Sumbangan Info

LULUS Ujian negara merupakan salah satu syarat mutlak untuk menjadi seorang amatir radio (ORARI). Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak mau atau tidak mampu mengikuti ujian, tetapi mempunyai hobby elektronika dan komunikasi radio? Pemeritah telah menyediakan wadah lain yaitu RAPI. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk bertindak liar.

Perbedaan ORARI dan RAPI adalah sebagai berikut :

1.Menjadi anggota ORARI harus lulus ujian negara, sedangkan UNTUK ANGGOTA RAPI TIDAK PERLU.
2.Anggota ORARI sesuai tingkatannya, boleh berkomunikasi dengan amatir radio di seluruh dunia, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
3.Di dunia, ORARI punya Organisasi induk (IARU) yg berakses ke ITU, SEDANGKAN ANNGOTA RAPI HANYA BERSIFAT NASIONAL.
4.Anggota ORARI boleh menggunakan antena pengarah, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
5.Transceiver untik ORARI non Channelized, SEDANGKAN UNTUK RAPI HARUS CHANNELIZED
6.ORARI mendapatkan alokasi frekuensi dari ITU (dari 1,8 MHZ berselang seling sampai 250 GHZ), SEDANGKAN RAPI DARI DIRJEN POSTEL (dulu) DENGAN CARA MENYEWA....ARTINYA: ORARI BOLEH BUBAR, TETAPI FREKUENSI AMATIR RADIO TIDAK AKAN DAPAT DIGUNAKAN KECUALI OLEH AMATIR RADIO
7.Anggota ORARI mempunyai tingkatan kecakapan sesuai hasil ujian negara yang telah diikuti, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK

Dengan demikian, merupakan KESALAHAN FATAL apabila ada oknum, badan atau Instansi yang ingin menyaingi pemerintah dengan mendirikan wadah lain di luar ORARI/RAPI dengan DALIH membina stasiun dan operator gelap/liar agar mereka tidak liar. Lebih2 kalau oknum tsb adalah oknum ORARI/RAPI....

Catatan :
Sebelum mengalami perubahan/penyesuaian karena adanya perubahan keputusan dirjen postel (dulu) serta AD/ART.

Sumber:

IN MEMORIAM
H.A. MOEIS TJONDRO-YB1CPT (SILENT KEY)
Quote:Original Posted By YC8CLS
LULUS Ujian negara merupakan salah satu syarat mutlak untuk menjadi seorang amatir radio (ORARI). Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak mau atau tidak mampu mengikuti ujian, tetapi mempunyai hobby elektronika dan komunikasi radio? Pemeritah telah menyediakan wadah lain yaitu RAPI. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk bertindak liar.

Perbedaan ORARI dan RAPI adalah sebagai berikut :

1.Menjadi anggota ORARI harus lulus ujian negara, sedangkan UNTUK ANGGOTA RAPI TIDAK PERLU.
2.Anggota ORARI sesuai tingkatannya, boleh berkomunikasi dengan amatir radio di seluruh dunia, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
3.Di dunia, ORARI punya Organisasi induk (IARU) yg berakses ke ITU, SEDANGKAN ANNGOTA RAPI HANYA BERSIFAT NASIONAL.
4.Anggota ORARI boleh menggunakan antena pengarah, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
5.Transceiver untik ORARI non Channelized, SEDANGKAN UNTUK RAPI HARUS CHANNELIZED
6.ORARI mendapatkan alokasi frekuensi dari ITU (dari 1,8 MHZ berselang seling sampai 250 GHZ), SEDANGKAN RAPI DARI DIRJEN POSTEL (dulu) DENGAN CARA MENYEWA....ARTINYA: ORARI BOLEH BUBAR, TETAPI FREKUENSI AMATIR RADIO TIDAK AKAN DAPAT DIGUNAKAN KECUALI OLEH AMATIR RADIO
7.Anggota ORARI mempunyai tingkatan kecakapan sesuai hasil ujian negara yang telah diikuti, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK

Dengan demikian, merupakan KESALAHAN FATAL apabila ada oknum, badan atau Instansi yang ingin menyaingi pemerintah dengan mendirikan wadah lain di luar ORARI/RAPI dengan DALIH membina stasiun dan operator gelap/liar agar mereka tidak liar. Lebih2 kalau oknum tsb adalah oknum ORARI/RAPI....

Catatan :
Sebelum mengalami perubahan/penyesuaian karena adanya perubahan keputusan dirjen postel (dulu) serta AD/ART.

