KASKUS

All About HF Band (High Frequency)

Membahas HF Band sangatlah menarik. Karena dengan HF Band kita bisa berkomunikasi ke seluruh dunia tanpa batas.
Ekperimen perangkat juga sangat mengasikan.
Disini banyak "seni komunikasi" yang kita dapat. Dari zero bit chanel (jika blm PLL radionya), seni mendengarkan modulasi yg mletat-mletot, dan banyak lagi.

Di HF band ini banyak mode yang dipakai
- SSB dibagi USB dan LSB
- CW
- RTTY
- AM

Silahkan buat tema-teman untuk sharing soal HF disini.
Baik yang menggunakan SSB / AM / Homebrew / CW / dll.

The rules is:
- NO SARA
- JAngan kelahi disini
- No Junk

Spoiler for band plan:

Spoiler for band plan:

[QUOTE=]
ISTILAH HF BAND
ALL Mode = Radio mencakup mode AM/FM/SSB/CW/RTTY
ALL BANd = Radio mencakup semua band (160 - 10 meter)
USB = Upper Side BAnd (biasanya dipakai diatas 7 Mhz)
LSB = Lower Side band )biasanya dipakai dibawah 7 Mhz)
CW = morse
[/QUOTE]
Berbicara tentang HF band, tentu tidak sama dengan VHF atau UHF.
Kalau VHF / UHF faktor power sangat dominan (disamping antena tentu), kalau di HF banyak faktor.
Bahkan dengan low power 10 watt saja dari batam bisa komunikasi dengan kebumen - jateng.

Salah satu faktor yang berpengaruh juga adalah PROPAGASI.
Apabila kita berbicara tentang propagasi maka kita menyentuh pengetahuan yang berhubungan dengan pancaran gelombang radio. Seperti kita ketahui bahwa apabila kita transmit, pesawat kita memancarkan gelombang radio yang ditumpangi oleh audio kita. Gelombang radio tadi diterima oleh receiver lawan bicara kita dan oleh receiver itu gelombang radionya dihilangkan dan audio kita ditampung melalui speaker.

Gelombang radio yang dipancarkan tadi berupa gelombang elektromagnetik bergerak menuruti garis lurus. Gelombang radio mempunyai sifat seperti cahaya, ia dapat dipantulkan, dibiaskan, direfraksi dan dipolarisasikan. Kecepatan rambatanya sama dengan kecepatan sinar ialah 300.000 km tiap detik Dapat kita bayangkan bila gelombang radio bisa mengelilingi dunia, maka dalam satu detik bisa keliling dunia 7 kali.

Kita ketahui bahwa dunia kita berbentuk bulat seperti bola, akan tetapi pancaran gelombang radio high frequency dari Indonesia bisa sampai di Amerika Serikat yang terletak dibalik bumi sebelah sana, padahal ia bergerak menuruti garis lurus. Phenomena alam seperti tersebut tadi dapat dijelaskan sebagai uraian di bawah ini.

Di angkasa luar, ialah di luar lapisan atmosphere bumi terdapat lapisan yang dinamakan ionosphere. Ionosphere adalah suatu lapisan gas yang terionisasi sehingga mempunyai muatan listrik, lapisan ini berbentuk kulit bola raksasa yang menyelimuti bumi. Lapisan ini dapat berpengaruh kepada jalannya gelombang radio.

Pengaruh-pengaruh penting dari ionosphere terhadap gelombang radio adalah bahwa lapisan ini mempunyai kemampuan untuk membiaskan dan memantulkan gelombang radio. Kapan gelombang radio itu dipantulkan dan kapan gelombang radio dibiaskan atau dibelokkan tergantung kepada frekuensinya dan sudut datang gelombang radio terhadap ionosphere.

Frekuensi gelombang radio yang mungkin dapat dipantulkan kembali adalah frekuensi yang berada pada range Medium Frequency (MF) dan High Frequency (HF). Adapun gelombang radio pada Very High Frequency (VHF) dan Ultra High Frequency (UHF) atau yang lebih tinggi, secara praktis dapat dikatakan tidak dipantulkan oleh ionosphere akan tetapi hanya sedikit dibiaskan dan terus laju menghilang ke angkasa luar. Gelobang radio yang menghilang ke angkasa luar tadi dalam istilah propagasi dikatakan SKIP.
Oleh karena gelombang radio pada range MF dan HF dapat dipantulkan oleh ionosphere, maka gelombang yang dipancarkan ke udara dapat balik lagi ke bumi di tempat yang cukup jauh. Oleh bumi gelombang tadi dapat dipantulkan lagi balik ke angkasa dan oleh ionosphere dipantulkan ulang balik ke bumi.

