Dua Jenis Kiamat

Banyak orang tidak mengerti bahwa ada dua jenis kiamat, kiamat secara umum yaitu kiamatnya dunia dimana sejarah dunia diakhiri, tetapi juga ada kiamat khusus, yaitu kiamat pribadi dimana seseorang menghembuskan nafas yang terakhir.

Tuhan Yesus menyatakan bahwa kedatangan-Nya seperti pencuri, ini berarti tidak seorang pun manusia yang tahu kapan hari kedatangan-Nya.

Itulah sebabnya setiap orang harus berjaga-jaga.

Harus diingat bahwa hari kiamat bukan hanya hari kedatangan-Nya saja, tetapi juga ketika seseorang menghembuskan nafas terakhir.

Dalam hal ini umumnya masing-masing orang memiliki hari kiamat yang berbeda.
Biasanya orang hanya melihat kiamat secara umum tetapi tidak memberi perhatian pada realitas kiamat yang lain.
Kuasa kegelapan akan berusaha untuk menutupi fakta ini agar seseorang tidak memiliki sikap berjaga-jaga.
Inilah yang terjadi dalam kehidupan hampir semua orang, dalam dirinya mereka berpikir, berhubung hari kiamat (kedatangan Tuhan) masih jauh, maka ia tidak berjaga-jaga.
Ia tidak sadar bahwa ada kiamatnya sendiri yang bisa menghampirinya setiap saat (Luk. 12:20; 16:22-23).
Betapa mengerikannya kalau seseorang tidak menyadari realita hari kiamatnya.
Baginya kedatangan Tuhan seperti jerat (Luk.21:34).
Hal ini terjadi atas mereka yang hidup dalam kesenangannya sendiri dan bukan kesukaan Tuhan.

Jika seseorang selalu ada dalam suasana tidak memiliki sikap berjaga-jaga seperti ini, maka ia tidak pernah siap pada hari kedatangan Tuhan dan tidak pernah siap menyongsong hari terakhirnya di bumi sebelum ia menghembuskan nafas terakhir.

Di lain pihak yang harus diwaspadai iblis dengan segala kecerdikkannya membuat seseorang menjadi lemah atau rapuh.
Manusia adalah makhluk kompleks.
Di dalam dirinya ada jiwa yang tidak sekokoh beton atau sekeras baja.
Pada umumnya manusia tidak bisa stabil, ada saat-saat dimana jiwa menjadi lemah.
Lemah disini maksudnya mudah berbuat salah.

Dalam 1 Petrus 1:14 disebut sebagai "pada waktu kebodohan".
Dalam teks bahasa Inggris teks ini diterjemahkan sebagai in your ignorence.
Dalam teks Yunaninya adalah agnoia yang artinya keadaan yang tidak dapat dimaafkan.
Ini menunjuk keadaan bahaya.
Pada saat-saat tertentu seseorang ada dalam situasi yang berbahaya.
Situasi saat itu adalah situasi yang rentan.
Iblis cakap membawa seseorang dalam keadaan bahaya seperti ini.
Itulah sebabnya kita harus serius tidak membawa diri kita kepada bahaya, sebab kita tidak tahu kapan kiamat kita masing-masing.

Adalah bijaksana kalau kita berpikir bahwa hari ini adalah hari terakhir kita.

Tidak seorang pun yang kebal terhadap hari kiamat, karena itu berjaga-jagalah senantiasa!

Shalom aleichem.

Selamat pagi , dan selalu berjaga-jagalah senantiasa dalam hari -hari kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Amen.

Bertumbuh dalam Iman

Quote:Bacaan:
Yohanes 16:22 "Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu."

____________________________________

Apakah Anda sering mendapati diri Anda menatap keadaan, lalu membuat penilaian yang tidak berdasarkan iman?
Alkitab mengatakan bahwa TUHAN hadir dalam segala situasi.
Tetapi saya tahu terkadang kita bergumul untuk mempercayai kebenaran Alkitab ini, terutama di hari-hari sulit.

Namun sebaliknya, Yesus sangat percaya dengan realitas dan keberadaan Bapa dalam hidup-Nya ketika turun ke bumi sebagai Anak Manusia.

Renungkan hal ini: Ketika Yesus menuju kepada kemelut yang akan membuat Ia kehilangan nyawa-Nya, Ia begitu yakin dengan kehadiran Bapa.
Ini terlihat selama Perjamuan Terakhir, bahwa tidak seorang pun dari murid-Nya yang melihat adanya kegamangan dalam diri-Nya menghadapi situasi sulit itu!
Sebab Yesus yakin dan percaya bahwa Bapa bukan hanya hadir, tetapi juga bekerja melalui situasi yang buruk.

Dan betul saja, malam itu Yesus mulai berkeringat darah akibat dari semua tekanan itu, tetapi Ia masih tetap yakin bahwa Bapa ada di sana dan mengetahui apa yang Ia hadapi.
Ia percaya bahwa Bapa sedang memecahkan permasalah-Nya.

