KASKUS

3 Sindikat Narkoba Tewas Ditembak-100 Kg Sabu Disita, Diduga juga Pasok Senjata Api

Quote:Quote:
Quote:SUKABUMI– Tiga sindikat narkotika dan obat-obatan terlarang tewas ditembak di Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, kemarin. Satu orang ditembak kakinya dan enam lainnya yang berkewarganegaraan asing ditangkap dalam penyergapan oleh Mabes Polri. Dalam rangkaian penggerebekan itu,polisi mengamankan barang bukti berupa tiga pucuk senjata api,lima drum berukuran kecil berisi cairan sabu-sabu dan lima drum besar berisi 100 kg sabu-sabu.

Mereka adalah jaringan internasional narkoba Belanda-Iran yang melakukan penyelundupan melalui kapal kargo.”Jaringan ini melibatkan warga negara Somalia.Diduga sindikat ini juga menyelundupkan senjata api ke NKRI,”ujar Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Sutarman. Untuk menentukan titik lokasi pengiriman narkotika dan senjata api,sindikat ini menggunakan peralatan berteknologi tinggi seperti telepon genggam satelit dan GPS.

Kedua peralatan canggih ini telah diamankan petugas sebagai bagian dari barang bukti. Setelah menentukan lokasi pengiriman, para pelaku menggunakan perahu kecil jenis sekoci dan speedboat untuk pengiriman narkotika maupun senjata api ke daratan. Berdasarkan keterangan dihimpun, penyergapan sindikat ini berlangsung dramatis. Puluhan polisi melakukan penyamaran selama lebih dari 10 hari sebagai tamu vila Amanda Ratu yang menjadi tempat singgah para pelaku saat melakukan pengiriman narkotika.

Dalam proses penangkapannya, tiga dari sepuluh anggota sindikat tewas diterjang timah panas dalam drama baku tembak. Sementara satu orang mengalami luka tembak di kaki dan enam lainnya telah lebih dahulu diamankan. Kapolres Sukabumi AKBP M Firman mengatakan, letak geografis Pantai Ujunggenteng merupakan daerah yang sangat sepi karena jauh dari permukiman warga.

”Pantai tersebut berbatasan langsung dengan laut lepas. Karena letaknya itulah, kami menduga pelaku memilih sebagai lokasi pengiriman,”ujar Firman. Sementara itu,Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution mengungkapkan, penyelundup adalah jaringan narkotika internasional sindikat Belanda-Iran. Namun,Saud mengatakan,para pelaku saat itu menyelundupkan 50 kg sabu-sabu.

Dalam penyergapan yang diiringi dengan baku tembak antara sindikat dan petugas dini hari kemarin, empat penyelundup berkewarganegaraan Iran tertembak. Tiga orang tewas sedangkan seorang lagi hanya tertembak di paha dan ditangkap. Menurut Saud, Senin (16/1) lalu kapal kargo yang belum diketahui asal negaranya membuang jangkar di perairan Indonesia dekat pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi.

Kapal tersebut mendaratkan tiga orang, dua warga Somalia dan seorang warga Iran,melalui sekoci ke bibir pantai. Di bibir pantai lima orang berkewarganegaraan Iran siap menjemput. ”Namun karena ada gelombang laut sekitar 6 meter, sekoci pecah dan menabrak lambung kapal.Sekoci tenggelam,” kata Saud. Pecahnya sekoci mengakibatkan dua orang berkewarganegaraan Somalia tewas karena tenggelam.

Satu orang yang selamat yang berkewarganegaraan Iran langsung ditangkap tim Polri bersama lima orang penjemput. Sedangkan kapal kargo langsung kabur.Sementara narkoba yang dibawa dengan jeriken berhamburan ke laut. Polri terus mengintai pergerakan kapal kargo yang pada Kamis (19/1) datang kembali ke lokasi yang hamper sama.Kaliini kapalmenurunkanempatorang yang ditugaskan untuk berangkat ke bibir pantai juga dengan sekoci.

”Pada saat mereka mendarat, petugaslangsungmelakukan penyergapan. Mereka kelabakan dan berusaha kembali ke kapal.Petugas langsung melepaskan tembakan peringatan yang tak digubris lalu melepaskan tembakanke arahempat orang itu,”kata Saud. Para penyelundup, kata Saud, sempat membalas tembakan petugas. ”Terjadi baku tembak saat penyergapan. Namun, tidak ada korban di pihak kita,”ungkap Saud.

Tiga orang dari kelompok itu tewas akibat tembakan petugas. Satu orang lainnya tertembak di paha dan tertangkap. Dari penyergapan itu,polisi menyita tiga jeriken yang berisi sabu-sabu siap jual yang diperkirakan seberat 50 kilogram, lalu tiga pucuk senjata api genggam yang dibawa tiga tersangka.Polisi juga menyita sekoci yang membawa para penyelundup itu. ”Ada juga peralatan lain seperti kompas dan alat-alat lainnya,”ujar dia.

Namun, polisi tak bisa menghadang kapal kargo yang langsung kabur. Saud beralasan, Polri tak memiliki kapal cepat yang mengimbangi kapal kargo itu.Kapal tersangka berinisial A yang masih belum diketahui asal negaranya maupun nomor lambungnya diperkirakan kabur ke arah perairan Australia.Polri sudah berkoordinasi dengan kepolisian Australia untuk menangkap kapal kargo tersebut.