Sumber:

IN MEMORIAM
H.A. MOEIS TJONDRO-YB1CPT (SILENT KEY)


newbi mau tanya ,skrg banyak instansi swasta dan instansi pemerintah bahkan prusahaan besar utk perdangan memakai frequensi padahal mereka bukan anggota orari atau rapi apakah ada izin khusus dr dirjen parpostel soalnya kantor saya kalau tdk salah izinnya frequensi buat keperluan komunikasi izinnyz di mabes cilangkap [PERUM PERURI] Percetakan UANG Republik Indonesia mohon penjelasannya tks

Wink 

Quote:Original Posted By YC8CLS
LULUS Ujian negara merupakan salah satu syarat mutlak untuk menjadi seorang amatir radio (ORARI). Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak mau atau tidak mampu mengikuti ujian, tetapi mempunyai hobby elektronika dan komunikasi radio? Pemeritah telah menyediakan wadah lain yaitu RAPI. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk bertindak liar.

Perbedaan ORARI dan RAPI adalah sebagai berikut :

1.Menjadi anggota ORARI harus lulus ujian negara, sedangkan UNTUK ANGGOTA RAPI TIDAK PERLU.
2.Anggota ORARI sesuai tingkatannya, boleh berkomunikasi dengan amatir radio di seluruh dunia, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
3.Di dunia, ORARI punya Organisasi induk (IARU) yg berakses ke ITU, SEDANGKAN ANNGOTA RAPI HANYA BERSIFAT NASIONAL.
4.Anggota ORARI boleh menggunakan antena pengarah, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
5.Transceiver untik ORARI non Channelized, SEDANGKAN UNTUK RAPI HARUS CHANNELIZED
6.ORARI mendapatkan alokasi frekuensi dari ITU (dari 1,8 MHZ berselang seling sampai 250 GHZ), SEDANGKAN RAPI DARI DIRJEN POSTEL (dulu) DENGAN CARA MENYEWA....ARTINYA: ORARI BOLEH BUBAR, TETAPI FREKUENSI AMATIR RADIO TIDAK AKAN DAPAT DIGUNAKAN KECUALI OLEH AMATIR RADIO
7.Anggota ORARI mempunyai tingkatan kecakapan sesuai hasil ujian negara yang telah diikuti, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK

Dengan demikian, merupakan KESALAHAN FATAL apabila ada oknum, badan atau Instansi yang ingin menyaingi pemerintah dengan mendirikan wadah lain di luar ORARI/RAPI dengan DALIH membina stasiun dan operator gelap/liar agar mereka tidak liar. Lebih2 kalau oknum tsb adalah oknum ORARI/RAPI....

Catatan :
Sebelum mengalami perubahan/penyesuaian karena adanya perubahan keputusan dirjen postel (dulu) serta AD/ART.

Sumber:

IN MEMORIAM
H.A. MOEIS TJONDRO-YB1CPT (SILENT KEY)

nais inpo gan ..
Quote:Original Posted By Unforgeten
newbi mau tanya ,skrg banyak instansi swasta dan instansi pemerintah bahkan prusahaan besar utk perdangan memakai frequensi padahal mereka bukan anggota orari atau rapi apakah ada izin khusus dr dirjen parpostel soalnya kantor saya kalau tdk salah izinnya frequensi buat keperluan komunikasi izinnyz di mabes cilangkap [PERUM PERURI] Percetakan UANG Republik Indonesia mohon penjelasannya tks

setau ane sie kalau perusahaan swasta/bumn ada ijin sendiri,
kalo sekarang ijinnya yaa di bawah depkominfo ..
kantor ane juga make, yg ngurus temen ane ke balmon .., 5 ato 10tahun yg lalu ..
malah beberapa hari yg lalu kena gusur frek dipake sama bnpb atau sar gitu ..
aneh kek kehabisan lahan saja , frek jelas2 dipake ko suruh pindah..
gak mikirin apa effort utk geser frekuensi ....

hmm jadi curhat wkwkwkw ...

Quote:Original Posted By Unforgeten
newbi mau tanya ,skrg banyak instansi swasta dan instansi pemerintah bahkan prusahaan besar utk perdangan memakai frequensi padahal mereka bukan anggota orari atau rapi apakah ada izin khusus dr dirjen parpostel soalnya kantor saya kalau tdk salah izinnya frequensi buat keperluan komunikasi izinnyz di mabes cilangkap [PERUM PERURI] Percetakan UANG Republik Indonesia mohon penjelasannya tks


Nubi juga ijin menjawab gan, betul sekali gan....yang penting alokasi frekuensi yang dipakai bukan alokasi frekuensi milik ORARI (contoh 144-148 di VHF)/RAPI 142-143) gan....jadi diluar alokasi frekuensi tsb...Mungkin ada dari para senior punya jawaban yang lebih berbobot dari kami gan...tks
Quote:Original Posted By YC8CLS
LULUS Ujian negara merupakan salah satu syarat mutlak untuk menjadi seorang amatir radio (ORARI). Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak mau atau tidak mampu mengikuti ujian, tetapi mempunyai hobby elektronika dan komunikasi radio? Pemeritah telah menyediakan wadah lain yaitu RAPI. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk bertindak liar.

Perbedaan ORARI dan RAPI adalah sebagai berikut :

1.Menjadi anggota ORARI harus lulus ujian negara, sedangkan UNTUK ANGGOTA RAPI TIDAK PERLU.
2.Anggota ORARI sesuai tingkatannya, boleh berkomunikasi dengan amatir radio di seluruh dunia, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
3.Di dunia, ORARI punya Organisasi induk (IARU) yg berakses ke ITU, SEDANGKAN ANNGOTA RAPI HANYA BERSIFAT NASIONAL.
4.Anggota ORARI boleh menggunakan antena pengarah, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
5.Transceiver untik ORARI non Channelized, SEDANGKAN UNTUK RAPI HARUS CHANNELIZED

6.ORARI mendapatkan alokasi frekuensi dari ITU (dari 1,8 MHZ berselang seling sampai 250 GHZ), SEDANGKAN RAPI DARI DIRJEN POSTEL (dulu) DENGAN CARA MENYEWA....ARTINYA: ORARI BOLEH BUBAR, TETAPI FREKUENSI AMATIR RADIO TIDAK AKAN DAPAT DIGUNAKAN KECUALI OLEH AMATIR RADIO
7.Anggota ORARI mempunyai tingkatan kecakapan sesuai hasil ujian negara yang telah diikuti, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK

Dengan demikian, merupakan KESALAHAN FATAL apabila ada oknum, badan atau Instansi yang ingin menyaingi pemerintah dengan mendirikan wadah lain di luar ORARI/RAPI dengan DALIH membina stasiun dan operator gelap/liar agar mereka tidak liar. Lebih2 kalau oknum tsb adalah oknum ORARI/RAPI....

Catatan :
Sebelum mengalami perubahan/penyesuaian karena adanya perubahan keputusan dirjen postel (dulu) serta AD/ART.

Sumber:

IN MEMORIAM
H.A. MOEIS TJONDRO-YB1CPT (SILENT KEY)


Salam kenal, OM Lilik.

Untuk poin 4 dan 5 apakah masih berlaku, mohon dijelaskan dasar hukumnya.

Thanks.
Quote:Original Posted By JZ09IYY
Salam kenal, OM Lilik.

Untuk poin 4 dan 5 apakah masih berlaku, mohon dijelaskan dasar hukumnya.

Thanks.


Salam kenal juga gan......
Saya kopi dari sumber tersebut memeng tidak mencantumkan dasar hukumnya...
Menurut saya untuk poin 4 dan 5 sudah banyak perubahan dengan bertambahnya waktu.....
Saya muat di halaman ini supaya bisa share sama suhu2 yang lain...... tks
Alokasi repiter RX : 142,000 MHz dan 142,025 MHz, TX : 143,550 MHz dan 143,575 MHz daya 50 wat FM

koreksi utk page 1.


Repeater RAPI nya apa gak kebalik yah

RX: 143.550Mhz dan 143.575Mhz
TX: 142.000Mhz dan 142.025Mhz

biasanya sih cara baca Repeater dari sudut pandang user ...

CMIIW

Wink 

Quote:Original Posted By great_ww
Alokasi repiter RX : 142,000 MHz dan 142,025 MHz, TX : 143,550 MHz dan 143,575 MHz daya 50 wat FM

koreksi utk page 1.


Repeater RAPI nya apa gak kebalik yah

RX: 143.550Mhz dan 143.575Mhz
TX: 142.000Mhz dan 142.025Mhz

biasanya sih cara baca Repeater dari sudut pandang user ...

