Tanamkan Nilai Moral dan Agama Pada Anak



Quote:Kaskuser Sejati Tak Lupa Memberikan Rating Thread

Spoiler for rate:


Quote:TEST REPOST
Biar test akurat ane masukin keyword "Moral Agama Anak"
Spoiler for hasil test:


Quote:



Dalam kehidupan sehari-hari kerap kita temukan anak dengan kepribadian yang kurang terpuji misalnya sikapnya cenderung nakal, tidak sopan, suka berkata kasar dan jorok, tidak disiplin, tidak mau bekerjasama dengan teman, malas beribadah dan tidak mau berperilaku hormat pada orang yang lebih tua. Kondisi demikian sudah barang tentu menimbulkan keprihatinan para orangtua. Lantas apa yang menyebabkan sikap si anak terbentuk demikian ? Hal ini bisa terjadi karena proses pengasuhan dan pembinaan yang salah pada anak, selain juga akibat dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi dan lingkungan sekitar yang kurang kondusif.

Disinilah peranan orang tua memegang posisi penting terhadap pembentukan karakater anak, seperti sikap, pengetahuan, penalaran dan sebagainya. Keluarga sebagai ajang sosialisasi dan mempunyai kedudukan multifungsional sehingga proses pendidikan keluarga sangat berpengaruh bagi anak. Setiap interaksi dengan anak merupakan kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai terutama nilai moralitas dab agama karena kedua nilai ini merupakan pendidikan fundamental bagi anak dalam bersikap untuk mengarungi kehidupannya kelak dimasa yang akan datang.


Quote:FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB

Quote:1. Disiplin Yang Kaku



Dalam realita, terlepas diakui atau tidak, orangtua karena dalih kesibukan sering menerapkan disiplin kaku pada anak. Para orangtua cenderung bersikap otoristik, menuntut anak untuk menuruti perintah tanpa boleh banyak bertanya dan membantah. Anak diperlakukan seperti robot tanpa memikirkan efek psikologisnya pada anak.


Quote:2. Waktu yang Terbatas



Waktu yang diberikan oleh orangtua untuk memberi kasih sayang pada anak juga semakin sedikit, sehingga kedekatan anak dengan ayah ibunya juga jauh berkurang yang membuat anak merasa tidak nyaman dan merasa kurang diperhatikan. Sehingga si anak cenderung mencari pelampiasan untuk menuntaskan keinginan-keinginannya yang tidak didapatkan dari orangtuanya.


Quote:3. Dampak Negatif Teknologi dan Informasi



Hadirnya badai teknologi cenderung membuat anak malas dan berperilaku konsumtif. Di rumah, orangtua sering dipusingkan menghadapi perilaku anak yang memiliki hobi menonton televisi atau bermain game hingga berjam-jam notabene miskin akan unsur pendidikan. Ditambah lagi kondisi yang miris bermunculan bacaan-bacaan yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan sangat bebas beredar di pasaran. Anak dengan mudah memperoleh bacaan yang cenderung membentuk anak bermental buruk dan tidak menghargai lagi nilai-nilai moral dan agama. Belum lagi akses keterbukaan internet memudahkan anak untuk mengakses informasi yang belum layak mereka konsumsinya.


Quote:4. Lingkungan Sekitar Tidak Kondusif



Di lingkungan, orangtua juga terlalu sulit untuk membatasi kebiasaan bermain anak dengan teman sebaya hingga lupa waktu, meskipun para orangtua juga menyadari pengaruh buruk dari dari teman bermoral jelek juga tidak mungkin dapat dihindari. Ibarat makan buah simalakama, bila anak dikekang akan membuat anak stres. Bila dibiarkan membuat anak terlalu rentan terhadap kebiasaan buruk teman-temannya.