Dengan pantulan bolak balik ini, maka gelombang radio dapat mencapai jarak sangat jauh dan dengan demikian dapat mencapai belahan bumi di balik sana.

Dalam istilah propagasi, pantulan yang hanya sekali bolak balik dinamakan single hop dan yang berkali-kali dinamakan multiple hop. Sudah barang tentu dalam perjalanannya, gelobang radio akan mengalami pengurangan kekuatannya dan juga efisiensi setiap kali pantulan akan mengurangi pula kekuatan gelombang radio sehingga pancaran dengan multi hop akan lebih lemah dibanding dengan single hop.

Hubungan Frekuensi dan Pantulan
Makin tinggi frekuensi gelombang radio, dapat dikatakan secara praktis makin sulit dipantulkan oleh ionosphere. Untuk gelombang yang cukup rendah misalnya pada band 160 meter, gelombang yang dipancarkan hampir tegak lurus ke atas dapat dipantulkan balik ke bumi.

Dengan sudut pantul yang hampir tegak lurus tersebut, jarak capai kembali ke bumi relatif sangat dekat (untuk single hop). Untuk mencapai jarak yang jauh diperlukan multiple hop, dan sudah barang tentu kekuatanya menjadi lemah, sihingga untuk mencapai jarak yang cukup jauh pada band tersebut atau band-band rendah yang lain diperlukan daya pancar pesawat yang relatif lebih besar.

Makin tinggi frekuensi gelobang radio, agar dapat dipantulkan oleh ionosphere diperlukan sudut yang makin kecil. Dengan sudut pantul yang kecil tersebut jarak capai pantulannya ke bumi makin jauh. Pada Very High Frequency sudut pantul yang diperlukan sangat kecil sehingga secara praktis tidak mungkin dilakukan. Kita telah rasakan bersama bahwa apabila kita bekerja pada band 10 meter, dengan daya pancar yang relatif kecil, misalnya 5 Watt sudah dapat mencapai benua Amerika dan benua Eropa.

Agar kita mendapatkan sudut pancaran yang efektif untuk setiap band frekuensi, diperlukan pemilihan jenis antena yang tepat. Setiap jenis antena cenderung mempunyai pola radiasi yang berbeda dan dengan mempelajari berbagai pola radiasi dari berbagai jenis antena, kita dapat memperoleh jenis antena yang tepat untuk band-band tertentu.

Dengan sifat gelombang MF dan HF seperti telah diuraikan tadi, maka untuk keperluan komuniksi jarak jauh kita cenderung menggunakan high frequency.

Karena gelombang radio pada high frequency dapat mencapai jarak yang jauh dengan hanya mengharapkan bantuan dari benda-benda alam yang ada disekeliling bumi atau dikatakan pancaran secara teresterial.

Dengan dikembangkannya satelit komunikasi radio yang dapat bertidak sebagai repeater atau pancar ulang, maka teknologi ini memberikan era baru dalam propagasi radio, ialah dengan dimungkinkannya pancaran pada band-band frekuensi di atas HF untuk mencapai jarak jauh.

Oleh karena secara praktis gelombang radio pada range di atas HF tidak dipantulkan oleh ionosphere, maka ia dapat menembus angkasa luar dengan efisien dan mencapai satelit dengan baik.


Jarak SKIP (SKIP Distance)
stilah skip dapat diterjemahkan sebagai menghilang, artinya gelombang radio tadi tidak terpantul kembali lagi ke bumi akan tetapi menghilang ke angkasa luar. Gelombang radio pada band tinggi yang dipancarkan ke udara dengan sudut yang besar tidak dipantulkan lagi ke bumi dan menghilang ke angkasa. Ini amat dirasakan apabila kita bekerja pada band-band 15, 12 dan 10 meter. Gelombang radio pada frekuensi-frekuensi ini tidak dapat mencapai jarak yang dekat, karena untuk mencapai jarak dekat diperlukan sudut yang basar padahal gelombang dengan sudut besar tidak dipantulkan balik ke bumi.

Sebenarnya transmisi kita untuk dapat mencapai stasiun lawan tidak hanya lewat pantulan ionosphere yang disebut sky wave, akan tetapi sebagian transmisi dipancarkan juga secara langsung atau ground wave. Akan tetapi pancaran yang melalui ground wave ini tidak dapat mencapai jarak jauh, hanya beberapa kilometer saja, sehingga harapan untuk dapat melakukan komunikai jarak jauh cenderung bersandar kepada sky wave.

