Sangat mencerahakan
Tiap hari selalu terberkati dengan adanya tret ini..
Gbu
Tidak Tepat Waktu




Pengkotbah 3:11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 45; 2 Timotius 3; Yesaya 43-44

Waktu saya kuliah di London dulu, seorang dosen memberi tugas membaca novel Gabriel Garcia Marquez berjudul "A Hundred Years of Solitude" (Seratus Tahun Kesendirian). Novel ini adalah mahakarya sastra modern, tapi ketika saya membacanya, saya tidak mengerti mengapa plot yang suram (banyak kematian, perang, cinta tak sampai) dan tokoh-tokoh depresif bisa dianggap sebagai mahakarya. Saya membaca sambil minum cokelat panas di café dan waktu itu sedang musim semi. Pikiran saya penuh rencana untuk bersenang-senang. Benar-benar tidak pas membaca "Seratus Tahun Kesendirian" di hari secerah ini! Akhirnya kurang dari seperempat buku, saya menyerah. Saya pergi makan es krim dan jalan-jalan. Ini baru pas!

Saya tidak menyelesaikan membaca novel itu. Sampai lima tahun kemudian. Awal tahun lalu saya menemukan buku itu di tumpukan dan memutuskan untuk membacanya lagi. Ternyata ceritanya luar biasa menarik sehingga saya menyelesaikannya dalam waktu 1 hari. Bagaimana mungkin dulu saya tidak ingin membacanya sampai selesai, pikir saya heran. Buku yang sama, saya yang berbeda. Mau bagaimanapun berbuih-buihnya dosen saya dulu mempromosikan buku itu, saya tidak bergeming. Baru setelah 5 tahun belajar bahwa hidup bukan hanya terdiri dari musim semi, es krim, dan jalan-jalan, saya mengerti dan siap mengapresiasi mahakarya Marquez.

Sesuatu yang baik tidak banyak gunanya jika diberikan pada saat yang tidak tepat. Tuhan tahu persis hal itu. Apakah Anda sedang berdoa memohon sesuatu yang baik (kelancaran usaha, promosi, kenaikan gaji, dan lainnya) tapi Tuhan menyuruh Anda menunggu? Bersabarlah karena Tuhan tahu kapan Anda siap untuk menerima pemberianNya yang terbaik.

Tuhan memberi sesuatu yang tepat pada saat yang tepat.
Quote:Original Posted By artnomad
Nice thread bro... thx bwt link flash kristiani


Jesus bless


Gbu too!!!
Quote:Original Posted By PERFECT7


Gbu too!!!

Gbu nonstop buat tsnya
Selalu meluangkan waktu untuk memposting renungan
Menjaga Keseimbangan Hidup




Pengkotbah 9:4b
".. karena anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati"

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 46; 2 Timotius 4; Yesaya 45-46

Mungkinkah orang tergoda untuk menerima tawaran kerja yang tampak menggiurkan dan berakhir dalam situasi diperbudak oleh pekerjaan itu? Hal ini sering terjadi. Seorang perwira militer, karena dedikasinya, memutuskan tidak ikut beristirahat karena ingin mnyelesaikan pekerjaan dari atasannya. Sewaktu rekan-rekannya kembali dari makan siang, mereka menemukan sang perwira tertelungkup di atas meja kerjanya - meninggal. Kurang dari dua jam kemudian, rekan-rekannya tercengang sewaktu atasan mereka menelpon dan mengatakan, "Kasihan sekali dia, tapi saya butuh penggantinya mulai besok pagi!"

Pengkotbah 4:9 menuliskan, "Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati." Ayat ini menimbulkan pertanyaan renungan: apakah pantas untuk mengorbankan kehidupan dan kesehatan kita demi pekerjaan?

Kadang kita suka mengharapkan segalanya, namun akhirnya kecewa dan tertipu. Mungkinkah banyak makan tapi tetap kurus? Mungkinkah dapat menjadi sehat tanpa mempraktekkan gaya hidup sehat? Mungkinkah tetap bekerja 12 jam atau lebih sehari tanpa menjadi diperbudak olehnya?

