KASKUS

SuperVolcano Toba

oleh: jenggot
untuk: umum & netters




sejak kompas meluncurkan progam ekspedisi cincin api (ring of fire) euforia gunungapi mulai menggeliat dan disambut dengan berbagai opini baik yang pro maupun yang kontra. tapi saya tidak akan menyoroti opini program tersebut, kali ini saya hanya akan berbagi sependek pengetahuan saya tentang salah satu objek yang juga menjadi bagian dari ekspedisi cincin api tersebut. objek tersebut adalah gunungapi toba.

ada yang bilang toba itu supervolcano (saya juga tidak tau asal muasal istilah ini digunakan) karena istilah ini tidak dikenal dalam kamus vulkanologi. mungkin orang BBC atau Hollywood saja yang membuat istilah supervolcano ini terangkat. interpretasi para ahli banyak menyebutkan bahwa letusan gunung toba ini adalah letusan terbesar dalam satu juta tahun terakhir. dan letusannya jauh lebih dahsyat dari gabungan letusan tambora, krakatau, st.hellens, pinatubo sekalipun.

saya pribadi sebagai praktisi tidaklah lalu meng"iya"kan dan tidak pula menolak interpretasi tentang gunung toba. mengapa? karena tidak ada manusia yang mengalami letusan maha dahsyat yang terjadi pada 74Kya (Kya = ribu tahun lalu) itu. hal ini bertolak belakang dengan letusan tambora & krakatau yang bisa disaksikan sehingga eksistensinya tidak lagi menjadi polemik. erupsi maha dahsyat gunung toba hanya bisa digambarkan dari sebaran material letusannya (debris) dan penteraan dengan teknologi Karbon (kecuali pada lima tahun terakhir, penelitian morfologi toba sudah dimulai).

banyak juga pendapat para ahli yang meyakini bahwa migrasi nya ras manusia (out africa theory) sangat erat kaitannya dengan glasiasi di utara bumi (pada sekitar 70Kya) sebagai akibat dari meletusnya gunung toba di sumatra (bottlenecking mechanism). saat itu penghuni bumi hanya tersisa 2000 orang saja karena letusan gunung toba, karena iklim ekstrim maka mereka bermigrasi keluar dari afrika dan tersebar ke seluruh dunia. maka dari 2000 manusia itulah terjadi multiras dan darisana juga manusia modern (kita) sekarang berasal. sudah banyak pula bukti hasil penelitian yang mendukung teori ini, bahkan homo floresiensis di flores adalah sebuah temuan besar yang semakin menguatkan bahwa teori out of africa benar2 terjadi dan letusan gunung toba lah penyebabnya.

jadi dari sejarahnya saja sudah cukup rumit mengulas gunung toba ini, tapi saya coba mendongengkan toba ini dari sisi kegunungapian saja agar tidak melebar kemana2.....


Danau Toba adalah danau indah dan luas terbentang hampir 100km jarak sisi-sisi terjauhnya. tapi siapa sangka kalau danau ini ternyata adalah kaldera (kawah gunungapi) raksasa penyebab utama bumi mengalami jaman es pada setelah 70Kya. column letusannya mencapai 80km vertikal dengan sebaran material ada pada area 3000km2. bukti2 ilmiah sudah sangat jelas bahwa material produk letusan langsung gunung toba ini ditemukan sejauh india & himalaya. berapa material yang dikeluarkan? perhitungan pada simulasi komputer (dengan memasukkan variabel2 paling akhir) menyebutkan angka 2500km3 total material yang dimuntahkan pada letusan gunung toba (VEI=8) ini. (sebagai gambaran, letusan krakatau (1883) mengeluarkan material sebanyak 18km3 & letusan tambora (1815) mengeluarkan material 150km3).