Jarak terjauh dari pemancar kita yang tidak dapat menerima pancaran kita melalui sky wave disebut jarak skip atau skip distance.

Sedangkan daerah yang tidak dapat dijangkau oleh pancaran radio karena jarak yang terlalu dekat untuk suatu frekuensi tertentu, sehingga pancaran gelombang radio skip ke angkasa luar disebut daerah skip atau skip zone.

Skip zone benbentuk gelang mengelilingi pemancar kita dengan diameter dalam sejauh pancaran gound wave dan diameter luar sejauh skip distance. Oleh karena jarak capai ground wave sangat kecil, maka praktis diameter dalam dari skip zone diabaikan sehingga skip zone berbentuk lingkaran dengan diameter sebesar skip distance.

Ionosphere

Ionosphere yang menyelimuti bumi kita ini dapat terdiri atas beberapa lapis, antara lain yang disebut lapisan D, E dan lapisan F. Lapisan D adalah lapisan yang paling rendah, sedangkan E adalah lapisan di atasnya dan disusul dengan lapisan F yang merupakan lapisan teratas. Tinggi lapisan F adalah sekitar 280 kilometer sedangkan lapisan E sekitar 100 kilometer diatas permukaan bumi.

Pada siang hari lapisan F terpecah menjadi dua ialah F1 dan F2 masing-masing mempunyai ketinggian sekitar 225 kilomter dan 320 kilometer. Sedangkan pada malam hari kedua lapisan tersebut bergabung lagi menjadi satu lapisan tunggal ialah lapisan F. Lapisan F inilah yang mempunyai arti penting dalam pancaran gelombng radio teresterial, dimana komunikasi jarak jauh bersandar kepada kondisi lapisan ini.

Kesempurnaan pemantulan yang dilakukan oleh lapisan ionosphere cenderang tergantung kepada kesempurnaan ionisasi dari lapisan tersebut. Lapisan ionosphere yang terionisasi secara sempurna merupakan lapisan yang masif dan mempunyai daya pantul cukup baik pada gelombang radio. Kondisi propagasi pada malam hari dalam keadaan normal sehari-hari pada umumnya cenderung lebih baik daripada siang hari. Hal ini disebabkan karena pada siang hari terjadi terjadi lapisan ionosphere tambahan (lapisan D) yang terionisasi kurang sempurna sehingga menghambat pantulan gelombang radio kembali ke bumi.

Kekuatan pemantulan oleh lapisan ionosphere cenderung tergantung kepada kesempurnaan ionisasi lapisan tersebut. Lapisan ionosphere yang ter-ion secara sempurna merupakan lapisan yang masif dan mempunyai daya pantul baik terhadap gelombang radio. Kondisi propagasi pada malam hari cenderung lebih baik daripada siang hari. Hal ini disebabkan karena pada siang hari terjadi lapisan D yang terionisasi kurang sempurna dan menyerap gelombang radio terutama pada band 160 dan 80 meter.

Fading yang kadang-kadang kita alami disebabkan karena kedaan ionisasi lapisan ionosphere yang tidak stabil.

Phenomena alam lainnya terjadi pada saat matahari terbit dan pada saat matahari terbenam dimana komunikasi jarak jauh pada low band menjadi sangat baik.

Para penggemar komunikasi jarak jauh, terutama pada low band sering menggunakan kesempatan ini untuk dapat berkomunikasi dengan rekan-rekan amatir ditempat yang jauh, phenomena alam semacam ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pada waktu matahari mulai terbit, mulailah terjadi lapisan ionosphere tambahan dibawah lapisan ionosphere utama dan ujung dari lapisan ionosphere tambahan, yang biasa disebut grey area, mempunyai sifat dapat membiaskan pancaran gelombang radio sedemikian rupa sehingga mencapai lapisan ionosphere utama dengan sudut kecil sehingga pantulannya ke bumi lebih jauh. Suatu jarak tertentu yang biasanya dicapai dengan multiple hop pada saat tersebut bisa dicapai dengan single hop.

Sifat lain dari ionosphere ialah bahwa ionisasi yang terjadi tidak selalu dapat merata pada seluruh bidang ionosphere, kondisi semacam ini sering kali dialami oleh para penggemar komunikasi jarak jauh. Biasanya para penggemar komunikasi jarak jauh menggunakan antena pengarah dan untuk komunikasi dengan rekan misalnya dengan stasiun dari Jepang ia mengarahkan antenanya ke arah utara (short path), akan tetapi pada suatu saat tertentu antena harus diarahkan ke selatan (berbalik 180 derajat) untuk memperoleh signal yang lebih besar (long path). Hal ini disebabkan karena kondisi ionosphere di belahan bumi selatan lebih bagus daripada belahan bumi sebelah utara.

