{Sharing} RAHASIA TAWAF (mengapa berputar berlawanan arah jarum jam)

Rahasia Thawaf



“Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (QS, Al-baqarah: 125)

Thawaf secara harfiyah berarti berputar. Sedang menurut syariat adalah mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh putaran dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Para jamaah haji dan umroh selalu melaksankan thawaf ini, karena ia merupakan rukun dari ibadah tersebut. Sebagaimana sabda Nabi saw, “Ambillah dari ku manasik kalian.
Berputar akan membetnuk sudut 360 derajat. Dan ternyata seluruh alam ini pun ikut berputar membentuk sudut 360 derajat. Bumi mengitari matahari membentuk putaran dan sudut 360 derajat. Demikian juga halnya planet-planet lain di angkasa. Mereka dalam porosnya masing-masing berputar dalam lingkaran galaksi. Dan arah putaran planet-planet pun sama dengan arah putaran thawaf, yakni berlwanan dengan arah jarum jam.

Bisa kita bayangkan, bagaimana jika bumi atau planet lain itu berhenti berputar? Boleh jadi akan terjadi kegoncangan dan ketidakstabilan. Demikian juga orang yang meninggal shalat. Mengapa? Karena orang yang menunaikan shalat pada dasarnya sedang membentuk sudut 360 derajat. Bagaimana penjelasannya?
Pada saat kita sedang tegak berdiri, maka posisi kita membentuk sudut setengah lingkaran atau sudut 180 derajat. Sedangkat pada saat kita sedang ruku’ maka posisi kita sedang membentuk segitiga siku-siku atau 90 derajat, Adapun saat kita sedang dalam keadaan sujud, maka akan terbentuk sudut 45 derajat, sedangkan sujud kita dalam satu rakaat berjumlah dua kali (45X2=90 derajat), sehingga jika kita jumlahkan antara posisi saat berdiri, ruku, dan sujud, maka berari 180+90+45+45= 360 derajat. Ini sama dengan bentuk putaran yang membentuk sudut 360 derajat.
Dengan demikian, “thawaf” adalah kebutuhan kita, kebutuhan alam, dan kebutuhan rohani kita.

Kemudian arah thawaf adalah mengelilingi ka’bah yang posisi ka’bah tesebut berada di sebelah kiri kita, bukan di sebelah kanan. Ini menunjukkan kesamaan arah putaran bumi dan galaksi. Ini juga yang menyebabkan tidak cepat lelahnya orang berthawaf karena seirama dengan arah putaran bumi. Jika kita melihat orang melakukan jogging atau lari kecil di sebuah area, akan kita dapati mereka yang berjoging akan berputar se arah orang yang sedang berthawaf. Sebagai contoh di lapangan olahraga Ahmad Yani Tangerang, atau di arena atletik Senayan, Mereka yang berolahraga mengelililingi lapangan pastilah searah dengan putaran orang berthawaf, padahal mereka tidak bermaksud meniru orang berthawaf.

Di samping itu putaran ke arah kiri juga sesuai dengan arah putaran baling-baling helicopter. Mengapa helicopter mempunyai baling-baling berputar se arah dengan putaran orang yang thawaf? Karena putaran seperti itulah yang dapat mengangkat badan pesawat ke atas. Ini sesuai dengan sebuah keterangan bahwa orang yang berthawaf, pahalanya akan diangkat seperti para malaikat yang bertahwaf mengleiilingi arsy dan kursinya Allah SWT di atas langit.

Adapun putaran thawaf yang berlawanan dengan arah jarum jam mengandung hikmah menapaki dan merenungkan waktu yang telah dilaluinya, apakah waktu yang kita lewati diisi dengan hal poistif atau negative?. Ini sesuai dengan anjuran Allah SWT yang berfirman: “dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok” (QS. Al-Hasyr: 18)

Jika kita melihat orang-orang yang sedang berthawaf dari layar televisi atau dari lantai tiga atap masjidil Haram, maka kita akan merasa nikmat melihat pemandangan itu. Namun jika kita masuk ke dalamnya dan ikut berthawaf, maka kita akan merasakan sesak dan sulitnya melakukan thawaf itu. Namun meski sulit dan berdesakan bahkan tersikut, kita tidak akan membalas sikutan atau menyakiti orang, bahkan kita tetap konsentrasi mengelilingi ka’bah hingga usai.

