Mengenal Sertifikasi IT

Dalam dunia IT, mungkin kita terampil dalam menggunakan aplikasi Microsoft Office, atau mahir dalam mengoperasikan Linux, atau expert dalam mengelola sebuah database. Tapi saat masuk ke dunia kerja, adakah yg tau bahwa kita memang menguasai atau ahli dalam bidang-bidang tersebut? Nah, sebagai salah satu sarana pembuktian bahwa kita memang menguasai bidang tertentu dalam dunia IT ini adalah dengan Sertifikasi IT.




Definisi

Secara garis besar sertifikasi IT adalah "sebuah bentuk penghargaan yang diberikan kepada seorang individu yang dianggap memiliki keahlian dalam bidang IT tertentu / spesifik". Bentuk penghargaan ini berupa sertifikat khusus yang umumnya disertai dengan titel tertentu. Jika pernah mendengar istilah semacam CCNA, MCTS, CEH, OCP, dlsb, itulah contoh titel bagi seorang pemegang sertifikat IT. Sertifikat IT ini berlaku Internasional dan dirilis / diterbitkan oleh vendor atau organisasi khusus yang tentunya sudah diakui secara Internasional juga. Bidangnya sendiri beragam, mulai dari sistem operasi, aplikasi, networking, programming, database, hingga IT management.

Spoiler for Contoh Logo & Titel Sertifikasi IT:


Pertanyaan pertama yg pastinya diajukan adalah "bagaimana cara mendapatkan sertifikat ini?"
Caranya sangat mudah, yaitu dengan mengikuti ujian di tempat2 khusus ujian resmi. Cara mengikuti ujian ini berikut hal2 lainnya yg terkait akan dibahas dibawah ini.


Jenis Sertifikasi IT

Pada dasarnya sertifikasi IT ini dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu Vendor Based dan Vendor Neutral.

Vendor Based
Sertifikasi vendor based adalah sertifikasi IT yg dikeluarkan oleh vendor tertentu dan materi ujiannya jelas mengacu pada produk atau teknologi yg memang dirilis oleh vendor tersebut. Contoh vendor yang merilis sertifikasi ini diantaranya Microsoft, Cisco, Oracle, Symantec, HP, Huawei, dst. Contoh title sertifikasinya misalnya MCTS, MCITP, OCP, CCNA, dst.

Vendor Neutral
Sesuai namanya, sertifikasi ini dirilis oleh suatu badan atau organisasi yg tidak terikat ke vendor manapun, dengan kata lain cakupannya global. Materi ujian untuk sertifikasi ini jelas sangat luas dan tentunya kita juga harus mengetahui produk dan teknologi dari multiple vendor. Dan karena cakupannya global maka sertifikasi Vendor Neutral umumnya memiliki rating yang lebih tinggi dibandingkan sertifikasi Vendor Based. Contoh organisasi yg merilis sertifikasi ini misalnya CompTIA serta EC-Council, dan contoh title sertifikasinya misalnya A+, Network+, CEP, CEH, dst.


Penyelenggara dan Pengatur Ujian

Seperti telah disinggung diatas, cara untuk mendapatkan sertifikasi ini sangat mudah, yaitu dengan mengikuti ujian di tempat2 khusus ujian. Ada banyak perusahaan yg bertindak sebagai penyelenggara ujian ini, namun dari sekian banyaknya hanya ada 3 perusahaan resmi yang umum terlibat sebagai penyelenggara ujian ini, yaitu Prometric, Pearson Vue (sering disingkat Vue saja), dan Certiport. Perusahaan2 tsb kemudian menunjuk perwakilan / partner di tiap2 negara untuk mempermudah proses pelaksanaan ujian ini. Dengan demikian, kita mengikuti ujian di perusahaan yg menjadi perwakilan / partner tersebut atau yg umum disebut dgn Authorized Test Center (ATC).