Pengaruh SunSpot Terhadap Propagasi

Ionisasi yang terjadi pada lapisan ionosphere disebabkan oleh sinar matahari, ialah pelucutan elektron-elektron dari atom-atom gas pada lapisan ionosphere, sehingga terjadilah ion-ion (ion adalah atom yang kehilangan sebagian elektronnya sehingga bermuatan listrik). Terjadinya serta kondisi lapisan ionosphere tergantung pada aktivitas matahari.

Matahari adalah bola raksasa dari plasma (plasma adalah atom yang kehilangan seluruh elektronnya) dan disitu terjadi reaksi nuklir fisi.

Reaksi nuklir fisi adalah reaksi penggabungan inti-inti atom ringan dan dalam reaksi ini terjadilah pelepasan tenaga ikat (binding energy) dari inti-inti atom yang mengadakan reaksi. Tenaga ikat yang berupa sebagian massa inti atom itu berubah menjadi energi yang sebagian besar berujud pancaran thermis atau pancaran sinar panas.

Aktivitas reaksi inti tersebut tidak merata pada seluruh permukaan matahari, ada daerah-daerah tertentu di permukaan matahari dimana terjadi aktivitas yang sangat tinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah permukaan matahari yang lain. Apabila kita amati foto permukaan matahari, maka daerah yang aktivitasnya memuncak tersebut terlihat sebagai bintik hitam yang terkenal dengan nama bintik-bintik matahari atau sun spot.

Oleh karena matahari mengadakan rotasi (berputar pada porosnya) maka sun spot tersebut kelihatan bergerak dan akan tidak terlihat lagi setelah 28 hari. Banyaknya jumlah sun spot pada permukaan matahari menunjukkan derajad aktivitas dari matahari dan ini akan berpengaruh terhadap pembentukan ionosphere. Makin banyak sun spot yang terjadi, makin sempurna ionisasi lapisan ionosphere sehingga makin bagus ionosphere memantulkan gelombang radio dan dengan demikian kondisi propagasi gelombang radio menjadi makin baik.

Aktivitas matahari ini pada waktu tertentu naik dan pada waktu tertentu menurun, naik turunnya berlangsung secara teratur. Periodisasi naik dan turunnya aktivitas matahari berkisar antara 9 dan 13 tahun, atau rata-rata setiap 11 tahun.

Pada sekitar tahun 1989 sampai 1992 aktivitas matahari berada pada tingkat puncak, kemudian makin menurun dan akan menduduki puncaknya kembali 11 tahun kemudian. Tingkat aktivitas matahari ditandai dengan timbulnya banyak sun sop di permukaan matahari. Kondisi propagasi pada posisi puncak akivitas matahari ini sangat dinantikan oleh para amatir radio penggemar komunikasi jarak jauh.

Pembiasan ini terjadi karena gelombang elektromagnetik bergerak melewati medium dengan kerapatan yang berbeda dan mengakibatkan perubahan pada vector kecepatan gelombang dan dengan demikian arah gerakannya akan terbias. Pembiasan yang terjadi pada lapisan troposphere ini terjadi berulang-ulang.

Phenomena lain yang terjadi dengan gelombang radio terutama pada frekuensi antara 50-60 MHz (VHF) ialah tropospheric scattering. Dengan kemampuan troposphere mengadakan scattering pada gelombang radio, maka gelombang radio pada band 6 meter tersebut di atas, setelah masuk kelapisan troposphere dapat bergerak mengikuti lengkungan lapisan troposphere dan tidak tembus ke angkasa luar.

Gerakannya mengikuti lapisan troposphere ini dapat mencapai jarak yang cukup jauh, ialah dapat mencapai jarak puluhan ribu kilometer. Pada suatu tempat yang sangat jauh tersebut, ia dapat dibiaskan kembali ke bumi dan dapat ditangkap oleh pesawat radio di tempat tersebut.

Kondisi troposphere yang memberikan kemungkinan untuk mengadakan komunikasi jarak jauh tersebut di atas tidak terjadi setiap saat. Berbeda halnya dengan kondisi propagasi ionospheric pada band HF, maka kapan terjadinya kondisi propagasi tropospheric yang baik seperti tersebut di atas belum cara peramalan yang seksama.