Dalam pemeriksaan tujuh tersangka,Polri juga terkendala bahasa. ”Mereka tak bisa bahasa Inggris atau pura-pura tidak bisa.Namun, kita masih berupaya untuk mengembangkan kasus ini,”kata dia. Polri belum mengungkap asal barang haram itu. ”Namun, ini diduga masih terkait jaringan terdahulu yang sudah kita ungkap sebulan lalu. Sindikat Belanda-Iran,”papar dia. Bulan lalu Polri mengungkap jaringan internasional.

Tim bentukan Direktorat IV Mabes Polri menangkap warga negara asing di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara.”Mereka menggunakan modus dengan menurunkan barang di tengah laut dan di tempat terpencil untuk menghindari petugas kepolisian,” ungkap Saud. Dari pendalaman Polri, mereka mendistribusikan barang haram ke berbagai wilayah. Namun, alamat tujuan pendistribusian sabu-sabu itu belum diketahui. toni kamajaya/ krisiandi sacawisastra
Sumber : Sindo

Ketika Murid TK Berunjuk Rasa Soal Tertib Berlalu Lintas

Quote:Quote:
Quote:SUKABUMI, (PRLM).- Puluhan pelajar Taman Kanak-Kanak se-Kota Sukabumi berunjuk rasa, Sabtu (20/1/12). Mereka membawa berbagai poster saat aksi yang berlangsung di lapangan Merdeka. Intinya mereka mendesak agar para pemakan jalan untuk menaati berbagai peraturan berlalu lintas di jalan raya.

Aksi para pelajar berseragam polisi di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi itu berlangsung di sela-sela apel besar Road Safety Partnership Action (RSPA). Aksi unjukrasa kali ini, tidak hanya memperoleh tepuk tangan para undangan, Kepala kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Besar Witnu Urip Laksana dan Wali Kota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur hanya bisa tersenyum simpul.

"Pokoknya, seluruh pengendara dan pemakai jalan raya untuk menaati peraturan berlalu lintas,” kata salah seorang siswa Taman Kanak-Kanak, Budi kepada "PRLM". (A-162/A-88)***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/173907

Kalahar Desak Pengamanan Pesisir Pantai Diperketat

Quote:SUKABUMI, (PRLM).- Pihak keamanan didesak memperketat pengamanan daerah pesisir pantai, karena letak geografis wilayah Sukabumi Selatan yang dinilai sangat strategis untuk penyelundupan peredaran narkoba internasional. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Kabupaten (Kalahar BNK) Sukabumi, Mohamad Yusuf, Sabtu (21/1/12).

Ditambahkannya, apalagi titik rawan penyelundupan di pesisi Palabuharatu-Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi itu, tidak hanya narkoba. Tetapi kasus perdagangan manusia (trafficking) hingga penyelundupan manusia (people smuggling) kerap terjadi di kawasan tersebut.

Pasalnya, dua titik pesisir pantai berada berada 9-10 derajat dan sudah masuk wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Bahkan nelayan lokal Sukabumi mampu masuk ke kawasan Christmas Island, Australia dalam waktu enam jam dengan kapal kecil. (A-162/A-88)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/173903

Kejari Galang Kota Hijau

Quote:Quote:
Quote:GUNUNGPUYUH – Para pejabat tinggi di Kota Sukabumi terus menggemborkan penanaman pohon untuk mewujudkan Kota Sukabumi menjadi Kota Hijau. Kali ini, kegiatan yang dimotori Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi. Bersama Kajari Sukabumi yang baru, E Suprihanto, sejumlah pejabat melakukan penanaman pohon di kawasan sekolah Hayatan Thayyibah Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi, kemarin.
Sekitar 1.400 bibit tanaman buah dan bunga rencananya akan ditanam di tujuh Kecamatan se-Kota Sukabumi. “Pelaksanaan penanaman pohon ini merupakan instruks dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang hijau,” kata Kajari Kota Sukabumi, E. Suprihanto.
Dijelaskan Suprihanto, untuk di Kota Sukabumi jumlah bibit tanaman yang diserahkan sekitar 1.400 batang dengan jenis tanaman Jambu Biji Merah dan Bunga Kuncup Merah. Tujuannya, untuk kembali menyadarkan kita semua bahwa sangat pentingnya menjaga lingkungan tetap hijau dan merawatnya. Karena lingkungan yang hijau dan terawat memberikan manfaat yang besar sekali bagi kehidupan saat ini dan yang akan datang. “Yang terpenting bukan menanamnya, melainkan bagaimana kita bisa merawat dan menjaga tanaman ini hingga tumbuh dan besar dengan baik,” lanjut Suprihanto.
Sementara itu, menurut Wakil Walikota Sukabumi, Mulyono penanaman pohon tersebut diharapkan akan lebih memperindang Kota Sukabumi. Selain itu, diharapkan juga penanaman ini tidak hanya dilakukan seremonial semata. Namun harus ada kepedulian dari semua elemen masyarakat untuk menanam dan merawat pohon. “Kita sengaja memilih sekolah dan pesantren untuk melakukan setiap kegiatan penanaman pohon. Selain dinilai efektif, perawatannya pun akan lebih terjamin. Soalnya mereka hampir setiap hari ada di lingkungan tersebut. Sementara, ketika dilakukan di luar sekolah untuk perawatannya tidak bisa dipastikan padahal yang lebih penting adalah perawatan,” ujar Mulyono.
Dalam kesempatan tersebut juga, hadir Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, M Muraz, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurrahman dan unsur Organisasi Perangkat Daerah lainnya.(nur)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=666

