KASKUS

Thumbs up Peraturan Perundangan Tentang Rakom di Indonesia

INGAT AGAN2 ...
PERLUNYA REGULASI ATAU ATURAN SALAH SATUNYA SUPAYA TERATUR
DALAM PENGGUNAAN PERANGKAT RADIO & ALOKASI FREKUENSI

PENGGUNAAN DI LUAR ALOKASI FREKUENSI / REGULASI
BISA BERAKIBAT INTERFERENSI DENGAN KOMUNIKASI YANG LAIN
BISA JADI MEMBAHAYAKAN JIWA ORANG LAIN ...

GUNAKAN RADIO KOMUNIKASI SECARA SEHAT & CERDAS ...



Kumpulan Peraturan/ Regulasi tentang Radio Komunikasi yang ada di Indonesia, yang perlu kita ketahui bersama;

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
NOMOR: 29 /PER/M.KOMINFO/ 07/2009
TENTANG: TABEL ALOKASI SPEKTRUM FREKUENSI RADIO INDONESIA
selengkapnya: klik disini mirror1
lampirannya:klik disini mirror1
Quote:Tabel alokasi frekuensi di Indonesia sesuai dengan alokasi spektrum frekuensi radio Internasional untuk wilayah (region) 3 edisi tahun 2008 yang ditetapkan oleh International Telcommunication Union (ITU), tabel bisa dilihat pada lampiran..

KM. 5 tahun 2001 dicabut & dinyatakan tidak berlaku lagi.

*** Peraturan Menteri Kominfo No. 25/PER/M.KOMINFO/12/2010 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 29/PER/M.KOMINFO/07/2009 tentang Tabel Alokasi Spektrum Frekuensi Radio Indonesia

*** Peraturan Menteri Kominfo No. 26/PER/M.KOMINFO/12/2010 tentang Perencanaan Penggunaan Pita Frekuensi Radio (Band Plan) Pada Pita Frekuensi Radio 300 MHz Untuk Sistem Komunikasi Radio Konvensional dan Studio – Transmitter Link

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
NOMOR: 33 /PER/M.KOMINFO/ 08/2009
TENTANG: PENYELENGGARAAN AMATIR RADIO
selengkapnya: klik disni miror1
Quote:
  • Ijin Amatir Radio (IAR) diberikan 2 (dua) tahun untuk pemula, 3 (tiga) tahun untuk siaga & 5 (lima) tahun untuk penegak & penggalang, hanya diperbolehkan mempunyai 1 IAR
  • Amatir radio yg sudah berumur 60 (enam puluh) tahun ke atas dapat diberikan IAR seumur hidup dengat syarat tertentu
  • Hanya boleh memiliki 1 tanda panggilan (callsign), dengan prefix YH (pemula), YD/YG (siaga), YC/YF (penggalang) & YB/YE (penegak)
  • Wilayah dibagi menjadi 10 dari 0 sd 9
  • Amatir radio dapat memiliki perangkat lebih dari 1 (satu), dengan daya output maksimal;
    • Pemula; 50 wat
    • Siaga; dibawah 30 Mhz 100 wat & di atas 30 Mhz 75 wat
    • Penggalang; dibawah 30 Mhz 500wat & di atas 30 Mhz 200 wat
    • Penegak; dibawah 30 Mhz 1000wat & di atas 30 Mhz 500 wat
    • Pita frekuensi radio 29,3 - 29,7 MHz, 145,8 - 146MHz, 435 - 438 MHz dan 1260 - 1270 MHz khusus komunikasi satelit, lebih lengkapnya ada di bandplan amatir

  • Pelanggaran ketentuan tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran pidana berat, dicabut ijin & IAR nya
  • Wadah: Organisasi Radio Amatir Indonesia selanjutnya di sebut ORARI


KM. 49 Tahun 2002, SE No. 97/M.KOMINFO/2008 Tanggal 23 April 2008 & segala peraturan yg bertentangan dicabut & tidak berlaku