CMIIW

silahkan dibaca dari mesin repiter atau mesin user..
biasanya sie dibolak-balik disesuaikan kondisi sekitar ..
yg penting alokasi di frekuensi tersebut ..
dan tentunya berkoordinasi dengan wilayah coverage dari repiter tersebut..

kalau memang diterjemahkan seperti itu berarti kepmen membaca dari mesin repiter..
repiter rx di kepala 2 --> user tx di kepala 2
repiter tx di kepala 3 --> user rx di kepala 3

cmiiw
SalamSejahtera para master,

kalo komunikasi antar instansi itu dibawah perizinan siapa ya ???
Quote:Original Posted By chungfulloi888
SalamSejahtera para master,

kalo komunikasi antar instansi itu dibawah perizinan siapa ya ???


sekarang sama kominfo gan ...
ada perijinan daerah / pusat ..

jaman dulu bisa ke balmon / perhubungan ..

cuba ubek2 situs kominfo ..

cmiiw
Quote:Original Posted By kr15n4_5
sekarang sama kominfo gan ...
ada perijinan daerah / pusat ..

jaman dulu bisa ke balmon / perhubungan ..

cuba ubek2 situs kominfo ..

cmiiw


nice inpo
Quote:Original Posted By YC8CLS
LULUS Ujian negara merupakan salah satu syarat mutlak untuk menjadi seorang amatir radio (ORARI). Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak mau atau tidak mampu mengikuti ujian, tetapi mempunyai hobby elektronika dan komunikasi radio? Pemeritah telah menyediakan wadah lain yaitu RAPI. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk bertindak liar.

Perbedaan ORARI dan RAPI adalah sebagai berikut :

1.Menjadi anggota ORARI harus lulus ujian negara, sedangkan UNTUK ANGGOTA RAPI TIDAK PERLU.
2.Anggota ORARI sesuai tingkatannya, boleh berkomunikasi dengan amatir radio di seluruh dunia, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
3.Di dunia, ORARI punya Organisasi induk (IARU) yg berakses ke ITU, SEDANGKAN ANNGOTA RAPI HANYA BERSIFAT NASIONAL.
4.Anggota ORARI boleh menggunakan antena pengarah, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK.
5.Transceiver untik ORARI non Channelized, SEDANGKAN UNTUK RAPI HARUS CHANNELIZED
6.ORARI mendapatkan alokasi frekuensi dari ITU (dari 1,8 MHZ berselang seling sampai 250 GHZ), SEDANGKAN RAPI DARI DIRJEN POSTEL (dulu) DENGAN CARA MENYEWA....ARTINYA: ORARI BOLEH BUBAR, TETAPI FREKUENSI AMATIR RADIO TIDAK AKAN DAPAT DIGUNAKAN KECUALI OLEH AMATIR RADIO
7.Anggota ORARI mempunyai tingkatan kecakapan sesuai hasil ujian negara yang telah diikuti, SEDANGKAN ANGGOTA RAPI TIDAK

Dengan demikian, merupakan KESALAHAN FATAL apabila ada oknum, badan atau Instansi yang ingin menyaingi pemerintah dengan mendirikan wadah lain di luar ORARI/RAPI dengan DALIH membina stasiun dan operator gelap/liar agar mereka tidak liar. Lebih2 kalau oknum tsb adalah oknum ORARI/RAPI....

Catatan :
Sebelum mengalami perubahan/penyesuaian karena adanya perubahan keputusan dirjen postel (dulu) serta AD/ART.

Sumber:

IN MEMORIAM
H.A. MOEIS TJONDRO-YB1CPT (SILENT KEY)


Bagaimana dengan batasan power yang keluar dari transceiver? Apakah ada perbedaan juga?
Quote:Original Posted By thongbik
Bagaimana dengan batasan power yang keluar dari transceiver? Apakah ada perbedaan juga?


Untuk pertanyaan agan thongbik....coba di lihat page 1....Tulisan agan JZ09IYY...ini saya kopi pastekan......

Tahukan anda bahwa untuk komunikasi radio antar penduduk:

1. Max power pesawat adalah 25watt (rig) dan 5 watt (genggam) atau 12 watt PEP
......Cuma boleh pakai medium low nih, hiks
2. Frekuensi yang boleh digunakan 142.000 MHz - 143.600 MHz (VHF) dan 26,960 MHz - 27,410MHz (HF)
......Lumayan ga perlu beli antena tuner *menghibur diri*
3. Hanya untuk komunikasi dalam negeri
4. Ga boleh disambung dengan booster model apapun
......siap menampung booster 2nd
5. Ga bole transmit musik, nyanyi-nyanyi, pidato, dongeng, pembicaraan asusila
......hore, boleh pentung-pentung 1 watt
Pagi om om.
Saia bulan 11 kemaren ngurus ijin RAPI (ht ane pake untuk pertoper jarak 50m, selebihnya homolesbi doang)
Tapi selesainya kok lama banget ya. masih nunggu 4 bulan lagi katanya. Total 6 bulan mengunggu. hehehe.
Tapi sudah dapat callsign yang bisa digunakan untuk mengudara. hehehe.
BTW emangnya selama itu untuk mengurus ijin RAPI?
Apa cuman ditempat saia aja yang lama?


