KASKUS

[FR]Bogor-Pantai Sawarna(Bayah,Banten) dengan motor(1 Day Trip). Hidden Paradise!

SAWARNA




Catatan singkat perjalanan ane ke Sawarna …One day trip…

Waktu : 14 Februari 2012 (bukan dalam rangka Valentine loh)
Peserta : 1 orang (saya sendiri ) dengan motor Supra X 125

Akhirnya kesampaian juga perjalanan ane ke tempat yang konon adalah surga yang tersembunyi. Padahal kalo mau usaha dikit, ngangkat kaki emak juga udah langsung ketemu surge nye *garing

The Hidden Paradise….:
Benarkah?

Perjalanan ini ga ane rencanakan alias dadakan, walaupun segala tentang Bayah-Sawarna udah pernah ane dapet dan ane inget karena baca baca di trit2 kaskus sebelumnya dan artikel. Berhubung sehari sebelumnya ane ngerasa stuck banget n ada beberapa masalah pribadi, ane putuskan buat melarikan diri ke Sawarna, sendirian. Lets go!

Karena ane domisili di Bogor, perjalanan dimulai dari Bogor dengan mengambil rute lewat Jasinga-Rangkasbitung-Gunung Kencana-Malimping-Bayah. Kata google map jaraknya sekitar 250km. Padahal rekor perjalanan ane naik motor terjauh baru sampai Tangerang he he…

Rute ini walaupun ga efisien waktu dan jarak sengaja ane ambil biar bisa ngeliat hamparan pantai di sepanjang perjalanan Malimping-Bayah. Rute yang lebih efisien, tentu saja via Pelabuhan Ratu (150km)

Perjalanan dimulai pukul 06.00 dengan motor Supra X 125 kesayangan ane : dengan membawa bekal sarapan roti secukupnya dan baju. One day Trip kok bawa baju? Nanti ane ceritakan latar belakangnya.

Baru aja jalan 30 menit, motor udah ada kendala :. Lampu sein kiri-kanan mati, padahal sebelumnya ngga kenapa2. Inilah kalo perjalanan tanpa persiapan matang. Saran ane lain kali kalo ada yang pengen trip ke Sawarna harap motor diservis full. Berhubung bengkel belum pada buka, ane paksain aja jalan terus tanpa sein hingga saat di daerah Leuwiliang atau Cigudeg hampir dapet masalah gara2 sein ga hidup *Alhamdulillah . Di Jasinga mampir ke bengkel sebentar buat ganti flasher lampu sein dan sarapan roti bekal.

O iya, di Di FR ini, gw coba bikin rating kondisi jalanan yang gw tempuh ah…

Road Rating


10 untuk jalan protokol, misalnya jalan di Bundaran HI, Jl Sudirman, Jl Tol
8-9 jalan aspal yang jarang berlubang
3-7 untuk jalan aspal dengan kondisi dari yang paling : hingga yang lumayan
1-2 untuk jalan tanah


Spoiler for peta rute perjalanan:


Part I : Bogor-Dramaga-Cigudeg-Jasinga-<perbatasan Jabar Banten>-Cipanas-Rangkasbitung

Spoiler for Kondisi jalan dan view:


Kondisi jalan Bogor-Jasinga relatif baik, mulai sempit saat memasuki Dramaga hingga Cigudeg (R = 8). Dari Cigudeg hingga Jasinga kondisi jalan rusak dan berlubang (R = 6).

Pemandangan saat di Cigudeg banyak kebun sawit di sebelah kanan jalan, dan di sebelah kiri jalan penuh lembah terjal yang hamparannya juga kebon sawit
Kebon sawit ini dikelola PTPN unit Cikasungka (padahal Cikasungka udah masuk wilayah Banten ya, he he
Kebon sawit di Cigudeg ini luas lho, nyampe ke Lebakwangi dan sekitar Parungpanjang (tetangganya Tangerang).

Jasinga-Rangkasbitung
Berhubung saat perjalanan hujan terus (ada ane 4x buka-pasang jas hujan ) jadinya perjalanan agak lama. Saat tiba di Rangkasbitung sekering lampu motor putus :, jadi berhenti sebentar ganti sekering dulu.
Dari Jasinga hingga Rangkasbitung kondisi jalan relative baik dan mulus (R = 9). Di beberapa tempat ada belokan tajam dan buat biker, jangan nafsu di jalanan ini Ane tiba di Rangkasbitung sekitar pukul 09.30.

Spoiler for pic:


Part II : Rangkasbitung-Cileles-Gunung Kencana-Malimping

Sampai di Rangkasbitung ane tanya-tanya penduduk sekitar rute lewat Gunung Kencana. Ane baca-baca di artikel sih jalannya lebih dekat dan lebih mulus dari Jalur Rangkasbitung-Pandeglang-Saketi-Malimping yang hancur parah.