Pernahkah Anda merenungkannya? Untuk pertanyaan-pertanyaan itu, hanya masing-masing pribadi dapat menjawabnya. Dengan standar yang tepat, periksalah kembali aspek-aspek pekerjaan kita masing-masing. Agar kita tahu apa yang penting dan yang tidak penting, serta dapat memiliki kehidupan yang seimbang, jadilah tuan atas pekerjaan Anda sendiri, dan bukan sebaliknya.

Kuasa untuk memilih yang benar dan yang salah ada dalam jangkauan setiap orang.
ikut nyimak dulu gan...
sekalian tinggalin jejak...
Salam kenal semua
Kuasa Lidah




Ams 18:21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 48; Titus 2; Yesaya 49-50

Kitab Amsal berkata bahwa lidah dapat menentukan kehidupan atau kematian. Banyak orang yang menderita luka jiwa yang dalam karena lidah. Lidah memang salah satu anggota tubuh yang paling banyak berbuat dosa. Oleh sebab itu, kita perlu belajar menggunakan lidah kita dengan positif sehingga orang yang mendengar apa yang diucapkan oleh lidah akan beroleh kasih karunia dan kehidupan.

Di hari peringatan kemerdekaan negara kita Indonesia ini, kita juga perlu mengingat bahwa lidah kita bisa memberkati atau mengutuk. Seringkali kondisi negara dan aparat pemerintahannya yang menurut kita sudah rusak dan sangat parah membuat kita mengucapkan banyak kutukan. Mulai dari tentang ketidakadilan, korupsi, kemacetan, tindakan tidak bermoral, kemiskinan, dan lainnya. Sadarkah Anda bahwa keluhan dan kutukan Anda itu tidak akan membuat Indonesia semakin baik tapi malah semakin buruk? Lidah Anda mempunyai kuasa! Bagaimana Anda mempertanggungjawabkan perkataan Anda tentang negara dimana Tuhan telah menempatkan Anda sebagai garam dan terang di dalamnya?

Karakter dan keadaan suatu negara dibangun oleh setiap warga negaranya, bukan hanya aparat pemerintahan, tapi semua orang yang tinggal di negara itu, ya, dan itu artinya termasuk Anda! Mungkin Anda akan berkata, "Tapi apa artinya kalau hanya 1 orang yang berbuat benar sementara yang lain berbuat tidak benar?" Anda tidak akan pernah tahu sebelum Anda melakukannya. Perubahan itu dimulai dari dalam, dari diri kita sendiri dahulu. Dari sanalah kita dapat menjadi terang dan garam yang mempengaruhi lingkungan kita, termasuk orang lain.

Tuhan tidak pernah menuntut kita harus menyelamatkan seluruh bangsa. Bahkan karya penebusanNya di salib juga tidak membuat semua penghuni bumi ini bertobat, karena dalam semua hal setiap orang mempunyai kehendak bebas. Tapi adalah tanggung jawab kita untuk melakukan apa yang benar, untuk menjadi teladan, walupun itu dimulai dari hal yang sepele seperti menjaga kebersihan. Bayangkan apa yang bisa terjadi jika dimulai dari Anda, orang-orang dalam lingkungan Anda mulai berubah, lalu lingkungan yang lebih luas lagi berubah, semakin banyak orang berubah, akhirnya dengan sendirinya karakter negara itu juga akan berubah. Siapkah Anda memberkati Indonesia dengan perkataan dan perbuatan Anda?

Berhenti mengeluh dan mengutuk, berkatilah Indonesia dengan perkataan dan perbuatan Anda.
Allah Menghargai Iman

Mazmur 139:17
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya.


Bagaimana orangtua bisa bahagia apabila anaknya terus menerus bertanya apakah kebutuhan-kebutuhannya akan dipenuhi? Orangtua akan merasa frustasi dan sedih, bahkan mungkin marah karena anaknya tidak memercayainya.

