ton ini dibuat berbagai varian seperti: Self-propelled howitzer, Armored Recovery, dan ATMG. Namun tidak ada sejarahnya Indonesia bekerjasma dengan Argentina. Beritanya pun tidak pernah terdengar.

Kalau melihat produsen tank terkemuka saat ini, PT Pindad bisa jadi membidik Infantry Fighting Vehicle (IFV) Marder buatan Jerman.
IFV Marder memiliki bobot 28,5 ton dengan mengusung canon 20 mm Rheinmetall dan MILAN ATGM launcher. Model hull-nya mirip dengan tank Merkava Israel.
IFV Marder mulai dipensiunkan dari militer Jerman dan sekarang ditawarkan keluar negeri. IFV Marder yang ditawarkan termasuk paket retrofit untuk memenuhi kualifikasi operasi tempur terkini.

Dengan demikian seharusnya tidak ada masalah bila Pindad ingin memiliki IFV Marder ini.

Sama halnya dengan pembelian 100 MBT Leopard 2 eks Jerman oleh TNI AD. Leopard 2 mulai dilepas Jerman, karena negara itu sedang terlibat join production dengan Amerika Serikat untuk proyek MBT-70.

Bahkan perusahaan Rheinmetall Jerman, menyiapkan diri untuk meng-upgrade Marder tersebut, baik dalam bentuk Infantry Fighting Vehicle ataupun berupa main battle tank ukuran medium.

Menurut Rheinmetall, perubahan dari IFV menjadi medium-weight main battle tanks merupakan solusi yang jitu secara keuangan, tanpa mengurangi kehandalan tank tersebut.

Gambar di bawah ini adalah IFV Marder yang telah di-overhauled oleh Rheinmetall dengan teknologi proteksi dan sistem kemudi yang baru.

Tank medium Marder ini mengusung canon 105mm Oto-Melara. Turet asli Marder diganti dengan turet baru: M151 Protector remotely controlled weapon.

Proteksi balistiknya juga ditingkatkan menjadi STANAG Level 4+ dan Mine Protection Level 3a/3b+. Mesinnya dirubah menjadi MTU MB883 diesel bertenaga 600 tenaga kuda.

Pembangunan Tank medium PT Pindad berbasis IFV Marder dengan canon 105 mm Rheinmetall/ Oto-Melara, bisa seiring dengan pengadaan dan refurbished 100 MBT Leopard 2 yang sedang dipesan TNI AD.

Pindad akan melakukan pemotongan pertama baja tank medium beberapa bulan lagi.

Semoga saja disainnya merujuk ke IFV Marder Jerman, sehingga terwujud apa yang dikatakan, hull menyerupai Merkava dan turet mengikuti Abrams.

Tank itu pasti laris manis di Asean dan membanggakan. Kita jadi ingat pernyataan Atase Militer Perancis ke Indonesia: “Kalau membuat alutsista, langsung ke negara produsennya”.

Quote of the Day:

“Jadi jangan lagi ada anak buah saya yang hanya gosok-gosok tank itu saja (tank lama), membersihkan rantai, mengganti oli, tanpa bisa digunakan.

Kasihan sekali, dan itu sangat menyakitkan”: KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo.


nih gw masukin..

Medium Tank? Persis cerita Hoaxes ane Merkava Jadi2an

QUOTE:

"Informasi terbaru muncul dari “Julian Assange Indonesia” Audryliahepburn. Menurut “Julian Assange Indonesia” ini, tank medium Pindad berbentuk menakjubkan. Kira kira hull-nya (body) menyerupai tank Merkava Israel dengan turret menyerupai Abrams Amerika Serikat."


Kayanya dulu ane jga dh crt di HOAXES yg ntu...he3x mmg PINDAD sdh prnh bikin PROTOTYPE...bhkn terbersit jga bantuan YUGOSLAVIA dgn T72 nya trus yg keluar malah MEDIUM TANK...mirip MERKAVA kimpoi dgn Abrams (trnyata MARDER DRI JERMAN)....MANTEP MAN...mdh2n sgr jd terlaksana





Apa tunggu DIKILIK TETANGGA...biar kejadian, " LU GESER PATOK, GUE SIKAT"
^^^
Om Cherry
wah... turret model merkapa, canon macam om bram berarti dari rheinmetal...
leaksnya ngeriii...
Quote:Original Posted By althariqh18
^^^
Om Cherry
wah... turret model merkapa, canon macam om bram berarti dari rheinmetal...
leaksnya ngeriii...


ada kok tante audrey bilang di trit ini berapa halaman belakang.
-----------------------------------------------------
cuma kyknya tuh blog makan mentah2 apa yg dibilang sama audrey. soalnya audrey cm bilang bentuk aja yg mirip, dan gak berarti spek dan bobotnya sama dgn merkapuk sama bram.
Quote:Original Posted By cherrypopper
ada kok tante audrey bilang di trit ini berapa halaman belakang.
-----------------------------------------------------
cuma kyknya tuh blog makan mentah2 apa yg dibilang sama audrey. soalnya audrey cm bilang bentuk aja yg mirip, dan gak berarti spek dan bobotnya sama dgn merkapuk sama bram.


so pasti gak sama... tapi kan menyerupai..
mangkanya d leaks d atas d sebutin tante audry...
feeling ane sih, med tank yaitu APC/ IFV yg mod bhass posting gambarnya kemarin... klw macam gtu cocoknya make kanon yg dari scorpion sih menurut ane lho...
Quote:Original Posted By althariqh18
so pasti gak sama... tapi kan menyerupai..
mangkanya d leaks d atas d sebutin tante audry...
feeling ane sih, med tank yaitu APC/ IFV yg mod bhass posting gambarnya kemarin... klw macam gtu cocoknya make kanon yg dari scorpion sih menurut ane lho...


