KASKUS

Newsletter 12 Dec 2012

Market Review
Quote:
Bursa saham domestik bergerak mixed dengan kecenderungan flat seiring dengan mayoritas bursa regional yang bergerak variatif dalam kisaran yang terbatas. IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 15,309 poin (0,356%) menuju level 4.317,918 dari posisi sebelumnya pada level 4.302,609. Minimnya sentimen positif dari eksternal menyebabkan pelaku pasar cenderung untuk bersikap hati-hati dalam melakukan aksi beli. Surplus perdagangan China tercatat turun signifikan yang disebabkan oleh pertumbuhan ekspor yang jauh di bawah bulan sebelumnya. Ekspor China sepanjang November 2012 hanya tumbuh 2,9% atau jauh lebih rendah dibandingkan bulan Oktober yang mencapai 11,6%. Sementara pertumbuhan impor tahunan sama dengan periode sebelumnya, yakni sebesar 2%. Penurunan ekspor tersebut membuat surplus perdagangan turun signifikan menjadi US$19,6 miliar dibandingkan dengan US$32 miliar pada bulan Oktober. Penurunan angka ekspor ini menyebabkan bursa saham China ditutup melemah, dimana indeks Shanghai Composite ditutup melemah sebesar 9,07 poin (0,44%) ke level 2.074,7 dari posisi sebelumnya pada level 2.083,77. Sementara perekonomian Jepang yang juga terkontraksi sebesar 3,5% periode kuartal III tahun ini, juga menyebabkan pelemahan pada indeks Nikkei 225 sebesar 8,43 poin (0,09%) ke level 9.525,32 dari posisi sebelumnya pada level 9.533,75. Sedangkan indeks Hang Seng berhasil ditutup menguat sebesar 47,22 poin (0,21%) menuju level 22.323,94 dari posisi sebelumnya pada level 22.276,72. Adapun pasar saham Eropa tentatif bergerak mixed dalam kisaran terbatas tidak lebih dari 1%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh langkah PM Italia, Mario Monti, yang menyatakan telah kehilangan dukungan dan mengundurkan diri. Hal ini menimbulkan kecemasan akan siapa yang akan menggantikannya di saat negara tersebut berupaya keluar dari krisis. Disamping itu, pasar juga menunggu hasil buyback utang negara Yunani yang akan menentukan kucuran bantuan dari IMF dan Uni Eropa. Adapun jumlah yang ditawarkan dalam rencana buyback tersebut hampir mencapai 30 miliar euro (US$39 miliar).


Market Overview
Quote:
Kendati memiliki peluang untuk pergerakan positif indeks bursa domestik hari ini, namun faktor ekternal tetap menjadi kendalanya. Mengingat pasar masih cemas oleh ketidakpastian seputar negosiasi anggaran pemerintah AS. Demikian dengan pertemuan the Fed di penghujung tahun ini menjadi krusial ditengah ancaman krisis fiskal. The Fed pernah memperingatkan kegagalan mencegah kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis yang dapat mengganggu usaha dan bahkan dapat menjerumuskan ekonomi ke resesi. Dari Italia, pasca pengumuman rencana pengunduran diri PM Italia Mario Monti menimbulkan ketidakpastian politik di negara tersebut. Dalam pernyataannya, Monti mengungkapkan bahwa tetap berkeinginan untuk berperan di dunia politik Italia. Hal ini tentunya membuka harapan akan peranan Monti berikutnya pasca pemilu di awal tahun 2013. Sebelumnya, Monti tidak banyak memberikan pernyataan yang berkaitan dengan masa depan politiknya setelah Partai People of Freedom (PDF) menarik dukungan dari koalisi pemerintahan. Silvio Berlusconi, pimpinan PDL dan juga calon Perdana Menteri berikutnya, mengkritik kebijakan penghematan Monti yang telah memperburuk resesi ekonomi di Italia. Namun, Monti membela kebijakan yang telah diambilnya, bahkan memperingatkan bahaya atas janji pemilu berlebihan yang dapat menyembunyikan masalah yang harus dihadapi Italia. Italia sempat mengalami krisis kepercayaan pelaku pasar satu tahun lalu. Ketika itu perdana menteri Silvio Berlusconi menanggalkan jabatannya di tengah tekanan krisis hutang. Dari Jepang, ekonomi negara ini telah masuk ke dalam resesi dalam kuartal kedua dan ketiga tahun ini. GDP Jepang mengalami kontraksi sebesar 3,5% dasar tahunan dalam kuartal ketiga 2012, Kerawanan ekonomi Jepang ini telah menyulut Shinzo Abe, pemimpin partai oposisi agar memberlakukan lebih banyak stimulus dan menyoroti risiko bahwa pertumbuhan lemah ekonomi Jepang akan menggagalkan rencana kenaikan tarif pajak penjualan. Dalam jejak pendapat Partai oposisi Jepang, Demokrat Liberal berhasil memimpin dan diperkirakan akan memenangkan pemilu pada 16 Desember.


Stock Headlines
Quote:
• INCO akan bagikan dividen interim Rp24.31/saham
• PTBA proyek railway ditargetkan beroperasi 2017
• PTBA butuh Rp 4,8 triliun untuk pengembangan proyek
• ARII perkirakan volume penjualan 1,5 juta ton tahun ini
• ARII rencana pangkas capex hingga 50% dari USD68 juta
• SUGI anggarkan capex Rp187 miliar di 2013
• SMGR segera selesaikan akuisisi Thang Long Cement
• Holding Semen Indonesia selesai Maret 2013
• INDF beli saham Indofood Agri Resources Ltd
• UNVR lakukan transaksi afiliasi dengan Unilever N.V
• TRIS targetkan penjualan 2013 naik 15%, naikan produksi 20%
• TLKM targetkan pendapatan 2013 tumbuh 8%-10%
• VIVA raih target pendapatan 2012 Rp1,2 triliun
• BJTM raih laba sebelum pajak Rp947 miliar
• DPK BBNI per November Rp230 triliun
• INPC bidik laba tumbuh 122%
• BJBR tingkatkan nasabah tabungan
• DGIK peroleh proyek baru senilai Rp 455 miliar di Bali dan Jakarta
• ELTY tegaskan akan menjual PT Bakrie Toll Road ke grup MNC
• ELTY perkirakan 2012 akan alami rugi
• SDMU targetkan pendapatan Rp 181 miliar tahun depan
• SDMU akan dirikan PT Anugerah Roda Kencana
Newsletter 13 Dec 2012

Market Review
Quote:
Bursa saham domestik ditutup menguat pada perdagangan kemarin bersamaan dengan penguatan mayoritas pasar saham global dan regional. IHSG ditutup menguat sebesar 19,61 poin (0,454%) menuju level 4.337,528 dari posisi sebelumnya pada level 4.317,918. Sektor consumer membukukan pelemahan terdalam hingga 3,306% yang dikontribusikan oleh penurunan saham Unilever Indonesia (UNVR) sebesar 10,79%. Sementara sektor ragam industri mencatatkan penguatan tertinggi mencapai 3,433% yang didukung oleh kenaikan saham Astra International (ASII) sebesar 4,19%. Adapun sentimen positif yang menjadi katalis penguatan pasar saham adalah perkembangan fiscal cliff, dimana progres dari para pembuat kebijakan dikabarkan tengah mendekati kesepakatan. The Fed juga diperkirakan akan mengumumkan proyeksi baru mengenai kunci gambaran ekonomi AS. Pelaku pasar berharap The Fed akan mengumumkan keputusan apakah akan melanjutkan program operation twist. The Fed diperkirakan akan meningkatkan pembelian surat utang mencapai US$ 45 miliar pada bulan ini. Pembelian surat utang dilakukan untuk mendorong neraca perbankan sebesar US$ 4 triliun. Pembelian obligasi merupakan operasi pasar terbuka yang dilakukan The Fed untuk meningkatkan uang beredar. Upaya ini dilakukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat pengangguran AS dari level 7,7%. Sentimen ini mendukung penguatan bursa saham Asia, dimana indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 56,14 poin (0,59%) menuju level 9.581,46 dari posisi sebelumnya pada level 9.525,32 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 179,41 poin (0,8%) menuju level 22.503,35 dari posisi sebelumnya pada level 22.323,94. Sementara pasar saham Eropa juga mayoritas tentatif bergerak menguat dalam kisaran tidak lebih dari 1%. Kenaikan ini turut didukung oleh tingkat kepercayaan investor Jerman yang meningkat ke level tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Iindeks ekspektasi investor bulan Desember berada pada level 6,9 atau naik dibandingkan bulan November yang berada pada level -15,7. Meningkatnya kepercayaan investor karena Jerman berhasil meningkatkan ekspor ke luar Eropa. Ekspor Jerman ke luar Eropa pada kuartal III 2012 naik 9,9% YoY. Sebanyak 25,7% ekspor mengarah ke Amerika Serikat (AS) dengan penyumbang ekspor terbesar antara lain, penjualan mobil merek BMW sebanyak 145.452 unit atau tumbuh 26%.


Stock Overview
Quote:
IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham hari ini, eforia window dressing bisa kembali menimbulkan optimisme pelaku pasar untuk memburu saham di lantai bursa. Saham-saham unggulan diperkirakan kembali akan menjadi incaran pemodal, seiring dengan ekspektasi kinerja keuangan yang tumbuh hingga akhir tahun ini. Sementara ini, sentimen dari AS berkenaan pemberlakuan kenaikan pajak dan pengurangan modal belanja negara secara otomatis mulai tahun depan masih alot diduga minim pengaruhnya bagi indeks domestik. Pemerintah AS telah melakukan pembicaraan dengan pihak Partai Republik terkait pembahasan fiskal. Pemerintah AS dikabarkan memasukkan klausul perubahan aturan pajak bagi perusahaan untuk tujuan supaya anggota kongres menandatangani kesepakatan. Tetapi, Partai Demokrat dan Republik masih menjalani negosiasi alot soal penyelesaian jurang fiskal. Poin pembahasan terpusat pada pemberlakuan kenaikan pajak dan pengurangan modal belanja negara secara otomatis mulai tahun depan. Kedua partai masih mencari alternatif solusi fiskal yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah dan kongres. Sentimen dari AS lainnya mengenai pertemuan the Fed pada 11-12 Desember diprediksi akan meluncurkan pembelian obligasi bulanan sebesar US$45 miliar. Berikutnya, The fed segera akan mengumumkan pembelian obligasi baru pada pertemuannya pekan depan. Dari Yunani, Uni Eropa dan IMF dapat membuka pemblokiran atas bailout tahap berikutnya yang sangat diperlukan Yunani. Yunani telah berhasil mencapai target buyback obligasi pada hari Selasa. Pemerintah Yunani berhasil buyback sekitar 31,5 miliar euro surat hutang yang telah diterbitkan sebelumnya. Bauyback utang tersebut sedikit lebih tinggi dari target 30 miliar euro. Proses pencapaian target ini karena bank-bank Yunani diperkirakan telah melepas seluruh obligasi pemerintah yang dimiliki untuk membantu memenuhi target buyback. Dari Inggris klaim pengangguran berkurang sebanyak 3.000 untuk bulan November lebih baik dari sebelumnya meningkat 6.000.


Stock Headlines
Quote:
• Penjualan mobil ASII naik 1,6% pada November
• Penjualan motor ASII naik 4,56% pada November
• ELTY optimis kurangi utang sekitar Rp 2 triliun akhir 2012
• ELTY pertimbangkan refinancing utang USD 155 juta
• ELTY targetkan utang 2013 di bawah Rp 2 triliun
• MEDC rancang untuk meningkatkan produksi minyak dan gas
• MEDC targetkan capex 2013 sebesar USD 300 juta
• MEDC targetkan 2013 dapat produksi 65 ribu BOPD
• KKGI targetkan kenaikan volume produksi 10% di 2013
• HITS siapkan dana investasi US 120 juta
• Rencana Bank Woori Indonesia akuisisi SDRA segera rampung
• BMRI targetkan kredit 2013 tumbuh 20%-22%
• BNII salurkan kredit USD 100 juta ke Sintesa Group
• ISAT kaji pelepasan 5% saham TBIG
• Kinerja MEDC 2012 relatif stagnan
• DGIK raih kontrak Rp455 miliar
• KKGI serap 5% dana buyback
• SSIA targetkan penambahan lahan 1.000 ha di Karawang
• KIJA anggarkan belanja modal Rp600 miliar
• Maspion berpotensi rights issue jika respon IPO positif
• Multi Agro Gemilang Plantation IPO 4 miliar saham
• TOWR peroleh pinjaman USD 575 juta untuk lunasi utang
•KKGI masih berniat mengakuisisi tambang di tahun 2013
Newsletter 14 Dec 2012

Market Review
Quote:
Masih belum diperolehnya keputusan terkait masalah fiscal cliff menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasar masih bersikap konservatif dalam melakukan aksi beli. Bursa saham domestik bergerak melemah di sepanjang perdagangan dan ditutup turun sebesar 17,339 poin (0,4%) ke level 4.320,189 dari posisi sebelumnya pada level 4.337,528. Seluruh sektor perdagangan tercatat mixed, dimana sektor consumer kembali mencatatkan pelemahan terdalam dan sektor pertambangan mencatatkan penguatan tertinggi. Sektor consumer kembali melemah sebesar 3,978% yang masih disebabkan oleh penurunan saham Unilever Indonesia (UNVR) sebesar 12,09%. Sedangkan sektor pertambangan tercatat naik sebesar 1,904% yang didukung oleh kenaikan saham Harum Energy (HRUM), Adaro Energy (ADRO), dan Bayan Resources (BYAN) masing-masing sebesar 9,35%, 9,59%, dan 3,26%. Sementara itu, bursa saham regional ditutup mixed dimana indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 161,27 poin (1,68%) menuju level 9.742,73 dari posisi sebelumnya pada level 9.581,46 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 57,77 poin (0,26%) ke level 22.445,58 dari posisi sebelumnya pada level 22.503,35. Perhatian pasar masih tertuju pada rencana The Fed yang akan terus menggelontorkan stimulus fiskal untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. The Fed berencana secara kontinu melakukan buyback obligasi senilai US$ 45 miliar per bulan untuk menggantikan program buy back Twist Operation yang berakhir di tahun ini. The Fed juga memutuskan untuk mempertahankan acuan suku bunga rendah sebesar 0% - 0,25%. Disamping itu, The Fed juga menekan para politisi untuk segera mengambil keputusan terkait masalah fiscal cliff melalui kenaikan pajak orang kaya karena dapat berpengaruh pada ekonomi AS kedepannya jika masih berlarut proses negosiasi fiscal cliff tersebut. Pasar saham Eropa juga bergerak mixed dalam kisaran yang terbatas, tidak lebih dari 1%. Pasar menunggu keputusan Menteri Keuangan Uni Eropa terkait bailout Yunani. Pasar juga merespon kesepakatan Menkeu Uni Eropa tentang Bank Sentral Eropa (ECB) guna mengawasi perbankan di kawasan tersebut.