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
NOMOR: 34 /PER/M.KOMINFO/ 08/2009
TENTANG: KOMUNIKASI RADIO ANTAR PENDUDUK
selengkapnya: klik disni mirror1
Quote:
  • Ijin KRAP diberikan 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang.
  • Pemegang IKRAP dapat memiliki perangkat KRAP lebih dari 1 (satu)
  • Hanya boleh memiliki 1 tanda panggilan (callsign), dengan prefix JZ (juliet zulu) + kode daerah dibagi berdasarkan propinsi + suffix AA - ZZ atau AAA - ZZZ
  • Band HF dari 26,960 MHz sd 27,410 Mhz (40ch) mode USB dengan daya pancar maksimum 12 wat
  • Band VHF dari 142.000 MHz sd 143.600 MHz spasi 20 KHz daya maksimum 25 wat (induk) & 5 wat (genggam) mode FM
  • Alokasi repiter RX : 142,000 MHz dan 142,025 MHz, TX : 143,550 MHz dan 143,575 MHz daya 50 wat FM
  • Polarisasi antena HF maksimal 5/8 lamda dan VHF 7/8 lamda
  • Tinggi antena tidak boleh melebihi 11 m
  • Pelanggaran ketentuan tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran pidana berat, dicabut ijin & IKRAP nya
  • Wadah: Radio Antar Penduduk Indonesia selanjutnya disebut RAPI


KM. 77 Tahun 2003, SE No: 97/M.KOMINFO/2008 Tanggal 23 April 2008 dan Segala Peraturan yg bertentangan dengan KM ini dicabut & tidak berlaku.

jika ada regulasi baru mohon koreksinya gan, sekalian link dokumen

Grin 


KEPUTUSAN KETUA UMUM ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA
Nomor : KEP-065/OP/KU/2009
TENTANG: PEMBAGIAN DAN PENGGUNAAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO ( BANDPLAN )
selengkapnya: klik disini mirror1
Quote:Original Posted By ALOKASI BAND PEMULA (YH)

144.000 - 148.000 MHz CW
144.000 - 144.100 MHz EME
144.100 - 144.200 MHz Data
144.200 - 144.280 MHz Experiment
144.280 - 144.370 MHz SSB
144.390 MHz APRS
144.410 - 144.980 MHz FM Simplex Note J
145.000 MHz National Call Frequency Note L
145.020 - 145.780 MHz FM Simplex Note J
145.800 - 146.000 MHz Satellite Note B
146.020 - 146.380 MHz Repeater Input Note Q,J
146.400 - 146.600 MHz Auxiliary Repeater Link`
146.620 - 146.980 MHz Repeater Output Note Q
147.000 MHz Center of Activity for Emergency Note E
147.020 - 147.580 MHz FM Simplex Note J
147.600 - 148.000 MHz FM Simplex VoIP Gateway Note M,J

Bagi tingkat Pemula tidak di benarkan menggunakan segmen 145.800 s/d 146.000 MHz

430.000 - 438.000 MHz CW
430.000 - 430.980 MHz Repeater Input Note Q
431.000 - 431.980 MHz All Modes Note N
432.000 - 432.100 MHz EME
432.120 - 432.980 MHz All Modes Note N
433.000 - 433.370 MHz FM VoIP Gateway Note M,J
433.390 MHz APRS
433.410 - 433.980 MHz All Modes Note N
434.000 - 434.980 MHz Repeater Output Note Q,J
435.000 - 438.000 MHz Satellite Note B

Bagi tingkat Pemula tidak di benarkan menggunakan segmen 435.000 s/d 438.000 MHz


Quote:Original Posted By ALOKASI BAND SIAGA (YD/YG)

Sama dengan alokasi Band Pemula (YH) dengan tambahan:
3.500 - 3.900 MHz CW
3.500 - 3.510 MHz CW DX Window Note F
3.550 - 3.560 MHz AM
3.565 - 3.775 MHz SSB
3.600 MHz Center of Activity for Emergency Note E
3.775 - 3.800 MHz SSB DX Window Note F
3.800 - 3.900 MHz SSB
3.830 MHz SSB ORARI Net Note D