Kita juga harus bisa yakin jika Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita.
Kita mengembangkan iman yang radikal ini ketika kita belajar untuk percaya pada karakter TUHAN, yaitu ketika kita memutuskan, dalam iman, bahwa Bapa adalah pribadi yang Ia gambarkan dan Ia akan melakukan apa yang Ia katakan.

Kita mulai mengetahui bahwa TUHAN adalah setia, ketika kita melakukan hal-hal yang Ia perintahkan dan kemudian melihat bahwa Ia menepati janji-janji-Nya.
Dengan kata lain, kita bertumbuh dalam iman dengan menjadi percaya.
____________________________________

____________________________________

Kita percaya pada Yesus dan yakin bahwa Ia adalah pribadi yang nyata. Dan itulah yang membuat kita semakin percaya pada-Nya.

Amen

ane mo curhat dikit yah....

jadi gini, ane waktu kecil kadang2 pernah ke gereja katolik, hari2 besar tertentu gitu....

beranjak dewasa, ane ga pernah lage ke gereja....

akhir2 ini kayaknya pengen ke gereja katolik lage, n nyokap juga ngerasa mo ke gereja juga (FYI nyokap sebelumnya nganut kong hu cu)

jujur, yg selama ini bikin ane agak "males" ke gereja adalah status ane yg belum dibaptis...jadi kalo pas nyampe sesi nerima hosti, ane jadi ga PD karena cuma ane doang yg tetap duduk di bangku.....seolah2 gimana gitu....

ada yg pernah ngerasa gitu ga ???

mohon pencerahan n motivasinya yah gan...
Quote:Original Posted By innei
ane mo curhat dikit yah....

jadi gini, ane waktu kecil kadang2 pernah ke gereja katolik, hari2 besar tertentu gitu....

beranjak dewasa, ane ga pernah lage ke gereja....

akhir2 ini kayaknya pengen ke gereja katolik lage, n nyokap juga ngerasa mo ke gereja juga (FYI nyokap sebelumnya nganut kong hu cu)

jujur, yg selama ini bikin ane agak "males" ke gereja adalah status ane yg belum dibaptis...jadi kalo pas nyampe sesi nerima hosti, ane jadi ga PD karena cuma ane doang yg tetap duduk di bangku.....seolah2 gimana gitu....

ada yg pernah ngerasa gitu ga ???

mohon pencerahan n motivasinya yah gan...


Kalo belom babtis, ya dibabtis aja dulu gan.
Abis itu ikut pembelajaran sakramen krisma.
Nah kalo udah krisma, udah bisa deh tuh terima hosti.
Coba hubungi pastor atau biarawati setempat di gereja katolik yg biasa ente kunjungi atau terdekat rumah ente.
Bukan karena udah umur jadi ga bisa babtis dan krisma lagi, ajak juga nyokap biar bisa bareng-bareng prosesnya.

Itu sih yang ane tau kalo untuk katolik.

Atau untuk lbh jelasnya agan bisa nanya-nanya diperkenalkan... Kami katolik
Pengertian Kesederhanaan

Hidup dalam kesederhanaan sering dipahami secara keliru.
Hidup dalam kesederhanaan berarti tidak boleh memakai perhiasan, pakaian dan fasilitas hidup lain yang mahal harganya.
[B[Kesederhanaan diartikan sama atau dekat dengan "kemiskinan".[/B]
Itulah sebabnya dalam sejarah gereja ada ajaran yang mengajarkan semangat kemiskinan.
Jemaat tidak boleh memiliki kekayaan, harus berpakaian compang-camping bahkan sengaja menjadi pengemis.
Ini bukan berarti seseorang menjadi sembrono dalam penampilan lahiriahnya.

Quote:Harus bisa membedakan antara berpenampilan baik untuk menjadi berkat dengan penampilan untuk memperoleh penilaian dari sesama.

Kesederhanaan tidak diukur dengan hal-hal fisik atau lahiriah, walau tentu kesederhanaan yang tulus dan murni pasti mempengaruhi penampilan lahiriah.
Sejatinya, kesederhanaan dimulai dari sikap hati yang tidak mencari hormat atau penilaian manusia.

Tanpa disadari, manusia digerakkan oleh gairah untuk dihargai, dihormati dan dinilai baik oleh lingkungannya, sampai taraf mendapat pujian dan sanjungan.
Gairah ini sudah melekat kuat dan nyaris tidak bisa dilepaskan kalau tidak sungguh-sungguh belajar melepaskannya.

Gairah ini dan manifestasinya sudah dianggap sebagai sesuatu yang normal, kewajaran dan bahkan kebanggaan. Betapa miskinnya mental seperti ini, sebab mesitinya yang brharga adalah manusia batiniahnya bukan lahiriahnya (2 Kor.4:16).

Manusia dalam asuhan malaikat yang jatuh, telah memiliki irama yang salah tersebut. Hal ini bukan hanya ada di lingkungan jemaat, tetapi juga di lingkungan para pemimpin gereja, yang berlomba memperebutkan kedudukan ketua sinode, ketua majelis dan berbagai jabatan lain di dalam gereja.
Sungguh sangat memalukan.
Pada dasarnya mereka bukan anak-anak Tuhan, sebab anak-anak Tuhan akan berkarakter seperti Tuhan (Flp. 2:5-7).

Orang yang memiliki sikap hati yang sederhana tidak pernah merasa dirinya berharga dengan fasilitas yang menempel di tubuhnya, kendaraan rumah dan segala hal yang ada padanya.
Manusia di sekitarnya bisa menghormati tetapi ia tidak merasa bahwa hal itu merupakan nilai lebih dalam hidupnya.
Mengapa bisa demikian?
Sebab ia mencari hormat dari TUHAN.
Quote:Tuhan Yesus menyatakan, bagaimana seseorang bisa percaya kalau masih mencari hormat satu dengan yang lain? (Yoh. 5:44).

Teladan yang paling kuat mengenai kesederhanaan ini adalah Tuhan Yesus Kristus.
Tidak ada yang disisakan untuk memperoleh penghormatan.
Ia mengosongkan diri, termasuk hak untuk diperlakukan wajar.
Ia bukan saja tidak diperlakukan sebagai Penguasa Tertinggi, bahkan ia tidak diperlakukan sebagai manusia biasa.
Kesederhanaan Tuhan Yesus itulah kemuliaan-Nya.

Shalom aleichem.
Selamat malam, selamat beristirahat.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Amen.

Amen ....
izin tanya gan..

kemarin saya sempat lihat di NGC mengenai Teori Makam Yesus, disana diceritakan bahwa ada polemik yg mengatakan bahwa Yesus itu punya anak dan menikah dengan seorang wanita yg bernama Maria Magdalena.

polemik ini muncuk ketika di daerah israel tepatnya di pinggiran Yerusalem ditemukan makam yg wanita yg bersebelahan dengan makam Yesus.

timbul pro kontra dari kalangan peneliti mengenai konsep Maria Magdalena ini..yg mana dikemukanan oleh seorang prof dari universitas Tel Aviv Israel.

bagaimana pihak gereja katholik dalam menghadapi polemik tersebut ?
Quote:Original Posted By modmodol
izin tanya gan..

kemarin saya sempat lihat di NGC mengenai Teori Makam Yesus, disana diceritakan bahwa ada polemik yg mengatakan bahwa Yesus itu punya anak dan menikah dengan seorang wanita yg bernama Maria Magdalena.

polemik ini muncuk ketika di daerah israel tepatnya di pinggiran Yerusalem ditemukan makam yg wanita yg bersebelahan dengan makam Yesus.

timbul pro kontra dari kalangan peneliti mengenai konsep Maria Magdalena ini..yg mana dikemukanan oleh seorang prof dari universitas Tel Aviv Israel.

bagaimana pihak gereja katholik dalam menghadapi polemik tersebut ?


Maaf, salah thread tanyanya sepertinya, disini bertanya ttg meningkatkan iman kristiani.
Kalo mau bertanya pihak gereja katolik, bisa ke perkenalkan... Kami katolik

Atau kalo mau khusus pengetahuan tentang Yesus bisa bertanya ke All about Jesus
Quote:Original Posted By grage95
Amen ....


Amen juga gan

==-----------------------------------------------==

Perlakuan Terhadap Orang Bersalah

Kesederhanaan sikap hati akan terpancar pada perlakuan terhadap yang bersalah atau berdosa. Ia akan menyambut orang berdosa dengan sikap seakan-akan orang tersebut tidak bersalah. Hal ini bukan sebagai bentuk kompromi dan permisif terhadap kesalahan atau dosa, tetapi sikap turut sepenanggungan dalam kejatuhan atau kesalahan yang orang lain lakukan.

Perlu dicatat di sini bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang merancang cita-cita menjadi rusak atau berdosa.
Kuasa jahatlah yang menggiringnya masuk dalam jebakannya. Penolakan terhadap mereka seakan-akan mereka bukan manusia yang martabatnya tidak bisa diperbaiki lagi, ini akan mengakibatkan orang berdosa hilang untuk selamanya. Perhatikan bagaimana Tuhan Yesus menyambut perempuan yang kedapatan berjinah (Yoh. 8:2-11)

Ia tidak menghukum, Ia memberi kesempatan perempuan itu untuk memperbaiki diri. Hal lain yang sangat menakjubkan yang dilakukan oleh Tuan Yesus adalah penerimaan-Nya terhadap Yudas si pencuri dan pengkhianat. Tuhan Yesus tahu bahwa Yudas sering melakukan pencurian uang kas yang dipercayakan kepadanya. Tetapi begitu panjang sabarnya Tuhan memberi kesempatan Yudas untuk bertobat dan memperbaiki diri. Sampai akhirnya Yudas menempatkan dirinya di tiang gantungan. Juga ketika Petrus sudah berkhianat, Tuhan tidak mempersoalkan pengkhianatan Petrus. Tetapi Ia masih berurusan dengan Petrus dan mempertanyakan apakah Petrus masih mengasihi-Nya (Yoh. 21).