jika kita ploting lokasi danau toba di peta, maka sebenarnya danau toba ini tidak persis berdiri diatas jalur sesar sumatera. sehingga memang benar adanya jika danau ini terbentuk dari collapse nya gunungapi toba pada 74Kya dalam proses erupsi super besar, maka danau toba saya yakin adalah danau vulkanik. jadi jika ada interpretasi atau hasil penelitian yang menyebutkan danau toba adalah danau non vulkanik (danau yang tercipta dari mekanisme pergerakan sesar mendatar) saya kira tidak benar. btw, karena tiba2 dipanggil untuk segera ke ruang meeting, maka sementara saya tutup dulu dongeng hari ini… (bersambung).

salam.
gelar matras bikin kopi sambil baca dongeng nyah


*nyaahhh... udah baca serius ternyatah msh bersambung, duduk manis sambil nunggu kelanjutannyah
jyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh....
i want moreeeee
i want moreeeee....
i want moreeee.....
i want moooooreeeee....




*gelar tiker , seduh
Om utang nih tentang ini,,ayo sekarang bayar
toba memiliki total endapan (ignimbrit) yang sangat luas, saya kira terluas di dunia dengan jumlah sekitar 30.000km2. jumlah sebanyak itu tentulah harus dihasilklan dari sebuah letusan super. itulah sebabnya teori letusan toba 74Kya menjadi "eksis" dan sulit untuk dipatahkan. saya kira pak fauzi (BMKG) adalah sangat sedikit dari orang indonesia yang sangat mengerti betul bagaimana supervolcano toba ini karena disertasi beliau juga berkaitan dengan gunungapi toba ini. (kita patut berbangga ada anak bangsa yang diakui dunia dengan hasil penelitiannya).

saya ingat tahun 2005 lalu (pasca bencana gempa & tsunami aceh) banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa toba akan bangkit kembali sebagai akibat gempa besar aceh (9,2 SR). bahkan tidak tanggung2, ucapan tersebut datang dari seorang profesor geologi Monash University (Australia) dalam sebuah seminar geomagnetism & geomagnetic observation yang diprakarsai oleh BMKG (saat itu masih BMG) dan IAGA. (arsipnya ada di harian suara merdeka 2 april 2005) berikut kutipan prof cas (Ray Cas):

"'Super volcano pasti meledak. Ledakan itu terjadi setiap 50 atau 1.000 tahun. Cepat atau lambat, salah satu letusan dahsyat itu akan mengguncang planet ini. kita harus belajar dari bencana tsunami Desember. Gempa-gempa di lepas pantai Aceh barat dan Pulau Nias terjadi di sepanjang jalur patahan lepas pantai barat Sumatera. Gempa-gempa itu menciptakan tekanan seismologis yang dapat mempercepat letusan gunung berapi. dan dalam Waktu Dekat Ledakan terbesar berlangsung di Danau Toba, yang telah menciptakan kawah berdiameter 90 kilometer. Menurut Prof Cas, siklus ledakan hebat 2.000 tahunan telah tiba waktunya. Para pakar vulkanologi di seluruh dunia sedang mengamati dan menunggu terjadinya bencana besar dalam waktu dekat."

saya tidak sedang menggurui seorang profesor, tetapi karena apa yang diucapkannya sangat spekulatif (mirip dengan media2 yang suka dengan judul2 provokatif) maka saya mencoba melakukan counter.

gempa2 besar memang men-trigger aktivitas vulkanik. pasca gempa aceh (9,2 SR) desember 2004, gunungapi aktif yang berjejer sepanjang sesar sumatera (bukit barisan) satu persatu menggeliat dan naik aktivitasnya. bahkan ada dua gunung di india & myanmar yang ikut naik aktivitasnya (terjadi leleran lava basaltik) sebagai akibat dari gempa di aceh ini. dari fakta2 ini saya kira wajar jika ada yang mengasumsikan toba akan bangkit kembali (seperti prof cas sebutkan diatas). tapi mengapa hingga saat itu tidak ada tanda2 fisik dari bangkitnya raksasa yang sedang tertidur itu (toba)??