Market Overview
Quote:
The Federal Reserve AS dalam FOMC meeting pada Rabu (12/12/12) mengumumkan akan mengambil langkah Quantitative Easing IV, dengan melanjutkan program pembelian obligasi setiap bulan senilai USD 45 miliar mulai Januari 2013 guna mendorong perekonomian. Sementara menjelang KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia kemarin, Menteri Keuangan negara Eropa sepakat untuk membentuk sistem pengawas tungal perbankan Eropa dan menunjuk Bank Central Eropa (ECB) sebagai pengawas bank-bank Eropa yang mulai bertugas tahun 2014. Disepakati juga bahwa bank dengan aset lebih dari € 30 miliar akan ditempatkan sebagai bank dalam pengawasan oleh ECB. Sentimen positif utama dari AS dan Eropa itu tidak didukung oleh data produksi industri zona Eropa bulan Oktober 2012 yang turun 1,4% MoM dan turun 3,6% YoY. Selain itu FOMC menurunkan proyeksi pertumbuhan AS tahun 2013 menjadi 2,3%-3% atau lebih rendah dari proyeksi pada September 2012 sebesar 2,5%-3%. Penurunan proyeksi itu bisa diinterpretasikan bahwa prospek perekonomian global tahun 2013 masih riskan. Bagi Indonesia, pelemahan ekonomi global memberikan dampak tidak langsung. Namun didukung oleh konsumsi dalam negeri yang relatif tinggi diharapkan dampak negatif global itu bisa dieliminir. Pemerintah memprediksikan perekonomian Indonesia tahun 2013 tumbuh 6,8%. Bursa saham Indonesia diperkirakan tetap prospektif didukung oleh minat IPO perusahaan ke BEI. Meski dari sisi kinerja operasional dibutuhkan kerja keras bagi beberapa sektor usaha. Melemahnya konsumsi global berimbas pada sektor pertambangan dan perkebunan yang menyeret industri hilir, seperti sektor alat berat. Sedang sektor konsumsi diperkirakan bertahan. Sell-off UNVR potensial kontinu karena panic selling dan kekhawatiran atas penurunan bottom-line perseroan menyusul rencana pembayaran fee royalti lebih tinggi kepada induk usahanya, Unilever NV., mulai tahun 2013. Hal itu dapat menekan kembali IHSG pada perdagangan hari ini, yang dalam perspektif teknikal telah overbought. Namun koreksi signifikan harga sham UNVR akan menyebabkan PE UNVR menjadi turun dari level saat ini yang sekitar 24x. Dalam jangka pendek tekanan jual saham UNVR potensial kontinu, tetapi dalam jangka panjang masih menjadi pilihan investasi, mempertimbangkan kinerja operasional UNVR dan dividen yield tinggi.


Stock Headlines
Quote:
• Buyback saham BUMI, Bakrie jual FBS USD 300 juta
• Nathaniel Rothschild kirim proposal ke Bumi Plc
• Bumi Plc tidak mendukung proposal Rothschild
• ENRG mencari dua investor strategis
• KLBF bentuk usaha patungan senilai Rp 3 miliar
• Harga saham UNVR turun 21,57% dalam 2 hari terakhir
• SMGR segera finalisasi akuisisi Thang Long Cement
• Kontrak baru PTPP melebihi target
• GJTL akan buyback obligasi USD 412,5 juta
• ATPK telah divestasi 70% saham di Damanka Prima
• KBLV menargetkan pendapatan naik hingga 30%
• GWSA siapkan Rp 760 miliar
• MEGA bidik outstanding kartu kredit Rp 5 triliun
• BJBR optimis masuk BUKU 3
• Prima Energi menjadi pengendali TKGA
• POLY usulkan konversi surat utang turun
• POLY investasi USD 50 juta
• OCAP kaji ekstensifikasi
• PNIN dirikan anak usaha
• Harga IPO Sarana Mediatama Rp375-Rp425/saham
• IPO Waskita oversubscribed 9 kali
•IPO Semen Baturaja tidak disetujui DPR
Newsletter 17 Dec 2012

Market Review
Quote:
Sentimen eskternal masih mendominasi pergerakan pasar saham domestik
selama sepakan. Minimnya sentimen positif yang dapat menjadi katalis
menyebabkan IHSG hanya menguat tipis sebesar 0,42% menuju level
4.308,863. Perhatian utama pasar masih tertuju ke arah penyelesaian
fiscall cliff yang kembali mengalami deadlock. Ketua DPR AS, John
Boehner menilai Presiden Obama tidak serius membicarakan tentang
pemangkasan anggaran belanja. Sementara Obama menyebut bahwa
pembahasa tentang fiscal cliff telah mengalami kemajuan. Kemajuan ini
sempat terlihat dari kesiapan Obama untuk mencapai kesepakatan dengan
Partai Republik yang ditunjukkan dengan kesediaannya untuk memangkas
anggaran program medicare dan medicaid. Sementara itu, masih dari AS,
The Fed diprediksi mengumumkan program baru pembelian obligasi pada
pertemuan kebijkan terakhir tahun ini. Besarnya program itu diperkirakan
sebesar US$45 miliar per bulan. The Fed juga diperkirakan akan
melanjutan program pembelian mortgage backed securities senilai US$40
miliar per bulan, sehingga total pembelian aset oleh The Fed mencapai
US$85 miliar per bulan. Dari Asia, kondisi perekonomian Jepang dan China
menjadi faktor dominan bagi pergerakan pasar. Perekonomian Jepang
mengalami kontraksi yang lebih buruk dibandingkan estimasi sebelumnya,
yang menandakan potensi resesi seiring penurunan ekspor dan pelemahan
permintaan domestik. Pada kuartal III, tingkat PDB Jepang turun 3,5%
atau melebihi estimasi pada level 3,3%. Sementara dari China, surplus
perdagangan negara ini turun signifikan yang disebabkan oleh
pertumbuhan ekspor yang jauh di bawah bulan sebelumnya. Ekspor China
sepanjang November 2012 hanya tumbuh 2,9% atau jauh lebih rendah
dibandingkan bulan Oktober yang mencapai 11,6%. Penurunan ekspor ini
sebagai akibat kesulitan ekonomi negara-negara pembeli utamanya, yakni
Eropa dan Jepang yang mengalami resesi, serta pemulihan AS yang masih
lambat. Sementara dari kawasan Eropa, kondisi sejumlah negara dari
kawasan ini menjadi faktor yang dipertimbangkan pasar. Surplus
perdagangan Jerman bulan Oktober berkontraksi menjadi 15,2 miliar euro
dari 16,9 miliar euro pada bulan September. Di sisi lain, Bank Sentral
Perancis memastikan proyeksinya bahwa perekonomian Perancis akan
mengalami resesi ringan pada akhir 2012 sebesar 0,1%. Sementara S&P
menurunkan peringkat utang Inggris menjadi negatif dari stabil.


Market Overview
Quote:
Perhatian investor kini terfokus pada fiscal clift Amerika Serikat yang
mendekati batas waktunya pada akhir 2012. Simpang siur
perkembangan kebijakan itu mengakibatkan market menjadi
gamang. Sementara menantikan isu krusial tersebut, data-data
ekonomi negara maju menjadi acuan investor. Markit Economics
merilis indeks manufaktur Cina bulan Desember sebesar 50,8.
Sedang Purchasing Manager Index Cina sebesar 50,9 dari 50,5 di
akhir November. Angka-angka tersebut di atas 50 yang
mengindikasikan ekspansi. Survei Bloomberg menunjukkan bahwa
AS mengalami deflasi sebesar 0,2% MoM pada periode November
2012 dibandingkan inflasi 0,1% MoM periode sebelumnya. Sedang
infkasi tahunan periode November diproyeksikan sebesar 1,9% YoY
dibandingkan 2,2% YoY periode sebelumnya. Industrial production
AS periode November sebesar 0,3% dari -0,4% periode sebelumnya.
Kesepakatan Menteri Keuangan Uni Eropa untuk menyiapkan dana
bailout senilai USD 54,8 miliar untuk Yunani juga menjadi insentif
bagi market. Investor diperkirakan memanfaatkan informasi data
ekonomi itu untuk kepentingan jangka pendek. Namun sentimen
positif tersebut bisa terbebani oleh KTT Uni Eropa minggu lalu yang
menunda keputusan tentang integrasi anggaran hingga Juni 2013.
Selain itu data Market US PMI Preliminary periode Desember sebesar
51,8 atau turun dibandingkan 52,4 periode sebelumnya, meski pun
masih di atas angka 50. Pekan ini investor akan mencermati data
ekonomi AS mengenai housing starts, building permits, GDP,
personal consumption, initial jobless claims dan continuing jobless
claims. Menurut survei Bloomberg data-data ekonomi tersebut
mengalami kenaikan dari periode sebelumnya, kecuali housing starts.
Hal itu bisa menjadi katalis pergerakan bursa AS dan berimbas ke
bursa saham global, sepanjang tidak muncul sentimen negatif lain.
Bursa saham Indonesia diprediksikan cenderung bergerak mixed,
mengingat IHSG telah overbought. Peluang upside IHSG
diperkirakan akan dipicu oleh wacana window dressing, meski
terbatas.


Stock Headlines
Quote:
• ANTM siapkan dana CSR Rp250 miliar
• Anak usaha ASII beli 100% saham Pelabuhan Penajam
• BUMI akan perpanjang investasi di Gallo Oil bila ada potensi
• BIPI lepas saham BP USD 105 juta
• ELSA siap investasi USD 398 juta
• ESSA ubah penggunaan dana IPO
• ESSA proyeksikan pendapatan 2012 akan turun
• ATPK perkirakan 2012 masih akan rugi
• SMGR siap investasi USD 800 juta
• ADHI garap 5 proyek senilai Rp 2 triliun
• JPFA bangun fasilitas penggemukan sapi potong di China
• CMPP jajaki rights issue, masuk bisnis transportasi tambang
• Salim kuasai kembali IMAS
• LAMI investasi Rp 300 miliar
• TBIG akan tetap meningkatkan jumlah menara
• TBIG dapatkan pinjaman USD 250 juta untuk 2013
• GPRA targetkan recurring income 40% dari penjualan di 2013
• HERO belum ada rencana bagikan dividen
• HERO kerjasama dengan IKEA buka gerai waralaba di 2014
• BSIM optimistis kredit mencapai Rp 11 triliun
• BBNI kemungkinan bayar tunai BPUI
•BJBR targetkan feeRp30 miliar
Newsletter 18 Dec 2012

Market Review
Quote:
Minimnya katalis penggerak dan sentimen positif,membuat bursa saham
domestik bergerak mixed dalam rentang yang terbatas pada perdagangan
kemarin. IHSG ditutup menguat sebesar 6,994 poin (0,162%) menuju
level 4.315,857 dari posisi sebelumnya pada level 4.308,863. Secara
global, pasar masih mengamati pembicaraan pengetatan anggaran belanja
AS antara parlemen, pemerintah dan pimpinan politik, yang membuat
investor khawatir atas kepastian ekonomi Amerika. Sementara secara
regional, Partai Liberal Demokrat (PLD) memenangkan pemilihan umum di
Jepang. Hal ini mengangkat optimisme pemulihan ekonomi di Negara
tersebut pada umumnya dan akan berdampak positif bagi pasar saham
pada khususnya. Kemenangan PLD memicu spekulasi bahwa pemerintah
baru Jepang akan menggelontorkan stimulus untuk menggairahkan
kembali perekonomiannya yang terpuruk. Investor yakin, partai Liberal
Demokrat akan membuat kemajuan berarti pada agenda memerangi
deflasi. Shinzo Abe sebelumnya telah menyerukan pelonggaran kebijakan
moneter tanpa batas termasuk menjanjikan kenaikan belanja anggaran
pada sektor pekerjaan umum guna menyelamatkan perekonomian. Para
ekonom percaya, langkah Abe akan mampu menciptakan pertumbuhan
sementara dan memungkinkan Jepang mewujudkan rencana kenaikan
pajak penjualan pada 2014 guna mengurangi utang publik yang saat ini
mencapai dua kali pendapatan domestik bruto (PDB). Sentimen ini
membuat indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 91,23 poin (0,94%)
menuju level 9.828,88 dari posisi sebelumnya pada level 9.737,56
sementara indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 92,37 poin
(0,41%) ke level 22.513,61 dari posisi sebelumnya pada level 22.605,98.
Sementrara bursa saham Eropa bergerak melemah dalam rentang yang
terbatas di bawah 1%. Bank Sentral Eropa (ECB) menyampaikan bahwa
pertumbuhan ekonomi saat ini melambat di level yang mengkhawatirkan.
Tidak hanya di negara tertentu saja, namun sudah meliputi seluruh Eropa.
Disamping itu, Kroasia berpotensi melakukan pinjaman dari dalam maupun
luar negeri di tengah kondisi perekonomian yang tengah mengalami
kontraksi dan defisit anggaran yang melebar seiring jatuh tempo
pembayaran pinjaman. Namun, di sisi lain, PM Kroazia masih optimis
negaranya tidak akan mencari dana bantuan dari IMF kendati peringkat
utang negara ini juga telah diturunkan S&P ke level junk.


Market Overview
Quote:
Indeks bursa domestik kembali akan bergerak terbatas, minimnya
sentimen dari internal, maka sentimen global tetap menjadi tumpuan
pelaku pasar. Sentimen dari Yunani terbilang positif, akhirnya para
pemimpin zona Euro dan International Monetary Fund (IMF)
memenuhi janjinya dengan mengucurkan dana bailout sebesar 34,3
miliar euro kepada pemerintah Yunani. Pencairan dana talangan
tersebut dilakukan setelah Athena mampu melakukan serangkaian
reformasi yang dipersyaratkan oleh Troika sebelumnya. Sentimen
dari Jepang mengenai pemenang pemilu oleh Partai Demoktratik
Liberal (LDP) akan memberi peluang bagi Shinzo Abe untuk
menerapkan kebijakan radikal, hal ini tentunya bisa menjadi
perhatian pelaku pasar. Shinzo Abe merupakan tokoh paling vokal
agar BOJ melonggarkan kebijakannya secara agresif untuk mengatasi
deflasi dan resesi. Shinzo Abe diperkirakan akan mendesak BOJ lebih
berperan dalam menerapkan stimulus serta kemingkinan memangkas
bunga simpanan menjadi nol. Sementara itu, BOJ akan menggelar
rapat regular pada 19-20 Desember dan diperkirakan akan
melonggarkan kebijakannya. Sentimen dari China, berkenaan laporan
HSBC Holdings Plc dan Markit Economics yang menunjukkan
manufaktur negara ini akan mengalami pertumbuhan lebih cepat.
Menurutnya manufaktur China berekspansi lebih cepat pada bulan
Desember, naik menjadi 50,9 dari 50,5 pada bulan lalu. Sentimen
dari Inggris, S&P menurunkan prospek surat hutang pemerintah
Inggris menjadi negatif, dan sekaligus menjadikan ancaman bagi
rating AAA Inggris. Kabar tentang fiscal cliff, Presiden Barack Obama
dan Ketua DPR AS John Boehner dari Republik masih berselisih
pendapat. Boehner bahkan menyatakan Obama tidak serius tentang
pemotongan pengeluaran, Banyak kalangan yang takut dengan
dampak jurang fiskal AS, yang berlaku pada Januari 2013, karena
apabila pemerintah dan Kongres gagal mencapai kesepakatan untuk
mencari pos-pos yang perlu dipangkas akan menjadi kecemasan
pasar. Jurang fiskal dapat menyebabkan resesi karena menghapus
PDB 2-4% dan tingkat pengangguran bisa naik 1%.


