Quote:Original Posted By bonang
Eh Kupluk...siape yang nutup jln...Habib tdk pernah menutup jln ketika mengadakan majelisnya..karena sebelum majelis dilakukan seminggu sebelum hari H ada team survei yang mngechek lokasi tersebut..dan Beliau sendiri pernah memberi tahu di majelisnya tiap malam selasa jika ada suatu wilayah yg mengundang majelis Rasulullah dan itu menutup jlan maka saya tdk akan izinkan kalao perlu saya tdk dtg..

jadi ati" kalo punye jari n congor yaa..maaf2x kalo ada kata krg pantas

jadi nte chek n ricek dulu jika ingin tau majelis nya habib munzir nte dtg n simak baek baek taushiyah dari beliau

Salam


sabar akh
Habib Munzir tidak menukil perkataan Al-Munaawi dalam Faidhul Qodiir secara sempurna. Padahal setelah nukilan yang didustakan kepada Imam Syafii tersebut, setelah itu Al-Munawi menukil dari Al-'Irooqi untuk membantah pendapat tersebut. Para pembaca yang budiman perhatikanlah kembali teks perkataan Al-Munawi berikut ini:


Terjemahannya: "Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun masjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

Zainuddin Al-'Irooqi berkata, "Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun mesjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala member wakaf) untuk dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya". (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 5/274)
wah gawat jangan sampai sara gan
ane ud no comment aj mengenai habib,,
waduh rame ya....

dari pada ribut2x mending perbaiki dahulu ibadah kita...ga baik mencela sesama islam....yg pada akhirnya ga ada yg menang...malah musuh2x islamyg malah senang.

kita ini seperti prajurit yg baru lulus pendidikan bawaanya siap perang ...coba lihat para jenderal diatas...mereka biasa aja. ....nah terus kita berani menghujat..menjelekan....kita ini siapa?....ilmu agama aja belum cukup...!!!...
coba lihat dengan para imam kita...mereka saling menghargai tanpa mencela.
itulah keindahan islam....jadi jangan di kotori!!...
apakah ada jaminan kalo kita merasa "benar" sebagai ahli surga?...surga itu milik allah....hanya rahmat-Nya yg menentukan manusia itu masuk surga atau tidak?...mutlak!...apa dengan ibadah benar menurut kita bisa masuk surga?...belum tentu...itu kata manusia?....tapi allah?...maha tahu siapa hambanya yg berhak masuk surga....walau itu seorang pezina sekalipun!!! jadi jgn pernah berputus asa dari rahmat allah...

jadi saran saya....marilah perbaiki diri kita sendiri sebelum memperbaiki orang lain....islam itu indah..
Kyknya TSnya ga cela mencela akh. kita ambil pelajarannya aja

Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam Ibnu Hajar

Berkata Imam Al-Muhaddits Ibn Hajr Al-Atsqolaaniy : "Hadits-hadits larangan ini adalah larangan sholat dengan menginjak kuburan dan di atas kuburan atau berkiblat ke kubur atau di antara dua kuburan, dan larangan itu tak mempengaruhi sahnya sholat (*maksudnya bilapun sholat di atas makam, atau mengarah ke makam tanpa pembatas maka sholatnya tidak batal), sebagaimana lafadh dari riwayat kitab Asshalaat oleh Abu Nai'im guru Imam Bukhari, bahwa ketika Anas ra shalat di hadapan kuburan maka Umar berkata : Kuburan…kuburan !, maka Anas melangkahinya dan meneruskan shalat dan ini menunjukan shalatnya sah dan tidak batal" (Fathul Baari Almasyhuur juz 1 hal 524)" Demikian perkataan Habib Munzir dalam bukunya Meniti Kesempurnaan Iman hal 29-30.

Para pembaca yang dimuliakan oleh Allah marilah kita melihat langsung perkataan Ibnu Hajr dalam kitabnya Fathul Baari. Ibnu Hajr berkata :




"Perkataan Imam Al-Bukhari ((Dan dibencinya sholat di kuburan)), maka mencakup jika sholat dilakukan di atas kubur atau ke arah kubur atau di antara dua kubur. Dan tentang hal ini ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalan Abi Martsad Al-Ghonawi secara marfuu' "Janganlah kalian duduk di atas kuburan, dan janganlah kalian sholat ke kuburan atau di atas kuburan"…. Dan Imam Al-Bukhari membawakan atsar Umar radhiyallahu ‘anhu yang menunjukan bahwa larangan tentang hal itu (sholat di kuburan-pen) tidak mengharuskan rusaknya (tidak sahnya) sholat. Dan atsar Umar tersebut telah kami riwayatkan secara maushuul (bersambung) di kitab As-Sholaah karya Abu Nu'aim gurunya Imam Al-Bukhari, dan lafalnya:

Tatkala Anas sholat ke kuburan maka Umar menyeru (seraya berkata) : Al-Qobr..al-qobr (Kuburan…! Kuburan…!), maka Anas menyangka bahwas yang dimaksud Umar adalah al-qomr (bulan), maka tatkala Anas mengetahui bahwa maksud Umar adalah kuburan maka Anaspun melewati kuburan dan sholat". Atsar ini memiliki riwayat-riwayat yang lain sebagaimana telah aku jelaskan dalam kitab "Tagliiq at-Ta'liiq", dan diantaranya riwayat dari jalan Humaid dari Anas seperti yang lalu dan ada tambahan, (perkataan Anas, "Maka berkatalah sebagian orang yang ada di dekatku "Maksud Umar adalah kuburan (bukan bulan-pen), maka akupun menjauh dari kuburan".

Dan perkataan Umar القَبْرَ القَبْرَ (kuburan…! Kuburan..!) dengan menashob (yaitu I'robnya dengan fathah/nashob-pen) karena untuk tahdziir/memperingatkan.

Dan perkataan Imam Al-Bukhari ((Dan Umar tidak memerintahkan Anas untuk mengulangi sholat)) merupakan istinbat (hukum) yang diambil dari Imam Al-Bukhari dari sikap Anas radhiyallahu ‘anhu yang melanjutkan sholatnya, kalau seandainya sholat di kuburan mengharuskan rusaknya (batalnya) sholat maka Anas akan memutuskan sholatnya dan mengulangi kembali sholatnya" (Fathul Baari 1/524-525).

sumber
bersambung Insya Allah
ditunggu sambungannya akh
.....Beliau bertanya lagi; "Apakah kalian tahu berapa jarak antara langit dan bumi?" Kami menjawab; "Allah dan RasulNya lebih mengetahui." Beliau berkata; "Jaraknya adalah sejauh perjalanan lima ratus tahun. Jarak antara langit yang satu dengan langit berikutnya adalah sejauh perjalanan lima ratus tahun juga. Tebal langit adalah sejauh perjalanan lima ratus tahun. Di atas langit ke tujuh ada lautan yang jarak antara dasar dengan permukaannya adalah sebagaimana jarak bumi dan langit. Lalu di atasnya lagi ada delapan penyangga yang jarak antara ujung dengan pangkalnya seperti jarak antara langit dan bumi. Di atasnya lagi ada Arsy yang jarak antara dasar dan permukaannya adalah seperti jarak antara langit dan bumi. Allah Tabaraka Wa Ta'ala berada di atasnya. Tidak ada satu amalan pun yang dilakukan oleh keturunan Adam yang tersembunyi dari-Nya. (HR Ahmad no 1676) bisa dicek di www.lidwa.com
ane males baca semuanya gan -__- kaga ada yang lebih simple apa penjelasannya?
Apakah boleh yang mengaku keturunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, menerima zakat dan sedekah ?

No. Rek Majelis Rasulullah :
Bank Syariah Mandiri
atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No.Rek : 061-7121-494

Aswaja sufi meniru-niru syiah..?? Ataukah sebaliknya..??!!

(studi banding antara aqidah tokoh syi'ah :Al-Khumaini dan aqidah kaum sufi : At-Tijaani, Alwi Al-Maaliki, Habib Al-Jufri, dan Habib Munzir)


Sungguh kita menemukan permusuhan yang sangat sengit dari kaum syi'ah dan aswaja imitasi (baca : sufi) terhadap aswaja asli (baca : salafy atau yang dinamakan oleh kaum sufi sebagai wahabi). Seakan-akan musuh mereka hanyalah kaum wahabi. Ada apa gerangan antara Syi'ah dan Aswaja, kenapa sama-sama bersepakat memusuhi kaum wahabi..??!!

Rahasianya adalah adanya kesamaan antara dua kelompok ini, terutama dalam peribadatan kepada penghuni kuburan dan para wali !!!

Tidak heran jika SYI'AH & ASWAJA SUFI :

- Sama-sama hobi meninggikan kuburan…??!!

- Sama-sama hobi beribadah di kuburan…??!!

- Sama-sama hobi meminta dan beristighotsah kepada penghuni kuburan..??!!

- Sama-sama hobi mencari barokah dari pasir yang ada dikuburan para wali??

- Sama-sama berlindung dibalik topeng "cinta kepada Ahlul Bait…", atau "Demi menghormati Ahlul Bait", seakan-akan kecintaan kepada Ahlul Bait dan kesyirikan adalah dua perkara yang saling melazimkan !!!