gunungapi2 aktif di sepanjang sesar sumatera (bukit barisan) saya kira memiliki sejarah dan kontrol geologi yang sama, yaitu sesar sumatera itu sendiri. faktanya gunungapi2 sumatera lahir dan muncul di celah2 yang ada di sesar besar sumatera. jadi ketika gempa besar 24 desember 2004 di pantai barat aceh (9,2 SR) terjadi saya kira wajar jika aktivitas gunungapi2 sumatera meningkat. ya memang karena fisik, posisi, dan latar belakang sejarahnya dikendalikan oleh eksistensi sesar sumatera.

lain halnya dengan toba, gunungapi toba berada tidak persis di zona patahan gempa (sesar sumatera) sehingga saya yakin tidak ada mekanisme kausalitas secara langsung antara kegempaan sumatera dengan aktivitas gunungapi toba. seperti saya uraikan diawal, mekanisme letusan toba bukan karena aktivitas tektonik, tetapi murni secara independen. kronologis letusan toba berdasar (van bemmerlen 1949) adalah diawali dengan arching-up dataran tinggi batak saat itu (275 x 150 km) yang memiliki komposisi batuan andesitik. lalu terus terangkat & membumbung tinggi dan terjadilah erupsi paroksismal dengan magma sangat asam.

setelah erupsi, runtuhlah puncak toba dan membentuk kawah. kemudian setelah magma chamber kosong, beberapa ribu tahun kemudian migrasi fluida terjadi lagi dan terangkatlah dasar kaldera toba dan menjadi pulau samosir sekarang. jadi pulau samosir sekarang adalah sisa2 runtuhan puncak toba yang collapse pada letusan utama dan terangkat lagi pada ribuan tahun setelahnya. dan jika rekan2 ada yang disekitar sana dan main2 ke gunung pusuk bukit, saya sarankan mampirlah ke area yang ada hembusan solfataranya karena gunung pusuk bukit itu adalah aktivitas terakhir dari gunungapi toba yang sangat legendaris tapi masih tetap misterius… (bersambung).
Walah....kok bersambung lagi.....

Ambil kopi dulu
Wah , seru nih

Ikutan gelar tiker , Pake kacamata , sambil
kalau dari tingginya, kira-kira berapa ribu meter itu tinggi gunung toba purba ?
ikutan gelar tiker, menunngu kelanjutannya
Quote:Original Posted By cantigi.net
ikutan gelar tiker, menunngu kelanjutannya


saya nebeng ya gan,,semakin menarik nih

padahal lum baca full

T a m a t

gunungapi toba sudah diklasifikasikan sebagai gunungapi tipe C (tidak ada aktivitas letusan sejak tahun 1600), sehingga kita tidak perlu untuk khawatir terhadap ancaman letusan gunungapi ini, paling tidak selama warm age ini (last 10.000 years). saya kira semua ahli kegunungapian sepakat bahwa toba dalam status dormant. saya pribadi justru lebih mengkhawatirkan gunungapi2 lain yang justru sedang dalam proses pematangan morfologi puncaknya menuju letusan (krakatau, papandayan, kelud, lokon, marapi).

logika mudahnya, danau2 vulkanik lain (berumur kuarter di sumatera) meskipun terlihat sebagai danau yang mati, tetapi karena memiliki hubungan langsung dengan sistem tektonik sesar sumatera maka bisa teraktifkan kembali secara tiba2. contoh kongkritnya adalah kasus matinya ribuan ton ikan di danau maninjau dan ratusan ribu ikan mati di danau ranau. kejadian ini adalah sebagai efek langsung pergerakan sistem tektonik indoaustrali vs eurasia yang menyebabkan erupsi sulfida di dasar kedua danau tersebut. mekanismenya adalah keluarnya gas sulfur (S) dari dasar danau yang berakibat ph air danau tidak berimbang (turun < 6) dan juga keluarnya gas metana, CO, sebagai ciri khas erupsi sulfida dari dasar danau2 vulkanik sesar sumatera.

