KASKUS

Buku-Buku Balai Pustaka dan Sastra Jadoel Indonesia

Angkatan Balai Pustaka

Karya sastra di Indonesia sejak tahun 1920 – 1950, yang dipelopori oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.

Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak dan bahasa Madura.

Pengarang dan karya sastra Angkatan Balai Pustaka

Merari Siregar :
Azab dan Sengsara: kissah kehidoepan seorang gadis (1921)
Binasa kerna gadis Priangan! (1931)
Tjinta dan Hawa Nafsu

Marah Roesli
Siti Nurbaya
La Hami
Anak dan Kemenakan

Nur Sutan Iskandar
Apa Dayaku Karena Aku Seorang Perempuan
Hulubalang Raja (1961)
Karena Mentua (1978)
Katak Hendak Menjadi Lembu (1935)

Abdul Muis
Pertemuan Djodoh (1964)
Salah Asuhan
Surapati (1950)

Tulis Sutan Sati
Sengsara Membawa Nikmat (1928)
Tak Disangka
Tak Membalas Guna
Memutuskan Pertalian (1978)

Aman Datuk Madjoindo
Menebus Dosa (1964)
Si Tjebol Rindoekan Boelan (1934)
Sampaikan Salamku Kepadanya

Suman Hs.
Kasih Ta’ Terlarai (1961)
Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957)
Pertjobaan Setia (1940)

Adinegoro
Darah Muda
Asmara Jaya

Sutan Takdir Alisjahbana
Tak Putus Dirundung Malang
Dian jang Tak Kundjung Padam (1948)
Anak Perawan Di Sarang Penjamun (1963)

Hamka
Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938)
Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1957)
Tuan Direktur (1950)
Didalam Lembah Kehidoepan (1940)

Anak Agung Pandji Tisna
Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1975)
Sukreni Gadis Bali (1965)
I Swasta Setahun di Bedahulu (1966)

Said Daeng Muntu
Pembalasan
Karena Kerendahan Boedi (1941)

Marius Ramis Dayoh
Pahlawan Minahasa (1957)
Putra Budiman: Tjeritera Minahasa (1951)

Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai Raja Pengarang Balai Pustaka oleh sebab banyaknya karya tulisnya pada masa tersebut.

===================

ane udah koleksi beberapa buku di atas, sekarang masih hunting buku2 BP yang lain..

nanti buku2 yg udah ane baca akan ane buatkan reviewnya..bagi agan2 penggemar sastra lama silakan berikan komentar juga reviewnya..

Beberapa koleksi ane gan





Eh,mbak monte
sekalian diskus aja ya

kenapa buku BP mahal2 ya?
kemaren kata agan enthu,kudu nunggu 50tahun dulu penulisnya meninggal baru bisa jadi murah

trus kenapa perpustakaan skolah banyaknya buku2 BP ya?Padahal kan blm tentu buku itu cocok ama umur anak sekolah

pengen beli & baca tp pd mahal
Quote:Original Posted By daninoviandi
Eh,mbak monte
sekalian diskus aja ya

kenapa buku BP mahal2 ya?
kemaren kata agan enthu,kudu nunggu 50tahun dulu penulisnya meninggal baru bisa jadi murah

trus kenapa perpustakaan skolah banyaknya buku2 BP ya?Padahal kan blm tentu buku itu cocok ama umur anak sekolah

pengen beli & baca tp pd mahal


kenapa ga coba embat dari perpus sekolah ?

makin tua sastra entah kenapa makin mahal...
Quote:Original Posted By daninoviandi
Eh,mbak monte
sekalian diskus aja ya

kenapa buku BP mahal2 ya?
kemaren kata agan enthu,kudu nunggu 50tahun dulu penulisnya meninggal baru bisa jadi murah

trus kenapa perpustakaan skolah banyaknya buku2 BP ya?Padahal kan blm tentu buku itu cocok ama umur anak sekolah

pengen beli & baca tp pd mahal


kenapa buku BP mahal2 ya?

ga tau saia gan, mungkin karna punya negara kali yah..
biasalah biaya produksi di mark up dan dijadikan lahan bisnis oleh para oknumnya

tapi jangan khawatir..buku di atas sekarang ada di gramedia kok..dg harga lebih murah..

tapi terus terang aja, daripada beli buku2 tsb di gramedia ane lebih suka koleksi yg terbitan BP, bahasanya masih asli dan semakin tua tahun penerbitannya, nilai buku tsb dimata kolektor juga semakin tinggi..

trus kenapa perpustakaan skolah banyaknya buku2 BP ya? Padahal kan blm tentu buku itu cocok ama umur anak sekolah

setau ane, buku2 di perpustakaan sekolah itu merupakan sumbangan dari pemerintah..zamannya ane sekolah dulu, semua buku2 teks dan novel itu terbitan BP dan dibagikan gratis kesemua sekolah di seluruh Indonesia..

misi BP : didirikan untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar).

Nah dari misi diatas jelas tujuannya utk mencegah siswa membaca bacaan sampah, makanya BP dikhususkan utk mencetak buku2 pelajaran plus buku2 sastra yg bermutu tinggi..ane dulu suka nongkrong di perpus dan semua bacaan BP cocok aja tuch..

kemaren kata agan enthu,kudu nunggu 50tahun dulu penulisnya meninggal baru bisa jadi murah

kok kebalikan ama yg ane alami yah..
justru setelah si penulis meninggal maka sebuah buku semakin dicari dan diburu..liat aja buku2 Hamka, Pane, Moeis, dll..waktu penulisnya masih hidup, buku2 mereka penjualannya biasa aja..tapi setelah wafat buku2 mereka laris manis..bahkan dilapak buku bekas pun buku2 mereka menjadi barang mahal..
Quote:Original Posted By VanDaniestha
kenapa ga coba embat dari perpus sekolah ?

makin tua sastra entah kenapa makin mahal...


buku itu seperti barang antik gan..semakin langka maka semakin tinggi nilainya..
ow ow

bacaan jaman SMP, secara perpus sekolah isinya buku BP semua

baca salah asuhan biar ga mudeng maksud penulisnya (maklum masih bocah )
Ya ampuuuuuun... ini buku2 jadul semua ya

Dulu minjem buku2 itu di perpus sekolah, bacanya sampe ketiduran gitu wkwkwk..
Yang paling di inget itu Siti Nurbaya sama Dibawah Lindungan Ka'bah, mungkin familiar karena di filmkan kali ya..
Ada satu lagi buku favorit ane jaman dulu, Cinta Bersemi Diseberang Tembok, mewek gitu bacanya. Ternyata ane dari kecil sudah kebawa perasaan kalo baca/nonton

Quote:
Judul: Cinta Bersemi di Seberang Tembok
Penerbit: Balai Pustaka
Pengarang: Bagin
Tebal: 143 Halaman


Quote:Ringkasan dari cerita Cinta Bersemi Di Seberang Tembok, mengisahkan seorang Yusuf yang merasa dendam dan benci terhadap orang Cina karena pernah menyiksa ayahnya. Tetapi rupanya sejarah dan nasib berkata lain. Yusuf mempunyai hubungan batin dengan seorang gadis Cina, Ko Lian Mien. Kesulitan datang dari berbagai pihak, terutama dari ibunya sendiri. Ternyata cinta sejati tidak memandang batas-batas suku dan tradisi. Cinta sejati akan dapat mengatasi berbagai rintangan.Finally tekad mereka terwujud dengan perjuangan yang penuh keuletan dan keyakinan.

Perawan disarang penyamun masuk BP ga ya ? :
Quote:Original Posted By VanDaniestha
Perawan disarang penyamun masuk BP ga ya ? :



masuk gan,

tapi dalam sejarah kesusastraan Indonesia, para penulis Angkatan BP ini banyak yg memberontak karna banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut, terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan.

Mereka lalu mendirikan Majalah Sastra Pujangga Baru yg lebih intelektual, nasionalistik dan elitis.

Seperti karya Sutan Takdir Alisjahbana, ada yang masuk kedalam Balai Pustaka ada yg masuk kedalam Angkatan Pujangga Baru
Waduh, makin susah ini nyari buku-bukunya Balai Pustaka, satu-satunya kesempatan saya baca buku Balai Pustaka itu cuma di perpustakaan sekolah waktu SMP/SMA.. Dengan kertas berdebu dan kuning, beberapa judul yang sudah saya baca, Siti Nurbaya, Di Bawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapal Vanderwijck, Katak Hendak Menjadi Lembu, Sengsara Membawa Nikmat sama Salah Asuhan. Itu semua bacanya waktu SMP/SMA. Pengen nyari buku2 ini lagi tapi makin susah..

Oia, dulu kirain, Ahmad Tohari, N.H Dini dan Pramoedya AT. itu masuk ke Balai Pustaka. Ternyata enggak yah?
gw punya siti nurbaya di rumah
belum pernah gw tamatin
Quote:Original Posted By marpple
Waduh, makin susah ini nyari buku-bukunya Balai Pustaka, satu-satunya kesempatan saya baca buku Balai Pustaka itu cuma di perpustakaan sekolah waktu SMP/SMA.. Dengan kertas berdebu dan kuning, beberapa judul yang sudah saya baca, Siti Nurbaya, Di Bawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapal Vanderwijck, Katak Hendak Menjadi Lembu, Sengsara Membawa Nikmat sama Salah Asuhan. Itu semua bacanya waktu SMP/SMA. Pengen nyari buku2 ini lagi tapi makin susah..