Distribusi Beras Nelayan Mandeg

Quote:Quote:
Quote:PALABUHANRATU–Cuaca ekstrim membuat sebagian besar nelayan memilih tidak melaut. Dengan demikian, nelayan sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah agar dapur nelayan tetap mengepul. Meski dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) sudah mengusulkan beras nelayan. Namun, hingga kini bantuan yang dinanti-nanti nelayan itu belum juga turun.
Seperti yang disampaikan Ketua RT 3/RW 32 Kampung Camara, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Nurdani (39). Ia menyebutkan, hampir semua penduduk di kampungnya itu adalah merupakan nelayan murni. Hingga kini, ada sebagian nelayan yang sudah tidak memiliki apa-apa lagi selain rumah yang sudah mulai usang.
“Disini ada beberapa warga yang makannya sudah dikasih tetangga dan ada yang dikasih saudaranya. Makanya kami sangat menanti bantuan itu,” kata Nurdani.
Pria yang bekerja sebagai nelayan itu juga menyampaikan, meski sebagian nelayan itu memaksakan diri melaut. Lantaran cuacanya ekstrim sehingga hasilnya pun tidak bisa diandalkan. “Untuk saat ini kita tidak bisa mengandalkan penghasilan dari melaut. Dan warga kami tidak bisa usaha selain melaut,” keluhnya.
Ketua Karang Taruna rw 32 Kampung Camara, Kamad (35) berharap, pemerintah bisa segera merespon keprihatinan masyarakat nelayan. “Jika bantuan itu datang setelah cuaca bagus lagi. Kita sudah bisa melaut lagi dan mungkin sudah bisa mendapatkan penghasilan lagi. Yang kami butuhkan untuk saat ini,” harapnya.
Dan untuk mengisi waktu, sebagian besar, nelayan lebih memilih membenahi alat tangkap ikan yang dimilikinya itu.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Sukabumi, Nasihudin. Usulan beras nelayan dari DKP Kabupaten Sukabumi itu sudah ditindaklanjuti oleh Dinsos Provinsi Jabar. “Kita tinggal menunggu surat dari Kementrian Sosial (Kemensos). karena anggaran 2011 yang diusulkan ke bulog itu sudah tutup buku,” katanya.
Nasihudin juga berharap, nelayan bisa bersabar dalam menghadapi cobaan ini. Lantaran pihak pemerintah tengah mengusahakan agar nelayan bisa segera mendapatkan beras nelayan itu.(ryl)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=638

TPSA Cicurug Dikeluhkan Warga

Quote:Quote:
Quote:CICURUG-Tempat Pembungan Sampah Akhir (TPSA) Cicurug dikeluhkan warga karena dianggap sudah tidak mampu menampung sampah. Setiap hari, 80 kubik sampah yang berasal dari wilayah Cibadak, Parungkuda dan Cicurug dibuang di TPSA yang berada di kampung Pasirjeding Desa Purwasari Kecamatan Cicurug. Padahal, ukuran TPSA hanya kurang dari satu hektar.
Selain itu, kendati TPSA ini dibangun di atas lahan milik Pemerintah Sukabumi (Pemda) namun keberadaaanya dekat dengan jalan kabupaten. Tepatnya jalur alternatif Cicurug. Serta beberapa bangunan pemukiman sudah marak dibangun di kawasan TPSA. Keluhan pun berdatangan dari warga sekitar yang merasa terganggu aktifitas di sana.
“Kendati berjarak 200 meter dari rumah saya, namun sampah tersebut mengundang lalat dan tikus memasuki pemukiman kami. Kalau untuk aroma bau tidak tercium. Sebab sampah tersebut tidak dibiarkan menumpuk, bisa dengan dibakar atau bagaimana caranya supaya tidak menggangu,” kata Rohman, Warga Perumahan Purwasari.
Rohman merasa heran jika setiap pagi, sampah yang berada di bak penampungan kompleksnya sangat lambat diangkut.
Padahal jaraknya bedekatan dengan TPSA tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi bukan hanya di kompeksnya saja. Di jalan protokol pun demikian. “Saya juga mengeluhkan sampah yang berada di bak kompeks lambat diangkut, siang baru diangkut. Seharusanya sampah yang berada di dekat lingkungan TPSA seperti kecamtan Cicurug mendapat waktu awal,” ujarnya.
Petugas Kebersihan TPSA, Darman mengatakan, sampah yang datang ke sana setiap harinya bukan berkurang melainkan bertambah. Sampah rumah tangga dan industri yang banyak tertampung di tempat ini. Dirinya pun kewalahan karena seorang diri membersihakan ceceran sampah yang datang dari 10 rit sampah perharinya.
“Sampah tidak dapat diturunkan ke celukan langsung. Celukan tersebut merupakan tebing atau jurang yang dibaut supaya sampah tidak berceceran ke mana-mana. Namun sekarang kondisinya begini lain. Truk hanya bisa menurunkan sampah berjarak sepuluh meter dari celukan, sebab khawatir amblas. TPSA ini mestinya dilengkapi alat pengeruk sampah,” singkatnya.(dri)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=635