Alkitab mencatat beberapa referensi yang menceritakan pada kita tentang betapa Allah sangat senang bila kita memercayai DIA atas setiap kebutuhan. Prajurit mengekspresikan iman yang besar ketika ia memberitahukan Yesus untuk “katakan sepatah kata saja” maka pelayannya akan disembuhkan. Yesus mengatakan pada murid-muridNya, “Pandanglah burung-burung .... yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26).

Allah menghargai kepercayaan kita kepada-Nya melebihi kualitas karakter yang lainnya. Dan bagaimana kita mengembangkan kepercayaan? Caranya dengan meluangkan waktu di hadirat Allah, melalui doa, penyembahan, dan membaca firman-Nya. Kita juga mengembangkannya saat melangkah dengan iman, dan menemukan bahwa DIA sungguh-sungguh dapat dipercaya. Apakah Anda memercayai DIA untuk setiap kebutuhan dalam hidup Anda? (Hope for Eacy Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia)

Iman adalah hal yang paling Allah cari-cari di dalam kehidupan setiap orang yang mengaku sebagai murid-Nya.
AKU Mengenalmu




Engkau mungkin tidak mengenal-Ku, namun Aku mengetahui segala sesuatu mengenai engkau!!
Mazmur 139:1b
TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

Allah mengenal engkau. Bahkan sekalipun engkau tidak mengenal Dia, namun Dia mengetahui segala sesuatu mengenai engkau. Ia tahu bagaimana engkau dibentuk, mengapa engkau dibentuk, dan mengapa engkau melakukan hal-hal yang engkau lakukan. Ia telah menciptakan dan membentuk engkau dalam kasih-Nya yang luar biasa untuk tujuan-tujuan kekal-Nya. Jika seorang montir mobil dapat menjelaskan dengan detail maksud atau tujuan setiap bagian dari rakitan mesin, terlebih lagi Sang Pencipta langit dan bumi mampu menjelaskan setiap karakteristik dari anak-anak-Nya terkasih.

Ia tahu setiap benjolan, setiap memar, dan setiap kegagalan. Ia tahu setiap rasa takut, setiap perasaan tidak mampu, dan setiap mimpi-mimpi kita. Dia sangat mengenal kita, namun sekalipun demikian Dia tetap mengasihi kita tanpa syarat. Pemikiran akan keintiman yang seperti ini dengan Allah menyebabkan kebanyakan dari kita merasa takut. Bagaimana mungkin Allah yang mengetahui siapa saya sesungguhnya namun masih tetap mengasihiku? Perasaan malu-lah yang membuat Adam dan Hawa lari dari hadapan Bapa Yang Maha Tahu dan Maha Melihat. Namun Allah tidak mau kita lari menjauh dari-Nya, sebaliknya Ia mau kita lari mendekat kepada-Nya.

Bahkan sekalipun kita bersembunyi, kita tidak dapat melarikan diri dari tatapan kasih-Nya. Ya, Bapa kita mengenal kita secara intim dan Ia mengasihi kita dengan kasih yang kekal. Kasih-Nya kepada kita lebih tinggi dan lebih dalam, dan lebih luas dibanding semua kasih yang pernah kita alami dalam seluruh hidup kita. Kasih yang sering kita kenal adalah kasih yang bersyarat dan didasarkan pada performa (perbuatan) kita. Namun syukur kepada Allah, karena kasih Bapa bukanlah seperti kasih duniawi, kasih itu sifatnya ilahi dan tidak didasarkan pada kebaikan kita namun didasarkan pada kebaikan dan kasih karunia-Nya. Ya, Bapa-mu mengenal engkau, dan Ia mengasihimu dengan segenap hati.
Quote:Original Posted By adyztt
BUKAN SEKEDAR JANJI BAGI KITA

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tidak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit dan mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.

Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar dan asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah pria itu kehilangan semua miliknya. Dia sedih dan marah pada Tuhan dan berseru: "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis.

Pagi-pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asap yang berasal dari pulau ini", jawab mereka.

Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan tetap bekerja didalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, itu adalah "tanda asap" bagi kuasa Tuhan untuk bekerja. Ketika ada kejadian negatif terjadi dalam hidup ini, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.

Kamu berkata : Itu tidak mungkin.
Tuhan berkata : Tidak ada hal yang mustahil bagiKu. (Lukas 18:27)
Kamu berkata : aku terlalu cape.
Tuhan berkata : Aku akan memberikan kelegaan padamu. (Matius 11:28)
Kamu berkata : Tidak ada seorangpun yang mencintai aku.
Tuhan berkata : Aku mengasihimu. (Yohanes 3:16 ; Yohanes 13:34)
Kamu berkata : Aku tidak bisa meneruskan.
Tuhan berkata : Kasih karuniaKu cukup. (2 Korintus 12:9 ; Mazmur 91 : 15)
Kamu berkata : Aku tidak mengerti.
Tuhan berkata : Aku akan menuntun langkah-langkahmu. (Amsal 3:5-6)
Kamu berkata : Aku tidak bisa melakukannya.
Tuhan berkata : Kamu bisa melakukan semuanya. (Filipi 4:13)
Kamu berkata : Ini tidak berharga.
Tuhan berkata : Itu akan berharga. (Roma 8:28)
Kamu berkata : Aku tidak bisa memaafkanmu.
Tuhan berkata : Aku memaafkanmu. ( 1Yohanes 1:9 ; Roma 8:1)
Kamu berkata : Aku tidak bisa mengatasi.
Tuhan berkata : Aku akan menyediakan kebutuhanmu. (Filipi 4:19)
Kamu berkata : Aku takut.
Tuhan berkata : Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan. (II Timotius 1:7)
Kamu berkata : Aku selalu kuatir dan frustasi.
Tuhan berkata : Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaku. (I Petrus 5:7)
Kamu berkata : Aku tidak mempunyai iman yang kuat.
Tuhan berkata : Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya. (Roma 12:3)
Kamu berkata : Aku tidak pandai.
Tuhan berkata : Aku memberikan padamu hikmat. (I Korintus 1:30)
Kamu berkata : Aku merasa sendirian.
Tuhan berkata : Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. (Ibrani 13:5)

Wartakanlah ini pada siapa saja yang membutuhkan, Saya percaya ada
saat-saat dimana kita merasa "gubuk" kita terbakar.?(John 1:6)

-TUHAN MEMBERKATI-



Quote:Original Posted By adyztt
-KABUT KEMATIAN TELAH MENGABAIKAN MEREKA-
(Keluaran 12 : 12 - 14)

\tMalam itu dingin sekali. Semua orang telah terlelap. Tidak ada satu pun yang terjaga di lorong-lorong jalan perkampungan itu. Jadi, tidak ada satu pun yang menyadari, bahwa menjelang tengah malam, ada kabut hitam yang bergerak turun dari kegelapan langit malam. Kabut itu turun di suatu tempat, di sebuah persimpangan jalan utama, seperti telah ditentukan sebelumnya. Entah oleh siapa??? (hmm!!!???)

\tKabut itu bergerak menyebar ke empat penjuru mengikuti setiap ruas jalan yang ada, bahkan memasuki lorong-lorong perkampungan. Di pintu-pintu rumah yang dilewati, kabut itu membelah diri, menyusup melalui celah pintu di lantai. Ada aroma kematian yang dibawa masuk menyusup celah pintu itu. Tidak hanya rumah, kandang-kandang pun diselimuti oleh kabut hitam itu. Aroma kematian pun tercium dari setiap kandang yang telah dilaluinya.