Quote:PENANAMAN NILAI MORAL DAN KEAGAMAAN SEBAGAI SOLUSI


Agar anak memiliki karakter positif maka sangat dibutuhkan kepedulian dan peran orangtua untuk menanamkan pengertian pada anak akan pentingnya berbuat baik, mengikuti aturan, membedakan mana yang benar dan salah serta berperilaku terpuji yang dikemas dalam bentuk penanaman nilai moral agama pada anak. Masa kanak-kanak menjadi proses pembentukan diri bagi setiap manusia, baik secara biologis, psikologis maupun sosiologis yang sangat signifikan bagi tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut. Tahap ini juga merupakan masa ketidakberdayaan anak, ketergantungan terhadap orang dewasa sangat besar. Oleh karena sudah menjadi kewajiban orangtualah untuk melakukan pengasuhan dan pembinaan terhadap anak, agar ia dapat berkembang secara optimal sehingga menjadi generasi yang berkualitas dari segala aspek. Menanamkan nilai moral dan keagamaan pada anak adalah salah satu tugas pokok yang harus dijalankan oleh para orangtua pada anaknya.

Penanaman nilai moral agama sangat ini sangat penting karena merupakan pondasi bagi kepribadian anak. Perlu dipahami bahwa anak terlahir dibekali neuron (sel syaraf) dalam otaknya. Oleh sebab itu, pada masa ini ia sangat memerlukan rangsangan pendidikan. Neuron-neuron yang tidak mendapat rangsangan pendidikan akan musnah lewat proses alamiah, dan proses ini berlangsung terus hingga remaja. Sangat disayangkan bila masa ini terlewatkan begitu saja.

Menanamkan nilai moral agama pada anak dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu: Quote:1. Kegiatan Latihan



Penanaman nilai moral agama harus dimulai sejak bayi dalam kandungan, yang didalamnya terkandung unsur latihan. Sang ibu disarankan banyak berbuat kebajikan dan makan-makanan yang halal. Hal ini semata-mata bukan untuk sang ibu saja, namun juga berguna bagi sang bayi. Sama halnya, pada saat bayi lahir diperdengarkan suara adzan bagi umat Muslim di telinga sebelah kanan dan iqomah di telinga sebelah kiri. Ini bertujuan untuk mengenalkan kalimat tauhid (ke-Esaan Tuhan) pada anak. Masa anak adalah masa reseptif, di mana nilai-nilai yang diajarkan oleh orangtua direkan pada memorinya. Pada saat ini otak berkembang begitu pesat, sehingga tepat sekali untuk mengajarkan apa saja kepada anak terutama yang berkaitan dengan nilai moral agama.


Quote:2. Kegiatan Aktivitas Bermain



Penanaman nilai moral agama dapat dilakukan melalui aktivitas bermain anak. Pada saat bermain pendidik/orangtua dapat memberikan motivasi pada anak untuk saling memaafkan. Sekedar contoh, pada saat anak-anak saling berebut dan bertengkar, maka orangtua harus memotivasi anak agar mau saling memaafkan. Dalam aktivitas bermain anak belajar mematuhi aturan yang berlaku dalam permainan serta belajar menerima hukuman jika seseorang bermain tidak mengikuti aturan.


Quote:3. Kegiatan pembelajaran



Penanaman nilai moral agama ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan non formal maupun formal. Non formal artinya dilaksanakan di dalam lingkungan masyarakat, sedangkan formal artinya dilakukan di lingkungan sekolah. Di sekolah penanaman nilai moral keagamaan umumnya terintegrasi dengan kegiatan di sekolah dan masuk kurikulum.



Quote: Quote:KIAT MENANAMKAN NILAI MORAL KEAGAMAAN

Secara sederhana dua kiat yang dapat ditempuh oleh orangtua agar penanaman nilai moral keagamaan pada anak dapat berjalan efektif yaitu dengan pembiasaan dan keteladanan.

Quote:1. Pembiasaan

Melalui pembiasaan anak akan menjadi terbiasa untuk berbuat sesuatu tanpa terpaksa. Bila anak dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik. Sebaliknya jika anak dibiasakan dengan keburukan serta terlantarkan niscaya ia akan menjadi orang yang berperilaku buruk dan cenderung merusak.