Entah…apakah kaum aswaja sufi yang ikut-ikutan taqlid buta kepada kaum syi'ah??, ataukah sebaliknya??!!

Seharusnya kepanjangan ASWAJA (Ahlus Sunnah…. = Pelaku sunnah….) menunjukkan tidak mungkinnya bersatu atau bersepakat antara Aswaja dan Syi'ah, karena syi'ah adalah lawan dari sunnah. Akan tetapi kenyataan yang terjadi justru Aswaja dekat dengan Syi'ah dan sama-sama memusuhi wahabi. Rahasianya… karena Aswaja ternyata tidak menjalankan sunnah-sunnah Nabi, bahkan ibadah-ibadah yang mereka lakukan adalah kreasi-kreasi ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya.

Bukankah sunnah adalah perkara-perkara yang disandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?, lantas kenapa Aswaja doyan mepraktekan kreasi-kreasi ibadah yang sama sekali tidak pernah dikerjakan oleh Nabi??...Bahkan aswaja menjadikan ibadah-ibadah hasil kreasi tersebut sebagai tolak ukur kecintaan kepada Nabi??, bahkan memusuhi orang-orang yang berpegang teguh dan tidak mau beribadah kecuali dengan sunnah Nabi??!!

Karenanya bagaimana mungkin aswaja bisa membantah syi'ah jika mereka sendiri menjauhkan diri dari sunnah??!!

Terlebih lagi ternyata…..kesyirikan yang diperjuangkan oleh kaum syi'ah sama dengan kesyirikan yang diperjuangkan oleh sebagian kaum aswaja sufiyah.
udAH KETEMUAN AJA...BIAR TERANG...DAN JELAS...KALAU ENTE JELASIN DISINI MALAH NANTI BISA MENAMBAH RUNYEM ...BIKIN PUSING ...ENTE GAN KALAU MASIH KURANG PUAS LANGSUNG AJA GAN NEMUIN AL HABIB MUNZIR ....JANGAN BIKIN POSTING DISINI ....KAYANYA ENTE YG MAU BIKIN PECAH ISLAM GAN.....BANYAK ZIKIR LAH....
banyak banget tukang adu domba sekarang
Habib munzir al musawa .....itu guru ane....dan beliau adalah keturunan dari rasulullah s.a.w .....jadi siapa yang berkata kurang sopan...dan mejelek-jelek kan beliau .....lebih baik perang......! Ame ane.....ente kaga tau diri...kalau ente ga suka jangan dibahas disini....! Ketemu langsung kalau berani.....dasar kaga punya otak.....!
ane ngga brani komentar tentang ini gan
waduh panjang nya ....
Quote:Original Posted By redside
Habib munzir al musawa .....itu guru ane....dan beliau adalah keturunan dari rasulullah s.a.w .....jadi siapa yang berkata kurang sopan...dan mejelek-jelek kan beliau .....lebih baik perang......! Ame ane.....ente kaga tau diri...kalau ente ga suka jangan dibahas disini....! Ketemu langsung kalau berani.....dasar kaga punya otak.....!


bener tuh gan keturunan langsung dr Rasulullah?

klo ane sih dalam menyikapinya simple..mana yg bisa mendatangkan hujjah dalil yg shahih dr alqur'an dan hadist dgn pemahaman yg bener itu yg ane ikuti..ane takut gan klo cm taqlid..pelajaran yg bisa dipetik "ya mulutmu harimaumu"..jngan mentang2 gak suka dgn ulama macam Imam besar masjid Haramain lantas sembarangan bikin pernyataan..
Quote:Original Posted By inoedana
bener tuh gan keturunan langsung dr Rasulullah?

klo ane sih dalam menyikapinya simple..mana yg bisa mendatangkan hujjah dalil yg shahih dr alqur'an dan hadist dgn pemahaman yg bener itu yg ane ikuti..ane takut gan klo cm taqlid..pelajaran yg bisa dipetik "ya mulutmu harimaumu"..jngan mentang2 gak suka dgn ulama macam Imam besar masjid Haramain lantas sembarangan bikin pernyataan..


wallohu a'lam akh, kebanyakan orang sekarang kan taqlid buta, cuma ikut2an
saya rasa yang bikin ini thread pengikut Aliran "SESAT" Salafi Wahabi yang mana kaum mereka telah menguasai Madinah dan Makkah melalui dinasti Kerajaan Saudi

ente orang Hizbut Tahrir dan PKS yah gan ntu tuh yg nganggep Maulid Rasulullah SAW bid'ah ....

maaf ilmu ane belum nyampe masih banyak belajar

Aliran Sesat wahabi sudah menyelinap masuk, Organisasi sesat Islam Liberal juga udah menyelinap masuk. Dunia udah mau kiamat yahhh