\tNamun tidak semua celah pintu disusupi kabut itu. Beberapa pintu memiliki kusen yang di cat seadanya dengan darah domba yang telah berumur setahun. Ada beberapa orang yang menyembelih domba-domba itu pada waktu senja sebelumnya. Setiap kali kabut itu melewati pintu berkusen darah tersebut, kabut itu mengabaikannya. Kabut itu hanya melewatinya, seperti tidak pernah ada pintu di tempat itu. Lewat begitu saja.

\tAroma kematian itu membuncah menjadi tangis duka di waktu fajar, ketika matahari mulai menghalau kegelapan. Terlambat. Cahaya matahari memang berhasil menghalau kegelapan malam, tetapi tidak mampu menghalau benih duka kematian di setiap rumah yang telah dimasuki oleh kabut hitam itu. Tangis kedukaan dari setiap orang yang kehilangan anak lelaki sulung membahana di setiap rumah. Tidak hanya anak-anak lelaki sulung, tetapi semua yang lahir sebagai anak sulung, termasuk hewan.

\tDarah yang dilabur pada tiang dan ambang pintu telah menyelamatkan beberapa rumah dari kematian. Tidak ada tangis kedukaan. Hanya syukur pujian karena kematian telah "mengabaikan" mereka.

\tItulah Paskah pertama bagi umat Israel. Bagi kita, yang telah mengimani penebusan dosa oleh Yesus Kristus di kayu salib, Allah telah mengabaikan kita dari kematian yang membinasakan. Kita diabaikan dari daftar kematian.

\tSayup-sayup terdengar tangis seorang ibu yang telah kehilangan anak sulungnya ....
(narasi di atas merupakan imajinasi penulis berdasarkan keluaran 12)

Doa hari ini :
Tuhan ajar kami memberitakan keselamatan yang kami terima dariMu dalam setiap helaan nafas dan langkah hidup kami.. Jadikanlah kami anak-anak yang taat oleh segala perintah dan larangan-Mu.. Biarlah kami dapat memahami makna tercurahnya darah-Mu di kayu salib, sehingga kami dapat lebih menghargai hidup dan berkat karunia-Mu... Amin


All I have seen teaches me to trust the Creator for all i have not seen -Ralph Waldo Emerson-
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SBP ditulis oleh Pdt. Lefijjandie Ricardo Kembuan, S.Th


thanks gan ikut sharing , Gbu!!!
Aku Sangat Mengenalmu




Mazmur 139:1b-3
"......... Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku
dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku Kaumaklumi."

Anak-Ku yang Tercinta,

Kadang kala kamu merasa tidak ada orang yang mengerti dirimu - tak ada orang yang mengerti ketika kamu gembira dan tak ada yang peduli ketika kamu sedih. Kedua orang tuamu mungkin tampak terlalu sibuk. Guru-gurumu mempunyai permasalahan mereka sendiri. Bahkan kawan-kawanmu tidak tampak mengikuti hal yang sedang kamu rasakan.

Tetapi Aku mengetahuinya. Aku mengenalmu dengan baik sekali! Aku selalu mengenalmu. Aku mengerti segala hal tentang kamu - kegembiraan dan kesedihanmu. Semua pemikiran yang ingin kamu kemukakan, namun tidak dapat kamu kemukakan - Aku mendengarnya, karena aku dapat mendengar hatimu. Aku melihat, Aku mendengar, Aku peduli, Aku mengerti. Datanglah. Bicaralah kepada-Ku sekarang.

Bapa dan sahabatmu....
Quote:Original Posted By Pln77
Bagaimana Dengan Renungan Berikut ini?
http://www.tekan-ini.com/parlan
http://full-campursari.blogspot.com/


thanks gan ntar gua update di page 1 d kalau sdh ok....
Gbu!!!
Janganlah Takut




I Petrus 5:7
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang
memelihara kamu.

Anak-Ku yang Tercinta,

Pernahkah kamu pulang larut malam melewati batas waktu yang ditentukan orang tuamu dan kemudian mencoba untuk menyelinap ke dalam? Jika orang tuamu menangkapmu, kamu mungkin akan merasa malu.