klo maslah kanon sebenarnya belum banyak dibuka sih.. tapi "pengharapan" untuk med tank ini jadi apa. klo ane sih paling gak harapan nya jadi penjegal MBT dgn kanon 105.. soalnya klo 90 mm cuma jadi fire support aja.
----------------------------------------------
ya realisasi nya ditunggu ajah..
Quote:Original Posted By bour
bukannya aurdreyleaks gan? btw itu penulisnya anak formil juga kan?


gak

menurut Pak Komandan Bhassbol

yang KWnya Assane = kenyot

Audrey juga pernah ngomong sendiri
Quote:Original Posted By cherrypopper
klo maslah kanon sebenarnya belum banyak dibuka sih.. tapi "pengharapan" untuk med tank ini jadi apa. klo ane sih paling gak harapan nya jadi penjegal MBT dgn kanon 105.. soalnya klo 90 mm cuma jadi fire support aja.
----------------------------------------------
ya realisasi nya ditunggu ajah..


tinggal menunggu aja... kayanya ngejer model semacam merkapa deh... angkut personel tapi jg bsa d sebut MBT juga...
Quote:Original Posted By eagleroaming
QUOTE:

"Informasi terbaru muncul dari “Julian Assange Indonesia” Audryliahepburn. Menurut “Julian Assange Indonesia” ini, tank medium Pindad berbentuk menakjubkan. Kira kira hull-nya (body) menyerupai tank Merkava Israel dengan turret menyerupai Abrams Amerika Serikat."


Kayanya dulu ane jga dh crt di HOAXES yg ntu...he3x mmg PINDAD sdh prnh bikin PROTOTYPE...bhkn terbersit jga bantuan YUGOSLAVIA dgn T72 nya trus yg keluar malah MEDIUM TANK...mirip MERKAVA kimpoi dgn Abrams (trnyata MARDER DRI JERMAN)....MANTEP MAN...mdh2n sgr jd terlaksana





Apa tunggu DIKILIK TETANGGA...biar kejadian, " LU GESER PATOK, GUE SIKAT"


ehh.. ada pak menhan.. pa kabar pak? sejak audreyleaks rame pa menhan jadi jarang keliatan nongol..
Quote:Original Posted By kenyot10


GENERAL DISCRIPTION

The Fast Missile Patrol Vessel (FMPV) employs a modern “Wave Piercing” trimaran design. This allows the vessel to cut-through waves rather than rise up and over them, and the increased beam provides inherent stability. This combination of features reduces both pitching and rolling, creating a stable weapons platform, and enabling the vessel to comfortably and safely maintain higher average speeds in adverse conditions.

The FMPV has “Stealth” design characteristics, and incorporate features that minimise detection by reducing Radar, Infra-Red, Acoustic and Magnetic signatures. Stealth properties are further improved as there are no reverse-angle bow overhangs to reflect radar signals, as seen on conventional hull forms. Weaponry, including missiles and naval guns, and the ships 11 m high-speed RHIB, are discreetly concealed or shaped to meld into the superstructure profile.

The wide decks on the 63m OPV Trimaran also make it an ideal platform for carrying a helicopter, which extends the effective patrol range and capabilities of the vessel.

.


keren
Tapi kita lihat ini gmana performanya.
Max range? Speed? Displacement?
Sensors? Armament?
Role? ASW or ASuW? clearly not AAW
Complement?
Udah ribut2 soal MBT. Btw, gimana nih soal kepastian jadi apa nggak kita akuisisi Leo II Jerman ?


Quote:Original Posted By nisus86
maaf gan, maksudnya T-72 (2nya ketinggalan), ane dapat dari ini gan sumbernya (indobikermags)...
Quote:Original Posted By finandhita
ehh.. ada pak menhan.. pa kabar pak? sejak audreyleaks rame pa menhan jadi jarang keliatan nongol..


soalnya Leaks lebih laku daripada Hoaxes....
Quote:Original Posted By kenyot10





GENERAL DISCRIPTION

The Fast Missile Patrol Vessel (FMPV) employs a modern “Wave Piercing” trimaran design. This allows the vessel to cut-through waves rather than rise up and over them, and the increased beam provides inherent stability. This combination of features reduces both pitching and rolling, creating a stable weapons platform, and enabling the vessel to comfortably and safely maintain higher average speeds in adverse conditions.

The FMPV has “Stealth” design characteristics, and incorporate features that minimise detection by reducing Radar, Infra-Red, Acoustic and Magnetic signatures. Stealth properties are further improved as there are no reverse-angle bow overhangs to reflect radar signals, as seen on conventional hull forms. Weaponry, including missiles and naval guns, and the ships 11 m high-speed RHIB, are discreetly concealed or shaped to meld into the superstructure profile.

The wide decks on the 63m OPV Trimaran also make it an ideal platform for carrying a helicopter, which extends the effective patrol range and capabilities of the vessel.



ntu yg d bold

wide deck yang di atep belakang itu? emang heli cukup bwt mendarat di situ, ga kena tower tu rotor helinya. trus itu kuat ga buat buat nahan beban heli atepnya, apa sudah diperkuat srukturnya. heli nya apa? jangan2x kuatnya cuma raven R22 lagi


EDIT: dah nemu, beda kapal soalnya. yg di gambar ntu The Fast Missile Patrol Vessel (FMPV), kalo yg SAR sama OPV baru ada heli decknya, tapi tetep aja yg FMPV ada keterangan soal heli itu.
Spoiler for FMPV:

Spoiler for SAR:

Spoiler for OPV: