dalam Bahasa Inggeris




NA TUK KONG






Na Tuk Kong (Chinese: 拿督公, Pinyin: Na Du Gong) are local guardian spirits in Malaysia. One derivation of the name unites Dato or Datuk from the local Malay word for 'grandfather', which is used as an honorific, combined with Kong from the Malaysian Chinese, also used as an honorific. Another derivation of Na Tuk Kong is that they belong to the gods of Teh Choo Kong (Tu Di Kong) which originated from China.

One of the notable features of traditional Asian religions is nature worship. Na Tuks could be remnants of pre-Islamic Malay religion. Before Jabatan Agama Islam (JAIS) started to clearly define what Islam is and isn't, the worship of Datos and Keramats were widespread among Malays and Indian Muslims. In Malay pagan spirits are usually called fin kafir while guardian spirits are called penunggu. Penunggu usually means watchman, guard or attendant.

Datos and Keramats were seen as an alternative power to help in spiritual healing and grant protection. Mediums (bomoh) were engaged to enable communication between worshippers with the Datos and Keramats. The Datos and Keramats include spirits residing in trees, stones and even the spirits of well known local Muslim religious teachers (worshipped at their graves).

The worship of Datos among Malays and Indian Muslims declined steadily after JAIS started clamping down on such activities. By that time, Dato worship have taken root in the local Chinese spiritual beliefs.

It is not clear why the Chinese, having their own Earth deity can easily accept the Dato into their religious pantheon. May be they need a local deity to gain more spiritual protection. Datos are known to grant winning numbers to worshippers. That could be one reason Datos were absorbed into the Chinese religious pantheon.
Na Tuk Ah Li (Datuk Ali)






One of the Malay-Chinese Na Tuk Kongs in Malaysia




Na Tuk Samsuri (Datuk Samsuri)





Photo of Malay-Chinese deity Datuk Samsuri, the shrine is at Cheras of Kuala Lumpur
Panglima Ah Chong


One Na Tuk Kong was originally a man of Cantonese Hakka family, his name was So Ah Chong (苏亚松. He was the leader of Ghee Hin secret society that founded more than 16 tin mine settlements. The municipal government of Taiping named a road after him for his contribution in the economy. In June 1865 he was captured and sentenced to death by local Malay chief of Matang during the Larut war among secret societies, and the Malay chief honored him by calling him Panglima Ah Chong (Commander Ah Chong). After his heroic death, it was said the godship of him was very effective for his worshippers and so peoples of Matang and coastal dwellers built shrines to worship him.




Na Tuk Kong Hantu






Panglima Tu Di Gong


ER LANG SHEN, DEWA PERKASA BERMATA TIGA




Asal usul
Sejak dulu sudah diputuskan bahwa manusia & dewa berbeda sehingga dilarang menikah. Namun adik ke9 kaisar langit yg bernama Yao Ji justru melanggarnya & menikah dg seorang pelajar bernama Yang TianYou hingga dikaruniai 3 orang anak yaitu Yang Jiao, Yang Jian yg memiliki mata ketiga dikeningnya & Yang Chan. Kehidupan mereka sangat harmonis sampai pasukan langit datang kerumah mereka untuk menangkap Yao Ji & memenjarakannya dibawah gunung Tao Hua

Belasan tahun kemudian...
Nampak seorang pemuda bermata tiga berdiri dikaki gunung TaoHua sambil menggengam sebilah kapak pusaka.

Sejurus kemudian....KRAAKKOOOOMM!!! BROOM! BOOM! Terdengarlah suara ledakan yg sangat memekakan telinga disertrai gempa bumi & tanah longsor seiring terbelahnya gunung TaoHua dihantam kapak sipemuda.

"Ibuuu, bagaimana keadaanmu? aku rindu sekali padamu!" teriak sipemuda sambil berlari menghampiri seorang wanita yg duduk bersila ditengah retakan gunung itu.

"Yang Jian kaukah itu? Ooh kau sudah besar nak, Ibu benar2 tidak akan mengenalimu lagi kalau bukan karena mata ketigamu itu. Bagaimana keadaan ayah & saudara2mu" saut siwanita yg tidak lain adl Yao Ji.

"Ayah dan kakak pertama sudah wafat dibunuh pasukan langit, hanya aku dan adik ke3 saja yg selamat. jawab Yang Jian sedih.Yao Ji pun langsung shock & menangis sesenggukan mengethui nasib suami & putra pertamanya.

Setelah bisa menenangkan dirinya Yao Ji lalu bertanya "bagaimana kau bisa jadi sesakti ini nak, jangan2 kau berguru pada iblis jahanam demi menolong ibu?".

"Tenang saja bu, seputus asa apapun aku tidak akan pernah berhubungan dg aliran sesat, guruku adl pendeta Yu Ding dari Guan Jiang Kou". Mendengar jawaban petranya, Yao Ji pun menajdi tenang karena mengetahui pendeta Yu Ding sebagai salah 1 dari 12 pertapa suci murid YuanShi TianZhun (1).

"Ayo bu, sekarang kita pergi menemui adik ketiga yg sedang bertapa diHuaShan, dy pasti senang sekali bertemu dengamu".

Yao Ji baru saja hendak mengiyakan permintaan putranya itu ketika tiba2 mersakan firasat buruk sehingga dypun berkata "Baiklah nak, tp sekarang ibu sangat haus jadi tolong ambilkan ibu air dulu ya...".

Setelah Yang Jian pergi untuk mencari air, Yao Ji membalikan badanya & berkata 'Dy sudah pergi, kalian boleh melakukannya sekarang" Sekonyong2 terdengarlah suara misterius dibelakangnya "Baiklah tuan putri & terimakasih atas pengertian anda, percayalah kami melakukan ini semata2 karena diperintah oleh kaisar langit"

Beberapa saat kemudaian Yang Jian kembali membawa air, namun betapa terkejutnya ia ketika mendapati ibunya sudah mati terbakar. Baru saja dy hendak menangis sambil memeluk jasad ibunya, ketika tiba2 dy menyadari bahwa matahari hari ini lebih terik & silau daripada biaanya. Dypun mendongak keatas & melihat 10 dewa matahari berjejer disana.

"Apakah ini perbuatan kalian" tanya Yang Jian yg sudah mulai bisa menebak apa yg terjadi.

"benar kami diutus kaisar langit untuk membunuh adik peremupannya, namun bersyukurlah karena kami akan melepaskanmu sesuai permintaan terahir ibumu!!"

"Omong kosong, justru akulah yg tidak akan melepaskan kalian!" teriak Yang Jian seraya melesat kearah 10 matahari.

Swiiing! Swess! Cres! Dalam waktu singkat saja Yang Jian sudah berhasil membabat matahari ke1, 2 3 dan dilanjutakn dg matahari ke4 & 5 yg jg menjadi korban keganasannyaMenyadari ketangguhan pemuda itu, 5 dewa matahari yg tersisa tidak berani main2 & segera mengeluarkan formasi pamungkasnya untuk membakar Yang Jian. Namun rupanya formasi itupun tak mampu menghentikan amukan Yang Jian, sehingga matahri ke 6,7,8 & 9 ahhirnya tewas jg tertebas kapaknya pemuda yg sedang kesetanan itu. Tidak puas hanya sekedar membunuh & mencincang mayatnya, Yang Jian kemudian mengangkat sebuah bukit untuk menindih mayat mereka (2)

Kini tinggal 1 matahari tersisa yg langsung lari terbirit2 karena tidak mau jadi korban berikutnya, namun mana mau Yang Jian melepaskannya & terus mengejarnya. Setelah berkejar2an selama berhari2, simatahari terahirpun kehabisan nafas & ahirnya jatuh terjerembab dilaut barat.

Saat dy sudah pasrah menunggu kapak Yang Jian menggorok lehernya tiba2 terdengarlah sebuah teriakan "TAHAN!" diikuti munculnya sekelebat bayangan yg menamengi dirinya.

"Jangan ikut campur nona, ini sama sekali bukan urusanmu!" bentak Yang Jian pada sipenghadang yg ternyata adl wanita cantik.

"Tuan muda Yang, aku adl putri ketiga Raja Naga Laut Barat, ketika matahri jatuh kelaut tadi menyebabkan airnya mendidih sehingga aku menanyakan apa yg terjadi pada dewa tanah"

'Baguslah kalau kau sudah tahu masalahnya, sekarang cepat minggir & biarkan aku mencincang jahanam ini!".

"Aku memahami perasaanmu & mungkin aku jg akan bertindak sepertimu bila berada dalam posisimu. Tp pikirkanlah, ibumu tak akan hidup lagi meskipun kau membunuhnya, sebaliknya kehidupan manusia dibumi akan terancam bila tak ada matahari yg menyinarinya. Coba bayangkan berapa banyak anak yg akan kehilangan ibunya bila hal itu terjadi"

Yang Jian terdiam mendengar argumen sang putri yg masuk akal, setelah merenung sebentar dypun menurunkan kapaknya & membiarkan sang dewa matahari pergi.

Baru saja simatahri pergi, tiba2 Yang Jian jatuh pingsan tepat dipangkuan sang putri naga (maklumlah dy sebenarny sudah sangat kelelahan setelah mengejar matahari berhari2). Sang putri jadi kikuk setengah mati & tidak tahu harus berbuat apa. Namun karena dy tak tega meninggalkan pemuda tampan itu pingsan sendirian disitu, maka dypun membiarkan Yang jian tidur dipangkuannya.Ahirnya timbullah benih2 cinta diantara Yang Jian & putri naga, sehingga merekapun menikah.

Belakangan kaisar langit meenyesali kekejamannya terhadap adiknya & berusaha menebus kesalahannya dg mengangkat Yang Jian dan adiknya menjadi dewa. Yang Jian diangkat sebagai dewa penegak hukum langit bergelar dewa ErLang, sementara Yang Chan diangkat sbg dewi penunggu gunung HuaShan bergerlar Shan ShengMu. Namun karena Er Lang belum bisa memaafkan pamannya, sehingga dy menolak tinggal dikayangan & memutuskan untuk menetap dikota GuanJiang Kou saja (& itulah alasan mengapa saat Sun GoKong mengacau kayangan dewa ErLang tidak ada dilangit & harus dipanggil dulu dari GuanJiang Kou)

catatan
(1) YuanSi TianZun adl salah satu dari 3 dewa tertinggi dalam Taoisme
(2) Bukti ini masih ada sampai sekarang & menjadi obyek wisata


Para pengikut Erlang
Dalam berbagai film, Erlang umumnya hanya ditemani oleh anjing setianya saja yg bernama Xiao Tian Quan (anjing langit), padahal dy masih punya banyak pengikut setia lainnya, yaitu
-6 bersaudara dari MeiShan, mereka berenam angkat saudara dg Er lang saat ErLang hendak membunuh naga jahat yg menyebabkan banjir. nama mereka adl Kang, Yao, Li, Zhang, Guo Shen, Zhi Jian
-Putri ke3 laut barat, istri tercintanya
-Bocah emas & perak, mereka adl 2 siluman kecil yg diangkat menjadi murid olehYang Jian dalam kisah Feng Shen
-Selain itu Er Lang jg memelihara seekor anjing langit, elang & kuda putih.

Senjata & kesaktian
-Tombak bermata tiga, dalam novel FengShen tombak ini adl pemberian murid Er Lang yg bernam bocah emas & perak, namun dalam versi lain ada jg yg bilang tombak ini merupakan penjelmaan naga jahat bertanduk 3 yg ditklukan ErLang
-Kapak sakti, kapak ini adl senjata pertama yg dimiliki Yang Jiian & dipakainya untuk memebelah gunung Tao
-Busur sakti, dipakai Er lang untuk memanah sepasang burung Hong jahat dari Zhong Luo
-Mata langit, mata ketiga yg ada dijidatnya ini berfungsi untuk melihat siluman, memebedakan yg asli-palsu dan bisa jg menembakan proyektil untuk menyerang musuh2nya
-Ilmu 72/73 perubahan, meungkinkannya untuk berubah jadi apapun yg dy mau.

Evoulusi cerita
Diperkirakan dewa ErLang pertama kali dikenal pada dinasti Han, namun saat itu dy bukanlah dewa penegak hukum langit melainkan dewa pencegah banjir. Nama aslinya jg bukan Yang jian melainkan Li ErLang, putra seorang pejabat yg berhasil membunuh seekor naga jahat yg suka menyebabkan banjir.
Pada dinasti Tang identitas dewa ErLang berubah lagi, kali ini nama aslinya adl Zhao Yu, seorang pendeta sakti yg membunuh naga jahat penyebab bajir selama dinasti Shui
Ahirnya pada diansti Song, seorang kasim bermarga Yang berhasil menyelamtkan selir kesayangan kaisar saat hendak diperkosa dikuil dewa ErLang & dari situlah kemudian muncul desas desus bahwa kasim Yang adl jelamaan dewa Er Lang & dewa ErLang sebenarnya bermarga Yang (Yang Jian)



Er Lang dalam berbagai legenda
-FengShen YanYi (Creation of God)
Disini ErLang muda dieprintahkan gurunya untuk membantu pasukan raja wu yg sedang memerangi raja Zhou
-Journey to the west
Dalam kisah ini ErLang berduel & ahirnya berhasil menringkus sikera nakal Sun GoKong
-Lotus Lantern
Dongeng ini mengisahkan ttg ErLang yg menindih adiknya dibawah gunung HuaShan, belakngan keponakannya yg bernama Chen Xiang mengalahkan Er Lang & membebaskan ibunya.
-8 dewa
setelah dikalahkan Chen Xiang, Er Lang jadi uring2an & sering melampiaskan kekesalannya pada anjingnya, sehingga membuat sianjing melarikan diri kedunia & membuat onar. Ahrinya ErLang & anjingya itu didamaikan oleh 8 dewa
-Strange Tales Liao Zhai
Ayah Xu FangPing yg tidak berdosa diseret keneraka & disiksa habis2an gara2 pejabat neraka sudah disuap almarhum tetangganya (yg merupakan musuh bebuyutan ayah Xu selama hidupnya). Xu Fangping kemudian mengadukan hal ini pada Er lang yg langsung pergi kenerka untuk menyelamatkan tuan Xu & sekaligus menghukum pejabat2 neraka yg korup
BAI MU DAN, SIGENIT YANG KECANTIKANNYA MERONTOKAN IMAN SEORANG DEWA





Lu DongBin (hokkian;Li Tong Pin) yg merupakan salahsatu anggota 8 dewa adl seorang dewa yg tidak betah tinggal dilangit & lebih suka bergaul dg manusia biasa. Suatu hari saat sedang berjalan2 dikota Luo Yang dy melihat seorang pelacur yg sangat cantik bernama Bai Mudan (hokkian; Pek Bo Tan).

"Aih sayang sekali wanita secantik iru malah terjebak dalam jurang dosa, padahal sebenarnya dy memiliki bakat menjadi seorang dewi (1) & pasti akan berhasil bila dilatih dg benar...Ah tapi aku tak boleh berburuk sangka jg sebab siapatahu dy memiliki kesulitannya sendiri. Baiklah sekarang aku akan pergi untuk menasihatinya" kata DongBin seraya mengubah dirinya menjadi seorang pelajar tampan bernama Lu Yan

Sementara itu dirumah bordil para hidung belang sedang asyik menikmati tarian erotis yg diperagakan Bai MuDan, apalagi ketika dy mulai menungging & menggoyang2kan pantatnya yg bulat, penontonpun makin heboh dibuatnya....

"Aduuh seksinya...andai saja aku bisa mencium bokongnya itu" celetuk seorang pria ngiler

"Ah tuanChen apa kau ingin dikentuti Mudan jg seperti tuan Ma dulu itu" seloroh seorang wts yg cemburu

"Halah kalo cantiknya seprti itu sih kentutnya jg pasti wangi! Tuan Ma aja sampai kecanduan" timpal seorang hidung belang lainnya sambil cekikikan.

Sedang asik2nya para hidung belang itu berdiskusi cabul , tiba2 datanglah sang germo yg segera membuka acara tawar menawar harga untuk membooking MuDan.

"500tael!" "100 tael!" "150 tael!" demikian para hidung belang mulai menaikan tawarannya... tiba2 terdengarlah sebuah tawaran yg sangat mencengangkan "1000 tael perak untuk semalam dg nona MuDan!" Suara itu ternyata berasal dari seorang pelajar tampan yg tak lain adl Lu Yan. Dg santai Lu Yan lalu menggggamit punggung MuDan & membawanya kekamar meninggalkan para cabulers lain yg cuma bisa melongo menyaksikan pria beruntung itu.

MuDan jelas gembira sekali mendapat pelanggan setampan & seroyal Lu Yan, namun anehnya pria ini tidak cepat2 menikmati tubuhnya & malah sibuk menceramahinya soal agama.

Dg genit MuDanpun menggoda "Tuan muda, nampaknya kau ahli sekali soal Taoisme, apakah kau jg bisa sihir seperti pendeta2 itu?".

"Tentu saja nona & kaupun akan bisa melakukannya jg asal mau bertobat & mendalami agama, bagaimana apakah perlu kuperagakan 1-2 ilmuku?"

"Ah tidak perlu tuan, aku percaya kok...buktinya kau bisa menyihir hatiku ini jadi berdebar2" saut MuDan cengengesan seraya menempelkan tangan Lu Yan kebuah dadanya yg padat.

"Ooops mohon sopan sedikit nona" kata LuYan gugup sambil buru2 menarik tangannya dari "benda empuk" itu & berusaha menenangkan dirinya dg meminum arak.

Siapa tahu efek alkohol justru membuat pikirannya makin kacau, ditambah lagi kecantikan Bai MuDan yg begitu menggoda membuatnya makin lupa diri hingga ahirnya Lu Yanpun nekad berzinah deengan MuDan.
(Gawatnya lagi berzinah itu ternyata enak (siapa jg bilang ga enak ) sehingga Lu Yan alias Lu DongBinpun jadi kecanduan & hampir tiap hari datang kerumah bordil itu untuk berplesiran dg Mudan.)

Awalnya MuDan senang sekali mendapat teman kencan setampan Lu Yan, tp lama2 dy heran jg karena pria satu ini tidak pernah ejakulasi selama berhubungan seks dengannya.

Suatu hari muncullah sepasang pengemis yg meminta air padanya. (bagaimanakah tampang mereka? yang satu pria pincang & berjalan memakai tongkat besi, sementara yg satunya lagi wanita & membawa bunga teratai). Awalnya MuDan tak mempedulikan mereka sampai sipengemis wanita berkata "Ayolah nona jangan pelit2, sebagai gantinya kami akan menceritakan rahasia teman kencanmu yg tidak pernah orgasme itu". Pelacur itupun jd penasaran & segera memberikan air pada mereka.

Setelah puas minum sipengemis pincang lalu menerangkan bahwa Lu Yan yg tidur dgnya itu sebenarnya adl dewa Lu DongBin & dy tidak pernah mau ejakulasi karena tidak mau kehilangan hawa Yang nya (2). Sipengemis lalu melanjutkan bahwa bila MuDan bisa mendapatkan hawa Yang DongBin maka dypun akan menjadi seorang dewi jg, caranya adl dengan menggelitiki ketiaknya saat berhubngan seks sehingga Lu Yan kehilangan konsentrasi & orgasme.

MuDan gembira sekali mendengarnya & segera menjura pada kedua pengemis yg diyakininya sbg dewa itu.

Malamnya Mudan langung mempraktekan ajaran sipengemis pada Lu Yan yg ternyata bener2 kejet2 & orgasme setelah digelitki ketiaknya. Dengan panik Lu Yan bertanya dari mana dy tahu kelemahannya & MuDanpun bercerita ttg sepsang pengemis yg mengajarinya.

Demi mendengarnya Dong Bin langsung pucat pasi karena meyadari sepasang pegnemis itu adl samaran dewa Tie Guai Li & dewi He XianGu (3), Insyaflah dy bahwa langit sudah mengetahui perbuatan bejatnya & sengaja mengutus Tie GuaiLi & He XianGu untuk mengerjainya.

Lu DongBin lalu menerangkan bahwa walaupun Mu Dan sudah mendapat hawa Yang nya tp itu belum cukup untuk menjadikannya dewi, Bila ingin menajdi dewi maka Mu Dan harus meninggalkan kecabulan & bertapa. Setelah itu Lu DongBin meninggalkan Mu Dan & tidak pernah lagi menginjakan kakinya dirumah bordil.


catatan;

(1) Dalam versi lain Mudan adalah titisan dewi buanga.
(2)Dalam kisah diatas diceritakan bagaimana dewa Lu DongBin begitu takut orgasme, mengapa?
menurut Taoisme, pria berunsur Yang sedangkan wanita berunsur Yin & ketika seseorang ejakulasi maka dy akan kehilangan sedikit hawa Yin/Yang nya & berpindah kepasangannya. Hawa Yang pria bersifat terbatas sehingga bila habis bisa menyebabkan kecacatan & bahkan kematian (Inilah alasan mengapa pria jaman dulu dianjurkan agar jg berhubungan seks secara berlebihan). Sementara hawa Yin wanita bersifat tak terbatas.
Hawa Yin & yang ini sangat penting untuk berlatih ilmu silat & panjang umur, makanya banyak siluman yg suka berubah menjadi wanita cantik /pria tampan untuk menggoda manusia agar berhubungan seks dengannya & mencuri hawa yin/yang nya (khusunya siluman rubah betina yg secara alamiah memiliki hawa Yin berlebih & membutuhkan hawa Yang untuk mempertahankan hidupnya)
(3) Tie GuaiLi & He XianGu jg merupakan anggota 8 dewa.






versi lain
Kisah diatas disarikan dari novel Jouerney to the East yg merupakan sumeber informasi utama ttg 8 dewa.
Namun karena isinya yg vulgar & mencederai sisi kedewaan Lu DongBin, maka muncullah berbagai versi lain yg lebih "sopan", misalnya ada versi yg mengatakan Lu DongBin berhasil mentobatkan MuDan & menajdikannya seorang dewi & ada jg versi lainnya yg mengamabrkan MuDan & DongBin sbg sepasang kekasih yg akhinya menikah
oh akhirnya ada yang ngepost Er Lang
jadi ada versi lain kalau yang bunuh Matahari itu Er Lang ya

ilmunya 72 perubahan, setara sun go kong ya

termakasih, pakcik HPC dan agan geese
udah di index ya
Quote:ilmunya 72 perubahan, setara sun go kong ya
Yup ada yg bilang ErLang punya ilmu 72 perubahan & ada jg yg bilang dy punya 73 perubahan (kalo yg ini berati sedikit diatas GoKong ya)

Quote:termakasih, pakcik HPC dan agan geese
Dan terimakasih jg agan Paraparadox bwt artikel vampire China nya
(ane nih sering bgt nonton film mahluk pucet bertaring yg jalannya mumbul2 itu, tp baru kali ini tau asal usulnya )
Quote:Original Posted By paraparadox
termakasih, pakcik HPC dan agan geese
udah di index ya



sama-sama paraparadox
TONGTIAN JIAOZHU, PEMIMPIN AGUNG PARA SILUMAN





Pendahuluan
Saat alam semesta baru saja terbentuk , tersebutlah 3 orang sesepuh dewata yaitu YuanShi TianZun, TaiShang LaoJun & TongTian JiaoZhu yg membagi Taoisme menjadi 2 aliran, yaitu;

-Aliran pegunungan (Chan) yg dipimpin oleh YuanSi TianZun & TaiShang LaoJun.
Pengikut dari aliran ini berasal dari orang2 suci yg mayoritas berwatak welas asih, sabar & suka menolong. (dewa2 macam Er Lang, Nacha, dewa petir, dewa pagoda dsb tergabung dalam aliran ini)

-Aliran kepulauan (Jie) yg dipimpin TongTian JiaoZhu.
Berkebalikan dg aliran pegunungan yg dihuni oleh orang2 suci, aliran kepulauan justru diisi oleh siluman2, baik yg berasal dari hewan, tumbuhan ato bahakan benda mati yg berwatak arogan, egois, pencemburu & gemar mengumbar hawa nafsu (1).

Karena sifatnya yg sangat bertolak belakang itulah kedua aliran ini tidak pernah akur & sering bentrok diberbagai kesempatan


Pertempuran para dewa
(disarikan dari novel FengShen YanYi bab 76-78 & 82-84)

Raja Zhou (Hokkian; Tiu Ong) dari dinasti Shang adl tiran terkejam dalam sejarah China yg terkenal suka menindas rakyat. Karena tidak tahan lagi dg kekejamannya maka rakyatpun ahirnya memberontak dibawah pimpinanan raja Wu (Hokkian; Bu Ong). Dalam peperangan itu pasukan raja Wu mendapat bantuan dari para dewa & calon dewa dari aliran Chan, sementara pasukan dinasti Shang didukung oleh para siluman2 dari aliran Jie. Karena dewa2 aliran Chan berada dipihak yg benar maka mereka selalu menang & mengalahkan murid2 aliran Jie.

Setelah melalui perjuangan yg panjang & melelahkan pasukan raja Wu yg dipimpin Jiang ZiYa (Hokkian; Kiang Cu Gee) sudah semakin dekat dg ibukota dinasti Shang, namun sesampainya dilintasan Jie Pai perjalanan mereka terhenti karena dihadang kabut merah yg sarat akan kekuatan jahat.

Dari balik kabut muncullah sesososk pertapa tua yg nampak sangat agung & berwibawa. "Salam paman guru, saya beserta seluruh murid2 aliran Chan memberi hormat pada paman" kata Jiang ZiYa sambil membungkuk hormat pada sang pertapa yg ternyata adl TongTian JiaoZhu, mahaguru dari aliran Jie.

"Hmmm, bagus kau masih mengenalku sebagai paman gurumu, tapi kenapa kalian seenaknya membunuhi murid2 aliran kami heh?" saut TongTian ketus.

"Sejak dulu guru selalu mengajari kami untuk menghormati aliran paman, sayang ada beberapa murid paman yg membela raja Zhou sehingga.......".

"Sehingga kalian boleh seenaknya membantai mereka karena aliran kalian aliran putih sementara aliranku inialiran sesat, begitu? bentak TongTian memotong kalimat JianZiya. "Sudah tidak perlu munafik lagi, dari dulu aku sudah tahu kalian memang selalu meremehkanku, tp CUKUP SAMPAI DISINI!" lanjutnya sambil mengibaskan tangannya menyibak kabut merah yg menutupi lintasan JiePai. Sekonyong2 nampaklah sebuah benteng pertahanan yg sangat kokoh & angker dilengakpi dg 4 pedang pusaka dikeempat gerbangnya.

"Yg ada dihadapan kalian adl Jiu Xian Zhen (formasi pemusnah dewata) ciptaanku & bila kalian ingin pergi keibukota Shang maka harus melewatinya dulu. Tapi kuperingatkan formasiku ini sangat sempurna & tidak punya kelemahan, sehingga tanggung sendiri akibatnya kalau kalian berani menerobosnya!"

Melihat keangkeran Jiu Xian Zhen para dewa alrian Chan keder jg, apalagi merekapun mahfum dg kehebatan ilmu paman gurunya itu sehingga tidak berani bertindak sembarangan. Tiba2 muncullah seberkas sinar keemasn yg sangat indah dilangit disertai munculnya dua mahaguru aliran Chan yaitu YuanShi TianZun & TaiShang LaoJun.

"Hahaha adik TongTian kenapa kau galak sekali, lihat anak2 itu sampai ketakutan begitu. Bila kau memang ingin bermain2 bagaimana bila aku saja yg melayanimu" kata LaoJun santai seraya menggiring kerbaunya memasuki Jiu Xian Zhen. Begitu LaoJun tiba digerbang utama dy langsung disambut oleh pedang pusaka yg terbang menghujam kearahnya, namun sekonyong2 muncullah pagoda emas yg melindungi tubuh Lao Jun sehingga dypun dapat melewati Jiu Xian Zhen dg selamat tanpa terluka sedikitun.

"Nah bagaimana? Nampaknya formasi pemusnah dewamu itu tidak begitu hebat jg ya?" kata LaoJun meledek.

"Puih jangan melucu Li Er (2), kau baru melewati 1 gerbang & masih ada 3 yg tersisa! Kita lihat saja bagaimana kau mengatasi sisanya"

"Wah masih ada 3 lagi? Aduh adik, tega benar kau pada kakek tua ini.... untunglah aku membawa beebrapa teman untuk membantuku" ujar LaoJun ringan seraya menunjuk 2 orang biksu India disampingnya yg bernama JieYin (3) & ZhunTi

Kini Tongtian baru sadar akan kehadiran Jie Yin & Zhun Ti yg merupakan mahaguru tertinggi Budhisme kala itu (4). "Mau apa kalian para biksu kesini, bukannya baik2 membaca sutra malah ikut campur urusan orang lain"

Dengan tenang JieYin menjawabnya"Amithaba, kami para biksu memang biasanya menghindari kekerasan, sayangnya formasi pemusnah dewamu itu terlalu membahayakan umat manusia sehingga kami terpaksa ikut campur, apalagi LaoJun & YuanShi TianZun sudah berbaik hati mengijinkan kami menyebarkan Budhisme diTiongkok, sehingga kamipun harus membalas budi mereka".

"Terserah! Tapi jangan katakan aku menindas agama minoritas bila kalian berdua tewas oleh formasiku"

Tanpa dikomando lagi keempat mahaguru; TaiShang LaoJun, YuanShi TianZun, Jie Yin & Zhun Ti segera memasuki Jiu Xian Zhen yg langsung disambut oleh keempat pedang pusaka & berbagai jebakan maut lainnya. Namun rupanya kedahsyatan Jiu Xian Zhen tidak ada apanya dibanding kesaktian 4 mahaguru ini sehingga dalam waktu singkat saja benteng pemusnah dewa itupun berhasil dijebol juga.

Melihat formasi kebanggaannya hancur lebur membuat TongTian sangat malu & murka. Dypun segera melesat & menggempur keempat mahaguru itu dg ganasnya. TongTian JiaoZhu sebenarnya memiliki kesaktian yg hampir tidak ada bandingannya dilangit & bumi, namun karena pertarungan ini sangat tidak adil (4 lawan 1) sehingga lama2 dypun keteteran jg & ahirnya kabur....

Setelah musnahnya Jiu Xian Zhen para dewa aliran Chan bernapas lega & mengira tidak akan ada lagi gangguan dari TongTian & murid2nya, saipa tahu sesampainya di lintasan mereka kembali menjumpai sebuah formasi iblis yg bahkan lebih angker dari Jiu Xian Zhen. "Aduuuuuh mau apa lagi sih kakek tua itu, apa dy belum puas dihajar sampai lari terkencing2 seperti dulu" gerutu NeZha kesal.

Tidak lama kemudain datanglah utusan TongTian yg memberitahu bahwa formasi itu bernama Wan Xian Zhen (formasi pembantai puluhan ribu dewa) & para dewa aliran Chan diundang memasukinya untuk beradu ilmu. Berbeda dg sebelumnya, pertempuran kali ini bukan hanya melibatkan para mahaguru tp jg mengadu murid2 senior dari kedua aliran, rincian singkat jalannya pertempuran adl sebagai berikut;

-Siluman kura2 berjanggut emas (aliran Jie) mengalahkan Guang Cheng Zi & Chi Jing Zi (aliran Chan) tp dy balik dikalahkan oleh Zhun Ti
-Siluman singa biru & gajah putih (Jie)ditaklukan dewa Wen Shu & Pu Xian (Chan), kedua siluman itu kemudian dijadikan tunggangan kedua dewa itu
-Jin Gong Xian (Jie) ditaklukan CiHang DaShi (Chan)
Setelah menaklukan ketiga siluman atas petunjuk JieYin. Wen Shu, Pu Xian & CiHang DaShi memutuskan pindah keagama Budha & menjadi Bodhisatwa Manjusri, Samanthabrada & Kwan Im.
-GuLing ShengMu (Jie) mati dihisap ratusan nyamuk yg emnhisap darahnya
-JinLing SheMu yg merupakan tangankanan TongTian membunuh putri pertama kaisar langit yg bernama putri LongJi & suaminya, para dewa aliran Chan kemudian mengeroyok JinLing ShengMu yg ahirnya tewas ditangan pertapa Ran Deng (5)
-28 dewa rasi bintang (Jie) dibantai habis oleh murid2 aliran Chan

Melihat gugurnya murid2nya membuat TongTian jadi mata gelap & hendak menggunakan bendera saktinya untuk memusnahkan para dewaaliran Chan, beruntung senjata pemunah masal itu sudah dicuri & disembunyikan oleh dewa kuping panjang (mantan murid TongTian yg membelot kealiran Chan). Mengetahui pengikutnya sudah hampir habis & senjatanya jg sudah tidak ada membuat TongTian kehilangan semangat bertempurnya sehingga ahirnya dapat diringkus dan dibawa pergi untuk disuruh bertapa kembali oleh gurunya yg bernama HongJun LaoRen.


(1) Ada yg mengatakan bahwa Tongtian hanya digambarkan jahat dalam legenda2.
(2) TongTian senang memanggil TaiShang LaoJun dg sebutan LiEr
(3) Jie Yin konon merupakan cikal bakal/reinkarnasi sebelumnya dari Budha RuLai
(4) Dalam sejarah yg sebenarnya belum ada Budhisme pada dinasti Shang
(5) Pertapa Ran Deng adl guru dari dewa pagoda Li Jing



TongTian & murid2nya dalam legenda FengShen

TongTian JiaoZhu dalam legenda2 lain
Selain dalam novel Feng Shen Bang, TongTian jg sering muncul sebagai antagonis dalam legenda2 lainnya. Misalnya dalam cerita 8 dewa TongTian murka karena murid kesayagannya yg bernama siluman kerang berpindah kealiran Chan. TongTian kemudian membuat kekacauan dihari pengagnkatan siluman kerang menjadi dewi, tp kemabli berhasil ditaklukan oleh TaiShang LaoJun & dewa2 lain. selain itu TongTian jg muncul dalam novel jendral DiQing (seorang jendral kenamaan dr dinasti Song), disini TongTian kembali meneggelar formasi iblisnya untuk mencelakai jendral DiQing yg didukung dewa2 aliran Chan.
KERA TUNG PEI, SANG PANGLIMA KERA



Agan2 yg pernah nonton serial Kera Sakti 2 pasti kenal dong dg sosok antagonis yg bernama kera Tung Pei (TongBei YuanHou).
Omong2 ttg sikera TungPei, ada satu hal yg aneh nih; kenapa ya dy hanya nongol diserial Kera sakti 2 & ga pernah dimunculin di serial2 Sun GoKong versi lainnya....
Alasannnya ternyata cukup simpel; kera TungPei memang tidak ada dinovel Journey to the West yg asli sehingga kemunculannya difilm Kera Sakti 2 murni tambahan/kreatifitas sutradaranya saja.
Walaupun tidak muncul dalam novel Journey To The West, namun panglima kera TongBei jg berasal dari cerita rakyat yg cukup populer. Berikut adl legendanya...

Legenda Panglima kera TongBei
Pada jaman Musim Semi & Musim Gugur, hiduplah seekor kera ajaib bernama Yuan Gong (Yuan Hong). Mengapa disebut ajaib? Maklum kera ini bukan hanya bisa berpikir & berbicara seperti manusia namun jg sangat menyukai ilmu beladiri.

Sudah banyak pendekar tangguh yg ditantang & dikalahkannya, hingga suatu hari dy mendengar ttg seorang gadis jago pedang dari negri Yue yg konon tak terkalahkan, Yuan Gong pun jadi penasaran & segera pergi kenegri Yue untuk menantangnya.

Tak disangka sigadis ternyata dapat mengalahkannya dg sangat mudah, hingga sikera menyadari ilmunya masih cetek & mengangkat sigadis sbg gurunya.

Tak lama kemudian pecah perang antara negri Yue & negri Wu (negrinya Sun Tzu) dan sigadis jago pedang ditunjuk sebagai pelatih pasukan negri Yue.
Selama peperangan, YuanGong mengikuti gurunya maju kemedan perang memababati musuh2nya, sehingga orang2 menjulukinya sebagai "Kera TongBei" (TongBei berarti lengan panjang, sesuai dg ukuran lengan Yuan Gong yg memang panajang)
Setelah peperangan usai & negri Yue menang, perdana mentri Yue hendak memberi penghargaan pada sigadis & keranya itu, siapa tahu keduanya telah raib entah kemana....

Menurut desas desus, sang gadis adl jelmaan dewi Jiu Tian Xuan Nu (alias dewi Athena nya bangsa China) yg sengaja turun kedunia untuk menolong negri Yue. Adapun sikera kemudian disembah dg sebutan panglima kera TongBei & dibuatkan patungnya

Lalu bagaimana nasib TongBei YuanHou sebenarnya? Rupanya sikera ini mengikuti gurunya kelangit & disana dy diajari bermacam2 ilmu kesaktian seperti memindahkan matahari & bulan serta menyusutkan gunung ....

TongBei dalam novel Jouney To The West yg asli
Kera Tung pei memang tidak pernah benar2 muncul dalam novel Journey to the West, namun namanya sampat disebut sekilas dalam ahir cerita kera berterlinga 6..
Disitu Budha RuLai menerangkan bahwa didunia ini ada 4 jenis kera ajaib, yaitu
1. Kera batu (Sun GoKong)
2. Kera bertelinga enam (Liu er mi/kera Lok Yi) yg muncul sbg salah satu antagonis dinovel
3. Kera tung Pei (TongBei YuanHou), memiliki kesaktian yg bisa memindahkan matahari & bulan serta menyusutkan gunung
4. Kera Ma merah, memahami yin & yang & berumur panjang


Novel ttg sang panglima kera
Bila Sun GoKong memiliki novel berjudul Journey to the West, maka Yuan Gong (alias panglima kera TongBei) inipun memiliki novelnya sendiri yg berjudul Ping Yao Zhuan (The Sorcerer Revolt), novel ini ditulis oleh Feng MengLong (salah satu penulis paling produktif dari dinasti Ming) & Luo GuanZhong (penulis SamKok)
Kalo agan2 mau baca ebooknya bisa klik link dibawah ini
http://www.angelfire.com/ns/pingyaozhuan/toc.html
mau nanya tentang legenda Meng chiang Nu yg katanya gara2 tangisannya tembok besar runtuh...itu beneran nggak ya? thx
Quote:Original Posted By merkapa
mau nanya tentang legenda Meng chiang Nu yg katanya gara2 tangisannya tembok besar runtuh...itu beneran nggak ya? thx


Kalo cerita Meng JiangNu yg menangisi almarhum Wan XiLiang sampai merobohkan tembok besar itu setauku cuma dongeng aja sih...

Cuman legenda ini emang ngetop bgt sampe2 dinovel sejarah macam Tong See Han aja dimasukin.
gan request legenda dewi kwan in sama legenda shaikong penangkap hantu dong
Quote:Original Posted By antony_djs
gan request legenda dewi kwan in sama legenda shaikong penangkap hantu dong


ada beberapa sih versinya , tapi kebanyakan ada adegan "mengorbankan daging" itu ya kan

saya kopaskan saja ya......





Quote:
Menurut Kitab Suci Kwan Im Tek Too yang disusun oleh Chiang Cuen, Dewi Kwan Im dilahirkan pada jaman Kerajaan Ciu / Cian Kok pada tahun 403-221 Sebelum Masehi. Terkait dengan legenda puteri Miao Shan, anak dari Raja Miao Zhuang / Biao Cong / Biao Cuang penguasa negeri Xing Lin (Hin Lim), kira-kira pada akhir Dinasti Zhou di abad III SM. Raja Miao Zhuang sangat mendambakan seorang anak lelaki, tetapi yang dimilikinya hanyalah 3 orang puteri. Puteri tertua bernama Miao Shu, yang kedua bernama Miao Yin, dan yang bungsu bernama Miao Shan.

