KASKUS






Buat yang ingin berkontribusi atau memberi masukan, silahkan langsung saja share, kalo dirasa perlu buat ditambahkan di page one bisa VM/PM saya misal saya melewatkan,
jangan lupa misalnya copas darimana silahkan dicantumkan asal muasalnya dan pake tag [.code][/code.] (tanpa titik) yah..
hormatilah sesama sarjana copy paste

Top Kontributor trit

# Curavee
# Will65
# Whend82
# h13ns
# dilopez
# mamang.koprol
# ....



Link yang berguna

Spoiler for :
PUPUK
Pupuk merupakan bahan organik maupun bahan anorganik yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga pertumbuhan tanaman optimal atau mampu berproduksi dengan baik. Dalam hal ini, pupuk berbeda dari suplemen tambahan. Pupuk mengandung bahan baku pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sedangkan suplemen seperti hormon tumbuhan hanya membantu melancarkan proses metabolisme tumbuhan.

=== Pupuk berdasarkan sumber bahan ===

Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk: (1) [[pupuk organik]] atau pupuk alami ([[bahasa Inggris]]: ''manure'') dan (2) [[pupuk kimia]] atau pupuk buatan (Ing. ''fertilizer''). Pupuk organik mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Pupuk kimia biasanya lebih "murni" daripada pupuk organik, dengan kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya; keunggulannya adalah ia dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif.


Tambahan :
Spoiler for :

=== Pupuk berdasarkan bentuk fisik ===

Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

=== Pupuk berdasarkan kandungannya ===

Terdapat dua kelompok pupuk berdasarkan kandungan: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk paling tidak mengandung dua unsur yang diperlukan. Terdapat pula pengelompokan yang disebut pupuk mikro, karena mengandung [[hara mikro]] (''micronutrients''). Beberapa merk pupuk majemuk modern sekarang juga diberi campuran zat pengatur tumbuh atau zat lainnya untuk meningkatkan efektivitas penyerapan hara yang diberikan.

Source: id.Wikipedia


Seputar Unsur hara dalam Pupuk yang dibutuhkan tanaman


Aplikasi pemupukan, lebih spesifik :

Seputar Kompos dan Pupuk Organik

Spoiler for :


All About MOL / Bioaktivator/Effective Microorganism (EM)
Spoiler for :


FAA (Fish Amino Acid) by: mamang.koprol
Spoiler for :
Tips : Unsur Hara Tanaman

1. Nitrogen ( N )
Nitrogen adalah unsur hara makro utama yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak.

Nitrogen di dalam tanaman merupakan unsur yang sangat penting untuk pembentukan protein, daun-daunan dan berbagai persenyawaan organik lainnya. Nitrogen ditinjau dari berbagai sudut, mempunyai pengaruh positif sebagai berikut :
a. Besar pengaruhnya dalam menaikkan potensi pembentukan daun-daun dan ranting.
b.Mempunyai pengaruh positif terhadap kadar protein pada rumput dan tanaman makanan ternak dan lainnya.
c.Pada berbagai tanaman gandum menaikkan kadar protein pada butir gandum.

Gejala kekurangan unsur N :
-warna daun yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning.
-daun menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
-Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh terhadap pembuahan sehingga buahnya tidak sempurna, umumnya kecil dan cepat matang.

Gejala Kelebihan unsur N :
-tanaman akan tampak terlalu subur, ukuran daun akan menjadi lebih besar.
-batang menjadi lunak dan berair (sekulensi) sehingga mudah rebah dan mudah diserang penyakit.
-penundaan pembentukan bunga, bahkan mudah lebih mudah rontok dan pemasakan buah cenderung terlambat.

2. Fosfor ( P )
Gejala kekurangan unsur P :
-warna daunnya akan tampak tua dan sering tampak mengkilap kemerahan.
-Tepi daun bercabang.
-batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
-Jika tanaman berbuah, buahnya kecil, tampak jelek dan lekas matang.

Gejala kelebihan unsur P :
-tumbuhan kerdil.
-Warna daun berubah menjadi ungu atau coklat mulai dari ujung-ujung daun.