Dan keputusan ane lewat Gunung Kencana adalah sangat tepat sekali (jadi inget ucapan waitress salah satu restoran franchise, yang selalu ngomong ini, apapun menu yang kita pesan )

Perjalanan via Gunung Kencana cukup panjang, sekitar 2 jam hingga Malimping. (R=7). Sepanjang perjalanan disuguhi kebun Kelapa Sawit dan Karet, dan kondisi jalan sepi. Saat ane jalan dengan kecepatan 80km/jam selama 1-2 menit ga ada kendaraan lain yang selisipan dengan ane, artinya kendaraan memang jarang melalui jalur ini. Ditambah lagi ada kira2 15 menitan ane ga ketemu kendaraan apapun di depan saking jarangnya. Rumah penduduk jarang dan tukang bensin sedikit. Saran ane, isi bensin dulu full lagi di Rangkasbitung. Karena dari rangkasbitung hingga Malimping via G. Kencana ga ada pom bensin. Jalur ini ga ane rekomendasikan buat yang touring sendiri, apalagi malam hari! Jangan deh…Tapi kalo siang hari, tancap gan…

Warning : ati2 ama kebo yang tiba2 lewat…

Spoiler for jalur Rangkasbitung-Gunung Kencana-Malimping:


Kondisi jalan di sekitar kebun sawit dan karet banyak aspal yang terkelupas, pengaruh truk yang lewat juga.

Sebagai perbandingan, saat tiba di Malimping pukul 12.00, ane ga langsung terusin perjalanan ke Bayah. Ane iseng nyoba dulu sebentar nyusurin jalur Malimping-Saketi-Pandeglang (jalur lumrah kalo mau ke Malimping). Baru 1 km aja ane udah tobat :

Stress lewat jalan situ, batu2 buanyak banget sepanjang jalan. Untung ane ga lewat jalur ini, bisa stress duluan dijalan
Rating jalur Pandeglang-Saketi-Malimping : R = 3!


[B]
Part III : Malimping-Bayah-Sawarna


Perjalanan diteruskan ke Bayah. Sepanjang perjalanan disuguhi pesisir pantai selatan terus, ada kira2 30km pantaai terus di sebelah kanan. Sementara di sebelah kiri jalan banyak persawahan penduduk. Ada juga yang menarik perhatian ane, ada beberapa sign Jalur Evakuasi kalau2 terjadi Tsunami. Sayang ga sempet ane foto

Malimping-Bayah (R = 8)

Spoiler for title:


Tiba di Bayah, istirahat makan siang dan Sholat di sekitar Terminal Bayah. Cari tempat makan di Bayah susah-susah juga ternyata. Banyakan bakso, mi, padahal ane kan butuh nasi porsi kuli . Akhirnya ketemu lah satu RM Padang yang terdekat dari Terminal Bayah. Beli nasi padang dengan telur dan perkedel 12rb, cukup worthed dan ga terlalu overprice lah
Memang orang padang itu luar biasa, di daerah manapun ada RM nya yang cocok di perut saya :

Di Bayah saya foto2 dulu di Tugu Romusha Bayah, atau dikenal juga sebagai Tugu Tan Malaka. Kelihatannya sudah mulai di-keramik tugu nya, berbeda dengan foto2 yang saya temui sebelumnya di artikel internet.Tugu ini dibangun untuk mengenang kekejaman tentara Jepang yang mempekerjakan warga untuk membangun jalur KA Saketi-Bayah. Konon korban kekejaman Jepang disini hingga 80 ribu orang yang tewas
kalo mau nonton film yang bercerita tentang kisah yang mirip2 Romusha Bayah (film ini settingnya di Thailand, Romusha Thailand), tonton aja film judulnya The Bridge on The River Kwai (1957) :

Spoiler for Bayah:

next >>



source additional photo :
http://kura-kurakota.blogspot.com/20...5/sawarna.html
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=12877196
Lanjut perjalanan dari Bayah, ketemu Terminal Bayah yang jaraknya 500m dari tugu Bayah. Setelah ketemu pertigaan terminal Bayah, jangan lurus terus, tapi belok kanan. Saya sempat mengambil jalan lurus karena mengira itu arah menuju Pelabuhan Ratu , padahal seharusnya belok. Lurus itu menuju Cikotok. Saya bingung kok plang jalannya ga ada, eh ternyata plang nya sedang diperbaiki jadi diturunin dulu Hampir aja ane keterusan ke Cikotok, tambang batubara tempo doeloe. Sebenernya keterusan ke Cikotok ngga apa2 juga sih, sekalian wisata sejarah, udah kepalang nanggung

Perjalanan diteruskan menuju Sawarna. Hati2 juga, ada persimpangan jalan yang ga ada plangnya . Kalo keterusan malah ke Pelabuhan Ratu.
Ancang ancangnya, setelah Homestay Madang di jalan raya Bayah itu, ambil jalan belokan kanan ke Arah Sawarna (ada kayak gapura ga jelas gitu). Kalo didekati tulisannya kurang lebih "Selamat datang di Pulomanuk dan Sawarna"). Di perjalanan melewati hutan dan Pantai Pulomanuk. Setelah pantai Pulomanuk, jalanan menyempit hingga hanya muat kira2 1 mobil saja. Jalanan juga rusak, sempit, ga direkomendasikan buat Sedan di Jalur ini (eh, apapun yang terjadi , rute apapun yang ditempuh pasti lewat jalur2 ini juga, jadi ga ane rekomendasikan mengendarai sedan). Tapi seenggaknya, ga bikin frustasi seperti jalur Saketi itu