Spoiler for Diagram Proses dari Penerbit Ujian hingga ke ATC:

Baik Prometric, Vue ataupun Certiport umumnya menangani vendor atau organisasi yg berbeda. Misalnya ujian sertifikasi Microsoft ditangani oleh Prometric, ujian sertifikasi Office ditangani oleh Certiport, ujian sertifikasi Cisco dan Oracle ditangani oleh Vue, dst. Jadi jika Anda hendak mengikuti ujian sertifikasi, pastikan dulu sebelumnya sertifikasi yang hendak Anda ambil tersebut ditangani oleh siapa, apakah Prometric, Vue atau Certiport.


...bersambung ke bawah...
Materi dan Kode Ujian

Ini adalah hal yg sering ditanyakan oleh orang2 yg berminat untuk mengikuti ujian sertifikasi, yaitu materi ujian apa yg sebaiknya diambil? jawabannya jelas kembali ke diri kita masing2. Apa bidang yg kita kuasai maka itulah materi ujian yg sebaiknya kita ambil. Jangan pernah mengambil ujian sertifikasi karena trend atau sedang populer. Misalnya saat CCNA sedang populer maka kita ikut2an ambil ujian tersebut, padahal bidang yg kita kuasai adalah programming. Alhasil banyak orang yg gagal karena ikut2an trend tersebut. Ingat, sertifikasi yg kita ambil merupakan sebuah bukti pengakuan dari keahlian yg kita miliki.

Oleh karenanya, pikirkan baik-baik apa keahlian yg memang kita miliki / kita kuasai. Jika merasa belum memiliki keahlian apapun, kembalikan ke minat kita sendiri atau ke bidang pekerjaan yg sedang digeluti. Misalnya kita berminat untuk mempelajari Linux dan bercita2 ingin menjadi seorang Linux Administrator, maka cari tau terlebih dahulu vendor mana saja yg menyediakan sertifikasi Linux tersebut, apa saja garis besar materi ujiannya, berapa biaya ujiannya, dimana bisa mengikuti ujian tersebut, dan info2 lainnya yg dirasa perlu. Dengan adanya Internet, tentunya sangat mudah sekali mencari informasi2 tersebut.

Setiap materi ujian IT juga selalu memiliki kode yang unik yg lazim disebut dengan kode ujian atau Exam Code. Jadi jika telah menemukan materi ujian yang ingin diambil, perhatikan baik-baik kode ujiannya. Kode ujian ini bisa didapatkan di situs vendor atau di situs organisasi yg membuat ujian tersebut. Gambar berikut ini memperlihatkan contoh kode2 ujian yg bisa kita dapatkan di situs2 Internet.

Spoiler for Contoh Kode Ujian di Situs Penerbit Sertifikat:


Track Ujian

Hampir sebagian besar sertifikasi IT ini menerapkan sistem berjenjang atau level yang umum disebut dengan track ujian atau Exam Track. Sistem ini digunakan untuk memecah materi ujian kedalam bagian-bagian yang lebih kecil, diawali dengan materi dasar hingga materi lanjutan yang tentunya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Agar lebih mudah dalam memahami Track Ujian ini, perhatikan contoh berikut ini.

Misalnya kita telah lulus ujian Windows 7 Client Configuration dengan kode ujian 70-680, maka kita berhak mendapatkan sertifikat dan title MCTS. Namun jika diinginkan, kita dapat mengambil ujian lanjutannya yaitu ujian Windows 7 Enterprise Desktop Support Technician dengan kode ujian 70-685. Jika lulus juga maka kita berhak mendapatkan sertifikat dan title MCITP. Inilah yang disebut dengan track ujian. Artinya, jika kita ingin mendapatkan title MCITP tersebut maka kita harus mengikuti 2 buah ujian, yaitu ujian dengan kode 70-680 dan 70-685. Namun jika kita tidak ingin melanjutkan juga jelas tidak masalah, karena dengan lulus salah satu ujian juga kita sudah mendapatkan sertifikat dan title MCTS.

