KASKUS

Kerajaan Sunda dari awal hingga akhir

mohon di dan ane tidak menolak
belum ada yg membahas kerajaan sunda dari awal sampai akhir nih. yg dimaksud ane adalah kerjaan yg berada di wilayah jawa barat dan banten atau kerajaan yg didirikan oleh orang sunda
ini adalah time line nya



1. Timeline
2. Arti Kata Sunda dan Philosopinya
3. Salakanagara
4. Tarumanegara
5. Kerajaan Kembar
6. Kerajaan Sunda
7. Kerajaan Galuh
8. Kerajaan Sunda - Galuh bersatu
8. Kerajaan Sumedang Larang
9. Daftar istilah
10. Kerajaan Cirebon
11. Kesultanan Banten
12. KUJANG
13.PRABU SILIWANGI
14. Aksara dan Angka Sunda
15.Dyah Pitaloka, Gajah Mada dan Perang Bubat yang Fenomenal
16.Kanjeng Ratu Roro Kidul


Arti Kata Sunda dan Philosopinya
Spoiler for Arti Sunda:


Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara sampai ke Galuh, Pakuan Pajajaran, dan Sumedang Larang. Kerajaan Sunda merupakan kerajaan yang cinta damai, selama pemerintahannya tidak melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Keturunan Kerajaan Sunda telah melahirkan kerajaan- kerajaan besar di Nusantara diantaranya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten, dll

Salakanagara
dengan ibukota di Teluk Lada Pandeglang (Rajatapura)
Spoiler for Kerajaan Salakanegara:


Tarumanegara
Spoiler for Tarumanegara:


Kerajaan Tarumanegara berakhir dan pecah menjadi dua kerajaan yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh


bersambung...
lanjutannya Gan
Kerajaan Kembar
Seperti telah diceritakan diatas, Kerajaan Tarumanegara pecah menjadi dua kerajaan yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Keduanya berstatus Negara independen dan merdeka. Namun seiring dengan berjalannya waktu, akibat perkimpoian diantara keluarga kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh terkadang kedua kerajaan berada dibawah pemerintahan seorang Raja yg memerintah sekaligus kedua Kerajaan itu. Berikut ane cantumkan Raja raja yg memerintah dikedua kerajaan. Yg ane warna merah berarti memerintah rangkap baik di Kerajaan Sunda maupun kerajaan Galuh.

Kerajaan Sunda
  1. Maharaja Tarusbawa , masa pemerintahan 669-723,
  2. Sanjaya Harisdarma, masa pemerintahan 723-732, cucu-menantu no. 1
  3. Tamperan Barmawijaya, 732-739
  4. Rakeyan Banga 739-766
  5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang 766-783
  6. Prabu Gilingwesi 783-795, menantu no. 5
  7. Pucukbumi Darmeswara 795-819 , menantu no. 6
  8. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus 819-891
  9. Prabu Darmaraksa 891-895, adik-ipar no. 8
  10. Windusakti Prabu Dewageng 895-913
  11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi 913-916
  12. Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa 916-942, menantu no. 11
  13. Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa 942-954
  14. Limbur Kancana 954-964, anak no. 11
  15. Prabu Munding Ganawirya 964-973
  16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung 973-989
  17. Prabu Brajawisesa 989-1012
  18. Prabu Dewa Sanghyang 1012-1019
  19. Prabu Sanghyang Ageng 1019-1030
  20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati 1030-1042


Kerajaan Galuh
  1. Wretikandayun 670-702
  2. Rahyang Mandiminyak 702-709
  3. Rahyang Bratasenawa 709-716
  4. Rahyang Purbasora 716-723 sepupu no. 3
  5. Sanjaya Harisdarma 723-724 anak no. 3
  6. Adimulya Premana Dikusuma 724-725 cucu no. 4
  7. Tamperan Barmawijaya 725-739 anak no. 5
  8. Manarah 739-783 anak no. 6
  9. Guruminda Sang Minisri 783-799 menantu no. 8
  10. Prabhu Kretayasa Dewakusalesywara Sang Triwulan 799-806
  11. Sang Walengan 806-813
  12. Prabu Linggabumi 813-852
  13. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus 819-891 ipar no. 12


