KASKUS

Quote:Original Posted By Ohyeahfine
betul, karena itu saya menanggapi dengan pemikiran yang saya punya.. samasekali tidak ada niatan untuk menyalahkan pendapat anda..
jadi logikanya, meskipun apa yang saya katakan berbeda dengan apa yang anda katakan, itu tidak berarti bahwa apa yang anda katakan salah..

berangkat dengan logika itu.. saya berusaha untuk melunturkan batas2 antar agama, karena menurut saya sebenarnya agama itu banyak unsur2 yang serupa, seperti mengasihi, saling menghormati, sedekah, berbuat baik.. seperti perumpamaan musik, meski nuansa overall mungkin berbeda, tapi ada elemen2 yang pasti sama ada disetiap genre.. misal: nada do re mi fa sol, tanda berhenti, ketukan, irama, bahkan suara yang sama, atau bahkan alat musik yang sama..
itulah poin saya, bahwa sebenarnya kita bisa kok antar Agama itu lebih terlibat, lebih menyatu, dan ini samasekali tidak bermaksud bahwa lalu keyakinannya dirubah semua.. bukan itu.. jadi seumpama saya mengakui Yesus adalah Tuhan, tentu anda tidak akan setuju, karena tidak sesuai dengan keyakinan anda.. tapi apakah hal itu lalu kita jadikan penghalang bagi kita untuk lebih terlibat? saya yakin, tentu ada hal-hal dimana kita bisa saling belajar, seumpama seperti Ibu saya pernah berkata, bahwa umat Islam itu patut diteladani, karena mereka beribadah bisa sehari beberapa kali..

kalau boleh saya bertanya, apakah ada sisi positif hasil dari pengkotakan Agama?

karena itulah saya selalu dalam pemikiran saya berkata bahwa setiap Agama itu adalah benar, tentang detail-detail yang konflik, tentang siapa Tuhan, siapa Nabi, Kejadian mana yang benar.. itu hanyalah detail saja..

dan tentu saja, ini adalah pendapat saya, dengan tanpa maksud untuk mengurangi, atau bahkan menyalahkan pendapat orang lain
—awareness™

oooo gt mksd agan
semua agama sama yah....
mmm y udah deh....terimakasih tanggapannya gan...
Quote:Original Posted By sariputra
cinta.cinta apa kabarnya gan ?


kurang tau....

ngurusin skripsi kali....

kayaknya dulu stres skripsi... kaskus jadi pelampiasan...

yang penting maen di nada kang
sama ngerti cara baca notasi nada

karena music adalah alunan nada

:
Quote:Original Posted By ki run
pemahaman yg sesat ttg agama

ga ikutan sesat ahh..biar TS nya aja sendiri ama yg meyakininya


agan nggak suka musik ya
Quote:Original Posted By ngaci
oooo gt mksd agan
semua agama sama yah....
mmm y udah deh....terimakasih tanggapannya gan...


masa saya bilang sama?
awareness
Quote:Original Posted By Minibalanar
Belief System jawabannya, Belief System adalah akumulasi Pengalaman Lapangan + Teori

Contoh : seseorang bilang garam itu asin karena dia mengecap itu asin, sedangkan orang lain bilang sesat dan menurut BS orang itu garam itu manis

Tapi sesungguhny jika kedua sudah memiliki BS yang setara atau mendekati maka tidak ada kebingungan yang timbul, biar seluruh dunia bilang matahari itu dingin, matahari tetap panas itu kebenarannya


betul, dan itu yang penting.. salah satu ukuran BS tuh menurut ane, tidak emosi kalau keyakinannya dipertanyakan, dipersalahkan.. karena sudah tidak bingung lagi..