7.000 - 7.200 MHz CW
7.025 - 7.040 MHz Data
7.025 MHz CW ORARI Net Note D
7.040 - 7.200 MHz SSB
7.055 MHz SSB ORARI Net Note D
7.110 MHz Center of Activity for Emergency Note E

21.000 - 21.450 MHz CW
21.070 - 21.125 MHz Data
21.126 - 21.149 MHz SSB
21.150 MHz International Beacon Frequency Note C
21.151 - 21.450 MHz SSB
21.300 MHz SSB ORARI Net
21.360 MHz Center of Activity for Emergency Note E
Khusus untuk tingkat Siaga hanya dibenarkan menggunakan segmen 21.000 – 21.200 MHz dengan Mode CW dan NB Data

28.000 - 29.700 MHz CW
28.050 - 28.150 MHz Data
28.200 MHz International Beacon Frequency Note C
28.300 - 29.300 MHz SSB
29.300 - 29.510 MHz Satellite Note B
29.510 - 29.520 MHz Setellite Guard Band
29.520 - 29.580 MHz Repeater Input Note Q
29.580 - 29.620 MHz FM Simplex Note J
29.620 - 29.680 MHz Repeater Output Note Q
29.680 - 29.700 MHz FM Simplex Note J
Khusus untuk tingkat Siaga hanya dibenarkan menggunakan segmen 28.000 – 28.500 MHz dengan Mode CW dan NB Data.

2300 - 2450 MHz All Modes (Secondary) Note N,O,P

3300 - 3500 MHz All Modes (Secondary) Note N,O,P
5650 - 5850 MHz All Modes (Secondary) Note N,O,P


Quote:Original Posted By ALOKASI BAND PENGGALANG (YC/YF)

Sama dengan alokasi Band Siaga (YD/YG) dengan tambahan:
1.800 - 2.000 MHz CW
1.830 - 1.840 MHz CW DX Window Note F
1.830 - 1.834 MHz RTTY DX
1.840 - 1.850 MHz SSB DX Window Note F
1.850 - 2.000 MHz SSB

14.000 - 14.350 MHz CW
14.070 - 14.099 MHz Data
14.100 MHz International Beacon Frequency Note C
14.101 - 14.112 MHz Data
14.112 - 14.350 MHz SSB
14.230 - 14.235 MHz SSTV
14.300 MHz Center of Activity for Emergency Note E
Khusus untuk tingkat Penggalang hanya dibenarkan menggunakan segmen 14.000 – 14.150 MHz

50.000 - 54.000 MHz CW
50.000 - 50.100 MHz Beacons Note C
50.100 - 50.500 MHz SSB / Data
50.500 - 52.525 MHz FM / Data Note J
52.550 - 53.000 MHz FM Repeater Input Note Q,J
53.025 - 53.525 MHz FM Simplex Note J
53.550 - 54.000 MHz FM Repeater Output Note Q,J

1260 - 1300 MHz All Modes (Secondary) Note N,O,P

10000 - 10500 MHz All Modes (Secondary) Note N,O,P
24000 - 24050 MHz All Modes (Primary) Note N,O,P
24050 - 24250 MHz All Modes (Secondary) Note N,O,P

47.0 - 47.2 GHz All Modes (Primary) Note N,O,P
76.0 - 77.5 GHz All Modes (Secondary) Note N,O,P
77.5 - 78.0 GHz All Modes (Primary) Note N,O,P
78.0 - 81.0 GHz All Modes (Secondary) Note N,O,P
122.25 - 123.0 GHz All Modes (Secondary) Note N,O,P
134.0 - 136.0 GHz All Modes (Primary) Note N,O,P
136.0 - 141.0 GHz All Modes (Secondary) Note N,O,P
241.0 - 248.0 GHz All Modes (Secondary) Note N,O,P
248.0 - 250.0 GHz All Modes (Primary) Note N,O,P


Quote:Original Posted By ALOKASI BAND PENEGAK (YB/YE)