Kisah Pergantian Raja di kedua kerajaan
Spoiler for kerajaan kembar:
Kerajaan Sunda - Galuh bersatu
  1. Darmaraja\t1042-1065
  2. Langlangbumi\t1065-1155
  3. Rakeyan Jayagiri Prabu Ménakluhur\t1155-1157
  4. Darmakusuma\t1157-1175
  5. Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu\t1175-1297
  6. Ragasuci\t1297-1303
  7. Citraganda\t1303-1311
  8. Prabu Linggadéwata\t1311-1333
  9. Prabu Ajiguna Linggawisésa\t1333-1340, menantu no. 8
  10. Prabu Ragamulya Luhurprabawa\t1340-1350
  11. Prabu Maharaja Linggabuanawisésa\t1350-1357, tewas dalam Perang Bubat
  12. Prabu Bunisora\t1357-1371, paman no. 13, adik no 11
  13. Prabu Niskala Wastu Kancana\t1371-1475, anak no. 11
  14. Prabu Susuktunggal\t1475-1482

Saat Wastu Kancana wafat, kerajaan sempat kembali terpecah dua dalam pemerintahan anak-anaknya, yaitu Susuktunggal yang berkuasa di Pakuan (Sunda) dan Dewa Niskala yang berkuasa di Kawali (Galuh). Sri Baduga Maharaja (1482-1521) yang merupakan anak Dewa Niskala sekaligus menantu Susuktunggal menyatukan kembali Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

Akhir Kerajaan Sunda-Galuh Bersatu
Susuktunggal dan Ningratkancana menyatukan ahli warisnya dengan menikahkan Jayadéwata (putra Ningratkancana) dengan Ambetkasih (putra Susuktunggal). Tahun 1482, kekuasaan Sunda dan Galuh disatukan lagi oleh Jayadéwata (yang bergelar Sri Baduga Maharaja). Sapeninggal Jayadéwata,
kekuasaan Sunda-Galuh turun ke putranya,
Prabu Surawisésa (1521-1535), kemudian
Prabu Déwatabuanawisésa (1535-1543),
Prabu Sakti (1543-1551),
Prabu Nilakéndra (1551-1567), serta
Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana (1567-1579). Prabu Suryakancana ini merupakan pemimpin kerajaan Sunda-Galuh yang terakhir, sebab setelah beberapa kali diserang oleh pasukan Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten.

Sebelum Kerajaan Pajajaran runtuh Prabu Surya Kancana memerintahkan ke empat patihnya untuk membawa mahkota kerajaan beserta anggota kerajaan ke Sumedang Larang yang sama- sama merupakan keturunan Kerajaan Sunda untuk meneruskan pemerintahan. Dengan demikian maka Kerajaan Sumedang Larang dianggap sebagai penerus Kerajaan Sunda Galuh
asik nihh... gelar tikar sambil num kopi..

yg skrg masi eksis "keraton" cirebon ya?

dibahas juga gan kedudukannya terhadap pemerintah Hindia Belanda.
Quote:Original Posted By pitaloka
belum ada yg membahas kerajaan sunda dari awal sampai akhir nih. yg dimaksud ane adalah kerjaan yg berada di wilayah jawa barat dan banten atau kerajaan yg didirikan oleh orang sunda
ini adalah time line nya


.


grafik aneh, emang Banten sama Cirebon mana duluan yang berakhir ?
bukannya Cirebon masih lestari ?
Kerajaan Sumedang Larang

Sebelum Kerajaan Pajajaran runtuh Prabu Surya Kancana memerintahkan ke empat patihnya untuk membawa mahkota kerajaan beserta anggota kerajaan ke Sumedang Larang yang sama- sama merupakan keturunan Kerajaan Sunda untuk meneruskan pemerintahan.