Quote:Original Posted By andyk02
imho,

semua agama sama2 mengajarkan kebaikan....

semua agama benar bagi pemeluknya yang menjalankannya dengan sepenuh

hati..

semua agama jelas beda dari tata cara dan dogmanya...

btw,

apa sih yang nggak bisa buat bahan ribut sama manusia ?

dari permen sampe surga juga bisa diributin....


betul itu :

maka mari kita mulai singkirkan permen2 yg bisa buat ribu

Quote:Original Posted By sariputra
cinta.cinta apa kabarnya gan ?


wah cinta.cinta
awareness
Quote:Original Posted By ngaci
saya kurang setuju dengan pendapat agan bahwa agama sama dengan musik
sangat-sangat berbeda

perbedaannya
Spoiler for pernyataan 1:

Spoiler for pernyataan 2:

Spoiler for pernyataan 3:

Spoiler for pernyataan 4:

mohon tanggapan yang sehat agan...akan saya tunggu semalaman ini untuk berdiskusi mengenai hal ini wallahualam


sebelumnya anda sudah mengerti belum esensi dari thread saya? sudahkah menangkap inti permasalahan yang saya sampaikan melalui analogi musik ini? membaca secara keseluruhan atau hanya memotong motong mana mana yang menurut anda kurang cocok?

karena maaf, menurut saya pertanyaan anda bahkan tidak menyentuh topik inti dari thread saya

pertanyaan pertama paragraf lengkapnya adalah berikut :
Quote:Bagi saya beragama itu adalah seperti kesukaan seseorang akan musik,

Ada orang yang suka mendengarkan musik dangdut,

Ada orang yang suka mendengarkan musik rock,

Ada orang yang suka mendengarkan musik pop,

Ada orang yang suka mendengarkan RnB dan sebagainya,

Bagi orang yang mencintai sebuah genre musik, bagi dia genre musiknya adalah yang paling enak untuk didengarkan, musik terbaik di bumi, the sound that everyone must hear, tak ada yang mengalahkan genre musik yang dia suka,


diparagraf akhir pun dijelaskan :
Rock, Pop, Dangdut, Jazz, Klasik, Alternatif, Metal, Underground, Punk, RnB, Rap dalam kehidupan kita bisa diibaratkan sebagai agama, dan penikmat musik sebagai umatnya

==============
paragraf ini menerangkan analogi tentang bagaimana orang orang yang beragama A akan meyakini bahwa agamanya adalah agama terbaik, agama yang paling benar, agama yang paling membuat tentram hati, agama yang paling bikin nyaman perasaan kita,

beragama itu seperti merasa suka pada musik, karena segala sesuatu melibatkan rasa,

setelah menelitinya,menurut rasa saya, inilah ajaran yang paling baik,
setelah menelitinya,menurut rasa saya, inilah ajaran yang paling logis
setelah menelitinya,menurut rasa saya, inilah ajaran yang paling mencerahkan pikiran atau dalam bahasa anda memberikan hidayah
setelah menelitinya,menurut rasa saya, inilah ajaran yang paling membuat tentram hati

semua melibatkan rasa, karena rasa tiap orang berbeda beda maka inilah alasan di dunia ini tidak terdapat satu agama saja, namun ada banyak agama berkembang

ada yang memperoleh rasa itu melalui penelitian panjang, ada yang karena turunan, ada yang karena ikut ikutan saja, ada yang karena terbiasa,
perbedaan ini pun yang membuat ada orang yang beragama KTP saja, ada orang yang benar benar mendalami agamanya

sama seperti musik, ada orang yang memang hanya mendengarkan saja, ada yang benar benar menikmatinya, ada yang cuma karena kebiasaan, ada yang karena ikut ikutan, ada yang karena mengamati dan meneliti kompleksitas dan variasi dari musik tersebut,

quote berikut anda potong begitu saja, sehingga menghilangkan maknanya, seharusnya anda copas secara komplit
Quote:Saya sendiri menyukai musik dangdut, tentu bagi saya musik dangdut adalah musik yang sangat merdu, mengalun lembut, menentramkan pikiran, membuat santai,

Namun ini tak membuat saya menjadi fanatik dangdut, dan mencela aliran musik lain,

anda tau maknanya?