Sama dengan alokasi Band Penggalang (YC/YF) dengan tambahan:
10.100 - 10.150 MHz CW
10.140 - 10.150 MHz Data

18.068 - 18.168 MHz CW
18.099 - 18.109 MHz Data
18.110 MHz International Beacon Frequency Note C
18.160 MHz Center of Activity for Emergency Note E
18.111 - 18.168 MHz SSB

24.890 - 24.990 MHz CW
24.920 - 24.929 MHz Data
24.930 MHz International Beacon Frequency Note C
24.931 - 24.990 MHz SSB


Quote:Original Posted By NOTE (CATATAN)

  1. Tidak menimbulkan gangguan pada dinas-dinas lain yang sudah dan akan bersegmen Primer /Primary
  2. Segmen Frekuensi Satelit dilarang digunakan selain komunikasi Satelit
  3. Segmen Frekuensi International Beacon dilarang digunakan
  4. Segmen Frekuensi ORARI Net dapat digunakan untuk komunikasi regular kecuali pada saat Net berlangsung
  5. Segmen Emergency Frequency dapat mengunakan all mode dan dilarang digunakan untuk komunikasi regular
  6. Segmen DX Window (CW/SSB/DATA) dilarang digunakan untuk komunikasi lokal
  7. Kelebaran Pita Mode Data (FSK,PSK,RTTY,PACTOR,PACKET) tidak melebihi 2 KHz
  8. Kelebaran Pita Mode SSB tidak melebihi 3KHz
  9. Kelebaran Pita Mode CW tidak melebihi 200 Hz
  10. Kelebaran Pita FM tidak melebihi 16 KHz
  11. Lebar Pita AM tidak melebihi 6 KHz
  12. Call Frequency adalah frekuensi untuk memanggil, selanjutnya komunikasi dilakukan pada frekuensi dan mode yang disepakati.
  13. Gateway unattended tidak diijinkan tanpa proteksi PTT Timer
  14. All Modes adalah Mode pancaran seperti SSB,DATA,CW,NB,FM,SSTV,ATV
  15. Wideband dan Narrow Band
  16. Menggunakan segmen ini harus memperhatikan segmen frekuensi satelit
  17. Segmen Repeater (Input/Output) dilarang digunakan untuk komunikasi Simplex
  18. Singkatan – Singkatan:

    [INDENT]AM : Amplitude Modulation
    APRS : Automatic Positioning Reporting System
    AMTOR : Amateur Teleprinting Over Radio
    BC : Beacon
    CW : Continuous Wave
    CoA : Center of Activity for Emergency
    EME : Earth Moon Earth
    FM : Frequency Modulation
    FM S : FM Simplex
    FSK : Frequency Shift Keying
    GW : Gateway
    KHz : Kilo Hertz
    MHz : Mega Hertz
    GHz : Giga Hertz
    PACTOR : Packet AMTOR
    PSK : Phase Shift Keying
    R.OUT : Repeater Output
    R.IN : Repeater Input
    RTTY : Radio Teletype
    SAT : Satellite
    SSB : Single Side Band
    SSTV : Slow Scan TV
    VoIP : Voice over Internet Protocol[/INDENT]



Quote:Original Posted By mbahpaijo
Tanya om....
Kemarin sempat di kopdar jkt disebutkan frekwensi RAPI dipersempit jadi 142.050 - 143.575 Mhz...
Mohon info validitas dan legalitas untuk hal ini.
Lokal ane lagi butuh, frekwensinya cak-acakan sekarang di lokal ane.


Om Krisna sudah menuliskan link Permen 34/2009 di atas mbahpaijo, silakan dibuka sendiri yaaa:

Pasal 19
(1) Kanal frekuensi radio yang diizinkan pada pita YHF (Very High
Frequency) untuk pelaksanaan penyelenggaraan KRAP
adalah frekuensi radio 142.000 MHz sampai dengan 143.600
MHz dengan spasi alur 20 KHz.