Kerajaan Sumedang Larang berasal dari pecahan kerajaan Sunda-Galuh yang beragama Hindu, yangdidirikan oleh Prabu Geusan Ulun Aji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Pajajaran, Bogor.

Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan. Yang pertama yaitu Kerajaan Tembong Agung yang berlokasi di Desa Cipaku Kecamatan Darmaraja (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur, memperlihatkan ke Agungan Yang Maha Kuasa) dipimpin oleh Prabu Guru Aji Putih pada abad ke XII.
Prabu Guru Aji Putih memiliki putra yang bernama Prabu Tajimalela dan kemudian pada masa zaman Prabu Tajimalela, diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti menerangi alam, Prabu Tajimalela pernah berkata “Insun medal; Insun madangan”. Artinya Aku dilahirkan; Aku menerangi. Kata Sumedang diambil dari kata Insun Madangan yang berubah pengucapannya menjadi Sun Madang yang selanjutnya menjadi Sumedang. Ada juga yang berpendapat berasal dari kata Insun Medal yang berubah pengucapannya menjadi Sumedang dan Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingnya.

Nama Raja-raja Kerajaan Sumedang Larang\t
  1. Prabu Guru Aji Putih\t900
  2. Prabu Agung Resi Cakrabuana / Prabu Taji Malela\t950
  3. Prabu Gajah Agung\t980
  4. Sunan Guling\t1000
  5. Sunan Tuakan\t1200
  6. Nyi Mas Ratu Patuakan\t1450
  7. Ratu Pucuk Umun / Nyi Mas Ratu Dewi Inten Dewata\t1530 - 1578
  8. Prabu Geusan Ulun / Pangeran Angkawijaya\t1578 - 1601


Akhir Kerajaan Sumedang Larang
Pada masa awal pemerintahan Prabu Geusan Ulun, Kerajaan Pajajaran Galuh Pakuan sedang dalam masa kehancurannya karena diserang oleh Kerajaan Banten yang dipimpin Sultan Maulana Yusuf dalam rangka menyebarkan Agama Islam. Oleh karena penyerangan itu Kerajaan Pajajaran hancur. Pada saat-saat kekalahan Kerajaan Pajajaran, Prabu Siliwangi sebelum meninggalkan Keraton beliau mengutus empat prajurit pilihan tangan kanan Prabu Siliwangi untuk pergi ke Kerajaan Sumedang dengan rakyat Pajajaran untuk mencari perlindungan yang disebut Kandaga Lante. Kandaga Lante tersebut menyerahkan mahkota emas simbol kekuasaan Raja Pajajaran, kalung bersusun dua dan tiga, serta perhiasan lainnya seperti benten, siger, tampekan, dan kilat bahu (pusaka tersebut masih tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun di Sumedang). Kandaga Lante yang menyerahkan tersebut empat orang yaitu Sanghyang Hawu atau Embah Jayaperkosa, Batara Dipati Wiradijaya atau Embah Nangganan, Sanghyang Kondanghapa, dan Batara Pancar Buana atau Embah Terong Peot.

Walaupun pada waktu itu tempat penobatan raja direbut oleh pasukan Banten (wadyabala Banten) tetapi mahkota kerajaan terselamatkan. Dengan diberikannya mahkota tersebut kepada Prabu Geusan Ulun, maka dapat dianggap bahwa Kerajaan Pajajaran Galuh Pakuan (sunda-Galuh) menjadi bagian Kerajaan Sumedang Larang, sehingga wilayah Kerajaan Sumedang Larang menjadi luas. Batas wilayah baratnya Sungai Cisadane, batas wilayah timurnya Sungai Cipamali (kecuali Cirebon dan Jayakarta), batas sebelah utaranya Laut Jawa, dan batas sebelah selatannya Samudera Hindia.

