Quote:Original Posted By xinggrage


Udah ane lingkerin ijo gan? Habib yang kita kenal selama ini anak keturunan dari Rasulullah (Ahlul Bayt) Melalui jalur Imam Ali zainal abidin yg dijuluki Assajad / ahli sujud, dalam semalam beliau sholat 1000x sujud

Imam Ali Zainal Abidin (assajad) putra Sayidina Husein putra Ummi Saidah Fatimah binti Rasulullah SAW beliau dijuluki Assajad karena ahli sujud , sholat 1000x sujud setiap maelmnya dan pecinta fakir miskin dengan memanggul sendiri karung2 gandum setiap malamnya dan terus bermunajat dg munajatnya yg terkenal “abduka bifinaik, miskinuka bifinaik.. dst”.
Imam Ali Zainal abidin memiliki putra bernama Imam Muhammad Albaqir
Imam muhammad Al baqir, dikenal orang yg taat kepada Allah, tidak pernah melakukan yang makruh apalagi perbuatan haram, orang melihat beliau bagaikan cahaya Rasulullah SAW kembali hadir di wajah beliau, dengan munajat beliau yang terkenal “ana abduka muznibu muhtiu fala a’tadzir”
Imam Muhammad Albaqir memiliki putra bernama Imam Jakfar Ashodiq
Imam Jakfar asshodiq, beliau seorang yang tawadlu dan setiap malah harinya bermunajat memanggil Allah SWT tanpa henti-hentinya sepanjang malam.

Imam Jakfar ashodiq memiliki putra bernama Imam Ali Aluradhy, Imam Ali Aluradiy memiliki putra bernama Imam Muhammad Annaqib, Imam Muhammad Annaqib mempunyai putra bernama imam Isa Arrumiy, Imam Isa Arrumiy punya putera bernama Imam Ahmad Almuhajir dan seterusnya, catatan silsilah keturunanya terpelihara hingga saat ini.


Dari jalur keturunan beliau lah para habaib yang kita kenal selama ini berasal, dan jalur keturunan itu tercatat dan terpelihara, jadi gak sembarangan orang mengaku-ngaku habib, ada registrasinya gan, ditelusuri siapa bapaknya, sodara-sodara bapaknya,kakek2nya paling enggk sampe 5 diatas kita dan ada licence nya mirip passport yang dikeluarkan oleh maktab Daimi, jadi kalo orang yang udh punya buku nasab dari maktab daimi berarti sudah teruji secara nasab bahwa orang tersebut keturunan Rasulullah SAW melalui jalur Sayidina Husein dan keturunannya.


Sedikit Dalil Mengenai keturunan Rasulullah SAW
Surat Alahzab 33


Didalam Shahih Muslim bil makna ya gan "Aku tinggal kan dua perkara (tsaqolain), yaitu Alquran dan Ahlulbayt ku (Keturunanku)".


Para sahabat sangatlah memuliakan keturunan Rasulullah SAW, diantaranya Khalifah Abu Bakar Assidiq RA berkata: "Demi yang jiwaku ada di genggamanNya, aku lebih menyukai untuk menyambung (silaturrahmi) dengan keluarga Rasulullah daripada keluargaku sendiri".

Dalam bersholawatpun kita sering mengucapkan/mendengar "Sholawat dan salam kita panjatkan kepada Rasulullah SAW, keluarganya, sahabatnya... "

masih banyak lagi dalil dalil mengenai keutamaan Ahlul Bayt / keturunan Rasulullah SAW yang biasa kita kenal dengan istilah Habib, Sayyid, Syarif

Jadi gak ada salahnya kan kita mencintai sesama muslim , terlebih lebih muslim itu adalah keturunan dari nabi kita, Sayidina Muhammad SAW


kalo habib h gmn akh? semlm sujud 1000x sholat apa tu akh, pernahkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengajarkan semlm sholat sampe sujud 1000x, coba dijelaskan dalilnya
Quote:Original Posted By xinggrage


Sesat dari mana gan??