3. Kalium ( K )
Gejala kekurangan unsur K :
-daun terlihat lebih tua.
-batang dan cabang lemah dan mudah rebah.
-muncul warna kuning ditepi daun yang sudah tua yang akhirnya mengering dan rontok.
-daun keriting dimulai daun yang paling tua.
-kematangan buah terhambat.
-ukuran buah menjadi lebih kecil dan mudah rontok.

4. Kalsium ( Ca )
Kalsium penting untuk tanaman dan tanah. Kalsium merupakan bagian dari semua sel tanaman. Di dalam tanaman, ia bersifat immobial. Ia tidak bergerak dari daun-daun muda, sehingga menyediakan kalsium yang berkesinambungan sangat mutlak selama siklus hidup tanaman yang bersangkutan.Bagi tanah kalsium yang seimbang jumlahnya dapat memperbaiki struktur tanah.

Gejala kekurangan unsur Ca :
-tepi daun muda yang mengalami klorosis.
-Kuncup-kuncup muda akan mati karena perakarannya yang kurang sempurna.
-Kalaupun ada daun yang muncul, warnanya akan berubah dan jaringan di beberapa tempat pada helai daun akan mati.

Gejala kelebihan unsur Ca :
-Akar tanaman tidak mampu tumbuh memanjang dengan cepat.
-menghalangi pertumbuhan serta mekarnya daun-daun muda dan pucuk-pucuk.
-menghalangi pertumbuhan bagian tepi daun, oleh karena itu daun-daunnya menjadi keriting.

5. Magnesium ( Mg )
Gejala kekurangan unsur Mg :
-daun mengalami klorosis dan tampak ada bercak-bercak coklat.
-Daun yang semula hijau segar menjadi kekuningan dan tampak pucat.
-Warna kekuningan inipun timbul diantara tulang-tulang daun.
-Daun mengering dan kerap kali langsung mati.

Gejala kelebihan unsur Mg :
-Daun berwarna kuning, hal terjadi karena pembentukan klorofil terganggu.
-Pada tanaman jagung kekahatan Mg terlihat pada daun adanya garis-garis kuning yang agak menonjol sedangkan pada daun-daun muda keluar lender terutama bila kekahatan sudah berlanjut.

6. Belerang ( S )
Belerang diserap oleh tanaman sebagai anion SO42-. Peranan fisiologisnya analog dengan nitrogen, sebab keduanya merupakan penyusun protein.

Peranan unsur belerang (S) adalah :
-Sebagai koenzim yang terlibat dalam rantai transfer electron pada respirasi dan fotosintesis.
- Bahan produksi sekunder yang mudah menguap .

Gejala kekurangan unsur S :
-daun muda yang berubah menjadi hijau muda, kadan-kadang tamapak tidak merata, sedikit mengkilat agak keputihan lantas berubah menjadi kuning kehijauan.
-Pertumbuhan tanaman akan terhambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus.

7. Besi ( Fe )
Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme.

Gejala kekurangan unsur Fe :
- pada daun muda, mula-mula secara bertempat-tempat daun berwarna hijau pucat dan hijau kekuningan.
-tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringannya tidak mati.
pada tulang daun terjadi klorosis yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna kuning dan ada pula yang menjadi warna putih.

8. Mangan ( Mn )
Gejala kekurangan unsur Mn :
-tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua.
-pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda.

9. Seng ( Zn )
Gejala kekurangan unsur Zn :
-tanaman kerdil.
-ruas-ruas batang memendek.
-daun mengecil dan mengumpul (resetting).
-klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.

10. Tembaga ( Cu )
Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.

Gejala kekurangan unsur Cu :
-pembungaan dan pembuahan terganggu.
-warna daun muda kuning dan kerdil.
-daun-daun lemah, layu dan pucuk mongering serta batang.
-tangkai daun lemah.

11. Molibdenum ( Mo )
Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase.

Gejala kekurangan unsur Mo :
-pertumbuhan tanaman terhambat.
-daun menjadi pucat dan mati.
- pembentukan bunga terlambat.

12. Boron ( B )
Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperanan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin.

Gejala kekurangan unsur B :
-pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar).
-mati pucuk (die back).
-mobilitas rendah.
-buah yang sedang berkembang sangat rentan terserang penyakit.