Stock Headlines
Quote:
• ANTM bangun PLTU batubara senilai USD 145 juta
• Saham Wismilak listing dengan kode WIIM
• Aberdeen beli saham ASII di Rp 7.304
• ISAT bidik pertumbuhan pendapatan 8%
• CNKO peroleh utang USD 1,6 miliar
• CNKO perkuat bisnis batubara
• TMPI akan akuisisi tambang emas
• Jasa migas topang SUGI pada 2013
• RUPO BLTA tidak kuorum
• MDRN bagikan dividen Rp6,4 miliar
• BBRI akan terbitkan global bond USD 500 juta
• MAYA tambah modal Rp 1 triliun
• BMRI salurkan Rp 4,42 triliun
• BNGA perbesar DPK melalui giro
• BBRI targetkan kredit BUMN tumbuh 20%
• BMRI raih pertumbuhan KUR 40% di Sumsel
• Adhi Persada luncurkan real estate mewah Rp 1,1 triliun
• Penjualan APLN mencapai Rp 5,5 triliun pada November
• BCIP akan bangun dry port
• KARW alokasi capex USD 15 juta pada tahun 2013
• ELTY garap city hotel pada 2013.
• Target recurring income MDLN naik menjadi 15%
Newsletter 19 Dec 2012

Market Review
Quote:
Minimnya katalis yang mendorong aksi beli di pasar saham menyebabkan bursa saham domestik kembali bergerak mixed dalam rentang yang terbatas. IHSG ditutup melemah sebesar 14,421 poin (0,334%) ke level 4.301,436 dari posisi sebelumnya pada level 4.315,857. Sektor ragam industri membukukan penguatan tertinggi mencapai 1,009% yang didukung oleh kenaikan saham Astra International (ASII) sebesar 1,3%. Sementara sektor perkebunan membukukan pelemahan terdalam yang disebabkan oleh penurunan saham Astra Agro Lestari (AALI) sebesar 3,47%. Sentimen dari global berasal dari optimisme investor akan adanya penyelesaian masalah fiscal cliff AS sebelum tutup tahun 2012 dengan mengacu pada kabar bahwa Perwakilan DPR AS, John Boehner, menerima tawaran kenaikan pajak bagi orang-orang kaya di AS meski dengan syaratsyarat tertentu. Boehner mengajukan usulan untuk memperpanjang pengenaan pajak yang rendah pada masyarakat yang berpenghasilan USD 1 juta, sedangkan untuk masyarakat dengan pendapatan di atas itu akan dikenakan pajak yang lebih tinggi. Sementara Presiden Barrack Obama akan mempertimbangkan kemungkinan konsesi anggaran kenaikan biaya hidup Jaminan Sosial. Optimisme akan kesediaan Boehner untuk menerima kenaikan pajak berdampak positif pada kenaikan bursa saham Jepang disamping turut didukung oleh kemenangan Partai Liberal Demokrat yang mengangkat optimisme akan pemulihan ekonomi Jepang. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 94,13 poin (0,96%) menuju level 9.923,01 dari posisi sebelumnya pada level 9.828,88 sementara indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 18,88 poin (0,08%) ke level 22.494,73 dari posisi sebelumnya pada level 22.513,61. Mayoritas bursa saham Eropa bergerak menguat dalam kisaran tidak lebih dari 1% yang didukung oleh kesepakatan akan tercapainya anggaran AS. Sementara dari Yunani, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan turun lebih dari 4,2% di tahun depan. Resesi ekonomi Yunani akan memasuki tahun keenam. Namun pihak kreditur Yunani memberitahukan akan mengucurkan dana US$44,7 miliar untuk menghadapi krisis.


Market Overview
Quote:
Katalis bagi indeks bursa domestik hari ini terangkat membaiknya indeks bursa global terutama indeks Wall Street, menyusul menyambut perkembangan positif pembahasan jurang fiskal. Presiden Barack Obama menyampaikan proposal anggaran yang akan memangkas USD 1,2 triliun belanja federal namun akan menaikkan pajak dengan jumlah sama selama satu dekade ke depan. Kenaikan indeks Wall Street juga dipicu membaiknya data indeks homebuilders yang menunjukkan pembangunan rumah AS naik 2,3%. Hal ini menunjukkan kepercayaan mulai meliputi para pembangun properti di bulan Desember ke level terbaik dalam enam tahun. Sebelumnya sentimen pasar Eropa terangkan oleh pernyataan pimpinan bank sentral Eropa Mario Draghi yang mengatakan kebijakan ECB dan reformasi pemerintahan di zona euro telah memperbaiki kepercayaan pasar. Proposal yang disampaikan presiden Obama menjadi sinyalemen perkembangan negosiasi jurang fiscal yang selama ini memicu pelaku pasar takut untuk masuk ke aset berisiko. Pasar juga mendapat sentimen positif dari Jepang atas kemenangan Liberal Democratic Party (LDP). Pasar akan menanti apakah Abe dapat merealisasikan janji kompanyenya yaitu memberikan insentif fiskal dan mendorong stimulus moneter secara agresif. Pasar selanjutnya akan tertuju pada rapat kebijakan moneter BoJ di hari Rabu dan Kamis, yang diekspektasikan akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut berupa penambahan program pembelian aset dan pinjaman sebesar 5-10 trilyun Yen dari total akumulasi hingga saat ini 91 triliun Yen. Sementara itu, kondisi dari ekonomi eropa yang masih penuh ketidakpastian mendorong China menolak untuk membeli obligasi Eropa dan perlu adanya kontribusi lebih besar dari negara-negara Eropa yang memiliki dana yang lebih besar dibandingkan negara-negara yang saat ini masih dirundung masalah hutang. Sebelumnya para petinggi di Eropa telah secara aktif melakukan lobi kepada China untuk membantu keluar dari krisis. Angela Merkel telah dua kali mengunjungi berkinjung ke Cina guna mengangkat investasi China


Stock Headlines
Quote:
• ELSA proyeksikan laba 2012 naik 389% jadi Rp 123,6 miliar
• ELSA siapkan investasi USD 398 juta untuk kembangkan bisnis
• ABMM melalui anak usahanya dapat kontrak seniali USD 396 juta
• LTLS jual kepemilikannya di Sibelco Lautan Minerals
• SMGR resmi ambil alih Thang Long Vietnam
• CMNP peroleh dana Rp 300 miliar
• AISA targetkan laba bersih naik 62%
• BAJA bidik laba Rp 145 miliar
• Laba WIIM ditargetkan mencapai Rp 120 miliar
• KBRI bidik pertumbuhan pendapatan 15%
• TAXI targetkan pertumbuhan pendapatan 2013 sebesar 40%
• BTEL alokasikan capex USD 30 juta kembangkan layanan data
• NISP targetkan pertumbuhan kinerja 20%-30% di 2013
• BBTN targetkan penambahan fee based income
• BBCA targetkan volume transaksi kartu kredit Rp 40 triliun
• BBTN incar fee based income Rp 30 miliar
• BJBR berikan kredit Rp 300 miliar ke MNC
• WSKT catatkan saham perdana
Newsletter 20 Dec 2012

Market Review
Quote:
Bursa saham domestik bergerak anomali di tengah penguatan bursa saham global dan regional. Aksi jual investor domestik menyebabkan IHSG ditutup melemah sebesar 25,577 poin (0,595%) ke level 4.275,859 dari posisi sebelumnya pada level 4.301,436. Mayoritas sektor perdagangan ditutup melemah dengan sektor pertambangan membukukan penurunan terdalam mencapai 1,894%. Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan saham ITMG sebesar 2,89%. Sementara sektor perkebunan dan ragam industri menjadi sektor yang mencatatkan penguatan masing-masing sebesar 0,302% dan 0,536%. Penguatan sektor perkebunan didukung oleh kenaikan saham AALI sebesar 2,77% dan penguatan sektor ragam industri didukung oleh kenaikan saham ASII sebesar 0,65%. Faktor eksternal yang menjadi katalis penguatan pasar saham global adalah optimisme investor atas segera tercapainya kesepakatan pemerintah dan parlemen terutama Partai Republik atas proposal paket penghematan anggaran dan kenaikan pajak yang diajukan oleh Presiden Barack Obama sebelum tutup tahun 2012 guna menghindari fiscal cliff. Kenaikan bursa saham regional juga didukung oleh peluang dari Bank of Japan yang akan mengucurkan stimulus dan pendapatan perusahaan-perusahaan China yang diperkirakan meningkat 10% di 2013, yang didukung oleh meningkatnya konsumsi domestik. Disamping itu, pemerintah China sudah menetapkan inisial target pertumbuhan ekonominya tahun depan di level 7,5%, yang merupakan tahun kedua bagi China dalam menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang sama. Pemerintah China memberikan sinyal toleransi atas perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah China kini tengah berupaya mengubah faktor penggerak ekonomi yang sebelumnya berbasis ekspor menjadi berbasis konsumen domestik. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 237,39 poin (2,39%) menuju level 10.160,4 dari posisi sebelumnya pada level 9.923,01 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 128,64 poin (0,57%) menuju level 22.623,37 dari posisi sebelumnya pada level 22.494,73. Sementara mayoritas pasar saham Eropa tentatif bergerak menguat, dimana indeks IBEX 35 bergerak naik di atas 1%. Kenaikan pasar saham Eropa didukung optimisme tercapainya kesepakatan pembahasan anggaran AS dan langkah S&P yang menaikkan peringkat utang Yunani menjadi B- dari sebelumnya selective default seiring komitmen anggota zona Euro dalam mempertahankan Yunani.


Market Overview
Quote:
Pasca Standard & Poors menaikkan peringkat utang Yunani menjadi Bdari selective default menyusul keputusan Uni Eropa menambah bailout sebesar 49,1 miliar euro kepada Yunani guna mengembalikan stabilitas keuangan Yunani, apresiasi indeks di bursa regional diperkirakan berlanjut pada hari ini. Katalis lain yang mendukung pergerakan bursa saham global adalah Bank Dunia (World Bank) menaikkan perkiraan pertumbuhan Asia Timur dan adanya keyakinan para pemimpin Amerika Serikat akan mencapai kesepakatan anggaran, Bank of Japan (BoJ) akan memperluas stimulus ekonomi. Bank Dunia memproyeksikan wilayah Asia Timur dan Pasifik tumbuh 7,5% pada tahun 2012 dibanding 8,3% di 2011 tetapi akan pulih menjadi 7,9% pada tahun 2013 karena pertumbuhan yang kuat di Indonesia, Malaysia dan Filipina. Pertumbuhan di negara Asia itu akan mempercepat pemulihan ekonomi Cina pada tahun 2013. Pertumbuhan ekonomi Cina diproyeksikan mencapai 7,9% pada tahun 2012 turun dibanding 9,3% pada tahun 2011, karena ekspor melemah dan merupakan upaya pemerintah Cina mengatasi overheating di sektor perumahan. Namun di tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Cina diperkirakan tumbuh 8,4% didorong oleh stimulus fiskal dan percepatan pelaksanaan proyek-proyek investasi besar. Sementara itu Bank of Japan dispekulasikan mendapat tekanan dari Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk menambah stimulus dan menaikkan target inflasi menjadi 2% dari 1%. Potensi kontinuitas apresiasi di bursa global itu bisa berimbas ke bursa saham Indonesia, sehingga diharapkan meredam tekanan jual lebih lanjut, meski dalam perspektif teknikal masih berptensi tertekan. Oleh karena itu IHSG diperkirakan kembali bergerak mixed. Data-data ekonomi AS yang rilis mengenai defisit neraca berjalan AS yang turun ke level terendah sejak 2010 di periode Juli sampai September terutama karena nilai barang yang diimpor ke AS jatuh. Indeks luas transaksi internasional turun sebesar USD 107,51 miliar pada kuartal ketiga, atau 2,7% dari produk domestik bruto. Dari eropa, Pemerintah Spanyol memutuskan untuk tidak meminta bantuan ke Uni Eropa pada saat ini, namun tetap mempertahankan pilihannya untuk membuat permohonan tersebut di masa mendatang


Stock Headlines
Quote:
• Grup Bakrie protes pembatasan hak suara di Bumi Plc
• Grup Bakrie kembali jual aset-asetnya untuk bayar utang
• BORN tolak proposal Nathaniel Rothschild jual saham di Bumi
• GTBO revisi kontrak penjualan batu jadi kontrak hak pemasaran
• AALI volume penjualan CPO November naik 12,2%
• AALI raih pendapatan Rp9,5 triliun
• MYRX akan konversi utang ke saham
• SMGR siap garap pasar Myanmar
• WSKT targetkan proyek konstruksi luar negeri Rp500 miliar
• WSKT bidik 20% saham tol Medan-Kualanamu
• WSKT akan rambah bisnis tol, realty, dan pabrik beton di
• WSKT rencana kerjakan proyek di Timor Leste tahun depan
• DGIK peroleh kontrak baru Rp 2,4 triliun
• SMMA targetkan pertumbuhan laba dan pendapatan 15%-
• Moody’s turunkan peringkat MPPA njadi B2 dari B1
• BMRI dapat izin operasi dari Bank Sentral Malaysia mulai
• Anak usaha TLKM dapat kredit sindikasi Rp 2,5 triliun
• 15 bank danai TBIG USD 250 juta
• BNLI targetkan pertumbuhan kredit 20% di 2013
• BBTN targetkan emisi KIK-EBA Rp 1,5 triliun
• BBNI beri non-cash loan ke PGAS
• EXCL investasi Rp 166 miliar untuk kembangkan M2M
Newsletter 21 Dec 2012

Market Review
Quote:
Ketidakpastian negosiasi fiscal cliff seiring deadlock negosiasi antara Presiden Barack Obama dengan kubu Republik, menjadi faktor utama yang menyebabkan mayoritas pasar saham ditutup melemah termasuk pasar saham domestik. Ketidakpastian tersebut turut mendorong The Chicago Board Options Exchange Volatility Index yang mengukur sentimen pasar, naik ke level 17,36 atau tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Dalam perkembangan terakhir, dikabarkan Obama akan mem-veto proposal yang diajukan John Boehner karena Obama khawatir proposal ini akan membebani kelas menengah. Adapun usulan yang diajukan Boehner adalah kenaikan pajak pendapatan diatas USD 1 juta sedangkan Obama mengajukan pada level USD 400 ribu. Kekhawatiran yang berasal dari Amerika juga ditambah dengan ancaman Fitch yang akan menurunkan peringkat AAA US jika tidak segera menyelesaikan masalah fiscal cliff. IHSG ditutup melemah sebesar 21.043 poin (0,492%) ke level 4.254,816 dari posisi sebelumnya pada level 4.275,859. Mayoritas sektor perdagangan kembali ditutup melemah dimana sektor consumer membukukan pelemahan terdalam dan sektor industri dasar membukukan penguatan tertinggi. Pelemahan sektor consumer disebabkan oleh penurunan saham GGRM sebesar 2,7%. Sedangkan kenaikan sektor industri dasar dikontribusikan oleh kenaikan saham SMGR sebesar 1,6%. Pasar saham regional ditutup mixed yang masih dipengaruhi oleh kekhawatiran akan fiscal cliff. Kendati Bank of Japan akan meningkatkan program pembelian aset untuk ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir, indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 121,07 poin (1,19%) ke level 10.039,33 dari posisi sebelumnya pada level 10.160,4, sedangkan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 36,41 poin (0,16%) menuju level 22.659,78 dari posisi sebelumnya pada level 22.623,37. Sementara itu, pasar saham Eropa bergerak mixed dengan kecenderungan melemah yang juga disebabkan oleh belum dicapainya titik temu akan masalah fiscal cliff. Investor merespon ancaman Obama yang akan mem-veto setiap plan B dari Partai Republik. Pihak Gedung Putih dan Partai Republik saling menuduh berniat merusak perekonomian. Partai Republik enggan menyetujui kenaikan pajak pada tahun depan. Sementara Obama optimis dapat meraih kesepakatan untuk mengatasi kenaikan pajak dan penghematan anggaran