Secara politik Kerajaan Sumedang Larang didesak oleh tiga musuh: yaitu Kerajaan Banten yang merasa terhina dan tidak menerima dengan pengangkatan Prabu Geusan Ulun sebagai pengganti Prabu Siliwangi; pasukan VOC di Jayakarta yang selalu mengganggu rakyat; dan Kesultanan Cirebon yang ditakutkan bergabung dengan Kesultanan Banten. Pada masa itu Kesultanan Mataram sedang pada masa kejayaannya, banyak kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara yang menyatakan bergabung kepada Mataram. Dengan tujuan politik pula akhirnya Prabu Geusan Ulun menyatakan bergabung dengan Kesultanan Mataram dan beliau pergi ke Demak dengan tujuan untuk mendalami agama Islam dengan diiringi empat prajurit setianya (Kandaga Lante). Setelah dari pesantren di Demak, sebelum pulang ke Sumedang ia mampir ke Cirebon untuk bertemu dengan Panembahan Ratu penguasa Cirebon, dan disambut dengan gembira karena mereka berdua sama-sama keturunan Sunan Gunung Jati.

Maka sejak itu Kerajaan Sumedang Larang menjadi vassal state Mataram Islam.
Nice post gann
Apakah sistem kerajaan en akulturasinye masih tertata ampe sekarang?
istilah
Biar ga bingung membedakan istilah Kerajaan Sunda, Galuh, Pakuan, Padjajaran, pakuan Pajajaran, berikut ane jelaskan terlebih dahulu
  • Kerajaan Sunda = sebelum berdiri sebagai kerajaan yang mandiri, Sunda merupakan bawahan Tarumanagara. Raja Tarumanagara yang terakhir, Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirthabumi (memerintah hanya selama tiga tahun, 666-669 M), menikah dengan Déwi Ganggasari dari Indraprahasta. Dari Ganggasari, beliau memiliki dua anak, yang keduanya perempuan. Déwi Manasih, putri sulungnya, menikah dengan Tarusbawa dari Sunda. Tarusbawa memindahkan pusat pemerintahan ke Sunda, sehingga berdirilah kerajaan Sunda.
  • Kerajaan Galuh= Karena Tarusbawa memindahkan pusat kerajaan ke Sunda, maka kerajaan Galuh yg merupakan vassal state dari Tarumanegara menyatakan merdeka. Akhirnya berdirilah kerajaan Galuh.
  • Pakuan=adalah tempat tinggal untuk raja, biasa disebut keraton, kedaton atau istana
  • Padjajaran=berjajar
  • Pakuan Padjajaran=Istana yang berjajar, karena ada lima (5) bangunan keraton yang masing-masing bernama: Bima, Punta, Narayana, Madura dan Suradipati.
  • Karena nama yang panjang itulah mungkin orang lebih senang meringkasnya, Pakuan Pajajaran atau Pakuan atau Pajajaran. Nama keraton dapat meluas menjadi nama ibukota dan akhirnya menjadi nama negara. Contohnya : Nama keraton Surakarta Hadiningrat dan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang meluas menjadi nama ibukota dan nama daerah. Ngayogyakarta Hadiningrat dalam bahasa sehari-hari cukup disebut Yogya.

Sunda-Galuh=Pakuan Pajajaran
Kerajaan Cirebon

Asal muasal
Spoiler for asal muasal:


Pimpinan Cirebon
  1. Ki Gedeng Tapa (pendiri)
  2. Ki Gedeng Alang-Alang, menggantikan ki Ki Gedeng Tapa. Sebagai wakilnya, diangkatlah Raden Walangsungsang, yaitu putra Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja, Raja Sunda-Galuh/Pajajaran)
  3. Raden Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana, Sultan Cirebon Pertama
    Spoiler for Raden Walangsungsang:

  4. Sunan Gunung Jati (1479-1568)
  5. Fatahillah (1568-1570)
  6. Panembahan Ratu I (1570-1649)
  7. Panembahan Girilaya alias Panembahan Ratu II (1649-1677)
    Spoiler for Panembahan Girilaya:


Dengan kematian Panembahan Girilaya, maka terjadi kekosongan penguasa. Sultan Ageng Tirtayasa segera menobatkan Pangeran Wangsakerta sebagai pengganti Panembahan Girilaya, atas tanggung jawab pihak Banten. Sultan Ageng Tirtayasa kemudian mengirimkan pasukan dan kapal perang untuk membantu Trunojoyo, yang saat itu sedang memerangi Amangkurat I dari Mataram. Dengan bantuan Trunojoyo, maka kedua putra Panembahan Girilaya yang ditahan akhirnya dapat dibebaskan dan dibawa kembali ke Cirebon untuk kemudian juga dinobatkan sebagai penguasa Kesultanan Cirebon

maka semenjak itu, penguasa di Kesultanan Cirebon diangkat oleh Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten, artinya Kesultanan Cirebon menjadi vassal state Kesultanan Banten.
Kesultanan Banten
Bendera dan Wilayah

Spoiler for bendera dan wilayah:


Kesultanan Banten ane masukin kedalam jajaran Kerajaan Sunda karena tentu saja penduduknya masih orang Sunda, dan setelah meruntuhkan Pajajaran, Banten Mengklaim bahwa mereka adalah penerus kerajaan Pajajaran

Maulana Hasanuddin atau Pangeran Sabakingkin 1552 - 1570
Maulana Yusuf atau Pangeran Pasareyan 1570 - 1585
Maulana Muhammad atau Pangeran Sedangrana 1585 - 1596
Sultan Abu al-Mafakhir Mahmud Abdulkadir atau Pangeran Ratu 1596 - 1647
Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad 1647 - 1651
Sultan Ageng Tirtayasa atau Sultan Abu al-Fath Abdul Fattah 1651-1682
Sultan Haji atau Sultan Abu Nashar Abdul Qahar 1683 - 1687
Sultan Abu Fadhl Muhammad Yahya 1687 - 1690
Sultan Abul Mahasin Muhammad Zainul Abidin 1690 - 1733
Sultan Abul Fathi Muhammad Syifa Zainul Arifin 1733 - 1747
Ratu Syarifah Fatimah 1747 - 1750
Sultan Arif Zainul Asyiqin al-Qadiri 1753 - 1773
Sultan Abul Mafakhir Muhammad Aliuddin 1773 - 1799
Sultan Abul Fath Muhammad Muhyiddin Zainussalihin 1799 - 1803
Sultan Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin 1803 - 1808
Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin 1809 - 1813

Pada tahun 1808 Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1808-1810, memerintahkan pembangunan Jalan Raya Pos untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris. Daendels memerintahkan Sultan Banten untuk memindahkan ibu kotanya ke Anyer dan menyediakan tenaga kerja untuk membangun pelabuhan yang direncanakan akan dibangun di Ujung Kulon. Sultan menolak perintah Daendels, sebagai jawabannya Daendels memerintahkan penyerangan atas Banten dan penghancuran Istana Surosowan. Sultan beserta keluarganya disekap di Puri Intan (Istana Surosowan) dan kemudian dipenjarakan di Benteng Speelwijk. Sultan Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin kemudian diasingkan dan dibuang ke Batavia. Pada 22 November 1808, Daendels mengumumkan dari markasnya di Serang bahwa wilayah Kesultanan Banten telah diserap ke dalam wilayah Hindia Belanda.