13. Klor ( Cl )
Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain,untuk tanaman kelapa dan kelapa sawit dianggap hara makro yang penting.Juga berperan dalam fotosistem II dari proses fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.

Gejala kekurangan unsur Cl :
-pola percabangan akar abnormal.
-gejala wilting (daun lemah dan layu).
-warna keemasan (bronzing) pada daun.
-pada tanaman kol daun berbentuk mangkuk.

semoga bermanfaat

Pupuk Kimia


Jenis-jenis pupuk kimia
Spoiler for :


Unsur-unsur sekunder dan mikro
Spoiler for :
mantap gan walau di dalam beberapa trit udah dibahas...
cendol dah terkirim

Seputar Media Tanam

Definisi dan Cara Memilih Media Tanam
Spoiler for :


Jenis Media Tanam


Media Tanam, lebih spesifik :

Quote:Original Posted By jendol13
mantap gan walau di dalam beberapa trit udah dibahas...
cendol dah terkirim


makasi ya cendolnya..
Quote:Original Posted By jendol13
mantap gan walau di dalam beberapa trit udah dibahas...
cendol dah terkirim


ane kok gak dapat kiriman cendol sich ????

[INFO] Jenis-jenis Media Tanam

Jenis-jenis Media Tanam
A. Bahan-bahan organik
Media tanam yang termasuk dalam kategori bahan organik umumnya berasal dari komponen organisme hidup, misalnya bagian dari tanaman seperti daun, batang, bunga, buah, atau kulit kayu. Penggunaan bahan organik sebagai media tanam jauh lebih unggul dibandingkan dengan bahan anorganik. Hal itu dikarenakan bahan organik sudah mampu menyediakan unsur-unsur hara bagi tanaman. Selain itu, bahan organik juga memiliki pori-pori makro dan mikro yang hampir seimbang sehingga sirkulasi udara yang dihasilkan cukup baik serta memiliki daya serap air yang tinggi.

Bahan organik akan mengalami proses pelapukan atau dekomposisi yang dilakukan oleh mikroorganisme. Melalui proses tersebut, akan dihasilkan karbondioksida (CO2), air(H2O), dan mineral. Mineral yang dihasilkan merupakan sumber unsur hara yang dapat diserap tanaman sebagai zat makanan. Namun, proses dekomposisi yang terlalu cepat dapat memicu kemunculan bibit penyakit. Untuk menghindarinya, media tanam harus sering diganti. Oleh karena itu, penambahan unsur hara sebaiknya harus tetap diberikan sebelum bahan media tanam tersebut mengalami dekomposisi.

Beberapa jenis bahan organik yang dapat dijadikan sebagai media tanam di antaranya arang, cacahan pakis, kompos, mosS, sabut kelapa, pupuk kandang, dan humus.

1. Arang
Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. Media tanam ini sangat coeok digunakan untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembapan tinggi. Hal itu dikarenakan arang kurang mampu mengikat air dalam )umlah banyak. Keunikan dari media jenis arang adalah sifatnya yang bufer (penyangga). Dengan demikian, jika terjadi kekeliruan dalam pemberian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk bisa segera dinetralisir dan diadaptasikan.
media ini juga tidak mudah lapuk sehingga sulit ditumbuhi jamur atau eendawan yang dapat merugikan tanaman. Namun, media arang eenderung miskin akan unsur hara. Oleh karenanya, ke dalam media tanam ini perlu disuplai unsur hara berupa aplikasi pemupukan.

2. Batang Pakis
Berdasarkan warnanya, batang pakis dibedakan menjadi 2, yaitu batang pakis hitam dan batang pakis coklat. Dari kedua jenis tersebut, batang pakis hitam lebih umum digunakan sebagai media tanam. Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga lebih kering. Selain itu, batang pakis ini pun mudah dibentuk menjadi potongan kecil dan dikenal sebagai cacahan pakis.

Selain dalam bentuk cacahan, batang pakis juga banyak dijual sebagai media tanam siap pakai dalam bentuk lempengan persegi empat. Umumnya, bentuk lempengan pakis digunakan sebagai media tanam anggrek. Kelemahan dari lempengan batang pakis ini adalah sering dihuni oleh semut atau binatang-binatang kecil lainnya.