Buruh Desak Realisasi Putusan MK

Quote:Quote:
Quote:SUKABUMI-Kalangan buruh Kabupaten Sukabumi menyambut positif Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang persamaan hak tenaga kerja alih daya (outsourching). Pasalnya, aturan itu dianggap membatasi ruang gerak buruh untuk mendapatkan kesejahteraan. Putusan MK ini juga dipandang sebagai revitalisasi aturan tenaga kontrak yang tidak diimplentasikan sebagai mana fungsinya.
Supaya putusan tersebut dapat diimplentasikan di Kabupaten Sukabumi, buruh mendesak pemerintah untuk berperan aktif mendukung dilaksanakannya putusan MK tersebut. “Dengan putusan MK mengenai tenaga kerja kontrak, ini merupakan segar sebab membawa kesejahteraan bagi nasib buruh. Keputusan Mk ini mesti secepatnya diterapkan dan ditetapkan,” ungkap Koordinator Koalisi Buruh Sukabumi (KBS), Eme kepada Radar kemarin.
Menurutnya, penerapan aturan Undang Undang no 13 tahun 2003 pasal 64 hingga 66 tidak sesuai dengan penggunaanya. Sebab inti dari outsourching hanya diberikan kepada tenaga kerja yang tidak bersentuhan langsung dengan produksi. “Tetapi yang saat ini terjadi buruh di bagian produksi diberikan hak outsourching. Ke depannya tidak ada kesejahteraan. Maka putusan MK ini merupakan revitalisasi perbaikan hak buruh,” ujarnya.
Bahkan menurut Eme, secara langsung menyerahkan rekomendasi kepada pemerintah daerah, Gubernur atau Bupati supaya tanggap mendukung Putusan MK tersebut, sebab warga Sukabumi yang berprofesi sebagai buruh sebagaian besar berstatus Outsourcing.
“Putusan MK ini harus didukung dan punya payung hukum yang jelas. Satu hal tentang outsourching yaitu aturan kerja yang diskriminatif,” tegasnya.
Kalangan buruh Sukabumi lain yang mendukung muncul dari tokoh senior Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) DPC Kabupaten Sukabumi, Baban Syahbanani. Menurut pengamatanya bahwa Outsourcing merupakan aturan untuk kalangan pekerja atau karyawan yang tidak bersentuhan langsung dengan proses produksi. Tetapi untuk karyawan produksi penerapanya tidak sah.
“Outsoruching pun memberikan waktu jangka kerja, dimana sistem ini tidak memberikan peluang meraih kesejahteraan buruh. Maka tidak salah buruh selalu menentang dan menjadikan aturan ini sebagai persoalan,” tandasnya. (dri)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=624

50 Persen Kawasan TNGP Kritis

Quote:Quote:
Quote:CIAMBAR–Wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) PTN WIL II Sukabumi, mengalami kerusakan yang cukup parah, penyebabnya adalah praktik ilegal logging dan pembukaan lahan pertanian yang dilakukan oleh warga masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Dari luas total keseluruhan area, 177.680 meter per segi, untuk kawasan TNGP Pasir Handap, Ciambar sekitar setengah dari lahan tersebut beralih fungsi karena kini digunakan oleh masyarakat untuk bercocok tanam dan lainnya, tanpa memperdulikan ekosisitem di sekitarnya. Dampak nyata yang akan terjadi dari pengrusakan lahan tersebut terlihat beberapa area sudah terjadi erosi.
Akin, salah seorang aktivis pencinta alam Cantigi mengatakan, lokasi pengrusakan hutan di area PTN WIL II Sukabumi meliputi beberapa titik hutan sub Alpin dengan jenis hutan berpohon lebat. “Area tersebut menjadi sasaran pelaku ilegal logging, meliputi daerah Pasir Panon, Andong Koneng, Situ Gunung, Goalpara dan Nagrak, dengan pengrusakan berupa penebangan liar pohon, pencurian pohon bambu, pengarangan dan penggarapan lahan hutan untuk bertani,” katanya.
Menurutnya, pelaku ilegallogging tersebut merupakan warga sekitar. Ironisnya, penebangan ini untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, salah satunya dikarenakan mereka tidak punya lahan untuk berkebun. Hutan pun jadi sasaran berkebun. “Itu dilakukan warga tanpa mempertimbangkan kondisi hutan,” ujarnya.
Akin beberapa kali sempat memergoki pelaku penebangan pohon dan kawasan tersebut dijadikan sebagai tempat bisnis kayu. Lokasi tersebut menjadi sumber kayu-kayu berkualitas tinggi, seperti kayu Damar, Rasamal, Sajinten yang mahal harganya. Penggiat pencinta alam terus berupaya menekan pengrusakan alam mempersoalkan pelaku perusak hutan. “Upaya penghijuan atau rebosiasi terus dilakukan, penanaman bibit pohon dan penyadaran bahwa lingkungan hutan harus dijaga. Namun beberapa kali bibit pohon ditemukan dalam kondisi rusak atau mati,” pungkasnya.(dri)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=631

Melihat Kiprah Anggota Tim SAR Kabupaten Sukabumi

Quote:Quote:
Quote:Tanggung jawab Tim SAR Kabupaten Sukabumi memang cukup berat. Apalagi, di balik beratnya tugas mengevakuasi para korban, ketersediaan peralatan penunjang masih kurang mendukung. Tak heran Tim SAR tak henti-hentinya mendesak pemerintah daerah setempat supaya membantu sarana dan peralatan untuk pertolongan dan penyelamatan para korban yang terkena laka laut (kecelakaan laut).

VEGA SUKMAYUDHA- Sukabumi

BERDASARKAN data di lapangan, hanya dalam waktu empat bulan terakhir ini tercatat sudah terjadi tujuh kasus laka laut yang menelan korban jiwa hingga 13 orang. Tentu dengan tingginya laka laut ini cukup memprihatinkan dan menyedihkan kita semua, di mana ketika Pemkab Sukabumi makin gencar-gencarnya mempromosikan dunia pariwisata, khususnya di Palabuhanratu.
Atas laka laut yang sering terjadi. Ketua SAR Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri melontarkan sedikit kekhawatiran jika tingginya angka kejadian laka laut itu akan berpengaruh terhadap penurunan minat wisata para pengunjung. “Tidak mustahil, secara psikologis wisatawan jadi enggan atau ragu-ragu ketika berencana berwisata ke pantai karena melihat faktor keamanan dan keselamatannya,” kata Okih.
Adalah pemikiran yang keliru saat semua laka laut itu langsung menyalahkan kondisi alam. Sebab, dilihat dari kronologis kejadiannya, faktor penyebab terjadinya laka laut itu akibat human eror para pengunjungnya. Mereka kurang berhati-hati ketika mandi dan berenang di pantai. Selain itu, kurangnya pengawasan petugas dan minimnya sarana dan peralatan yang tersedia bagi para penjaga pantai.
Jika pemerintah ingin sektor pariwisata berkembang maju dan objek wisatanya banyak diminati para pengunjung, berikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang berekreasi di pantai. Minimal, wisatawan bisa merasa aman ketika melihat semua sarana dan peralatan penyelamatannya lengkap dan tersedia di setiap objek wisata pantai.(*