Market Overview
Quote:
Kecuali bursa Indonesia dan Jepang, bursa saham Asia kemarin bergerak
berlawanan dengan bursa saham Eropa yang melemah di awal sesi. Nikkei225
terkoreksi meski Bank of Japan menambah stimulus ekonomi, sesuai ekspektasi, dengan meningkatkan nilai program pembelian aset menjadi ¥ 76 triliun (USD 903 mliar) dari sebelumnya ¥ 66 triliun serta mempertahankan nilai program pinjaman kredit sebesar ¥ 25 triliun. Hal itu karena pasar obligasi skeptis perdana menteri Jepang baru terpilih mampu mencapai target inflasi 2%, double dari target aat ini 1%. Pasar obligasi sendiri mengekspektasikan laju inflasi dalam 5 tahun ke depan sebesar 0,83% dari perkiraan inflasi kuartal IV 2012 sebesar 0,66%. Investor mengharapkan kebijakan pelonggaran moneter lebih agresif pasca pergantian pemimpin BoJ pada April 2013. Secara umum koreksi di bursa saham global termasuk bursa Eropa kemarin dipicu oleh keraguan tercapainya kesepakatan antara Barrack Obama dengan partai Republik sebagai oposisi tentang fiscal cliff. Apalagi partai Republik di parlemen AS mendorong dilakukannya voting atas usulan Plan Bnya, yaitu kenaikan pajak bagi warga berpenghasilan di atas USD 1 juta per tahun dan memangkas anggaran belanja lebih besar. Sementara partai Demokrat mengindikasikan tetap pada proposalnya, yaitu menaikkan pajak bagi warga berpenghasilan di atas USD 400.000 per tahun, sehingga memangkas nggaran belanja lebih kecil. Proposal Obama akan menekan kesejahteraan warga AS ecara lebih luas. Sebaliknya Plan B dari partai Republilk AS berpotensi menghambat akselerasi pemulihan ekonomi Amerika Serikat. Suatu keputusan yang ilematis, tetapi bisa dianggap sebagai biaya ekonomi untuk pemulihan ekonomi AS. nvestor concern akan dampak dari kebijakan AS tersebut terhadap perekonomian lobal ke depan. Sementara menantikan hasil akhir kebijakan AS tersebut, bursa saham Indonesia berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut. Investor diperkirakan mengantisipasi libur panjang hari Natal dan tahun baru, sebelum kembali ke bursa lebih aktif pada Januari 2013. Strategi itu sekaligus mengantisipasi inflasi bulan Desember 2012 yang diprediksi lebih tinggi karena meningkatnya belanja dan depresiasi rupiah akibat meningkatnya permintaan US dolar di akhir tahun. Investor juga mewaspadai laju inflasi tahun 2013 menyusul rencana kenaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15%. Sedang prospek harga komoditas yang sebelumnya menjadi kontributor bagi perekonomian belum menunjukkan arahnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013 diperkirakan akan didorong oleh konsumsi dan investasi. Pemerintah mengindikasikan tingginya investasi, temasuk FDI, pada tahun 2013. Investasi antara lain dialokasikan untuk infrastruktur yang melibatkan sektor konstruksi, semen dan perbankan. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 sebesar 6,1% dan 6,3% di 2013. Namun Bank Dunia mengingatkan sinyal over heating di sektor properti dan pasar modal Indonesia.


Stock Headlines
Quote:
• BRMS berencana untuk cari dana dengan skema project financing
• BRMS akan lepas sebagian kepemilikannya untuk biayai proyek
• ENRG akan terbitkan global bond senilai USD 600 juta.
• ENRG turunkan target dana non-preemptive rights
• Valuasi Bukit Asam Bangko selesai awal 2013
• CNKO targetkan kenaikan pendapatan 100%
• Huadian berpeluang kuasai 24,59% saham CNKO
• TINS yakin tak terpengaruh aturan pembatasan ekspor timah
• ESSA akan terbitkan 100 juta saham baru non-HMETD
• SMGR akan ubah nama menjadi PT Semen Indonesia Tbk.
• SMGR incar pertumbuhan laba 2013 sebesar 10%
• SMGR kaji stock split dengan rasio berkisar 1:5
• SMGR targetkan pertumbuhan volume penjualan 21 juta ton
• SMGR minta waktu untuk akuisisi PT Semen Baturaja
• TMPI targetkan pendapatan 2013 dapat tumbuh 10%-15
• KAEF investasi Rp 660 miliar
• INVS akuisisi tambang batubara Rp 2,1 triliun
• INVS targetkan pendapatan naik 100%
• Kredit konsumsi BBRI mencapai Rp 12 triliun
• BNGA akan tingkatkan kredit UMKM
• Bakrie dinilai sembunyikan fakta
• BCIC targetkan pengelolaan dana sektor mikro Rp1 triliun
Newsletter 26 Dec 2012

Market Review
Quote:
Belum tercapainya titik temu mengenai isu fiscal cliff, menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar saham global, regional, dan domestik. Pemerintah dan parlemen masih belum mencapai kata sepakat terkait struktur anggaran tahun depan. Juru bicara parlemen AS dari Partai Republik, John Boehner, mendorong untuk diadakannya pengambilan suara parlemen atas proposal alternatif (Plan B) yakni, kenaikan tingkat pajak bagi penghasilan di atas US$1 juta. Sedangkan Pemerintah dan Demokrat menolak rencana Boehner dan mengajukan pagu baru, yakni di atas US$400.000, dari sebelumnya US$250.000. Jika dari kongres tidak ada keputusan baru, maka otomatis akan muncul penghematan anggaran hingga lebih dari US$600 miliar pada bulan depan dan dikhawatirkan dapat menekan pertumbuhan ekonomi AS hingga jatuh ke resesi. Perkembangan terakhir, Presiden Obama akan mem-veto proposal yang diajukan John Boehner, karena Obama khawatir proposal ini akan membebani kelas menengah. Disamping itu, Fitch juga memperingkatkan akan adanya potensi penurunan rating AAA Amerika jika tidak segera menyelesaikan permasalahan fiscal cliff. Sementara dari kawasan Asia, faktor utama yang menjadi katalis bagi pasar saham adalah kemenangan Partai Demokrasi Liberal Jepang dalam pemilu, yang menjadi jalan bagi Shinzo Abe untuk memimpin pemerintahan negara tersebut. Abe menyatakan keinginannnya untuk mengakhiri kontraksi perekonomian Jepang dengan pemberian stimulus besar. ABE akan mempertimbangkan kelanjutan kenaikan pajak penjualan pada tahun depan dan menargetkan inflasi hingga 2% atau dua kali lipat dari target bank sentral, guna mengakhiri deflasi yang telah berlangsung dalam lebih dari 10 tahun terakhir. Sedangkan dari Eropa, S&P menaikkan peringkat utang Yunani setelah negara tersebut berhasil melaksanakan program buyback surat utang negara (SUN) sebagai syarat untuk mendapatkan bailout baru. Peringkat utang Yunani dinaikan dari selective default menjadi B- dengan prospek stabil. Prospek stabil menggambarkan pandangan S&P akan kegigihan negara anggota zona euro untuk mendukung keanggotaan Yunani dengan komitmen Pemerintah Yunani untuk menyesuaikan fiskal dan struktural terhadap tantangan ekonomi dan politik. Keseluruhan sentimen ini belum mampu mengangkat pasar saham domestik hingga membukukan pelemahan sebesar 1,36% dalam sepekan dalan ditutup pada level 4.250,214.


Market Overview
Quote:
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal III 2012 menjadi3,1% dibandingkan proyeksi sebelumnya 2,7%. Namun sentimenpositif itu tertahan oleh isu fiscal cliff. Anggota parlemen dari partaiRepublik Amerika Serikat menunda voting tentang kenaikan pajakbagi warga berpenghasilan di atas USD 1 juta per tahun. PartaiDemokrat sendiri menyatakan akan melakukan veto terhadap Plan Bpartai Republik tersebut. Apabila tidak tercapai kesepakatan antaraBarrack Obama dengan partai Republik hingga batas waktu tahun ini,maka kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran akan otomatisberlaku mulai Januari 2013 yang memungkinkan terjadinyapenghematan anggaran sebesar USD 600 miliar. Penghematananggaran itu sendiri berpotensi menahan akselerasi pemulihanekonomi AS, dan sementara pihak mengkhawatirkan terjadinya resesilagi. Sementara itu, Parlemen AS pesimis Kongres dan PresidenBarack Obama dapat mencapai kesepakatan dalam waktu semingguuntuk menghindari fiscal cliff yang dapat menyebabkan resesi padaAS. Selain itu ekonomi memperkirakan AS akan sulitmempertahankan laju pertumbuhan ekonominya, karenamelemahnya permintaan global. Akibatnya indeks bursa global (Asiadan Eropa) Jumat lalu secara umum melemah. Fiscal cliff menjadi isukrusial ekonomi di penghujung tahun 2012. Investor Asia khawatir negosiasi anggaran AS akan gagal dan mengancam prospek pendapatan bagi eksportir. Sementara Spanyol dikabarkan sulit untuk memenuhi target defisit tahun 2012, karena kontraksi ekonomi akibat pemangkasan anggaran. Defisit anggaran tahun 2012 Spanyol diperkirakan mencapai 7,55% GDP dan 6% di tahun 2013. Oleh karena itu diperkirakan transaksi perdagangan di bursa saham relatif sepi pada minggu terakhir bulan Desember 2012. Libur natal dan tahun baru juga menyebabkan investor cenderung menahan investasinya. Aktivitas perdagangan saham biasanya akan lebih didorong oleh sentimen individual saham. Aktivitas window dressing diperkirakan relatif terbatas. Investor kemungkinan mulai mencermati saham-saham untuk portofolio tahun 2013.


Stock Headlines
Quote:
•PTBA akan melakukan efisiensi biaya produksi
•BEI kaji backdoor listing Permata Energy pada TKGA
•ADHI bukukan pendapatan hingga November 2012 Rp5,4 triliun
•SMGR perkirakan pendaptan dan laba bersih 2012 tumbuh 20%
•SKBM jajaki investor strategis
•ELSA targetkan kontrak 2013 US$232 juta
•MEDC kuasai 49% Saham PT Api Metra Graha
•BBNI targetkan dana kelolaan 2013 Rp52,2 triliun
•TLKM rencana bangun 3000 bts tahun depan
•JSRM dirikan akan usaha di bidang properti tahun 2013
•WIKA perkirakan akuisisi Sarana Karya selesai kuaratal I/2013
•TELE kuartal I 2013 akan garap bisnis voucher isi ulang listrik
•TELE rencana akuisisi 2 perusahaan distributor tahun depan
•TELE akan membidik investor asing
•TOWR rencana terbitan global bond USD 750 juta
•TOWR Kuasai Menara Telekomunikasi KPN B.V
•ASRI Beli Aset Tanah dan Bangunan
•LPKR rencana kembangkan 7 menara apartemen Lippo Village
•PTIS peroleh kontrak dari PT Total E&P Indonesie
•FISH dapat pinjaman dari PT Era Investama Cemerlang
•Fitch Ratings telah menarik peringkat default BLTA
•Harga IPO Pelayaran Bina Buana Raya Rp230 per saham
Market Newsletter 27 Nov 2012

Market Review
Quote:
Bursa saham domestik ditutup menguat pada perdagangan kemarin bersamaan dengan penguatan bursa saham regional. IHSG ditutup naik sebesar 24,88 poin (0,585%) menuju level 4.275,094 dari posisi sebelumnya pada level 4.250,214. Hampir seluruh sektor perdagangan tercatat menguat terkecuali sektor ragam industri yang tercatat turun sebesar 0,944%. Penurunan ini dikontribusikan oleh pelemahan saham ASII sebesar 1,3%. Sementara sektor perkebunan tercatat sebagai sektor yang membukukan penguatan tertinggi mencapai 1,514% yang dikontribusikan oleh penguatan saham AALI sebesar 1,6%. Adapun sentimen dari global, masih dipengaruhi oleh pembahasan fiscal cliff yang tertunda karena liburnya para pengambil kebijakan dalam rangka hari raya Natal. Kekhawatiran di kalangan pasar semakin meningkat yang disebabkan makin minimnya batas waktu memasuki tanggal 1 Januari 2013, yang merupakan mulai diberlakukannya kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja pemerintah. Permasalahan ini dapat menarik US$600 miliar dari perekonomian AS yang diprediksi dapat memicu resesi ringan di awal 2013. Adapun sejumlah Undang-Undang yang dapat memicu jurang fiskal antara lain, berakhirnya UU pemangkasan pajak era George W Bush, pemangkasan belanja terhadap hampir semua program diskresi, dan pengembalian batas bawah pajak minimum alternatif ke level tahun pajak 2000. Sementara dari kawasan Asia, penguatan pasar saham Jepang didukung oleh melemahnya yen ke level terendah sejak tahun 2011 terhadap dolar AS. Pelemahan yen ini dipicu oleh pernyataan PM Shinzo Abe yang akan mengajukan revisi terhadap kebijakan Bank of Japan bila gagal mejaga target inflasi. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 150,24 pon (1,49%) menuju level 10.230,36 dari posisi sebelumnya pada level 10.080,12. Sedangkan penguatan bursa saham China didorong oleh rencana pemerintah untuk mempromosikan pembangunan perkotaan ke depan. Indeks Shanghai Composite ditutup menguat sebesar 5,52 poin (0,25%) menuju level 2.219,13 dari posisi sebelumnya pada level 2.213,61, sementara indeks Hang Seng masih tutup memperingati libur natal.


Market Overview
Quote:
Perhatian pasar masih tertuju akan kesepakatan anggaran AS, dimana para pemangku kebijakan akan kembali melakukan negoisasi dan diharapkan akan menghasilkan solusi bagi permasalah fiscal cliff. Para anggota parlemen berencana untuk kembali ke Washington pada tanggal 27 Desember. Sebelumnya anggota parlemen pesimis bahwa Kongres dan Presiden Barack Obama akan mencapai kesepakatan dalam waktu seminggu untuk menghindari fiscal cliff yang dapat menyebabkan resesi pada AS. Sementara itu, dari Jepang, Abe calon perdana menteri, mengancam akan merevisi hukum yang mengatur independensi BOJ bila menolak mengubah target inflasinya dalam rapat bulan depan. Bagaimanapun kebijakan moneter Bank of Japan menjadi faktor penentu pasar saat ini. Setelah resmi terpilih sebagai perdana menteri Jepang yang baru, Abe dijadwalkan akan mengumumkan jajaran kabinetnya. Bahkan kabarnya Shinzo Abe, memutuskan untuk menunjuk Shigeru Ishiba, seorang bekas rivalnya untuk tampuk pimpinan di Liberal Democratic Party untuk menduduki jabatan sebagai wakilnya, sebuah posisi yang akan mendapatkan tantangan bagi parlemen tingkat lebih tinggi di musim panas ini. Perdana Menteri Jepang berikutnya, Shinzo Abe, telah mencapai kesepakatan dengan mitra koalisinya Natsuo Yamaguchi, pimpinan Partai New Komeito, untuk menetapkan target inflasi 2%. Yamaguchi. Namun, dengan dukungan New Komeito maka pemerintahan tidak akan sulit untuk meloloskan Undang- Undang. Koalisi pemerintahan tidak ada pembicaraan untuk merevisi Undang-Undang Bank of Japan. Sentimen bagi pasar lainnya, laporan IMF dan Uni Eropa bahwa pemerintah Yunani perlu lebih fokus dalam mengkoleksi pajak dari 1500 debitur terbesar yang memberikan kontribusi 2/3 dari total piutang pajak. Selain itu, pemerintah Yunani harus mengalokasikan lebih banyak staf untuk mengaudit kasus penunggakan pajak dan menetapkan target pajak yang realistis untuk tahun 2013. Yunani belum bisa memenuhi 5 dari 10 target bulanan yang telah ditetapkan sebagai bagian dari reformasi perpajakan.