Secara prinsip bentuk pembiasaan yang baik yang perlu diberikan pada anak ada paling tidak ada 14 macam, antara lain :
(1) berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan;
(2) beribadah sesuai aturan dan keyakinannya;
(3) berbuat baik terhadap sesama makhluk Tuhan;
(4) selalu memberi dan membalas salam, berbicara dengan suara yang lemah dan teratur (tidak berteriak), mengucapkan terima kasih bila diberi sesuatu;
(5) membedakan mana yang benar dan salah;
(6) mentaati peraturan yang ada;
(7) menghormati orang tua dan orang yang lebih tua, mendengarkan dan memperhatikan orang lain berbicara;
(8) berbahasa sopan dan bermuka manis;
(9) senang bermain dan bekerjasama dengan orang lain, dapat memuji, mengakui kelebihan teman/orang lain;
(10) berani bertanya, mengemukakan pendapat dan mampu mengambil keputusan secara sederhana;
(11) suka menolong, mau memohon dan memberi maaf;
(12) menolong diri sendiri, memelihara kebersihan diri dan lingkungannya;
(13) berhemat;
(14) bertanggung jawab.


Quote:2. Keteladanan

Sementara melalui keteladanan anak akan cenderung berbuat baik seperti yang dilakukan langsung oleh para orangtua. Di sini orangtua harus menjadi contoh yang baik. Bila orangtua menyuruh sang anak untuk bangun pagi dan sembahyang, maka mereka harus mau bangun lebih awal dan mengajak anak untuk sembahyang. Bila anak disuruh bangun pagi dan sembayang sementara orangtuanya sediri tidak melakukan hal itu, hal itu bukanlah bentuk keteladanan yang baik.

Harus dipahami bahwa sesuai dengan karakteristiknya yang suka meniru, di lingkungan keluarga orang tua (ayah dan ibu) adalah teladan yang akan ditiru oleh anak, apapun bentuknya. Tidak peduli itu benar atau salah, merugikan atau tidak merugikan orang lain, memalukan atau tidak memalukan. Hal ini dikarenakan ayah dan ibu adalah tokoh yang diidolakan, diunggulkan dan dianggap orang yang terbaik, terpandai, terbijaksana dan ter…ter… yang lainnya. Sehingga jangan heran apabila anak tidak saja akan meniru tutur kata, sikap dan perilaku orang tua yang baik-baik saja, tetapi juga yang buruk termasuk yang menurut standar kesopanan dan moral sangat memalukan.


Menanamkan nilai moral agama pada anak perlu diberi porsi yang cukup agar kepribadiannya menjadi baik. Selain itu, anak juga perlu dikenalkan dengan konsep diri yang positif serta kedisiplinan, karena ini akan berimbas pada perilaku di masa remajanya. Terutama dalam hal bisa tidaknya ia memandang dirinya secara positif serta ketaatan terhadap segala bentuk aturan, adat istiadat dan budaya setempat tempat dimana ia hidup dan berinteraksi dengan orang lain maupun lingkungannya. Dengan tertanamnya nilai moral agama secara baik pada anak, anak akan mampu menfilter pengaruh buruk dari luar. Mampu memilih hal yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan sebagai seorang anak, mampu membedakan baik buruk, serta antara yang hak dengan yang bukan haknya. Oleh karenanya, ia siap untuk dididik menjadi generasi penerus bangsa yang dapat diharapkan perannya dalam pembangunan menuju kebesaran dan kejayaan bangsa di kemudian hari. Sementara itu bagi keluarga, jelas akan membawa nama harum keluarga dan orangtua karena perilaku dan tindakannya yang benar-benar terpuji.


Quote:KESIMPULAN DARI TS
  1. Peranan orangtua memegang pengaruh yang besar dalam tumbuh kembang anak. Pembinaan anak yang salah akan memberikan dampak negatif bagi pembentukan karakternya sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak terpuji.


  2. Orangtua harus proaktif dalam mengawasi perkembangan anak, pilihlah permainan yang representatif bagi anak. Penggunakan teknologi informasi perlu di batasi, sejauh itu masih memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak, tetapi jika dianggap telah memberikan preseden buruk bagi anak orangtua harus berani mengambil sikap tegas untuk melarangnya.


  3. Penanaman nilai moral dan agama merupakan keharusan bagi anak. Tanamkanlah nilai-nilai tersebut pada amat sedini mungkin karena semakin berkembang usia anak maka akan semakin sulit untuk mengarahkan mereka.


