KASKUS

Quote:Original Posted By mas_paimin


jadi cerita dikit.....
dolo om ane yg sipil... dapat pemberian jaket kopassus asli.... tapi polosan .... di pakai naik motor ama ane keliling kota malam tahun baru...


ane yg gemeteran ....... di lihatin ama tentara + polisi di jalan...

# lah itu di poto.... pake pakaian lengkap kaya tengtara... cuma beda di postur tubuh....

# bukan nya sipil di larang memakai atribut tentara di luaran.. ( menwa aja pakai seragam hanya di lingkungan kampus )

# peraturan tentang bela negara sesungguh nya giman seh....

# UU No. 3 th 2002 pertahanan negara : tidak ada ketentuan bahwa rakyat yang bela negara harus berpakaian layak nya seorang tentara

http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_3_02.htm

emang nggak oleh om..... tapi heranya kok nggak dari dulu2 diperingatkan.
bisa jadi ada "orang kuat" dibelakangnya
ya begitulah kalo gak kelakon dadi tentara, akhirnya jadilah mereka Tentara TP (Tombo Pengen )
jadi mereka ini orang sipil ya gan. cuma pakaian doank.
pernah lihat orang pakai ini pakaian, sumpah ane gak bisa bedain gan, kirain TNI asli.
Quote:Original Posted By edy tansil



Abah, dulu waktu kenalan abah kerja di showroom motor, kenapa tiba tiba abah bisa jadi jenderal tni????


koq bsa bangga yahh... apa bangga krn kegagahannya...??
tengsin sendiri klw lg mke celana padahal celana BDU woodland US, sblm sukir ersop, pas d jln da TNI kan secara otomatis d liatin... mungkin d liatin apa isi d dlm Gunbag... tpi yaaa... jujur aja tengsin...
Wah bela negara ya...bagus ini di tugasin nangkap goliath
Wah...wing yang dipake patinya..mana tahan euy
herannya.. kok gak malu ya....
Quote:Original Posted By Global Hawk UAV



dari jauh kek TNI AD !


Wah, bisa disalah gunakan buat gaya2an gan
aduh jujur ane mual banget liat foto2nya Gan

ane yang punya paman anggota aja gak enak make atribut oleh2 dari beliau

lha ini itu apa pada gak malu ya kalo ketemu anggota beneran
haduuuuuuhhhhh.........
mirip banget...............
gila nih.....ada batalyon Kavalerinya juga baret item......
Quote:Original Posted By BangDuy
haduuuuuuhhhhh.........
mirip banget...............
gila nih.....ada batalyon Kavalerinya juga baret item......


jangan jangan ntar leopret ikutan mejeng bareng makhluk2 ini lagi hahahaha
Quote:Original Posted By blue_danube


BANGKE... opini lo kira modal BACOT tanpa dasar?


Sorry baru ol di kaskus..
Banyak mod, tapi apa perlu gw jelasin di sini.
Kayanya lo pikir sendiri aja deh, nanti kalo kesulitan baru tanya gw lagi.
Btw, "Indonesia" banget lo mod. Adu argumen sedikit, kata2 wasitnya langsung di keluarin.
Quote:Original Posted By Blackoid
Ini kegiatan DOnor dara mreka gan



Setidaknya mereka masih melakukan kegiatan yang positive..

Btw, Kalo yang pake tanda jasa wing para atau semacamnya, bisa jadi mereka purnawirawan TNI lho. Who knows
Quote:Original Posted By ntong.morello


Sorry baru ol di kaskus..
Banyak mod, tapi apa perlu gw jelasin di sini.
Kayanya lo pikir sendiri aja deh, nanti kalo kesulitan baru tanya gw lagi.
Btw, "Indonesia" banget lo mod. Adu argumen sedikit, kata2 wasitnya langsung di keluarin.


iya.. gw kesulitan... mungkin lo bisa jelasin dari balik jeruji...
Quote:Original Posted By edy tansil



Abah, dulu waktu kenalan abah kerja di showroom motor, kenapa tiba tiba abah bisa jadi jenderal tni????