Ada juga track ujian yang bersifat mandatory atau keharusan. Contohnya sertifikat CompTIA A+. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut maka kita harus lulus 2 buah ujian, yaitu ujian dengan kode 220-701 dan 220-702. Jika kita baru lulus salah satu ujian saja, maka kita belum bisa mendapatkan sertifikat tersebut.

Informasi track ujian ini selalu dimuat di situs2 vendor atau organisasi pembuat sertifikat tersebut. Pelajari terlebih dahulu track ujian ini agar kita tidak salah melangkah jika memang ingin melanjutkan ke jenjang sertifikasi yg lebih tinggi lagi.

Spoiler for Contoh Track Ujian di Situs Penerbit Sertifikat:


Biaya Ujian

Ujian sertifikasi IT ini tentunya tidak gratis. Biayanya sendiri bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk satu kali ujian. Jika tidak lulus jelas uang tidak akan kembali yg artinya jika ingin mengulang kembali ujian tersebut maka kita harus membayar sejumlah uang lagi. Oleh karena itu, persiapkan diri sebaik2nya sebelum mengikuti ujian agar biaya yg sudah dibayarkan tidak sia2.


Pelaksanaan Ujian

Di tempat ATC, seorang staff yg disebut dengan Test Administrator (TCA) akan membantu kita dari mulai pendaftaran hingga ujian selesai. Ujiannya sendiri akan dilaksanakan di sebuah ruangan khusus yg diawasi oleh camera / cctv yg bertujuan untuk mempermudah pengawasan serta mencegah terjadinya kecurangan. Kita juga tidak diperkenankan untuk membawa barang apapun kedalam ruangan ujian. Tas, alat tulis, hingga handphone atau gadget yg kita bawa harus kita simpan terlebih dahulu di sebuah locker yang sudah disediakan.

Spoiler for Ruangan Ujian:


Di ruangan inilah kita melaksanakan ujian dengan menggunakan bantuan komputer. Jadi rangkaian soal2 yg harus dijawab ditampilkan di layar komputer dengan software khusus dan kita kemudian menjawab soal-soal tersebut hingga selesai. Ujian dengan menggunakan bantuan komputer ini lazim disebut dengan istilah CBT atau Computer Based Test.

Spoiler for Computer Based Test (CBT):


Setelah ujian selesai, hasilnya akan langsung diperlihatkan saat itu juga..!! Jika kita lulus, maka TCA akan memberikan lembar hasil ujian berupa score serta status lulus / tidaknya.

Spoiler for Contoh Lembar Hasil Ujian:


Dan hubungan peserta ujian dengan ATC selesai sampai disini. Berikutnya, kita tinggal menunggu konfirmasi selanjutnya dari vendor penerbit sertfikat tersebut yg akan dikirimkan via email. Untuk sertifikatnya sendiri ada 2 jenis, ada vendor yg masih menggunakan sertfikat hardcopy dan akan mengirimkannya via pos ke alamat kita namun ada juga vendor yg sudah menggunakan sertifikat softcopy / digital yg biasanya berupa sebuah file PDF. Informasi2 seperti ini akan selalu dikirimkan via email, oleh karenanya jika kita telah lulus ujian, rajin2lah memeriksa inbox email.

Spoiler for Contoh Paket Sertifikat Hard Copy:


Spoiler for Contoh Situs Download Sertifikat Digital:


Spoiler for Contoh Transkrip Resmi Hasil Ujian:


Tahapan secara garis besar untuk proses pelaksanaan ujian dari mulai pendaftaran bisa dilihat pada diagram berikut ini.

Spoiler for Diagram Pendaftaran hingga Pelaksanaan Ujian:


...bersambung ke bawah...
Jenis Soal Ujian

Ada 2 jenis soal yg akan kita dapatkan pada ujian sertifikasi IT, yaitu Direct Question dan Case Study.

Direct Question
Direct Question atau disebut juga Straight Question, adalah jenis soal langsung. Disebut langsung karena jenis soal ini tidak bertele2 alias langsung ke pokok pertanyaannya. Contoh dari soal langsung ini misalnya "Apa shortcut untuk melakukan perintah Save pada Notepad?".