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=628

Sambut Imlek, Vihara Berbenah

Quote:Quote:
Quote:WARUDOYONG–Suasana kemeriahan menyambut tahun baru Imlek 2563, mulai terasa di Kota Sukabumi. Di sejumlah pusat perbelanjaan dan vihara sudah nampak hiasan dan ornamen bernuansa Gong Xi Fa Chai.
Persiapan jelang Imlek dari tahun Kelinci ke Tahun Naga Air yang jatuh pada tanggal 23 Januari ini nampak di Vihara Wirasakti di Jalan Pajagalan No. 26, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, kemarin.
Pengurus vihara terus melakukan pembenahan dan persiapan tempat ibadah serta kebersihan ruang ibadah. Bahkan berbagai ornamen lilin sudah terlihat.
Pengurus Vihara Wirasakti, Bob Gunawan mengatakan, persiapan yang dilakukan meliputi kebersihan tempat ibadah, penambahan fasilitas ibadah seperti lilin dan dupa untuk jemaat. “Di Vihara ini menampung sekitar 500 umat yang akan melaksanakan ibadah nanti,” ujar Bob.
Adapun acara puncak Imlek pada Minggu malam, 22 Januari Pukul 00.00 WIB dengan penyalaan lilin sebagai pergantian tahun Imlek yaitu dari tahun Kelinci ke Tahun Naga Air.
“Naga air mengandung makna Naga berarti kuat atau perkasa sedangakan air bertajuk halus mengalir dan jernih, maka tahun naga ini adalah tahun menuju keperkasaan dan air menandakan mengalir yang begitu halus,” ungkapnya.
Sementara itu, Dewan Pengurus Kelenteng Kota Sukabumi Bambang Hariyanto menuturkan, perayaan Imlek di Kota Sukabumi akan diselenggarakan pula di lima vihara yaitu Vihara Wirasakti, Vihara Wimala Kirti, Vihara Meta Maitrea, Vihara Tri Darma dan Vihara Darma Ratna.
“Karena di Kecamatan Warudoyong terdapat empat vihara dan satu lagi di Jalan RE Martadinata No. 49 Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole, yaitu Vihara Darma Ratna,” tuturnya.
Untuk acara puncak penutupan Tahun Baru 2563 Imlek sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 12 Februari mendatang yaitu perayaan Cap Go Meh dengan keliling Kota Sukabumi. “Kota Sukabumi merupakan penutupan Cap Go Meh terakhir di vihara se-Jawa Barat,” pungkasnya.(fkr)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=732

Harga Beras Masih Tinggi

Quote:SUKABUMI,(GM)-Sejumlah ibu rumah tangga khususnya di Kota Sukabumi, mendesak pihak-pihak terkait Pemkab Sukabumi segera melakukan operasi pasar (OP) beras murah. Pasalnya, hingga saat ini harga beras di pasaran relatif masih tinggi, hingga menembus harga Rp 7.200/liter. Padahal, semula harga beras di pasar tradisional berkisar Rp 6.800 hingga Rp 7.000 per kg.

"Saya sebagai ibu rumah tangga merasakan harga beras di pasar masih tinggi. Jadi sungguh sangat memberatkan," kata salah seorang ibu rumah tangga asal Kp. Cipanengah Girang, Kel. Cipenengah, Kec. Lembursitu, Kota Sukabumi, Ny. Eti (50) ketika ditemui "GM", Senin (23/1).

Yang pasti, sampai saat ini kenaikan harga beras di pasaran belum bisa terkendali, artinya harganya masih melambung. Kenaikan harga beras sejak November 2011 hingga Januari 2012 ini masih sangat tinggi.

"Meski kenaikan harga beras sudah lama, namun tanpa disertai usaha pemerintah untuk menurunkan harga beras melalui operasi beras murah di pasaran lokal Sukabumi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kota Sukabumi, Dudi Fatuljawad ketika dikonfirmasi "GM" mengatakan, untuk menurunkan harga pasaran beras, pihaknya akan segera melakukan operasi beras murah di pasar lokal Sukabumi. "Operasi beras murah akan dilakukan secara kontinu di beberapa lokasi pasar tradisional Sukabumi. Dengan harapan mampu menekan harga pasaran beras," katanya. (B.118)**

Sumber : galamedia

Walah, Ikan Pindang Sukabumi Impor dari China

Quote:Quote:
Quote:inilah..com, Sukabumi - Kabupaten Sukabumi miliki sentra pengolahan ikan pindang terbesar se Provinsi Jawa Barat di Kecamatan Bantar Gadung. Namun disayangkan bahan baku ikan impor dari Thailand dan Cina karena pasokan lokal sedikit.

''Jumlah pasokan ikan impor rata-rata mencapai sekitar 10 ton hingga 15 ton per hari. Namun pasokan ikan impor ini tidak merugikan nelayan,'' kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina kepada wartawan akhir pekan ini.