kecintaan saya terhadap genre musik saya, kecintaan saya terhadap agama saya, tidak boleh menjadi alasan bagi saya untuk mencela agama lain yang saya pandang tidak layak,

paragraf itu bermakna cintailah agamamu tapi tetap hormati orang lain dngan agamanya

pertanyaan kedua bertujuan agar anda mengevaluasi segala hal yang melibatkan nama agama anda,
satu contoh, saat ada orang mendatangi anda, mengajak anda untuk menjadi teroris atas nama agama, atas nama tuhan, apa yang akan anda lakukan?

langsung mengiyakan lantaran dia memakai label agama anda?

jika saya pribadi, tentu tidak, akan saya lihat, saya pilah pilah, saya pertimbangkan baik buruknya, saya pelajari lebih dalam, benarkah sisi sisi agama saya yang dia bawakan untuk mengajak saya menjadi teroris itu benar adanya? seperti itu maknanya? ini adalah makna dari memilah milah dan tak menelan mentah mentah semua yang berbau dangdut

pertanyaan ketiga menurut pendapat saya, walaupun saya beragama A, tapi saya tidak lantas berpikir bahwa kebaikan hanya ada di dalam agama saya, dan menampik jauh jauh adanya ajaran kebaikan di dalam agama lain,

saya banyak membaca dan mempelajari ajaran ajaran yang menuntun kebaikan dari berbagai agama, saya belajar terhadap orang orang lain yang lebih bijaksana walaupun dia lain agama,

itu akan membuat pikiran saya lebih terbuka terhadap hubungan dengan sesama manusia,
apakah dengan mempelajari dan mengambil manfaat dari agama lain membuat saya meragukan agama saya? menggoyahkan keyakinan dan iman saya?
hanya orang beriman tipis yang berkata ya

lain cerita jika anda menganggap bahwa kebaikan itu hanya ada di dalam agama anda

pertanyaan keempat lagi lagi anda memotong kalimat saya sesuka anda, semoga anda tidak melakukannya lagi nanti, bacalah secara penuh
Quote:Rock, Pop, Dangdut, Jazz, Klasik, Alternatif, Metal, Underground, Punk, RnB, Rap dalam kehidupan kita bisa diibaratkan sebagai agama, dan penikmat musik sebagai umatnya

Sementara, musik adalah spiritualitas, universal, tanpa batas


di dunia ini ada banyak sekali agama, di indonesia diakui 6 agama, belum termasuk kejawen, sunda wiwitan dan sebagainya, masing masing dari agama tersebut mengajarkan manusia untuk berbuat baik, menjauhi berbuat jahat mensucikan hati dan pikiran

darimana saya tau? dari hasil membaca literatur berbagai agama dan tidak membatasi diri saya hanya mempelajari satu agama saja

dari situ saya tau, bahwa pada hakikatnya terdapat sebuah universalitas yang bisa ditarik dari semua agama tersebut, yaitu ajaran kebaikan,

dan menurut saya, ajaran kebaikan, ajaran tidak berbuat jahat, itu datangnya dari tuhan, ajaran tuhan secara universal

silahkan baca lagi thread saya secara kumplit, tidak dipotong potong, pahami maknanya secara keseluruhan, ini adalah ajakan untuk berhenti bertikai atas nama agama, ini adalah ajakan untuk saling menghormati dan mau saling mendengarkan

karena kita semua disini adalah sama, sama sama mahluk tuhan, sama sama mempelajari ajaran tuhan untuk mempraktekan kebaikan dan menjauhkan perbuatan jahat serta mensucikan hati dan pikiran kita
tidak kah kalian merasa cukup akan pertumpahan darah karena alasan agama?
tidak kah kalian merasa cukup akan pertumpahan darah karena alasan membela tuhan?

apa kalian pikir tuhan yang maha bijaksana, maha pengasih dan penyayang menginginkan itu semua? menyukai itu semua? menikmati itu semua?

