Poll: Apakah Juragan Setuju Hukum Qisas Diterapkan di Indonesia?

Setuju 47% (125 votes)
Tidak Setuju 44% (117 votes)
Ragu-ragu 9% (24 votes)
Ane gak setuju gan.. Ntar yg buntung tangannya dan yg dipenggal cuma orang2 kecil doang, pejabat tetep aja sehat wal afiat. Gak perlu smpe qisash segala, tegakkan hukum positif di Negara Indonesia tercinta dg seadil2nya ntar para penjahat mikir 2x utk berbuat jahat dan akhirnya kejahatan tereduksi dg sndirinya. Sebenarnya bukan penegakan hukum yg paling penting tapi penegakan hati nurani. Dg memiliki hati nurani, kejahatan akan sangat minim.
gak setuju gan.. Indonesia kan bhineka tunggal ika...
kan Indonesia bukan negara islam gan.. entar hukumnya ga merata gitu gan
yang ane tangkep sih ya. menurut ane sih hukum qisas ini kan ga mencakup ke bagian ketuhanan. jadi ga harus negara islam dong?
Ane SETUJU kalo : Tersangka memang terbukti sengaja dan niat melakukan tindak pidana umum atau khusus apalagi korupsi, tanpa tekanan dari orang lain serta bukan atas dasar kelalainnya.

Jika kasusnya adalah pembunuhan namun membunuh karena untuk membela diri,itu yang ane gak setuju gan..Semuanya tergantung pada pembuktiannya (saksi,bukti,dll)
Mending dibunuh pelan2 biar menderita aka mendekam di penjara selama2nya sampe mokad. Emang enak dipenjara seumur hidup dan kehilangan kebebasan.
GAKsetuju gan..menurut saya biarlah tuhan yang menilai,manusia gak berhak menghakimi..kalaupun hukum itu di terapkan apa bisa adil???
cuma 1kata gan "MUSTAHIL"
Nggak gan galau ane.
jujur gan ane kaga setuju jika dilakukan hukum qisas di indonesia, alasannya indonesia bukan negara islam, tentu hukum qisas akan bertentangan dengan sistem filsafat pancasila. bukan hanya merusak kerukunan antar umat beragama tetapi akan menimbulkan ketidak pastian hukum dan runtuhnya nkri karna hukum qisas bertentangan dengan pancasila.
agan bakal ngerti jika paham maksud dari "keadailan tertinggi merupakan ketidak adlian tertinggi"
Quote:Original Posted By newbieforever88
bukan seolah-olah diharuskan membalas dendam gan, tapi biar orang yang mau ngebunuh tu mikir sebelum ngebunuh. Kalo si pembunuh udah takut dihukum kan dia gak bakalan brani ngebunuh orang gan.


Dgn hukuman mati yg sdh diberikan ke trio bomber Bali juga tidak menyurutkan semangat para bomber2 lainnya tuh...

Hukuman apapun yg ada, kalo memang pelaku sdh berniat, tidak akan terlintas dlm pikirannya akibat dari perbuatannya. Ini lebih ke mental warga negara kita saja...


Quote:Original Posted By gunkzgethoo
tapi masih ada adat ketimuran gan
CMIIW


Adat ketimuran tuh yg kayak gimana sih gan? Ato maksud agan adat ketimur-tengah-an? Soalnya agama resmi Indonesia aja smuanya impor, jd gimana yg dimaksud dgn adat ketimuran?
Quote:Original Posted By fauzone
Buat yang nggak setuju tentang penerapan Qishash:

Yang dimaksud TS di sini adalah penerapan QISHASH, bukan penerapan HUKUM ISLAM secara keseluruhan.

Perlu agan ketahui bahwa, hukum di Indonesia diadaptasi dari berbagai sumber, antara lain hukum warisan penjajah (Belanda), hukum adat, & hukum agama.

Ane nggak perlu nyebutin contoh-contohnya. Kalo agan mau nyari, pasti ada. (Bagi yang males nyari, coba cek di sini: http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Indonesia.)

Jadi sebenernya nggak masalah kalo Qishash itu diterapkan. Toh, bagi sebagian besar kita, Qishash itu hukuman yang masuk akal.

Contohnya, kalo orangtua agan mati dibunuh sama perampok, apa agan nggak pengen perampok itu dihukum mati?

Itu lah contohnya Qishash: nyawa dibalas dengan nyawa.