Kesultanan Banten resmi dihapuskan tahun 1813 oleh pemerintah kolonial Inggris. Pada tahun itu, Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin dilucuti dan dipaksa turun tahta oleh Thomas Stamford Raffles. Peristiwa ini merupakan pukulan pamungkas yang mengakhiri riwayat Kesultanan Banten.
pun ...

alus lur :, dipedar sajentrena, lengkep sakabehna ... ti Pustaka Wangsakerta? ... kira2 aya sumber lian nu panuju jeung eta naskah? ...

kasebat di na Carita Parahyangan

11.A
Ndeh nihan Carita Para Hiyangan. Sang Resi Guru mangyuga Rajaputra, Rajaputra miseuweukeun Sang Kandiawan lawan Sang Kandiawati, sida sapilanceukan. Ngangaranan maneh Rahyangta Dewaraja. Basa lumaku ngarajaresi, ngangaranan maneh Rahyangta ti Medangjati, inya Sang Layuwatang. Basa angkat sabumi, jadi manik sakurungan, nu miseuweukeun Pancaputra, Sang Apatiyan, Sang Kusika, Sang Garga, Sang Mestri, Sang Purusa,

saha Sang Resi Guru?
mau kerajaan apa kek..dari sabang sampe merauke..sekali datang bangsa eropa..semua pada kena bantai..memang ga ada apa2nya dan ga ada yg perlu dibanggakan sejarah indo..
sebenarnya penyebab runtuhnya kerajaan2 di tatar sunda atas konflik apa sih? apa konflik internal atau eksternal yg dominan ?
ditunggu update nya gan, btw kok itu ending kesultanan cirebon ga dibahas?
apa kesultanan cirebon masih ada?

btw menanggapi tentang akhir kesultanan banten, sebenernya pusat pemerintahan banten waktu itu dimana sih? di kota serang? apa kerajaan nya benar benar dianggap berakhir ketika sultan terakhirnya melepaskan tahtanya?
Quote:Original Posted By Zetsubou_Leon
ditunggu update nya gan, btw kok itu ending kesultanan cirebon ga dibahas?
apa kesultanan cirebon masih ada?

btw menanggapi tentang akhir kesultanan banten, sebenernya pusat pemerintahan banten waktu itu dimana sih? di kota serang? apa kerajaan nya benar benar dianggap berakhir ketika sultan terakhirnya melepaskan tahtanya?


kan Cirebon masih lestari sampai sekarang
Quote:Original Posted By abijoz
grafik aneh, emang Banten sama Cirebon mana duluan yang berakhir ?
bukannya Cirebon masih lestari ?

Keraton Cirebon memang sampai sekarang masih lestari, tapi maksud ane adalah eksistensi Cirebon sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat. Sejak kematian Panembahan Girilaya tahun 1677, maka penguasa di Cirebon diangkat oleh Sultan di Banten. Berarti Cirebon masuk dalam kekuasaan Banten.
Quote:Original Posted By ihcoza
mau kerajaan apa kek..dari sabang sampe merauke..sekali datang bangsa eropa..semua pada kena bantai..memang ga ada apa2nya dan ga ada yg perlu dibanggakan sejarah indo..

Kejayaan itu berputar, dipergilirkan antar bangsa-bangsa, agar kita bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya. Beberapa abad yang lalu bangsa eropa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kekhalifahan Islam, dan sebelumnya lagi bangsa arab tidak ada apa-apanya dibandingkan kekaisaran romawi. tapi tidak peduli sedang jaya atau terpuruk selalu ada pelajaran yg bisa kita ambil
btw mau nanya mungkin sedikit oot, tapi ketika era kolonialisme seberapa jauh pengaruh kekuasaan voc dalam masyarakat sunda?

jangan" kayak hubungan masyarakat daerah bengkulu, lampung, yang diklaim sepihak sebagai daerah kekuasaan nya kekuasaan banten?
Quote:Original Posted By dionysusxxyyzz

saha Sang Resi Guru?


sigana mah aya hubunganna sareng Resi Dorna




btw ada yang tau ga simbol / umbul2 pada waktu era pajajaran. dulu ada yang ngasih tapi agak kurang greget soalnya dari game rome empire yang dimodif
jadi semacam simbol orang sunda. kalo indonesia kan pancasila simbolnya. nah kalo sunda apaan ya?
Punten, ngiring calik.
Sambil belajar.
×