Miao Shu dan Miao Yin lebih cenderung dimanja oleh fasilitas istana dan berfoya-foya. Sementara Miao Shan dengan rajin menjaga dan merawat kedua orang tua mereka. Dari ketiga putri sang Raja, putri ketiga lah yang sangat berbakti kepada kedua orangtua serta leluhurnya. Ia juga memperlihatkan sifat welas asih kepada semua makhluk. Itu sebabnya ia sudah vegetarian sejak balita. Dikisahkah saat bayi bila Miao Shan mendengar kata “bunuh” akan menangis sekeras-kerasnya dan tidak mau bila diberi makan daging saat balita. Toleransinya kepada dayang-dayang istana sangat besar sehingga ia disayangi oleh semua pihak. Ia selalu mengaplikasikan bentuk-bentuk kebajikan Buddhisme yang ia pelajari dan dalami ke dalam hidup sehari-harinya.

Hal tersebut menimbulkan iri hati dan benci dari kedua kakak perempuannya, sehingga dengan intrik dan hasutan jahat bekerjasama dengan seorang peramal tua yang jahat akhirnya Miao Shan diusir dari istana. Miao Shan dituduh titisan dari iblis jahat sehingga negeri mereka yang dulunya makmur sekarang selalu dirundung bencana. Padahal bencana dan masalah datang karena banyak pejabat istana termasuk si peramal tua jahat itu terlibat korupsi besar2an, bahkan si peramal tua berambisi mengambil tahta Sang Raja. Kelompok jahat itu mengklaim sejak Miao Shan lahir bencana susul menyusul tiada henti. Kalau bukan kekeringan, pasti kebanjiran. Kalau bukan kelaparan pasti wabah penyakit. Sehingga Miao Shan dianggap jelmaan iblis yang dikutuk oleh langit.

Dalam pengembaraannya Miao Shan mengabdikan diri sebagai samaneri (calon biksu perempuan). Tahun berganti tahun, akhirnya Sang Raja, ayahanda Miao Shan menjadi sakit-sakitan karena merasa rindu pada putri bungsunya tersebut. Sampai akhirnya sang Raja menderita penyakit aneh yang sekujur tubuhnya ditumbuhi bisul dan borok tak tersembuhkan. Disinyalir ada hubungannya dengan ilmu iblis yang dipelajari oleh peramal tua yang mengincar tahtanya. Bahkan Raja menjadi buta dan permaisuri menjadi kelainan jiwa akibat merindukan putri bungsu mereka.

Miao Shan yang merasa iba, berkat kesaktiannya, mengubah dirinya menjadi seorang bikkhuni. Ia mendatangi istana, dan menjenguk ayahandanya yang terkapar sakit dengan dalih sebagai tabib. Setelah Miao Shan membacakan parita, ayah ibunya itu merasakan damai yang tiada tara sehingga mereka tertidur dengan damai. Namun dalam penyamarannya itu bukannya mengobati ia malah memberi petunjuk bahwa Sang Raja menderita penyakit aneh, dan hanya dapat sembuh jika mengkonsumsi sekerat daging manusia dan sebiji bola mata yang berasal dari tubuh putri kandungnya. Tentu saja ayah ibunya tidak mendengar hal ini karena sudah tertidur, kalau mendengar mungkin mereka tidak berkenan menjalankan pengobatan. Dihadapan ibu suri dan kedua kakaknya, Miao Shan membeberkan cara pengobatan aneh itu. Di saat meminta kedua kakak perempuannya untuk berkorban diiris otot lengan dan dicungkil sebelah bola matanya untuk dicampur pada obat bagi ayah mereka, saat itu juga keduanya berlutut di samping ranjang ayahanda mereka, menangis tersedu-sedu.

“Oh, Ayahanda, kasihanilah saya Miao Shu. Saya masih memiliki anak yang masih kecil-kecil dan mereka masih membutuhkan saya untuk membesarkan mereka.”

Tak lama berselang, Miao Yin menyusul dengan kalimat bernada serupa. Kali ini tangisnya lebih deras. Tiba-tiba Miao Shan menengahi, dengan bijak ia berkata.”Kalau begitu biarkan daging dan bola mata saya saja yang dikorbankan untuk kesembuhan Baginda.” Saat itu kedua kakaknya belum menyadari yang dihadapan mereka adalah adik bungsunya Miao Shan, oleh karena dandanannya yang sederhana sebagai biksuni dan juga karena sekian tahun lamanya mengembara di luar.

Setelah mengiris sekerat otot lengan dan mencongkel bola matanya sendiri dengan belati tanpa rasa takut, dengan tenang serta penuh keikhlasan ia memberikan bagian-bagian tubuhnya itu untuk campuran ramuan obat untuk ayah ibunya. Saat mengaduk-aduk ramuan obat itu, terjadi keajaiban. Ramuan obat itu memancarkan harum wangi dupa dan memenuhi seluruh penjuru istana. Raja Miao Zhuang setelah meminum “obat mujarab” tersebut sembuh seketika dan matanya dapat melihat kembali. Atas jasanya, Raja menanyakan apa yang diinginkan oleh Miao Shan yang masih belum dikenali oleh mereka. “Hamba tidak menginginkan bayaran apapun, hamba hanya berbuat baik untuk menyebarkan dharma dan ajaran sang Buddha.” Demikian kata Miao Shan.

“Minimal apa ada permintaan biksuni agar kami tidak merasa terlalu sungkan karena tidak memberikan apa-apa.” Kata Sang Raja.

Terdiam sejenak, kemudian Miao Shan melanjutkan. “Hamba sudah lama kehilangan ayah dan ibu, bolehkan hamba memeluk Baginda dan Permaisuri sehingga kerinduan akan ayah-ibu bisa terobati?”

“Ha? Sesederhana itu? Kenapa tidak boleh… silahkan.” Sahut sang Raja.

Miao Shan menunduk dan menghampiri ayah bundanya itu, setelah bersujud di pelukan Raja ia kemudian berpindah ke pelukan permaisuri dengan airmata berlinang dan suara isak tangis. “Ibu, maafkan anak yang tidak berbakti” demikian Miao Shan berbisik. Karena jarak dekat, permaisuri baru menyadari kalau itu adalah putri bungsunya yang telah diusir dari istana akibat konspirasi pejabat yang tidak setia. Raja yang kaget dan senang bukan kepalang memeluk tubuh putri bungsunya itu dengan airmata berlinang.

Sejak itulah kebajikan dan keluhuran budi Miao Shan menjadi legenda di tanah Tiongkok. Ia menggugah ketulusan tanpa pamrih, pengorbanan tanpa batas, sifat welas asih yang tiada tara, dan masih banyak lagi kemuliaan yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Setelah peristiwa fenomenal tersebut, Miao Shan tetap bertekad melanjutkan pertapaannya dengan menjadi biksuni sepanjang hidup dan pengabdiannya. Meski berat hati, tapi Raja Miao Zhung dan permaisurinya merelakan putri bungsunya tersebut, memaklumi niatnya untuk mengabdi bagi kemanusiaan.