Dalam hal ini kita menemukan, kesucian Tuhan Yesus dan moralitas-Nya yang tinggi tidak menyakitkan orang lain, walau tentu saja Ia berharap suatu hari nanti mereka akan dapat mengenakan "baju" yang juga dikenakan-Nya. Melatih hal itu bukan sesuatu yang mudah, tetapi sangat sukar. Mengapa? Sebab pada dasarnya naluri manusia berdosa adalah naluri menghakimi, menghukum dan membalas. Jarang manusia memiliki kesabaran menerima orang lain dalam kesalahan dan kekurangannya. Biasanya orang menghendaki kesalahan dan kekurangannya sendiri dimengerti dan diterima oleh orang lain, tetapi ia tidak mau mengerti dan menerima kesalahan dan kekurangan orang lain. Menerima orang lain dalam seluruh keberadaannya akan melukai diri sendiri. Kalau hal ini dilatih atau dibiasakan, maka Tuhan akan mengimpartasikan perasaan-Nya. Harus dimengerti bahwa memiliki sikap hati yang sederhana harus melalui proses pelatihan, bukan sesuatu yang bisa tumbuh sendiri secara otomatis.

Kesediaan melatih diri berarti kesediaan untuk memasuki proses keselamatan; dan berusaha menjadi seperti Tuhan Yesus pernah hidup sebagai Anak Manusia di dunia

Kesederhanaan berarti memiliki kesabaran menerima orang lain dalam kesalahan dan kekurangannya.

Amen.


this is hope... this is faith...
Membunuh Nafsu Keinginan

Bagaimana kita dapat membunuh hasrat atau keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak TUHAN? Ada beberapa langkah untuk dapat masuk wilayah tersebut.
Harus disadari bahwa segala keinginan manusia akan berakhir sia-sia.
Apapun yang diingini suatu hari akan berakhir dan lenyap tiada bekas, karena kebinasaan.
Sebab keinginan manusia pada umumnya pasti menggeser keinginan untuk melakukan kehendak Tuhan.
Hal ini membuat manusia menjadi tuhan bagi diri sendiri, bila kuat juga menjadi tuhan bagi sesamanya.
Mereka tidak menyadari hal ini, sebab mereka berpikir bahwa memiliki keinginan adalah suatu kewajaran hidup.

Bagi umat Perjanjian Lama, mereka dihalalkan memiliki keinginan dari diri sendiri dan memohon Tuhan meridhoinya, tetapi bagi umat Perjanjian Baru sangatlah berbeda.
Sebab bagi umat Perjanjian Baru, mereka dipanggil untuk memuliakan Tuhan dalam dan melalui segala hal (1 Kor. 10:31).
Ini berarti hidup untuk kepentingan Tuhan sepenuhnya.
Hidup untuk kepentingan Tuhan berarti memiliki kepekaan untuk mengerti segala sesuatu yang Tuhan inginkan dalam hidupnya untuk dilakukan.
Hal ini tidak hanya ditandai dengan jenis kegiatan yang dilakukan.
Oleh sebab itu jangan berpikir kalau seseorang melakukan kegiatan gereja berarti hidup untuk kepentingan-Nya.
Dalam hal ini terjadi banyak penipuan.

Orang tertipu oleh dirinya dan menipu orang lain.
Hidup untuk kepentingan Tuhan berangkat dari kepekaan seseorang memahami kehendak Tuhan dalam hidupnya secara pribadi.

Sungguh, suatu hal yang sulit dideteksi, apakah seseorang melakukan sesuatu hal bagi Tuhan atau bagi dirinya sendiri.

Hanya orang yang dengan murni dan jujur membunuh hasrat atau keinginannya sendiri yang dapat melayani Tuhan dengan benar.
Membunuh keinginan sendiri berarti tidak mengarahkan segala sesuatu yang dilakukan bagi dirinya sendiri.
Baginya, segala kepentingan adalah kepentingan Tuhan, yang penting perasaan Tuhan dipuaskan.
Inilah orang-orang yang sudah mendapat perhatian atau kelegaan (anapauso) yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus bagi orang yang datang kepada-Nya (Mat. 11:28-29). Sebenarnya inilah yang dicari dan dirindukan oleh umat suatu agama besar, bahwa mereka merindukan suatu level keheningan dimana semua keinginan melebur masuk ke dalam ketiadaan. Hanya bedanya dengan kita adalah, kita meleburkan semua keinginan kepada satu kehendak yaitu kehendak TUHAN.
Keheningan yang kita miliki bukanlah keheningan di dalam rumah biara atau gua sepi di tengah hutan, tetapi di tengah-tengah hiruk pikuk manusia.
Dan kesederhanaan kita bukanlah hanya ditandai pada keadaan secara jasmani, tetapi di dalam batin.

Hanya orang yang dengan murni dan jujur membunuh hasrat atau keinginannya sendiri yang dapat melayani Tuhan dengan benar.

Shalom aleichem.

Selamat pagi dan selamat berlibur.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Amen.

TODAY!!



Shallom! Pernah ngerasa hidup kalian kosong ? Atau pernah ngerasa jatuh terlalu dalam dan susah untuk bangkit dr situasi itu ? Hidup kayanya gitu-gitu aja merasa ga ada yang spesial. Kalian mau gak keluar dari zona itu?? Cuman Tuhan yang punya solusinya

ALL YOU HAVE TO DO IS GET UP! Ini saatnya anak muda untuk BANGKIT dan gak lagi diperbudak oleh dosa.. "GET UP let God lead your life, GET UP and let God give you a hand!"

Kalo bukan sekarang? Kapan lagi? Gabung yuk sama kita di KKR remaja pemuda GKII. Sabtu,17 November 2012 jam 5 sore di Gereja GKII jakasetia. Taman Galaxy blok A/22, Bekasi Barat





info lebih lanjut bisa follow twitter kami di @jax_youth atau CP:
sebanya : 082111814815
monic : 08988300297
ditunggu kehadirannya
Jesus bless
Tidak Membedakan Sesama

Orang yang sederhana tidak akan membuat batasan-batasan yang memisahkan manusia berdasarkan derajat, tingkat sosial ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya.
Ia akan menerima manusia lain secara utuh sebagai makhluk ciptaan TUHAN yang berharga.
Ia akan bisa mengasihi mereka seperti yang diajarkan oleh Tuhan.
Sebenarnya yang membuat kompleks hubungan antar-manusia adalah manusia itu sendiri, yaitu ketika membuat kotak-kotak dan batas-batas berdasarkan berbagai kriteria.
Sikap ini sebenarnya adalah sikap tidak menerima orang lain sebagai mana Tuhan menerima.
Sebagai anak-anak Tuhan kita harus belajar bersikap seperti Bapa di sorga yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus membuat definisi sesama manusia adalah mereka yang membutuhkan pertolongan kita.

Sesama manusia bukan hanya mereka yang menguntungkan, bukan hanya mereka yang memiliki tingkat sosial ekonomi sama, derajat pendidikan yang setingkat, satu suku dan ras.
Tetapi mereka yang membutuhkan pertolongan, siapapun mereka.

Seperti perumpamaan yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus mengenai orang Samaria yang murah hati (Luk. 10:29-37).
Orang Samaria yang biasa direndahkan dan disikapi kurang pantas oleh orang Yahudi, memberikan pengorbanan bagi orang Yahudi yang sedang sekarat karena penganiayaan para perampok.

Sebenarnya sulit menjebol tembok pembatas yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Tetapi kalau mengingat bahwa kita orang berdosa yang seharusnya menjadi sampah abadi dan dibuang ke dalam api kekal, tetapi beroleh anugerah-Nya menjadi anak-anak Tuhan oleh belas kasihan dan kerendahan hati-Nya, maka kita harus berani menjebol tembok-tembok yang memisahkan kita dari sesama.
Jadi, kalau seseorang belum menjebol tembok-temboknya ia belum mengenal kasih karunia Tuhan Yesus.

Kesombongan menunjukkan kekerdilan dirinya.
Ia merasa eksklusif terhormat serta bernilai karena kekayaan, pangkat, gelar dan berbagai atribut lahiriah yang dimilikinya.
Padahal betapa miskin keadaannya.
Orang-orang seperti ini tidak mengenal dirinya dengan benar.
Biasanya mereka memasang harga pada dirinya dan menuntut orang lain membayar sesuai dengan bandrol harga yang dipasangnya.
Dengan cara demikian ia menuntut orang membayar semacam "pajak" bagi dirinya.
Inilah orang-orang yang mau menjadi Tuhan bagi dirinya dan bagi orang lain.
Ini adalah spirit iblis yang jatuh.

Kasihan, banyak orang terhormat karena jabatan, bergelar, kaya dari berbagai kalangan sosial terjerumus ke dalam kubangan ini.
Akhirnya mereka akan pulang ke rumah kekal dalam kemiskinan bahkan menjadi sampah abadi.

Quote:Kesederhanaan adalah ketika kita bisa menerima manusia lain secara utuh sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berharga.

Shalom aleichem

Selamat pagi dan selamat beraktivitas

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Amen.