  4. Orangtua sebagai leader bagi anak-anaknya harus bisa memberikan contoh yang baik agar bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya.


SUMBER
Spoiler for sumber:





Pesan dan Harapan TSQuote:
Mari Budayakan pemberian cendol sebagai bentuk apresiasi
atas kerja keras TS dalam membuat trit






Quote:
Izinkan TS Menitipkan Pantun
Bersedih Lambang Simpati
Anggap Kiasan Membuang Duka
Jika Agan Bermurah Hati
Lemparkan Cendol Tandanya Suka
Quote:2. Keteladanan

harus ada seseorang yg menjadi teladannya yaitu orang tua..
rasanya percuma nyuruh anak ini itu ibadah dan sebagainya klo orang tua ga kasih contoh melalui tindakan..
Quote:Original Posted By ~GhaDux~
harus ada seseorang yg menjadi teladannya yaitu orang tua..
rasanya percuma nyuruh anak ini itu ibadah dan sebagainya klo orang tua ga kasih contoh melalui tindakan..


Tepat sekali gan, orangtua menjadi kunci pembentukan karakter anak. Anak punya kecenderungan mencontoh perbuatan yang dilakukan orangtuanya. Ibaratnya orangtua adalah guru di rumah bagi anak-anaknya. Orangtua yang baik adalah mampu memberikan teladan terhadap anak2nya. Contoh hal-hal baik kepada anak, jika menasehati anak supaya rajin sholat pastinya orangtua harus mengaplikasikan terlebih dahulu. Jika hal itu dilakukan maka secara naluriah anak akan melakukannya juga. Begitupun dengan perbuatan lainnya, anak akan menuruti apa yg dilakukan orangtuanya.
ane setuju sama yang ini " Pembiasaan"
mungkin dengan cara yang seperti ini bisa menjadikan anak lebih baik
cara ini terbilang biasa tapi pelaksanaannya mungkin yang agak repot
antara pihak anak dan orang tua juga harus ada komunikasi yang baik gan

dan ini penyebab yang ane setuju "Dampak Negatif Teknologi dan Informasi"
mungkin dipengaruhi juga dengan perkembangan zaman
itu yang membuat si anak mengikuti arus
hal ini paling susah untuk di antisipasi gan
Quote:Mampir Ya !
Inilah 12 Foto Olahraga Terbaik Sepanjang 2011
Mengapa Harus Ada Pohon Natal (Temukan Jawabannya Disini!)
Rumah Minimalis Akan Menjadi Trend 2012 [MUST SEE!]
[WooW]Legenda SantaClause & Kisah Perjalanan Santa
[HOT]Kontrol Diabetes Dengan Konsumsi Kacang Tiap Hari
[Must See]Game Paling Ditunggu di Tahun 2012
biasakan berdoa
itu yang ane biasakan pad dedek ane

setiap makan, minum, mau bobok misalnya

nais share Om Joje
Wow.. Bener2 wow niH trit...
Memang nilai2 agama, kdisiplinan dlm agama sangat2 penting untk dterapkn pada anak2 qt.. Dmulai dg kita para ortu yg hrs memberikn cntoh pd anak.. Dg sendiriny anak akan brtanya ttg kbiasaan ortunya...
Trkadang.. Pas ane lg waktunya, anak ane selalu nanya 'koq bunda gk penah colat?', jadi bingung jawabnya deh...


udah mulai membiasakan ke anak klo ibadah selalu di ajak,walaupun blm ngerti anak nya
intinya kasih contoh,kan anak itu copas
Quote:Original Posted By momod.Rogue
ane setuju sama yang ini " Pembiasaan"
mungkin dengan cara yang seperti ini bisa menjadikan anak lebih baik
cara ini terbilang biasa tapi pelaksanaannya mungkin yang agak repot
antara pihak anak dan orang tua juga harus ada komunikasi yang baik gan

dan ini penyebab yang ane setuju "Dampak Negatif Teknologi dan Informasi"
mungkin dipengaruhi juga dengan perkembangan zaman
itu yang membuat si anak mengikuti arus
hal ini paling susah untuk di antisipasi gan


Memang komunikasi yg kondusif antara anak dan orangtua dibutuhkan
Supaya anak merasa diperhatikan orang tuanya.