dari contoh kasus diatas bisa dibuat pemahaman: "oleh karena itu, danau toba yang sejarahnya tidak memiliki hubungan langsung dengan sistem tektonik sesar sumatera maka kasus2 seperti diatas tidak akan terjadi di danau toba". kasus matinya ratusan ribu ikan di danau toba pada 2004 (sebulan sebelum gempa besar aceh) lalu pun ternyata bukan karena aktivitas vulknaik dasar danaunya, tetapi karena virus herpez yang menyerang ribuan ikan di danau toba. hanya saat itu memang publikasi & mitigasi bencana ke masyarakat tidak semudah sekarang, sehingga spekulasi & isu2 provokatif banyak beredar berkaitan dengan akan terjadi letusan vulkanik di danau toba.

sekarang jika ada pertanyaan seperti apakah kerucut gunungapi toba pre-eruption 74Kya? berapa tingginya? dll. saya kira akan sulit terjawab karena semakin lama waktu terjadinya maka semakin besar nilai interpretasinya. tetapi jika kita ukur semua sisi2 danau toba yang memiliki ketinggian rata2 1000 - 1400 meter dan tinggi pulau samosir juga +1400m dengan diameter plus minus 90km dari ujung barat laut di sekitar sipiso-piso dan ujung tenggaranya di lagu boti, saya kira tingginya pastilah lebih dari 5000m. tetapi itu kan hanya interpretasi dgn asumsi saya pribadi bahwa toba pre-eruption adalah sebuah kerucut soliter dengan magma tube vertikal dan tanpa kerucut parasit disekitarnya. faktanya saya kira tidak ada yang tau juga.

pada penutup trhead ini, tidak banyak yang bisa saya simpulkan. karena tujuan thread ini adalah hanya berbagi informasi seputar gunungapi toba saja. fakta apakah danau toba terbentuk dalam sekali atau beberapa kali letusan pun sampai hari ini masih misteri, bagaimana mekanisme post-eruption sampai glasiasi (next 1000 years cooling effect) nya pun juga masih menjadi misteri, dan banyak misteri lain yang masih tertutup rapat di tanah sumatera ini. tapi seperti itulah sains. kedinamisan ilmu pengetahuan membuat setiap generasi memiliki kebanggaan dengan revisi2 teori dan penemuan2 baru di masa yang akan datang untuk membuka satu persatu misteri2 disana. ( T A M A T).

salam.
Quote:Original Posted By sembalun
kalau dari tingginya, kira-kira berapa ribu meter itu tinggi gunung toba purba ?


idem,, penasarannya sama ama om sembalun
Quote:prof cas (Ray Cas):

"'Super volcano pasti meledak. Ledakan itu terjadi setiap 50 atau 1.000 tahun. Cepat atau lambat, salah satu letusan dahsyat itu akan mengguncang planet ini. kita harus belajar dari bencana tsunami Desember. Gempa-gempa di lepas pantai Aceh barat dan Pulau Nias terjadi di sepanjang jalur patahan lepas pantai barat Sumatera. Gempa-gempa itu menciptakan tekanan seismologis yang dapat mempercepat letusan gunung berapi. dan dalam Waktu Dekat Ledakan terbesar berlangsung di Danau Toba, yang telah menciptakan kawah berdiameter 90 kilometer. Menurut Prof Cas, siklus ledakan hebat 2.000 tahunan telah tiba waktunya. "


*sebelum berkomentar seperti itu apakah sang profesor sudah melakukan penelitian terhadap Danau Toba setelah pasca gempa di lepas pantai aceh & sekitarnyah???....
bila belum sangat disayangkan sekali seorang profesor di universitas terkemuka menyatakan kesimpulan yg mungkin membuat galauw penduduk di bumi ini