Membunuh Hasrat

Ciri yang paling nyata dari orang yang memiliki sikap sederhana adalah "tidak memiliki keinginan, kecuali terhadap Tuhan dan kerajaan-Nya."
Orang-orang seperti ini bukan berarti tidak memiliki keinginan atau kehendak sama sekali.
Justru manusia diciptakan dengan keinginan atau kehendak, dan Tuhan menghendaki agar manusia memainkan kehendak tersebut.
Manusia bukan robot yang tidak memiliki keinginan sendiri, tetapi keinginan yang ada di dalam hatinya haruslah keinginan untuk melakukan kehendak Bapa.

Ia membuka hatinya hanya untuk menerima perintah atau komando dari Bapa di Sorga.
Ia tidak membuka akses dengan pihak manapun kecuali pihak Tuhan.
Hidupnya menjadi ringan, seperti pemain tenis atau cabang olah raga lain yang bermain tanpa beban.
Harus dipahami bahwa yang membuat hidup kita menjadi rumit adalah ketika bejana hati kita terbuka bagi segala hasrat yang masuk ke dalamnya.
Ini sama dengan membuat akses dengan berbagai pihak untuk menerima tawarannya.
Hidup dengan cara demikian akan membawa manusia kepada keadaan "letih, lesu dan berbeban berat."
Kalau Tuhan menawarkan kelegaan itu berarti perhentian (Yun. anapauso.)
Perhentian di sini artinya perhentian dari pengembaraan jiwa yang mengingini banyak hal, atau jiwa dilabuhkan pada Tuhan.

Dalam pernyataan-Nya Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia rendah hati dan lemah lembut (Mat. 11:2-29).
Rendah hati dan lemah lembut adalah jiwa atau napas dari spirit kesederhanaan.
Tanpa kerendahan hati dan kelemah lembutan-Nya seseorang tidak akan memiliki kesederhanaan. Kalau kita meneropong kehidupan Tuhan Yesus. Ia adalah pribadi yang tidak memiliki keinginan kecuali "melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya" (Yoh. 4:34).
Pola hidup seperti yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus adalah pola hidup yang sederhana yang tidak rumit, tetapi agung tiada taranya.
Untuk mencapai taraf ini seseorang harus rela kehilangan "nyawa" yang sama dengan jiwa (psykhe).
Jiwa disini adalah pikiran, perasaan dan kehendak.
Orang percaya yang hendak mengenakan pola hidup Tuhan Yesus harus belajar untuk membunuh cita rasa duniawi dan belajar mengobarkan kecintaan kepada Bapa untuk melakukan kehendak-Nya.
Proses belajar meletakkan kehendak seperti ini sangat berat.
Hal ini sama dengan kehilangan nyawa atau usaha membunuh hasrat.
Orang-orang seperti ini akan berusaha keras untuk melakukan kehendak Bapa lebih dari segala hal.
Tentu saja orang seperti ini tidak akan melukai orang lain, sebaliknya akan menjadi berkat.

Yang membuat hidup kita menjadi rumit adalah ketika bejana hati kita terbuka bagi segala hasrat yang masuk ke dalamnya.

Amen

Undangan Natal

Malam semuanya.. saya dari Wave Youth Ministry ingin mengundang teman - teman semuanya untuk datang ke acara natal di gereja kami.




Kadang dari kita banyak yang bertanya, kenapa sih Tuhan menciptakan masalah, cobaan, kesedihan, perpisahan dan hal lainnya yang tidak kita inginkan. lalu, kenapa Tuhan membiarkan banyak orang yang kepahitan, menjadi jahat dan bahkan meyangkal Tuhan, bukannya Tuhan Maha Tahu, Maha Kuasa dan Maha Adil? hal itu sering kita tanyakan bukan?? mungkin dari natal ini kalian bisa mendapatkan jawaban yang kalian tunggu.

So... kalian bisa datang ke acara natal Gereja kami, terbuka untuk umum kok.
Tempatnya di GKI Anugerah 3rd floor, Jalan Jendral Sudirman 193-197, Bandung.
Jam 18.00 Tanggal 15 Desember 2012

maaf ya TS klo salah tempat, soalnya bingung mau posting dimana lg
hidup ini tidak perlu ada perdebatan karena didalam yesus kita diajarkan untuk saling berbagi saling mengampuni dan mengasihi

meskipun saat ini aku sendiri masih terpuruk dalam iman masih perlubanyak bimbingan dari orang yang lebih tau kira nya trit ini mampu memberian yang terbaik
shalom alehem...
Dalam Kristus Kita bersaudara dari sekarang sampai selamanya...
Selamat Hari Minggu... HaleluYah!!!

Membunuh Nafsu Keinginan

Bagaimana kita dapat membunuh hasrat atau keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak TUHAN?
Ada beberapa langkah untuk dapat masuk wilayah tersebut.
Harus disadari bahwa segala keinginan manusia akan berakhir sia-sia.
Apapun yang diingini suatu hari akan berakhir dan lenyap tiada bekas, karena kebinasaan.
Sebab keinginan manusia pada umumnya pasti menggeser keinginan untuk melakukan kehendak Tuhan.
Hal ini membuat manusia menjadi tuhan bagi diri sendiri, bila kuat juga menjadi tuhan bagi sesamanya.