Banyak orang mendekati-Ku dengan cara yang sama. Mereka merasa malu, sehingga ketika mereka berdoa, kedengarannya seperti ini: "Oh Tuhan, aku tahu Engkau membenciku. Aku sangat menjijikkan. Engkau takkan mengampuniku." Jika kamu telah berbuat dosa sehingga kamu perlu mengakuinya, katakanlah kepada-Ku. Bereskanlah dengan cara itu, dan kemudian datanglah kepada-Ku dengan penuh keyakinan.

Janganlah takut, Aku adalah Bapa surgawimu. Oleh karena perbuatan yang dilakukan Yesus di kayu salib, kamu bisa datang kepada-Ku dengan keyakinan bahwa Aku akan selalu menerimamu. Aku akan selalu mengampunimu, Aku tahu yang telah kamu perbuat, dan Aku tetap mengasihimu.

Bapamu dan sahabatmu.....
Jangan Menangis, Mama Semuanya indah



Jangan Menangis, Mama - Presentation Transcript
Jika kesulitan membuka videonya
Aku Mengasihimu Selama-lamanya




Yesaya 54:10
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

Anak-Ku Tercinta,

Aku telah memilihmu untuk menjadi milik-Ku. Aku ingin menjalin hubungan denganmu. Bahkan jika kamu berpaling dari-Ku, bahkan jika kamu membenci-Ku, Aku akan tetap mengasihimu.

Sikap dan kelakukanmu tidak mengubah kasih-Ku terhadapmu. Jika kamu berpaling dari-Ku, atau memutuskan hubungan dengan-Ku. Aku ingin tetap bersamamu. Itu seperti halnya kamu menutup keran. Apakah airnya juga menghilang dari pipa? Tidak, tetapi tetap berada di situ, menunggumu memutar keran lagi. Aku seperti air itu. Aku di sini menunggu. Aku menginginkanmu menjadi anak-Ku. Tiada ketidakpatuhan atau pemberontakan darimu yang bisa mengubahnya.

Aku telah memilihmu, dan Aku tidak menolakmu. Janganlah memisahkan dirimu dari kasih-Ku.

Bapamu yang setia....
Silahkan...!!




Mazmur 103:13
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada
orang-orang yang takut akan Dia.

Pernahkah Anda merenungkan, betapa sibuknya Allah kita dalam mengatur alam semesta, sekian milyar penduduk bumi, bekerja dalam segala perkara? Semua dalam skala mega! Luar biasa besar! Dahsyat!

Pernahkah Anda memiliki rasa sungkan waktu mendoakan perkara kecil dan sederhana dalam hidup?

Seorang hamba Tuhan sedang dalam perjalanan menghadiri sebuah pertemuan sebagai pembicara tapi dia harus berhadapan dengan kemacetan yang menjengkelkan. Sebuah doa dinaikkan olehnya agar ditibakan tepat pada waktunya. Ternyata ia tiba beberapa menit sebelum acara dimulai (puji Tuhan). Setibanya di sana, tidak ada lahan parkir yang tersedia, dan dia berdoa lagi. Saat berdiri di muka peserta, komputer yang harus digunakan tiba-tiba bermasalah, doa dinaikkan lagi. Pada penghujung hari, sambil duduk mengerjakan setumpuk urusan yang tertunda, terbesitlah rasa ‘kurang enak' dalam hatinya, mengarah pada rasa bersalah. Sepanjang hari mendoakan hal-hal yang remeh. Bukankah urusan Allah adalah perkara yang besar, yang dahsyat? Buat repot saja?

Keesokan harinya, puteri kecilnya (murid Taman Kanak-Kanak) datang dengan setumpuk masalahnya kepada sang ayah. Semua masalah yang kecil, urusan anak-anak. Pensil yang tidak dapat diserut tajam - rambut boneka kusut tidak bisa disisir - bahkan punggung yang gatal dan putrinya tidak dapat menggaruknya sendiri! Iapun melayani puterinya dengan penuh kasih dan kelembutan. Teringatlah ia akan Mazmur 103:13. Sungguh, seperti apa yang dilakukan kepada anaknya, seperti itu pula yang dilakukan Bapa di Surga untuknya.