Stock Headlines
Quote:
• CMNP jajaki akuisisi BCIC
• NR Investments minta akses akun BUMI
• MYOH akan rights issue 735 juta saham
• TLKM hentikan sementara buyback saham
• EMTK akan beli 30% saham Plan B media Co Ltd
• BEI restui backdoor listing Permata Energy pada TKGA
• SGRO akan tingkatkan volume produksi 2013 sebesar 10%
• KRAS dirikan usaha patungan dengan Nippon dan Osaka Steel
• Anak usaha TOWR raih pinjaman Rp1,1 triliun
• STTP ekspansi kopi instan Rp300 miliar
• GWSA bangun dua tower perkantoran
• GPRA investasi Rp300 miliar untuk lima proyek baru
• Laba bersih MLBI naik 53%
• ASRI targetkan pra penjualan 2013 Rp4,2 triliun
• ADHI optimis target Pendapatan dan Laba Bersih tercapai
• COWL raih fasilitas kredit Rp130 miliar dari BVIC
• SULI berencana konversi utang US$20,894 juta
• ESSA berikan pinjaman US$14 juta ke anak usaha
• JIHD bukukan laba bersih 9M12 Rp55,12 miliar
• TSPC akan fokus produksi obat berbiaya rendah
• LTLS jual saham PT Daiti Carbon
• Eagle Energy jual 27.5 juta saham SMMT Rp3525/saham.
•Smallcap World Fun jual 6.67 juta saham AMRT
Newsletter 28 Dec 2012

Last Trading Day @ 2012

Market Review
Quote:
Masih belum jelasnya pembahasan fiscal cliff oleh pemerintah AS,
menyebabkan sikap pelaku pasar untuk tetap wait and see dan
menunda melakukan aksi beli. Kendati indeks properti AS dan harga
perumahan menunjukkan peningkatan, namun kekhwatiran investor
akan ancaman kondisi jurang fiskal, yang ditambah lemahnya data
pertumbuhan retail menyebabkan mayoritas pasar saham bergerak
terbatas. IHSG ditutup menguat sebesar 6,767 poin (0,158%) menuju
level 4.281,861 dari posisi sebelumnya pada level 4.275,094. Investor
mengkhawatirkan ancaman jurang fiskal tahun depan menyusul masih
buntunya negosiasi antara Partai Demokrat dan Partai Republik untuk
menentukan anggaran yang dapat mengantisipasi Jurang Fiskal tahun
depan, sementara tutup tahun 2012 sudah semakin dekat. Sementara
angka pertumbuhan penjualan ritel hanya 0,7% YoY atau lebih rendah
dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tumbuh 2% dan
lebih rendah dari estimasi yang memperkirakan kenaikan 3%-4%.
Kendati masih diliputi kecemasan akan tidak tercapainya kesepakatan
fiscal cliff sebelum akhir tahun ini, bursa saham Jepang berhasil
ditutup menguat atau membukukan kenaikan tertinggi di pasar saham
kawasan regional. Indeks Nikkei 225 ditutup naik sebesar 92,62 poin
(0,91%) menuju level 10.322,98 dari posisi sebelumnya pada level
10.230.36. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan yen di tengah
himbauan pemerintah agar dilakukannya kebijakan moneter.
Disamping itu, kebijakan Shinzo Abe, juga menjadi salah satu
pendorong bagi penguatan pasar saham Jepang. Abe, sepakat dengan
partai kolalisinya, New Komeito, untuk melanjutkan paket kebijakan
ekonomi baru di Jepang. Paket ekonomi yang mencakup pelonggaran
moneter lebih berani tersebut, menargetkan tingkat inflasi 2% pada
tahun depan. Indeks Hang ditutup menguat sebesar 78,6 poin
(0,35%) menuju level 22.619,78 dari posisi sebelumnya pada level
22.541,18. Mayoritas pasar saham Eropa tentatif bergerak menguat
dalam kisaran terbatas. Pergerakan yang terbatas ini dipengaruhi oleh
harapan akan diluncurkannya stimulus oleh BoJ dan masih
terdapatnya sentimen negatif dari kekhawatiran gap anggaran di AS.



Market Overview
Quote:
Transaksi saham di penghujung akhir tahun 2012, diperkirakan akan
diwarnai kembali oleh aksi beli terhadap saham-saham unggulan.
Aksi window dressing tersebut berpeluang akan mendorong IHSG ke
zona hijau. Pola selective buying yang dilakukan pemodal terhadap
saham-saham unggulan karena semata faktor fundamental bagus
yang dicatatkan oleh saham bluechips di tahun ini. Perjalan indeks
bursa domestik ini, akan semakin mulus apabila di topang oleh
rebound dari indeks bursa Asia hari ini. Sementara itu, katalis bagi
indeks global, apabila antara kongres dan pemerintah AS akhirnya
mencapai kesepakatan terkait dengan fiscal cliff. Meski sejauh ini
belum ada perkembangan berarti dalam pembicaraan setelah
keduanya meninggalkan Washington untuk merayakan Natal.
Sementara itu, semakin dekat dengan tenggat waktu akhir,
kebuntuan negosiasi anggaran di Washington sempat meresahkan
pelaku pasar dan menambah ketidakpastian prospek ekonomi AS.
Bila Gedung Putih dan Konges gagal mencapai kesepakatan, program
pemotongan pajak dan beberapa insentif pajak akan habis masa
berlakunya. Dampaknya, semua kalangan akan terkena kenaikan
pajak awal tahun depan. Sekitar US$100 miliar pemotongan belanja
akan dimulai hari berikutnya, dengan separuh di pertahanan dan
sisanya di program federal lainnya. Apabila tidak dicegah atau
diubah, akan menjerumuskan ekonomi AS kembali ke resesi tahun
depan. Untuk meloloskan fiscal cliff jika terjadi voting, Obama akan
membutuhkan dukungan 60 suara untuk mencapai kata sepakat di
senat untuk mengatasi krisis fiskal AS yang dijadwalkan pada 31
Desember. Selain sentimen dari AS, pelaku pasar terus mencermati
perkembang di Jepang. Setelah pemerintah Jepang pimpinan Partai
Liberal Demokratik sudah berencana melakukan review terhadap pos
belanja. Shinzo Abe dan kolega melihat plafon belanja negara yang
dirancang oleh pemerintahan terdahulu tidak cukup untuk memotori
pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah berniat meninjau
lagi batas atas pengeluaran sebelum pemilu legislatif digelar musim
panas yang akan datang.


Stock Headlines
Quote:
• UNTR bukukan penjualan batu bara 5,3 juta ton
• Penjualan alat berat UNTR 11M12 turun 24%
• Penyaluran BBM bersubsidi AKRA terinterkoneksi BPH Migas
• AKRA peroleh jatah pendistribusian BBM bersubsidi 267,9 kl
• Anak usaha TOWR tambah jumlah lokasi menara
• PKPK berencana rights issue dengan target dana Rp6,5 triliun
• WSKT optimis raih kontrak Rp18 triliun
• CMNP mencari mitra untuk akuisisi BCIC
• KRAS akan produksi baja profil kecil dan baja tulangan
• SQBB realisasikan capex Rp 15 miliar hingga 3Q2012
• ASRI rencana bangun proyek gedung tinggi tahun depan
• AISA targetkan penjualan segmen makanan Rp 2 triliun di 2013
• Holding Grup Trakindo akuisisi 51% saham HDFA
• PTPP terbitkan obligasi Rp 700 miliar
• DSSA ambil alih Mora Quatro Media
• SULI menerbitkan saham baru untuk bayar utang
• BCIC targetkan kredit tumbuh 15%
• TRIM mendapat pinjaman subordinasi
• TMPO lepas aset Rp18,5 miliar
• TPIA targetkan pendapatan 2013 US$2,2 miliar
• BBTN targetkan kontribusi fee based income 16%
• ASJT bukukan laba Rp 11,4 miliar
•Moody's dan S&P berniat naikkan rating GJTL
Market Review
Quote:
Belum tercapainya kesepakatan antara pemerintah Amerika Serikat (AS)
dan Kongres mengenai isu fiscal cliff, menjadi faktor utama yang
mengkhawatirkan investor menyusul tenggat waktu yang semakin dekat.
Jika kesepakatan tidak tercapai, maka kenaikan pajak dan pemangkasan
belanja, disertai penurunan defisit anggaran akan berlaku mulai 1 Januari
2013. Masalah ini bisa menarik US$600 miliar dari perekonomian AS yang
diprediksi dapat memicu resesi ringan di awal 2013. Sementara dari Asia,
Jepang membutuhkan strategi pertumbuhan yang betul-betul bisa
dijalankan. Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe berjanji untuk
menggelontarkan belanja fiskal untuk mengatasi deflasi dan melemahkan
yen supaya produk ekspor Jepang lebih kompetitif di pasar luar negeri.
Abe juga mendesak Bank of Japan (BoJ) untuk terus melonggarkan
kebijakan moneter. Guna mendukung pemulihan ekonomi, Bank Sentral
Jepang tersebut juga didesak untuk menetapkan target inflasi pada level
2% dari sebelumnya pada level 1%. Disamping itu, BoJ juga didesak untuk
melakukan pelonggaran tanpa batas terkait kebijakan monternya. Hal
tersebut dilakukan dengan membeli lebih banyak obligasi pemerintah dan
memperluas kepemilikan aset guna mencapai target inflasi. Sementara itu,
pemerintah Korea Selatan menurunkan prospek pertumbuhan untuk tahun
2012 dan 2013 yang dikarenakan krisis utang zona euro dan kesulitan
fiskal Amerika yang masih membebani ekonomi global. Sebelumnya, pihak
kementerian menetapkan perumbuhan sebesar 4% pada 2013 dan 3,3%
untuk 2012. Targetnya kini direvisi menjadi 3% untuk tahun depan dan
2,1% untuk tahun ini. Ditambahkan juga bahwa pertumbuhan ekonomi
Korsel masih akan terbatas pada semester pertama tahun depan, namun
akan sedikit meningkat di semester kedua ketija pasar utamanya
diharapkan menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Masih terkait dari
kawasan regional, sejumlah negara berkembang diperkirakan akan
menghadapi tekanan inflasi yang lebih berat pada tahun depan. Indonesia
dan India menjadi dua negara yang dianggap akan lebih banyak menerima
tantangan karena harus menyeimbangkan risiko inflasi dengan kebutuhan
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kendati perdagangan di bursa
saham domestik hanya berlangsung selama tiga hari, terkait libur Natal
dan Tahun Baru, namun variatifnya sentimen eksternal tersebut, mampu
mengangkat IHSG menuju level 4.316,687.


Market Overview
Quote:
Peluang indeks bursa domestik untuk menguat dalam pekan ini
cukup terbuka. Pasalnya muncul sentimen global yang bisa menjadi
katalis bagi IHSG, setelah para petinggi AS berhasil merumuskan
kebijakan anggaran untuk 2013. Kondisi ini menghindari AS
terjerumus ke dalam kondisi jurang fiskal, yang semula menjadi
kecemasan pelaku pasar. Paket Fiscal Cliff atau paket kenaikan pajak
tinggi bagi orang kaya AS dan pemangkasan anggaran yang
disodorkan Presiden AS Barack Obama ke parlemen mencapai titik
temu sementara. Hal ini setelah ada kesepakatan antara Gedung
Putih, Demokrat dan Republik jelang malam tahun baru waktu
setempat sebagai batas akhir. Demokrat dan Republik di parlemen
mencapai kesepakatan soal paket pajak, namun untuk pemotongan
anggaran ditunda dua bulan. Kabar kesepakatan ini memang belum
disampaikan gamblang secara resmi oleh pihak Gedung Putih
maupun Parlemen. Sentimen pasar akan mendapat dorongan setelah
rilis data ekonomi Cina pada tanggal 31 Desember untuk data PMI
manufaktur yang meningkat menjadi 50.9 poin di bulan Desember
dari 50.5 poin dibandingkan dengan bulan November, memberikan
harapan akan berangsur pulihnya ekonomi negara ini. Optimis pasar
terhadap ekonomi Jepang bertumpu ke pada Perdana Menteri yang
baru Shinzo Abe Abe mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi, Jepang ke depan akan menerapkan kebijakan moneter
yang ambisius, kebijakan keuangan yang fleksibel dan strategi
stimulasi pertumbuhan investasi swasta. Di bidang hubungan
diplomatik, Abe mengakui bahwa hubungan Jepang dengan Cina,
Korea Selatan dan AS menghadapi sejumlah persoalan, sehingga
Jepang akan menggunakan pandangan dunia dalam melaksanakan
kebijakan luar negeri berdasarkan pada kekuatan komprehensif dan
perlindungan kepentingan nasional. Sementara itu, rilis data ekonomi
terakhir negara ini untuk data industrial output mengalami
purunanan di November dan indeks harga konsumen masih
mencerminkan deflasi. Rangkaian data ekonomi Jepang yang
memburuk ini semakin memperkuat asumsi pelonggaran moneter.


Stock Headlines
Quote:
• Rothschild pertanyakan peran Samin Tan chairman di Bumi Plc
• INDY dirikan usaha Baru
• SUGI umumkan penemuan baru di blok Lemang
• CMNP bukukan kenaikan laba 26,53%
• TBIG finalisasi pinjaman USD250 Juta
• SMGR targetkan produksi semen 28.3 juta ton
• CPRO berharap tidak kena delisting
• Jadwal rights issue KAEF dikaji
• DSSA anggarkan capex USD 250 juta
• STTP akan bangun pabrik kopi di Jabon
• VOKS akan Bangun Pabrik di Cileungsi
• AIMS memproyeksikan pendapatan capai Rp 200 miliar tahun ini
• Wahana Anugerah Sejahtera memilikan 23,12% saham TBIG
• PKPK targetkan laba bersih 2013 meningkat 100x
• Anak usaha ICBP operasikan pabrik keempat di Karawang
• KPIG catat laba bersih Desember 2011 sebesar Rp29,845 miliar
• ENRG tingkatkan produksi gasnya di Blok Bentu PSC
• BCAP ubah namanya jadi PT MNC Kapital Indonesia Tbk
• TELE targetkan penjualan 1,6 juta handset di 2013
• INKP raih pinjaman Rp750 miliar dari Bank DKI
• BMRI siap penuhi modal cabang Malaysia
• Sarana Meditama tetapkan harga perdana saham Rp400
• Multi Agro Gemilang tetapkan harga perdana saham Rp110
Market Report 3 Dec 2013

Market Review
Quote:
Tercapainya kesepakatan sementara guna menghindari fiscal cliff,
menjadi faktor utama yang mendorong penguatan mayoritas pasar
saham global dan regional serta domestik. IHSG ditutup menguat
sebesar 29,788 poin (0,69%) menuju level 4.346,475 dari posisi
sebelumnya pada level 4.316,687. Sektor perdagangan ditutup mixed,
dimana sektor pertambangan membukukan kenaikan tertinggi dan
sektor industri dasar membukukan penurunan terdalam. Kenaikan
sektor pertambangan hingga 5,652% didukung oleh penguatan saham
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) sebesar 9,6%. Sedangkan
penurunan sektor industri dasar sebesar 1,538% disebabkan oleh
pelemahan saham Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) sebesar
2,4%. Fiscal cliff atau paket kenaikan pajak tinggi bagi orang kaya
dan pemangkasan anggaran, telah mencapai titik temu sementara.
Gedung Putih, Demokrat dan Republik di parlemen mencapai
kesepakatan soal paket pajak, namun untuk pemotongan anggaran
ditunda dua bulan. Kesepakatan tersebut menegaskan bahwa akan
ada pengenaan pajak tinggi bagi orang kaya di AS yang
berpenghasilan di atas US$ 450.000 per tahun dan penundaan
pemangkasan anggaran pemerintah sebesar US$ 109 miliar hingga 2
bulan ke depan. Sementara itu, dari Asia, data purchasing manager
index China pada bulan Desember berada pada level 50,9 atau
meningkat dari bulan sebelumnya pada level 50,6. Rilis data tersebut
turut menjadi pendorong penguatan indeks Hang Seng sebesar
655,06 poin (2,89%) menuju level 23.311,98 dari posisi sebelumnya
pada level 22.656,92, sementara bursa saham Jepang masih tutup
pada perdagangan kemarin. Disamping itu, Presiden China, Hu Jintao,
juga berjanji akan memperkuat pertumbuhan ekonomi global pada
2013 dengan fokus pada perombakan model pertumbuhan ekonomi.
Sementara pasar saham Eropa juga tentatif bergerak menguat
terutama indeks FTSE MIB yang naik hingga diatas 3%. Kongres
Amerika Serikat yang sudah menyetujui beleid baru kenaikan pajak
dan pemangkasan anggaran, menjadi pendorong bagi penguatan
pasar saham Eropa.