Spoiler for Contoh Soal Direct / Straight Question:


Case Study
Sesuai dengan namanya, Case Study adalah jenis soal berupa studi kasus. Uraian soalnya umumnya sangat panjang dan mengharuskan kita untuk menganalisa kasus tersebut dengan cermat agar kita bisa mengetahui pokok permasalahannya dan apa yg ditanyakannya. Contoh dari soal studi kasus ini biasanya diawali dengan sebuah cerita, misalnya "Di sebuah company XYZ, terdapat 1000 unit PC client dan 10 server Linux. Arsitektur networknya menggunakan 5 buah router dan 200 switch dengan pola IP-Address. Dst.."

Spoiler for Contoh Soal Case Study:


Metode Penyampaian Soal

Ada banyak metode / cara yang digunakan dalam penyampaian soal ini, yaitu:

Multiple Choice
Nyaris sebagian besar ujian sertifikasi IT menggunakan metode Multiple Choice atau pilihan berganda ini. Faktor ketelitian mutlak diperlukan saat kita berhadapan dengan soal multiple choice ini karena banyak soal yg menjebak dengan memberikan pilihan jawaban yg hampir mirip.

Essay
Essay adalah soal yg harus kita jawab dgn rangkaian kalimat hasil pemikiran sendiri. Kendala umum yg dihadapi kita saat berhadapan dgn soal Essay ini adalah bahasa, kadang kita tahu jawabannya namun sulit untuk menuliskannya dalam bahasa Inggris.

Simulasi
Simulasi adalah soal yg harus kita jawab dengan mempraktekannya secara langsung pada sebuah simulasi atau peraga. Soal ini contohnya terdapat pada soal ujian sertifikasi Microsoft Office, misalnya saat ditanyakan bagaimana cara menyimpan file, maka yg harus kita lakukan adalah menjalankan perintah untuk menyimpan file tersebut pada aplikasi Word yg berupa simulasi.

Spoiler for Contoh Soal Simulasi:


Praktek
Soal ini umumnya terdapat pada sertifikasi yg berhubungan dgn dunia networking. Soal praktek ini mirip dengan simulasi dimana soal yg ditanyakan harus kita jawab dgn mempraktekannya secara langsung, bedanya adalah kita harus mempraktekannya pada alat / device yg sesungguhnya.

Presentasi
Soal presentasi umumnya terdapat pada sertifikasi IT yg berhubungan dgn dunia training IT, misalnya jika kita ingin meraih sertifikat sebagai seorang trainer CompTIA atau CEI, maka kita diharuskan untuk melakukan presentasi dgn topik-topik yg telah ditentukan.


Persiapan Ujian

Setelah kita mengetahui beberapa hal tentang apa itu ujian sertifikasi IT dan bagaimana cara mendapatnya, tentunya kita harus mempersiapkan diri kita. Beberapa persiapan yg harus diperhatikan diantaranya adalah sbb.:

Bahasa
Sertifikasi IT berlaku dan diakui secara Internasional, dan bahasa yg dipergunakan jelas adalah bahasa Inggris. Dari mulai formulir pendaftaran ujian, formulir feedback, petunjuk pelaksanaan ujian hingga soal2 ujiannya semuanya menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu persiapkan juga kemampuan kita dalam bahasa Inggris ini.