Quote:setelah erupsi, runtuhlah puncak toba dan membentuk kawah. kemudian setelah magma chamber kosong, beberapa ribu tahun kemudian migrasi fluida terjadi lagi dan terangkatlah dasar kaldera toba dan menjadi pulau samosir sekarang. jadi pulau samosir sekarang adalah sisa2 runtuhan puncak toba yang collapse pada letusan utama dan terangkat lagi pada ribuan tahun setelahnya

* lagi membayangkan Gunung Toba itu sangat besar sekali dan ledakan nya yg sangat-sangat-sangat dahsyat, hanya dpt berandai-andai bila super vulcano toba ini meledak lg mungkin Negara Indonesia & sekitarnyah langsung musnah seketika


Quote:Original Posted By mubee
idem,, penasarannya sama ama om sembalun


baca yg bener ituh udah di jawab :
bc tulisan um jenggot berasa balik ke jaman 74Kya (Kya = ribu tahun lalu)

Quote:
"letusannya jauh lebih dahsyat dari gabungan letusan tambora, krakatau, st.hellens, pinatubo sekalipun"

"saat itu penghuni bumi hanya tersisa 2000 orang saja karena letusan gunung toba"

"menyebutkan angka 2500km3 total material yang dimuntahkan pada letusan gunung toba (VEI=8) ini. (sebagai gambaran, letusan krakatau (1883) mengeluarkan material sebanyak 18km3 & letusan tambora (1815) mengeluarkan material 150km3)"



selama ini cm tau klo letusan gunung toba purba mmg dahsyat,tp blm tau gambaran kalkulasi dari letusannya sedahsyat itu
wah... ini menarik jadi bahan diskusi nih. sekaligus nambah wawasan.

maaf agak OOT;

ane jadi punya pertanyaa ni om,
sejak agustus kemarin, gunung marapi (sumatera barat) naik status jadi waspada. aktivitas vulkaniknya terus terjadi. bahkan hingga hujan abu mengguyur beberpa daerah sekitaran gunung. data pos setempat, selama setember, terjadi seratusan letusan dan hembusan dari kawah. ane sempat nanya ke penjaga pos, gimana analisa ini gunung? katanya ini gunung termasuk nyentrik alias susah diperkirakan. kadang aktivitasnya naik, kadang menurun, trus naik lagi, dan seterusnya.


nah menurut om, gimana karakter ini gunung? secara ane tinggal di kawasan ini juga sering naik kesini. gimana kira-kira analisa dari om volcano atas iini gunung? secara dari datanya, gunung ini sejak tahun 1880an, tidak punya riwayat terjadi erupsi besar seperti merapi jogja, ataupun krakatau.
maap do post....
Quote:Original Posted By mc.aeil
wah... ini menarik jadi bahan diskusi nih. sekaligus nambah wawasan.

maaf agak OOT;

ane jadi punya pertanyaa ni om,
sejak agustus kemarin, gunung marapi (sumatera barat) naik status jadi waspada. aktivitas vulkaniknya terus terjadi. bahkan hingga hujan abu mengguyur beberpa daerah sekitaran gunung. data pos setempat, selama setember, terjadi seratusan letusan dan hembusan dari kawah. ane sempat nanya ke penjaga pos, gimana analisa ini gunung? katanya ini gunung termasuk nyentrik alias susah diperkirakan. kadang aktivitasnya naik, kadang menurun, trus naik lagi, dan seterusnya.


nah menurut om, gimana karakter ini gunung? secara ane tinggal di kawasan ini juga sering naik kesini. gimana kira-kira analisa dari om volcano atas iini gunung? secara dari datanya, gunung ini sejak tahun 1880an, tidak punya riwayat terjadi erupsi besar seperti merapi jogja, ataupun krakatau.