Karakteristik yang menjadi keunggulan media batang pakis lebih dikarenakan sifat-sifatnya yang mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta bertekstur lunak sehingga mudah ditembus oleh akar tanaman.

3. Kompos
Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota.

Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Selain itu, kompos juga menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Kandungan bahan organik yang tinggi dalam kompos sangat penting untuk memperbaiki kondisi tanah. Berdasarkan hal tersebut dikenal 2 peranan kompos yakni soil conditioner dan soil ameliorator. Soil condotioner yaitu peranan kompos dalam memperbaiki struktur tanah, terutama tanah kering, sedangkan soil ameliorator berfungsi dalam memperbaiki kemampuan tukar kation pada tanah.

Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam yaitu Ydng telah mengalami pelapukan secara sempurna, ditandai dengan warna hitam kecokelatan, tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah, dan memiliki suhu ruang.

4. Moss
Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan, atau kadaka yang banyak dijumpai di hutan-hutan. Moss sering digunakan sebagai media tanam untuk masa penyemaian sampai dengan masa pembungaan. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa.

Menurut sifatnya, media moss mampu mengikat air dengan baik serta memiliki sistem drainase dan aerasi yang lancar. Untuk hasil tanaman yang optimal, sebaiknya moss dikombinasikan dengan media tanam organik lainnya, seperti kulit kayu, tanah gambut, atau daun-daunan kering.

5. Pupuk Kandang
Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Kandungan unsur haranya yang lengkap seperti Nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat pupuk kandang cocok untuk dijadikan sebagai media tanam. Unsur-unsur tersebut penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman.

Komposisi kandungan unsur hara pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis hewan, umur hewan, keadaan hewan, jenis makanan, bahan hamparan yang dipakai, perlakuan, serta penyimpanan sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.

Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah matang dan steril. Hal itu ditandai dengan warna pupuk yang hitam pekat. Pemilihan pupuk kandang yang sudah matang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.

6. Sabut kelapa (coco peat)
Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan sebagai media tanam. Sabut kelapa untuk media tanam berasal dari buah kelapa tua karena memiliki serat yang kuat.

Penggunaan sabut kelapa sebagai media tanam sebaiknya dilakukan di daerah yang bercurah hujan rendah. Air hujan yang berlebihan dapat menyebabkan media tanam ini mudah lapuk. Selain itu, tanaman pun menjadi cepat membusuk sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Untuk mengatasi pembusukan, sabut kelapa perlu direndam terlebih dahulu di dalam larutan fungisida. Jika dibandingkan dengan media lain, pemberian fungisida pada media sabut kelapa harus lebih sering dilakukan karena
sifatya yang cepat lapuk sehingga mudah ditumbuhi jamur.

Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam lebih dikarenakan karakteristiknya yang mampu mengikat dan menyimpan air dengan
kuat, sesuai untuk daerah panas, dan mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), nitrogen (N), dan fosfor (P).

7. Sekam Padi
Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama. Sebagai media tanam, keduanya berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik.

Penggunaan sekam bakar untuk media tanam tidak perlu disterilisasi lagi karena mikroba patogen telah mati selama proses pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga memiliki kandungan karbon (C) yang tinggi sehingga membuat media tanam ini menjadi gembur, Namun, sekam bakar cenderung mudah lapuk.

Sementara kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.

8. Humus
Humus adalah segala macam hasil pelapukan bahan organik oleh Jasad mikro dan merupakan sumber energi jasad mikro tersebut. Bahan-bahan organik tersebut bisa berupa jaringan asli tubuh tumbuhan atau binatang mati yang belum lapuk. Biasanya, humus berwarna gelap dan dijumpai terutama pada lapisan atas tanah (top soil)

Humus sangat membantu dalam proses penggemburan tanah. dan memiliki kemampuan daya tukar ion yang tinggi sehingga bisa
menyimpan unsur hara. Oleh karenanya, dapat menunjang kesuburan tanah, Namun, media tanam ini mudah ditumbuhi jamur, terlebih ketika terjadi perubahan suhu, kelembapan, dan aerasi yang ekstrim. Humus Juga memiliki tingkat porousitas yang rendah sehingga akar tanaman tidak mampu menyerap air, Dengan demikian, sebaiknya penggunaan humus sebagai media tanam perlu ditambahkan media lain yang memiliki porousitas tinggi, misalnya tanah dan pasir.
B. Bahan Anorganik
Bahan anorganik adalah bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi yang berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi. Proses pelapukan tersebut diakibatkan o/eh berbagai hal, yaitu pelapukan secara fisik, biologi-mekanik, dan kimiawi.