Yesaya 49 mengingatkan kita, bahwa bisa saja seorang ibu lupa mengasihi anaknya. Tetapi Allah tidak pernah lupa mengasihi kita anak-anak-Nya. Allah meyakinkan kita, nama kita ada di telapak tangan-Nya. Terukir dan tetap ada di sana.

Kedekatan seperti ini berlaku bagi setiap manusia yang takut dan bersandar hanya pada-Nya. Sama seperti puteri kecil umur 5 tahun datang dengan segudang ‘persoalan', kita juga dipersilahkan datang dengan aneka ragam masalah.

Masalah sehari-hari? Oke!! Masalah kecil dan sederhana? Oke juga!! Masalah kecil yang sangat pribadi - mungkin terkesan remeh? Dengan tersenyum, IA mengangguk manis dan berkata dengan sabar, "Silahkan!"
Pegang Tanganku Tuhan




2 Korintus 1:3
Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan

Anda mungkin tidak akan pernah tahu, kapan Anda sangat memerlukan penghiburan dari Tuhan. Saat-saat untuk bisa menapaki hari esok, kita tergantung sepenuhnya hanya pada belas kasihan Tuhan.

Meidy lahir tanpa saluran empedu yang mengakibatkan lever-nya tidak berfungsi dengan baik. Para dokter spesialis anak menawarkan untuk melakukan pembedahan membentuk saluran empedu dan kedua orang tuanya setuju.

Saat ada di atas meja operasi, pembedahan tidak dapat diselesaikan karena menurut dokter, lever Meidy sudah tidak bagus jadi percuma saja jika dilakukan pembedahan. Penyakitnya tidak dapat disembuhkan dan dokter dengan suara sendu hanya mengatakan bahwa anak ini diharapkan akan bertumbuh sendiri tanpa adanya saluran empedu dan lever yang tidak baik.

Ada alternatif lain, yakni dibawa ke luar negeri untuk transplantasi atau cangkok lever yang akan menghabiskan biaya ratusan juta sampai milyaran rupiah.

Ayah ibunya dipenuhi dengan kesedihan besar. Mereka mencari jawaban. Mengapa? Apakah Allah membuat kekeliruan? Apakah mereka mengalami ketidakadilan Tuhan?

Di saat mereka bergumul, Tuhan secara pribadi membawa mereka kepada satu pengertian bahwa ada rencana indah yang Tuhan siapkan bagi anak perempuan mereka. Saat ini mereka belum tahu, apa rencana dan rancangan-Nya. Belum mengerti! Tapi satu hal mereka yakini, Allah baik. Ada rencana dalam kehidupan anak ini, ayah dan ibunya.

Apakah Anda memiliki masalah yang kelihatannya terlalu besar, dahsyat dan tak kuat dihadapi? Letakkan tangan Anda dalam tangan-Nya. Biarlah Allah, sumber segala penghiburan memimpin jalan hidup anda.
Kasih Bapa




Hosea 11:4a
Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih.

Seorang ayah yang masih muda menjalankan perannya sebagai orang tua secara serius. Ketika putranya masih bayi, ia melindunginya. Saat putranya itu semakin besar, sang ayah bermain bola dengannya, memberikan dorongan, dan berusaha mengajarkan tentang Allah dan kehidupan kepadanya. Tetapi ketika remaja, anak laki-laki itu membuat jarak dan dengan cepat meninggalkannya untuk menikmati kebebasan.