Mereka tidak menyadari hal ini, sebab mereka berpikir bahwa memiliki keinginan adalah suatu kewajaran hidup.
Bagi umat Perjanjian Lama, mereka dihalalkan memiliki keinginan dari diri sendiri dan memohon Tuhan meridhoinya, tetapi bagi umat Perjanjian Baru sangatlah berbeda.

Sebab bagi umat Perjanjian Baru, mereka dipanggil untuk memuliakan Tuhan dalam dan melalui segala hal (1 Kor. 10:31).
Ini berarti hidup untuk kepentingan Tuhan sepenuhnya.
Hidup untuk kepentingan Tuhan berarti memiliki kepekaan untuk mengerti segala sesuatu yang Tuhan inginkan dalam hidupnya untuk dilakukan.

Hal ini tidak hanya ditandai dengan jenis kegiatan yang dilakukan.

Oleh sebab itu jangan berpikir kalau seseorang melakukan kegiatan gereja berarti hidup untuk kepentingan-Nya.

Dalam hal ini terjadi banyak penipuan.

Orang tertipu oleh dirinya dan menipu orang lain.
Hidup untuk kepentingan Tuhan berangkat dari kepekaan seseorang memahami kehendak Tuhan dalam hidupnya secara pribadi.
Sungguh, suatu hal yang sulit dideteksi, apakah seseorang melakukan sesuatu hal bagi Tuhan atau bagi dirinya sendiri.

Hanya orang yang dengan murni dan jujur membunuh hasrat atau keinginannya sendiri yang dapat melayani Tuhan dengan benar. Membunuh keinginan sendiri berarti tidak mengarahkan segala sesuatu yang dilakukan bagi dirinya sendiri.
Baginya, segala kepentingan adalah kepentingan Tuhan, yang penting perasaan Tuhan dipuaskan.
Inilah orang-orang yang sudah mendapat perhatian atau kelegaan (anapauso) yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus bagi orang yang datang kepada-Nya (Mat. 11:28-29).

Sebenarnya inilah yang dicari dan dirindukan oleh umat suatu agama besar, bahwa mereka merindukan suatu level keheningan dimana semua keinginan melebur masuk ke dalam ketiadaan.
Hanya bedanya dengan kita adalah, kita meleburkan semua keinginan kepada satu kehendak yaitu kehendak TUHAN. Keheningan yang kita miliki bukanlah keheningan di dalam rumah biara atau gua sepi di tengah hutan, tetapi di tengah-tengah hiruk pikuk manusia.

Dan kesederhanaan kita bukanlah ditandai pada keadaan sederhana secara jasmani saja, tetapi di dalam batin.

Hanya orang yang dengan murni dan jujur membunuh hasrat atau keinginannya sendiri yang dapat melayani Tuhan dengan benar.

Shalom aleichem.
selamat pagi dan selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

amen.

Investasi Kehidupan

Bagaimana proses membunuh keinginan diri sendiri bisa berlangsung dengan baik dalam diri seseorang?
Menghayati bahwa kita sedang ada di perjalanan menuju suatu tujuan yaitu kerajaan Tuhan Yesus di langit baru dan bumi yang baru, maka kita akan lebih mudah melakukannya.
Harus menghayati dengan kuat bahwa kita adalah musafir-musafir­ di dunia ini. Perjalanan hidup di dunia ini ibarat suatu perjalanan di sebuah jembatan. Hendaknya tidak membangun rumah di atas jembatan atau berhenti di tengah jembatan.
Betapa menyesalnya seseorang ketika ada di kekekalan, menoleh ke belakang di tahun-tahun selama hidup di dunia telah terbelenggu oleh segala keinginan sehingga tidak mengumpulkan harta di Sorga (Mat.6:19-20).

Harta di sorga merupakan sikap hati yanh menyukakan hati Bapa.
Keinginan-keing­inan tersebut telah menggerakkan seseorang menjalani hidup dan menghasilkan banyak hal, yang akhirnya harus dilepaskan untuk selamanya.
Sungguh sia-sia.
Pada hal investasi waktu, tenaga dan pikiran untuk banyak hal tersbut adalah nilai yang sebenarnya tidak terhingga, yang seharusnya digunakan untuk mengumpulkan harta di Sorga.
Nilai yang tidak terhingga ditukar dngan barang dunia fana dan kehormatan manusia yang lenyap dalam skejap.