Market Overview
Quote:
Setelah lepas dari ketidakpastian pasar dalam menantikan
kesepakatan pemerintah AS dengan kongres, setelah hal itu berlalu
diharapkan kondisi ini akan mengurangi tekanan bagi pasar dan
sebaliknya memberikan peluang bagi indeks global bergerak positif.
Setidaknya sentimen ini, dapat memberikan dukungan bagi indeks
bursa domestik untuk menoreh level tertinggi baru. Sentimen positif
bagi pasar muncul setelah pihak kongres AS memberi persetujuan
final pada rancangan anggaran versi Senat yang menaikkan pajak
untuk orang kaya, langkah yang berhasil mencegah jurang fiskal.
Melalui hasil voting 257 banding 167, Kongres memutuskan untuk
menerima rancangan kenaikan pajak untuk orang berpenghasilan
USD450.000 per tahun dan pemotongan anggaran sementara
sebesar $110 miliar sampai akhir Februari. Senat meloloskan
rancangan itu sebelum Tahun Baru dan Presiden Obama diperkirakan
akan segera mengesahkannya. Dengan disetujuinya rancangan itu,
AS tidak lagi terancam jurang fiskal atau kenaikan pajak dan
pemotongan anggaran otomatis yang seharusnya berlaku awal tahun
ini. Namun drama politik baru bakal terjadi dua bulan mendatang,
ketika pemotongan anggaran sementara habis dan para politisi
bernegosiasi soal pos-pos mana yang harus dikurangi dananya.
Diharapkan, optimisme dari Cina dan India terhadap pertumbuhan
pada 2013 dapat memberikan kepercayaan bagi pasar. Cina berharap
pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 8%, dan India mencapai 6%.
Membaik ekonomi kedua negara ini, akan membantu penyehatan
ekonomi dunia yang sedang rapuh. Disisi lain, IMF memproyeksikan
pertumbuhan ekonomi dunia kemungkinan berada di angka 3,3%,
jauh lebih rendah 3,8% dari pertumbuhan sebelumnya. Kondisi
ekonomi global yang masih akan terus diselimuti ketidakpastian
masih akan mempengaruhi ketidakstabilan ekonomi dunia. Sentimen
positif dari dalam negeri mengenai rilis data ekonomi Indonesia,
Kinerja neraca perdagangan Indonesia berangsur membaik di tengah
perlambatan ekonomi global. Defisit perdagangan bulan November
2012 menurun dari USD1,55 miliar pada menjadi USD480 juta.


Stock Headlines
Quote:
• BUMI mencatatkan rugi US$ 632,4 juta
• BRMS 3Q2012 bukukan rugi US$13,2 juta
• Kuasi reorganisasi GiAA telah efektif
• AKRA kemungkinan belum kembali produksi batubaranya
• SGRO perkirakan produksi CPO tahun 2012 naik tipis
• SMCB tandatangani rolyalti dengan Holcim Technology
• TMAS tandatangani transaksi afiliasi
• MIRA beli 32,5 juta saham CMNP Rp58,5 Miliar
• Anak usaha TLKM, Telkomsel tambah kapasitas SMSC
• TLKM cari pinjaman Rp 12 triliun
• ADRO bagi dividen interim II Rp 10,65 per saham
• Penjualan batubara PTBA sepanjang 2012 naik 21%
• UNTR optimis produksi batubara 6 juta ton tahun ini
• SMGR akan bangun empat pabrik baru
• ULTJ proyeksikan laba bersih tumbuh 34%
• ULTJ rencana bangun pergudangan di Jakarta
• PKPK jajaki akuisisi IWBMC
• SUPR suntik anak usahanya Rp100 Miliar
• ICBP jual tanah senilai Rp 41,99 miliar
• CMNP tunda emisi obligasi Rp 1,2 triliun ke Juni 2013
• Laba bersih KPIG capai Rp 82 miliar
• TMAS peroleh pinjaman USD 6,68 juta dari pemegang saham
•Penyaluran kredit BBCA 2012 tumbuh di atas 25%

Daily Newsletter 4 Dec 2013

Market Review
Quote:
Bursa saham domestik kembali ditutup menguat bersamaan dengan
penguatan pasar saham global menyusul terjadinya kesepakatan dalam
menghindari jurang fiskal AS. Kongres Amerika menyetujui proposal pajak
untuk anggaran 2013 yang diajukan oleh pemerintah. Langkah tersebut
dilakukan untuk mencegah penghematan anggaran dan kenaikan pajak
hingga USD 600 miliar yang dikhawatirkan akan membawa Amerika masuk
ke dalam resesi. Sentimen positif lainnya berasal dari data Institute for
Supply Management yang menunjukkan bahwa indeks manufacturing yang
ke 50.7 di bulan Desember dari 49.5 di bulan sebelumnya. Kenaikan data
manufaktur tersebut menambah optimisme bahwa prospek pertumbuhan
ekonomi membaik. Sentimen ini menjadi pendorong penguatan IHSG
sebesar 52,783 poin (1,214%) menuju level 4.399,258 dari posisi
sebelumnya pada level 4.346,475. Sementara mayoritas pasar saham
regional juga ditutup menguat yang salah satunya kembali didukung oleh
kesepakatan pemerintah yang dapat menghindari jurang fiskal, yang dapat
mengancam pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak secara
global. Penguatan bursa regional juga didukung oleh data sektor jasa
industri China yang mengalami peningkatan level tercepatnya dalam
empat bulan. Data Brio Statistik China melaporkan angka indeks non
manufaktur China pada bulan Desember 2012 tercatat pada level 56,1
atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya pada level 55,6. Ekonom
China mengungkapkan bahwa ekonomi China dan pasar asetnya masih
akan bagus pada semester pertama tahun depan. Indeks Hang Seng
ditutup menguat sebesar 86,62 poin (0,37%) menuju level 23.398,6 dari
posisi sebelumnya pada level 23.311,98 sedangkan pasar saham Jepang
masih tutup pada perdagangan kemarin. Sementara itu, mayoritas pasar
saham Eropa tentatif bergerak melemah terutama indeks Ibex 35 yang
bergerak turun di atas 1%. Data pengangguran Spanyol yang turun untuk
pertama kali dalam lima bulan pada bulan Desember 2012, tidak mampu
menjadi katalis bagi pasar saham Spanyol. Sementara angka
pengangguran Jerman dilaporkan meningkat di tengah krisis utang Eropa
yang menekan investasi dan pertumbuhan negara tersebut. Adapun
kinerja produksi manufaktur zona euro pada bulan November menurun ke
level 46,1 dibandingkan bulan sebelumnya pada level 46,2 dan proyeksi
awal pada level 46,3.


Market Overview
Quote:
Diperkirakan sentimen dari AS atas keberhasilanya dalam mencapai
kesepakatan anggaran antara pemerintah dan kongres masih bisa
memberikan eforia bagi pasar hingga akhir pekan ini. Para legeslatif
AS mencapai kesepakatan dari dua Partai didalamnya mengenai
upaya untuk mencegah kenaikan pajak bagi sebagian besar rakyat
AS. Sentimen lainnya, optimisme akan adanya aksi January effect
yang dilakukan oleh sejumlah pengelola dana dalam strategi memilih
saham ke dalam portofolionya di tahun 2013. Faktor ini bisa
mendorong indeks kembali mencatatkan level tertinggi baru
sepanjang sejarahnya. Namun, mengingat IHSG mengalami kenaikan
kali kelima berurutan, maka waspadai adanya potensi aksi ambil
untung. Dominasi sentimen AS telah membuat sentimen minor untuk
kawasan Eropa yang sebelumnya pernah dominan pengaruhnya
terhadap indeks bursa global. Kendati muncul sentimen dari Kawasan
Uni Eropa berkenaan dengan data manufaktur PMI zona Euro, tetapi
diperkirakan tidak memberikan pengaruh besar bagi pergerakan
indeks bursa domestik. Rilis data yang dilaporkan data manufaktur
PMI zona menjadi 46.1 lebih rendah dibandingkan perkiraan 46.3.
Sementara data Jerman turun ke 46.0 dibandingkan 46.3 dan PMI
Prancis cukup stabil di 44.3. Hanya laporan manufaktur PMI Italia
yang menunjukkan perbaikan signifikan ke 46.7 dibandingkan
sebelumnya 45.4. Secara keseluruhan sektor manufaktur kawasan
zona Euro masih dalam teritori kontraksi namun hanya naik perlahan
ke level 50 setelah mencapai titik bottom di 44.6. Kondisi ini
mengindikasikan problem ekonomi zona Euro yang masih berlanjut,
sehingga menyebabkan terjadi tekanan bagi indeks bursa Eropa
kemarin. Demikian dengan ekonomi Inggris diperkirakan
perekonomian negara ini akan melambat bahkan beresiko kehilangan
peringkat kredit AAA. Masalah terbesar bagi perekonomian Inggris
adalah kurangnya permintaan. Sentimen positif dari dalam negeri,
Bank Indonesia (BI) mencatatkan cadangan devisa RI di akhir tahun
2012 tembus US$ 112,8 miliar. Angka ini meningkat US$ 1,5 miliar
dibandingkan pada akhir November 2012 di posisi US$ 111,3 miliar.


Stock Headlines
Quote:
• PTBA siapkan belanja modal Rp 2,5 triliun di 2013
• JSMR proyeksi pendapatan 2013 sebesar Rp6,5 triliun
• JSMR bentuk anak usaha di bidang properti
• JSMR rencana terbitkan obligasi pada 3Q 2013 sebesar Rp2 triliun
• GPRA rencana kerjakan lima proyek tahun ini
• TLKM menangkan tender proyek telekomunikasi Timur Leste
• VOKS jual dan beli lahan Alcarindo
• BLTA perpanjang waktu PKPU
• ENRG tingkatkan produksi di Blok Bentu PSC
• META berencana mengakuisisi beberapa proyek
• BCIC targetkan kredit 2013 tumbuh 15,4% jadi Rp12,97 triliun
• TAXI kerjasama dengan BSMART
• TAXI siapkan belanja modal senilai Rp500 miliar
• ASJT bidik premi kesehatan Rp55 Milyar
• AISA berencana bagi dividen Rp 30 miliar
• TSPC tidak lagi mendistribusikan produk Merck
• ASRI investasi Rp 2,5 triliun
• Syailendra memiliki 6,59% saham ELTY
• Hary Tanoe beli Saham KPIG senilai Rp 372,89 miliar
• Maybank kembali tunda penjualan saham BNII
• ERAA optimis raih target penjualan
• MBSS tambah 3 kapal tongkang dan 1 floating crane
• PBRX siap ekspansi ke sektor hulu dan ritel
Newsletter 7 Jan 2013

Market Review
Quote:
Kesepakatan pemerintah yang dapat menghindari jurang fiskal, yang dapat mengancam pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak secara global, menjadi katalis utama yang mendorong penguatan mayoritas pasar saham global dan regional serta domestik. Gedung Putih, Demokrat dan Republik di parlemen mencapai kesepakatan mengenai paket pajak, namun untuk pemotongan anggaran ditunda dua bulan. Kesepakatan tersebut menegaskan bahwa akan ada pengenaan pajak tinggi bagi orang kaya di AS yang berpenghasilan di atas US$ 450.000 per tahun dan penundaan pemangkasan anggaran pemerintah sebesar US$ 110 miliar hingga 2 bulan ke depan. Namun, di sisi lain, pernyataan dari The Federal Reserve menjadi kekhawatiran pasar dan memperlambat aksi beli di pasar saham. The Fed menyatakan adanya kemungkinan akan mengakhiri program pembelian obligasi $85 miliar per bulan pada tahun ini. Peserta Federal Open Market Committe (FOMC) terbagi dalam bersikap terkait seberapa lama program pembelian surat harus berakhir. Perbedaan sikap itu antara yang menginginkan akhir program adalah sekitar pertengahan tahun 2013 dan pada pihak lain tetap ingin program berlanjut melampaui waktu tersebut. Disamping itu, pasar juga mencermati Moody's Investor Service yang mengkhawatirkan peringkat kredit pemerintah AS. Moody's mencemaskan kurangnya tindakan dari politikus AS untuk mengatasi masalah utang jangka panjang. Karena itu, Moody's tetap mempertahankan outlook peringkat kredit AS yang masih negatif. Rasio utang AS mencapai 73% terhadap PDB dari level normal 30-50%. Sehingga, rasio utang AS cukup tinggi dibandingkan dengan negara maju lainnya seperti Jerman. Dari kawasan Asia, Presiden China, Hu Jintao, berjanji bahwa negaranya akan memperkuat pertumbuhan ekonomi global pada 2013 dengan fokus pada perombakan model pertumbuhan ekonomi. Bank of China akan mempertahankan kebijakan moneter hati-hati dan memperkuat reformasi keuangan serta menjaga inflasi. Sementara Korea Selatan menurunkan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dan tahun depan menjadi 2,1% dan 3% atau lebih rendah dibandingkan target sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,3% dan 4% untuk tahun in dan tahun depan. Variatifnya sentimen ini, mendukung penguatan IHSG selama tiga hari perdagangan hingga sempat mencapai level tertingginya pada 4.418,48 dan ditutup pada level 4.410,02.


Market Overview
Quote:
Faktor dari eksternal yang menjadi catatan bagi pergerakan indeks bursa domestik dalam pekan ini. Baru lepas dari kekhawatiran terhadap masalah fiscal cliff pasar dikejutan dengan laporan rapat the Fed, adanya anggota yang menyarankan agar program pembelian aset diakhiri. FOMC Minutes dari rapat 11-12 Desember menunjukkan para pejabat terpecah mengenai sampai kapan masa berlaku program itu, dengan beberapa anggota ingin menjalankan sampai akhir tahun, namun sebagian ingin menghentikannya sebelum akhir tahun dan lainnya ingin segera mengakhirinya. Ketika meluncurkan QE 4 pasca rapat itu, the Fed hanya mengatakan akan melakukan pembelian sampai lapangan kerja membaik. Para anggota mengakui program QE efektif dan membantu, namun khawatir akan ketidakpastian seputar dampak dan biaya jangka panjang. Dengan program pembelian US$85 per bulan sampai akhir tahun, neraca the Fed akan bertambah US$1 triliun menjadi US$3 triliun. Mengakhiri program ini bisa mengguncang pasar, yang sudah terbiasa dengan stimulus dari the Fed. Kekahwatiran pasar masih diselimuti oleh kemungkinan perdepatan lebih panas antara Presiden Barack Obama dengan anggota Kongres AS dari Republikan mengenai aggaran dalam dua bulan ke depan setelah dicapainya deal fiscal cliff. Pihak Republik yang gusar akan deal fiscal cliff tersebut dan tidak berbuat banyak untuk mengekang defisit federal, kemungkinan akan menggunakan perdebatan tentang pagu hutang guna memenangkan pengurangan belanja yang besar nanti. Sentimen dari Eropa yang kemungkinan bisa mencuat jelang Pemilu Italia. Mario Monti, Perdana Menteri dan juga calon Perdana Menteri berikutnya, tegaskan keinginan untuk menyingkirkan unsur ekstrimis dari dunia perpolitikan Italia demi mempermudah upaya untuk melanjutkan kebijakan reformasi. Monti sebagai memimpin blok sentral menjelang pemilu di bulan Februari mendatang dan tengah melakukan pemanasan di dunia politik Italia. Monti menyalahkan serikat buruh CGIL yang beraliran kiri dan sekelompok petinggi PD yang memblokir upaya reformasi sektor tenaga kerja. Monti juga menyalahkan sektor farmasi dan aliansinya yang beraliran kanan yang telah menyulitkan upaya pemerintah untuk menderegulasi pasar. Monti menjanjikan pemangkasan pajak dan redistribusi kekayaan kepada masyarakat Italia yang telah merasakan dampak dari kebijakan penghematan yang diusung Monti.