Pemandangan kiri kanan jalan sepanjang Bayah-Sawarna bagus…selepas belokan dari Jl Raya Bayah perjalannannya membelah hutan..Ane jadi keinget beberapa tahun lalu nemuin kondisi jalan serupa dalam perjalanan ke TN. Gunung Halimun, Sukabumi. Sempit, membelah hutan, pohon tinggi-tinggi. Saat perjalanan ke Gunung Halimun itu malah di tengah jalan nemuin : macan yang masih anget :

Bayah-Sawarna, R = 5

Dalam perjalanan ke Sawarna ini gw agak parno juga, sering banget ngeliat2 kebelakang. Takutnya ada begal2 motor yang datang dari belakang terus nimpuk gw, soalnya kondisinya oke banget buat begal2 motor

Spoiler for kondisi jalan Bayah-Sawarna:


1 jam perjalanan dari pertigaan terminal Bayah, akhirnya ane tiba di Gerbang Sawarna sekitar jam 2. Langsung cobain motor ane ngelewatin jembatan yang udah kesohor banget, jembatan Cikaung. Disebut Jembatan Cikaung karena jembatan ini menghubungkan Kampung Cikaung dengan kampung lainnya. Setelah melewati Jembatan Tersebut, banyak homestay homestay bertebaran. Jalan setelah jembatan tersebut hanya muat untuk 2 motor, dan diberi paving block/semen. Seperti jalan gang2 kecil. Ane memutuskan menuju ke Pantai Tanjung Layar, satu satunya tujuan yang kesampaian di Sawarna. Jalan menuju Tanjung Layar ini setelah kompleks homestay hanya tanah doang, dikelilingi semak belukar. Cukup hanya untuk 1 motor hehe. Mirip kondisi jalan-jalan di pantai selatan disekitar Ujung Genteng (pantai Cikepuh Ujung Genteng) yang mengarah ke pantai. Sepanjang jalan tanah kira2 1 km banyak pohon kelapa dan beberapa sawah warga :

Spoiler for Cikaung bridge:


O iya untuk informasi di Sawarna ga Cuma Kp. Cikaung aja. Ada juga beberapa homestay di Kp. Tetangga seperti Kp. Gempol. Tapi memang lokasinya agak jauh, sekitar 500m dari jembatan Cikaung. Cuma denger2 kalo dari Kp Gempol lebih dekat ke Lagoon Pari (saya belum ke Lagoon Pari)

Spoiler for jalan menuju tanjung layar:

Cikaung-Tanjung layar ( R = 2 )(Cuma tanah doang )

Ane Tiba di Tanjung Layar sekitar pukul 14.00, (700m dari Jembatan Cikaung)dan pemandangannya luar biasa kereen : Kebetulan siang itu air laut surut, jadi batu karang yang menghubungkan pantai dengan Karang Tanjung Layar keliatan semua. Kata penduduk sekitar bisa aja sih kalo mau mendaki ke atas karang tanjung layar, Cuma sulit banget dan itu hanya batu terjal. Di depan Tanjung Layar ada formasi batu karang kecil yang seakan ngelindungi karang tanjung layar. Kalo ngeliat dari sini, ombaknya luar biasa keren, menghantam karang lalu terpecah2 jadi buih :

Ane hanya 15 menit disekitar Tanjung Layar buat foto-foto. Sisa waktunya ane Cuma nongkrong di warung2 permanen yang agak banyak di sekitar Tanjung Layar. Di warung ini ngaso2 mesen kopi harganya 4rb. Ga terlalu overprice juga kan hehe...Kebetulan hujan deras tiba-tiba turun (lagi), jadi ane Cuma bisa nongkrong aja di warung itu sambil sesekali ngobrol-ngobrol dengan bapak pemancing ikan dan gurita :

Satu hal yang ane salut dari Sawarna : Penduduknya yang ane temui semua ramah-ramah :
Spoiler for Tanjung Layar:


Dilema ane sebenarnya disini. Di satu sisi, ane pengen ngehabisin waktu dan nginep 2 hari. Kata neng penjaga warung boleh juga ternyata kemping di sekitar Tanjung Layar. Dalam hujan deras di tepi pantai itu, selama 2 jam ane cuma melamun dan merenung. Pantes banget kok Sawarna dinamai The Hidden Paradise, suasananya tenang dan damai.

Tentu saja gw belum berkunjung ke spot lainnya seperti Laguna Pari (2km dari Jembatan Cikaung, Cuma ntah kea rah mana rutenya), Pantai Pasir Putih (padahal deket dari homestay, Cuma lewat aja), Ciantir (spot surf yang lumayan terkenal), Goa Lalay, dll.