Untuk mengenang putri bungsunya tersebut, Raja Miao Zhung memerintahkan pekerja seni rupa terbaik di negerinya membuat patung berwujud putri Miao Shan dan mendirikan vihara Dewi Kwan Im pertama di Pho To San

“Putri saya, Miao Shan, ibarat memiliki seribu tangan untuk membantu sesama dengan tulus serta ikhlas, dan seribu mata yang peka melihat penderitaan rakyat jelata!” demikian kata Raja Miao Zhuang dalam nada bangga, yang ternyata salah ditanggapi oleh para pemahat arca istana. Arca rampung dengan memiliki simbolisasi seribu tangan dan seribu mata. Itulah awal ihwal Miao Shan yang melegenda menjadi Qian Shou Guan Yin (Dewi Kwan Im Seribu Tangan).



source :
Source


Versi lain, ada juga Miao Shan ingin menjadi Biksuni, tapi dilarang Sang Raja, akhirnya Bahkan sang raja meminta para Biksuni mengucilkan putrinya dan mengahncurkan kuil mereka...(di versi ini kedua kakaknya engga jahat gan)

Di Versi ini, akhirnya Raja jatuh Sakit, dan Miao Shan berhasil menyembuhkan, yah dimari ada adegan "daging" itu lagi sih...... hampir sama




silahkan dikoreksi para sepuh
Wow keren bgt ceritanya sesepuh Parapara

Nambahin dikit ya
Setelah disembuhkan oleh Miao Shan, raja Miao Zhuang sadar akan fananya hidup ini, sehingga beliaupun menyerahkan tahtanya pada perdana mentri & mengajak istri beserta kedua putrinya pergi ke Pho To San (Potaraka) guna mendalami agama.
Namun malang dalam perjalanannya Miao zhuang sekeluarga malah diculik oleh siluman singa biru & gajah putih yg ingin memangsa mereka.
Untunglah diisaat2 kritis datang para dewa yg diutus kaisar langit untuk menyelamatkan sang raja sekeluarga, sekaligus mengantarkan mereka hingga selamat sampai ke Pho To San.
Belakangan raja Miao Zhuang, ratu Bo Ya beserta Miao Shu dan Miao Yin berhasil mencapai kesempurnaan & menjadi Bodhisatwa jg.
Miao Shu menjadi Manjusri (Wen Shu She Li) yaitu Bodhisatwa kebijaksanaan, dan Miao Yin menjadi Samnthabdra (Pu Xian) yaitu Bodhisatwa pelindung kebajikan

Adapun kedua siluman yg pernah menculik Miao Zhuang sekeluarga dijadikan tunggangan Bodhisatva. Singa biru menjadi tunggangannya Manjusri, sementara gajah putih menjadi tunggangannya Samntabhadra.
walaupun sudah menajdi tunggangan Bodhisatwa namun kedua hewan ini rupanya belum kehilangan sifat buasnya & masih sering turun kedunia untuk membuat keributan (misalnya dalam cerita Sun GoKong)

Dewi Kwan Im dalam versi India
Walaupun di China Kwan Im (Avalokitesvara) dikenal sbg wanita, namun di India dy digambarkan sebagai seorang pria, demikian jg Manjusri & Samantabhdra di India dikenal sbg pria.

Legenda dewi Kwan In versi novel FengShen YanYi
Dalam novel FengShen, Kwan Im awalnya adl seorang dewi Taoisme bernama CiHang DaShi.
Setelah para dewa Taoisme ditolong oleh Budha dalam pertempuran melawan TongTian JaioZhu, CiHang DaShi merasa lebih cocok dg ajaran Budhisme sehingga memutuskan untuk pindah agama & ahirnya menjadi Bodhisatwa Kwan Im


Antony DJS
Quote:gan request legenda dewi kwan in sama legenda shaikong penangkap hantu dong
ShaiKong tuh yg gambarannya gimana ya?
Quote:Original Posted By geese
Wow keren bgt ceritanya sesepuh Parapara

Nambahin dikit ya
Setelah disembuhkan oleh Miao Shan, raja Miao Zhuang sadar akan fananya hidup ini, sehingga beliaupun menyerahkan tahtanya pada perdana mentri & mengajak istri beserta kedua putrinya pergi ke Pho To San (Potaraka) guna mendalami agama.
Namun malang dalam perjalanannya Miao zhuang sekeluarga malah diculik oleh siluman singa biru & gajah putih yg ingin memangsa mereka.
Untunglah diisaat2 kritis datang para dewa yg diutus kaisar langit untuk menyelamatkan sang raja sekeluarga, sekaligus mengantarkan mereka hingga selamat sampai ke Pho To San.
Belakangan raja Miao Zhuang, ratu Bo Ya beserta Miao Shu dan Miao Yin berhasil mencapai kesempurnaan & menjadi Bodhisatwa jg.
Miao Shu menjadi Manjusri (Wen Shu She Li) yaitu Bodhisatwa kebijaksanaan, dan Miao Yin menjadi Samnthabdra (Pu Xian) yaitu Bodhisatwa pelindung kebajikan

Adapun kedua siluman yg pernah menculik Miao Zhuang sekeluarga dijadikan tunggangan Bodhisatva. Singa biru menjadi tunggangannya Manjusri, sementara gajah putih menjadi tunggangannya Samntabhadra.
walaupun sudah menajdi tunggangan Bodhisatwa namun kedua hewan ini rupanya belum kehilangan sifat buasnya & masih sering turun kedunia untuk membuat keributan (misalnya dalam cerita Sun GoKong)

Dewi Kwan Im dalam versi India
Walaupun di China Kwan Im (Avalokitesvara) dikenal sbg wanita, namun di India dy digambarkan sebagai seorang pria, demikian jg Manjusri & Samantabhdra di India dikenal sbg pria.

Legenda dewi Kwan In versi novel FengShen YanYi
Dalam novel FengShen, Kwan Im awalnya adl seorang dewi Taoisme bernama CiHang DaShi.
Setelah para dewa Taoisme ditolong oleh Budha dalam pertempuran melawan TongTian JaioZhu, CiHang DaShi merasa lebih cocok dg ajaran Budhisme sehingga memutuskan untuk pindah agama & ahirnya menjadi Bodhisatwa Kwan Im


Antony DJS

ShaiKong tuh yg gambarannya gimana ya?


cool gan ceritanya
shaikong apa ya??? ane juga ga tau gan
yg ane tau tuh waktu kecil pernah nonton filmnya di sctv.
yg mukanya hitam,jadi di didunia fana tugasnya memberantas hantu dan siluman gan.
apa ya namanya???
Quote:shaikong apa ya??? ane juga ga tau gan
yg ane tau tuh waktu kecil pernah nonton filmnya di sctv.
yg mukanya hitam,jadi di didunia fana tugasnya memberantas hantu dan siluman gan.
apa ya namanya???


Setau ane sih kalo dewa penakluk hantu yg mukanya item itu namanya Zhong Kui & dy memang sering muncul diserial/film2 silat ditv,
misalnya difilm Heavenly Ghost Catcher (TPI), Pembela kebenaran (SCTV), Legenda dewa kayangan (AN TV), terus ada jg satu movie yg nyeritain Zhong Kui bertualang didunia modern untuk mencari reinkarnasi tunagan adiknya yg ternyata jadi gigolo dikehidupan ini.



Eh tp sori ya kalo dewa penakluk hantu yg agan maksud bukan yg ini

Aniway kalo gan Anthony pengen tau lebih banyak ttg Zhong Kui, pernah dibuatin artikelnya ma sifu Minibalanar tuh (bisa dicek linknya halaman pertama tret ini)
PARA PENGIKUT SETIA DEWI KWAN IM

Setelah agan Parapara mengisahkan ttg asal usul dewi Kwan Im, sekarang ijinkanlah saya untuk menceriakan sedikit ttg para pengikut setianya sang dewi

San Cai (Bocah Rejeki)
San Cai adalah seorang biksu muda yg sengaja datang ke Po Tho Shan (Potaraka) untuk berguru pada dewi Kwan Im. Suatu hari San Chai melihat dewi Kwan Im yg lari terbirit2 dikejar sekawanan preman yg ingin memperkosanya (nekad bgt ya premannya), karena sudah terdesak sang dewi ahirnya melompat kejurang untuk mempertahankan kesucainnya. Tertegun melihat gurunya yg teweas bunuh diri, San Cai pun jadi putus asa & mengikuti gurunya melompat kejurang.
Sesampainya didasar jurang ternyata San Cai tidak mati/terluka & justru merasa badannya lebih ringan & sehat dari sebelumnya. Belum hilang rasa herannya tiba2 muncullah dewi Kwan Im yg menerangkan bahwa kejadian tadi hanyalah ujian ketulusan untuk San Cai.& karena dia lulus, maka dypun berhak memperoleh keabadian jg.