(2) Kanal frekuensi radio yang diizinkan pada pita VHF untuk
penyelenggaraan KRAP menggunakan pemancar ulang
(Repeater) pada frekuensi radio :
a. RX : 142,000 MHz dan 142,025 MHz;
b. TX : 143,550 MHz dan 143,575 MHz

Semoga menjadi lebih jelas, gan.

Rekan2 lain dipersilakan membaca keseluruhan peraturan menteri terlebih dahulu, jika ada yang kurang dimengerti, silakan diskusi disini.

Serba serbi RAPI

Tahukan anda bahwa untuk komunikasi radio antar penduduk:

1. Max power pesawat adalah 25watt (rig) dan 5 watt (genggam) atau 12 watt PEP
......Cuma boleh pakai medium low nih, hiks
2. Frekuensi yang boleh digunakan 142.000 MHz - 143.600 MHz (VHF) dan 26,960 MHz - 27,410MHz (HF)
......Lumayan ga perlu beli antena tuner *menghibur diri*
3. Hanya untuk komunikasi dalam negeri
4. Ga boleh disambung dengan booster model apapun
......siap menampung booster 2nd
5. Ga bole transmit musik, nyanyi-nyanyi, pidato, dongeng, pembicaraan asusila
......hore, boleh pentung-pentung 1 watt

Ada yang mau menambahkan?
Quote:Original Posted By JZ09IYY
Om Krisna sudah menuliskan link Permen 34/2009 di atas mbahpaijo, silakan dibuka sendiri yaaa:

Pasal 19
(1) Kanal frekuensi radio yang diizinkan pada pita YHF (Very High
Frequency) untuk pelaksanaan penyelenggaraan KRAP
adalah frekuensi radio 142.000 MHz sampai dengan 143.600
MHz dengan spasi alur 20 KHz.

(2) Kanal frekuensi radio yang diizinkan pada pita VHF untuk
penyelenggaraan KRAP menggunakan pemancar ulang
(Repeater) pada frekuensi radio :
a. RX : 142,000 MHz dan 142,025 MHz;
b. TX : 143,550 MHz dan 143,575 MHz

Semoga menjadi lebih jelas, gan.

Rekan2 lain dipersilakan membaca keseluruhan peraturan menteri terlebih dahulu, jika ada yang kurang dimengerti, silakan diskusi disini.


setelah membaca hal tersebut diatas saya mau menanyakan om ..
selain kedua frekuensi RPU diatas tidak boleh ya??

kalau misalnya ada sebuah repiter RAPI dengan out di 143.210MHZ
dengan input di 140.740MHZ sebetulnya kurang tepat ya??
atau bagaimana kata2 yang lebih tepatnya?? thanks om
Quote:Original Posted By teplokusuma


setelah membaca hal tersebut diatas saya mau menanyakan om ..
selain kedua frekuensi RPU diatas tidak boleh ya??

kalau misalnya ada sebuah repiter RAPI dengan out di 143.210MHZ
dengan input di 140.740MHZ sebetulnya kurang tepat ya??
atau bagaimana kata2 yang lebih tepatnya?? thanks om


Setahu saya, peraturannya berbunyi demikian om, selain itu bisa dipastikan adalah pelanggaran
Quote:Original Posted By JZ09IYY


Setahu saya, peraturannya berbunyi demikian om, selain itu bisa dipastikan adalah pelanggaran


Dimengerti om, semoga kepastian peraturan bisa diterapkan dan dipahami. Kalau berbicara mengenai pelanggaran sudah pasti akan ada sanksi yg berlaku, semoga saja untuk kegiatan bencana alam dan sosial masyarakat lainnya bisa mendapatkan perhatian khusus ya om.. Amin...
share sedikit /ini bebrapa frequensi yg sering di pergunakan al