Saat itu ane berpikir, apa yang ane cari (ketenangan dan pencerahan) udah dapet, namun ada yang harus ane selesaikan dulu di home, dan ane memutuskan untuk balik sore itu juga. Jadi anggep aja kunjungan ini cuma survey singkat . Tapi yang pasti, kunjungan berikutnya ane ke Sawarna akan lebih lama dan bisa dinikmati penuh. Mungkin ada yang berpikir, kunjungan ane itu sesuatu yang sia-sia. Ngapain juga perjalanan keberangkatan 8 jam, tapi cuma ngelamun 2 jam . Tapi bagi ane, esensi terbaik dari kunjungan ke Sawarna kali ini ada di perjalanannya, belum di Spot menariknya. Pesan terbaik ane, kalo lagi dapet masalah, selesaikan dulu. Jangan kabur duluan . Tapi cari jeda singkat buat refreshing. Dan bagi ane “singkat” itu bukan 2 hari, tapi 2 jam

Spoiler for ada yang tahu ini buah apa namanya?:


Gw sebut perjalanan gw kali ini sebagai Labil Travelling

Udah bawa perlangkapan nginep berat2, bawa lampu senter tujuan Gua Lalay, handuk baju ganti dll malah ga jadi ngapa ngapain

Tapi itulah pilihan. Dan ini Cuma buat rasa penasaran ane dan kecintaan ane terhadap Sawarna menjadi semakin besar

Okelah, akhirnya saya pamit pulang kepada teman ngobrol di warung. Dia juga heran cape banget dari Bogor bolak balik lagi sehari. Ditawarin juga tidur aja di balai2 kecil depan warung (kayak balai2 ronda Siskamling) gratis. Saat itu kondisi hujan lumayan deras. Tapi ngga apa-apa lah...toh tadi pas berangkat udah kena hujan 4 kali.

Saya akhirnya ngeles, bilang ke teman ngobrol di warung itu kalo trip kali ini cuma survey (padahal peralatan nginep udah komplit ) dan takut keburu gelap di perjalanannya. Saya juga janji akan datang lagi kesini lebih lama, dan itu bukan sebuah janji yang muluk


Pukul 16.00, ane start berangkat pulang. Perjalan pulang melalui Pelabuhan Ratu yang tentu lebih cepat. Rencana awal pengen lewat Pl Ratu-Cikidang-Cibadak. Berhubung katanya di Cikidang itu gelap dan medannya berliku dan terjal,ane akhirnya lewat Cisolok-Warungkiara-Cikembar-Cibadak (ga ke kota Sukabumi). Estimasi ane magrib saat udah mulai gelap masih di daerah Pl Ratu, jadi mending lewat jalur normal aja.

Perjalanan pulang ga melalui Bayah, tapi memotong. Jadi kalo ngeliat rute perjalanan dari Bayah sampai ketemu Sawarna ketika berangkat, rute pulang ane ini tinggal teruuus saja hingga ketemu lagi Jalan Raya Pl. Ratu-Bayah (tembus daerah Cilograng)
nama daerahnya Simpang Ciawi. kalo bingung tanya aja pnduduk...

Dan jalannya luar biasa parah di pertengahan. Saya juga bingung ini mobil gimana cara lewatnya
Tanjakan terjal sekitar 45 derajat, tapi di tengah tanjakan itu aspal nya hilang jadi sisa batu2 cadas. Motor sempet nyangkut di batu itu di kemiringan. Rem tangan ama kaki udah pol polan banget dibejek biar motor ga melorot kebawah. Ini bener2 trek ajaib. Wajar 45 menit perjalanan ane hingga ketemu lagi jalur beradab jl Raya Pl Ratu-Bayah ga nemu 1 mobil selisipan sama sekali. Mobil tentu saja harus lewat Bayah dulu biar lebih manusiawi, kecuali mobil tipe jeep kali ya
Spoiler for ilustrasi:


Tapi selepas tanjakan gajebo itu, jalan mulai manusiawi lagi kok. Aspal walaupun ga terlalu mulus

Rating jalan Sawarna-Cilograng : R = 4
next>>
Setelah 45 menit, motor memasuki jalan besar keluar di derah Cilograng (Jl Raya Pl Ratu-Bayah). Selepas Cisolok, ane mampir bentar ke Pantai KarangHawu dan Citepus. Pantai nya cukup landai, tapi banyak anak muda ababil pacaran jadi udah mulai rame. Saat itu juga agak gerimis, jadi sunset juga ga keliatan
Spoiler for cisolok:



Setelah daerah kota Pelabuhan Ratu, mulailah nightmare perjalanan ane. Saat itu memasuki magrib (sekitar jam 18.00) hujan lumayan deras, ane tetep paksain jalan, dan ternyata jalur normal via Warungkiara sama saja : Gelap
Mobil-mobil yang lewat juga mulai berkurang. Saat ini ane udah ga kepikiran foto2 lagi, pengen cepet sampai rumah hee…