Tanggal Senin, 09 April 2012 membahas Hadist tentang Ajaran Kelembutan Rasulullah SAW

Dari Aisyah Ummulmukminin (ibunda kaum yang beriman, gelar istri-istri Rasul SAW), sungguh ia berkata: dibawakan pada Nabi SAW seorang bayi lelaki, dan buang air kecil di baju beliau SAW, maka beliau SAW minta air lalu mengusapnya dengan air saja" (Shahih Bukhari)
Pembahasan lengkapnya click http://majelisrasulullah.org/index.p...d=381&Itemid=1


Tanggal Senin, 02 April 2012 membahas hadist tentang Siwak Pembawa Keridhoan Allah SWT

Sabda Rasulullah SAW: “Siwak adalah pensuci mulut dan pembawa keridhoan Allah” (shahih Bukhari)


Dari Hudzaifah ra berkata: “Bahwa Nabi SAW jika bangun dari malam hari, membersihkan mulutnya dengan siwak” (shahih Bukhari)
Pembahasan lengkapnya click http://majelisrasulullah.org/index.p...d=380&Itemid=1


Tanggal Senin, 12 Maret 2012 Membahas Hadist tentang Mandi Tujuh Sumur Sunnah Rasulullah SAW

Dari Aisyah ra berkata, sabda Rasulullah saw: "Ketika Nabi saw telah masuk ke dalam rumah dan sakit beliau semakin parah , beliau bersabda: "Siramkan air kepadaku dari tujuh geriba yang belum dilepas ikatannya, sehingga aku dapat memberi pesan kepada orang-orang". Kemudian nabi saw didudukkan di dalam ember besar milik Hafsah, istri Nabi SAW maka kami segera menyiramkan air kepada beliau hingga beliau memberi isyarat kepada kami, bahwa kalian(istri-istri Rasulullah SAW) telah melakukannya, setelah itu beliau keluar menemui orang-orang." (Shahih Bukhari)
Pembahasan lengkapnya click http://majelisrasulullah.org/index.p...d=379&Itemid=1

Tanggal Senin, 05 Maret 2012 Membahas Hadist tentang Dua Sebab Siksa Di Alam Kubur

“Dari Ibn Abbbas Ra berkata, Nabi SAW melewati dua kuburan dan bersabda: “Sungguh keduanya tersiksa, dan bukan tersiksa sebab dosa yang sangat besar, namun salah satunya tidak menutup aurat (membuka auratnya dihadapan orang lain) saat buang air kecil, dan yang satunya sering mengadu domba orang lain, lalu beliau SAW mengambil sehelai daun yang masih segar, dan membelahnya menjadi dua, dan menaruhnya masing-masing helai di masing masing kubur tersebut, maka orang orang bertanya: Wahai Rasulullah, untuk apa engkau perbuat itu?, maka beliau SAW bersabda: semoga diringankan untuk keduanya sebelum potongan daun ini mengering” (Shahih Bukhari)
Pembahasan lengkapnya click http://majelisrasulullah.org/index.p...d=378&Itemid=1

Masa setiap pengajian membahas Quran dan Hadist seperti itu dianggap sesaaat, waduh waduuuh... kalo gitu siapa yang sesat nih


Dan kayaknya lebih bego lagi orang yang ngebegoin orang yang mau ngaji, mau dengerin penjelasan quran dan penjelasan Hadist kok dianggap bego???

siagan becandanya gak kira-kira deh


Jujur aja nih gw Islam tp ogah nambah2 ajaran islam yg gw kagak tau dia kturunan cucu,cicit Rasul ALlah yg k brapa, masa bodo, yg pasti tlglah tertib gituh, jakarta udah sumpek ditambah konfoy mantap pake peci kagak pakai helm, brasa surga banget yak konfoy panjang bgitu, gw kagak pduli hadis mana yg dbhas tp toleransi beragama jg tlg djaga, aliran keras apa si habib, kyk siah yak, asli gw kagak tau dan ngga mau tau, krn bagi gw udah cukup agama Islam yg diajarkan oleh ortu dan kakek nenek gw yg dahulu, hehe
Quote:Original Posted By adibjs
saudara.. janganlah saling mengujat dan mencela...

sudahkah anda dengar hadist Nabi SAW, ttg seorang bernama dzul khuwaisiroh?? seorang sahabat yang sehabis perang thaif dimana Dzul khuwaisiroh tsb memprotes keras pd Nabi SAW karena ia tidak mendapat ghanimah, padahal banyak sahabat lain yg juga tidak dapat,,, dzul khuwaisiroh tsb mengatakan Nabi SAW tidak adil sambil misuh2...