hampir saja potingan om mc.aeil terlewatkan jika saya tidak diingatkan seorang rekan. berkaitan dengan gunung marapi (Agam-Smbar) yang dua bulan terakhir mengalami peningkatan aktivitas, saya kira memang unik. tapi masih bisa dipahami secara keilmuan karena gunung ini masuk kategori gunung berapi aktif (tipe A). data yang ada di saya, 1975 lalu gunung ini juga sempat meletus cukup besar dan mengakibatkan korban jiwa juga disana. jika kita refer ke letusan 1975 lalu yang meletus dengan sifat eksplosif maka letusan2 masa sekarang & akan datang juga sepertinya akan bersifat sama. letusan terakhir juga terjadi pada 2005 lalu, meski eksplosif tapi tidak mengakibatkan korban jiwa.

sejak awal agustus 2011 lalu memang sudah beberapa kali gunung marapi ini meletus dengan kolom letusan 600 - 2000m dari kepundannya. dilihat dari model letusan vertikal dengan asap kehitaman, maka letusan 2011 adalah letusan magmatik (langsung dari magma chamber nya). jika ada yang mengatakan karakter gunung ini yang sulit ditebak (nyentrik) seperti yang om sebutkan diatas, saya kira tidak seperti itu juga. masalah utamanya adalah minimnya data histori letusan gunung ini yang mengakibatkan analisanya menjadi sulit. tapi yang pasti letusan2 gunung ini terjadi di kawah aktifnya (ada beberapa kawah di puncaknya, bukan?). mengapa demikian? karena sampai hari ini tidak ada deformasi kubah baru di sekitar kawah2 aktif gunung ini.

melihat kegempaan gunung ini yang masih dibawah 50 Va kejadian per hari, maka letusan besar masih belum akan terjadi dalam waktu dekat. masih butuh dorongan energi yang sangat besar dari magma chamber untuk bisa menghasilkan letusan besar (> VEI:3). tapi jika pada perkembangan kedepan terjadi gempa (Va) diatas 50 kali per hari, barulah skenario letusan besar gunung marapi bisa mulai dibahas. karena gempa Va adalah parameter dasar untuk melakukan analisa teknis sebuah letusan.

jadi naiknya aktivitas gunung marapi kali ini saya kira lebih karena faktor eksternalnya (pengaruh tektonik regional sumbar). yang penting kita sebagai masyarakat jangan mudah untuk mempercayai isu2 yang berkembang dan tidak memliki dasar/referensi yang jelas (meskipun itu datang dari media massa baik elektronik ataupun digital sekalipun). untuk update perkembangannya bisa langsung ke PVMBG/ badan terkait di daerah masing2.

btw, bagi saya pribadi gunung ini unik bukan dilihat dari pola letusannya, tapi bentuk fisik gunung ini yang berarah BD-TL lah yang unik. mengapa? karena pola sesar sumatera (strike slip) justru bertolak belakang (berarah BL-TG), sehingga asumsi saya batuan diwilayah sana yang berarah searah dengan sesar sumatera kemungkinan besar lebih stabil. *hanya asumsi saja.

salam.
Quote:Original Posted By vulcano.hunter
hampir saja potingan om mc.aeil terlewatkan jika saya tidak diingatkan seorang rekan. berkaitan dengan gunung marapi (Agam-Smbar) yang dua bulan terakhir mengalami peningkatan aktivitas, saya kira memang unik. tapi masih bisa dipahami secara keilmuan karena gunung ini masuk kategori gunung berapi aktif (tipe A). data yang ada di saya, 1975 lalu gunung ini juga sempat meletus cukup besar dan mengakibatkan korban jiwa juga disana. jika kita refer ke letusan 1975 lalu yang meletus dengan sifat eksplosif maka letusan2 masa sekarang & akan datang juga sepertinya akan bersifat sama. letusan terakhir juga terjadi pada 2005 lalu, meski eksplosif tapi tidak mengakibatkan korban jiwa.