Frequency \tDesignation \tAbbreviation[2]
3 - 30 Hz \tExtremely low frequency \tELF
30 - 300 Hz \tSuper low frequency \tSLF
300 - 3000 Hz \tUltra low frequency \tULF
3 - 30 kHz \tVery low frequency \tVLF
30 - 300 kHz \tLow frequency \tLF
300 kHz - 3 MHz \tMedium frequency \tMF
3 - 30 MHz \tHigh frequency \tHF
30 - 300 MHz \tVery high frequency \tVHF
300 MHz - 3 GHz \tUltra high frequency \tUHF
3 - 30 GHz \tSuper high frequency \tSHF
30 - 300 GHz \tExtremely high frequency \tEHF

maaf kalau ada yg kurang
mohon maaf mau tanya kalo mau urus ijin RAPI syaratnya apa aja ya, dan di Jogja ngurusnya dimana? maaf kalo salah tempat... saya sih cuma monitor biasanya, tapi mending resmi punya ijin kayaknya, terimakasih...

Grin 

Quote:Original Posted By younanto
mohon maaf mau tanya kalo mau urus ijin RAPI syaratnya apa aja ya, dan di Jogja ngurusnya dimana? maaf kalo salah tempat... saya sih cuma monitor biasanya, tapi mending resmi punya ijin kayaknya, terimakasih...


mantab gann..
niat baik sudah dicatat sama malaikat...
selanjutnya tinggal implementasi...
hmm rapida 12 diy dulu punya situs, tapi saya cari2 gak ketemu
hmm ternyata suspend http://www.rapi12diy.com
mungken agan2 yg laen bisa melengkapi
ngubek2 disini http://rapi-nusantara.net juga blum nemu..

hmm ketemu nie:
Spoiler for rapida12 diy:

frek radio open

izin nanya suhu master rekan rakkuser...
bakal ada ga ya, frekuensi yang di open untuk masyarakat dengan ketentuan kemampuan pancar yang dibatasi?
seperti frs/gmrs ato prs ala persemakmuran?
maaf klo di anggap nge junk..
Quote:Original Posted By SASKUS
kalau om buluk bilang "Nais Inpoh".....

btw, saya mau power yang gede2, masuk ke amatir dulu ya.....


Kalau amatir di ARRL, bisa ukuran kilowatt dengan legal... sedangkan di ORARI hanya 500watt max utk tingkat penegak (di frekuensi >30MHz)
om2... kalo liat peraturan RAPI, ko ruang maennya sempit banget ya? 142-143.6 doang... trus kalo orari mulai 145(? - lupa), nah ruang2 lain yang kosong itu untuk apa ya?
kaya HT sekarang kan bisa 135-174MHz, ruang2 kosong lain buat apaan kalo ga dipake?

Kalo saya bikin IKRAP, trus saya butuh komunikasi internal grup di frekwensi lain, berarti melanggar ya? misalnya untuk event tertentu saya pake frekwensi 151.xxx.

1 lagi... saya nyari kantor RAPI untuk daerah Bandung Selatan (cibaduyut/kopo sayati/tki/dll) ko susah amat si?? di rapi nusantara dot net ga ada alamatnya, kemaren tanya ke sapa lupa, disuruh calling2 di 222, eh dilempar ke 208, dilempar lagi ke 4xx... benernya ada ga si kantor RAPI untuk area saya?

thanks
Quote:Original Posted By niksenh
om2... kalo liat peraturan RAPI, ko ruang maennya sempit banget ya? 142-143.6 doang... trus kalo orari mulai 145(? - lupa), nah ruang2 lain yang kosong itu untuk apa ya?
kaya HT sekarang kan bisa 135-174MHz, ruang2 kosong lain buat apaan kalo ga dipake?

Kalo saya bikin IKRAP, trus saya butuh komunikasi internal grup di frekwensi lain, berarti melanggar ya? misalnya untuk event tertentu saya pake frekwensi 151.xxx.

1 lagi... saya nyari kantor RAPI untuk daerah Bandung Selatan (cibaduyut/kopo sayati/tki/dll) ko susah amat si?? di rapi nusantara dot net ga ada alamatnya, kemaren tanya ke sapa lupa, disuruh calling2 di 222, eh dilempar ke 208, dilempar lagi ke 4xx... benernya ada ga si kantor RAPI untuk area saya?

thanks


Frekuensi selain yang telah dialokasikan untuk KRAP (RAPI) dan amatir (ORARI) biasanya digunakan untuk kepentingan komersial dan pemerintah.