Bahan anorganik adalah bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi yang berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi. Proses pelapukan tersebut diakibatkan o/eh berbagai hal, yaitu pelapukan secara fisik, biologi-mekanik, dan kimiawi.

Berdasarkan bentuk dan ukurannya, mineral yang berasal dari pelapukan batuan induk dapat digolongkan menjadi 4 bentuk, yaitu kerikil atau batu-batuan , pasir , debu , dan tanah liat. Selain itu, bahan anorganik juga bisa berasal dari bahan-bahan sintetis atau kimia yang dibuat di pabrik. Beberapa media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam yaitu gel, pasir, kerikil, pecahan batu bata, spons, tanah liat, vermikulit, dan perlit.

1. Gel
Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik. Penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien karena tidak perlu repot-repot untuk mengganti dengan yang baru, menyiram, atau memupuk. Selain itu, media tanam ini juga memiliki keanekaragaman warna sehingga pemilihannya dapat disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. Oleh karenanya, hal tersebut akan menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang diletakkan di ruang tamu atau ruang kerja.

Hampir semua jenis tanaman hias indoor bisa ditanam dalam media ini, misalnya philodendron dan anthurium. Namun, gel tidak eaeak untuk tanaman hias berakar keras, seperti adenium atau tanaman hias bonsai. Hal itu bukan dikarenakan ketidakmampuan gel dalam memasok kebutuhan air, tetapi lebih dikarenakan pertumbuhan akar tanaman yang mengeras sehingga bisa membuat vas pecah. Sebagian besar nursery lebih memilih gel sebagai pengganti tanah untuk pengangkutan tanaman dalam jarak jauh. Tujuannya agar kelembapan tanaman tetap terjaga.

Keunggulan lain dari gel yaitu tetap cantik meskipun bersanding dengan media lain. Di Jepang gel digunakan sebagai komponen terarium bersama dengan pasir. Gel yang berwarna-warni dapat memberi kesan hidup pada taman miniatur tersebut.

2. Pasir
Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman. Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Pasir malang dan pasir bangunan merupakan Jenis pasir yang sering digunakan sebagai media tanam.

Oleh karena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan. Kohesi dan konsistensi (ketahanan terhadap proses ::misahan) pasir sangat kecil sehingga mudah terkikis oleh air. Dengan demikian, media pasir lebih membutuhkan pengairan dan pemupukan yang lebih intensif. Hal tersebut yang menyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam secara tunggal.

Penggunaan pasir sebagai media tanam sering dikombinasikan dengan campuran bahan anorganik lain, seperti kerikil, batu-batuan, atau bahan organik yang disesuaikan dengan jenis tanaman.

Pasir pantai atau semua pasir yang berasal dari daerah yang
bersersalinitas tinggi merupakan jenis pasir yang harus dihindari untuk digunakan sebagai media tanam, pasir tersebut sudah dicuci terlebih dahulu. Kadar garam yang tinggi pada media tanam dapat menyebabkan tanaman menjadi merana. Selain itu, organ-organ tanaman seperti akar dan daun juga memperlihatkan gejala terbakar yang selanjutnya mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis).

3. Kerikil
Pada dasarnya, penggunaaan kerikil sebagai media tanam memang tidak jauh berbeda dengan pasir. Hanya saja, kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir. Kerikil sering digunakan sebagai media untuk budi daya tanaman secara hidroponik. Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar. Namun, kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin.

Seiring kemajuan teknologi, saat ini banyak dijumpai kerikil sintesis. Sifat kerikil sintesis cenderung menyerupai batu apung, yakni memiliki rongga-rongga udara sehingga memiliki bobot yang ringan. Kelebihan kerikil sintesis dibandingkan dengan kerikil biasa adalah kemampuannya yang cukup baik dalam menyerap air. Selain itu, sistem drainase yang dihasilkan juga baik sehingga tetap dapat mempertahankan kelembapan dan sirkulasi udara dalam media tanam.