Spoiler for daerah Pl. Ratu:


Dan jalanannya ternyata ga sesuai dugaan di awal : bolong-bolong. Udah gitu lampu motor ga begitu terang jadi motor beberapa kali masuk lubang. Jegrug! Jengrug! Kasihannya kau, motor :

Kecepatan ane saat itu 30km/jam aja, ngikutin mobil dan motor di depan. Mungkin kalo siang hari agak nyaman lewat sini, tapi kalo malam hari, memang lumayan nyiksa.
Rating jalan Cilograng-Cisolok-Pl Ratu : R = 8
Rating jalan Pl Ratu – Warungkiara : R = 5

Saat lewat jalur ini rasanya kok ga sampai sampai. Padahal hanya sekitar 1-1.5 jam. Sebelumnya saat lawat Gunung Kencana di awal perjalanan malah enjoy banget. Mungkin karena malam hari dan ga bisa nikmatin pemandangan, jadinya uring2an sendiri di jalan. Hehe…

Sampai di daerah Warungkiara/Cikembar, perjalanan bisa diteruskan via Sukabumi atau potong jalur ke Cibadak langsung. Karena udah kepalang tanggung ketemu mulu jalanan yang bikin stress, jadinya potong jalur aja langsung ke Cibadak. Untungnya jalan lumayan bersahabat walaupun tetap gelap

Rating Warungkiara-Cibadak : R = 7

Keluar di Cibadak pukul 19.30, serasa kayak ketemu peradaban lagi haha…sempat kejebak macet di daerah Cimande, motor melaju mulus menuju Bogor dan tiba pukul 21.00.

Rating jalan Cibadak-Cicurug-Bogor : R = 8

Bener2 nice 0ne day trip....

Seperti yang udah ane bilang di awal, perjalanan ini yang ane tekankan bukan di spot sawarna nya, tapi di sensasi perjalanannya. Bagi ane, untuk saat itu perjalanan lebih berkasan. Next trip, Sawarna pasti akan jadi berkesan (karena jalanan udah hapal )

Terima kasih udah nyimak catatan kecil saya perjalanan One day trip ke Sawarna.
Sampai jumpa di FR di tempat lain.

Catatan :

-\tTIDAK DISARANKAN Trip ke Sawarna hanya satu hari
-\tPenginapan di Sawarna range 100-300rb, belum ditawar. Mungkin bisa aja dapet paling murah 75rb
- Hampir semua penginapan udah including makan 3x sehari.
-\tGunakan jasa guide lokal, itung2 bantu job utama mereka sebaai nelayan. Biasanya di penginapan Sawarna udah disediakan. paling kasih 50-100rb buat rombongan…kalo 20 orang kan berarti Cuma bayar 5000
-\tDi Sawarna ga ada rumah makan. Paling banter Cuma ada warung yang jual mi instan dan gerobak baso yang sangat sedikit. Jadi homestay adalah pilihan terbaik
-\tRekues barbekyu Gurita ama penginapan. Paling nambah2 biaya dikit. Jarang2 dapet spot pantai yang ada gurita segar. Worthed deh.
-\tTempat kemping paling oke di Tanjung Layar. Kalo lagi iseng bisa aja tidur malem2 di batu karangnya
-\tOmbak besar adanya Cuma pagi
-\tTempat sunrise terbaik katanya di Laguna Pari, tempat sunset katanya di Ciantir
-\tKalo mau ke Goa Lalay bawa sepatu boat. Daripada tar sandal nyangkut. Ama senter. Ane baca artikel katanya pernah ada anak mapala UI eksplorasi Goa Lalay 2 hari 2 malem ga ketemu2 ujungnya
-\tBelilah paling ngga satu barang atau makanan di Sawarna, ntah itu kopi, teh, buat memajukan perekonomian mereka. Weekdays adalah pilihan terbaik ke Sawarna, walaupun saat Weekend juga ga terlalu ramai. Saat weekdays serasa pantai punya sendiri
-\tSusur pantai buat nemukan spot pantai yang lebih sepi.
-\tBulan Feb-April ini terbaik ke Sawarna, karena sawah belum dipanen jadi masih kelihatan hijau.
-\tKalo bawa motor lewat Jembatan Gantung CIkaung, tips nya satu kaki di motor, satu kaki turun.. Usahakan jangan dua duanya kaki turun, kata yang udah pengalaman malah bikin ga seimbang.
-\tRetribusi Sawarna 2000, tapi kemarin ane ga ditagih. Ane pikir bayarnya di dalem, taunya ga ada hehe
-\tSemua homestay bagus.
-\tMobil parkir di luar jembatan Cikaung, denger2 tarif parkirnya 20rb
-\tPagi pagi mampir ke tempat sandar nelayan, beli gurita dari mereka. Guritanya segar segar dan kualitas ekspor lho. Gurita nelayan sawarna diborong ama bos besar dari daerah Jampang setiap hari. Jadi sebelum bos besar datang, belilah gurita dari nelayan. Nelayan jual ke bos besar 25rb/kg, bisalah kita beli lebih mahal dikit dari harga itu 
-\tAnak muda mincing ikan di Tanjung Layar pake tombak sambil nyelem. Katanya ikan banyak di deket2 karang sekitar Tanjung Layar
-\tKayaknya butuh sebuah rental sepeda di Sawarna. Cuma mikir2 kasian juga tukang ojek yang kadang2 mau nganter penumpang ke Laguna Pari
-\tJaga barang-barang pribadi dengan baik
-\tPastikan kendaraan dalam kondisi prima
-\tStok bensin 1 botol aqua buat yang biker sendirian, ditaruh di bagasi motor. Buat jaga jaga
-\tDi Sawarna ga ada ATM. Terakhir ane ngeliat ATM itu ada di Malimping. Ga eksplor lebih banyak di Bayah. Penginapan Cuma bisa cash, ga terima debit, CC, atau ngutang.
-\tJembatan Cikaung-Laguna Pari 2km
-\tCikaung-Tj Layar 700m
-\tCikaung-Homestay 100m
-\tCikaung-Kp Gempol (ada beberapa homestay disini) 800m