Damailah Indonesiaku

Wink 

Quote:Original Posted By kalatidha
Pagi om om.
Saia bulan 11 kemaren ngurus ijin RAPI (ht ane pake untuk pertoper jarak 50m, selebihnya homolesbi doang)
Tapi selesainya kok lama banget ya. masih nunggu 4 bulan lagi katanya. Total 6 bulan mengunggu. hehehe.
Tapi sudah dapat callsign yang bisa digunakan untuk mengudara. hehehe.
BTW emangnya selama itu untuk mengurus ijin RAPI?
Apa cuman ditempat saia aja yang lama?


Damailah Indonesiaku

sabar aja gan.. , sambil terus ditanyakan sama yg ngurus..
ane 1 tahun perpanjang juga belum kelar
tapi tetep mancar ....
cuma kalo ada event2 , ngerem dulu ...
kecuali make surat dari p ketu ..

Quote:Original Posted By kr15n4_5
sabar aja gan.. , sambil terus ditanyakan sama yg ngurus..
ane 1 tahun perpanjang juga belum kelar
tapi tetep mancar ....
cuma kalo ada event2 , ngerem dulu ...
kecuali make surat dari p ketu ..



Ooo gitu ya omK. Ane ngurus di paketu RAPI kabupaten om.
1 tahun kayaknya lebih lelet dari punya saia om. hehehe.
trims omK.
ini mungkin bisa menjadi sedikit koreksi bagi pengurus,kenapa mengurusnya kok lama sekali ya?.
Mungkin ini bisa jadi salah satu faktor para rakomers males ngurus ijin kali ya om. hehehe.



Damailah Indonesiaku

Wink 

Quote:Original Posted By kalatidha
Ooo gitu ya omK. Ane ngurus di paketu RAPI kabupaten om.
1 tahun kayaknya lebih lelet dari punya saia om. hehehe.
trims omK.
ini mungkin bisa menjadi sedikit koreksi bagi pengurus,kenapa mengurusnya kok lama sekali ya?.
Mungkin ini bisa jadi salah satu faktor para rakomers males ngurus ijin kali ya om. hehehe.

Damailah Indonesiaku

normal biasanya 2 - 3 bulan sudah kelar...
semenjak ada depkominfo luamaaa..

mudah2 an agan gak jadi males hehehe..
yg penting kolsen nya resmi berlaku nasional - rapi (+internasional -orari)

tapi ada untungnya juga berlama-lama...
jadi gak perlu buru2 ngurus perpanjangannya kalo dah habis masa berlakunya..
wew, mau ikutan jadi orang sadar hukum juga ah.... ngurus callsign sementara ditahan dulu sebelum ngerti semua tentang peraturan dan dasar komunikasi radio.
Dari dulu sudah makai radio sejak jadi panitia di sekolah, ternyata cetek banget pengetahuannya dibandingkan dengan yang sudah ikut RAPI apalagi ORARI.
Sekarang lagi baca - baca ARRL Handbook 2008, gila bener memang disana, satu keluarga ada yang punya callsign semua, dari bapaknya, ibunya bahkan anaknya yang umur 5 tahun, soalnya gak ada batasan usia, asalkan lulus dari 35 pertanyaan ( dapet lisensi pertama, Technician).
Memang sih tradisi rakom ini dimulai dari negara sono, telegraph, CW, gara - gara perang, handheld diproduksi, mulailah motorola pertama...
Sekarang para hams ( panggilan amatir radio disana ) bahkan bisa ngobrol sama antariksawan ( sekarang semuanya hams juga ) pake satelit. Wow, kalo ikut ORARI bisa nimbrung juga nih, tinggal bahasanya aja ya ( wajib Inggris).

Masalah band, jelas banget disana, makanya saya bingung versi AMrik itu, kalau transceiver pasti sudah diblok txnya sesuai regulasi FCC, kalau rxnya memang luas banget.
Kalau alokasi band disini sebenarnya sudah jelas di peraturan yang 2009 itu, ada alokasi tertentu untuk instansi, untuk darurat, untuk nasional. Kalaupun ada yang dipindahkan, ya pasti menyesuaikan peraturan tersebut.

Harapannya semoga pemerintah bisa memajukan ORARI/RAPI menjadi kalangan organisasi dengan sosial yang tinggi, saling memajukan, dan terdepan dalam teknologi masa kini ( sesuai asasnya yach), dengan membuat peraturan yang terbaik buat bersama.

Hams.....always ready for action.

Daftar Anggota RAPI

Mohon info untuk daftar menjadi anggota RAPI untuk wilayah Banten atau Tangerang bisa menghubungi kemana ya??
Trims....