4. Pecahan batu bata
Pecahan batu bata juga dapat dijadikan alternatif sebagai media tanam. Seperti halnya bahan anorganik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar. Sebaiknya, ukuran batu bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat seperti kerikil. Semakin kecil ukurannya, kemampuan daya serap batu bata terhadap air maupun unsur hara akan semakin baik. Selain itu, ukuran yang semakin kecil juga akan membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media tanam
ini adalah kondisinya yang miskin hara. Selain itu, kebersihan dan kesterilan pecahan batu bata yang belum tentu terjamin. Oleh karena itu, penggunaan media ini perlu ditambahkan dengan pupuk kandang yang komposisi haranya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Walaupun miskin unsur hara, media pecahan batu bata tidak mudah melapuk. Dengan demikian, pecahan batu bata cocok digunakan sebagai media tanam di dasar pot karena memiliki kemampuan drainase dan aerasi yang baik. Tanaman yang sering menggunakan pecahan batu bata sebagai media dasar pot adalah anggrek.

5. Spons (floralfoam)
Para hobiis yang berkecimpung dalam budi daya tanaman hias sudah sering memanfaatkan spans sebagai media tanam anorganik. Dilihat dari sifatnya, spons sangat ringan sehingga mudah dipindah-pindahkan dan ditempatkan di mana saja. Walaupun ringan, media jenis ini tidak membutuhkan pemberat karena setelah direndam atau disiram air akan menjadi berat dengan sendirinya sehingga dapat menegakkan tanaman.

Kelebihan lain dari media tanam spons adalah tingginya daya serap
terhadap air dan unsur hara esensial yang biasanya diberikan dalam bentuk larutan. Namun, penggunaannya tidak tahan lama karena bahannya mudah hancur. Oleh karena itu, jika spons sudah terlihat tidak layak pakai (mudah hancur ketika dipegang), sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya tersebut, spons sering digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hias bunga potong (cutting flower) yang penggunaannya cenderung hanya sementara waktu saja.

6. Tanah liat
Tanah liat merupakan jenis tanah yang bertekstur paling halus dan lengket atau berlumpur. Karakteristik dari tanah liat adalah memiliki poripori berukuran kecil (pori-pori mikro) yang lebih banyak daripada pori-pori yang berukuran besar (pori-pori makro) sehingga memiliki kemampuan mengikat air yang cukup kuat. Pori-pori mikro adalah pori-pori halus yang berisi air kapiler atau udara. Sementara pori-pori makro adalah pori-pori kasar yang berisi udara atau air gravitasi yang mudah hilang. Ruang dari setiap pori-pori mikro berukuran sangat sempit sehingga menyebabkan sirkulasi air atau udara menjadi lamban.

Pada dasarnya, tanah liat bersifat miskin unsur hara sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan-bahan lain yang kaya akan unsur hara. Penggunaan tanah liat yang dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti pasir dan humus sangat cocok dijadikan sebagai media penyemaian, cangkok, dan bonsai.
7. Vermikulit dan perlit
Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari
pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan Helium. Berdasarkan sifatnya, vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah. Vermikulit dapat menurunkan berat jenis, dan meningkatkan daya serap air jika digunakan sebagai campuran media tanaman.

Jika digunakan sebagai campuran media tanam,vermikulit dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman.

Perlit merupakan produk mineral berbobot ringan serta memiliki kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Sebagai campuran media tanam, fungsi perlit sama dengan fungsi Vermikulit, yakni menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya serap air.

Penggunaan vermikulit dan perlit sebagai media tanam sebaiknya dikombinasikan dengan bahan organik untuk mengoptimalkan tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara.

8. Gabus (styrofoam)
Styrofoam merupakan bahan anorganik yang terbuat dari kopolimer
styren yang dapat dijadikan sebagai alternatif media tanam. Mulanya, styrofoam hanya digunakan sebagai media aklimatisasi (penyesuaian diri) bagi tanaman sebelum ditanam di lahan. Proses aklimatisasi tersebut hanya bersifat sementara. Styrofoam yang digunakan berbentuk kubus jengan ukuran (1 x 1 x 1) cm.