"Wahai orang-orang yang beriman, qisas diwajibkan atasmu berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh..."
~ Q.S. Al-Baqarah: 178-179

Menurut ane pada dasarnya sebagian besar orang sepakat kalo orang yang membunuh harus dihukum mati juga. Cuma segelintir orang yang mengatasnamakan HAM yang nggak sepakat tentang Qishash.


Ga perlu Hukum Qisas pun hukum KUHP Pidana kita sdh mengatur tentang ganjaran akibat menghilangkan nyawa seseorang akibat disengaja atau tidak. Plis stop mengatakan Hukum Indonesia adl serapan dari berbagai hukum sebagai alasan, krn sama sekali tidak kuat dijadikan landasan utk menjadikan Qisas sebagai salah satu hukum pidana negara Indonesia.

Ini dia yg paling keren nih, an eye for an eye. Kenapa seolah2 hukum Qisas dipakai sebagai pembenaran utk melakukan tindakan 'balas dendam'?
KUHP itu pada dasarnya juga hukum balas dendam gan, tetapi masih mempertimbangkan kemanusiaan dan batas kewajarannya
Quote:Original Posted By JohnLemod
Ga perlu Hukum Qisas pun hukum KUHP Pidana kita sdh mengatur tentang ganjaran akibat menghilangkan nyawa seseorang akibat disengaja atau tidak. Plis stop mengatakan Hukum Indonesia adl serapan dari berbagai hukum sebagai alasan, krn sama sekali tidak kuat dijadikan landasan utk menjadikan Qisas sebagai salah satu hukum pidana negara Indonesia.

Ini dia yg paling keren nih, an eye for an eye. Kenapa seolah2 hukum Qisas dipakai sebagai pembenaran utk melakukan tindakan 'balas dendam'?


yak mari kita kembali,
apakah hukuman hanya berdasarkan balas dendam?
apakah semua harus eye for an eye?
saya harap agan-agan sekalian membaca tujuan pemidanaan di Indonesia, sekali lagi PEMIDANAAN BUKAN SEKEDAR PEMBALASAN DAN PENCEGAHAN
NAMUN JUGA PERBAIKAN DAN PEMASYARAKATAN KEMBALI

restitutio in integrum

beberapa orang disini mengatakan hukum qisas tidak identik dengan hukum islam, walaupun ada yang jelas memandang qisas sebagai bagian dari hukum Islam.
OK well mari kita keluar dari kerangka berpikir itu karena jelas saya tidak akan sependapat untuk menegakkan hukum agama apapun sebagai dasar semua hukum positif di Indonesia. argumen tentang "mayoritas" itu sungguh tak berdasar dan tidak adil.

sekarang kita pandang qisas sebagai suatu metode penghukuman di Indonesia, lepas dari dasar/tradisinya.

mari kita lihat bahwa penegakan hukum di Indonesia masih kacau, walaupun sebaik apapun hukumnya/metodenya. masih ingatkah agan2 semua dengan kasus salah tangkap?salah vonis?salah hukum?
jikalau hukum qisas atau hukum apapun itu dengan dasar pembalasan diberlakukan, misal seseorang tidak bersalah namun karena asal didakwa dan kebetulan peradilannya salah, dia diputus dipancung atau potong tangan..dieksekusi kemudian hari terbukti pelakunya orang lain. dia tidak bersalah, siapa yang mampu mengembalikan keadaan???

saya tetap berprinsip tidak semua harus eye for an eye. Pelaku terorisme, pembunuh berantai, dengan pembunuh seseorang terencana, apakah kadar kesalahannya sama???

pencuri ayam, perampok bank, koruptor, apakah kadar kesalahannya sama???

oke memang penegakkan hukum sekarang payah, bahkan pidana untuk kasus2 diatas kadang beratnya justru terbalik-balik. TAPI ITU KARENA PENEGAKKANNYA YANG BURUK, aturan hukumnya telah dengan penuh pertimbangan menetapkan ancaman pidana yang berbeda sesuai dengan tingkat kesalahannya.