Pengalaman lapangan
Real World Experience atau pengalaman lapangan di dunia nyata adalah "mutlak" diperlukan. Jangan pernah nekad mengambil ujian sertifikasi jika kita belum memiliki pengalaman lapangan sama sekali. Pengalaman ini tentunya bisa didapatkan dengan berbagai cara, walaupun kadang tanpa kita sadari. Misalnya karyawan yg sehari2 memang bekerja di bagian IT sudah pasti memiliki pengalaman lapangan ini. Atau misalnya kita pernah membantu instalasi dan konfigurasi jaringan saat teman kita membuka warnet, ini juga bisa dibilang pengalaman. Atau barangkali saat kuliah kita terlibat sebagai teknisi dan asisten di lab kampus, maka ini juga sudah termasuk kedalam pengalaman lapangan. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Konsep dan teori
Pengalaman tanpa didukung konsep dan teori adalah suatu hal yg percuma, oleh karenanya perluaslah keahlian kita dengan pengetahuan dari sisi teori serta konsepnya. Contoh nyata dari hal ini adalah banyak sekali para programmer yg bisa dibilang ahli dalam merancang sebuah aplikasi, namun saat ditanya bagaimana flowchart atau algoritma dari aplikasi tersebut mereka sama sekali tidak tau. Atau seorang network administrator yg sangat ahli dalam merancang jaringan berikut routingnya tapi tidak tau bahkan tidak mengenal apa itu 7 layer OSI. Nah contoh2 ini menjelaskan sebuah pengalaman lapangan yg menjadi percuma karena tdk didukung oleh konsep dan teori yg memadai.

Banyak sumber pembelajaran yang bisa kita gunakan untuk mendalami konsep dan teori ini. Bisa dari buku2 persiapan ujian, menelusuri beragam technical blog, bergabung ke forum2 diskusi, dlsb.

Spoiler for Contoh Buku2 Persiapan Ujian Sertifikasi:


Latihan Soal2 Ujian
Latihan soal2 ujian jelas harus dilakukan agar kita mengenal dan terbiasa menghadapi beragam tipe soal ujian yg akan kita hadapi. Di Internet banyak sekali resources yg menyediakan latihan soal2 ujian ini.

Training
Banyak Training Center yg menyelenggarakan training persiapan ujian sertifikasi, dan di kalangan publik kemudian muncul opini bahwa jika kita ingin lulus ujian sertifikasi maka kita harus mengikuti training dulu. Opini ini sama sekali tidak benar. Tujuan dari training adalah sekedar untuk membantu pemahaman kita terhadap materi ujian, tapi jelas tidak menjamin bahwa kita akan lulus setelah mengikuti training ini. Banyak para pakar IT yg memiliki sederetan sertifikasi IT tanpa pernah sekalipun mengikuti training ini alias belajar sendiri secara otodidak.


...bersambung ke bawah...
Benefit

Nah.. setelah uraian tulisan yg cukup panjang tersebut, apa sebetulnya benefit yg bisa kita dapatkan dengan memiliki titel dan sertifikat IT ini?

Memberikan Nilai Tambah untuk Meningkatkan Daya Saing dalam Bidang IT
Setiap tahunnya semakin banyak para sarjana yg dihasilkan di Indonesia, dan peluang masuk kedalam dunia kerja tentunya akan membawa kita untuk bersaing dengan para sarjana tersebut. Disinilah perlunya sebuah nilai tambah atau nilai lebih dari kita yg setidaknya memberikan sedikit perbedaan dan tentunya sebuah keunggulan tersendiri. Dan salah satunya yg bisa memberikan nilai tambah tersebut adalah sertifikat IT.

Mendapatkan Pengakuan Internasional untuk Kompetensi atau Skill dalam Bidang IT Tertentu
Sertifikat IT mendapatkan pengakuan secara Internasional, hingga ke negara mana pun kita membawa sertifikat tersebut, maka sertifikat tersebut selalu diakui. Hal ini jelas bisa meningkatkan peluang karir kita untuk merambah ke negara2 lain.

Meningkatkan Peluang Karir Professional dalam Bidang IT
Dalam dunia kerja, banyak perusahaan memiliki pandangan dan penilaian lebih terhadap karyawannya yg telah memiliki sertifikat IT. Hal ini akan berdampak pada peningkatan karir bagi kita yg tentunya akan berdampak pula pada peningkatan salary atau kesejahteraan kita di perusahaan tersebut.

Pengakuan dan Kebanggaan keluarga
Mendapatkan sertifikat IT bisa dibilang merupakan prestasi bagi kita mengingat cara memperolehnya yg memang tidak mudah. Dan prestasi ini tentunya akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita maupun bagi orang tua kita.