Stock Headlines
Quote:
• PTBA buy back saham sebanyak 2,9673%
• BEI peringatkan BUMI atas keterlambatan LK
• JSMR kaji penerbitan obligasi Rp 1,8 triliun di 3Q2013
• ISAT dan IM2 bantah tuduhan dugaan korupsi
• HMSP selesaikan proses likuidasi Sampoerna Packaging Asia Pte
• CPRO Ganti Wakil Direktur Utama
• CPRO rencana menerbitkan obligasi
• CPRO optimistis tidak akan delisting dari BEI
• BCIC digugat balik nasabah Antaboga
• SDRA targetkan memiliki aset Rp10 triliun di 2013
• MLPL rambah bisnis ritel melalui dua anak usahanya
• KPIG dapat proyek resort di Lombok
• APLN rencana bangun superblok 2Q 2013 di daerah Pancoran
• anak usaha APLN lakukan reklamasi pantai di Plaza Balikpapan
• SOBI peroleh dana Rp 36,5 miliar hasil jual aset
• PKPU menyetujui permohonan perpanjangan waktu BLTA
• Laba MBSS meningkat 28%
• JSMR peroleh pinjaman bank Rp 4,9 triliun
• Recapital lepas 11,6% saham MTFN di Rp240/saham
• Meski terancam delisting, CPDW tambah porsi saham minoritas
• Maspion Indonesia batal IPO bulan ini
• Pos Indonesia rencana IPO tahun ini
Newsletter 8 Dec 2013

Market Review
Quote:
Minimnya sentimen positif baik dari eksternal maupun internal, menyebabkan mayoritas pasar saham ditutup melemah. IHSG ditutup melemah sebesar 17,641 poin (0,4%) ke level 4.392,379 dari posisi sebelumnya pada level 4.410,02. Sektor perdagangan ditutup mixed, dimana sektor ragam industri membukukan pelemahan terdalam dan sektor keuangan membukukan penguatan tertinggi. Pelemahan sektor ragam industri sebesar 1,096% disebabkan oleh penurunan saham Astra International (ASII) sebesar 1,27%. Sedangkan penguatan sektor keuangan sebesar 0,287% didukung oleh kenaikan saham Bank Central Asia (BBCA) sebesar 1,66%. Sentimen dari Amerika berasal dari rilis data jumlah penambahan pekerja di sektor non-pertanian ( non-farm payroll ) yang naik sebanyak 155,000 pekerja di bulan Desember. Sementara tingkat pengangguran AS tetap berada di level 7.8%. Disamping itu, Dana Moneter Internasional (IMF) menilai kegagalan menemukan solusi terkait pagu utang Amerika Serikat dan permasalahan yang menimpa Eropa akan mengakibatkan krisis ekonomi global. Hal ini dikarenakan ukuran perekonomian kedua wilayah tersebut dan hubungannya dengan negara-negera lain dalam hal perdagangan dan investasi. Sementara dari kawasan Asia, pemerintah Jepang akan mengumumkan program stimulus fiskal senilai 12 triliun yen atau sekitar US$136 miliar guna mendorong perekonomian yang tengah mengalami penyusutan. Stimulus ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan Jepang dari resesi, seperti janji Abe untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi dan mengakhiri deflasi. Namun, sentimen ini tidak mampu menjadi katalis bagi penguatan indeks Nikkei 225 yang ditutup melemah sebesar 89,1 poin (0,83%) ke level 10.599,01 dari posisi sebelumnya pada level 10.688,11. Sementara indeks Hang Seng ditutup melemah tipis sebesar 1,34 poin (0,01%) ke level 23.329,75 dari posisi sebelumnya pada level 23.331,09. Pasar saham Eropa tentatif bergerak mixed yang dipengaruhi oleh penantian investor akan pertemuan ECB pada pekan ini. ECB diprediksi akan mempertahankan tingkat suku bunga pada level 0,75%.


Market Overview
Quote:
Sentimen positif atas kesepakatan anggaran Amerika Serikat (AS) di penghujung 2012 dan dilanjutkan dengan optmisme pasar terhadap aksi January Effect mampu memberikan dorongan bagi ISHG hingga mencapai level tertinggi baru. Namun kiprah positif pasar bisa terhenti oleh drama politik yang belum usai dari AS dan kemungkinan akan mempengaruhi pergerakan indeks bursa global termasuk dampaknya bagi IHSG. Kekhawatran akan muncul konfrontasi baru di Washington, yaitu terkait negosiasi menaikkan batas utang (debt ceiling). Pasar sewaktu-waktu bisa bergejolak kembali, karena ketidakpastian di Washington, terkait mengenai pembicaraan fiskal di Washington, yang mencakup batas utang dan pemotongan anggaran. Minutes the Fed yang menunjukkan para anggota membahas penghentian program pembelian aset lebih cepat. Di sisi lain, banyak investor yakin pemerintah baru Jepang yang dipimpin Shinzo Abe, akan mendesak BOJ untuk melemahkan yen dan menerapkan stimulus agresif. Bank of Japan akan mengadakan pertemuan pertama mereka 21-22 Januari 2013. Pemerintah Jepang bermaksud untuk mempromosikan perluasan industri luar negeri dan menciptakan pasar baru. PM Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa masalah yang paling mendesak untuk keluar dari apresiasi mata uang dan deflasi. dengan kebijakan moneter Bold sebagai salah satu dari tiga tindakan ekonomi. Sentimen dari Jepang lainnya pertemuan antara pemerintahan baru Jepang dengan para CEO korporasi di Jepang. Diharapkan para pengusaha di Jepang lebih optimistis menghadapi tahun 2013 dibanding tahun sebelumnya karena meskipun ekonomi mengalami resesi, namun resesi teknikal kali ini potensial hanya berjalan singkat. Dari Cina pasar akan fokus pada laporan perdagangan negara ini. Pelaku pasar berharap adanya kenaikan signifikan pada data ekspor China seiring laju pertumbuhan global yang mengalami perbaikan substansial, Kabar dari Eropa yang akan menjadi perhatian terkait dengan pertemuan ECB, termasuk rencana pembahasan emisi hutang dari Jerman, Italia dan Spanyol serta negara lainnya.


Stock Headlines
Quote:
• ADHI mundur dari proyek monorel tak sejalan dengan PT JM
• WIKA targetkan laba bersih Rp 555,06 miliar di tahun ini
• WIKA targetkan kontrak Rp38,87 triliun di 2013
• WIKA siapkan IPO dua anak usahanya pada 2014
• WIKA membidik proyek di luar negeri
• WIKA anggarkan capex Rp1,78 triliun pada tahun ini
• WIKA terjun ke bisnis aspal
• WIKA sepanjang 2012 bangun lima pembangkit listrik
• CMNP terbitkan saham baru tanpa HMETD
• Kisruh Rothschild dengan BUMI Terus Berlanjut
• Indosat-IM2 bantah langgar pengunaan frekuensi
• Semen Gresik (SMGR) berubah nama menjadi Semen Indonesia
• SMGR produksi 25,5 juta ton pada tahun ini
• SMGR siapkan capex USD400 juta di tahun 2013
• BJBR kerjasama dengan Merapati untuk pemesanan tiket
• BRPT lunasi obligasi konversi
• MLBI rombak susunan komisaris
• TKGA rencana terbitkan right issue
• WSKT tuntaskan proyek Sahid Kuta Lifestyle
• BCIC targetkan DPK tahun ini capai Rp14,766 triliun
• CKRA dapat peringatan dari BEI telat kirimkan LK audited
• SRSN tidak akan membagikan dividen tunai tahun buku 2012
Newsletter 9 Dec 2013

Market Review
Quote:
Setelah bergerak mixed di sepanjang perdagangan, bursa saham domestik berhasil ditutup pada zona positif di tengah pelemahan bursa saham regional. Minimnya sentimen positif menyebabkan IHSG ditutup menguat tipis sebesar 5,166 poin (0,118%) menuju level 4.397,545. Sektor perdagangan tercatat variatif, dimana sektor pertambangan membukukan penguatan tertinggi dan sektor perkebunan membukukan pelemahan terdalam. Penguatan sektor pertambangan sebesar 1,519% didukung oleh kenaikan saham ITMG sebesar 2,04%. Sedangkan penurunan sektor perkebunan sebesar 1,171% disebabkan oleh pelemahan saham AALI sebesar 0,97%. Sentimen dari pasar global berasal dari rilis laporan kinerja emiten periode tahun 2012. Sementara sentimen Asia, berasal dari China, dimana pertumbuhan ekonomi negara ini diperkirakan mencapai 7,8% pada kuartal keempat tahun 2012. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga sebesar 7,6%. Ekonomi China diharapkan pulih pada tahun 2013, kendati pemulihannya tidak terlalu signifikan karena masih leamahnya zona euro dan ekonomi Jepang. Sentimen ini juga tidak mampu menjadi katalis bagi penguatan pasar saham regional, dimana indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 90,95 poin (0,86%) ke level 10.508,06 dari posisi sebelumnya pada level 10.599,01 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 218,56 poin (0,94%) ke level 23.111,19 dari posisi sebelumnya pada level 23.329,75. Bursa saham Eropa tentatif bergerak mixed dalam kisaran tebatas tidak lebih dari 0,5%. Pergerakan pasar saham Eropa masih dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan Amerika periode kuartal keempat. Sementara pebisnis Inggris, semakin optimis akan prospek perekonomian tahun 2013 kendati Perdana Menteri (PM) David Cameron, memprediksi bahwa tahun ini menjadi tahun yang sulit bagi kegiatan ekonomi. Disamping itu, Jeman juga optimis dapat menghadapi krisis di tengah perekonomian euro yang berada dalam resesi. Jerman yakin bahwa krisis yang mengekang investasi dan pertumbuhan ekonomi, dapat diselesaikan kurang dari 1 dekade.


Market Overview
Quote:
Kebijakan ekonomi Jepang yang disepakati pemerintah dan BOJ akan memberikan dukungan positif bagi pergerakan indeks bursa utama Asia serta pengaruhnya bagi pergerakan IHSG. Sentimen terbilang positif dari Jepang setelah Pemerintah Jepang dan BOJ akan menjalin kerjasama yang bertujuan untuk target inflasi 2%. Pemerintah Jepang merencanakan garis rancangan stimulus ekonomi yang berfokus pada revitalisasi ekonomi melalui investasi infrastruktur dan mengatasi deflasi melalui peningkatan kerjasama antara pemerintah dan Bank of Japan. Paket stimulus akan menjadi bagian dari anggaran tambahan yang lebih besar. Selain itu, Jepang akan menggunakan sebagian dari cadangan devisa untuk membeli obligasi yang diterbitkan oleh dana bailout, Mekanisme Stabilitas Eropa. Minimnya even ekonomi dari AS, fokus tertuju ke hasil rapat reguler ECB. Sensitif pasar dari Eropa akan mereda karena sinyalemen tekanan ECB untuk memangkas rate berkurang setelah pasar mengekspektasikan bahwa otoritas moneter Eropa kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunganya, namun mengingat kondisi ekonomi yang masih suram, prospek pelonggaran tetap ada. Ekspektasi ECB akan tahan rate masih menopang sentimen positif bagi pasar. Dengan suku bunga di rekor terendah dan program pembelian obligasinya (OMT) siap dijalankan, maka pemerintahlah yang harus berperan aktif mengentaskan krisis. Sentimen dari dalam negeri yakni keluarnya sebuah kebijakan dari BI, usulan DPR untuk dana infrastruktur dan kenaikan cadangan devisa. BI mengeluarkan aturan kepemilikan tunggal perbankan, PBI No. 14/24/PBI/2012, BI mengizinkan pemegang saham pengendali (PSP) memiliki bank lebih dari satu tanpa harus merger. Bank hanya wajib membentuk perusahaan induk perbankan, perusahaan induk lembaga keuangan atau menjadikan salah satu banknya berfungsi sebagai holding. BI memberikan pengecualian bagi bank campuran. Sementara itu, DPR meminta pemerintah mengalokasikan dana Rp 201,3 triliun untuk mendorong pembangunan infrastruktur tersebut. Cadangan devisa Indonesia per 28 Desember 2012 naik mencapai USD 112,78 miliar.


Stock Headlines
Quote:
• Meneg BUMN setujui niat WIKA membangun pabrik beton
• WIKA selesaikan proses negosiasi proyek di Aljazair
• WIKA diminta kembangkan bisnis lainnya
• BSDE berniat garap ruas tol Serpong-Balaraja
• MEDC targetkan pertumbuhan pendapatan 10%
• MEDC siapkan capex sebesar USD574 juta tahun ini
• MEDC akan jual PT Medco Ethanol Lampung
• MEDC targetkan produksi batubara 500-600 ribu ton di 2013
• Kementerian BUMN minta SMGR ambilalih Semen Kupang
• MASA menjadi official tire Manchester United
• CENT rencana terbitkan right issue
• Rothschild mengambil alih Bumi Plc dari keluarga Bakrie
• Rotschild masukkan Hashim di jajaran direksi Bumi Plc
• Hary Tanoe jual saham BHIT Rp 349,8 miliar
• Saratoga Investama Sedaya dipertimbangkan untuk IPO
• Ekspansi kebun sawit hanya 50% dari target di 2012
• Cadangan devisa per 28 Desember 2012 capai USD 112,78 miliar
• DPR minta alokasikan dana Rp 201,3 triliun untuk infrastruktur
• BI keluarkan aturan kepemilikan tunggal perbankan
• BI: Bank DBS Indonesia bukan lagi bank campuran
Market Review
Quote:
Bursa saham domestik bergerak anomali pada perdagangan kemarin,
dimana pasar saham ditutup pada zona negatif di tengah penguatan
pasar saham regional dan Eropa. IHSG tercatat melemah sebesar
34,617 poin (0,787%) menuju level 4.362,928 dari posisi sebelumnya
pada level 4.397,545. Hampir seluruh sektor perdagangan ditutup
melemah terkecuali sektor ragam industri yang ditutup menguat
sebesar 0,371% yang didukung oleh kenaikan saham Astra
International (ASII) sebesar 0,65%. Sementara sektor pertambangan
mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 1,363% yang disebabkan
oleh penurunan saham Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) sebesar
4,5%. Sentimen eksternal, masih dipengaruhi oleh rilis data ekonomi
dan ekspektasi investor akan laporan kinerja emiten. Sementara
sentimen dari Asia, berasal dari langkah Jepang yang berencana
membeli obligasi yang diterbitkan oleh Mekanisme Stabilitas Eropa
(ESM) dan surat utang negara (SUN) berdenominasi euro untuk
membantu mengatasi krisis utang Eropa. Transaksi ini akan dibiayai
dari cadangan valuta asing Jepang. Namun, mengenai jumlah utang
yang akan dibeli, masih belum ditentukan. Aksi pembelian obligasi ini,
disamping untuk mendorong stabilitas keuangan di blok 17 negara
tersebut, juga dilakukan untuk melemahkan nilai tukar yen. Disamping
itu, Bank Sentral China akan memperluas instrumen kebijakan,
termasuk suku bunga dan giro wajib minimum, sebagai pedoman
kebijakan moneter 2013. Selama ini, bank sentral tersebut hanya
bergantung pada operasi pasar terbuka. Kendati demikian, Bank
Sentral China akan tetap bersikap hati-hati karena inflasi konsumen
meningkat di sepanjang semester kedua tahun lalu. Indeks Nikkei 225
ditutup menguat sebesar 70,51 poin (0,67%) menuju level 10.578,57
dari posisi sebelumnya pada level 10.508,06 dan indeks Hang Seng
ditutup menguat sebesar 107,28 poin (0,46%) menuju level 23.218,47
dari posisi sebelumnya pada level 23.111,19. Sementara pasar saham
Eropa mayoritas tentatif bergerak menguat. Penguatan ini ddidukung
oleh membaikanya tingkat kepercayaan ekonomi di zona euro periode
Desember 2012 ke level 87 dari level 85,77 pada bulan November.