-\tJANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!!!!!!!!!!!!!!
-\tJANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!!!!!!!!!!!!!!
-\tJANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!!!!!!!!!!!!!!


Rekomendasi Berangkat sendiri

Pemandangan 30km pantai antara malimping-bayah.

1.\tBogor-Jasinga-Rangkasbitung-Gunung Kencana-Malimping-Bayah-Sawarna (220 km) = 7-9 jam. Spot macet di kota bogor, Dramaga, Leuwiliang
2.\tJakarta-Tangerang-Cikande-Rangkasbitung-Gunung Kencana-Malimping-Bayah-Sawarna (235 km) = 7-10 jam
Spot jalan rusak : Cikande-Rangkasbitung
Rekomendasi Pulang
1.\tMotor/mobil adventure tak beradab : Sawarna-Cilograng-Cisolok-Pl Ratu-Cikidang-Cibadak-Jakarta (tercepat) 7-8jam
2.\tMobil beradab : Sawarna-Bayah-Cisolok-Pl Ratu-Warungkiara-Cibadak-Jakarta (8-10 jam)

Rekomendasi Berangkat dengan kendaraan umum

- Bogor-Pl Ratu naik bus MGI AC 25rb atau non AC 20rb.
- Pl Ratu-Sawarna naik Elf 25-30rb, cuma 1 doang katanya dan berangkat pukul 12.30 CMIIW
- kalo ga dapet, naik elf ke Bayah 20rb, sambung dengan Ojek/Elf ke Sawarna 20rb

- terkadang dari Bogor ada Bus Rudi jurusan Bogor-Rangkasbitung-Bayah. cuma ga yakin harga dan kepastian jam nya.


Not Recommended


1.\tPerjalanan pergi/pulang malam/siang via Malimping-Saketi-Pandeglang.
2.\tPerjalanan via Cikande-Rangkasbitung
3.\tPerjalanan motor via Cikidang malam hari
4.\tPerjalanan keluar dari Sawarna diatas jam 18.00. Paling lambat kalo mau keluar pukul 16.00. Lewat pukul 18.00 sebaiknya menginap.
5.\tGodain cewe lokal
6.\tFree Sex di Sawarna
7.\tBuang Sampah sembarangan
8. Ngebut/terburu buru
9. Quote:Original Posted By Penjelajahx
rute pandeglang - Gn. Kencana - Malimping --> sangat ga recomended untuk jalan malem2, karena disekitar situ : sangat sulit nyari bengkel, tukang tambal ban ampir ga ada, kalo malam jarang ada kendaraan yg lewat, hampir ga ada lampu penerangan jalan, jarak antara rumah penduduk jauh2, dan dulu banyak maling nya..
dulu sebelum jalan saketi rusak, orang malimping pun pada ga mau lewat Gn. kencana malem-malem karena ga aman..





Bensin-Fuel


1.\tTersedia di Rangkasbitung,Malimping, Bayah, Pl Ratu
2.\tAntara Bogor-Rangkasbitung dan Jakarta-Rangkasbitung banyak jual bensin eceran
3.\tAntara Rangkasbitung-Cileles-Gunung Kencana hampir ga ada jual bensin eceran
4.\tBensin baru ditemui di Gunung Kencana
5.\tSetelah Gunung Kencana hingga Malimping bensin eceran juga jarang
6.\tPerjalanan Rangkas-Gn Kencana-Malimping jarang ditemui warung2 istirahat. Mungkin di Jalur Rangkas/Serang-Pandeglang-saketi-malimping lebih banyak.
7.\tSepanjang Cisolok-Pl Ratu-Cibadak banyak warung2 istirahat dan jual bensin
8. Di Malimping dan Bayah ga ada yang jual Pertamax. Di Rangkasbitung ga sempet teliti ngecek ane.