Versi cerita Sun GoKong, disini San Cai diceritakan berasal dari Ang Hai Ji (bocah merah) putra siluman kerbau yg ingin memangsa biksu Tong. Setelah ditaklukan dewi Kwan Im, Ang HayJi kemudian diangkat sebagai muridnya & berganti nama manjadi San Cai



Long Nu (Liong Li/Gadis naga)
Suatu hari pangeran naga laut timur merubah dirinya menjadi seekor ikan mas agar bisa bebas menikmati pemandangan, saipa tahu karena keasikan dy jadi lupa diri & ahirnya tertangakap oleh jaring nelayan. Untunglah kejadian itu tak lepas dari mata sakti dewi Kwan Im yg segera mengutus San Cai untuk membeli ikan emas itu & mengembalikannya ke laut timur.
Sekembalinya keistana naga sang pangeran lagsung menceritakan pengalamannya pada ayahandanya. Raja nagapun bersyukur sekali atas kebaikan sang dewi sehingga dypun segera mengutus putri ke7 nya untuk mengantarkan mutiara naga (Dragon Ball? ) sebagai ucapan terimakasih kepada dewi Kwan Im.
Sesampainya di Po Tho San, putri naga terkesan sekali dg pembawaan dewi Kwan Im yg agung & welas asih sehingga memutuskan untuk menjadi pengikutnya

Versi cerita 8; dewa Suatu kali Han XiangZi (salah 1anggota 8 dewa) sedang memainkan sulingnya ditepi laut timur, tiba2 muncullah seekor belut emas yg menari2 mengikuti irama sulingnya. Melihat belut yg jinak itu, HXZ pun tertarik & mengajaknya bicara "hai belut, apakah kau berasal dri kerajaan naga?" ...sibelut mengangguk
HXZ melanjutkan "kudengar puteri ke7 raja naga laut timur sangat cantik & aku sudah lama ingin berkenalan dengannya, sayang sampai sekarang belum kesampaian..."
Mendengarnya tiba2 sibelut kelihatan malu & kemudian berubah kewujud aslinya yaitu putri ke 7 raja naga laut timur....
Suasana menjadi sedikit canggung, namun ahirya cair jg & merekapun menjadi sepasang kekasih...
Sayang ayahanda sang putri rupanya tidak merestui hubungan mereka, apalagi setelah 8 dewa membuat keributan dilaut timur & membunuh 2 putra kesayangannya.
Karena stres dg cintanya yg ga kesampaian, maka saat raja naga hendak mengirim mutiara untuk dewi Kwan Im, sang putri ke 7 pun mengajukan diri & sesampainya disana dy memutuskan untuk mengiktui sang dewi agar lepas dari semua penderitaan duniawi




Dewi Kwan Im ditemani Long Nu dan Shan Cai




Hui An (MuZha)

Hui An adl putra kedua dewa pagoda Li Jing & sekaligus kakaknya sibocah sakti NaCha. Walaupun ayah dan adiknya memiliki posisi yg sangat tinggi diantara dewa2 Taoisme, namun Hui An memilih untuk menjadi pengikut dewi Kwan Im dari aliran Budhisme.
Dalam cerita FengShen Hui An adl murid dari Bodhisatva Samantabdra. Tp dalam cerita Sun GoKong dy menjadi muridnya dewi Kwan Im

Wei Tuo
Tersebutlah seorang pemuda budiman bernama Wei Tuo yg bercita2 ingin membangun sebuah jembatan didesanya agar tidak ada lagi orang yg tenggelam ketika menyebrangi sungai..
Suatu hari muncullah seorang wanita cantik menunggangi sampan disungai yg langsung menarik perhatian seluruh pria didesa itu baik yg bapak2, om2, bahkan sampai yg sudah bau tanah sekalipun. Dan lebih heboh lagi karena sicantik berkata bahwa dy akan menikah dg siapapun yg bisa melemparinya dg koin dan mengenainya
...Kontan para priapun berbondong2 untuk melemperinya dg koin namun tak ada yg berhasil mengenainya.
Sebenarnya We Tuo jg sangat tertarik dg sicantik itu, namun karena tidak tega membuang2 koin yg sudah sudah payah dikumpulknnya untuk membangun jembatan sehingga dypun jadi ragu.
Sekonyong2 muncullah seorang bapak (err sebut saja namanya Mario Teguh ) yg menasehati "Nak, usiamu masih sangat muda & masih punya banyak waktu untuk mengumpulkan uang lagi, tp kalo ingin mendaptkan istri yg superb spt itu kapan lagi, jd jangan ragu2 lagi, ayo lemparkan uangmu kenona itu". Mendengar motivasi pak Mario, Wei Tuo pun tak ragu2 lagi & melemparkan koinnya kearah sigadis & langsung mengenainya!
Ajaib, begitu Wei Tuo mendekati calon istrinya itu, tiba saja sinona berubah menjadi dewi Kwan Im & berkata "Wei Tuo, aku sudah tahu niatmu yg tulus untuk warga desa ini, maka kuhadiahkan jembatan ini untukmu"
Setelah selesai berkata, sang dewi kemudian menyibakan tangannya kesungai hingga sekonyong2 muncullah sebuah jembatan yg sangat indah disitu

Walopun sudah kesampaian niatnya untuk membangun jembatan, namun Wei Tuo masih ingin memperistri Guan Yin, maka diapun mengikuti kemanapun sang dewi pergi dg harapan bisa meluluhkan hatinya...siapa tau justru Wei tuolah yg belakangan luluh hatinya & menjadi penganut Budha yg taat
Wei Tuo ahirnya menjadi Bodhisatva pelindung kuil2 Budha, khususnya kuil dewi Kwan Im

Dalam versi lain ada jg yg menyebutkan Wei Tuo sbg jendralnya raja Miao Zhuang yg sudah lama memendam cinta pada putri Miao Shan. Ketika sang raja ingin membunuh putri ketiganya itu, Wei Tuo menyelamtakannya & mengawalnya sampai ke Pho To Shan.
Quote:Original Posted By geese


Setau ane sih kalo dewa penakluk hantu yg mukanya item itu namanya Zhong Kui & dy memang sering muncul diserial/film2 silat ditv,
misalnya difilm Heavenly Ghost Catcher (TPI), Pembela kebenaran (SCTV), Legenda dewa kayangan (AN TV), terus ada jg satu movie yg nyeritain Zhong Kui bertualang didunia modern untuk mencari reinkarnasi tunagan adiknya yg ternyata jadi gigolo dikehidupan ini.



Eh tp sori ya kalo yg agan maksud tenyata bukan dewa yg ini

Aniway kalo gan Anthony pengen tau lebih banyak ttg Zhong Kui, pernah dibuatin artikelnya ma sifu Minibalanar tuh (bisa dicek linknya halaman pertama tret ini)


ya benar gan itu yg ane maksud,
tapi klo di komik2 mukanya lebih seram ya gan
thanks ya gan penjelasannya.
sepertinya agan mengerti sekali legenda2 cina kuno gan
dan satu lagi gan,pernah dengar atau nonton film the legend and hero???
dimana semua legenda dan dewa2 ada dialur cerita tersebut.
dan yg paling asyik dewa zhang ziya terlibat pertempuran di medan perang dengan Na Zha.
ane googling kaga ketemu2 tuh sipnosisnya ....
Quote:ya benar gan itu yg ane maksud,
tapi klo di komik2 mukanya lebih seram ya gan

Wah saya malah belum pernah baca komiknya tuh, komik jepang ato komik Mandarin gan?

Quote:thanks ya gan penjelasannya.
sepertinya agan mengerti sekali legenda2 cina kuno gan

Ah engga lah, ane jg masih banyak belajar dari sesepuh2 disini


Quote:dan satu lagi gan,pernah dengar atau nonton film the legend and hero???
dimana semua legenda dan dewa2 ada dialur cerita tersebut.
dan yg paling asyik dewa zhang ziya terlibat pertempuran di medan perang dengan Na Zha.
ane googling kaga ketemu2 tuh sipnosisnya ..


Pernah dong, film sebagus itu masa dilewatin sih hehehe

Judul asli film itu FengShen YanYi ato FengShen Bang yg diadaptasi dari salah satu novel klasik paling populer diCina

Nah kalo agan mau baca sinopsisnya ga perlu repot2 nyari karena di Kaskus jg dah dibuatin tret sinopsisnya ma agan Minibalanar (link tret "FengShen YanYi" bisa dicek dihalaman 1 tret ini)

Ato kalo agan mau beli novelnya yg terjemahan Indonesia jg ada yg terbitan Anjaya Books