Menanggapi masalah dampak negatif teknologi, orang tua harus proaktif mengawasi anak2nya yg menggunakan teknologi
Jangan sampai orang tua lengah sehingga anak bisa terjerumus pada dampak negatif teknologi
Quote:Original Posted By wiraspy
biasakan berdoa
itu yang ane biasakan pad dedek ane

setiap makan, minum, mau bobok misalnya

nais share Om Joje


Cara yg ente lakukan sangat bagus gan
Orang tua harus memberi contoh yg baik bagi anak
Sebaiknya pembelajaran dilakukan pada anak sedini mungkin


Quote:Original Posted By izzayanicantixx
Wow.. Bener2 wow niH trit...
Memang nilai2 agama, kdisiplinan dlm agama sangat2 penting untk dterapkn pada anak2 qt.. Dmulai dg kita para ortu yg hrs memberikn cntoh pd anak.. Dg sendiriny anak akan brtanya ttg kbiasaan ortunya...
Trkadang.. Pas ane lg waktunya, anak ane selalu nanya 'koq bunda gk penah colat?', jadi bingung jawabnya deh...


Kalo bisa anak diberi penjelasan yang kira2 bisa dia pahami. Bilang aja sist " kata Tuhan mama sekarang gak boleh colat dulu ntar kalo dah bersih baru colat lagi" beri pengertian pada anak sesuai umurnya, anak gak boleh dikenalkan hal2 yg belum sewajarnya mereka dapatkan misal orangtua gak boleh bilang kalo ibu lagi menstruasi, gunakan istilah2 yg lebih bisa dipahaminya.
Tripost
Quote:Original Posted By antonius joje
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB

1. Disiplin Yang Kaku

2. Waktu yang Terbatas

3. Dampak Negatif Teknologi dan Informasi

4. Lingkungan Sekitar Tidak Kondusif


point2 diatas sangat sangat cocok sekali dan kebanyakan besar dialami oleh
keluarga yang tinggal di perkotaan, karena sepertinya orang tua harus berpacu dengan waktu demi segepok berlian "katanya".
terima kasih share nya gan
meluncur
Lingkungan sekitar yang tidak kondusif,adalah faktor paling dominan yang sering terjadi atau dialami oleh anak-anak Indonesia

Maka dari itu,sudah kewajiban orangtua untuk lebih mengawasi kegiatan bermain anak-anak mereka

keep update TS
bermanfaat bgt nih info om
ane sering bgt disuruh orang tua ane untuk sholat & mengaji
orang tua ane juga sering sholat & mengaji om
----
ane bantu om
bener gan. harus dibiasain juga sejak kecil untuk belajar agama
keren om joje..

kebiasaan juga penting,apalagi harus sejak dini..
hmmm... sip om..
cerita dikit ya ini untuk yang terbiasa di keluarga ane..

biasakan berdoa walau mungkin salah salah.. tapi walau salah harus tetep dipuji tuh si kecil..jadi biar ada motifasi

mulai umur 4 tahun udah di masukkan ke pengajian biar nantinya bisa terbiasa..trus ajarkan tepat waktu dan fokus pada sesuatunya dalam hal ini pengajiannya.

kasih dirumah fasillitas yang bisa mendukung moralitas si anak dalam hal ini tentang agama sperti buku2 doa", buku tentang bagaimana cara membaca tulisan Arab, dsb..

Hindarkan anak dari tontonan yang bisa menggoyahkan kegiatan pengajian.. misal : pas jamnya ngaji si anak malah nonton film kartun dsb.. biasakan dalam jam2 seperti itu tipi dimatikan.

"intinya mulailah segalanya dari hal yang terkecil"
yang ke 3 gan :

Teman" dan lingkungan sekitarnya gan..
jika temannya buruk maka anak akan mengikutinya. hati" gan
Quote:Lingkungan Sekitar Tidak Kondusif

ini yg parah
biasanya , lingkungan sekitar (masyarakat) yg kurang bagus menyebabkan perilaku anak menjadi tidak baik ...
dia cenderung mengkitu kebiasaan yg dilakukan oleh orang2 lingkungan sekitarnya....dan peran orang tua sangatlah penting