'berlakulah adil hai Muhammad!!" kata dzul khuwaisiroh.
"celakalah kamu, siapa yang akan berbuat adil jika aku saja tidak mampu??" kata Nabi SAW.
"wahai RaSulullah, biar kupenggal saja lehernya" kata Umar ra.
nabi SAW menjawab, "biarkan saja"
setelah orang itu berlalu, Nabi SAW bersabda:

"AKAN LAHIR DARI KETURUNAN ORANG INI, KAUM YANG MEMBACA AL QUR'AN, TAPI TIDAK SAMPAI MELEWATI BATAS TENGGOROKANNYA (tidak memahami substansi misi-misi Al Qur'an dan hanya hafal di bibir saja) MEREKA KELUAR DARI AGAMA ISLAM SEPERTI ANAK PANAH TEMBUS KELUAR DARI (badan) BINATANG BURUANNYA.
MEREKA MEMERANGI ORANG ISLAM DAN MEMBIARKAN PARA PENYEMBAH BERHALA . KALAU AKU MENEMUI MEREKA NISCAYA AKAN KUPENGGAL LEHERNYA SEPERTI HAL NYA KAUM 'AD.
HR MUSLIM pada kitab Az-Zakah, bab Al qismah.
dalam riwayat lain beliau bersabda "MEREKA ITU SEJELEK-JELEK MAKHLUK, BAHKAN LEBIH JELEK DARI BINATANG. MEREKA TIDAK TERMASUK DALAM GOLONGANKU, DAN AKU TIDAK TERMASUK GOLONGAN MEREKA" HR MUSLIM.

keturunan dzul khuwaisiroh ini adalah kelompok yg tidak memahami Islam,
mereka rata2 qa'imu al-lail (rajin sholat malam), shaimu an-nahar (rajin puasa sunah di siang hari), hafidzu qur'an (hafal al qur'an), jidat hitam, lutut kapalan krn sujud... gambaran ini diriwayatkan secara detail dalam syarah shahih Muslim.. termasuk sosok dzul khuwaisiroh tsb.
Imam Nawawi menjelaskan dzul khuwaisiroh dan keturunannya cirinya :
berjidat hitam
kepala botak tidak berambut
tinggi gamisnya setengah kaki
jenggotnya panjang


maaf, saya hanya berusaha menyampaikan sebuah hadist yang pernah saya baca.. yang menurut saya penting untuk kita renungi bersama... terutama dalam melihat berbagai golongan2 islam yang semakin banyak saat ini... (wahabi...dll)
jangan2 golongan tersebut adalah seperti yang dikatakan Nabi SAW dalam hadist diatas... mari kita renungi bersama..

jangan lupa, mari kita sama-sama berdoa semoga Allah ta'ala menuntun kita pada jalan keselamatan dalam agama, dunia dan akhirat... al faatihah...
yang membaca komen ini, mari doakan semua saudara2 kaskuser muslim agar terselamatkan dari apa yang dicirikan sebagai keturunan dzul khuwaisiroh diatas..

wallahu a'lam bisshowab
subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika...
allahumma shalli 'alaa Muhammad...

terima kasih


setuju gw ama lo bro, gw malah serem aja lihat org yg pdhal sesama Indonesia tp pakai baju kyk org di Arab, kalo dia kturunan Arab gw anggap wajar, ini pake gamis panjang2 udah kyk tero tau, blm lagi cenya, pake cadar, aduh makin bdosa aja gw gosipin gmana btk org2 yg kyk bgitu, sewajarnya aja knapa sih, kyk buya Hamka atau ajaran islam yg dulu2, kagak pakai yg aneh2, cuma perlu pndekatan yg lbh dalam terhadap ajaran islam yg berpegang pada Al-quran dan Hadist, cacad dah membentuk klompok2 bgitu, makin pecah aja nih Islam Indo.
panjaaaaaaang banget gan teksnya

tapi nice info
Ngga mungkin Habib berkata demikian tanpa bukti atau hanya untuk menghina Imam Masjidil Haram. Kalau memang Habib seorang pembohong ngga akan mungkin sebanyak itu pengikut beliau.
trus intinya apa?
Quote:Original Posted By JPAA3002
di jawab salah.
ga di jawab juga salah.