sejak awal agustus 2011 lalu memang sudah beberapa kali gunung marapi ini meletus dengan kolom letusan 600 - 2000m dari kepundannya. dilihat dari model letusan vertikal dengan asap kehitaman, maka letusan 2011 adalah letusan magmatik (langsung dari magma chamber nya). jika ada yang mengatakan karakter gunung ini yang sulit ditebak (nyentrik) seperti yang om sebutkan diatas, saya kira tidak seperti itu juga. masalah utamanya adalah minimnya data histori letusan gunung ini yang mengakibatkan analisanya menjadi sulit. tapi yang pasti letusan2 gunung ini terjadi di kawah aktifnya (ada beberapa kawah di puncaknya, bukan?). mengapa demikian? karena sampai hari ini tidak ada deformasi kubah baru di sekitar kawah2 aktif gunung ini.

melihat kegempaan gunung ini yang masih dibawah 50 Va kejadian per hari, maka letusan besar masih belum akan terjadi dalam waktu dekat. masih butuh dorongan energi yang sangat besar dari magma chamber untuk bisa menghasilkan letusan besar (> VEI:3). tapi jika pada perkembangan kedepan terjadi gempa (Va) diatas 50 kali per hari, barulah skenario letusan besar gunung marapi bisa mulai dibahas. karena gempa Va adalah parameter dasar untuk melakukan analisa teknis sebuah letusan.

jadi naiknya aktivitas gunung marapi kali ini saya kira lebih karena faktor eksternalnya (pengaruh tektonik regional sumbar). yang penting kita sebagai masyarakat jangan mudah untuk mempercayai isu2 yang berkembang dan tidak memliki dasar/referensi yang jelas (meskipun itu datang dari media massa baik elektronik ataupun digital sekalipun). untuk update perkembangannya bisa langsung ke PVMBG/ badan terkait di daerah masing2.

btw, bagi saya pribadi gunung ini unik bukan dilihat dari pola letusannya, tapi bentuk fisik gunung ini yang berarah BD-TL lah yang unik. mengapa? karena pola sesar sumatera (strike slip) justru bertolak belakang (berarah BL-TG), sehingga asumsi saya batuan diwilayah sana yang berarah searah dengan sesar sumatera kemungkinan besar lebih stabil. *hanya asumsi saja.

salam.


wah sebuah analisa yang mencerdaskan...
benar sekali om volcano hunter. saya juga sering mengamai setiap pagi, hampir bisa dipastikan, setiap pagi pasti ada letusan dari kawah gunung ini. terlihat abu vulkanik berwana kelabu pekat, menyembur dari kawah induk gunung ini. saya juga pernah mengamati dari dekat, di puncak gunung ini, (beberapa hari lalu)bahwa kawah induk yang biasa meletus, kondisinya tidaj jauh berbeda dengan sebelumnya. ini terlihat dari diameter kawah. cuma hanya dinding tebign kawah lah yang berwarna kehitaman sebagai tanda keluar nya abu vulkanik.

jadi, menurut sy, (dapat pencerahan baru dari om volcano) jika belum terjadi gempa 50 kali perhari. data dari pvmkg mencatat, sejauh ini, rata-rata masih paling banyak 20an kali letusan ataupun hembusan. jadi, bisa jadi ini gunung masih "aman" bagi warga setempat.

namun juga tidak bisa di hindari adalah hujan abu vulkanik dari kawah gunung yang menganai tanaman warga. tanaman warga berupa tomat, sawi, lobak, dll, rusak akibat abu nya.

tp kedepannya, mudah-mudahan aktiifitas gunung yang cenderung fluktuatif ini, baik baik saja dan tidak menampakkan "taring"nya. hehhe

*saya kebetulan jurnalis sebuah televisi nasional

jadi, sebagai jurnalis, kami (saya) tidak pernah menakuti warga dengan pemberitaan kami. setiap perkembangan yang ada, itulah fakta yang harus kami informasikan. namun juga tidak bsa diungkiri, akibat dari pemberitaan, justru warga di luar kawasan sumbar malahan yang sangat khawatir. setelah beberapa tempat yang sya datangi, rata-rata warga mengaku tidak begitu cemas dengan gejala gunung ini. tp ya... ini lah realitanya.