Ini sama dengan jika kita melihat kehidupan ini secara zahir. Begitu indahnya kita melihat dunia dan isinya. Akan tetapi jika kita hidup dan bergelut dii dunia ini, ternyata tidak seindah pandangan mata kita. Dalam kehidupan ini tidak jarang kita tersikut dan terdesak pihak lain. Akan tetapi jika kita memaknai hidup seperti thawaf, maka meskipun kita disikut orang, kita tidak akan sikut kanan sikut kiri. Kita harus konsentrasi menyelesaikan thawaf (putaran) hidup kita dengan husnul khatimah.
Sisi lain dari rahasia Thawaf adalah disunnahkannya kita idhtiba’, yakni membuka bagian bahu kanan serta berlari-lari kecil di tiga putaran pertama. Hal ini pernah dilakukan Rasulullah saw saat pertama umroh ke Makkah setelah beliau hijrah ke Madinah. Saat itu, Rasulullah saw mendapat berita dari malaikat Jibril bahwa kedatangan orang-orang muslim ke Makkah akan diejek oleh orang Quraisy dari arah Jabal Abu Qubais, bahwa orang-orang Muslim Madinah kurus-kurus dan berpenyakitan.

Mendengar berita itu, Rasulullah saw memerintahkan para sahabatnya untuk melakukan idhtiba’ (membuka bagian bahu kanannya) dan berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama thawaf. Hal ini untuk menunjukkan izzah (kemuliaan) kaum muslimin, bahwa kaum kaum muslimin kekar dan sehat-sehat, tidak seperti yang disangka dan dituduhkan oleh orang Quraisy.

Subhanallah!, tidak ada suatu syariat dan harakat (gerakan) dalam ibadah, melainkan mempunyai hikmah dan tujuan yang Allah SWT rencanakan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber : Ust. HM. Jamhuri, Lc., MA


( Pdf yang berhubungan dengan trit di atas)


http://d.yimg.com/kq/groups/23845004...0/name/MENYATU

[B]
FAKTA LAIN MENGENAI KA'BAH
http://zutars.blogspot.com/2010/10/kabah.html


________________________
gun,,gun,,,kenapa g dijadiin satu thread aja gun
Quote:Original Posted By Empeldhim
gun,,gun,,,kenapa g dijadiin satu thread aja gun


_____________
*** kan laen materinya brok.... hehehe
BENTAR LAGI BEDUUUGGGGGG....DUGGG....DUUUGGG


Quote:Original Posted By basmallah.8000
BENTAR LAGI BEDUUUGGGGGG....DUGGG....DUUUGGG




Iya Mbah...
Bentar lagi
nais sharenya gan
Putaran berlawanan arah jarum jam menghasilkan medan magnet positif.

Bayangkan jutaan org bertawaf di kabah yg di bawahnya terdapat sumber mata air zamzam. dapat dipastikan bahwa pengaruhnya akan kuat sekali pada air tersebut sehingga menghasilkan manfaat yg tiada duanya bagi peminumnya.
Buka Puasa dolooooooooooooooooo

SELAMAT BERBUKA PUASA.....
penjelasan yang sangat berharga gan....
itung2 nambah pahala di bulan puasa dengan membaca siraman rohani ky gini
salkam gak ya?
Salah satu contoh bahwa apa yang diajarkan oleh Islam adalah seperti apa yang terjadi di kehidupan ini..
Quote:Original Posted By S.W.I.D.Y.A
salkam gak ya?


____________________
*** kalo salkam mohon maap ya mas emod.... jangan di dilet ya mas emod....
mudah2 gak....
Quote:Original Posted By basmallah.8000
[B]
[I][COLOR="Blue"]Sebagai contoh di lapangan olahraga Ahmad Yani Tangerang, atau di arena atletik Senayan, Mereka yang berolahraga mengelililingi lapangan pastilah searah dengan putaran orang berthawaf, padahal mereka tidak bermaksud meniru orang berthawaf.

Subhanallah!, tidak ada suatu syariat dan harakat (gerakan) dalam ibadah, melainkan mempunyai hikmah dan tujuan yang Allah SWT rencanakan


Ane dulu waktu smp&sma minggu pagi sering ke ahmad yani cuci mata,liat IGO, secara ane smp 2
Subhanallah... bru nyadar gw klo emang bener, semua trek lari yg pernah gw liat selalu arah lari nya berlawanan dgn jarum jam, sm Nascar Racing juga
Wawasan baru nih
Quote:Original Posted By bedut
Subhanallah... bru nyadar gw klo emang bener, semua trek lari yg pernah gw liat selalu arah lari nya berlawanan dgn jarum jam, sm Nascar Racing juga


Quote:Original Posted By Zambronkk
Wawasan baru nih


__________________

*** Putaran berlawanan arah jarum jam menghasilkan medan magnet positif.

Bayangkan jutaan org bertawaf di kabah yg di bawahnya terdapat sumber mata air zamzam. dapat dipastikan bahwa pengaruhnya akan kuat sekali pada air tersebut sehingga menghasilkan manfaat yg tiada duanya bagi peminumnya.
Quote:Original Posted By basmallah.8000




__________________

*** Putaran berlawanan arah jarum jam menghasilkan medan magnet positif.

Bayangkan jutaan org bertawaf di kabah yg di bawahnya terdapat sumber mata air zamzam. dapat dipastikan bahwa pengaruhnya akan kuat sekali pada air tersebut sehingga menghasilkan manfaat yg tiada duanya bagi peminumnya.