Kecuali propagasi tropospheric, komunikasi teresterial jarak jauh pada band VHF dapat pula dilakukan dengan bantuan benda-benda angkasa. Benda-benda angkasa seperti bulan dan batu meteor mempunyai kemampuan pula untuk memantulkan gelombang radio kembali ke bumi. Rekan-rekan amatir telah banyak mengadakan kegiatan eksperimen komunikasi jarak jauh dengan menggunakan pantulan bulan pada band VHF yang disebut Earth Moon Earth (E.M.E).

Rekan-rekan amatir radio dari beberapa negara biasanya membuka E.M.E. communication pada setiap DX-pedition.

Jumlah sun spot yang terjadi pada suatu waktu tertentu diberikan ukuran dengan istilah sun spot number. Angka ini sangat berguna untuk peramalan kondisi propagasi pada suatu waktu tertentu. Pada saat ini telah tersedia suatu program komputer yang digunakan untuk meramalkan kondisi propagasi dan untuk mengadakan ramalan tersebut diperlukan masukan berupa sun spot number yang bisa didapatkan dari internet. Ramalan propagasi ini sangat berguna terutama bagi rekan-rekan amatir radio yang gemar mengikuti kontes-kontes radio internasional.

Propagasi Tropospheric
Berbeda dengan ionosphere yang merupakan andalan propagasi gelombang radio high frekuensi yang dipancarkan secara teresterial, maka berikut ini kita menengok sejenak ke lapisan lain yang juga menyelimuti bumi, ialah troposphere. Troposphere adalah suatu lapisan pada atmosphere bumi dengan ketinggian sekitar 10 kilometer, lapisan ini terdiri terutama atas gas oksigen, gas nitrogen uap air dan kristal es, ia mempunyai arti tersendiri pada propagasi dengan kemampuannya mengadakan pembiasan dan scaterring (pembauran) gelombang elektromagnetik.

Pantulan Benda-Benda Angkasa
Kecuali bulan, batu-batu meteor dapat pula dimanfaatkan untuk membantu komunikasi jarak jauh pada band VHF.

Kita tahu bahwa setiap periode waktu tertentu, bumi kita dalam peredarannya bergerak melewati daerah meteor. Ini ditandai dengan adanya hujan meteor, ialah suatu pesta kembang api di angkasa. Pada tahun 1999 untuk waktu beberapa hari, bumi melewati daerah meteor ini. Amatir radio banyak bereksperimen komunikasi pada band VHF dengan memanfaatkan kemampuan meteor memantulkan gelombang radio.
mbah, antena HF apa yg gak ribet dan makan tempat dan minim skip
Quote:Original Posted By budim
mbah, antena HF apa yg gak ribet dan makan tempat dan minim skip


nubie bantu jawab ya gan. biar tritnya rame.

kalo urusan skip, berkaitan erat dgn frekuensi dan jam kerja. kalo urusan antenna ngga ribet, itu urusan seberapa jauh kita bisa berkompromi dgn performa antenna itu. karena rumus umum antenna kompromi adalah kita juga akan mendapat hasil yang kompromistik juga.

secara umum, antena vertikal yang ditaruh bukan di permukaan tanah (elevated vertical ant) ngga ribet karena radialnya bisa pendek. juga bisa DX karena sudut take-off angle yang rendah. cuma karena lawan bicara kita kebanyakan pake antena berpolarisasi horizontal, makanya signal kita biasanya diterima megap-megap di sono.

maapin kalo salah.
Quote:Original Posted By yb3td
nubie bantu jawab ya gan. biar tritnya rame.

Newbie ikutan tanya om riv...
Untuk mensiasati keterbatasan lahan, jika ingin menguadar di 80 meter band sebaiknya pakai antena apa, yg semurah jemuran.
Kalau satu sisi kita gulung diperalon gmn pengaruh TX/RX om?

Oh ya, saya ada receiver SSB buatan cino sangat peka. dengan antena tarikan / telescopic 1 meter siang bolong sering dapat dari papua, kalimantan, dll.
apa itu receiver ada penguatnya ya?