trit ini mengajak anda untuk berhenti saling bertikai atas alasan agama, berhenti saling bacok atas alasan membela tuhan, mari duduk bersama dan saling mendengarkan, saling menghormati

apa gunanya beragama jika saling bantai?
apa gunanya beragama jika tidak bisa mengendalikan emosi?
apa gunanya beragama jika hanya saling memusuhi?

saling mendengarkan dan saling menghormati tidak akan membuat keyakinan agama anda menjadi goyah, kecuali bagi anda yang beriman lemah

saya tinggal dulu, mau ke laut nyari foto sunset
Quote:Original Posted By cоffin
sebelumnya anda sudah mengerti belum esensi dari thread saya? sudahkah menangkap inti permasalahan yang saya sampaikan melalui analogi musik ini? membaca secara keseluruhan atau hanya memotong motong mana mana yang menurut anda kurang cocok?

karena maaf, menurut saya pertanyaan anda bahkan tidak menyentuh topik inti dari thread saya

pertanyaan pertama paragraf lengkapnya adalah berikut :


diparagraf akhir pun dijelaskan :
Rock, Pop, Dangdut, Jazz, Klasik, Alternatif, Metal, Underground, Punk, RnB, Rap dalam kehidupan kita bisa diibaratkan sebagai agama, dan penikmat musik sebagai umatnya

==============
paragraf ini menerangkan analogi tentang bagaimana orang orang yang beragama A akan meyakini bahwa agamanya adalah agama terbaik, agama yang paling benar, agama yang paling membuat tentram hati, agama yang paling bikin nyaman perasaan kita,

beragama itu seperti merasa suka pada musik, karena segala sesuatu melibatkan rasa,

setelah menelitinya,menurut rasa saya, inilah ajaran yang paling baik,
setelah menelitinya,menurut rasa saya, inilah ajaran yang paling logis
setelah menelitinya,menurut rasa saya, inilah ajaran yang paling mencerahkan pikiran atau dalam bahasa anda memberikan hidayah
setelah menelitinya,menurut rasa saya, inilah ajaran yang paling membuat tentram hati

semua melibatkan rasa, karena rasa tiap orang berbeda beda maka inilah alasan di dunia ini tidak terdapat satu agama saja, namun ada banyak agama berkembang

ada yang memperoleh rasa itu melalui penelitian panjang, ada yang karena turunan, ada yang karena ikut ikutan saja, ada yang karena terbiasa,
perbedaan ini pun yang membuat ada orang yang beragama KTP saja, ada orang yang benar benar mendalami agamanya

sama seperti musik, ada orang yang memang hanya mendengarkan saja, ada yang benar benar menikmatinya, ada yang cuma karena kebiasaan, ada yang karena ikut ikutan, ada yang karena mengamati dan meneliti kompleksitas dan variasi dari musik tersebut,

quote berikut anda potong begitu saja, sehingga menghilangkan maknanya, seharusnya anda copas secara komplit

anda tau maknanya?

kecintaan saya terhadap genre musik saya, kecintaan saya terhadap agama saya, tidak boleh menjadi alasan bagi saya untuk mencela agama lain yang saya pandang tidak layak,

paragraf itu bermakna cintailah agamamu tapi tetap hormati orang lain dngan agamanya

pertanyaan kedua bertujuan agar anda mengevaluasi segala hal yang melibatkan nama agama anda,
satu contoh, saat ada orang mendatangi anda, mengajak anda untuk menjadi teroris atas nama agama, atas nama tuhan, apa yang akan anda lakukan?

langsung mengiyakan lantaran dia memakai label agama anda?