Oia, dulu kirain, Ahmad Tohari, N.H Dini dan Pramoedya AT. itu masuk ke Balai Pustaka. Ternyata enggak yah?


Karya Sastra Indonesia terbagi dalam beberapa angkatan gan..ambil dari Wiki nich

Pujangga Lama :Sejarah, Hikayat, Syair, Kitab agama.

Sastra Melayu Lama : Terjemahan Sastra Klasik, Kisah2 kehidupan.

Angkatan Balai Pustaka.

Angkatan Pujangga Baru : Sanusi Pane, Tengku Amir Hamzah, Takdir Alisjahbana, Armijn Pane dan Rustam Effendi.

Angkatan 1945 : Chairil Anwar,Asrul Sani, Idrus, Achdiat K. Mihardja, Suman Hs.

Angkatan 1950 - 1960-an : Pramoedya Ananta Toer, Nh. Dini, Sitor Situmorang, Mochtar Lubis, Ajip Rosidi, Ali Akbar Navis, Toto Sudarto Bachtiar, Ramadhan K.H, W.S. Rendra, Subagio Sastrowardojo, Nugroho Notosusanto,dll

Angkatan 1966 - 1970-an : Taufik Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, Umar Kayam, Putu Wijaya, Kuntowijoyo, Wisran Hadi, dll

Angkatan 1980 - 1990an: Y.B Mangunwijaya, Sindhunata, Hilman Hariwijaya, Remy Sylado, dll

Angkatan Reformasi : Widji Thukul, Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda, Acep Zamzam Noer, Hartono Benny Hidayat

Angkatan 2000-an

===========
jadi pengarang yg agan maksud masuk dalam Angkatan 1950 - 1960-an

===========

kalo mo hunting buku2 angkatan BP cari di lapak bekas gan..tapi biasanya kondisinya udah sekarat dan harganya lumayan mahal..

ada sih yg diterbitkan oleh Gramedia atau TB. Balai Pustaka..tapi menurut ane bahasanya ga asik dan covernya diganti yg baru..ga berasa klasiknya
Quote:Original Posted By Monte Carlo
Karya Sastra Indonesia terbagi dalam beberapa angkatan gan..ambil dari Wiki nich

Pujangga Lama :Sejarah, Hikayat, Syair, Kitab agama.

Sastra Melayu Lama : Terjemahan Sastra Klasik, Kisah2 kehidupan.

Angkatan Balai Pustaka.

Angkatan Pujangga Baru : Sanusi Pane, Tengku Amir Hamzah, Takdir Alisjahbana, Armijn Pane dan Rustam Effendi.

Angkatan 1945 : Chairil Anwar,Asrul Sani, Idrus, Achdiat K. Mihardja, Suman Hs.

Angkatan 1950 - 1960-an : Pramoedya Ananta Toer, Nh. Dini, Sitor Situmorang, Mochtar Lubis, Ajip Rosidi, Ali Akbar Navis, Toto Sudarto Bachtiar, Ramadhan K.H, W.S. Rendra, Subagio Sastrowardojo, Nugroho Notosusanto,dll

Angkatan 1966 - 1970-an : Taufik Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, Umar Kayam, Putu Wijaya, Kuntowijoyo, Wisran Hadi, dll

Angkatan 1980 - 1990an: Y.B Mangunwijaya, Sindhunata, Hilman Hariwijaya, Remy Sylado, dll

Angkatan Reformasi : Widji Thukul, Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda, Acep Zamzam Noer, Hartono Benny Hidayat

Angkatan 2000-an

===========
jadi pengarang yg agan maksud masuk dalam Angkatan 1950 - 1960-an

===========

kalo mo hunting buku2 angkatan BP cari di lapak bekas gan..tapi biasanya kondisinya udah sekarat dan harganya lumayan mahal..

ada sih yg diterbitkan oleh Gramedia atau TB. Balai Pustaka..tapi menurut ane bahasanya ga asik dan covernya diganti yg baru..ga berasa klasiknya


Ohh gitu toh.. Berarti Chairil Anwar, Taufik Ismail, Umar Kayyam, Sutardji, dan Putu Wijaya juga masuk angkatan Balai Pustaka yah, cuma beda Tahun Angkatan nya..hehe

Bahkan Hilman Hariwijaya juga masuk yah sis kirain ku Angkatan Balai Pustaka itu yang jadul2 ntu, yang bahasanya benar2 masih nyastra bahkan bbrp pakai ejaan lama hehe

Ho oh, kemarin aku cobain beli Bekisar Merah sama Ronggeng Dukuh Paruk, beda cover sama kertasnya, berasa gimana gitu.. tapi lumayan deh daripada gak ada
Quote:Original Posted By marpple
Ohh gitu toh.. Berarti Chairil Anwar, Taufik Ismail, Umar Kayyam, Sutardji, dan Putu Wijaya juga masuk angkatan Balai Pustaka yah, cuma beda Tahun Angkatan nya..hehe