kasian Ts nya. sampai2 mencari foto untuk mencari dan melihat kecelaan pada 1 komunitas/majelis
padahal dari sekian begitu banyaknya komunitas/majelis. tidak hanya 1 komunitas/majelis saja yang melanggar aturan dalam tata cara lalu lintas.dari semua setiap majelis yang saya lihat ketika mereka ada acara mereka secara beramai2/konfoy mereka smua tidak luput dari kesalahan pada tata tertib dalam berlau lintas bahkan saya ambil contoh di mana di daerah saya, ini bukan lah majelis/komunitas yang semata2 untuk ibadah. ini kelompok yang ada di daerah saya Ialah FBR(from betawi rempug) bahkan jauh lebih parah pelangaranya.mereka tidak segan2 menggentok/memukul helm pengemudi yang menghalangi jalannya dan mereka melanggar bukan semata2 untuk beribadah melainkan hanya untuk sebuah rapat kecil dalam perebutan hak wilayah

kasian yang membaca ini semua,ketika mereka blum cukup ilmunya , mereka hanya memikirkan hal negativnya tanpa tau dalam positifnya.
klo seorang habib pasti mereka berkata yang dimana sudah di jelaskan oleh rosul. apa lagi habib ini berguru bukan di sembarang tempat. yang dimana sanad para guru nya sangatlah jelas.
jika memang Ts ada salah dalam pemahamannya dalam diri yang bersangkutan. muslim sejati harus mengajak berdiskusi secara langsung
tentang apa yang ts kira memang salah. temui lah beliau .


ane sepakat gan kayanya nih TS ada unsur dendam ma Habib coba kita perhatiin kalimat demi kalimatnya seperti orang yang kecewa dan kesal bukan orang yang ingin mencari kebenaran dan kedamaian. Jika hatinya dah terbesit subhat makanya dia hanya mencari sisi Negatif-nya tanpa memandang sisi positif.

Ente klo maw tau alesan habib ngomong sprt itu dateng aja gan TS. Bukankah ISLAM itu suka kedamaian dan menghindari perselisihan. Datang lah ke Habib minta lah klarifikasinya jangan hanya ngedumel di belakang tapi takut bicara didepan. Bagaikan pengecut gan. Pasang Badan dan telinga agan siapa tau ketemu solusinya gan.

Ingat gan masalah yang kaya gini tuh sangat sensitif !!! lebih baik agan bisa lebih bijaksana dalam menulis sesuatu.
ijin nyimak dlu ya gan ..
banyak sekali unsur kebencian dan penghinaan d thread ini, dan yang paling banyak adalah klonengan'a . bwt TS n TO yg terhormat, waktu sekolah diajarin tata cara BERMUSYAWARAHKAN klo berani datengin orang'a langsung, kasih tw apa yg gk kita suka dari orang tersebut, jgn bisa'a ngejelek jelikin di belakang aj, klo kyk gini cara'a sampe salah satu dari kalian mati juga gk bakal selesai urusan'a.



MOMOD'a mana nih masa thread kyk gini di pelihara
ini apaan ya gan.. ga ada gambarnya
kayaknya tsnya ga asal bikin, ana liat diambil dari tulisan ustadz, jadi mari kita ambil pelajaran dari tulisan tsb, disamping itu ada tulisan lain dimana Habib M berdusta atas nama imam syafii dan ibnu hajar. coba baca di firanda.com
ijin nyimak gan
nice share gan



mampir juga gan k trid ane bagi pecinta One Piece
dan bagi pecinta sepak bola
wajib mampir
Spoiler for Pecinta One Piece:

Spoiler for Pecinta One Piece:

Spoiler for Pecinta Sepak Bola:
gak ikutan yg bgini gan
kalau ane cuma bisa ngomong yang dicela sama mencela PODO WAE bahasa afrikanya ...
yg boneng gan, hati2 loh jgn sampe ngefitnah
ntr bisa kualat
ijin nyimak dulu ye gan, panjang juga threadnya "michael777 "
"Jangan Melakukan Apa Yang Kamu Sesali Dikemudian Hari"

Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam As-Syafii

Terlalu banyak hadits-hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid. Akan tetapi hal ini ditentang oleh Habib Munzir. Dan dalam penentangannya itu Habib Munzir berdalil dengan beberapa hadits dan perkataan para ulama.

Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat.

Habib Munzir berkata :

"Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya". Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)"


Demikianlah perkataan Habib Munzir dalam kitabnya Meniti Kesempurnaan Iman hal 30)

Saya akan menunjukkan kepada para pembaca sekalian tentang tipu muslihat yang telah dilakukan oleh sang Habib, dengan menukil langsung teks yang sesungguhnya dari kitab Faidhul Qodiir Syarh al-Jaami' As-Shogiir yang dikarang oleh Al-Munaawi rahimahullah.

Tatkala menjelaskan hadits Nabi shallahu 'alaihi wa sallam

لَعَنَ اللهُ زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ

"Allah melaknat para wanita penziarah kuburan dan (melaknat) orang-orang yang menjadikan di atas kuburan masjid-masjid dan penerangan"

Al-Munaawi berkata :



(Sabda Nabi) : وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِد"(Allah melaknat orang-orang yang menjadikan masjid-masjid di atas kuburan) karena padanya ada bentuk berlebih-lebihan dalam ta'dziim (pengagungan). Ibnul Qoyyim berkata, "Dan hadits ini dan hadits-hadits yang semisalnya adalah bentuk penjagaan Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam terhadap tauhid agar tidak diikuti oleh kesyirikan dan agar kesyirikan tidak menutup tauhid, dan untuk memurnikan tauhid dan sebagai bentuk kemarahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena Robnya disamakan dengan selainNya. As-Syafii berkata, "Aku benci diagungkannya seorang makhluk hingga kuburannya akhirnya dijadikan masjid, kawatir fitnah kepadanya dan kepada masyarakat".

Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun mesjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

Zainuddin Al-'Irooqi berkata, "Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun masjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala memberi wakaf) agar dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya". (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 5/274)

Demikianlah teks secara lengkap dari kitab Faidhul Qodiir. Para pembaca yang budiman perhatikanlah teks diatas, ternyata :

Al-Munaawi menukil perkataan Ibnul Qoyyim, yang Ibnul Qoyyim sedang menukil perkataan Imam As-Syafii (perkataan Ibnul Qoyyim ini bisa dilihat di kitab beliau Ighootsah Al-Lahfaan, tahqiq Al-Faqii 1/189), lalu Al-Munawi menyampaikan suatu pendapat lantas kemudian Al-Munawi menukil perkataan Al-'Irooqi yang membantah pendapat tersebut.

lengkapnya disini
Habib Munzir berdusta atas nama Imam As-Syafii dengan menambah perkataan yang bukan perkataan Imam As-Syafii, yaitu perkataan ((dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya)), yang ini jelas adalah bukan perkataan Imam Syafii, akan tetapi sebuah pendapat yang dinukil oleh Al-Munawi.

Perkataan Imam As-Syafii ini sangatlah masyhuur, perkataan ini telah dinukil oleh Abu Ishaaq Asy-Syiirooziy (wafat 476 H) dalam kitabnya Al-Muhadzdzab fi Fiqhi Al-Imaam Asy-Syaafii, beliau rahimahullah berkata :




"Dan dibenci dibangunnya masjid di atas kuburan, karena hadits yang diriwayatkan oleh Abu Martsad Al-Gonawi bahwasanya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam melarang sholat kearah kuburan dan berkata, "Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai berhala (sesembahan), karena sesungguhnya bani Israil telah binasa karena mereka menjadi kuburan-kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid". As-Syafii berkata, "Dan aku benci diagungkannya seorang makhluq hingga kuburannya dijadikan masjid, kawatir fitnah atasnya dan atas orang-orang setelahnya" (Al-Muhadzdzab 1/456, dengan tahqiq : DR Muhammad Az-Zuhaili)