Menurut Dedah, ikan yang diimpor merupakan jenis yang tidak terlalu banyak diproduksi nelayan lokal. Oleh karena itu DKP tidak melarang impor ikan. ''Karena Sukabumi juga mampu mengekspor ikan tuna ke luar negeri,'' ujarnya.

Dedah menambahkan di sentra pengolahan ikan pindang tersebut, terserap tenaga kerja yang mencapai 1.025 orang. Juga DKP sedang mengembangkan lobster dan ikan sidat.
Sumber : Inilahjabar

Moratorium tidak Dicabut, Belasan TKW tak Kunjung Pulang

Quote:SUKABUMI, (PRLM),- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/1) mengeluhkan masih belum dicabutnya moratorium Tenaga Kerja Indonesia (TKI).. Pasalnya, diterbitkan moratorium oleh pemerintah, tidak hanya membuat tertundanya 4.234 orang TKW dan TKI pergi memperoleh pekerjaan kesejumlah negara Timur Tengah. Tetapi kehadiran moratorium disinyalir telah mengganggu kepulangan para TKW dan TKI asal Sukabumi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Sukabumi, A Aam Amarhalim didampingi Kepala Seksi (Kasie) Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri, Ismail.

“Tidak menutupkemungkinan karena moratorium tidak segera dicabut, para TKW yang kini bekerja di sana tidak diperkenankan untuk dipulangkan oleh majikannya,” kata A. Aam Amarhalim kepada "PRLM", (A-162/A-107)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/174161

Pencuri Diamuk Massa

Quote:SUKABUMI,(GM)-Seorang pencuri motor, Hen (25), warga Kec. Cikidang, Kab. Sukabumi, nyaris tewas setelah menjadi sasaran amuk massa di Kp. Cireungeud, Desa Cibolang Kaler, Kec. Cisaat, Senin (23/1) malam. Ia tertangkap basah mencuri motor milik warga setempat.

Pelaku mengalami luka menganga akibat hantaman benda keras sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Informasi yang dihimpun "GM" di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (24/1), amuk massa terjadi pukul 19.00 WIB. Saat itu, tersangka yang membawa motor milik korban Rival (20) dikejar ratusan warga. Karena panik, ia meninggalkan motor curiannya di sekitar perkampungan.

Namun tersangka terjatuh ke dalam sumur tua di belakang masjid. Massa kemudian berusaha menyetrumnya. Namun aksi ini berhasil diredam sejumlah tokoh masyarakat.

Beberapa saat kemudian, korban diangkat dari dalam sumur dan massa pun merangsek. Mereka berusaha memukul tubuh korban dengan benda keras.

Korban pun ambruk. Beruntung petugas tiba di lokasi. Guna menghindari amuk massa, tersangka dibopong ke mobil patroli dan dibawa ke RS Syamsudin Kota Sukabumi.

Setelah mendapat pertolongan medis, dengan dijaga ketat petugas tersangka dibawa ke ruang rawat inap. Kini, tersangka masih tergolek lemah akibat luka serius di sekujur tubuhnya. (B.118)**
Sumber : Galamedia

Peserta Training Motivasi Membludak

Quote:Quote:
Quote:CIKOLE – Lembaga Dakwah Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (LDK Al-UMM) mengadakan bedah buku “Insan Muda Sukses Paripurna” karya Asep Wahidin Al-Mufid, sekaligus pelatihan motivasi di Gedung Pusat Kajian Islam (Puski), Minggu (21/1) lalu.
Kegiatan yang sebelumnya menargetkan 300 peserta ternyata mencapai 650 peserta. Ketua LDK Al-UMM, Yogi Selamet mengatakan peserta bukan hanya mahasiswa UMMI tapi juga dari kalangan umum. “Peserta tadinya khusus mahasiswa tapi banyak yang daftar juga selain mahasiswa, jadi kami buka untuk umum juga,” ujar Yogi.
Penulis Asep Wahidin Al-Mufid sendiri tampil sebagai pemateri dalam bedah buku dan training motivasi ini. Acara ini juga dihadiri Wakil Walikota Sukabumi, Mulyono. Ia mendukung kegiatan seperti ini untuk menambah wawasan dan semangat mahasiswa untuk memotivasi diri berbuat lebih baik. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa secara khusus dan peserta umumnya,” ujar Mulyono.
Peserta yang kebanyakan mahasiswa itu serius mengikuti acara tersebut, bahkan ketika Asep mulai melakukan muhasabah (renungan), tak sedikit para peserta yang menangis tersedu-sedu. Yogi menambahkan tujuan diadakan acara ini bertujuan untuk membuka pola pikir masyarakat. “Kami ingin membuka pemikiran masyarakat, kalau anak muda pun bisa sukses,” tambah pria berusia 21 tahun ini.
Yogi berharap dengan adanya acara ini bisa menjalin silaturahmi antar peserta. “Saya harap semua peserta menjadi baik dan kerja sama antar mahasiswa semakin terpadu,” tambah Yogi.(cr6)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=955

Yang Tersisa dari Perayaan Tahun Baru Imlek 2563

Quote:Quote:
Quote:Perpindahan tahun Imalek 2563 dari Shio Kelinci menuju Shio Naga Air disambut gembira oleh warga Thionghoa di Kota Sukabumi dengan atraksi penampilan Barongsai yang sehingga warga sekitar pun larut dalam kemeriahan tersebut menyaksikan aksi Barongasi ditambah dengan penyalaan lilin besar. Berikut liputannya?