Oh ya, kalau belalai gajah performanya gmn om?

makasih master om riv...
modal utamanya pake antenna tuner, mbah. lha antenna nya pake apa aja bisa. misal long wire. panjangnya seadanya lahan. seutas saja. langsung dicolokin ke antenna tuner. tapi box antenna tuner kudu di grounding yang bagus utk membuatnya balance. atau pake dipole kanan kiri yang ditengahnya pake kabel tv hitam-putih. lalu colokin ke antena tuner. pake helix wound gitu juga mungkin bisa matching di satu frekuensi tertentu. tapi karena bentuk antenna nya ngga balance, mungkin bentuk pancaran radiasinya juga ngga seperti pada umumnya antenna dipole. dan rumusan umum soal antenna kompromi juga tetep berlaku, bahwa kalo kita pake antenna kompromi maka bersiaplah menerima hasil yang kompromistik juga.

kenapa ngga muncul di 40m aja, mbah? lebih bening suaranya. dan lebih jauh jangkauannya. saya pake inverted V di 1,5 pipa aja udah melanglang buana di 40m.

radio receivernya mungkin termasuk peka, mbah. di tabel spesifikasi nya minimum bisa terima berapa db?

antenna belalai gajah, maaf belom pernah denger, mbah. pernah denger ada antenna elephant gun, itu 10 elemen yagi 28Mc yang dipake team kontester apa dulu ya lupa. udah lama baca kisahnya sih.

maap kalo salah, maklum masih nubie.
.
Quote:Original Posted By yb3td
modal utamanya pake antenna tuner, mbah.

Nah ini om.... saya tmsk modal cupet.
Tunernya itu loh... 2 ikat baru dapat.
Ups.... untuk longwire dg antena tuner minimal panjang kabel brp ya om.
Saya baca di IC-718 kan ada pasangan AT-120 / AT-150.
Disitu disebutkan minimal panjang kabel untuk bisa di auto tune. Dia pakai single wire aja, grounding masuk tanah (skemanya).

Oh ya om...
Sebenarnya baloon fungsinya apa?
Kok ada 1:1 / 1:2 / dll.
Seberapa besar pengaruh baloon ini...
Saya gak pakai baloon, langung tembak ke kabel --> radio.

hmmm apa kalau pakai kabel feeder TV malah balance nya gak ngacau um? kan 300ohm.
Tp yg ngebrik di AM 80 meter pada pakai kabel feeder TV.
Seberapa signifikankah pengaruh kabel di HF band?
Krn sebagian besar yg saya temui hanya memakai RG58 walau power ratusan watt. kalau di 2 meter kan gak efisien...

Maaf Om Riv, newbie bayak tanya..,...
kebeneran online ni mbah, njajal modem smartfren ac682 kiriman dari YDØNGA. nyampe tadi pagi. kudu burn test biar mantaf.

bukan bermaksud menggurui nih mbah, sekedar jawab pertanyaan aja:
1. biar murah, mungkin coba bikin antenna tuner sendiri mbah. modalnya varco besi radio jadul perlu 2 unit. lalu coil bbrp gulung di inti kertas karton aja biar murah. tapi yang ini saya cuma ngomong doang, berhubung durung tau nggawe dewek jhahaha.
2. longwire nya biasanya 135 feet. tapi karena ada antenna tuner, berapa aja panjangnya bisa, disesuaikan dgn lahan. namanya juga long wire. kalo tuner nya ngga bisa ngejar, tambahin panjang bangsa 1 - 2 meter.
3. grounding memang kudu bagus. dan yang di ground duluan adalah tuner nya lho mbah (terdekat dgn titik ground). baru radio nya menyusul.
4. mungkin maksudnya balun ? balun = balance to unbalance. antenna yang balance (kanan-kiri sama bentuknya) ngga cocok kalo pake kabel unbalance (coax). comblangin pake balun. biar bentuk radiation pattern nya betul. bbrp orang bilang juga mengurangi resiko TVI (television interference). kalo antenna vertikal ngga perlu balun, karena dia bukan antenna balance. balun diperlukan di frekuensi di atas 7MHz. di bawah itu, boleh pake boleh engga.
5. balun ada yang 1:1 ada yang 1:4, 1:12. maksudnya, kalo antenna kita misal 50 ohm dan coax kita juga 50 ohm, kita pake balun 1:1. tapi kalo antenna kita ternyata berimpedansi 200 ohm sedangkan coax kita 50 ohm, kita pake balun 1:4. demikian seterusnya.
6. saya pernah pake antena G5RV mbah. bentangan jemuran di atas lalu diturunin pake feeder 300 ohm. dgn panjang feeder tertentu, di titik itu impedansi total sistem itu jadi 50 ohm (balance). jadi ngga papa disambungin ke coax/radio berimpedansi 50 ohm. tapi kalo feeder nya random length, ya memang jadi ngga 50 ohm lagi.
7. pengaruh kabel semakin signifikan dengan naiknya frekuensi. ini disebabkan adanya fenomena skin effect, dimana gelombang radio seolah-olah menjadi keluar dari dalam kabel mengelilingi bungkus kabel. di low band, pake feeder tv atau bahkan bikin sendiri macam "tangga monyet" ya oke-oke aja. tapi makin naik frekuensinya, kabel itu jadi semakin ngga efisien lagi utk mengirim signal gelombang RF.

maaf kepanjangan mbah. pasti ngantuk ya bacanya.