Bahkan Hilman Hariwijaya juga masuk yah sis kirain ku Angkatan Balai Pustaka itu yang jadul2 ntu, yang bahasanya benar2 masih nyastra bahkan bbrp pakai ejaan lama hehe

Ho oh, kemarin aku cobain beli Bekisar Merah sama Ronggeng Dukuh Paruk, beda cover sama kertasnya, berasa gimana gitu.. tapi lumayan deh daripada gak ada


bukan gan...mereka tidak termasuk angkatan BP..coba baca baik2 dech postingan ane..

buku2 BP itu memang buku klasik dan jadul dan aslinya terbitan sebelum th 60an ejaannya masih ejaan lama...

Dalam trit ini ane lebih membahas pada buku2 terbitan PN. Balai Pustaka karena buku2 yg mereka terbitkan itu bernilai sastra tinggi dan bahasa dan tema nya kental dg budaya Melayu atau kedaerahan lainnya..

Ada banyak karya lainnya yg dibuat tahun 40an ke atas tapi juga diterbitkan oleh PN. Balai Pustaka..tapi dalam Sejarah Sastra Indonesia, mereka ga termasuk ke dalam Angkatan BP. CMIIW
Quote:Original Posted By Monte Carlo
bukan gan...mereka tidak termasuk angkatan BP..coba baca baik2 dech postingan ane..

buku2 BP itu memang buku klasik dan jadul dan aslinya terbitan sebelum th 60an ejaannya masih ejaan lama...

Dalam trit ini ane lebih membahas pada buku2 terbitan PN. Balai Pustaka karena buku2 yg mereka terbitkan itu bernilai sastra tinggi dan bahasa dan tema nya kental dg budaya Melayu atau kedaerahan lainnya..

Ada banyak karya lainnya yg dibuat tahun 40an ke atas tapi juga diterbitkan oleh PN. Balai Pustaka..tapi dalam Sejarah Sastra Indonesia, mereka ga termasuk ke dalam Angkatan BP. CMIIW


Ohhh..icic.. abis kemarin baca nya saya kira kamu nulis nya gini.

Angkatan Balai Pustaka

bla bla
bla...
blaaa...

makanya tak kirain kalau angkatan BP itu terbagi-bagi lagi

Hiyaa..monggo dilanjut diskusinya
Quote:Original Posted By Monte Carlo
masuk gan,

tapi dalam sejarah kesusastraan Indonesia, para penulis Angkatan BP ini banyak yg memberontak karna banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut, terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan.

Mereka lalu mendirikan Majalah Sastra Pujangga Baru yg lebih intelektual, nasionalistik dan elitis.

Seperti karya Sutan Takdir Alisjahbana, ada yang masuk kedalam Balai Pustaka ada yg masuk kedalam Angkatan Pujangga Baru


pengen baca itu.
dulu sempet bacacuma di ketas ulangan umum doang



Quote:Original Posted By metallisedheart
gw punya siti nurbaya di rumah
belum pernah gw tamatin


waduh sepuh

pinjem dong puh.
Quote:Original Posted By VanDaniestha
pengen baca itu.
dulu sempet bacacuma di ketas ulangan umum doang





waduh sepuh

pinjem dong puh.


serius?
tar yah, gw cari dulu
Quote:Original Posted By metallisedheart
serius?
tar yah, gw cari dulu


jangan terburu2 buh.

masih ada tahap 4 buku yang belum selesai.
buku2 terbitan BP itu emang bacaan wajib aku tuh pas jaman SMP ma SMA, yang udah ak baca en masih inget ceritanya sih so pasti Siti Nurbaya, Sengsara Membawa Nikmat, ma Azab dan Sengsara..
Ketiga buku itu sering banget dijadikan referensi ma guru Bahasa Indonesia kalo lagi materi drama (contohnya : pewatakan tokoh, setting cerita, gaya bahasa, dll)..
Kalo yang belum pernah nemuin sampe sekarang di perpustakaan sih yang pengarangnya Marius Ramis, Said Daeng Muntu, ma Adinegoro..
buku bacaan pertama ane : Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk.

pertama bacanya pas SMP
abis ntu hampir semua buku2 terbitan BP ane baca.
d rumah adanya cuman buku / roman itu doang.
soalnya nyokap demeeen banget sm roman2 begitu .

malah kadang klo d rumah nggak punya nyuruh ane minjem d perpus sekolah

btw, Layar Terkembang masuk BP jg kn? karangan siapa y?
ane seneng bgt sm roman yg ini, happy ending soalnya.
×