Sekarang, beberapa nursery menggunakan styrofoam sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan porousitas media tanam. Jntuk keperluan ini, styrofoam yang digunakan dalam bentuk yang sudah dihancurkan sehingga menjadi bola-bola kecil, berukuran sebesar biji kedelai. Penambahan styrofoam ke dalam media tanam membuatnya menjadi ringan. Namun, media tanam sering dijadikan sarang oleh semut.

Semoga bermanfaat
salut
akhirnya ada yg nyatuin jadi 1 trit
selama ini masih tercerai berai
sementara ane rate dulu yah
pupuk ijonya nunggu mateng dulu
Quote:Original Posted By board123
Tips : Unsur Hara Tanaman

1. Nitrogen ( N )
Nitrogen adalah unsur hara makro utama yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak.

Nitrogen di dalam tanaman merupakan unsur yang sangat penting untuk pembentukan protein, daun-daunan dan berbagai persenyawaan organik lainnya. Nitrogen ditinjau dari berbagai sudut, mempunyai pengaruh positif sebagai berikut :
a. Besar pengaruhnya dalam menaikkan potensi pembentukan daun-daun dan ranting.
b.Mempunyai pengaruh positif terhadap kadar protein pada rumput dan tanaman makanan ternak dan lainnya.
c.Pada berbagai tanaman gandum menaikkan kadar protein pada butir gandum.

Gejala kekurangan unsur N :
-warna daun yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning.
-daun menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
-Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh terhadap pembuahan sehingga buahnya tidak sempurna, umumnya kecil dan cepat matang.

Gejala Kelebihan unsur N :
-tanaman akan tampak terlalu subur, ukuran daun akan menjadi lebih besar.
-batang menjadi lunak dan berair (sekulensi) sehingga mudah rebah dan mudah diserang penyakit.
-penundaan pembentukan bunga, bahkan mudah lebih mudah rontok dan pemasakan buah cenderung terlambat.

2. Fosfor ( P )
Gejala kekurangan unsur P :
-warna daunnya akan tampak tua dan sering tampak mengkilap kemerahan.
-Tepi daun bercabang.
-batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
-Jika tanaman berbuah, buahnya kecil, tampak jelek dan lekas matang.

Gejala kelebihan unsur P :
-tumbuhan kerdil.
-Warna daun berubah menjadi ungu atau coklat mulai dari ujung-ujung daun.

3. Kalium ( K )
Gejala kekurangan unsur K :
-daun terlihat lebih tua.
-batang dan cabang lemah dan mudah rebah.
-muncul warna kuning ditepi daun yang sudah tua yang akhirnya mengering dan rontok.
-daun keriting dimulai daun yang paling tua.
-kematangan buah terhambat.
-ukuran buah menjadi lebih kecil dan mudah rontok.

4. Kalsium ( Ca )
Kalsium penting untuk tanaman dan tanah. Kalsium merupakan bagian dari semua sel tanaman. Di dalam tanaman, ia bersifat immobial. Ia tidak bergerak dari daun-daun muda, sehingga menyediakan kalsium yang berkesinambungan sangat mutlak selama siklus hidup tanaman yang bersangkutan.Bagi tanah kalsium yang seimbang jumlahnya dapat memperbaiki struktur tanah.

Gejala kekurangan unsur Ca :
-tepi daun muda yang mengalami klorosis.
-Kuncup-kuncup muda akan mati karena perakarannya yang kurang sempurna.
-Kalaupun ada daun yang muncul, warnanya akan berubah dan jaringan di beberapa tempat pada helai daun akan mati.

Gejala kelebihan unsur Ca :
-Akar tanaman tidak mampu tumbuh memanjang dengan cepat.
-menghalangi pertumbuhan serta mekarnya daun-daun muda dan pucuk-pucuk.
-menghalangi pertumbuhan bagian tepi daun, oleh karena itu daun-daunnya menjadi keriting.

5. Magnesium ( Mg )
Gejala kekurangan unsur Mg :
-daun mengalami klorosis dan tampak ada bercak-bercak coklat.
-Daun yang semula hijau segar menjadi kekuningan dan tampak pucat.
-Warna kekuningan inipun timbul diantara tulang-tulang daun.
-Daun mengering dan kerap kali langsung mati.