Untuk pertanyaan kedua, kita tunggu rekan RAPI bandung yang berkenan membagi informasi
sekedar tambahan....untuk amatir radio

sesuai permen kominfo no.33 tahun 2009 tg amatir radio.

ps. 35 (2)
Daya pancar maksimum :
a. Tingkat Pemula : Max 50 watt
b. Tingkat Siaga :
dibawah 30 MHz, max 100 watt.
diatas 30 MHz, max 75 watt.
c. Tingkat Penggalang :
dibawah 30 MHz, max 500 watt.
diatas 30 MHz, max 200 watt.
d. Tingkat Penegak :
dibawah 30 MHz, max 1000 watt.
diatas 30 MHz, max 500 watt.

ps. 35 (4)
Dalam hal penggunaan untuk keperluan khusus Dx-pedition, International Contest, EME dapat menggunakan power maksimum 2000 watt.

ps.35 (5)
Penggunaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) wajib mendapatkan izin dari Organisasi Tingkat Pusat
Quote:Original Posted By niksenh
om2... kalo liat peraturan RAPI, ko ruang maennya sempit banget ya? 142-143.6 doang... trus kalo orari mulai 145(? - lupa), nah ruang2 lain yang kosong itu untuk apa ya?
kaya HT sekarang kan bisa 135-174MHz, ruang2 kosong lain buat apaan kalo ga dipake?

Kalo saya bikin IKRAP, trus saya butuh komunikasi internal grup di frekwensi lain, berarti melanggar ya? misalnya untuk event tertentu saya pake frekwensi 151.xxx.

1 lagi... saya nyari kantor RAPI untuk daerah Bandung Selatan (cibaduyut/kopo sayati/tki/dll) ko susah amat si?? di rapi nusantara dot net ga ada alamatnya, kemaren tanya ke sapa lupa, disuruh calling2 di 222, eh dilempar ke 208, dilempar lagi ke 4xx... benernya ada ga si kantor RAPI untuk area saya?

thanks

Nubie coba bantu,....

Bisa ditanyakan ke :
Sekretariat RAPIDA 10 JABAR - JZ10ZZD
Alamat : Jl.Kadipaten Raya No.5 Antapani, Bandung 40291.
Telp....: 022-7102957.
Email.. : rapida_jabar@yahoo.com
Freq... : 142.900 Mhz.
Hubungi Bp. Agung - JZ10AHK (Ketua Rapi Daerah JABAR)
Quote:Original Posted By abahSAStra
Nubie coba bantu,....

Bisa ditanyakan ke :
Sekretariat RAPIDA 10 JABAR - JZ10ZZD
Alamat : Jl.Kadipaten Raya No.5 Antapani, Bandung 40291.
Telp....: 022-7102957.
Email.. : rapida_jabar@yahoo.com
Freq... : 142.900 Mhz.
Hubungi Bp. Agung - JZ10AHK (Ketua Rapi Daerah JABAR)


owh dimasukin ke Antapani ya om...
makasih abahSAStra...

over n out

Penggunaan Frekuensi Repeater

Mengenai hal ini, apakah organisasi resmi seperti ORARI/RAPI bisa bebas memakai frekuensi untuk input/output repeater mereka selagi di range alokasi frek masing2 organisasi atau harus ijin resmi dari RAPI Pusat / Orari Pusat?
Quote:Original Posted By budim
Mengenai hal ini, apakah organisasi resmi seperti ORARI/RAPI bisa bebas memakai frekuensi untuk input/output repeater mereka selagi di range alokasi frek masing2 organisasi atau harus ijin resmi dari RAPI Pusat / Orari Pusat?


Kalau bicara azas legalitas, tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi
Quote:Original Posted By JZ09IYY
Kalau bicara azas legalitas, tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi


maksud dan contohnya piye om?

kalau ada repeater Input di 143.450 da n output di 142.160 itu melanggar gak om.

maklum nubie nih