Mudah2an sesepuh yang kemarin bis umroh bisa berbagi di mari gan./ sesepuh yg pernah haji/umroh & punya mata batin bisa cerita kejadiannya
Yang aneh lagi nih (menurut perasaan ane) kalo naik motor atau naik sepedah, kalo belok kiri kayaknya lebih mantap dan seimbang ketibang kalo kita belok kanan.

* Bener gak ya perasaan ane ama yg lainnya? mohon komennya....
Ga ada satupun syariat Allah itu yg dibuat secara sia2 ya gan.. pasti ada manfaat dan efek positif di dalamnya. Tergantung kita nyarinya aja..

nais inpoh gan..

Fakta lain mengenai ka'bah

FAKTA LAIN MENGENAI KA'BAH

Ka’bah, rumah Allah… sejuta ummat muslim merindukan berkunjung & menjadi tamu2 Allah sang maha pencipta. Kiblatnya (arah) ummat muslim dlm melaksanakan sholat, dari negara manapun semua ibadah sholat. menghadap ke kiblat ini.. yaitu Ka’bah.

Ka’bah sebagai Kiblat
Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Jd, mengapa Ka’bah menjadi kiblat seuluruh ummat muslim dunia ? karena Ka’bah adalah pusat atau sumbu dunia. Hal ini juga terkait dengan keberadaannya sebagai rumah Allah yang menjadi pusat spiritual hubungan antara ruh manusia dengan sang penciptanya. Jadi sholat yang kita lakukan adalah untuk makanan rohani kita.

Mengapa terletak di Kota Mekkah ?
Berdasarkan sejarah dibangunnya Ka’bah, Sepintas lalu bahwa ayat di atas mengatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah orang yang pertama membangun Ka’bah dipermukaan bumi ini, seperti dipahami oleh sebagian kaum muslimin. Padahal bila dicermati, sebelum Nabi Ibrahim menginjakkan kakinya ke tanah Mekkah sudah ada bangunan Ka’bah yang telah dibangun oleh malaikat dan generasi sebelum Nabi Ibrahim as. Hal itu dapat dipahami dari kata “Yarfa’u” meninggikan berarti meninggikan bangunan yang
suda ad

Pertama Generasi Malaikat, dua ribu tahun sebelum Nabi Adam diciptakan Malaikat sudah membangun Ka’bah di bumi ini atas perintah Allah SWT. Di dalam Alquran dijelaskan bahwa ketika Allah SWT hendak menciptakan Nabi Adam as, Allah SWT berfirman kepada malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi, lalu para malaikat bertanya: Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi ini, orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau. (QS. al-Baqarah : 30). Ketika itu Allah menjawab: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
(QS. al-Baqarah: 30).

Riwayat menceritakan bahwa Ka’bah pada masa itu terletak di atas buih yang keras, yaitu benda pertama yang muncul di bumi ini, Maha Benarlah Allah Swt. yang telah berfirman: Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun di muka bumi ini adalah di Makkah. (QS. Ali Imran: 96).


Menurut penglihatan dari kamera satelite NASA, mereka melihat ada satu cahaya yang bersinar dari bumi dan sinarnya begitu kemilau ketika dilihat dari satelite tersebut. Setelah diperbesar, ternyata cahaya kemilau itu berasal dari Masjidil Haram atau Ka’bah.

Bila kita membaca kembali tentang Misteri 7 Lapisan Langit danperjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, ternyata dimensi kita saling berkaitan dengan dimensi lainnya.. artinya ditempat yang sama kita pijak sekarang juga letaknya sama dengan dimensi lainnya hanya saja dimensinya yang berbeda. Itu berarti pintu menuju Sidratul Muntaha terletak di Masjidil Aqsa Palestina karena sebenarnya Rasulullah tidak berpindah kemanapun melainkan tetap berada di Masjidil Aqsa hanya saja beliau pindah dimensi. Dan kemudian beliau menuju Sidratul Muntaha – artinya Sidratul Muntaha di dimensi tertinggi yang sebenarnya adalah di Masjidil Haram atau Ka’bah di dimensi kita

Batu Hajar Aswat
Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail berupaya keras untuk menyelesaikan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.

Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah. Nabi Ibrahim berkata kpd Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.”

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?” Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).” Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga skrg Hajar Aswat itu dicium oleh orang2 yang pergi ke Baitullah.

Sementara itu menurut penelitian mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah mesium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak mesium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”

Sehingga dapat dikatakan bahwa Batu Hajar Aswat itu bukan berasal dari dunia kita, melainkan dari dimensi lain atau akhirat yang diturunkan ke dunia.. Wallahu’alam.

Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yg mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)

Maha benar Allah dengan segala firmannya…