Penutup

Akhirnya selesai juga rangkaian tulisan ini. Sebetulnya masih ada beberapa yg mau ditambahkan, tapi belum sempat disusun, mungkin bertahap akan saya update kembali artikel ini.
Akhir kata, mudah2an apa yg saya tulis disini bisa bermanfaat dan ada gunanya, terutama bagi rekan2 yg ingin ataupun sedang merintis karir di bidang IT


Tautan / Referensi

Berikut ini beberapa tautan yg mungkin diperlukan untuk mencari informasi tentang sertifikasi IT ini.
Spoiler for Tautan / Referensi:


--------------------------------------------------------------------------
Tulisan Saya yang Lain:
masa "nais info gan" ????
Wow....
Jelas dibutuhkan usaha dan kerja keras buat dapet begituan ya, om ?
Kapan ya gw bisa dapet sertifikat taraf internasional ...
ulangan aja nyontek mulu
mau deh ikut kalau ada ginian di kota ane daripada sok tahu tidak ada bukti
coba kalo pake bahasa indonesia,
pasti lebih mudah,
soalnya english ane msh cetek
Quote:Original Posted By .clear.
masa "nais info gan" ????


salah posting kemaren itu, keburu mencet submit di tab browser yg salah, taunya masuk ke Lounge.. makanya dipindahin kesini..

Quote:Original Posted By s3mprul

Wow....
Jelas dibutuhkan usaha dan kerja keras buat dapet begituan ya, om ?
Kapan ya gw bisa dapet sertifikat taraf internasional ...
ulangan aja nyontek mulu


ada bbrp perusahaan yg ngasih kesempatan buat staff IT-nya untuk ngambil sertifikasi ini.. jadi kalo mau ujian sertifikasi ini ntar tunggu dibayarin kantor aja..
kalo usaha dan kerja keras sih iya, mungkin dari sisi belajarnya ya.. tapi dibawa santai aja lah..

Quote:Original Posted By b3l3ng

mau deh ikut kalau ada ginian di kota ane daripada sok tahu tidak ada bukti


kondisi di lapangan banyak juga lho yg punya sertifikasi kaya gini tapi gak tau apa2.. soalnya dulu2 gampang sekali buat dapetin sertifikasi it ini.. baru mulai 2009/2010 tiap2 vendor secara bertahap membenahi soal2 ujiannya.. dari mulai masalah random-nya, tingkat kesulitannya sampai prosedur ujiannya...

contohnya ujian ccna (cisco), dulu sih biasa2 aja.. sekarang kalo mau ikut ujian itu mesti difoto dulu di tempat dan kita mesti kasih ttd digital juga... ntar foto dan ttd-nya dikirim sebagai salah satu bukti otentik bahwa kita bener2 ikut ujian itu...

btw, saya ada data lengkap bbrp tempat ujian sertifikasi di Indonesia, ntar saya update lagi..
Quote:Original Posted By anymph

coba kalo pake bahasa indonesia,
pasti lebih mudah, soalnya english ane msh cetek


bbrp exam / ujian tidak selalu pake bhs Inggris, ada juga yg menyediakan bbrp bahasa alternatif, seperti misalnya French, German, Japanese, Korean, dan Chinese... cuman bhs Indonesia emang belum, ntar kalo bhs Ind udah jadi bhs Internasional baru bisa..
Asik gan.., ane jga mau ikut tu ujian aja ntar., tpi sbelum itu ane prbaiki dulu bhasa inggris ane yg amburadul
gan,ane mau nanya,klo pendidikannya sendiri itu dmn aja ya?sypa aja yang menyelenggarakannya,trus kira2 brp biayanya? tx bgt nih infonya..
trit bagus...

good job..
Kalo post g nanggung2 agan yg ini

Keren gan , Nice Info
wah
lengkap ,komplit infonya
keren gan
Quote:Original Posted By dimas ageng w

gan,ane mau nanya,klo pendidikannya sendiri itu dmn aja ya?sypa aja yang menyelenggarakannya,trus kira2 brp biayanya? tx bgt nih infonya..