Sekilas yang paling kanan mirip banget Pak Pram...
Ko bisa yang kaya beginian dikasih izin, ya jangan sampe mirip banget gini lah seragamnya, kalo dilihat dari jarak agak jauh sih udah susah dibedain...

ini ormas udah mulai ditertibkan
Quote:http://www.suarakarya-online.com/new...html?id=314124
TNI Cabut Atribut PKRI

Kamis, 25 Oktober 2012
KUPANG (Suara Karya): Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Ferdinand Setiawan menegaskan, akan segera menarik berbagai atribut TNI yang dimiliki pengurus dan anggota Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) diseluruh NTT. "Sudah dalam konsep TNI AD untuk melakukan penertiban termasuk menarik semua atribut TNI yang digunakan para pengurus dan anggota PKRI. TNI tidak pernah memberikan dukungan terhadap PKRI dengan menggunakan atribut TNI," kata Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen (TNI) Ferdinand Setiawan melalui Kepala Penerangan Mayor (Inf) I. Nyoman Arya. Di Kupang Selasa (23/10).
Nyoman Arya menjelaskan, lembaga PKRI bukan merupakan organisasi yang dibentuk TNI AD, sehingga tidak ada kaitannya dengan insititusi TNI. Untuk itu, lanjutnya, penggunaan atribut TNI yang oleh pengurus dan anggota PKRI tidak dapat dibenarkan sehingga segera dilakukan penertiban.
"Surat dari Pak Danrem sudah disiapkan untuk dikirim kepada seluruh jajaran TNI AD di NTT, untuk melakukan penertiban terhadap atribut TNI yang di pakai anggota PKRI," tegasnya. Terkait hadirnya PKRI di NTT, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Provinsi NTT, Sisilia Sona yang dikonfirmasi di kantornya, Rabu (24/10) menjelaskan, Ketua PKRI NTT, Thomas Lenmas bersama Ketua PKRI Pusat telah menemuinya untuk membahas persoalan keabsahan PKRI NTT.
"Pemerintah NTT tetap pada prinsip kalau organisasi itu belum terdaftar di NTT. Kita minta tunjukan AD/ART. Termasuk dokumen lainnya dari pemerintah pusat seperti SKT di pusat," kata Sisilia Sona. (Bonne Pukan)



Quote:http://sindikasi.inilah..com/read/de...kus-saat-rapat

Anggota Pos Polisi Baumata, Polres Kupang, Sabtu (19/5) lalu berhasil mengamankan 22 anggota Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) Batalyon Serbaguna Trikora Kompi D Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Markas Besar (Mabes) mereka.

Mabes PKRI itu berada di rumah Bernad Lenes, warga dusun V Binilaka Desa Oeltua Kecamatan Taebenu. Anggota Pos Polisi Baumata berhasil mengamankan ke-22 anggota PKRI tersebut atas laporan warga setempat ketika sedang dilakukan perekrutan anggota baru.

“Anggota Pos Polisi Baumata, Sabtu (19/5) lalu mengamankan sebanyak 22 anggota Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) di rumah Bernad Lenes warga dusun V Binilaka desa Oeltua Kecamatan Taebenu di Markas Besar mereka sendiri,” kata Kapolres Kupang, AKBP Nocmad Slamet, Minggu (20/5/2012).

Saat diamankan, kata Slamet, 22 anggota PKRI tersebut sedang melakukan rapat di rumah Bernad Lenes. Saat anggota Pos Polisi Baumata mengamankan ke-22 anggota PKRI tersebut tidak ada perlawanan. Anggota PKRI sebanyak 22 orang tersebut akhirnya digiring menuju Polres Kupang untuk diperiksa.

Anggota PKRI yang terdiri dari 22 anggota tersebut, diperiksa oleh anggota Intel Polres Kupang, Intel Korem, Intel Kodim, Intel AU, dan BIN. Ke-22 anggota PKRI tersebut diambil fotonya dan sidik jarinya.