jika saya pribadi, tentu tidak, akan saya lihat, saya pilah pilah, saya pertimbangkan baik buruknya, saya pelajari lebih dalam, benarkah sisi sisi agama saya yang dia bawakan untuk mengajak saya menjadi teroris itu benar adanya? seperti itu maknanya? ini adalah makna dari memilah milah dan tak menelan mentah mentah semua yang berbau dangdut

pertanyaan ketiga menurut pendapat saya, walaupun saya beragama A, tapi saya tidak lantas berpikir bahwa kebaikan hanya ada di dalam agama saya, dan menampik jauh jauh adanya ajaran kebaikan di dalam agama lain,

saya banyak membaca dan mempelajari ajaran ajaran yang menuntun kebaikan dari berbagai agama, saya belajar terhadap orang orang lain yang lebih bijaksana walaupun dia lain agama,

itu akan membuat pikiran saya lebih terbuka terhadap hubungan dengan sesama manusia,
apakah dengan mempelajari dan mengambil manfaat dari agama lain membuat saya meragukan agama saya? menggoyahkan keyakinan dan iman saya?
hanya orang beriman tipis yang berkata ya

lain cerita jika anda menganggap bahwa kebaikan itu hanya ada di dalam agama anda

pertanyaan keempat lagi lagi anda memotong kalimat saya sesuka anda, semoga anda tidak melakukannya lagi nanti, bacalah secara penuh


di dunia ini ada banyak sekali agama, di indonesia diakui 6 agama, belum termasuk kejawen, sunda wiwitan dan sebagainya, masing masing dari agama tersebut mengajarkan manusia untuk berbuat baik, menjauhi berbuat jahat mensucikan hati dan pikiran

darimana saya tau? dari hasil membaca literatur berbagai agama dan tidak membatasi diri saya hanya mempelajari satu agama saja

dari situ saya tau, bahwa pada hakikatnya terdapat sebuah universalitas yang bisa ditarik dari semua agama tersebut, yaitu ajaran kebaikan,

dan menurut saya, ajaran kebaikan, ajaran tidak berbuat jahat, itu datangnya dari tuhan, ajaran tuhan secara universal

silahkan baca lagi thread saya secara kumplit, tidak dipotong potong, pahami maknanya secara keseluruhan, ini adalah ajakan untuk berhenti bertikai atas nama agama, ini adalah ajakan untuk saling menghormati dan mau saling mendengarkan

karena kita semua disini adalah sama, sama sama mahluk tuhan, sama sama mempelajari ajaran tuhan untuk mempraktekan kebaikan dan menjauhkan perbuatan jahat serta mensucikan hati dan pikiran kita


hehehe ane stuju kl begitu gan....maaf ane salah intepretasi...setuju dengan saling menghargai gan....
Keluar dari forum ini, saya membawa label : agama saya yang paling benar
Ketika dalam forum agama yang paling benar : golongan saya yang paling benar
Ketika dalam lingkungan golongan yang paling benar : kelompok saya yang paling benar
Ketika dalam kelompok yang paling benar : saya lah yang paling diridhoi

Ah. Emang ye, dasar manusia!!

agama saya bukan yang paling benar
tapi agama saya agama yang benar bagi saya
Quote:Original Posted By Ohyeahfine
betul, dan itu yang penting.. salah satu ukuran BS tuh menurut ane, tidak emosi kalau keyakinannya dipertanyakan, dipersalahkan.. karena sudah tidak bingung lagi..


betul itu :

maka mari kita mulai singkirkan permen2 yg bisa buat ribu


wah cinta.cinta
awareness


Itulah ketika orang memasuki Spiritualitas Agamanya

Quote:Original Posted By sariputra
Keluar dari forum ini, saya membawa label : agama saya yang paling benar
Ketika dalam forum agama yang paling benar : golongan saya yang paling benar
Ketika dalam lingkungan golongan yang paling benar : kelompok saya yang paling benar
Ketika dalam kelompok yang paling benar : saya lah yang paling diridhoi

Ah. Emang ye, dasar manusia!!



Manusiawi sekali

Kapan ya melebihi manusiawi ini

Quote:Original Posted By Dalam.Pagar
agama saya bukan yang paling benar
tapi agama saya agama yang benar bagi saya


Dalem

Creative.aja

Kalo saya sih Pilih satu agama (sebutlah dangdut) dan saya akan selalu mendengarkan n membahs, mempelajari serta mengmalkan dangdut dan akan selalu percaya akan dangdut tapi bukan fanatik krn dlm dangdut dilarang fanatik, knp dilarang fanatik? krn akan muncul kebencian pada musik lain.