4. yang penting udah nyaman aja mbah. apalagi komunikasi di 11Mc kan jarak dekat. jadi ngga banyak ngaruh lah kalo radiation pattern mencang-mencong kanan-kiri. malah kadang dipasangi balun bisa bikin dead zone bertambah luas karena bentuk pattern yang justru menjadi benar. hehehe
7. itu om rerets ya mbah? sesama BTS engineer, tabek utk beliau deh.

8. YB1VA yang melebihkan mutu tuh. justru beliau yang lebih jago dari saya. tapi lebih seneng "maenan lain" keknya. hehehe.

9. senang bisa membantu mbah. tapi mohon dipersori kalo ada yang salah. maklum, masih nubie. biar trit nya rame, jadi saya posting terus.

Grin 

hmmm.. ikut gabung ahhh...

barusn beli kabel monster 10m, mo dijadikan dipole 1/2 lamda di 40m band..
antene exist panjang 20m + balun mn100 , kurang nendang di 40m band..
utk swr seh sudah aman... , mungken hampir mirip dengan menggunakan tuner..
report lokal 40m sinyal kurang manteb, audio seh ok..
utk 80m sinyal & audio ok..

bentangan rencana pada feedpont gak make balun biasa tapi choke balun saja; setelah coax rg58 disambung ke feedpoint digulung sebanyak 9 lilit (rev 6 sd 11lilit utk hf) dideket feedpointnya...
mudah2 an minggu ini bisa naek...

mbah sedikit koreksi frek allband bukannya dari 160 - 10m ?
di atas tertulis 160 - 60m ?
eh nyampe 6m / 50mhz .. the magic band.. ?
di radio allband hf rata2 meng cover pada range tersebut, mungken saya yg salah kalo radio gak akan salah
gw di sini baca cuma melongo....pusingggggg......

simple deh pertanyaaan, buat antena HF yg mantap habis berapa duit?
buat sendiri apa ada pabrikan geto?


makaseeehhhh om om
Quote:Original Posted By kr15n4_5
hmmm.. ikut gabung ahhh...

barusn beli kabel monster 10m, mo dijadikan dipole 1/2 lamda di 40m band..
antene exist panjang 20m + balun mn100 , kurang nendang di 40m band..
utk swr seh sudah aman... , mungken hampir mirip dengan menggunakan tuner..
report lokal 40m sinyal kurang manteb, audio seh ok..
utk 80m sinyal & audio ok..

bentangan rencana pada feedpont gak make balun biasa tapi choke balun saja; setelah coax rg58 disambung ke feedpoint digulung sebanyak 9 lilit (rev 6 sd 11lilit utk hf) dideket feedpointnya...
mudah2 an minggu ini bisa naek...

mbah sedikit koreksi frek allband bukannya dari 160 - 10m ?
di atas tertulis 160 - 60m ?
eh nyampe 6m / 50mhz .. the magic band.. ?
di radio allband hf rata2 meng cover pada range tersebut, mungken saya yg salah kalo radio gak akan salah


saya sih belon pernah pake MN100, tapi ada pernah denger DX'er dari jakarta yang ngga puas dgn performa MN100, gan. saya sendiri pake kenpro.

Talking 

Quote:Original Posted By budim
gw di sini baca cuma melongo....pusingggggg......

simple deh pertanyaaan, buat antena HF yg mantap habis berapa duit?
buat sendiri apa ada pabrikan geto?


makaseeehhhh om om

hmm antene ane gak ada yg mantap ...
semua ecek2 , aka tali jemuran....
bentang sana-sini... yg penting bisa sak indonesia raya nyambung..
Quote:Original Posted By yb3td
saya sih belon pernah pake MN100, tapi ada pernah denger DX'er dari jakarta yang ngga puas dgn performa MN100, gan. saya sendiri pake kenpro.

hmm dx er.. om Jo bukan om ?
kalau diperhatikan mn-100 ini emang sesuai namanya, bisa jadi antenna matcher ..
bagus swr - aman utk pesawat, tapi gak los keluar ... att aja nyampe 6dB
hampir semua allband aman utk transmit, receiver gak masalah di semua band...
hmm keknya dilipet ajah nie mn-100.. wkwkwkwk..

kenpro lumayan 150rb an (?) , cuma balun doang ... utk pemula sperti saya.. paling make se adanya saja...
paling choke balun / coaxial balun, atau nanti mbikin sajah deh...