Falah Kurnia Robbi, Warudoyong

Perayaan Imlek merupakan perayaan besar dan sakral bagi warga Thionghoa sehingga mereka berbondong-bondong untuk menyambut Tahun Baru tersebut mendatangi Vihara Wirasakti, Vihara tertua di Sukabumi yang didirikan pada tahun 1914. Pemasangan hiasan lampu (lampion), penyalaan lilin, serta persembahan hidangan buah-buahan dan berbagai macam kue menjadi ciri khas perayaan Imlek di Vihara Wirasakti. Dengan corak khas warna merah pada bangunan dan atraksi Barongsai ditambah dengan penyalaan lilin raksasa yang begitu terang warna merah.
Persembahyangan berlangsung seperti hari-hari biasa, namun kali ini agak istimewa, karena disertai dengan pemberian makanan khas kepada mereka yang dinilai berjasa dalam mengembangkan usaha maupun kehidupan pribadi. Perayaan Imlek tahun ini menekankan harapan baru yang lebih baik dalam menyongsong masa depan. Upaya itu disertai dengan menekankan pada perdamaian, rasa gotong royong, kepedulian sesama umat manusia dan kebersamaan, termasuk dengan umat lain.
Pengurus Dewan Kelenteng Kota Sukabumi Bambang mengatakan, Cina tidak bisa dilepaskan dari filosofi-filosofinya yang memiliki makna dalam. Seperti pada lilin imlek, tak sekadar lilin yang begitu dibakar kemudian habis tak berbekas, namun juga memiliki makna yang tersirat. Sepasang lilin imlek terdiri dari lilin yang bertuliskan huruf Cina dan lilin yang diberi gambar naga (liong). Tulisan di lilin biasanya berupa sajak, di antaranya seperti ucapan selamat hari raya Imlek, semoga dagangan maju, usaha maju, dan lainnnya. Sementara gambar naga (liong), untuk tahun ini disesuaikan dengan tahun Naga Air. “Tulisan pada lilin tersebut punya makna tersendiri yang mengartikan kemajuan dan ucapan serta harapan hidup,” ujar Ketua Dewan Klenteng Sukabumi, Bambang Hariyanto.
Penampilan atraksi barongsai yang ditunggu-tunggu warga akhirnya mulai dipentaskan dengan dua grup barongsai yaitu Anugrah dan Gie Say, Kedua kelompok barongsai yang didominasi oleh anak-anak tingkat pelajar begitu memukau membuat wrga berbingah dan berlarut dalam kemeriahan pementasan barongsai tersebut, Disaat tampilan barongsai yang semakin luar biasa dengan meminkan loncatan ular panjang dan singa penonton pun teriak sambil tepuk tangan. “Saya setiap tahun menonton aksi barongsai ini dan memamng sangat bagus apalgi jarang-jarang pementasan seperti ini,” kata seorang warga sekitar Iis Setiawati (27).(*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=950

Pemkab Jamin Stok Pupuk Aman

Quote:Quote:
Quote:SUKABUMI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi akan menambah kebutuhan pupuk urea bersubsidi untuk petani. Ini dilakukan setelah hampir sebagian besar petani di Kabupaten Sukabumi menjerit karena langkanya pupuk. Padahal, para petani sangat membutuhkan pupuk memasuki musim tanam.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Kadiskoperindag) Kabupaten Sukabumi, Asep Japar menjelaskan pemerintah dan distributor pupuk akan menambah pasokan pupuk ke daerah yang dilanda kelangkaan. Saat ini, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan produsen pupuk untuk menambah kuota pupuk urea tersebut.
“Kita minta agar petani yang kekurangan pupuk segera melapor. Sehingga akan jelas jumlah pupuk yang akan dipasok. Untuk alokasi pupuk urea subsidi pada 2012 ini sebanyak 54 ribu ton,” katanya belum lama ini.
Dijelaskan Asep, kelangkaan pupuk belakangan terakhir diakibatkan pengaruh perubahan warna pupuk dari putih menjadi pink yang mulai diberlakukan pada awal tahun ini. “Salah satu factor sulitnya pupuk yakni perubahan warna dari putih ke pink,” singkatnya.
Produksi pupuk di Kabupaten Sukabumi lanjut Asep cukup tinggi yang mana perharinya mencapai 3.500 ton. Untuk kebutuhan pupuk urea pada Januari di Kabupaten Sukabumi mencapai sebanyak 4.500 ton. Dari jumlah itu, sebanyak 3.700 ton,” jelasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, petani di Kabupaten Sukabumi kelimpungan lantaran sulit mendapatkan pupuk jenis urea beberapa pekan terakhir. Padahal, mereka sangat membutuhkan pupuk karena saat ini sudah memasuki musim tanam.
Pengakuan dari sejumlah petani, kelangkaan pupuk urea tersebut sudah terjadi sekitar sepekan lebih. Mereka sudah berusaha mencari ke tiap pangkalan hingga agen pupuk, namun tetap saja sulit.
“Sudah beberapa hari, kami sulit mendapatkan pupuk urea. Kami jadi kebingungan. Padahal kami sangat membutuhkan pupuk untuk memupuk tanaman seperti padi yang sudah mulai tanam,” kata Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Ide Firmansyah.(wan)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=1030