Market Overview
Quote:
Indeks IHSG diperkirakan akan bergerak mixed peluang menguat.
Tidak ada rilis data ekonomi yang penting dari AS, kecuali hanya
menyikapi kinerja keuangan keuartal IV/12. Seperti kenaikan indeks
Wall Street hanya karena optimisme investor tentang laporan kinerja
keuangan emiten kuartal IV/2012. Hari ini, sentimen dari Asia yang
akan menjadi katalis bagi pasar data perekonomian Cina. Hari ini
Cina akan merilis data perdagangan untuk bulan Desember, diikuti
dengan data inflasi pada hari Jumat. Pasar masih pesimistis terhadap
kondisi ekonomi Eropa saat ini, meski kalangan dari pejabat tinggi
setempat optimis krisis telah terlewati. Hal ini terlontar dari
pernyataan ketua Komisi Eropa bahwa Eropa telah diselamatkan dan
krisis sudah lewat. Menurutnya, ancaman atas eksistensi Eropa sudah
diatasi. Demikian deklarasi pemimpin Eropa bahwa kondisi terburuk
krisis sudah lewat dan menyebut langkah penghematan dan peran
aktif ECB membuahkan hasil. Namun, apa yang tercermin dari data
ekonomi Eropa masih menandakan bahwa krisis belumlah usia dan
masih ada masalah yang lebih besar, yaitu tingkat pengangguran
muda di Eropa. Resesi yang dialami perekonomian zona-euro telah
memperburuk kondisi sektor tenaga kerja. Hal ini terlihat dari tingkat
pengangguran yang naik ke level 11,8% untuk bulan November dari
publikasi sebelumnya 11,7%. Untuk seluruh Uni Eropa, tingkat
pengangguran berada di 10,7%, dengan jumlah penganggur
mencapai 26 juta orang. Tingkat pengangguran kawasan Eropa
relatif lebih tinggi untuk periode yang sama dibandingkan dengan AS
sebesar 7,8%, dan di Jepang 4,1%. Dari Eropa pelaku pasar akan
menantikan hasil dari pertemuan Bank Eropa mengenai pembahasan
kebijakan. Sentimen dari Eropa masih akan berlanjut terkait lelang
obligasi Spanyol dan Italia menjelang akhir minggu. Sentimen positif
dari Jepang, berkenaan dari negara ini yang akan menggunakan
persediaan devisanya untuk membeli obligasi dari European Stability
Mechanism, dengan babak baru pembelian yang akan dilakukan di
hari perdagangan berikutnya. Kementrian Keuangan Jepang tengah
menyiapkan pembelian ESM pada tenor 3 bulan.


Stock Headlines
Quote:
• Nathaniel Rothschild mundur dari direksi di Barrick Gold Corp
• ADHI berminat dengan proyek monorel untuk lintasan lain
• ADHI menawarkan pengembangan monorel rute baru tahap II
• ISAT berencana melunasi utang jatuh tempo Juni 2013
• ANTM lanjutkan pembangunan Bandara Kolaka
• Kuartal I, Grup Bakrie selesaikan buyback saham BUMI
• MYOH bantah diincar perusahaan tambang Inggris
• ISAT anggarkan belanja modal sekitar USD 800 juta
• KIJA selesaikan PLTGU milik PLN
• INAF targetkan pendapatan Rp 1,4 Triliun
• Pendapatan PBRX meningkat 28%
• ETWA pasok biodiesel ke depo Pertamina
• Maybank akan kurangi kepemilikan saham di BNII jadi 80%
• TCID bekerja sama dengan Rovio Entertainment Ltd.
• TLKM Jawa Barat mencanangkan proyek pembangunan FTTH
• DILD rencana menaikkan harga jual apartemen hingga 30%
• BBRM anggarkan capex 2013 sekitar USD 40 juta-USD 46 juta
• HDFA peroleh fasilitas kredit Rp 50 miliar
• GTBO penjualan 9M12 turun 46,93% jadi Rp 804,41 miliar
• Rimau Multi Investama beli 62,96% saham CMPP
• NISP akan buyback obligasi subordinasi II 2008
• Saraswati Griya Lestari listing dengan kode HOTL
• MK: alat berat harus bayar pajak kendaraan bermotor
Market Review
Quote:
Bursa saham domestik bergerak anomali pada perdagangan kemarin di tengah penguatan mayoritas pasar saham global dan regional. IHSG ditutup melemah sebesar 45,563 poin (1,044%) ke level 4.317,365 dari posisi sebelumnya pada level 4.362,928. Mayoritas sektor perdagangan ditutup melemah terkecuali sektor infrastruktur dan properti yang masing-masing ditutup menguat sebesar 0,081% dan 0,014%. Penguatan sektor infrastruktur didukung oleh kenaikan saham XL Axiata (EXCL) sebesar 3,7% dan penguatan sektor properti didukung oleh kenaikan saham Wijaya Karya (WIKA) sebesar 3,8%. Sementara sektor yang mencatatkan pelemahan terdalam adalah sektor ragam industri, yakni sebesar 3,849% yang dikontribusikan oleh penurunan saham Astra International (ASI) sebesar 4,5%. Sementara sentimen global, dipengaruhi oleh ekspektasi investor atas rilis kinerja laporan keuangan kuartal keempat tahun 2012. Disamping itu, Wall Street’s fear index atau indeks kekhawatiran yang melanda bursa Amerika, turun ke level terendah dalam 5,5 tahun yang mencerminkan outlook pasar saham global yang lebih positif. Dari Asia, sentimen positif berasal dari ekonomi China yang mulai pulih ( bottoming out) sehingga memicu pertumbuhan permintaan atas barang-barang komoditas tahun ini. Disamping itu, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menegaskan, Bank of Japan harus mematok target inflasi di level 2%. Bank Sentral Jepang juga dikabarkan akan mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter berikutnya pada bulan ini. Sentimen ini mendorong penguatan bursa saham Jepang, dimana indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 74,07 poin (0,7%) menuju level 10.652,64 dari posisi sebelumnya pada level 10.578,57. Sementara indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 135,84 poin (0,59%) menuju level 23.354,31 dari posisi sebelumnya pada level 23.218,47. Mayoritas pasar saham Eropa tentatif bergerak menguat tidak lebih dari 1%. Investor mengamati keputusan yang akan diambil ECB dan BoE, dimana pasar berharap agar kedua bank sentral itu memutuskan suku bunga. ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan dengan level rendah saat ini di 0,75%.


Market Overview
Quote:
IHSG masih akan dilanda aksi ambil untung yang dilakukan pemodal pada perdagangan saham hari ini. Aksi ini akan semakin kuat dorongannya apabila bersamaan terjadi tekanan terhadap indeks bursa Asia pada perdagangan saham hari ini. Dukungan tersebut cukup kuat mengingat sentimen negatif pasar keuangan global masih dibayangi krisis hutang Eropa yang hingga kini belum memudar. Masih ada ancaman akan perlambatan lebih lanjut terhadap kawasan benua Eropa. Dalam pidato tahun barunya, Angela Merkel memperingatkan datangnya tantangan ekonomi baru di 2013. Untuk menghadapinya, cara terbaik adalah dengan mengedepankan kesejahteraan dan solidaritas antar negara. Namun, terkait dengan Cyprus yang kemungkinan akan mendapatkan dana bailout di awal bulan Maret setelah berlangsungnya pemilu Presiden. Nampaknya, bailout Cyprus akan menemui kendala, karena Jerman tidak memberikan sinyal lampu hijau untuk bailout negara ini. Dalam pernyataannya, Angel Markel mengatakan, bahwa tidak ada Kondisi yang spesial bagi Cyprus dalam pembicaraan bantuan untuk Zona Eropa, aturan berlaku sama buat semua. Cyprus akan mengadakan pemilu presiden pada 17 dan 24 Februari mendatang dan menteri keuangan zona-euro sepertinya ingin melakukan kesepakatan bailout dengan Presiden terpilih. Pimpinan menteri keuangan zona-euro, Jean-Claude Juncker, telah mengatakan akan membahas bailout Cyprus pada pertemuan 21 Januari mendatang. Pergerakan indeks bursa Asia hari ini kembali akan menunggu data inflasi Cina pada hari ini. Rilis data ekonomi Cina kemarin terbilang positif, surplus perdagangan mengalami kenaikan US$31.6 miliar di Desember, naik naik dibandingakn dengan sebelumnya US$19.6 miliar pada November. Hal ini menambah dukungan untuk kuatnya pertumbuhan ekspor negara tersebut. Tingkat ekspor menguat sebanyak 14.1% selama bulan Desember dibandingakn dengan periode sebelumnya dan tingkat impor tumbuh 6%. Kenaikan tajam data trade balance di bulan Desember mendorong surplus perdagangan Cina selama 2012 naik US$$231.1 miliar atau lebih tinggi dari 2011.


Stock Headlines
Quote:
• BMRI salurkan kredit sindikasi USD 1,4 miliar di tahun 2012
• CTRA targetkan marketing sales hingga Rp 10 triliun di 2013
• GIAA akan buka kembali pelayanan layanan first class
• GIAA perpanjang kerja sama dengan Kemkumham BBRI
• GIAA akan menambahkan rute ke Eropa dan AS
• GIAA akan menjual dua armada Boeing 737-500 pada tahun ini
• BBNI terima setoran devisa hasil ekspor dari 800 nasabah
• ETWA dapat order biodiesel di Kaltim
• LPKR terbitkan obligasi US$ 130 juta untuk membayar utang
• LPKR akan bangun Superblok Holland Village
• TRIM mengalami kerugian penjualan aktiva
• Rotschild dapat dukungan dari Sofaer Capital Inc
• BI catat pertumbuhan kredit per November capai 22,3%
• BI catat cadangan devisa awal 2013 di USD 112,78 miliar
• RDG BI putuskan pertahankan BI Rate 5,75%
News Update

TLKM dirikan anak usaha baru
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) mendirikan anak usaha dengan nama Telkom Akses yang akan membangun infrastruktur untuk mendukung
bisnis perusahaan pada masa depan. Efektif awal Januari 2013, Telkom Akses sudah terbentuk dan beroperasi, di mana sahamnya 100% dimiliki TLKM. Telkom Akses nantinya akan membangun serta optik dan access point bagi perseroan.

TLKM incar Rp 9,25 triliun dari pasar korporasi
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menargetkan pendapatan dari layanan korporasi pada tahun 2013 sebesar Rp 9,25 triliun, meningkat dari tahun
2012 sekitar Rp 8,7 triliun. Tahun ini, pertumbuhan pendapatan dari segmen korporasi diharapkan berkisar 10% menjadi sekitar Rp 9,25 triliun.

TOBA alokasikan belaja modal US$27 juta
Toba Bara Sejahtera (TOBA) menganggarkan belanja modal tahun ini senilai US$27 juta guna mendukung pengembangan operasional seluruh unit
usahanya. Sekitar US$27 juta tersebut akan digunakan untuk membangun jalan angkut PT Trisensa Mineral Utama, memperbaiki conveyor di PT
Adimitra Baratama Nusantara, serta coal processing plant di Indomining.

WSKT incar proyek migas dan energi
Waskita Karya (WSKT) berencana menggarap proyek-proyek minyak dan gas serta sektor energi dengan menggarap proyek-proyek pembangkit listrik
yang ditenderkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan swasta. Untuk menggarap sektor migas, perseroan akan berkolaborasi dengan PT Rekayasa
Industri (Rekind) yang sudah lebih berpengalaman. Rekind akan membantu dalam perancangan, sementara perseroan mengerjakan konstruksi. Saat ini
perseroan tengah mengincar proyek yang ditenderkan Chevron di Pekanbaru.

SSIA targetkan penjualan lahan tumbuh 15%
Surya Semesta Internusa (SSIA) menargetkan penjualan lahan tumbuh 15% atau sekitar 141,45 hekatare tahun ni dibandingkan dengan pencapaian penjualan lahan tahun lalu sebesar 123 hektare. Perseroan kini tengah menyiapkan akuisisi lahan 1.000 hektare di Karawang dan 600 hektare di Bekasi. Disamping itu, perseroan juga mengembangkan pabrik-pabrik dan pergudangan untuk disewakan. Perseroan menargetkan porsi recurring income pada 2014 bisa mencapai 20% dari pendapatan perseroan. Saat ini recurring income kawasan industri baru menyumbang 5% terhadap pendapatan perseroan saat ini.

Pengambilalihan GAIN oleh ASRI tidak langgar UU
Pengambilalihan saham PT Garuda Adhimatra Indonesia (GAIN) oleh Alam Sutera Realty (ASRI) berjalan mulus setelah KPPU berpendapatan tidak
ada pelanggaran undang-undang dalam aksi korporasi tersebut. KPPU menilai bahwa produk yang dimiliki ASRI beserta anak perusahaannya tidak
berada pada pasar bersangkutan yang sama dengan produk yang dimiliki oleh GAIN. Atas ketidaksamaan pasar itu, Komisi berpendapat tidak terdapat
adanya dugaan praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat yag diakibatkan oleh akusisi tersebut.

LPKR luncurkan Holland Village
Lippo Karawaci (LPKR) meluncurkan kawasan terpadu “Holland Village” di Cempaka Putih, Jakarta Pusat dengan nilai investasi Rp 5 triliun. Holland
Village mengusung konsep hunian di pusat kota rencananya dibangun dalam 2 tahap pengembangan di atas lahan seluas 7 ha.

BTPN finalisasi akuisisi Bank Sahabat
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) memfinalisasi akuisisi PT Bank Sahabat Purba Danarta untuk selanjutnya diubah menjadi bank syariah. Perseroan menargetkan pembicaraan dengan Bank Sahabat dapat diselesaikan pada semester I/2013 dan perseroan bisa segera menggelar RUPS setelahnya.

Jiwasraya beli saham MTFN
Asuransi Jiwasraya membeli 291 juta (7,2%) saham Capitalinc Investment (MTFN) selama 2012. BUMN asuransi tersebut menilai prospek saham
unit usaha Recapital Group tersebut cukup baik.

CS, DB, HSBC tangani buyback obligasi GJTL USD 412,5 juta
Gajah Tunggal (GJTL) menunjuk 3 bank asing sebagai penyelenggara (dealer manager) pembelian kembali (buyback) obligasi senilai USD 412,5 juta.
Tiga bank tersebut adalah Credit Suisse (Singapore) Limited (CS), Deutsche Bank AG cabang Singapore (DB), dan HSBC Limited. Perseroan berencana
menerbitkan obligasi baru senilai USD 500 juta untuk buyback obligasi lama dan mendanai program ekspansi.

SDMU tambah armada
Sidomulyo Selaras (SDMU) akan menambah 100 unit armada tahun ini antara lain berupa trailer dan truk, dengan nilai investasi sebesar Rp 85 miliar.
Perseroan akan mendatangkan 35 armada dari China pada kuartal I-2013 untuk pengangkutan minyak mentah di Sumatera.

SAME catatkan sahamnya hari ini
Sarana Mediatama Metropolitan (SAME) menjadi emiten ketiga yang mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun 2013. Perseroan yang bergerak di
bidang kesehatan atau rumah sakit ini, akan mencatatkan 180.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 dan harga penawaran Rp400 per saham.
×