Hasil dari pada pemeriksaan tersebut diperoleh informasi kalau keberadaan PKRI di Kabupaten Kupang masih illegal krena belum mengantongi ijin dari pemerintah daerah setempat.

Anggota PKRI mulai melakukan aktifitas sejak 5 Mei 2012 lalu dengan latihan militer dan dikoordinir Thomas Lenes, SE dan Gradus Moa. Saat ini PKRI telah beranggotakan 56 orang yang telah dilatih ala militer setiap hari.

Dalam pemeriksaan tersebut, ke-22 anggota PKRI tersebut mengatakan tujuan didirikannya PKRI tersebut adalah untuk membantu Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membangun dan mensejahterakan anggota PKRI melalui koperasi.

Lebih lanjut Slamet mengatakan, masyarakat yang ingin bergabung dalam PKRI harus menyerahkan foto copy KTP, surat ijin orang tua, pas foto, uang pendaftaran senilai Rp500.000 hingga Rp3.000.000.

Jika yang menyerahkan uang Rp3 juta maka orang tersebut akan langsung diangkat menjadi Kaporlap ditambah atribut pakaian dan enam bentuk piagam.

Hingga saat ini, uang yang terkumpul di PKRI mencapai Rp23 juta. Dari uang Rp23 juta tersebut sebagiannya telah dikirim ke Jakarta. PKRI memiliki ketua umum Abdul M. Ratu Amba Matua.

Sedangkan Koordinator Mabes Wilayah NTT yakni Geradus Yonas Moa. Kemudian Provos, Epafloritus Selan, Kasi Ops.

Nongki Linome, Frits Benu dan Kasi Administrasi dan Logistik adalah Yarisa Tameon. Sejauh ini polisi masih terus mengembangkan kebasahan dari organisasi tersebut.

Quote:Original Posted By edy tansil





Cosplay yang kebablasan.
Quote:Anggota PKRI yang terdiri dari 22 anggota tersebut, diperiksa oleh anggota Intel Polres Kupang, Intel Korem, Intel Kodim, Intel AU, dan BIN. Ke-22 anggota PKRI tersebut diambil fotonya dan sidik jarinya.

Hasil dari pada pemeriksaan tersebut diperoleh informasi kalau keberadaan PKRI di Kabupaten Kupang masih illegal krena belum mengantongi ijin dari pemerintah daerah setempat.

Anggota PKRI mulai melakukan aktifitas sejak 5 Mei 2012 lalu dengan latihan militer dan dikoordinir Thomas Lenes, SE dan Gradus Moa. Saat ini PKRI telah beranggotakan 56 orang yang telah dilatih ala militer setiap hari.

Dalam pemeriksaan tersebut, ke-22 anggota PKRI tersebut mengatakan tujuan didirikannya PKRI tersebut adalah untuk membantu Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membangun dan mensejahterakan anggota PKRI melalui koperasi.


langsung melaksanakan tes mental ideologi.


baju boleh lah. fisik dan kemampuan saya lebih yakin atlit2 dan airsofter lebih layak kalau pun mau dijadikan komcad
Quote:http://sindikasi.inilah..com/read/de...kus-saat-rapat

Lebih lanjut Slamet mengatakan, masyarakat yang ingin bergabung dalam PKRI harus menyerahkan foto copy KTP, surat ijin orang tua, pas foto, uang pendaftaran senilai Rp500.000 hingga Rp3.000.000.

Jika yang menyerahkan uang Rp3 juta maka orang tersebut akan langsung diangkat menjadi Kaporlap ditambah atribut pakaian dan enam bentuk piagam.


yup selesailah sudah , badut2 ini bayar buat dapet wing ....
Quote:Original Posted By Metroplex


yup selesailah sudah , badut2 ini bayar buat dapet wing ....


trus juga bisa jadi sistemnya kek mlm jadi makin banyak nggaet orang jadi anggota baru, pangkatnya makin naek atau bintang jasanya bertambah
mendingan para wartawan ini ya gan seragamnya....