Total Biaya :

-\tBensin : 36rb PP
- \tDokter buat si motor : 23rb
- kopi : 4rb
-\tMakan : 19rb siang dan malam
-\tSnack : 10rb

-\tTotal : 92rb

Video - Pemandangan Sawarna

Ni nemu video pemandangan Sawarna...
sebatas Video klip salah satu Boyband sih...



Have a nice trip buat agan2 yang rencana mau ke Sawarna
Ternyata di Bogor ada Hidden Paradisoo
bisa jadi track Backpacker ane selanjutnya
Quote:Original Posted By daZZallucifer
Ternyata di Bogor ada Hidden Paradisoo
bisa jadi track Backpacker ane selanjutnya


di Banten, gan
kalo di bogor surganya lain lagi
wah mantep gan review nya...
ane mau nambahin dikit rute ke malimping (ortu ane asli dr malimping dua2nya)..

rute pandeglang - Gn. Kencana - Malimping --> sangat ga recomended untuk jalan malem2, karena disekitar situ : sangat sulit nyari bengkel, tukang tambal ban ampir ga ada, kalo malam jarang ada kendaraan yg lewat, hampir ga ada lampu penerangan jalan, jarak antara rumah penduduk jauh2, dan dulu banyak maling nya..
dulu sebelum jalan saketi rusak, orang malimping pun pada ga mau lewat Gn. kencana malem-malem karena ga aman..

rute pandeglang-saketi-Malimping --> jalan nya udah beberapa taun ga pernah dibenerin, padahal kalo dibenerin lebih cepet lewat jalan ini..cuma jalannya itu gan ..bolak belok trus dan dibeberapa tempat kiri kanan masih hutan..cuma rumah penduduk hampir bisa ditemuin di sepanjang jalan..

jalan dr malimping ke bayah emang top gan bisa ngeliat pantai disebelah jalan..
kalau lewat pelabuhan ratu - bayah pun menurut ane pemandangannya top markotop...apalagi ada satu bukit yg kita bisa ngeliat kebawah yg pemandangannya pantai dan sawah
Quote:Original Posted By Penjelajahx
wah mantep gan review nya...
ane mau nambahin dikit rute ke malimping (ortu ane asli dr malimping dua2nya)..

rute pandeglang - Gn. Kencana - Malimping --> sangat ga recomended untuk jalan malem2, karena disekitar situ : sangat sulit nyari bengkel, tukang tambal ban ampir ga ada, kalo malam jarang ada kendaraan yg lewat, hampir ga ada lampu penerangan jalan, jarak antara rumah penduduk jauh2, dan dulu banyak maling nya..
dulu sebelum jalan saketi rusak, orang malimping pun pada ga mau lewat Gn. kencana malem-malem karena ga aman..

rute pandeglang-saketi-Malimping --> jalan nya udah beberapa taun ga pernah dibenerin, padahal kalo dibenerin lebih cepet lewat jalan ini..cuma jalannya itu gan ..bolak belok trus dan dibeberapa tempat kiri kanan masih hutan..cuma rumah penduduk hampir bisa ditemuin di sepanjang jalan..

jalan dr malimping ke bayah emang top gan bisa ngeliat pantai disebelah jalan..
kalau lewat pelabuhan ratu - bayah pun menurut ane pemandangannya top markotop...apalagi ada satu bukit yg kita bisa ngeliat kebawah yg pemandangannya pantai dan sawah


Thanks tambahannya gan.
Iya bener, Gunung Kencana sepi banget. Tapi ane baru tau kalo ternyata lewat situ juga ga recomended buat mobil malem2...ane pikir motor aja
Siang hari sepinya juga kayak kuburan :

mudah2n yang lewat Saketi dibagusin jalannya.

ada satu rute lagi yang masih misterius bagi ane,, ke bayah-Rangkas lewat Cikotok
itu rutenya gimana gan?
Quote:Original Posted By andre.geim
Thanks tambahannya gan.
Iya bener, Gunung Kencana sepi banget. Tapi ane baru tau kalo ternyata lewat situ juga ga recomended buat mobil malem2...ane pikir motor aja
Siang hari sepinya juga kayak kuburan :

mudah2n yang lewat Saketi dibagusin jalannya.

ada satu rute lagi yang masih misterius bagi ane,, ke bayah-Rangkas lewat Cikotok
itu rutenya gimana gan?


maksudnya agan rute rangkas-malimping-bayah-cikotok??ada emang bus rangkas-cikotok, tp itu tetep lewat malimping (lewat saketi)..

setau ane ga ada deh jalan tembus ke rangkas langsung lewat cikotok..karena harus ke bayah dan ke malimping dulu..nanti coba ane tanya2 dulu, klo ada ntar ane kabarin lg...

biasanya sih, kalo ada tamu yg mau pulang ke rangkas atau pandeglang dan berangkatnya sekitar magrib, pasti disaranin mending lewat saketi daripada lewat Gn. Kencana walaupun jalan jelek..atau sekalian berangkat subuh2 lewat Gn. kencana...
sepertinya Pantai Sawarna ngak kalah ama Pantai Ujung Genteng...
sayang akses ke Sawarna ngak sebaik ke Ujung Genteng...
Quote:Original Posted By Penjelajahx
maksudnya agan rute rangkas-malimping-bayah-cikotok??ada emang bus rangkas-cikotok, tp itu tetep lewat malimping (lewat saketi)..