sorry... baru sempat kesini lagi..
untuk pendidikan bisa belajar sendiri bro.. karena ini sifatnya hanya ujian saja.. jadi kita mau belajar otodidak pun jelas gak masalah..
training memang banyak yg menyelenggarakan, yaitu training persiapan ujian, tapi seperti yg saya tulis di artikel tersebut training ini hanya sekedar membantu pemahaman materi ujian saja tapi tdk menjamin bahwa kita akan lulus ujian jika mengikuti training tersebut..
untuk biaya ujiannya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah

Quote:Original Posted By dr.retro26
trit bagus...
good job..


Quote:Original Posted By denys09
Kalo post g nanggung2 agan yg ini
Keren gan , Nice Info


Quote:Original Posted By Mirzha1806
wah
lengkap ,komplit infonya
keren gan


thx... mudah2an artikel ini ada gunanya..
wah trit nya bagus nih info nya...
gan kalo ccna gitu.. certi nya ada exp yah? trs ada paket bhs indo sama ing yah? tau ga gan harga ny brp? hehe






a second ago · Like · Add as Friend Victor08™
dopost
Quote:Original Posted By victor08

wah trit nya bagus nih info nya...
gan kalo ccna gitu.. certi nya ada exp yah? trs ada paket bhs indo sama ing yah? tau ga gan harga ny brp? hehe


Untuk biaya ujian CCNA terus terang lupa, cuman dulu kalo gak salah sekitar 250 USD per track ujiannya.. Sertifikasi CCNA ini juga bisa diambil dengan dua cara:

Cara 1 --> 1 kali ujian
Ujian CCNA dengan kode ujian 640-802, jika lulus maka kita akan dapat sertifikat dan titel CCNA..

Cara 2 --> 2 kali ujian
Ujian ICND1 dengan kode ujian 640-822 dan ujian ICND2 dengan kode ujian 640-816. Jika lulus kedua ujian tersebut maka kita akan dapat sertifikat dan titel CCNA. Namun jika hanya lulus salahsatunya saja maka kita dapat titel dan sertifikat CCENT.

Ciri khas ujian sertifikasi dari Cisco:
  • Ujian CCNA ditangani oleh Pearson-Vue, jadi kalo mau ujian ini kita mesti cari tempat ujian yg merupakan Vue Authorized Test Center.
  • Dibandingkan ujian2 lainnya, sistem ujian CCNA ini lumayan ketat, pada saat hendak mengikuti ujian kita akan difoto dulu dengan kamera khusus yg ada di tempat pelaksanaan ujian kemudian kita juga diharuskan untuk menuliskan tandatangan kita pada sebuah pad digital khusus yg juga sudah disediakan di tempat ujian.
  • Pelaksanaan ujian CCNA tidak mengenal tombol "Back" seperti halnya ujian2 lainnya. Jadi kalo kita sudah mengerjakan soal no 3 maka kita tidak bisa kembali lagi ke soal no 1 ataupun no 2, melainkan hanya bisa lanjut ke soal berikutnya yaitu soal no 4.. Sistem pengerjaan soal seperti inilah yg membuat sertifikasi CCNA memiliki "gengsi" tersendiri dibandingkan sertifikat2 lainnya..
  • Lalu betul seperti yg bro bilang, CCNA ada masa berlakunya, yaitu hanya berlaku 3 tahun. Setelah lewat 3 tahun kita harus mengambil ujian lagi yg disebut dgn ujian re-sertifikasi.
  • Jumlah soal ujiannya sekitar 45 s/d 50-an soal dengan waktu pengerjaan sekitar 90 menit...
  • Dan yg terakhir, untuk bahasa hanya tersedia bahasa Inggris, Jepang, Prancis, dan .... (sisanya lupa).. cuman yg pasti gak ada bahasa Indonesia..


Gitu deh dan mudah2an membantu..
Ijin Nyimak n aja

keren gan, sertifikat yang biaya studynya murah apa nih