Gejala kelebihan unsur Mg :
-Daun berwarna kuning, hal terjadi karena pembentukan klorofil terganggu.
-Pada tanaman jagung kekahatan Mg terlihat pada daun adanya garis-garis kuning yang agak menonjol sedangkan pada daun-daun muda keluar lender terutama bila kekahatan sudah berlanjut.

6. Belerang ( S )
Belerang diserap oleh tanaman sebagai anion SO42-. Peranan fisiologisnya analog dengan nitrogen, sebab keduanya merupakan penyusun protein.

Peranan unsur belerang (S) adalah :
-Sebagai koenzim yang terlibat dalam rantai transfer electron pada respirasi dan fotosintesis.
- Bahan produksi sekunder yang mudah menguap .

Gejala kekurangan unsur S :
-daun muda yang berubah menjadi hijau muda, kadan-kadang tamapak tidak merata, sedikit mengkilat agak keputihan lantas berubah menjadi kuning kehijauan.
-Pertumbuhan tanaman akan terhambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus.

7. Besi ( Fe )
Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme.

Gejala kekurangan unsur Fe :
- pada daun muda, mula-mula secara bertempat-tempat daun berwarna hijau pucat dan hijau kekuningan.
-tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringannya tidak mati.
pada tulang daun terjadi klorosis yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna kuning dan ada pula yang menjadi warna putih.

8. Mangan ( Mn )
Gejala kekurangan unsur Mn :
-tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua.
-pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda.

9. Seng ( Zn )
Gejala kekurangan unsur Zn :
-tanaman kerdil.
-ruas-ruas batang memendek.
-daun mengecil dan mengumpul (resetting).
-klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.

10. Tembaga ( Cu )
Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.

Gejala kekurangan unsur Cu :
-pembungaan dan pembuahan terganggu.
-warna daun muda kuning dan kerdil.
-daun-daun lemah, layu dan pucuk mongering serta batang.
-tangkai daun lemah.

11. Molibdenum ( Mo )
Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase.

Gejala kekurangan unsur Mo :
-pertumbuhan tanaman terhambat.
-daun menjadi pucat dan mati.
- pembentukan bunga terlambat.

12. Boron ( B )
Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperanan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin.

Gejala kekurangan unsur B :
-pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar).
-mati pucuk (die back).
-mobilitas rendah.
-buah yang sedang berkembang sangat rentan terserang penyakit.

13. Klor ( Cl )
Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain,untuk tanaman kelapa dan kelapa sawit dianggap hara makro yang penting.Juga berperan dalam fotosistem II dari proses fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.

Gejala kekurangan unsur Cl :
-pola percabangan akar abnormal.
-gejala wilting (daun lemah dan layu).
-warna keemasan (bronzing) pada daun.
-pada tanaman kol daun berbentuk mangkuk.

semoga bermanfaat


trus unsur-unsur tersebut terdapat di mana aja selain di kemasan dalam pupuk majemuk?
Quote:Original Posted By AbahBubuy
salut
akhirnya ada yg nyatuin jadi 1 trit
selama ini masih tercerai berai
sementara ane rate dulu yah
pupuk ijonya nunggu mateng dulu


maksih gan sdh di rate..
di tunggu cendolnya..
Quote:Original Posted By midas
trus unsur-unsur tersebut terdapat di mana aja selain di kemasan dalam pupuk majemuk?


http://id.answers.yahoo.com/question...9222715AAFxMIV

semoga dpt membantu..
Quote:Original Posted By board123
maksih gan sdh di rate..
di tunggu cendolnya..


jgn manggil gan atuh
Quote:Original Posted By jangBubuy
jgn manggil gan atuh


jd maunya apa?
Quote:Original Posted By board123
jd maunya apa?


ya sesuai id aja 'jang'
Quote:Original Posted By jangBubuy
ya sesuai id aja 'jang'


ok deh gan.. ups salah maksudnya ok deh jang.. wkwkwkw
Quote:Original Posted By board123
ok deh gan.. ups salah maksudnya ok deh jang.. wkwkwkw


sip pupuk ijo terkirim cek kebon
Quote:Original Posted By jangBubuy
sip pupuk ijo terkirim cek kebon


wah sdh diterima cendolnya..
makasih lho lgsg di kasih 3 cendol.