setau ane ga ada deh jalan tembus ke rangkas langsung lewat cikotok..karena harus ke bayah dan ke malimping dulu..nanti coba ane tanya2 dulu, klo ada ntar ane kabarin lg...

biasanya sih, kalo ada tamu yg mau pulang ke rangkas atau pandeglang dan berangkatnya sekitar magrib, pasti disaranin mending lewat saketi daripada lewat Gn. Kencana walaupun jalan jelek..atau sekalian berangkat subuh2 lewat Gn. kencana...

bukan gan

ini waktu ane kemarin kelewatan ke Cikotok. Katanya kalo terus aja bisa tembus ke Rangkasbitung

pas ane ngecek peta dapetnya kira2 gini rutenya
Spoiler for rute:


keluarnya di sekitar Cipanas-Sajira, lebih deket lagi dari Bogor
kalo dilihat dari peta sih jauh lebih pendek daripada lewat G Kencana atau Saketi...tapi kan ga tau kondisi jalannya disana gimana, jangan2 nerobos2 hutan n sawah penduduk

Quote:Original Posted By OnomSia
sepertinya Pantai Sawarna ngak kalah ama Pantai Ujung Genteng...
sayang akses ke Sawarna ngak sebaik ke Ujung Genteng...


mudah2n segera diperbaiki gan...
Busyet sendirian tuh gan :
Ane masih mikir2 dah klo berangkat sendiri
mantaps salut untuk sang petualang
pernah juga ane ke sawarna...
adem banget... jadi pengen balik kesana... cuma ngeliat perjalanannya memang gak cukup 2/4 jam...

nais info gan... ane pengen kesana lg pake rute ente
Quote:Original Posted By Penjelajahx
wah mantep gan review nya...
ane mau nambahin dikit rute ke malimping (ortu ane asli dr malimping dua2nya)..

rute pandeglang - Gn. Kencana - Malimping --> sangat ga recomended untuk jalan malem2, karena disekitar situ : sangat sulit nyari bengkel, tukang tambal ban ampir ga ada, kalo malam jarang ada kendaraan yg lewat, hampir ga ada lampu penerangan jalan, jarak antara rumah penduduk jauh2, dan dulu banyak maling nya..
dulu sebelum jalan saketi rusak, orang malimping pun pada ga mau lewat Gn. kencana malem-malem karena ga aman..

rute pandeglang-saketi-Malimping --> jalan nya udah beberapa taun ga pernah dibenerin, padahal kalo dibenerin lebih cepet lewat jalan ini..cuma jalannya itu gan ..bolak belok trus dan dibeberapa tempat kiri kanan masih hutan..cuma rumah penduduk hampir bisa ditemuin di sepanjang jalan..

jalan dr malimping ke bayah emang top gan bisa ngeliat pantai disebelah jalan..
kalau lewat pelabuhan ratu - bayah pun menurut ane pemandangannya top markotop...apalagi ada satu bukit yg kita bisa ngeliat kebawah yg pemandangannya pantai dan sawah

Ane ma temen2 pernah lewat sini malem hari Gan....spookyyy

ini FR-nya

Karena dari Bayah magrib, jadi ga liat apa-apa ke arah selatannya...
Quote:Original Posted By ivanhs
Busyet sendirian tuh gan :
Ane masih mikir2 dah klo berangkat sendiri


hihi...iya gan...cari temen buat rame2 kesana...pasti lebih asyik

Quote:Original Posted By kellystreess
mantaps salut untuk sang petualang



saya belum jadi petualang om

Quote:Original Posted By nubie.abdee
pernah juga ane ke sawarna...
adem banget... jadi pengen balik kesana... cuma ngeliat perjalanannya memang gak cukup 2/4 jam...

nais info gan... ane pengen kesana lg pake rute ente


ayo balik lagi ke Sawarna gan...eksplorasi semua rute karena beda2 pengalamannya dan sensasi nya

Quote:Original Posted By penggunanissan
Ane ma temen2 pernah lewat sini malem hari Gan....spookyyy

ini FR-nya

Karena dari Bayah magrib, jadi ga liat apa-apa ke arah selatannya...


wah siang aja spooky gan lewat Gn Kencana hee

iya, si agan reverse harusnya berangkatnya yang via Malimping
punya CP pemilik home staynya gan ?
kalo ada coba di PM yah gan..
Quote:Original Posted By thikuslupzcha
punya CP pemilik home staynya gan ?
kalo ada coba di PM yah gan..



coba ini aja gan yang saya dapet. ada banyak HS di Sawarna yang lain sih...

Sawarna Beach Home Stay:
085 259 055 425 - Sofi

Ibu Widi Home Stay:
081911282912

inspiring....!!!

info dan sharingnya pas tepat!!!!
go
×