Perkataan As-Syiirooziy dan perkatan Imam As-Syaafii ini juga dinukil oleh An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmuu' Syarh Al-Muhadzdzab (5/288, tahqiq Muhammad Najiib Al-Muthi'iy). Kemudian An-Nawawi berkata :


"Dan telah sepakat nash-nash dari As-Syafii dan juga para ashaab (para ulama madzhab syafiiyah) akan dibencinya membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau selainnya karena keumuman hadits-hadits (yang melarang-pen). Ay-Syafii dan para ashaab berkata, "Dan dibenci sholat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang sholeh ataukah tidak". Al-Haafizh Abu Muusa berkata, "Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za'farooni rahimhullah : Dan tidak boleh sholat ke arah kuburannya, tidak boleh sholat di sisinya dalam rangka mencari barokah atau dalam rangka mengagungkannya, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A'lam".(Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu' syarh Al-Muhadzdzab 5/289)

Dan perkataan Imam As-Syaafii yang dinukil oleh Asy-Syiiroozi, An-Nawawi dan Al-Munaawi sesuai dengan penjelasan Imam As-Syafii dalam kitab beliau Al-Umm, dimana beliau tidak suka jika kuburan dibangun lebih tinggi dari satu jengkal, beliau berkata :


"Aku suka jika kuburan tidak ditambah dengan pasir dari selain (galian) kuburan itu sendiri. Dan tidak mengapa jika ditambah pasir dari selain (galian) kuburan jika ditambah tanah dari yang lain akan sangat tinggi. Akan tetapi aku suka jika kuburan dinaikan di atas tanah seukuran sejengkal atau yang semisalnya. Dan aku suka jika kuburan tidak dibangun dan tidak dikapur (disemen-pen) karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan, dan kematian bukanlah tempat salah satu dari keduanya (hiasan dan kesombongan), dan aku tidak melihat kuburan kaum muhajirin dan kaum anshoor dikapuri" (Al-Umm 2/631, tahqiq DR Rif'at Fauzi Abdul Muththolib, Daar Al-Wafaa'
Habib Munzir tidak amanah dalam penerjemahan, kata qiila (قِيْلَ yang artinya "dikatakan" tidak diterjemahkan oleh Habib Munzir.


Terjemahan Habib Munzir sbb : "Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya". Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)"

Para pembaca yang budiman perhatikan terjemahan Habib Munzir, seharusnya terjemahan yang benar adalah : "…atau atas orang lain. Dikatakan : dan hal yang tidak…"

Ini jelas sangat merubah makna, karena fungsi dari kalimat qiila (dikatakan) ada dua:

- Pertama : Menunjukan pemisah antara perkataan Imam Syafii dan perkataan selanjutnya yang bukan merupakan perkataan Imam As-Syafii

- Kedua : Para penuntut ilmu telah mengerti bahwasanya para ulama tatkala menukil suatu pendapat dan dibuka dengan perkataan "dikatakan" maka ini menunjukkan lemahnya pendapat tersebut.

hati hati yaa

Quote:Original Posted By ramadhanisme
bilangin ama habib lo + jemaah nya, laen kali kalo bikin pengajian jangan seenaknya tutup jalanan umum, lo kira itu jalanan punya habib lo doang apa, kagak mikirin hak ribuan pengguna jalan laen yang harus lewat situ?

Itu namanya lo mendzolimi hak orang laen, rasul aja berdakwah ga pernah kok mendzolimi hak orang laen :


Eh Kupluk...siape yang nutup jln...Habib tdk pernah menutup jln ketika mengadakan majelisnya..karena sebelum majelis dilakukan seminggu sebelum hari H ada team survei yang mngechek lokasi tersebut..dan Beliau sendiri pernah memberi tahu di majelisnya tiap malam selasa jika ada suatu wilayah yg mengundang majelis Rasulullah dan itu menutup jlan maka saya tdk akan izinkan kalao perlu saya tdk dtg..

jadi ati" kalo punye jari n congor yaa..maaf2x kalo ada kata krg pantas

jadi nte chek n ricek dulu jika ingin tau majelis nya habib munzir nte dtg n simak baek baek taushiyah dari beliau

Salam