Jika seperti yg TS bilang "Kecintaan saya terhadap dangdut pun tidak serta merta membuat saya menelan mentah mentah semua lagu bergenre dangdut, ada lagu lagu dangdut yang nyaman saya dengarkan, ada yang tidak saya dengarkan, tetap saya pilah pilah," saya juga tidak akan menelan mentah2 tapi saya tidak akan pilah pilah krn jika pilah2 dalam dangdut (agama) maka agan ragu akan dangdut tersbut, jika ragu berarti tidak yakin.

Intinya c semua aliran musik (agama) yg telah saya pelajari tidak memiliki motto "Banyak jalan menuju Roma, tp hanya 1 jlan menuju Roma".
Quote:Original Posted By Minibalanar

Manusiawi sekali

Kapan ya melebihi manusiawi ini


Ketika sudah bisa melihat seseorang yg sudah masuk wilayah spiritual agama
Quote:Original Posted By sariputra
Ketika sudah bisa melihat seseorang yg sudah masuk wilayah spiritual agama


Semoga semua mampu mencapai kondisi ini suatu saat nanti

Semoga demikian adanya
Quote:Original Posted By ngaci
bukan salah agan cuma masalah pendirian dan keyakinan
apakah agan mudah beralih pendirian atau kurang memiliki keyakinan
secara logika agan tidak mungkin mendalami masing2 ajaran tersebut dan cuma mengambil konsep umumnya saja tidak mendalami artinya agan tidak benar2 memahami salah satu dari keyakinan tersebut,,,iya mereka semua adalah keyakinan agan dan keyakinan itu satu tidak banyak kalau banyak artinya tidak yakin, simple


saya bisa, saya mendalami satu agama, tapi juga tidak menutup diri mempelajari agama agama lain

kenapa tidak bisa? orang orang yang seperti saya, dimana memandang ajaran agama agama secara universal itu jumlahnya ada banyak sekali

jadi logika anda tidak tepat
Quote:Original Posted By cоffin
saya bisa, saya mendalami satu agama, tapi juga tidak menutup diri mempelajari agama agama lain

kenapa tidak bisa? orang orang yang seperti saya, dimana memandang ajaran agama agama secara universal itu jumlahnya ada banyak sekali

jadi logika anda tidak tepat


Count me in
Quote:Original Posted By sariputra
Keluar dari forum ini, saya membawa label : agama saya yang paling benar
Ketika dalam forum agama yang paling benar : golongan saya yang paling benar
Ketika dalam lingkungan golongan yang paling benar : kelompok saya yang paling benar
Ketika dalam kelompok yang paling benar : saya lah yang paling diridhoi

Ah. Emang ye, dasar manusia!!



Quote:Original Posted By Dalam.Pagar
agama saya bukan yang paling benar
tapi agama saya agama yang benar bagi saya


agama dan tuhan saya maunya menang sendiri
Quote:Original Posted By Minibalanar
Suara Yang Paling Indah
Seorang tua yang tak berpendidikan tengah mengunjungi suatu kota besar untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dibesarkan di sebuah dusun di pegunungan yang terpencil, bekerja keras membesarkan anak-anaknya, dan kini sedang menikmati kunjungan perdananya ke rumah anak-anaknya yang modern.

Suatu hari, sewaktu dibawa berkeliling kota, orang tua itu mendengar suara yang menyakitkan telinga. Belum pernah dia mendengar suara yang begitu tidak enak didengar di dusunnya yang sunyi. Dia bersikeras mencari sumber bunyi tersebut. Dia mengikuti sumber suara sumbang itu, dan dia tiba di sebuah ruangan di belakang sebuah rumah, di mana seorang anak kecil sedang belajar bermain biola.

"Ngiiik! Ngoook!" berasal dari nada sumbang biola tersebut.