sy mau upload poto terkini dikawah ini, tp internet disini sedang lemot... sy usahakan segera...
Quote:Original Posted By mc.aeil


wah sebuah analisa yang mencerdaskan...
benar sekali om volcano hunter. saya juga sering mengamai setiap pagi, hampir bisa dipastikan, setiap pagi pasti ada letusan dari kawah gunung ini. terlihat abu vulkanik berwana kelabu pekat, menyembur dari kawah induk gunung ini. saya juga pernah mengamati dari dekat, di puncak gunung ini, (beberapa hari lalu)bahwa kawah induk yang biasa meletus, kondisinya tidaj jauh berbeda dengan sebelumnya. ini terlihat dari diameter kawah. cuma hanya dinding tebign kawah lah yang berwarna kehitaman sebagai tanda keluar nya abu vulkanik.

jadi, menurut sy, (dapat pencerahan baru dari om volcano) jika belum terjadi gempa 50 kali perhari. data dari pvmkg mencatat, sejauh ini, rata-rata masih paling banyak 20an kali letusan ataupun hembusan. jadi, bisa jadi ini gunung masih "aman" bagi warga setempat.

namun juga tidak bisa di hindari adalah hujan abu vulkanik dari kawah gunung yang menganai tanaman warga. tanaman warga berupa tomat, sawi, lobak, dll, rusak akibat abu nya.

tp kedepannya, mudah-mudahan aktiifitas gunung yang cenderung fluktuatif ini, baik baik saja dan tidak menampakkan "taring"nya. hehhe

*saya kebetulan jurnalis sebuah televisi nasional

jadi, sebagai jurnalis, kami (saya) tidak pernah menakuti warga dengan pemberitaan kami. setiap perkembangan yang ada, itulah fakta yang harus kami informasikan. namun juga tidak bsa diungkiri, akibat dari pemberitaan, justru warga di luar kawasan sumbar malahan yang sangat khawatir. setelah beberapa tempat yang sya datangi, rata-rata warga mengaku tidak begitu cemas dengan gejala gunung ini. tp ya... ini lah realitanya.

sy mau upload poto terkini dikawah ini, tp internet disini sedang lemot... sy usahakan segera...

Btw apaa yg saya tulis sbg jwbn dr prtanyaan om mc.aeil diatas adalah murni asumsi saya pribadi brdasar data parsial semata (krn sbnrnya saya tdk punya wewenang resmi utk itu). Dan validitas data tetap berada di pvmbg sbg badan resmi sesuai dgn otoritasnya.

Menarik bagi saya stlh tau kalau om mc.aeil adlh seorang jurnalis media nasional jika dikaitkan dgn kaidah2 jurnalistik yg slh satunya adlih "cover both sides". Menarik krn akhr2 ini media sdh semakin maju dlm menginformasikan berita2 brkaitan dgn mslh bencana alam. Krn vitalnya media sbg pmbangun opini d masyarakat, maka validitas data dan pola penyajian akan linear dgn opini yg ada d masyarakat.

Untuk itu, saya sbg masyarakat yg jg bagian dr konsumen media brharap agar pemberitaan media jg memiliki nilai edukasi kpd masyarakat sambil melakukan reportase jurnalistiknya (tdk hanya menyajikan informasi brdasar selera redaksi saja). Krn faktanya pemerintah saat ini belum bs maksimal dlm melakukan edukasi mslh2 kebencanaan kpd msyarakat krn panjangnya jalur birokrasi yg hrs dilakukan.

Selamat bertugas om, saya dgn senang hati akan membantu sesuai dgn apa yg saya ketahui. Dan mohon koreksinya jg jika dlm penyampaian saya ada hal2 yg dianggap tdk sesuai & bertolak belakang dgn fakta yg ada.

Salam.
dari dulu nungguin dongeng toba... akhirnya hadir juga... mantap kang ... thanks
×