Besaran UMK 2012 Meleset

Quote:PARUNGKUDA-Besaran upah mininum kabupaten (UMK) untuk para buruh di Kabupaten Sukabumi meleset. Dari hasil pembahasan Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Sukabumi, besaran UMK tahun 2012 hanya Rp885 ribu. Padahal, ajuan dari kalangan buruh, besaran UMK mencapai Rp1 juta.
“Memang cukup dilematis. Kita ingin besaran UMK tidak melenceng dari keinginan para buruh. Hanya saja, karena beragam pertimbangan dan kesepakatan, besaran itu akhirnya ditetapkan. Yang harus diperhatikan sekarang, hanya pengawasannya saja di lapangan,” tutur Koordinator Koalisi Buruh Sukabumi (KBS) Dadeng Nazarudin kemarin.
Kepada Radar ia menuturkan, dengan kenaikkan yang tidak tinggi, seluruh perusahaan harus mengikuti dan mematuhi besaran UMK itu. Organisasi buruh siap mengawasi penerapanya di lapangan. Sebab, penetapan tersebut sesuai dengan kesepakatan bersama antara Pemerintah pengusaha dan unsur buruh.
“Sosialisasi mesti berjalan seluruhnya. Terutama karyawan mesti diberikan pemahaman yang mendetail. Sementara pengawasan perlu dilakukan kepada perusahaan supaya penerapanya sesuai,” katanya.
Saat ini penetapan diikuti seluruh pihak yang terlibat. Ini terbukti dengan tidak adanya penangguhan UMK. Hanya saja yang menjadi perhatian, penerapan UMK mesti di pantau secara kontinyu.
Di tempat lain, Fungsionaris DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sukabumi, Babansyahbanani menyatakan, besaran UMK juga harus disosialisasikan kepada seluruh buruh. Sebab, kendati kenaikkan UMK memang dirasa tidak besar, tidak sedikit buruh yang tidak menerimanya. Namun karena keputusan maka harus diterima semua pihak.
“Tetap intinya perusahaan mesti benar menerapkan UMK 2012, hanya saja berikan kebijakan dari perusahaan yang dapat mendorong kesejahteraan karyawan. Hak buruh berada di perusahaan sangat banyak di antaranya tunjangan dan jaminan sosial.” tukasnya. (dri)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=1025

Jalur Sukabumi-Banten Diperbaiki

Quote:Quote:
Quote:PALABUHANRATU–Jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tengah diperbaiki.
Ruas jalan Provinsi dan jalan Nasional di beberapa titik itu digerus longsor di malam Tahun Baru 2012 (1/1/2012) lalu.
Dari pantauan Radar Sukabumi, jalan provinsi di kampung Jambu Bodas, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok tengah diperbaiki. Selain itu perbaikan juga dilakukan di Kampung dan dua titik di Kampung Pasir Talaga dan dua titik di perbatasan Desa Cikelat dan Karangpapak. Sedangkan jalan nasional di Kampung Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung yang menghubungkan Palabuhanratu dengan Sukabumi atau Palabuhanratu-Bogor.
Pengamat perbaikan Jalan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jawa Barat, Adang Sulaeman mengatakan, pihaknya kini tengah membenahi ruas-ruas jalan Provinsi yang digerus longsor itu. “Untuk kerugian saya tidak tahu. Tapi semua ruas jalan yang menghubungkan kabupaten Lebak, Provinsi Banten dengan Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat sedang diperbaiki. Sebagian ada yang selesai,” singkatnya.(ryl)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=1036

Mabuk Tuak, Pemuda Dayeuluhur Tabrak Angkot

Quote:Quote:
RINGSEK:Kondisi angkot Bhayangkara yang rusak berat setelah tabrakan dengan Honda Beat di Jalan R Syamsudin SH, minggu malam

Quote:CIKOLE – Diduga mabuk berat setelah menenggak minuman keras, Ilham (20) tak kuasa mengendalikan motor Beat yang dekendarainya hingga oleng dan tabrakan dengan angkot Jurusan Bhayangkara di Jalan R Syamsudin SH, kemarin malam. Ilham dan rekannya yang dibonceng, Herman (19) mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH. Sementara angkot yang dikendarai Sudrajat (66) ringsek di bagian depan sementara sopirnya baik-baik saja.
Ilham (20) warga Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong dan Herman (19) warga Kelurahan/Kecamatan Lembursitu yang sedang mabuk berat diakibatkan minum tuak mengendarai Honda Beat merah dengan nopol F 5026 TA. Kejadian Pukul 21.25 WIB di Jalan R Syamsudi SH.
Kejadaian berawal saat angkot putih 14-an melaju dari arah Timur. Tepat di depan Kantor Jasa Raharja, Sudrajat melihat dari jarak 50 meter kendaraan roda dua motor berkecepatan tinggi dan dalam keadaan oleng. Sehingga Sudrajat pun merasa kebingungan di saat melaju dan tiba-tiba motor menghantam angkot yang mengakibatkan bemper depan rusak dan kaca depan pecah. “Laju kendaraan saya, sedang. Cuma motor dari arah berlawanan oleng hingga ke jalur kanan dan saya pun tidak bisa menghindari tabrakan,” kata Sudarajat.
Saat peristiwa tersebut salah seorang warga, Emay (48) mendengar suara benturan keras dan Ia pun langsung lari melihat kejadian itu. “Saat saya di warung pinggir jalan mendengar suara Brak.. saya kaget, ternyata ada tabrakan dan saya langsung panggil warga lain,” ungkap Emay.
Kedua korban yang dilarikan ke RSUD R Syamnsudin untuk mendapat perawatan medis dan sempat menyulitkan tim medis di saat melakukan operasi pasalnya kedua korban sedang mabuk berat sehingga bertingkah aneh. Herman sempat ngelantur dan Ia mengakui sedang mabuk karena baru saja minum tuak. “Saya mabuk tuak, beli Rp 20.000 dapat satu botol,” aku Herman.
Sementara kondisi korban lainnya, Ilham lebih serius. Ia susah berkominikasi dan harus dilakukan perawatan yang serius oleh pihak rumah sakit.(fkr)
Sumber: http://radarsukabumi.com/?p=1642