Saat dia mengetahui dari putranya bahwa itulah yang dinamakan "biola", dia memutuskan untuk tidak akan pernah mau lagi mendengar suara yang mengerikan tersebut.

Hari berikutnya, di bagian lain kota, orang tua ini mendengar sebuah suara yang seolah membelai-belai telinga tuanya. Belum pernah dia mendengar melodi yang begitu indah di lembah gunungnya, dia pun mencoba mencari sumber suara tersebut. Ketika sampai ke sumbernya, dia tiba di ruangan depan sebuah rumah, di mana seorang wanita tua, seorang maestro, sedang memainkan sonata dengan biolanya.

Seketika, si orang tua ini menyadari kekeliruannya. Suara tidak mengenakkan yang didengarnya kemarin bukanlah kesalahan dari biola, bukan pula salah sang anak. Itu hanyalah proses belajar seorang anak yang belum bisa memainkan biolanya dengan baik.

Dengan kebijaksanaan polosnya, orang tua itu berpikir bahwa mungkin demikian pula halnya dengan kepercayaan atau agama. Sewaktu kita bertemu dengan seseorang yang menggebu-gebu terhadap kepercayaannya, tidaklah benar bagi kita untuk menyalahkan agamanya. Itu hanyalah proses belajar seorang pemula yang belum bisa memainkan agamanya dengan baik. Sewaktu kita bertemu dengan seorang bijak, seorang maestro agamanya, itu merupakan pertemuan indah yang menginspirasi kita selama bertahun-tahun, apa pun kepercayaan mereka.

Namun ini bukanlah akhir dari cerita.

Hari ketiga, di bagian lain kota, si orang tua mendengar suara lain yang bahkan melebihi kemerduan dan kejernihan suara sang maestro biola. Menurut Anda, suara apakah itu? Melebihi indahnya suara aliran air pegunungan pada musim semi, melebihi indahnya suara angin musim gugur di sebuah hutan, melebihi merdunya suara burung-burung pegunungan yang berkicau setelah hujan lebat.
Bahkan melebihi keindahan hening pegunungan sunyi pada suatu malam musim salju. Suara apakah gerangan yang telah menggerakkan hati si orang tua melebihi apa pun itu?

Itu suara sebuah orkestra besar yang memainkan sebuah simfoni.

Bagi si orang tua, alasan mengapa itulah suara terindah di dunia adalah, pertama, setiap anggota orkestra merupakan maestro alat musiknya masing-masing; dan kedua, mereka telah belajar lebih jauh lagi untuk bisa bermain bersama-sama dalam harmoni.

"Mungkin ini sama dengan agama," pikir si orang tua. "Marilah kita semua mempelajari hakikat kelembutan agama kita melalui pelajaran-pelajaran kehidupan. Marilah kita semua menjadi maestro cinta kasih didalam agama masing-masing. Lalu, setelah mempelajari agama kita dengan baik, lebih jauh lagi, mari kita belajar untuk bermain, seperti halnya para anggota sebuah orkestra, bersama-sama dengan penganut agama lain dalam sebuah harmoni!"


Quote:Original Posted By Minibalanar
Permasalahan na ada 2tipe penikmat musik, yang satu dia memang merasa cocok dan mencari musik yang disukai melalui pencarian, yang 1 lagi karena Ikut-ikutan atau musik itu dinyanyikan orang yg indah (Girl Band Korea )

Biasanya yang fanatik ya yang liat indahnya saja, sehingga musik orang lain yg hanya audio na, belum liat siapa penyanyi na sudh di cap jelek

Padahal yang penting dimusik itu audiony, bukan fisik yg mengeluarkan audio itu


cerita yang mantap, terima kasih banyak tambahannya

Quote:Original Posted By ccck
ini paporit saya mbah copin...





waw seleranya sama kayak mbah prabu ya bli:
Quote:Original Posted By ngaci
hehehe ane stuju kl begitu gan....maaf ane salah intepretasi...setuju dengan saling menghargai gan....


mohon maaf juga bila kata kata saya ada yang menyakiti anda...