Quote:Original Posted By budim
mbah, antena HF apa yg gak ribet dan makan tempat dan minim skip


Bisa dengan antena vertikal, gan.. Antena mobile Comet UVH-6 cakep tuh.

Klo biar ga skip, pke teknik NVIS


Quote:Original Posted By yb3td
nubie bantu jawab ya gan. biar tritnya rame.

kalo urusan skip, berkaitan erat dgn frekuensi dan jam kerja. kalo urusan antenna ngga ribet, itu urusan seberapa jauh kita bisa berkompromi dgn performa antenna itu. karena rumus umum antenna kompromi adalah kita juga akan mendapat hasil yang kompromistik juga.

secara umum, antena vertikal yang ditaruh bukan di permukaan tanah (elevated vertical ant) ngga ribet karena radialnya bisa pendek. juga bisa DX karena sudut take-off angle yang rendah. cuma karena lawan bicara kita kebanyakan pake antena berpolarisasi horizontal, makanya signal kita biasanya diterima megap-megap di sono.

maapin kalo salah.


layak dapat

Quote:Original Posted By yb3td
saya sih belon pernah pake MN100, tapi ada pernah denger DX'er dari jakarta yang ngga puas dgn performa MN100, gan. saya sendiri pake kenpro.


Yang ini ya OM?
Spoiler for balun kenpro:
Quote:Original Posted By budim
gw di sini baca cuma melongo....pusingggggg......

simple deh pertanyaaan, buat antena HF yg mantap habis berapa duit?
buat sendiri apa ada pabrikan geto?

makaseeehhhh om om


pusing minum parasetamol, master. antenna mantep ya pake hukum ono rego ono rupo. uang yang bicara. kalo saya sih kepengin punya cushcraft TH-11. hehehe. high gain dan yang paling penting tuh tongkrongannya keren abis, master.

Quote:Original Posted By kr15n4_5

hmm dx er.. om Jo bukan om ?
kalau diperhatikan mn-100 ini emang sesuai namanya, bisa jadi antenna matcher ..
bagus swr - aman utk pesawat, tapi gak los keluar ... att aja nyampe 6dB
hampir semua allband aman utk transmit, receiver gak masalah di semua band...
hmm keknya dilipet ajah nie mn-100.. wkwkwkwk..

kenpro lumayan 150rb an (?) , cuma balun doang ... utk pemula sperti saya.. paling make se adanya saja...
paling choke balun / coaxial balun, atau nanti mbikin sajah deh...



wah kalo Om Jo mah lebih tinggi lagi kriteria nya, masbro. pernak-perniknya kudu order dari sebrang lautan.

Quote:Original Posted By JZ09IYY

Yang ini ya OM?
Spoiler for balun kenpro:


iya betul, gan. murah meriah 150 rb keliling dunia sampe ke kepulauan karibia enteng aja di 40m.
Quote:Original Posted By kr15n4_5
hmmm.. ikut gabung ahhh...

...barusn beli kabel monster 10m...


bahan sama oom...cm ane belinya +/- 20mtran...
pake coaxtrap...sambungin langsung ke RG-58...tambahin counterpoise....formasi inverted L.....dapet deh 5 band...80 - 40 - 20 - 15 - 10

Grin 

Quote:Original Posted By herrysus
bahan sama oom...cm ane belinya +/- 20mtran...
pake coaxtrap...sambungin langsung ke RG-58...tambahin counterpoise....formasi inverted L.....dapet deh 5 band...80 - 40 - 20 - 15 - 10


wah mantab om... ane mikir2 lagi nie..
sepertinya kesulitaan utk ngebentang ..

om kalo ada gambar2 / coret2 annya,
trus ukuran si monster nya yg brapa mm ?
total bentangan inv L nya . dll gitu

beberapa temuan waktu gogling:
The K4VX Linear-Loaded Dipole for 7 MHz
Antena Dipole dan Monopole
80-40m fan dipole, om bam
No tuner multiband antenna, om bam
Antene trap --> komersil
Homebrew 40/80 Trap Dipole Design
small antenna HF, Tak-Tenna
yg ini mungkin bisa nambah referensi

×