Seperti anak yang hilang dalam Lukas 15, ia menolak nilai-nilai yang diajarkan ayahnya. Ia membuat keputusan bodoh dan terlibat dalam masalah. Ayahnya sangat kecewa, tetapi selalu sabar terhadapnya. "Tak peduli apa pun yang telah ia lakukan," katanya, "ia tetap anak saya. Saya tidak akan pernah berhenti mengasihinya. Ia akan selalu diterima di rumah saya." Hari penuh sukacita itu akhirnya tiba ketika ayah dan anak dipersatukan kembali.

Orang-orang pada zaman Hosea mengikuti pola yang serupa. Meskipun Allah telah menyelamatkan mereka dari Mesir dan memelihara mereka, mereka menolak-Nya. Mereka menghina nama-Nya dengan menyembah ilah-ilah orang Kanaan. Akan tetapi Allah tetap mengasihi mereka dan merindukan mereka untuk kembali (Hosea 11:8).

Apakah Anda merasa takut telah menyimpang terlalu jauh dari Allah untuk dapat dipulihkan? Dia yang menyelamatkan dan memelihara Anda rindu agar Anda kembali. Tangan-Nya terbuka dalam pengampunan dan penerimaan. Dia tidak akan pernah membuang Anda. Betapa kita gembira atas kasih Bapa!

KASIH ALLAH TIDAK ADA BATASNYA
Senang sekali setiap hari membaca renungan yang selalu update
Btw, usul dong
Minta renungan yang berkaitan dengan okultisme
Pesan Untuk Ayah




Efesus 6:4
Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Seorang pria, manager akunting sebuah perusahan, selama berhari-hari menghadapi masalah yang tak tuntas. Pembukuan perusahaan tidak balance. Ia sudah mencari kesalahan di segala sektor. Kepalanya pusing sekali karena beberapa hari lagi akan ada audit yang memeriksa pekerjaannya. Sore itu sang isteri mampir di kantor menitipkan anak mereka yang berusia 6 tahun untuk diantar les kumon sorenya. Pukul 5 petang, pak satpam melihat manager ini keluar kantor menggandeng puteri manisnya. Mereka naik kendaraan umum.

Pak Manager memang mengantar puterinya les kumon, dan menjemput pada waktunya. Pukul 6 tatkala mereka berdua berjalan pulang, anak buah manager ini melaporkan bahwa ada data baru yang ditemukan. Pak manager balik ke kantor, bekerja sampai pukul 10 malam, keluar sejenak untuk membeli makanan....dan pukul 23.15 sang isteri menelepon dengan nada panik, bertanya ke mana mereka ‘berdua' pergi? "Berdua?" Pak manager lupa sama sekali di mana ia tinggalkan anaknya. Kisah ini untungnya berakhir baik-baik saja, karena anak ini tertidur di pos hansip kosong 500 meter dari kompleks kantor tersebut. Ia ditemukan pukul 3 pagi, sesudah sekelompok satpam, polisi, dan anggota keluarga melakukan pencarian.

Kita mungkin membaca cerita ini dengan komentar: "Kok bisa ya ayah melupakan anaknya seperti itu?" Tapi ada banyak ayah-ayah yang sengaja melupakan anak-anak mereka saat mengejar kepentingannya sendiri yang sering kali sangat egois. Ada yang lupa anak karena punya teman wanita baru atau judi. Ada yang demikian tertelap dalam hobby semacam sepak bola, atau olah raga yang dilakukan dengan gila-gilaan (misalnya main badminton 6 kali seminggu @ 6 jam). Ada yang mengejar uang, kerja keras, dan lain-lain. Saat mereka sibuk dengan aktifitasnya, anak-anak dilupakan.

Hubungan dengan ayah yang baik akan menghasilkan kesan yang sangat mendalam bagi anak. Ayah yang memberikan perhatian, bimbingan, nasehat, persahabatan, pertolongan, disiplin dan contoh nyata adalah ayah yang memiliki banyak pesan Surgawi untuk sang anak. Yang paling penting, seorang ayah yang mau berdoa bagi anaknya.

Ayah-ayah, jangan lupakan anakmu. Mereka butuh engkau...!