NAMUN jika kita terapkan qisas/apapun namanya dengan metode sama??? hukumannya akan sama, potong. tak peduli tingkat kesalahan maupun keadaan2 terkait lainnya.

oke hukum memang harus ditegakkan dengan tegas, namun saya harap bukan dengan mindset PEMBALASAN DENDAM maupun EFEK JERA bagi masyarakat yang menderu di otak.
Udah ky konsepnya si Eggi sudjana nihh...
Quote:Original Posted By Dio_The_Tambun
yak mari kita kembali,
apakah hukuman hanya berdasarkan balas dendam?
apakah semua harus eye for an eye?
saya harap agan-agan sekalian membaca tujuan pemidanaan di Indonesia, sekali lagi PEMIDANAAN BUKAN SEKEDAR PEMBALASAN DAN PENCEGAHAN
NAMUN JUGA PERBAIKAN DAN PEMASYARAKATAN KEMBALI

restitutio in integrum

beberapa orang disini mengatakan hukum qisas tidak identik dengan hukum islam, walaupun ada yang jelas memandang qisas sebagai bagian dari hukum Islam.
OK well mari kita keluar dari kerangka berpikir itu karena jelas saya tidak akan sependapat untuk menegakkan hukum agama apapun sebagai dasar semua hukum positif di Indonesia. argumen tentang "mayoritas" itu sungguh tak berdasar dan tidak adil.

sekarang kita pandang qisas sebagai suatu metode penghukuman di Indonesia, lepas dari dasar/tradisinya.

mari kita lihat bahwa penegakan hukum di Indonesia masih kacau, walaupun sebaik apapun hukumnya/metodenya. masih ingatkah agan2 semua dengan kasus salah tangkap?salah vonis?salah hukum?
jikalau hukum qisas atau hukum apapun itu dengan dasar pembalasan diberlakukan, misal seseorang tidak bersalah namun karena asal didakwa dan kebetulan peradilannya salah, dia diputus dipancung atau potong tangan..dieksekusi kemudian hari terbukti pelakunya orang lain. dia tidak bersalah, siapa yang mampu mengembalikan keadaan???

saya tetap berprinsip tidak semua harus eye for an eye. Pelaku terorisme, pembunuh berantai, dengan pembunuh seseorang terencana, apakah kadar kesalahannya sama???

pencuri ayam, perampok bank, koruptor, apakah kadar kesalahannya sama???

oke memang penegakkan hukum sekarang payah, bahkan pidana untuk kasus2 diatas kadang beratnya justru terbalik-balik. TAPI ITU KARENA PENEGAKKANNYA YANG BURUK, aturan hukumnya telah dengan penuh pertimbangan menetapkan ancaman pidana yang berbeda sesuai dengan tingkat kesalahannya.

NAMUN jika kita terapkan qisas/apapun namanya dengan metode sama??? hukumannya akan sama, potong. tak peduli tingkat kesalahan maupun keadaan2 terkait lainnya.

oke hukum memang harus ditegakkan dengan tegas, namun saya harap bukan dengan mindset PEMBALASAN DENDAM maupun EFEK JERA bagi masyarakat yang menderu di otak.


akur, sepakat sama agan ini, yang ane merahin poin penting itu
Quote:Original Posted By ajeer
Perlu donk gan
walau Indonesia bukan negara agama tapi bila dilihat tanggapan masyarakat bsa dimungkinkan. liat aja negara kita sekarang pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, korupsi

tadi ada kaskuser nyinggung2 soal Aceh di Aceh hukum Qisas setau ane belum diterapin baru sebatas hukum cambuk aja. maklumlah tekanan politik :P padahal respon masyarakat rata2 positif, kan Aceh memang Kesultanan Islam yg kuat dulunya.


yg di bold,makanya ajarin "agama yg sesungguhnya",yg agan bilang brarti gak pnya agama
uda berapa tahun kita coba hukum yg di pake sekarang.. tapi hasilnya..???
knp ga di coba aja.. banyak hikmah di balik hukum tersebut...
Setuju ane gan
Quote:Original Posted By Lagigilalagi
akur, sepakat sama agan ini, yang ane merahin poin penting itu



poin pentingnya ada pada bagaimana sistem pemidanaan bukan sebagai alat balas dendam. Harus ada nilai-nilai perbaikan.
Quote:Original Posted By Boricua
Udah ky konsepnya si Eggi sudjana nihh...


salah pemahaman dasar negara ya? dan selalu dibawa-bawa di JLC/ILC
Quote:Original Posted By babamanca
uda berapa tahun kita coba hukum yg di pake sekarang.. tapi hasilnya..???
knp ga di coba aja.. banyak hikmah di balik hukum tersebut...
Setuju ane gan


penerapan hukum jangan coba-coba gan, implikasinya akan sangat berat dan beragam.