Kalau menyaksikan kelompok petapa yang meninggalkan kesenangan dunia, dan hidup dalam kesederhanaan bahkan kemiskinan, mereka dipandang begitu malang.
Bahkan mereka dianggap sebagai konyol.
Tetapi sebenarnya mereka bisa menjadi orang beruntung, sebab tidak menyia-nyiakan hidup yang singkat di dunia ini untuk berbagai kesenangan yang melukai hati Tuhan dan sesama.
Mereka memilih apa yang terbaik yang tidak pernah disesali.
Ini bukan berarti mereka sudah sempurna dan ada di jalan Tuhan yang benar, tetapi paling tidak mereka memperkecil kemungkinan melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Kalau hidup mereka didedikasikan untuk kegiatan sosial seperti yang kita lihat dalam kehidupan sebagian para biku, maka mereka sedang mengumpulkan harta di dunia yang akan datang. Mereka bukan orang-orang malang, sebaliknya mereka adalah orang-orang yang beruntung.
Hal ini dikemukakan bukan bermaksud menganjurkan orang percaya menjadi seperti mereka.
Tetapi sejatinya atau seharusnya kita menjadi orang yang mirip mereka. Hanya bedanya kita masih hidup di tengah-tengah keramaian, hidup di tengah-tengah masyarakat.
Kita masih memiliki keluarga atau menikah.
Kita masih bekerja dan berkarir.
Tetapi kita tidak lagi menikmati semua keberadaan tersebut sebagai tujuan hidup, tetapi sebagai sarana agar kita berguna bagi sesama (Flp. 1:21-22), dan dapat membantu mereka untuk mengenal hidup.

Shalom aleichem.

Selamat pagi dan selamat beraktivitas kembali.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Amen

Ketika Harus Memilih

Jarang orang sungguh-sungguh­ menyadari betapa hebat kekuatan atau kuasa sebuah pilihan (the power of choice).
Ketika Adam dan Hawa memilih makan buah yang dilarang di tengah taman Eden, mereka membinasakan dirinya dan seluruh anak cucunya.
Suatu dampak yang pahit dari sebuah pilihan yang keliru.
Ketika Kain mengambil keputusan untuk membunuh Habel, ia membunuh seperempat penduduk dunia (Kej. 4:1-12).
Dilihat dari prosentasi suatu jumlah yang sangat besar, lebih besar dari jumlah korban perang dunia.
Hal tersebut juga mengakibatkan Kain menjadi seorang yang terkutuk. Sebaliknya betapa beruntungnya ketika Nuh memilih untuk mentaati Tuhan untuk membuat bahtera,
Abraham keluar dari Urkasdim walau ia harus mempertaruhkan masa depannya. Kekuatan sebuah pilihan menentukan masa depan dan kehidupan masing-masing individu.
Nasib bukan di tangan siapa-siapa tetapi di tangan manusia itu sendiri.
Dalam hal ini kehidupan menjadi luar biasa.
Tetapi kalau manusia dipahami sebagai hidup di bawah penetuan takdir, maka hidup menjadi fatalistis, tidak menarik dan tanpa tantangan.
Justru yang membuat hidup menjadi indah adalah kebebasan manusia menentukan nasibnya.

Tentu kebebasan disini bukan kebebasan tanpa batas, sebab setiap kita pasti sudah dikurung dalam suatu sangkar tertentu.
Misalnya anda seorang pria Manado lahir dari sebuah keluarga di kota Tomohon. Itu adalah sangkar yang tidak bisa dihindari.
Tetapi apakah ia akhirnya menjadi orang Manado yang terberkati atau terkutuk? Tergantung diri sendiri.

Tuhan dalam integritas-Nya yang tidak berubah mengawal hukum-Nya dengan kokoh dan tidak bergeser.
Kekuatan pilihan akan berakibat baik menyangkut seluruh keberadaan anda dan di muka bumi ini atau di kekekalan. Anda menjadi orang yang membebani atau orang yang memberkati orang lain tergantung pilihan anda sendiri.

Salah satu penyesatan yang sangat kuat berdampak adalah ketika seseorang menunda untuk mengambil keputusan atau berpikir bahwa seluruh keberadaannya sudah ditentukan oleh takdir.
Sebuah contoh kekuatan sebuah pilihan adalah kehidupan banyak tokoh-tokoh Alkitab!
Seperti Abraham, Yusuf, Musa, Daud, Daniel, Sadrach, Mesach, Abednego, Yeremia, murid-murid Tuhan Yesus, Paulus, Timotius dan banyak tokoh lain yang hikayat hidupnya bisa dibaca di dalam Alkitab.
Mereka adalah orang-orang yang telah memilih keputusan yang tepat sehingga termasuk orang-orang yang sukses dalam kehidupannya.
Kalau pada waktu itu mereka salah mengambil keputusan, maka hikayat hidup mereka tidak pernah terukir dengan tinta emas yang menjadi suri-teladan bagi banyak orang.

Kekuatan pilihan akan berakibat baik menyangkut seluruh keberadaan anda di muka bumi ini atau di kekekalan.

Shalom Aleichem

Selamat pagi dan selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus memberkati.

Amen.